Anda di halaman 1dari 4

Relativitas, ketahanan, inovasi, dan asimilasi budaya

(materi antropologi kelas XII)


o

RELATIVITAS BUDAYA

Relativitas budaya merupakan suatu standar perilaku yang berhubungan


dengan kebudayaan dimana standar itu berlaku. Relativisme menganggap
bahwa semua kebudayaan itu baik, tergantung konteks yang menganggapnya.
Contohnya ukuran kebudayaan yang dianggap baik oleh masyarakat A belum
tentu dianggap masyarakat B itu baik, oleh karena itu kebudayaan dianggap
baik tergantung konteks dilihat dari mana sudut pandang itu diambil, tetapi
sejatinya semua kebudayaan itu memang baik, karena itu merupakan ciri
khas dari setiap daerah masing-masing.
Di dalam relativitas budaya sendiri memiliki sebuah pandangan sendirisendiri, karena di sini kebudayaan dianggap sebagai pedoman mereka dalam
bertingahlaku, sehingga tidak sulit untuk dirubah atau digantikan dalam
waktu yang singkat. Sesungguhnya relativitas budaya dimiliki oleh setiap
budaya, karena sejatinya kebudayaan memanglah hasil proses berfikir
masyarakat. Di dalam kebudayaan terdapat nilai-nilai untuk mengatur setiap
tingkah laku masing-masing individu yang mana nilai-nilai tersebut diakui
oleh masyarakat setempatnya, tetapi belum tentu berlaku di dalam
masyarakat lainnya.
Berbicara mengenai relativitas budaya sangatlah sensitif, karena nilai-nilai
yang dianggap tidak berlaku di seluruh tempat sehingga perlu adanya rasa
saling menghormati diantara sesama makhluk, ketika tidak adanya jalinan
persaudaraan dan rasa saling hormat-menghormati, maka akan terjadi sebuah
konflik yang nantinya akan menjadi benalu di dalam budaya tertentu. Belajar
mengenai relativitas budaya kita perlu tahu bahwa kebudayaan milik kita
belum tentu kebudayaan milik orang lain, dengan begitu kita dapat menjaga
perilaku kita untuk lebih memahami keragaman budaya yang ada di
nusantara kita ini.
o

KETAHANAN BUDAYA

Ketahanan dapat diartikan sebagai keadaan statis. Ketahanan budaya di sini


sebagai suatu kondisi yang dipertahankan oleh suatu masyarakat tertentu
untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan yang telah dianutnya.
Mempertahankan budaya masyarakat setempat dari jaman modern sekarang
ini, dengan tantangan yang berdatangan, masyarakat tersebut berusaha sekuat
tenaga untuk tetap mempertahankan budaya lokalnya dengan berbagai cara.
Sebagai warga Indonesia, yang memiliki beraneka ragam kebudayaan, sudah
sebaiknya kita tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan yang telah

diwariskan oleh nenek moyang kita. Telah kita ketahui, bahwa dengan
munculnya globalisasi yang membuat dunia ini menjadi modern, kta perlu
waspada akan budaya kita, karena sewaktu-waktu kebudayaan itu semakin
hari akan semakin bergeser menjadi budaya yang bersifat kebarat-baratan.
Dengan adanya kemajuan jaman ini, kita memang di tuntut untuk menjadi
manusia yang dapat menyesuaikan lingkungan, akan tetapi kita perlu
mengolah budaya yang masuk ke dalam lingkungan kita, sehingga kita dapat
tetap mempertahankan kebudayaan lokal kita yang patut kita pertahankan dan
lestarikan.
o

INOVASI

Inovasi adalah suatu proses pembaruan dan penggunaan sumber-sumber


alam,energy, dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan
teknologi baru yang akan menghasilkan produk-produk baru. Inovasi juga
dapat disebut sebagai dasar perubahan sosial, karena dengan adanya inovasi
dapat memunculkan perubahan sosial. Inovasi disebabkan karena
menanggapi kebutuhan-kebutuhan baru yang muncul. Inovasi berasal dari
ide-ide baru yang ada di dalam masyarakat maupun diluar sistem sosialyang
kemudian mendorong adanya prosespengambilan keputusan sehingga
melahirkan perubahan.
Tipe Inovasi dapat dikategorikan ke dalam tiga besar:
1.

Berdasarkan keberadaannya dalam sistem (terdapat dua tipe yaitu inovasi yang
diprogramkan dan inovasi yang tidak diprogramkan).
2.
Berdasarkan pada fokus sasaran (terdapat tiga tipe, yaitu inovasi teknologi,
inovasi nilai, dan inovasi struktural).
3.
Berdasarkan pada hasil atau pengaruh inovasi (terdapat ada dua model, Model
Knight yaitu terdapat inovasi yang bersifat radikal dan Model Normann yang
terdapat tipe variasi dan tipe reorientasi).

Selain itu terdapat proses Inovasi, yang meiputi beberapa tahapan yaitu :
1.

Proses Pengambilan Keputusan : Proses ini memiliki peranan penting dalam


inovasi, pengambilan keputusan akan diambil setelah menentukan pilihan. Beberapa
faktor yang menentukan pengambilan keputusan adalah nilai (konsepsi mengenai
apa yang baik untuk dimiliki bersama), materi (mempertimbangkan apakah masih
ada nilai lain daam materi tertentu yang berpengaruh pada pengambilan keputusan),
dan komunikasi atau informasi (ide baru yang nanti dimiliki apakah dapat dipahami
oleh masyarakat)
2.
Tahap-tahap proses Inovasi

Model-model proses inovasi menurut Rogers dan Soemaker (1971) sebagai


berikut :

Dalam tahap pengenalan, pengetahuan individu terhadap inovasi dapat


ditimbulkan oleh media massa dan dari dalam masyarakat, setelah
pengenalan, ada suatu ajakan atau persuasi dan pembentukan sikap pada halhal yang baru karena aktivitas yang baru membuat masyarakat terbiasa,
setelah melalui kedua tahap itu, terdapat sebuah keputusan yang diambil,
keputusan itu bisa diambil maupun di tolak setelah itu dilanjutkan pada
konfirmasi, apakah ide baru tersebut diterima atau di tolak, jika di terima
kemudian dibuat peraturan baru dan ditetapkan dalam masyarakat.
o

ASIMILASI BUDAYA

Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan manusia
dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda dan saling bergaul langsung
dalam waktu yang lama, serta kebudayaan golongan tadi masing-masing
berubah sifatnya yang khas dan merubahnya menjadi kebudayaan campuran.
Dalam proses asimilasi, masyarakat minoritas akan mengikuti kebudayaan
mayoritas sehingga menjadi satu kebudayaan dan kaum minoritas
meninggalkan kebudayaannya. Asimilasi budaya ternyata tidak juga terjadi
walaupun dua kebudayaan hidup berdampingan, hal itu dikarenakan tidak
adanya rasa toleransi antar budaya yang satu dengan yang lain,contohnya
saja, orang Cina yang telah lama hidup di Indonesia, bahkan sampai sekarang
belum terjalin integrasi yang baik diantara keduanya karena tidak ada rasa
toleransi dan simpati.
Faktor-faktor yang menghambat asimilasi :
1.

Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi, dengan adanya


perubahan yang ada, masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang baik, kurang
mendapatkan pengalaman karena masih berfikir stagnan atau statis.
2.
Sifat takut terhadap kekuatan dan kebudayaan lain, masyarakat sangat takut
ketika ingin mengadopsi kebudayaan yang lain akibat dari keyakinan yang kuat
terhadap kebudayaan yang dimiliki.

3.

Perasaan superioritas pada individu-indiviu dari satu kebudayaan terhadap yang


lain, karena merasa.

Sumber bacaan :
Koentjaraningrat.2009.Pengantar Ilmu Antropologi.Jakarta: PT Rineka Cipta
Joyomartono, Mulyono. 1991. Perubahan Kebudayaan dan Masyarakat
dalam Pembangunan. Semarang: IKIP Semarang Press
Lestari,puji.2009. Antropologi Untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Pusat
Perbukuan
Shadily, Hassan.1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta:
PT.Rineka Cipta
Salim, Agus. 2002. Perubahan Sosial. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya
http://blog.unnes.ac.id/ignasiaintan/

Anda mungkin juga menyukai