Anda di halaman 1dari 71

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian tentang Customer Relationship Marketing


2.1.1 Definisi Dan Manfaat Customer Relationship
Marketing
Para ahli memiliki definisi yang berbeda-beda mengenai
CRM. Secara umum CRM dapat disimpulkan sebagai strategi dan
usaha untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan
memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. Berikut
ini merupakan berbagai macam definisi serta sudut pandang dari
beberapa pakar yang berkompeten :
CRM dapat pula didefinisikan sebagai integrasi dari
strategi penjualan, pemasaran dan pelayanan yang terkoordinasi
(Kalakota dan Robinson 2001). CRM menyimpan informasi
pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara
pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk
staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan
tersebut (Laudon dan Traver 2002). Sedangkan menurut
Temporal and Trott (2001) menjelaskan bahwa CRM adalah
kolaborasi dengan setiap konsumen untuk menciptakan situasi
win-win dengan meningkatkan nilai kehidupan pelanggan setiap
harinya agar menjadi loyal. Francis Buttle mendefinisikan CRM
sebagai core business strategy yang mengintegrasikan proses
internal serta fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan dengan
jejaring eksternal untuk menciptakan dan men-deliver value
(manfaat) kepada target pelanggan yang memberikan keuntungan.
Berdasarkan beberapa definisi serta pendapat para pakat
maka pada intinya CRM adalah suatu cara untuk melakukan
analisa perilaku pelanggan jasa perusahaan. Dari analisa ini
akhirnya perusahaan bisa mengambil cara bagaimana melayani
pelanggannya secara lebih personal sehingga efeknya pelanggan

19
20

menjadi loyal kepada perusahaan. Target utama CRM memang


bukan customer satisfaction tetapi lebih kepada customer loyality.
Pelanggan tidak hanya puas sekali menggunakan produk atau
jasa, tetapi juga akan selalu terus menggunakannya.
Untuk membangun strategi CRM yang efektif, ada 4 langkah
penting yang harus dilakukan yaitu :
 Mengidentifikasi karakteristik dari setiap pelanggan.
 Membuat model dari nilai setiap segmen pelanggan.
 Menciptakan strategi yang proaktif dan rencana
pelaksanannya atau metoda bisnisnya, yang dapat
menjawab kebutuhan pelanggan, dimulai dengan segmen
pelanggan yang paling potensial.
 Mendesain ulang struktur perusahaan sepanjang
diperlukan, proses kerja, teknologi dan sistem
penghargaan untuk pelanggan dalam rangka
mengimplementasikan strategi peningkatan hubungan
dengan pelanggan.1
Berdasarkan uraian di atas, manfaat dari penerapan CRM
(Customer Relationship Marketing) dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. Mendorong Loyalitas pelanggan
Aplikasi CRM memungkinkan perusahaan untuk
mendayagunakan informasi dari semua titik kontak dengan
pelanggan, baik via web, call center, ataupun lewat staff
pemasaran dan pelayanan di lapangan. Konsistensi dan
aksepsibilitas informasi ini memungkinkan penjualan dan
pelayanan yang lebih baik dengan berbagai informasi penting
mengenai pelanggan itu.
2. Mengurangi biaya
Dengan kemampuan swalayan dalam penjualan dan
pelayanan pelanggan, ada biaya yang bisa dikurangi. Misalnya
dengan memamfaatkan teknologi web. Aplikasi CRM juga
memungkinkan penjualan atau pelayanan dengan biaya lebih
murah dalam sebuah skema
1
Kalakota dan Robinson 2001
21

program pemasaran yang spesifik dan terfokus. Tertuju ke


pelanggan yang tepat dan pada waktu yang tepat pula.
3. Meningkatkan efisiensi operasional
Otomasi penjualan dan proses layanan dapat mengurangi
resiko turunnya kualitas pelayanan dan mengurangi beban cash
flow. Penggunaan teknologi web dan call center misalnya, akan
mengurangi hambatan birokrasi dan biaya serta proses
administratif yang mungkin timbul.
4. Peningkatan time to market
Aplikasi CRM memungkinkan kita membawa produk ke
pasar dengan lebih cepat dengan informasi pelanggan yang lebih
baik, adanya data trend pembelian oleh pelanggan, sampai
integrasi dengan aplikasi ERP untuk keperluan perencanaan yang
lebih baik. Dengan kemampuan penjualan di web, maka
hambatan waktu, geografis, sampai ketersediaan sumber data
dapat dikesampingkan untuk mempercepat penjualan produk
tersebut.
5. Peningkatan pendapatan
Aplikasi CRM menyediakan informasi untuk
meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan. Dengan
aplikasi CRM, perusahaan dapat melakukan penjualan dan
pelayanan melalui website sehingga peluang dari penjualan secara
global tanpa perlu menyediakan upaya khusus untuk mendukung
penjualan dan pelayanan tersebut.
2.1.2 Tahapan dalam Customer Relationship Marketing
Menurut buku managemen jasa karangan fandi Tjiptono
dalam merancang strategi CRM terdapat beberapa step yang harus
dilalui. diantaranya adalah sebagai berikut :
 Penciptaan data base pelanggan
Pada tahap ini data base pelanggan tidak hanya nama pelanggan
saja tetapi juga mencakup hal hal penting lainnya, misal
frekuensi, dan jumlah pembelian, prefensi dan lain sebagainya.
 Analisa data
22

Dari data base pelanggan, data yang ada keudian dianalisa dan
dimaping sesuai dengan golongan masing masing misal frekuensi,
dan jumlah pembelian, prefensi, alamat, umur dan lain
sebagainya.
 Seleksi pelanggan
Setelah tahap analisa data dilakukan maka tahap berikutnya yaitu
seleksi pelanggan. Pada tahap ini pelanggan di fokuskan lagi
dalam penggolongannya dan terdapat kriteria yang nantinya dapat
mendukung tahap customer targeting.
 Customer targeting
Pada tahap customer targeting profil pelanggan dapat
diidentifikasikan dan pada tahap ini pula proses penentuan target
segmen yang akan disasar.
 Customer relationship marketing
Tahap ini merupakan proses penciptaan hubungan baik dengan
target costumer diantaranya memberikan program – program,
mengadakan event, dan lain sebagainya
 Privacy issues
Pada tahap privacy issues ini adalah proses dimana menggunakan
kekuatan profil customer untuk mendukung proses penciptaan
hubungan baik dengan pelanggan, diantaranya mengirimkan kartu
ucapan ulang tahun, memberikan personal diskon, dan lain
sebagainya.
2.2 Tinjauan tentang RS. Husada Utama
2.2.1 Data Perusahaan
RS. Husada Utama Surabaya terletak di jalan Prof. Dr.
Moestopo no 31-35 yang berdiri megh diatas tanah seluas 11.980
m2 dengan 16 lantai dan area parkir seluat 12.368 m2.
kepemilikan rumah sakit ini berada dibawah naungan PT. Cipta
Karya husada Utama yang berdiri sejak tahun 1993. saat ini 99%
saham dimiliki oleh PT. Indonesia Prima, yang bergerak di
bidang usaha kesehatan dalam arti luas, termasuk didalamnya
adalah rumah sakit, farmasi, perdagangan alat kesehatan serta
obat-obatan dan lainnya.
23

1. Visi dan Misi perusahaan


Visi :
 menjadi rumah sakit bintang lima yang memberkan
kepuasan menyeluruh bagi pasien dari keluarganya
melalui pelayanan kesehatan bermutu tinggi, holistik dan
profesional.
Misi :
 Menyediakan solusi berupa pelayanan kesehatan yang
berkualitas baik.
 Memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh,
effektif, effisien manusiawi dalam suasana yang ramah
bagi pasien dan keluarganya.
 Mencapai standard profesi yang tertinggi dalam
pelayanan kesehatan melalui pendidikan dan penelitian
innovatif.
 Menciptakan iklim kerja yang kondusif berdasarkan
kemanusiaan, kesejawatan, kerjasama, disiplin dan
tanggung jawab.
 Menciptakan suasana ilmiah dalam lingkungan rumah
sakit.
2. Sasaran yang yang dituju
 Menjadi rumah sakit spesialis paling unggul yang siap
menjawab tantangnan millenium ketiga.
 Memberikan pelayanan kesehatan yang paling baik
melalui teknologi medis yang paling tepat berdasarkan
standard profesi yang paling tinggi.
 Menyelenggarakan pendidikan dan penelitian sesuai
kebutuhan staff medis, paramedis, maupun non-medis
24

dan tuntutan pengembangan standard pelayanan


kesehatan.
 Menciptakan suasana yang menyenangkan serta nyaman
bagi karyawan, pasien, dan keluarganya dalam
kepedulian dan kasih sayang
 Pengembangan permanfaatan sarana dan prasaranan yang
tersedia secara optimal.
3. Strutur Organisasi
Pada perancangan media komunikasi visual ‘Health Gallery’
sebagai media penunjang customer relationship marketing ini,
departemen yang akan menangani serta yang memiliki tanggung
jawab adalah departement bussines development yang memiliki
beberapa sub departement diantaranya . Berikut ini merupakan
struktur organisasi RS. Husada Utama Surabaya :
25

Tabel 2.1 Tabel struktur oraganisasi RS. Husada Utama


2.2.2 Analisa SWOT RS. Husada Utama
26

Analisis SWOT (singkatan bahasa Inggris dari strengths,


weaknesses, opportunities, dan threats) adalah metode
perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek
atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan
tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung
dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats) sudah biasa
digunakan oleh perusahaan-perusahan besar agar kinerja bisnis
tetap terjaga untuk melipatgandakan profit. Sebenarnya, analisa
ini bisa juga digunakan untuk bisnis berskala kecil. Berikut
langkah-langkah analisa SWOT yang telah disederhanakan:

1. Strength (Kekuatan)

Analisa kekuatan bisnis anda secara mendalam. Apa keunggulan


bisnis anda? Aset apa yang dimiliki? Unikkah penawaran bisnis
anda dibandingkan kompetitor lainnya?

2. Weakness (Kelemahan)

Apa saja kelemahan bisnis anda? Bagaimana cara mengatasi


kelemahan bisnis anda? Apakah anda kekurangan modal? Kurang
tenaga ahli? Apakah anda terus menerus mengalami kerugian?

3. Opportunities (Peluang)

Cermati segala peluang atau kesempatan untuk kesuksesan bisnis


anda. Apakah ada segmen pasar yang terlewati, pasar yang sama
sekali belum tersentuh oleh kompetitor anda? Bagaimana pola
perilaku konsumen anda? Adakah kompetitor lemah dengan
konsumen yang bisa anda ambil alih?

4. Threats (Ancaman)
27

Apa saja ancaman terhadap bisnis anda? Kompetisi semakin


ketat? Apakah kondisi keuangan bisnis anda cukup memadai
untuk mengatasi hambatan yang akan muncul nantinya?2

Pada analisa ini terdapat 4 kuadran yang menentukan


seberapa kuat lemahnya sebuah perusahaan, seberapa besar
peluang serta ancaman yang diberikan dari pihak intern maupun
ekstern.

Ini merupakan situasi yang menguntungkan. Perusahaan


tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat
memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang
diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung
: kebijakan pertumbuhan yang agresif.

Kuadran II Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini


masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang
: harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara
strategi diversifikasi (produk/pasar).

Kuadran III Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat


besar, tetapi di lain pihak menghadapi beberapa
kendala/kelemahan internal. Fokus strategi ini yaitu
:
meminimalkan masalah internal perusahaan sehingga
dapat merebut pasar yang lebih baik (turn around).
Kuadran IV
Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan,
: perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan
kelemahan internal. Fokus strategi yaitu melakukan
tindakan penyelamatan agar terlepas dari kerugian yang
lebih besar (defensive).3

2
www.dexton.adexindo.com/artikel-juli4-lipatgandakan-profit-
swot.html -
28

tabel 2.2 kuadran swot

A. Matrik SWOT

Alat yang digunakan dalam menyusun faktor-faktor


strategis perusahaan adalah matriks SWOT. Matriks ini
menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman
internal yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan
kelemahan internal yang dimiliki. Matrik ini dapat menghasilkan
empat set kemungkinan alternatif strategis, seperti pada Tabel
berikut :

STRENGTH (S) WEAKNESSES (W)


FI
(Tentukan 5-10 (Tentukan 5-10 faktor
faktor kekuatan kelemahan internal)
EFE internal)
OPPORTUNITIES Strategi SO Strategi WO
(O)
Daftar kekuatan Daftar untuk
(Tentukan 5-10 untuk meraih memperkecil kelemahan
faktor peluang keuntungan dari dengan memanfaatkan
eksternal) peluang yang ada keuntungan dari peluang
yang ada
THREATS (T) Strategi ST Strategi WT

3
Rangkuti, F. (2006), Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis,
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama ; Jakarta
29

(Tentukan 5-10 Daftar kekuatan Daftar untuk


faktor ancaman untuk menghindari memperkecil kelemahan
eksternal) ancaman dan menghindari
ancaman

Tabel 2.3 tabel swot

Berdasarkan Matriks SWOT diatas maka didapatkan 4


langkah strategi yaitu sebagai berikut :

1. Strategi SO

Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu


dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan
memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi SO
menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan
peluang eksternal.

2. Strategi ST

Strategi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan


untuk mengatasi ancaman. Strategi ST menggunakan kekuatan
internal perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak
ancaman eksternal.

3. Strategi WO

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang


ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi
WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan
memanfaatkan peluang eksternal.

4. Strategi WT
30

Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan


berusaha meminimalkan kelemahan serta menghindari ancaman.
Strategi WT bertujuan untuk mengurangi kelemahan internal
dengan menghindari ancaman eksternal.

Matrik SWOT merupakan alat pencocokan yang penting


untuk membantu para manajer mengembangkan empat tipe
strategi: Strategi SO (Strengths-Opportunities), Strategi WO
(Weaknesses-Opportunities), Strategi ST (Strengths-Threats), dan
Strategi WT (Weaknesses-Threats).

B. Analisis Faktor Strategis Eksternal

Analisis faktor strategis eksternal difokuskan pada


kondisi yang ada dan kecenderungan yang muncul dari luar, tetapi
dapat memberi pengaruh kinerja organisasi. Setelah mengetahui
faktor-faktor strategi eksternal, selanjutnya susun tabel faktor-
faktor Strategis Eksternal (External Strategic Factors Analysis
Summary/EFAS), dengan langkah sebagai berikut :

 Menyusun faktor peluang dan ancaman pada kolom 1.


 Memberikan bobot masing-masing faktor pada kolom 2,
mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak
penting). Bobot dari semua faktor strategis yang berupa
peluang dan ancaman ini harus berjumlah 1.
 Menghitung rating dalam (dalam kolom 3) untuk masing-
msing faktor dengan memberi skala mulai dari 4 (sangat
baik/outstanding) sampai dengan 1 (sangat tidak
baik/poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut pada
kondisi organisasi. Pemberian nilai rating untuk peluang
bersifat positif, artinya peluang yang semakin besar diberi
rating +4, tetapi jika peluangnya kecil diberi nilai +1.
Sementara untuk rating ancaman bersifat sebaliknya,
yaitu jika nilai ancamannya besar, maka ratingnya -4 dan
jika nilai ancamannya kecil, maka nilainya -1.
31

 Mengalikan bobot faktor pada kolom 2 dengan rating


pada kolom 3. Hasilnya adalah skor pembobotan untuk
masing-masing faktor.
 Menghitung jumlah skor pembobotan. Nilai ini adalah
untuk memetakan posisi organisasi pada diagram analisa
SWOT.

Faktor-Faktor Strategis Eksternal (Eksternal Strategic Factors


Analysis Summary/EFAS)

Skor
Faktor-faktor
Pembobotan
Strategis Bobot Rating
(Bobot x
Eksternal
Rating)
Peluang
(Opportunities/O) bobot peluang rating peluang
: 1 1

Peluang 1 bobot peluang rating peluang


2 2
Peluang 2
Jumlah O a b
Ancaman
bobot rating ancaman
(Threats/T) : ancaman 1 1

Ancaman 1 bobot rating ancaman


ancaman 2 2
Ancaman 2
Jumlah T c d

Total (a+c) = 1 (b+d)


32

Tabel 2.4 tabel ifas dan efas swot

C. Analisis Faktor Strategis Internal

Analisis faktor strategis internal adalah analisis yang


menilai prestasi/kinerja yang merupakan faktor kekuatan dan
kelemahan yang ada untuk mencapai tujuan organisasi. Seperti
halnya pada Analisis Faktor Strategis Eksternal, maka dengan
cara yang sama menyusun tabel Faktor-faktor Strategis Internal
(Internal Strategic Factors Analysis Summary/IFAS). Bentuk
tabel IFAS adalah sepeti terlihat pada Tabel

Faktor-Faktor Strategis Internal (Internal Strategic Factors


Analysis Summary/IFAS)

Skor
Faktor-faktor Pembobotan
Strategis Bobot Rating
Internal (Bobot x
Rating)
Kekuatan bobot kekuatanrating
1 kekuatan 1
(Stregths/S) :
bobot kekuatanrating
Kekuatan 1 2 kekuatan 2

Kekuatan 2
Jumlah S a b
Kelemahan bobot rating
(Weaknesses/W): kelemahan 1 kelemahan 1

Kelemahan 1 bobot rating


kelemahan 2 kelemahan 2
33

Kelemahan 2
Jumlah W c d

Total (a+c) = 1 (b+d)

Tabel 2.5 skema menghitung swot

Berdasarkan data yang diperoleh (primer dan sekunder) berikut


adalah berbagai elemen yang dapat digunakan dalam analisa
SWOT RS Husada Utama :
strength peralatan canggih
fasilitas hotel
pelayanan ramah
Internasional quality service
RS. Bintang lima
dokter spesialis
promosi kuat
One stop shoping hospital
menyediakan sarana helipad
Layanan quality service
opportunity pasar butuh pelayanan yang terbaik
potensial cutomer
RS. Competitor masih sedikit

Threats Inovasi kompetitor


kemampuan pasar yang terbatas

weakness Kurang personil


biaya mahal
Lokasi kurang strategis
34

Tabel 2.6 swot RS. Husada Utama

Beberapa point point diatas kemudian dapat dihitung berdasarkan


intervalnya

2.2.3 Output Program Customer Relationship Marketing


RS. Husada Utama

CRM merupakan srategi pendukung suatu perusahaan


untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time
dengan menjalin hubungan dengan tiap pelanggan yang berharga
melalui penggunaan informasi tentang pelanggan. Berdasarkan
apa yang diketahui dari pelanggan, perusahaan dapat
membuat variasi penawaran, pelayanan, program, pesan, dan
media (Kotler 2003). Melalui sistem yang menerapkan CRM,
perusahaan membentuk hubungan yang lebih dekat dengan
pelanggan, dimana perusahaan dapat mengetahui kebutuhan
pelanggan dan menyediakan pilihan produk atau layanan yang
sesuai dengan permintaan mereka.
Strategi ini sudah diaplikasikan di berbagai perusahaan di
indonesia dan di luar negeri dan tidak sedikit pula perusahaan
yang berkembang dengan menggunakan strategi CRM ini. Selain
itu CRM juga mampu memberdayakan kekuatan keinginan
pelanggan dengan tekanan teknologi informasi untuk memberikan
kepuasan pada pelanggan. Cakupannya meliputi tuntutan
manajemen mutu terpadu secara global untuk menghadapi
kebutuhan bisnis pelanggan dengan lebih agresif. Strategi bisnis
difokuskan pada kelanggengan dan pemuasan pelanggan serta
bekerja untuk mengantisipasi kebutuhan serta penyesuaian hasil
produk. Rangsangan yang ingin dibangkitkan dari konsep
relationship marketing adalah metode-metode dalam menarik
perhatian, pemeliharaan pelanggan serta meningkatkan dan
35

memanajemi hubungan kepuasan dengan pelanggan, atau konsep


yang ingin dibentuk dari relationship marketing adalah
memperpanjang umur waktu hidup pelanggan sebagai individu
yang berinteraksi. Strategi ini dapat diplikasikan dalam berbagai
macam implementasi tentunya berdasarkan kepada pengetahuan
dan kebutuhan dari pasien perusahaan terebut. Implementasi ini
dapat berupa media bellow the line dan above the line.

RS. Husada Utama memiliki beberapa media yang


sebenarnya dapat menjadi media yang memiliki kekuatan yang
tinggi. Media freemagz sebagai salah satunya, menurut RS.
Husada Utama sebagai owner dari Husada Utama Magazine,
media ini sudah maximal namun pada kenyataanya media ini
belum bisa memenuhi kebutuhan CRM untuk para customer
mereka.

Perkembangan dan isu isu yang beredar di masyarakat


seputar kesehatan seakan tidak pernah berhenti untuk berevolusi.
Beredarnya penyakit penyakit baru di telinga masyarakat
seringkali membuat masyarakat menjadi resah bahkan ada juga
yang hingga kini masih belum ditemukan obatnya. Keadaan ini
masih belum di maksimalkan oleh RS. Husada Utama untuk
diaplikasikan di freemagz tersebut, padahal jika diamati karakter
dari freemagz adalah sebuah kumpulan artikel yang sedang ’in’
dalam kehidupan di masyarakat.

Jalur distribusi yang dilakukan oleh RS. Husada Utama


sudah cukup kuat sebagai media promosi tidak sebagai media
CRM karena distribusinya yang sangat luas dan dapat dimiliki
oleh berbagai macam segmentasi di surabaya sehingga media ini
sukses untuk mendapatkan awareness dari customer tapi belum
cukup untuk dapat menigkatkan loyalitas konsumen. Sehingga
dapat disimpulkan berdasarkan analisa dari Husada Utama
Magazine belum dapat memenuhi kebutuhan dari konsumen RS.
Husada Utama.
36

2.3 Tentang Loyalitas Pelanggan


Menutut Tjipyono (2005) yang mengutip Bothe (1996)
mengatakan dalam dekade 2000-an orientasi perusahaan kelas
duania mengalami pergeseran dari pendekatan konvensional ke
arah pendekatan kontemporer. Pendekatan konvensional
menekankan pada kepuasan pelanggan, reduksi, biaya, pangsa
pasar, dan riset pasar. Sedangkan pendekatan kontemporer
berfokus pada loyalitas pelanggan, retensi pelanggan, zero
defections dan longlife customer.4
Kepuasan pelanggan adalah suatu keadaan dimana keinginan,
harapan dan kebutuhan merupakan elemen penting dalam
menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih
efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu
pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat
dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Hal ini terutama sangat
penting bagi pelayanan publik.5
Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan
merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu
sistim penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan
pelanggan, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan
dampak pelayanan terhadap populasi sasaran.
Kepuasan pelanggan merupakan tahapan paling dasar
untuk beranjak menjadi konsumen loyal. Karena sebuah loyalitas
akan tercipa dengan sendirinya jika konsumen puas dengan
palayanan sebuah penjual jasa.6
Dalam menciptakan konsumen loyal terdapat beberapa
langkah langkah dalam perancangannya. Dalam sebuah riset yang
dikutip dari buku ”Building Loyal Customers” terhadap beberapa
perusahaan besar di dunia seperti USAA Insurance, Universal
Studios, Ritz Carlton Hotels, The Mansion on Turtle Creek,
4
ADLN perpustakaan universitas UNAIR
5
Philip Kotler ‘ managemen pemasaran’ (2001:501)
6
Fandy Tjiptono ‘managmen jasa’ (1998:67)
37

Sewel Village Cadilac, dan Harley Davidson dll. Dalam riset dan
beberapa wawancara ini ditemukan bahwa meskipun perusahaan
perusahaan ini menggunakan kosa kata mereka sendiri untuk
menerangkan pendekatan mereka, namun nilai nilai dan praktik
praktik mereka sangat serupa dan pada prinsipnya dapat
diterapkan pada banyak perusahaan yang lain. Secara ringkas
dapat dijabarkan dalam 7 tahap diantarannya :
 Jadikan kepercaaaan sebagai tindakan nyata
 Fokuskan pada harapan harapan konsumen, bukan hanya
pada kebuuhan mereka
 Tambahkan kharisma pada campuran dalam pelayanan
 Memanfaatkan rasa penasaran konsumen
 Berikan kejutan yang tak terduga-duga kepada konsumen
 Berdayakan konsumen perusahaan melalui kesenangan
 Tunjukan karaker perusahaan dengan memperlihatkan
semangat para karyawan7
Dari penjabaran point point diatas dapat ditarik sebuah
kesimpulan bahwa untuk menciptakan costumer loyal
membutuhkan sebuah kesinambungan dan hasil yang otentik
untuk konsumen, karena untuk membangun sebuah kepercayaan
tidaklah mudah dan membutuhkan proses dan waktu yang relatif
lama. Apabila keperayaan sudah terbangun maka proses tidak
berhenti pada tahapan itu saja, tetapi kepercayaan ini harus terus
dibangun dan dijaga yaitu dengan menciptakan sebuah
atmosphere yang intim dan bersahabat (relasi) .
2.4 Tinjauan Tentang Stakeholder
Pandangan orang orang terhadap arti dari kesehatan
sangat bervariasi. Orang yang mengerti benar kebutuhan akan
kesehatan memiliki pandangan sendiri tentang arti dari kesehatan
begitu pula sebaliknya orang yang tidak begitu peduli dengan
kesehatan juga memiliki pandangan sendiri tentang arti kesehatan.

7
”Building Loyal Customers” karya dari Steven Schauffer, Ph.D & Tom
Pinkerton, Ph.D
38

Maka dalam perancangan ini untuk mendekati kebenaran dalam


bidang kesehatan maka analisa tentang pendapat orang yang
berkompeten di bidangnya (stakeholder) sangat diperlukan.
Menurut Dr. Sukoyo ( salah satu dokter di RS. Baptis Kediri)
mengatakan bahwa:
“Sebenarnya kesehatan merupakan kebutuhan pokok
manusia namun sejauh ini orang orang masih kurang
memperhatikan kesehatan mereka, terlihat dari fenomena yang
terjadi generasi muda yang sekarang banyak yang terserang
penyakit orang dewasa seperti Hipertensi, Diabetes Militus dll.
Kebutuhan sebuah rumah sakit dalam menjaga pasien agar tidak
menggunakan rumah sakit lainnya memang perlu dijaga tentunya
harus berbanding lurus dengan kondisi rumah sakit yang
semakin hari harus semakin baik kinerja dan mutu pelayanannya,
kondisi ini perlu disampaikan kepada pasien melalui media
media seperti brosur dan media lainnya, dengan membawa
informasi yang dibutuhkan oleh konsumen baik yang umum
maupn yang khusus. ‘Kesehatan bukan segalanya namun tanpa
kesehatan segalanya bukan apa apa’ tambahnya.8
Berikut merupakan depth interview kepada Dinas
Kesehatan Kota Surabaya, drg. Vera Puspitasari selaku Kepala
seksi pelayanan rujukan dan penunjang kesehatan. Sebenarnya
dalam sebuah pelayanan kesehatan memiliki beberapa kriteria
yang perlu diperhatikan untuk memilih rumah sakit (RS):
“jika berbicara tentang kesehatan sebaiknya RS telah
memiliki jenis pelayanan minimal ”Lima Besar”: Penyakit
Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan-Penyakit Kandungan, Saraf,
dan ditambah Mata, THT, Kulit dan Gigi. Pelayanan
Subspesialisasi: Selanjutnya bila diperlukan perhatikan adanya
pelayanan-pelayanan subspesialistik: misalnya di bidang
Penyakit Dalam ada subspesialisasi Jantung, Ginjal-Hipertensi,
Paru dsb., di bidang Bedah misalnya Bedah Urologi, Tulang
dsb., begitu juga di bidang-bidang lain: Anak, Kebidanan-
8
dr. Sukoyo , RS. Baptis kediri
39

Penyakit Kandungan, dst. Sekarang mengenai pelayanan RS yang


bermutu. Mutu pelayanan RS adalah sesuatu topik yang
senantiasa merupakan isu yang hampir selalu hangat dibahas
pada berbagai seminar. Pada dekade yang lalu bila dibahas
mutu pelayanan RS, maka terdapat komponen safety/ aman di
dalamnya. Namun kecenderungan internasional saat ini adalah
pelayanan yang aman lebih mengemuka atau lebih ditonjolkan
dan berdampingan dengan mutu. Jadi pelayanan rumah sakit
harus Aman dan Bermutu”9.
Dari 2 (dua) pendapat pakar kesehatan diatas kemudian
berikut ini merupakan depth interview kepada CEO RS. Husada
Utama Prof. DR. Dr.R. Hariadi, SpOG, terdapat harapan harapan
yang ingin dicapai untuk rumah sakit di Indonesia khususnya di
surabaya, dan berserta dengan tahapan tahapan untuk
mencapainya.
“Sebuah perusahaan jasa rumah sakit harus dapat terus
berkembang dan tumbuh secara simultan. Diantaranya dengan
lebih difokuskan kepada pengelolahan managemen yang lebih
kreatif, pemberdayaan sumber daya manusia yang dapat
memenuhi standard internasional, sampai pada penggunaan
peralatan penunjang medik yang canggih. Dimasa yang
mendatang saya berharap untuk senantiasa berusaha
meningkatkan pelayanan lebih baik lagi pada kepuasan total
pasien melalui pelayanan medis yang canggih dengan diiringi
pelayananan dengan kasih sayang 10”.
Berdasarkan deep interview diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa masyarakat memiliki tingkat kepedulian
terhadap kesehatan yang sangat kurang, sehingga rumah sakit
sebagai instansi kesehatan perlu merancang sebuah media dalam
9
kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Vera Puspitasari Kepala
seksi pelayanan rujukan dan penunjang kesehatan.
10
Chief Executive Officer RS. Husada Utama Prof. DR. Dr.R. Hariadi,
SpOG
40

menyampaikan berbagai macam informasi kesehatan dan


perkembangannya untuk para pasien. Mutu pelayanan merupakan
point penting dalam sebuah instansi kesehatan , sehingga variabel
ini harus dapat tersampaikan sebaik mungkin kepada pasien dan
konsumen.
2.5 Tinjauan Media
2.5.1 Jenis-jenis media
Kegiatan beriklan melalui media massa dianggap efektif
karena mampu menjangkau audiens dalam jangkauan yang luas,
serta dapat menciptakan citra merk di benak audiens. Tertanamlah
sebuah paradigma bahwa pemasang iklan harus sedapat mungkin
memanfaatkan iklan di media massa untuk bisa mencapai
positioning tertentu di mata konsumen. Media massa baik
elektronik maupun media cetak lazim disebut dengan media
konvensional. Oleh karena itu iklan yang menggunakan media
massa juga disebut iklan konvensional.

Berdasarkan buku Intergrated Marketing communication


terdapat 2 kategori pada media diantaranya adalah media above
the line dan media bellow the line. Kategori media above the line
terdapat berbagai macam jenis jenis media dengan
karakteristiknya masing masing disertai keunggulan dan
keterbatasannya antara lain :

media keunggulannya keterbatasanya


fleksibilitas, tepat
waktu, mampu umur informasi pendek,
koran menangkap kualitas gambar
pasar dengan baik, dan cetakan jelek, sedikit
jangkauan penerimaan audience yang meneruskan
yang luas, tinkat informasi (long pass- small
kepercayaan yang tinggi audience)

informasi bisa dilihat, biaya tinggi, tingkat


televisi didengar dan gambar kebingungan tinggi
41

bergerak, menarik untuk tingkat pemaparan yang


ditonton, perhatian cepat berlalu
tinggi dan jangkauan dan audience kurang
luas memiliki daya
seleksi

informasi bisa dilihat, biaya tinggi, tingkat


televisi didengar dan gambar kebingungan tinggi
bergerak, menarik untuk tingkat pemaparan yang
ditonton, perhatian cepat berlalu
tinggi, jangkauan dapat dan audience kurang
di selektif memiliki daya
seleksi

mempunyai banyka audience hanya


radio pendengar, selektifitas mendengarkan saja
geografi dan demografi perhatian lebih rendah
yang tinggi dengan dibandingkan tv
pemaparan yang cepat
biaya yang rendah berlalu

selektifitas demografi waktu tunggu yang lama,


majalah dan geografis yang waktu
tinggi, prestise dan
dan kredibilitas, hasil sirkulasi terbuang, dan tidak
bulletin cetakan ada jaminan
berkualitas tinggi,
berumur panjang,
jumlah posisi yang lebih baik
pembaca yang
meneruskan informasi
cukup
banyak
billboard dapat dilihat oleh informasi yang dibahas tidak
berbagai macam dapat tersampaikan
42

kalangan,
ukuran yang besar secara detail, biaya yang
sehingga baik untuk dikeluarkan tinggi,
media peningkatan kemungkinan untuk terbaca
awareness yang relatif kecil.

Tabel 2.7 keunggulan dan kelemahan media above the line

Sedangkan kategori media bellow the line terdapat


berbagai macam jenis jenis media beserta karakteristik masing
masing disertai dengan keunggulan dan keterbatasan nya antara
lain :

media keunggulannya keterbatasanya


dapat di gunakan di memilki ketergantungan
poster mana saja (tempat dengan tempat tempat
tempat yang diinginkan).
Jangkauan yang luas penyebaran media ini,
dapat menarik awareness tidak ada jaminan posisi yang
seseorang. lebih baik.

informasi hanya untuk


intensitas untuk melihat kalangan dalam, informasi
kalendar relatif tinggi yang
kebutuhan manusia akan
tanggal dan waktu diulas tidak mendetail,
yang tidak disadari,
repeatable, waktu hidup
Produk lama
biaya rendah, tidak informasi tidak maksimal,
stiker membutuhkan tempat ukuran yang relatif kecil
dapat dilihat berbagai tingkat keterbacaan rendah
43

kalangan,
baik digunakan dalam
meningkatkan
awareness sebuah brand
note kemungkinan untuk informasi tidak maksimal,
book digunakan tinggi, mulai tergeserkan dengan
lifecycle produk yang media yang lebih canggih
relatif lama (PDA)
baik untuk remainder
sebuah brand
interaksi dengan media
cukup tinggi

post biaya rendah, unik, dapat mulai tergeserkan dengan


card menarik awareness media yang lebih canggih
pembaca yang (SMS dan MMS), informasi
meneruskan informasi tidak detail, tidak ada
cukup banyak, efek jaminan posisi yang lebih
psikologis lebih baik baik.
dari pada menggunakan
media elektronik.

Greeting biaya rendah, unik, dapat mulai tergeserkan dengan


card menarik awareness media yang lebih canggih
pembaca yang (SMS dan MMS), informasi
meneruskan informasi tidak detail, tidak ada
cukup banyak, efek jaminan posisi yang lebih
psikologis lebih baik baik.

Tabel 2.8 keunggulan dan kelemahan media bellow the line

Media media tersebut merupakan penyesuaian kebutuhan


dari RS. Husada Utama dan kebutuhan Target Audience RS.
Husada Utama.
44

2.6 Acuan dalam beriklan


Adapun beberapa fungsi periklanan menurut Terrence A. Shimp
(Shimp 2003:357) dapat dijabarkan sebagai berikut:

 Informing. Periklanan membuat konsumen sadar akan


keberadaan merkmerk baru, menginformasikan mereka
tentang berbagai fitur dan manfaat merk, serta
memfasilitasi penciptaan citra merk yang positif.
Singkatnya fungsi periklanan sebagai sumber informasi
bertujuan untuk meningkatkan TOMA – top of mind
awareness (puncak kesadaran dalam benak konsumen).

 Persuading. Iklan yang efektif akan mampu mempersuasi


(membujuk) pelanggan untuk mencoba produk atau jasa
yang diiklankan.

 Reminding. Iklan menjaga agar merk perusahaan tetap


segar dalam ingatan para konsumen.

 Adding Value. Periklanan memberi nilai tambah merk


dengan mempengaruhi persepsi konsumen.
Mempengaruhi persepsi konsumen merupakan nilai
tambah bagi penawaran-penawaran yang dilakukan oleh
produsen.

 Assisting (mendampingi) upaya-upaya lain dari


perusahaan. Periklanan hanyalah salah satu alat dari
bauran komunikasi pemasaran. Periklanan dapat
membantu perwakilan penjualan, meningkatkan hasil dari
komunikasi pemasaran lainnnya, juga bisa meningkatkan
efektivitas transaksi harga. Peran utama periklanan adalah
pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya perusahaan
dalam komunikasi pemasaran.
45

Secara umum daya tarik yang dapat digunakan dalam


menciptakan sebuah iklan dapat dikategorikan menjadi dua
kategori:

 Daya tarik informatif/rasional Daya tarik ini menekankan


pada fakta, pembelajaran serta logika yang disampaikan
suatu iklan. Daya tarik iklan informatif meyakinkan
konsumen bahwa produk mereka memilki manfaat
tertentu yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen.

 Daya tarik emosional Daya tarik ini berhubungan dengan


kebutuhan sosial dan psikologi konsumen dalam
pembelian suatu produk. Tidak sedikit motif pembelian
konsumen bersifat emosional, karena perasaan mereka
terhadap suatu merk jauh lebih penting dibandingkan
pengetahuan mereka terhadap merk.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, tidak menutup


kemungkinan bagi tim kreatif untuk menggabungkan dua daya
tarik tersebut dalam menciptakan sebuah iklan kreatif. Hal itu
disebabkan oleh keputusan pembeli oleh konsumen seringkali
didasari oleh dua motif, yaitu motif emosional dan motif rasional.
Tujuan utama pemasar dalam menciptakan kreativitas iklan
adalah mengembangkan hubungan emosional yang paling kuat
antara merk produknya dengan konsumen. Meski demikian, tidak
semua iklan dapat digolongkan sebagai iklan dengan daya tarik
rasional dan emosional saja. Beberapa iklan disebut sebagai iklan
pengingat (reminder advertising) yang memiliki tujuan untuk
membangun kesadaran terhadap suatu merk produk. Pemasar juga
sesekali meluncurkan iklan misteri (mystery advertising) atau
iklan penggoda (teaser advertising) untuk meluncurkan suatu
produk baru. Iklan-iklan tersebut membangun rasa ingin tahu di
benak konsumen, memungkinkan adanya suatu pembicaraan dan
pembahasan diantara audiens meskipun identitas produk tersebut
tidak diketahui oleh mereka. Dalam menciptakan iklan misteri
atau iklan penggoda, pemasar tetap dituntut untuk bisa fokus
46

dalam menjaga keefektifan iklan yang dibuat, sehingga tujuan


dalam membuat iklan tersebut bisa tercapai (Roman, Maas &
Nisenholtz, 2005).

2.7 Cara menyajikan sebuah media informasi


Dalam penyajian sebuah media cetak yang akan
disampaikan terhadap audiencenya, maka sebuah media ini
mempunyai elemen-elemen penyajian, yang nantinya akan
menjadi petunjuk dalam penyajian informasi kepada audiencenya
yaitu:
 Attention (harus dapat menimbulkan perhatian)
Penyajian sebuah media baik dalam bentuk apapun harus
dapat menimbulkan perhatian, bila tidak maka
kemungkinan media tersebut tidak kebaca.
 Interest (harus dapat menarik perhatian)
Kalau media yang di distribusikan mampu menimbullkan
perhatian maka media tersebut akan dilihat dan dibaca
baik-baik oleh para audiencenya. Akan tetapi apabila
setelah dibaca ternyata contents media cetak yang
disajikan tidak menarik maka hal ini dapat menimbulkan
penolakan
 Desire (dapat menimbulkan keinginan)
Sebenarnya dalam menyajikan sebuah media cetak
menarik saja belum cukup, sebab itu media harus dapat
mempengaruhi.
 Action (dapat menimbulkan sebuah tindakan)
Media yang baik tidak hanya berhenti pada tahap desire,
namun ddapat mengukuhkan sikap target audience untuk
mengambil sebuah tindakan. Dengan itu serentetan
informasi yang ditulis pada media cetak tersebut tidak
terbuang sia-sia.
47

2.8 Jalur distribusi media komunikasi visual sebagai media


CRM
Karakter media komunikasi visual ini hanya bersifat
intern (untuk kalangan dalam) jadi untuk jalur distribusi tidak
memerlukan jalur yang spesial atau harus berada di salah satu
tempat public space yang ramai akan pengunjung. Namun dalam
perancangan ini distribusi media komunikasi visual ini hanya
berdasarkan data base pelanggan yang tercantum di RS.Husada
Utama.
Dengan distribusi yang tepat (pada pasien yang potensial)
maka proses pembentukan relasi akan dapat berjalan sesuai
dengan perencanaan karena target yang disasar sudah ditentukan
dan kemungkinan untuk pesan tidak tersampaikan sangatlah kecil.
2.9 Tinjauan tentang Estetika Desain Komunikasi Visual
2.9.1 Elemen Desain
Elemen desain adalah alat yang nyata dalam mewujudkan
prinsip prinsip desain. Elemen ini adalah bagian utama sebuah
desain. Elemen desain tersebut adalah : Garis, Bentuk, Ukuran,
Warna, dan Tekstur. Elemen-elemen ini merupakan satu hal yang
mendasar dari elemen desain.
 Garis
Garis membantu menggabungkan 2 bidang berbeda,
membuat keteraturan, mengarahkan pandangan dan
memberikan kesan bergerak. Dengan kemampuan yang
baik, penggunaan garis dapat meningkatkan keterbacaan,
bentuk dan pesan sebuah desain.
 Bentuk
Bentuk hati sebagai contoh, dapat menyampaikan arti
yang universal dan pada saat yang bersamaan dapat
menjadi bagian utama dalam sebuah desain.
48

Desainer grafis biasanya menggunakan elemen warna


untuk mengungkapkan kesan yang diinginkan. Warna
pastel dan cerah memberikan kesan ramah,
menyenangkan, sementara warna yang lebih gelap
memberikan kesan kalem. Penggunaan warna sangat
membantu dalam memberikan keseimbangan dalam
sebuah desain.
 Elemen Tekstur Dan Bidang/Ruang
Tekstur menggambarkan suatu bentuk dengan
menggunakan garis, bentuk, atau foto khusus tentang
suatu permukaan. Pemilihan tekstur yang baik dapat
menghidupkan suatu gambar yang datar atau biasa saja.
Kunci keberhasilan sebuah desain yang kadang kurang
diperhatikan adalah ruang (ruang kosong/white space).
Ruang berpotensi untuk memberikan stabilitas dan kesan
elegan. Desain yang baik memanfaatkan ruang ini untuk
menghasilkan dinamisasi dan kesan nyaman (tidak terlalu
sesak/crowded).
Memanfaatkan dan menyeimbangkan elemen desain inilah
pekerjaan sesungguhnya dalam mendesain. Untuk mencapai hal
ini haruslah mengikuti aturan aturan dna prinsip prinsip desain
sehingga didapatkan desain grafis yang effektif menyampaikan
pesannya.11
2.9.2 Sintaksis tipografi

Faktor tipografi adalah mempertimbangkan jenis huruf


atau font yang akan digunakan dalam sebuah tampilan buku. Tiap
font akan memiliki pengertian dan kesan yang berbeda, seperti
licah, anggun, maskulin, feminin, dan kekanak-kanakan. Namun
kesan tersebut akan saling terkait dengan seluruh elemen yang
ada dalam tampilan, artinya kesan font pun akan bergantung

11
http://gugundesain.wordpress.com akses 9 Sept 07
49

dengan seluruh tampilan yang ada.12 Unsur yang harus ada dalam
tipografi adalah :

 Kejelasan dan Keterbacaan (Legibility).


 Menarik (Attractiveness).
 Memiliki Karakter (Caracteristed).
Sintaksis menurut ilmu bahasa adalah penyusunan kata-kata
dalam bentuk dan urutan yang tepat. Sintaksis dalam tipografi
adalah sebuah proses penataan elemen-elemen visual kedalam
kesatuan bentuk khoesif. Elemen komposisi adalah sebagai
berikut :

 Huruf
 Kata
 Garis
 Kolom
 Margin
Dalam perancangan sebuah media yang memiliki karakter
yang informatif dan mendidik maka kejelasan tata tulis dan
bentukan huruf membutuhkan perhatian extra. Untuk mendukung
kejelasan dalam tata tulis maka penataan garis dan kolom juga
perlu diperhatikan
2.9.3 Lay Out
Menurut literaturyang diambil dari teori desain
Komunikasi Visual terdapat 8 (delapan) prinsip dasar dalam
desain (Eight Laws Of Design), yaitu anara lain :

1. Unity (kesatuan)
Dalam sebuah tampilan desain terdapat beberapa unsur –
unsur desain diantara unsur tersebut sebuahtampilan

12
Swann. “How to design grids and use them efektively “, 1989,
Thaidon Oxford.
50

harusterlihat secara utuh menjadi sebuah kesatuan fokus


yang bertujuan mengarahkan pandangan pemirsa kepada
sau pesan utama dalam tampilan.
2. Variety (varian)
Tampilan desain memiliki nilai variasi, variasi dalam arti
aslinya adalah bermacam macam, dalam hal ini yang
dimaksud adalah tampilan tidak monotone dan diulang
berkali kali sehingga membosankan, variasi tidak erlu
berlarian secara mencolok,namun dapat dikejar dengna
menggunakan unsur contrast seperti tebal tipis berat dan
ringan dan ruang kosong, warna maupun gambar.
3. Balance (keseimbangan)
Unsur keseimbangan dalam desain mempunyai peran
utama, antara gambar dan copy write memiliki beberapa
variasi penggunaan keseimbangan sesuai yang
dibutuhkan. Keseimbangan secara umum terbagi atas
keseimbangan simetris, keseimbangan asimetris, dan
keseimbangan horisontal.
4. Rytm (irama)
Suatu gerak dalam tampilan desain akan berfungsi
mengarahkan perhatian pemirsa dari suatu tempat atau
bidang ke tempat yang lain atau bidang yang lain,
sehingga tercipta kesan gerak. Meskipun tampilan statis,
namun sanat mungkin memperoleh perhatian dan
menggerakan arah pandang mata pemirsanya, dari atas
atau kebawah contohnya.
5. Harmony (keserasian)
Keserasian merupakan sebuah usaha menyusun berbagai
macam benuk warna dan beberapa elemen lainnya yang
disusun secara seimbang dalam suatu susunan komposisi
yang utuh agar enak dilihat.
Keserasian dapat dicapai melalui kesamaan arah ban
bentuk, tujuannya adalah agar tampilan tersebut tidak
monoton dan dan membosankan. Harmoni harus tidak
tajam dan mengganggu. Kecuali jika pada tampilan
51

tersebut mengarah pada tanggapan menggunkan taktik


goncangan bombastic.
6. Proportion (proporsi)
Proporsi menggunakan perbandingan dari satu bagian
dari suatu object atau komposisi terhadap bagian yang
lain atau terhadap keseluruhan objek atau komposisi.
7. Scale (skala)
Jarak pengelihatan tergantung pada skala nada dan
warna, beberapa warna mungkin akan muncul dan
menyusut. Perbandingan skala ilustrasi dengan skala
headline akan menentukan unsur mana yang harus
terbaca dahulu oleh pemirsannya.
8. Emphasis (penekanan)
Dalam prinsip dasar terdapat penekanan, penekanan ini
adalah penting dan ini menghubungkan dengan yang lain
lawas variasi dan ukuran. Suatu tampilan visual dapat
dibuat untuk terlihat menarik jika ada penekanan dalam
warna, gambar, dan font, seperti berani, tebal, dingin,
cerah, kelam, dan sebaginnya tergantung inti pesan yang
ingin disampaikan.
Penggunaan prinsip-prinsip ini merupakan sebuah kesatuan dalam
mendisain maka jika salah satu prinsip ini diabaikan maka akan
terjadi kekacauan dalam perancangan ini. Pada pengaplikasian
teori ini ke media free magazine Husada Utama memang ada
beberapa point yang hilang, contohnya point varian , pada point
ini RS Husada Utama sudah berusaha dengan memberikan warna
yang berbeda beda di tiap lembarnya namun yang terjadi adalah
monotone karena yang diolah hanyalah dari varian warna tanpa
mengimprove elemen desain lainnya misalnya panel panel tiap
halaman.

2.9.4 White space (ruang kosong)


52

Selain delapan prinsip tersebut, dalam layout juga


terdapat unsur yang juga penting yaitu white space atau sering
disebut ruang kosong. Ruang kosong memberikan fungsi
kejelasan dan keterbacaan.

2.10 Teori Warna


Warna mempunyai pengaruh dalam menarik perhatian,
hasil riset pada Seoul Internasional Color Expo 2004 tentang
hubungan warna dan marketing:
1. 92,6% menyatakan menaruh perhatian utama pada faktor
visual saat akan membeli sebuah produk.
2. 84,7% dari total responden mengatakan dari sekian
banyak faktor pembelian, lebih dari setengahnya
merupakan faktor warna.
3. Antara 62% hingga 90% setiap orang akan menilai
sebuah lingkungan , seseorang atau produk dalam kurun
waktu kurang dari 90 detik adalah melalui warna saja.
(CCICOLOR-Institute for colour research)
4. 73% keputusan pembelian ini dilakukan saat didalam
toko, dimana produk yang mampu menarik perhatian
mata melalui warna mempunyai kemungkinan lebih besar
dalam penjualan yang sukses. (riset dari Henley Center)
5. Warna juga memiliki pengaruh terhadap identitas visual
ebuah merek.
6. Warna meningkatkan pengenalan sebuah merek lebih dari
80%
Berikut merupakan teori fungsi warna lainnya:
 Warna dapat meningkatkan ingatan otak
 Warna dapan meningkatkan warna dan partisipasi
 Warna menginformasikan sesuatu
 Warna dapat meningkatkan perhatian13.
Warna juga memiliki pengaruh pada jenis kelamin pria dan
wanita, penjelasan pengaruh gender dan warna dapat dibedakan
menjadi 2 warna yang paling utama yaitu pria yang diidentikan
13
www.colormatters.com akses 11 sept 07
53

dengan warna biru dan wanita dengan warna merah muda, selain
itu wanita juga memiliki sedikit variasi warna yang di sukai dan
cenderung kearah yang gelap, sedangkan wanita lebih variatif
dalam memilih warna kesukaannya dan lebih cenerung ke warna
yang lembut dan hangat.14
Berdasar2an data dan fungsi warna yang ada, dapat disimpulkan
bahwa penggunaan warna yang sesuai dengan karakter audience
dari RS. Husada Utama dapat mendukung keberhasilan sebuah
media dalam mncapai goal yang diinginkan.

2.11 Psikologi Warna


Banyak cara digunakan oleh manusia untuk
berkomunikasi atau mengemukakan apa yang ingin disampaikan
kepada orang lain. Kata-kata yang keluar dari mulut, gambar,
simbol, tulisan, bahasa tangan dsb. merupakan sarana untuk
berbicara di antara manusia. Tak cukup dengan sarana di atas,
manusia mempunyai cara lain yang unik untuk berkomunikasi,
sesuai dengan budaya masing-masing. Bunga sering dipakai
untuk mengekspresikan suatu perasaan tertentu. Demikian juga
warna sering dipakai untuk mencerminkan sesuatu arti yang
tersirat yang ingin dikomunikasikan.

Warna yang disukai seseorang, sering dipakai untuk


mengidentifikasi kepribadian dan suasana hati seseorang. Warna
suram, menunjukkan hati yang sedang kelabu. Warna cerah
menunjukkan hati yang riang. Warna lembut menunjukkan
kedamaian, dan ketenangan.

Warna biasa digolongkan menjadi warna hangat dan warna


dingin. Sebagai contoh, warna merah dan kuning termasuk dalam
kategori hangat, sedangkan hijau dan biru muda termasuk
kategori dingin. Ungu dapat termasuk kategori hangat maupun
dingin. Kategori warna ini dapat menimbulkan kesan tertentu
terhadap bentuk tubuh. Bentuk tubuh yang gemuk dan berat akan

14
Nathalia Khow www.colormatters.com akses 11 sept 07
54

tampak lebih kurus jika mengenakan pakaian-pakaian dengan


warna dingin. Sedangkan bentuk tubuh yang kurus, akan tampak
lebih gemuk jika mengenakan warna-warna hangat.

Budaya berpakaian yang dikenakan bangsa-bangsa pada saat-saat


tertentu, juga sering dikaitkan dengan arti dari warna-warna yang
ada.

Pengantin Cina pada masa lampau, selalu mengenakan pakaian


pengantin warna merah, menandakan kebahagiaan perkawinan.
Para tamu diharapkan juga mengenakan pakaian yang berwarna
kemerahan jika diundang dalam suatu pesta. Pada masa kin ,
justru di banyak negara, pengantin wanita mengenakan pakaian
pengantin berwarna putih, yang menandakan kesucian.

Warna hitam adalah lambang kematian. Kebanyakan bangsa-


bangsa di dunia mengenakan pakaian warna hitam pada waktu
upacara kematian. Di belahan bumi yang lain, para profesor
maupun pejabat tinggi universitas serta wisudawan mengenakan
toga dan topi wisuda berwarna hitam pada waktu upacara wisuda
sarjana. Sedangkan selendang yang dikenakan di luar toga,
melambangkan bidang studi.

Warna kuning sering dipakai untuk lambang ilmu pengetahuan


dan teknologi. Hijau adalah lambang dari kedokteran. Merah
muda mewakili musik serta cinta. Biru muda berarti pendidikan.
Ungu mewakili hukum.

Warna-warna juga sering dipakai untuk mewarnai perayaan-


perayaan tertentu. Warna merah muda dan merah tua merupakan
warna valentine. Warna merah, hijau, putih mendominasi
perayaan natal. Paskah ditandai dengan warna kuning.

Dalam perancangan ini lebih mengutamakan warna warna yang


sejuk, segar dan tenang. Dan dengan menambahkan beberapa
warna yang diadopsi dari warna hasil foto sesuatu yang
berhubungan dengan kesehatan. Warna tersebut yang kemudian
55

akan digunakan sebagai acuan dasar pewarnaan pada lay out dan
elemen visual nantinya. Berikut contoh cara pengadopsian pada
warna foto tanaman.

Gambar 2.1 warna

Warna warna tersebut akan di kombinasikan dengan warna yang


sesuai dengan psikologis target audience yaitu dengan warna yang
soft dan tenang.

2.12 Warna Dalam Kesehatan

Dalam kehidupan sehari-hari , tanpa sadar warna dapat


mempengaruhi tubuh kita. Dapat dibayangkan bila tinggal di
suatu ruangan yang berwarna hitam kelam atau coklat tua ,
pastilah tubuh dan pikiran enggan untuk berlama-lama tinggal di
tempat tersebut. Contoh sederhana tersebut menjadi salah satu
dasar dari terapi warna ini. Jika kombinasi warna tertentu dapat
menyebabkan pikiran kita stress dan depresi maka pastilah ada
kombinasi warna lain yang menyebabkan pikiran kita tenang dan
rileks.

Penelitian di Norwegia mencatat bahwa orang yang


tinggal di ruangan berwarna biru mempunyai thermostat
( ambang suhu tubuh ) 3 derajat lebih tinggi dibanding dengan
orang yang tinggal di ruangan berwarna merah. Nick Humprey
dari universitas Cambridge menemukan bahwa paparan warna
merah dapat mengakibatkan perubahan emosional, detak jantung,
56

tahanan kulit, dan aktivitas listrik otak. Penelitian lain


menunjukkan warna merah dapat pula menurunkan ambang
rangsang nyeri, artinya pasien akan lebih sensitif terhadap nyeri.

Banyak praktisi mendasarkan terapi warna pada energi


tubuh yang terfokus pada tujuh titik mayor yang disebut dengan ‘
cakra’. Setiap cakra ini berkorelasi dengan sistem organ dan
warna tertentu. Hubungan antara cakra, organ dan warna tersebut
adalah :

1. Warna merah : berhubungan dengan cakra dasar yang


mempengaruhi vitalitas, kekuatan , seksualitas, dan
kesadaran. Warna merah digunakan untuk mengatasi
anemia, kekurangan energi, impotensi, tekanan darah
rendah, penyakit kulit, infeksi saluran kencing.
2. Oranye : berhubungan dengan cakra limpa yang mengatur
sirkulasi dan metabolisme. Warna oranye berhubungan
dengan kegembiraan dan keceriaan. Warna ini digunakan
untuk mengatasi depresi dan kelainan ginjal dan paru,
seperti asma, bronchitis, obstipasi. Warna pelengkapnya
adalah biru.
3. Kuning : berhubungan dengan cakra solar plexus yang
mempengaruhi intelektual dan pengambilan keputusan.
Warna kuning dapat menstimulasi konsentrasi. Warna ini
dapat digunakan untuk mengobati penyakit artritis dan
dapat mengurangi keluhan penyakit yang berhubungan
dengan stress, kejang otot,hipoglikemia, hipertiroid, batu
empedu. Warna pelengkapnya adalah ungu.
4. Hijau : berhubungan dengan cakra jantung. Hijau
merupakan warna yang alami dan menunjukan kemurnian
dan harmoni. Warna ini dapat dikatakan penyembuh
yang luar biasa . Hijau digunakan untuk
menyeimbangkan dan menstabilisasi energi tubuh.
5. Biru : berhubungan dengan cakra tenggorokan . Warna
biru merupakan warna yang menenangkan dan sangat
57

baik digunakan untuk mengatasi insomnia, gastritis,


artritis, nyeri pinggang bawah, sakit tenggorokan, asma
dan migren. Warna pelengkapnya adalah oranye.
6. Ungu : merupakan warna dari cakra mahkota dan
berhubungan dengan energi dari fungsi tertinggi pikiran.
Warna ini sering digunakan untuk meningkatkan
kepercayaan diri dan mengurangi rasa ketidakberdayaan.
Sering digunakan untuk mengobati kelainan mental dan
saraf, juga dapat menekan nafsu makan, dan dapat
digunakan untuk migren.

7. Hitam : warna ini seringkali digunakan untuk menekan


nafsu makan. Bagi mereka yang berencana untuk
menurunkan berat badan dapat mencoba dengan
menggunakan kain alas meja berwarna hitam.15

Setiap warna memiliki fungsi dan kelebihan masing


masing dalam kesehatan. Penggunaan warna pada free magazine
masih belum maksimal dan masih rancu karena warna yang
digunakan tidak disesuaikan dengan content yang sedang diulas.

2.13 Persepsi visual

Persepsi menciptakan sebuah kesatuan visual yang mudah


dipahami oleh penglihatan pemirsa. Pemahaman terhadap prinsip
persepsi visual adalah kunci untuk memahami tendensi mata kita
dalam melihat sebuah pola visual. Adapun aspek-aspek dalam
persepsi visual, yaitu:

 Similarity
Objek yang sama akan terlihat secara bersamaan sebagai
kelompok. Hal ini dapat ditemukan lewat bentuk, warna,
arah, dan ukuran.
15
Dr. Edwin Babbit mempublikasikan The Principles of light and
colour.
58

 Continuity
Penataan visual yang dapata menggiring gerak mata
mengikuti ke sebuah arah tertentu.

 Proximity
Sebuah kesatuan akan mengelompokkan yang terbentuk
karena adanya korelasi antara elemen-elemen yang salin
berdekatan.

 Closure
Bentuk yang tertutup akan menyambung terlihat stabil.
Tendensi : tanpa disadari mata kita akan mencoba
menyambung bagian dari lingkaran yang terputus.

 Focal Point (Pokok Penekanan)


Focal point adalah pokok penekanan sebuah rancangan
visual yang secara cepat dapat menstimulasi dan
mengarahkan penglihatan pemirsa visual tersebut.

 Grid System
Sebuah sistem sistematika guna menjaga konsistensi
dalam melakukan repetisi dari sebuah komposisi yang
sudah diciptakan. Tujuan grid system adalah untuk
menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan
memuaskan secara estetika.

Presepsi visual ini diperuntukan dalam menciptakan sebuah nuasa


kesatuan dan sistem yang terjadi pada sebuah media. Pada free
magazine RS. Husada Utama presepsi visual sudah tersusun
dengan baik dengan menggunakan bidang bidang geometris di
tiap halamannya.
59

Gambar 2.2 tata letak dan komposisi freemagzl RS. Husada


Utama

2.14 Tentang Fotografi


Sejarah fotografi dimulai sejak 1857 ketika 2 orang
tukang potret Woodbury dan page membuka studio foto pertama
mereka disekitar Harmonie Batavia. Ini terjadi hanya 18 ahun
sejak penemuan fotografi pada tahun 1839. sejak adanya sudio
foto di Batavia, banyak para tukang foto baik yang amatir dan
yang profesional membuat foto hiruk pikuk kota dengan
keanekaragaman etnis.
Memandang sebuah objek dengan kamera tentulah tidak
seluasa ketika melihatnya dengna mata telanjang, melalui
viewfinder kita hanya mampu mengambil gambar dari sebagian
yang mampu dilihat oleh mata. Oleh karena itu dibutuhkan
keterampilan lebih untuk membidik sasaran yang akhirnya akan
menentukan hasil foto yang baik. Berikut adalah beberapa cara
bisa diaplikasikan pada proses pengambilan gambar :
 Memenuhi ruang
Dalam fotografi sering muncul pertanyaan kalau tidak
bisa menjadikan sesuatu menjadi bagus maka jadikanlah
besar. Dengan memenuhi ruang dengan subyek anda tak
mungkin salah lagi mengenai pusat perhatian
 Menciptakan kedalaman
Untuk membuat gambar 2D menjadi hidup diperlukan
kedalaman utuk memanipulasi elemen elemen yang
terdapat di latar depan, tengah dan belakang.
 Sudut memotret
Memotret sebuah objek harus dapat menunjukan
karakteristik dari objek tersebut. Sehingga dalam
mengambil gambar peran sudut dalam memotret menjadi
sangat fatal jika diabaikan agar gambar yang di ambil
60

dapat terlihat mendimensi (tidak flat). Angle yang biasa


digunakan dapat ditentukan dari berbagai macam sudut
untuk mempermudah biasanya untuk objek manusia
sudutnya tidak terlalu extreme bahkan cenderung tidak
memerlukan perubahan dari sudut pandang.
2.15 Tinjauan Target Audience
2.15.1 Definisi Dewasa
Definisi dewasa bisa amat bervariasi. Di Amerika, dewasa
berarti mandiri secara finansial, telah menyelesaikan pendidikan
formal dan berkeluarga. Dari survei yang diadakan oleh National
Opinion Research Center dari University of Chicago, rata-rata
orang Amerika mencapai kedewasaan pada usia 26 tahun.
Partisipan survei berjumlah 1.399 orang dengan usia di atas
18 tahun. Mereka percaya bahwa proses kedewasaan dimulai pada
usia awal 20-an dan membutuhkan waktu lima tahun untuk bisa
disebut dewasa secara formal.
Hasil survei juga mengungkapkan bahwa proses pendewasaan akan
melalui tahapan sebagai berikut: Usia 20,9 tahun mulai membiayai
diri sendiri; 21,1 tahun tidak lagi tinggal sama orangtua; 21,2 tahun
sudah punya pekerjaan tetap; 22,3 tahun selesai kuliah; 24,5
menyokong keuangan berkeluarga; 25,7 tahun menikah; 26,2 tahun
mempunyai anak pertama. Hampir semua responden setuju
mengenai ketujuh transisi yang harus dilalui untuk menuju
kedewasaan. Namun ada perbedaan cukup besar pada tahapan
menikah dan punya anak.
Manusia adalah mahluk sosial yang eksploratif dan
potensial.Dikatakan makhluk eksploratif ,karena manusia
memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara
fisik maupun psikis . Manusia sebagai makhluk potensial karena
pada diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan yang
dapat dikembangkan secara nyata. Selanjutnya manusia juga
disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya
,karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal manusia
61

memerlukan bantuan dari luar dirinya.Bantuan yang dimaksud


antara lain dalam bentuk bimbingan dan pengarahan dari
lingkungannya .Bimbingan dan pengarahan yang diberikan dalam
dalam membantu perkembangan tersebut pada hakekatnya
diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri,yang
sudah tersimpan seagai potensi bawaannya .Karena itu bimbingan
yang tidak searah dengan potensi yang dimiliki akan berdampak
negatif bagi perkembangan manusia.
Umur dewasa ketika mencapai angka yang aman adalah
sekitar umur 26 tahun, sehingga ketika umur mencapai 20 tahun
maka akan terlihat perubahan pola berpikir namun pola berpikir
dalam tahap ini masih labil. Karena pada umur antara 20-25 tahun
merupakan masa transisi antara remaja akhir menuju dewasa
awal.
2.15.2 Pengertian Dewasa dan Ciri-ciri Kedewasaan
Saat telah menginjak usia dewasa terlihat adanya
kematangan jiwa mereka, menggambarkan bahwa di usia dewasa
orang sudah memiliki tanggung jawab serta sudah menyadari
makna hidup. Dengan kata lain, orang dewasa nilai-nilai yang
yang dipilihnya dan berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai
yang dipilihnya. Elizabeth B. Hurlock membagi masa dewasa
menjadi tiga bagian:

a. Masa dewasa awal (masa dewasa dini/young adult)


Masa dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan
dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan
masalah dan ketegangan emosional, priode isolasi social, priode
komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai,
kreativitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru.
Kisaran umurnya antara 21 tahun sampai 40 tahun.
b. Masa dewasa madya (middle adulthood)
Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh
sampai enam puluh tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan
62

social antara lain; masa dewasa madya merupakan masa transisi,


dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan
prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu priode dalam
kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru.
Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa
sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap
agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan social.
c. Masa usia lanjut (masa tua/older adult)
Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup
seseorang. Masa ini dimulai dari umur enam puluh tahun sampai
mati, yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik
dan psikologis yang semakin menurun. Adapun ciri-ciri yang
berkaitan dengan penyesuaian pribadi dan sosialnya adalah
sebagai berikut; perubahan yang menyangkut kemampuan
motorik, peruban kekuatan fisik, perubahan dalam fungsi
psikologis, perubahan dalam system syaraf, perubahan
penampilan
Menurut David Chaney dalam sebuah bukunya ’lLifestyle
sebuah pengantar komprehensif’ Seseorang yang disebut dewasa
adalah individu yang telah siap untuk menerima kedudukan dalam
masyarakat. Sedangkan kedewasaan atau kematangan adalah
suatu keadaan bergerak maju kearah kesempurnaan. Kedewasaan
bukan lah suatu keadaan yang statis, tatapi merupakan suatu
keadaan menjadi... (a state of becoming).
Adapun ciri ciri kedewasaan asalah sebagai berikut:
 Menghargai orang lain
 Sabar
 Penuh daya tahan
 Sanggup mengambil keputusan
 Menyenangi pekerjaan
 Menerima tanggung jawab
 Percaya pada diri sendiri
 Memiliki rasa humor
 Memiliki kepribadian yang utuh
 Seimbang
63

 Menerima diri sendiri


 Memiliki prinsip yang kuat.
Berdasarkan data dan wacana diatas dapat ditarik sebuah
kesipulan bahwa dewasa merupakan sebuah tataran dimana
manusia memiliki rasa ingin untuk tahu lebih dalam terhadap
sebuah persoalan dan pada tataran ini manusia lebih selektif
dalam menerima informasi dan menggunakan berbagai
pertimbangan dalam menentukan sebuah pilihan. Dan
berdasarkan analisa dari data yang ada maka dapat ditentukan
bahwa target audience yang akan disasar adalah masyarakat
dewasa madya.
2.16 Metode-Metode Segmentasi Pasar

2.16.1 Segmentasi demografi

Konsumen dibedakan berdasarkan karakteristik


demografi, seperti usia, gender, ukuran keluarga, tahap siklus
hidup keluarga, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, ras, agama
dan kebangsaan. Segmentasi berdasarkan demografi pada
dasarnya adalah segmentasi yang didasarkan oleh peta
kependudukan. Usia, jenis kelamin atau gender, besarnya anggota
keluarga, tahap yang dilalui dalam keluarga (family life circle),
pendidikan tertinggi yang pernah dicapai, jenis pekerjaan, tingkat
penghasilan, agama, suku dan sebagainya adalah variabel-variabel
demografi..

Berdasarkan siklus hidupnya manusia akan mengikuti tahap


seperti ini:

1. Bayi (dibawah satu tahun).

2. Balita (dibawah tiga tahun).

3. Balita (dibawah lima tahun).

4. Usia sekolah (6-12 tahun).


64

5. Remaja awal (ABG 13-15 tahun).

6. Remaja lanjut (16-18 tahun).

7. Dewasa awal ( 19-24 tahun).

8. Dewasa lanjut (25-35 tahun).

9. Separuh baya (36-50 tahun).

10. Tua (51-65 tahun).

11. Lanjut usia (diatas 65 tahun).16

2.16.2 Segmentasi geografis

Daerah, ukuran populasi, kepadatan, iklim.

2.16.3 Segmentasi behaviorist

Manfaat-manfaat yang dicari, penggunaan volume, dan


loyalitas penduduk.

2.16.4 Segmentasi psikografis

Secara sederhana psikografis dapat diartikan sebagai


segmentasi berdasarkan gaya hidup, dalam prakteknya begitu
banyak cara dan pendekatan yang dapat digunakan. Jadi gaya
hidup hanya salah satu cara untuk mengelompokkan konsumen
secara psikografisnya. Gaya hidup pada prinsipnya adalah

16
Sumarwan, Ujang. 2002. Perilaku Konsumen: Teori dan
Penerapannya dalam Pemasaran.
65

bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Gaya


hidup mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya
menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang.17

Para peneliti pasar yang menganut pendekatan gaya hidup


cenderung mengklasifikasikan konsumen berdasrkan variabel-
variabel AIO, yaitu aktivitas, interest (minat), dan opini
(pandangan). Joseph Plurner (1974) misalnya mengatakan bahwa
segmentasi gaya hidup mengukur aktifitas-aktifitas manusia
dalam hal :

a. Bagaimana mereka menghabiskan waktunya.


b. Minat mereka, apa yang dianggap penting disekitarnya.
c. Pandangan-pandangannya terhadap diri sendiri
maupun orang lain.
d. Karakter-karakter dasar seperti tahap yang telah
mereka lalui dalam kehidupan (life cyrcle), penghasilan,
pendidikan, dan dimana mereka tinggal.
Komponen-komponen segmentasi gaya hidup dalam AIO dapat
dilihat sebagai berikut :

Aktivitas Minat Opini Demografis

Bekerja Keluarga Diri sendiri Usia

Hobi Rumah Isu sosial Pendidikan

Kegiatan Pekerjaan Politik Pendapatan


sosial
Masyarakat Bisnis Pekerjaan
Liburan
Rekreasi Ekonomi Besar

17
Kasali, Rheinald. 1998. Membidik pasar Indonesia: Segmenting,
Targeting, dan Positioning.
66

Hiburan Fashion Pendidikan Keluarga

Anggota Makanan Produk Jenis rumah


klub
Media Masa depan Geografi
Masyarakat
Keberhasilan Budaya Besar kota
Belanja
Siklus hidup
Olahraga

Tabel 2.9 Skema Segmentasi gaya hidup

2.16.5 Pemetaan segmen gaya hidup di perkotaan

(hasil riset PT Surindo Utama pada tahun 1988 dan


1995) PT Surindo Utama Indonesia telah melakukan dua kali
riset psikografi untuk memetakan segmentasi gaya hidup
penduduk perkotaan di Indonesia. Dengan mengambil sample
sebanyak 4000 responden dari lima kota besar, yaitu Jakarta,
Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan tiga kelompok
analisa factor, yaitu pleasure / achievement factor, follower /
commander factor, low profile / hight profile factor, maka
perilaku gaya hidup masyarakat perkotaan Indonesia dapat
dibagi dalam delapan segmen, yaitu :

1. The Affluent (15%) adalah pekerja keras,


memiliki rasa percaya diri yang kuat, menyukai
inovasi, proaktif dan berani mengambil resiko.
Senang mencari perhatian dan menyukai
kehidupan yang dinamis. Kelompok ini cenderung
terbuka terhadap hal-hal baru dan memiliki
kemampuan mempengaruhi orang lain.
2. The Achievers (14%) sama-sama
memiliki keterampilan memilimpin seperti the
affluent, hanya saja ia cenderung tidak suka
67

diperhatikan orang lain. Mereka mengkonsumsi


barang-barang secara fungsional (bukan seorang
yang trendi). Pengambilan keputusan didasarkan
oleh hal-hal yang sifatnya rasional. Meski begitu
mereka tidak terlalu mudah menerima gagasan-
gagasan baru.
3. The Anxious (6%). Segmen ini
mempunyai sikap sebagai follower, tetapi
ambisius. Mereka memiliki rasa percaya diri yang
kuat dalam pengambilan keputusan dan senang
menunjukkan prestasinya, tetapi tidak banyak
memiliki keberanian. Biasanya mereka
memerlukan saran-saran dan dorongan dari orang
lain. Mereka mudah dibujuk dengan hal-hal yang
sifatnya rasional.
4. The Loners (10%). Segment ini terdiri
dari mereka yang senang menyendiri dan kurang
berani untuk tampil. Mereka cenderung
individualistic dan kurang tertarik untuk berafiliasi
dengan teman, tetangga, atau orang-oarang
disekitarnya.
5. The Socialite (11%) adalah segment yang
senang bergaul, bersosialisasi dengan orang lain.
Tetapi mereka juga pengambil resiko yang berani
bertindak meski dasar rasionalnya kurang begitu
kuat. Segmen ini cenderung ingin menguasai orang
lain dan senang menonjol. Mereka juga reaktif
terhadap perubahan-perubahan dan cenderung
bersifat impulsive.
6. The Pusher (6%). Ini asalah segment
yang terdiri dari orang-orang yang tidak ingin
diperhatikan tetapi ingin mendominasi segala
sesuatu tanpa arah yang jelas. Mereka tidak
memiliki objektif yang jelas untuk meraih sesuatu
68

tetapi senang mengontrol orang lain. Segmen ini


tidak begitu mudah untuk menerima hal-hal baru.
7. The Attention Seekers (17%). Seperti
namanya, orang-orang ini cenderung ingin menarik
perhatian. Mereka senang membeli barang-barang
baru untuk menenarik perhatian orang lain,
impulsif dan sering kali irasional. Mereka
cenderung mudah untuk dibujuk secara emosional
dan cenderung follower.
8. Pleasure Seekers (20%). Dari namanya
mudah diterka, yaitu suatu segment yang ingin
mencapai sesuatu tanpa kerja terlalu keras. Mereka
cederung individualistik, kurang senang
bersosialisasi, tetapi tekun teren. Mereka tidak
memiliki prinsip hidup yang cukup kuat sehingga
mudah digoyahkan. Meski begitu segmen ini tidak
menghendaki perubahan-perubahan.18
2.16.6 Face of Indonesia

Face of Indonesia (Lowe indonesia, 2000),


membagi masyarakat Indonesia ke dalam 8 segment,
yaitu :

1. Established Confident (Orang Alim) 15,2%


Building lock desires

a. Gold : mencukupi kebutuhan keluarga

b. Glory : punya reputasi baik

c. Group : diterima di masyarakat

Demografi

a. Umumnya laki-laki
18
Kasali, Rheinald. 1998. Membidik pasar Indonesia: Segmenting,
Targeting, dan Positioning
69

b. Urban
c. Usia matang
d. SES tinggi
e. Pendidikan tinggi
Karakteristik

a. Mereka ramah dan menyukai keharmonisan di


lingkungan sekitarnya
b. Mereka merasa senang jika dapat menolong
orang lain.
c. Bagi mereka sangat penting untuk dihargai dan
dianggab bertanggungjawab oleh lingkungan.
d. Umumnya sangat percaya diri dan merasa
berada pada jalur yang benar sesuai dengan
yang mereka inginkan.

2. The Optimistic Family Person (Ibu PKK)


13,5%
Building lock desires

a. Gold : menyadari pentingnya materi


tidak hanya sekedar untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.

b. Glory : berada pada tempat yang tepat

c. Group : keluarga adalah segalanya

Demografi

a. Umumnya wanita
a. Rural
b. Usia matang
c. SES rendah
Karakteristik
70

a. Menjalani hidup dengan bersahaja, realistik,


kekeluargaan dan normatif
b. Wanita seperti ini menyukai memasak
sebagai hobi tidak hanya sebagai suatu
kewajiban.
c. Hanya untuk keluarga dan orang disekitarnya
d. Di waktu senggang, kelompok ini melakukan
tidur siang, mengunjungi keluarga, berekreasi
bersama keluarga, window shopping dan
menyukai iklan
3. The Change Expecting Lack (Anak
Nongkrong) 10,5%
Building lock desires

a. Gold : materi hanya alat untuk


mempertahankan hidup

b. Glory : diterima dan dicintai oleh


teman-temannya

c. Group : teman-teman adalah motivasi


hidup

Demografi

a. Umumnya laki-laki
b. Urban
c. Usia muda
d. SES rendah
Karakteristik

a. Hidupnya berorientasi pada teman-temannya


(kelompoknya). Bagi mereka ”all is one and
one is all”. Menurut mereka, teman adalah
segala-galanya. Segmen ini tidak terlalu
optimis akan masa depan.
b. Mengharapkan perubahan
71

c. Mereka cukup toleran tehadap seks


d. Golongan ini suka menonton TV,
mendengarkan musik, dan mengamati iklan.

4. Cheerful Humanis (Lembut Hati) 12,1 %


Building lock desires

a. Gold : tidak mementingkan materi

b. Glory : berguna bagi orang lain

c. Group : berbagi kasih sayang

Demografi

a. Umumnya perempuan
b. Rural
c. Usia muda
d. SES rendah
Karakteristik

a. Kelompok ini cenderung tidak suka menjadi


pusat perhatian walaupun diterima di
lingkungannya.
b. Menyukai lingkungan yang damai dan penuh
harmoni
c. Mereka sangat menaruh perhatian dan
berempati pada lingkungan dan orang-orang
disekitarnya
d. Mereka merasa dihargai jika lingkungannya
menerima apa yang mereka lakukan
e. Kelompok ini tidak terlalu suka menonton
TV dan memperhatikan iklan

5. Introvert Wallflower (Pasrah) 8,1%


Building lock desires
72

a. Gold : skeptis, cenderung menerima


apa adanya

b. Glory : diterima, diakui oleh


lingkungannya

c. Group : mempunyai loyalitas tinggi


kepada kerabatnya

Demografi

a. Umumnya perempuan
b. Rural
c. Usia matang
d. SES rendah
e. Pendidikan rendah
Karakteristik

a. Mereka adalah tipe orang yang tidak


diinginkan banyak hal dalam hidupnya atau
bisa dibilang bukan tipe pemimpin
b. Mereka sangat menaruh perhatian dan
berempati pada lingkungan dan orang-orang
disekitarnya.
c. Mereka merasa dihargai jika lingkungannya
menerima apa yang mereka lakukan.
d. Kelompok ini tidak terlalu suka menonton tv
dan memperhatikan iklan.
6. The Savvy Conqueror/ City Slickers (Main
Untuk Menang) 16%
Building lock desires

a. Gold : dimanja oleh materi dan


barang-barang yang dipunyai

b. Glory : suka disanjung dan dipuja


73

c. Group : supel dan penuh energi

Demografi

a. Umumnya laki-laki
b. Urban (Jakarta A+)
c. SES tinggi
d. Pendidikan tinggi
Karakteristik

a. Tujuan hidupnya adalah kejayaan dan


kemakmuran
b. Mereka menyenangi kompetisi dan senang
dikagumi orang lain
c. Mereka cenderung dominan dalam pergaulan
d. Kelompok ini adalah orang-orang yang
senang bertindak (the man of action),
menyenangi cuisine, menyukai politik dan
pandai berfilosofi.
e. Mereka menyanangi traveling, penikmat
makanan di luar rumah, menyenangi iklan
dan politik.

7. The Network Pleasure Seeker (Gaul-Glam)


11%
Building lock desires

a. Gold : materi modal kebahagiaan

b. Glory : sangat diterima oleh lingkungan


pergaulannya

c. Group : relasi dan kerabatnya adalah


pendukung kesuksesan.
74

Demografi

a. Umumnya perempuan
b. Urban (Jakarta A+)
c. Usia matang
d. SES tinggi
e. Pendidikan rata-rata
Karakteristik

a. Kelompok yang sangat memuja materi dan


ingin bisa tampil dalam majalah Tatler.
b. Mereka kerap tampil di berbaga acara
informasi untuk menambah dan membina
jaringan
c. Bagi mereka, teman adalah investasi
d. Kelompok ini menunggu terjadinya
perubahan di Indonesia
e. Mereka mengikuti setiap perkembangan
fashion, mengamati bidang-bidang lain
seperti lingkungan, sejarah, dan ilmu-ilmu
sosial

2.17 Studi Eksisting

2.17.1 Studi Eksisiting RS. Husada Utama

RS. Husada Utama memiliki beberapa media yang dapat


digunakan untuk studi eksisting dalam perancangan ini. Dengan
melakukan studi eksisting ini akan dapat membantu dalam
menentukan style desain, warna dan image yang akan digunakan
dalam perancangan ini. Media yang akan dianalisa diantaranya:
75

Brosur  dengan menggunakan style simple minimalis, media ini


dinominasi dengan warna hijau dan putih. Didalamnya terdapat
beberapa foto yang digunakan untuk penekanan kesan bersahabat
dan kasih sayang. Content yang diangkat disesuaikan dengan
topik yang sedang diulas, dan pembahasan ini disampaikan
sedetail-detailnya.

Gambar 2.3 media kom. Visual RS. Husada UtamaSurabaya

Free magazine  majalah gratis ini menggunakan desain simple


minimalis. Content yang diulas bervarian mulai dari kesehatan
hingga lifestyle. Berbeda dengan brosur media ini memiliki
kelemahan dalam content dan desain. Sebagai media yang
digunakan untuk memperkuat awareness majalah ini sudah
berjalan sesuai dengan harapan. Media ini memiliki point of
distribution yang sangat luas tentunya di public space yang sesuai
dengan karakter target audience.

Gambar 2.4 media kom. Visual RS. Husada Utama Surabaya

Website  media ini telah diperbaharui dan menggunakan desain


yang lebih elegan dibanding website yang lama. Didominasi
76

dengan warna abu abu dan sebikit warna gradasi hijau sebagai
sistem grafis. Pesan yang ingin disampaikan ‘committed to serve
with compassion’. Image yang digunakan ada 3 macam
diantaranya gedung RS Husada Utama, SDM, dan pelayanan.
Content yang diangkat seputar kesehatan masyarakat dan seputar
RS. Husada Utama. Didalamnya juga terdapat fasilitas Health
Schedule yang difungsikan untuk mempermudah pasien dalam
membuat appoinment dengan dokter yang di pilih.

Gambar 2.5 media kom. Visual RS. Husada Utama Surabaya

Baby molding  media ini diberikan kepada customer yang


melakukan proses persalinan di RS. Husada Utama. Media ini
dibedakan menjadi 2 macam sesuai dengan kelas yang digunakan
oleh customer. Untuk kelas 1,2,3 media yang digunakn sebagai
fift hanya berupa foto baby dan sebuah pigura branded,
sedangkan untuk customer yang menggunakan kelas VIP, VVIP,
dan Suit Room akan mendapat gift yang lebih mewah yaitu
berupa foot bald. Proses pembuatan foot bald ini maksimal hingga
umur 3 bulan.

2.17.2 Studi Eksisiting Instansi Kesehatan

Dalam peracangan ini juga dilakukan studi eksisting.


Studi ini digunakan untuk memperkuat analisa yang telah
dilakukan sebelumnya. Pada tahapan studi eksisting harapan yang
diinginkan adalah acuan warna, image dan komunikasi yang
77

digunakan oleh instansi kesehatan lain dalam membangun brand


mereka kepada masyarakat. Dengan menggunakan objek media
promosi mereka.

Website ini adalah web yang


digunakan oleh RS.
Surabaya Internasional.
Menggunakan visual yang
elegan dengan
menggunakan warna gradasi
biru tua dan biru muda yang
soft dan bersahabat sebagai
sistem grafisnya. Content
yang diangkat seputar
rumah sakit dan
memberikan informasi
tentang issue yang sedang in
di masyarakat. Image yang
digunakan adalah 2 orang
perawat yang sedang
tersenyum kepada target
reader. Tag line yang
digunakan ‘people caring
people’.

Website ini adalah web yang


digunakan oleh RS. Mitra
keluarga Surabaya.
Menggunakan visual yang
humble dengan
menggunakan warna gradasi
merah muda yang soft dan
kesan keluarga yang begitu
kental sebagai sistem
78

grafisnya. Image yang


digunakan mengutamakan
kemewahan landscape
gedung rumah sakit tersebut.

Laboratorium klinik prodia


merupakan salaah satu
pemain baru dalam
persaingan dalam dunia
kesehatan. Jika diamati lebih
jauh website dari prodia
tidak sebaik atau semewah
laboratoriumnya. Di web ini
prodia lebih mengutamakan
contentnya daripada
tampilan layoutnya. Warna
yang digunakan didominasi
warna biru dan
menggunakan warna kuning
sebagai pendukung. Padahal
logo dan desain interior lab
klinik prodia adalah kuning.
Image yang digunakan tidak
ada hanya berupa tampilan
lay out yang penuh dengan
body text.

Berbeda dengan lab klinik


prodia, lab klinik pramita
memiliki desain website
yang lebih oke.
Menggunakan warna merah,
hitam dan gradasi abu abu
menuju putih memberi
kesan bahwa pramita
merupakan sebuah instansi
79

kesehatan yang handal dan


sungguh sungguh
memberikan pelayanan pada
konsumen. Tag line yang
digunakan ’mengutamakan
kualitas diagnosa dan
pelayanan’

Apotek K-24 merupakan


salah satu apotek yang
menciptakan awareness
dengan cara yang cukup
extreme. Terbukti saat
pembukaan apotek ini
dilakukan secara serentak di
indonesia dalam waktu yang
bersamaan. Dan keadaan ini
memaksa MURI
memberikan rekor baru
kepada apotek K-24 sebagai
apotek yang membuka gerai
apotek terbanyak dan secara
serentak di indonesia. Sesuai
dengan tampilan dari logo
dan desain interiornya,
website dari apotek ini juga
menggunakan warna yang
didominasi warna hijau dan
kuning sebagai pelengkap.

Pada website dari kalbe


farma desain yang
digunakan simple,
mencerminkan sebuah
kebersihan. Warna yang
80

digunakan didominasi
dengan warna putih dan
warna abu abu tua dan hijau
sebagai warna
pendukungnya. Image yang
digunakan sangat bervariasi
diantaranya ada seorang
pasien, SDM mereka dan
bahan pembuatan obat
obatanya. Tagline yang
digunakan ’The Scientific
pursuit of health for a better
life’

desain yang digunakan oleh


kimia farma lebih ramai
dengan menggunakan
berbagai campuran warna
diantaranya hijau laut dan
biru gradasi menuju putih
sebagai warna yang
dominan, dan menggunakan
warna orange dan itam
sebagai warna
pendukungnya. Image yang
digunakan tidak
menunjukan konsumen
mereka melainkan
menunjukan sebuah proses
dalam peacikan sebuah obat.
Tag line yang digunakan
adalah ’untuk kesehatan,
kehidupan, dan kelesarian
lingkungan’
81

Warna kuning dan orange


menjadi pilihan warna oleh
RS. Pondok Indah. Dengan
menampilkan desain yang
simple dan bersih
menegaskan tentang
keseriusan RS ini dalam
melayani pasien
mereka.warna warna
tersebut di dukung dengan
warna hijau tua dan muda
yang diambil dari tone
warna logo mereka. Cara
menampilkan image mereka
juga ditata dengan
sederhana dengan
menampilkan semua elemen
yang ada di RS tersebut
(pasien, SDM RS, gedung
dan peralatan kesehatan
lainnya). Content yang
diangkat hanya seputar RS
dan beberapanya membahas
tentang artikel kesehatan
lainnya.

Parkway health
menggunakan warna hijau
gradasi putih yang
memberikan kesan
bersahabat dan natural.
Dengan menggunakan
image seorang pasien yang
sedang tersenyum ketika
akan di CT Scan
82

menggambarkan sebuah
kenyamanan dalam
melakukan pengobatan.
Pada visual ini Parkway
health ingin menyatakan
bahwa mereka ’hanya
melakukan pengobatan kelas
atas’. Secara langsung RS
ini menyatakan kelas
mereka dan siapa terget
segmennya.

RS. Siloam Surabaya


menggunakan warna yang
netral dalam
mengaplikasikan di web
site. Warna yang digunakan
didominasi warna putih
dengan wana pendukungnya
hijau dan biru. Image yang
digunakan adalah tampilan
landscape gedung RS.
Siloam Hospital. Pesan yang
ingin disampaikan
’keselamatan pasien
prioritas kami’
Dari analisa eksisting di atas dapat ditarik kesimpulan tentang
penggunaan warna dan image instansi kesehatan yang exist. Dan
kesimpulan ini dapat digunakan sebagai acuan dalam
perancangan media media komunikasi visual RS. Husada Utama.
Berikut analisa dan kesimpulannya :
Terlihat bahwa penggunaan warna yag sering digunakan dalam
mendesain sebuah media kesehatan adalah warna :

Hijau
83

Biru

putih

Abu abu

orange

kuning

Warna warna ini dapat di kombinasikan dengan teori warna


dalam kesehatan pada teori sebelumnya. Sedangkan dari sudut
pandang image, image yang sering digunakan dalam dunia
kesehatan adalah :
 Image gedung menunjukan sebagai instansi yang
mewah, berkompenten dan kelayakan sebagai sebuah
griya dalam menyembuhkan pasien
 Image pelayanan yang meliputi pasien dan SDM dari
instansi yang terkait. Image ini menunjukan tentang
kemampuan medika yang handal dan cekatan dalam
menangani pasien. Image seperti ini lebih menonjolkan
sebuah instansi kesehatan dari sisi emosional
konsumen.
 Image murni SDM. Image ini mennjukan tentang
kehandalan SDM instansi kesehatan dalam menangani
sebuah permasalahan dalam bidang kesehatan. Biasanya
image ini bertujuan untuk meyakinkan konsumen yang
sudah putus asa menghadapi penyakit yang dideritanya.
Dan yang disasar bukan kemampuan medika dan
pelayannya melainkan kemampuan medis mereka.
Dari sudut pandang komunikasi, RS di atas menggunakan
komunikasi dengan style masing masing rumah sakit. Tetapi
walau demikian terdapat tali merah yang tidak dapat dipisahkan
84

dari sebuah instansi kesehatan. Berikut adalah pesan yang ingin


disampaikan oleh tiap rumah sakit :
 Pelayanan  pelayanan memang merupakan faktor
yang terpenting dalam menentukan sebuah instansi
kesehatan karena dengan adanya pelayanan yang baik
maka akan menciptakan sebuah sugesti dan semangat
untuk dapat sembuh.
 Kemewahan  suasana sebuah instansi kesehatan harus
dapat meyakinkan konsumen untuk mau berobat di
tempat tersebut. Karena tidak jarang jika konsumen
lebih pilih pilih dalam menentukan sbuah instansi
kesehatan, apalagi jika dihadapkan dengan banyaknya
pilihan dan konsumen tersebut mencari yang terbaik
untuk dirinya dan keluarganya.
 Keselamatan  ketika dihadapkan dengan sebuah
penyakit yang kiranya cukup berat maka konsumen
pasti akan mencari cara agar dapat selamat dari
penyakit yang dia derita. Dan kondisi ini digunakan
oleh beberapa instansi kesehatan dalam menyampaikan
brand mereka. Hasilnya, cara komunikasi ini cukup
efektif dan efisien dan cukup berdampak bagi instansi
tersebut.
 Skill  tenaga ahli yang baik juga menjadi alternatif
dalam berpromosi. Dengan menunjukan kelebihan
dalam hal medis (meliputi peralatan canggih, dan dokter
dokter ahli). Namun sering kali keunggulan medis ini
terlalu mendominasi sehingga kemampuan dari medika
justru tenggelam.
Dari segi stye desain, instansi kesehatan lebih cenderung
menggunakan desain yang simple minimalis dengan
menggunakan bidang bidang datar geometris sebagai sistem
grafisnya.
2.17.3 Studi Eksisiting Instansi pengguna CRM
85

Dalam peracangan ini juga dilakukan studi eksisting


terhadap tempat tempat yang biasa dikunjungi oleh para target
segmen (highclass lifesyle). Studi ini digunakan untuk
memperkuat analisa yang telah dilakukan sebelumnya. Pada
tahapan studi eksisting harapan yang diinginkan adalah penentuan
media bellow the line yang sesuai dan dapat diaplikasikan pada
perancangan ini.

 BCA bank

Sebagai salah satu brand bank terbesar di indonesia. BCA


menggunakan beberapa cara untuk menjaga nasabah
mereka agar tidak menggunakan jasa bank lain. Upaya
tersebut diantaranya memberikan beberapa program yang
didalamnya termasuk credit cicilan 0%. Program program
tersebut dikemas dan disampaikan melalui beberapa
media. Media tersebut salah satunya adalah calendar dan
catalog book.

Gambar 2.6 media kom. Visual catalog book dan calendar bank
BCA

2.18 Studi Komparator

2.18.1 Media Komunkasi Visual RS. Internasional Surabaya


86

Gambar 2.7 media kom. Visual RS. Internasional Surabaya

Detail media :

Brosur tentang jadwal praktek dokter di RS. Internasional


Surabaya, kemudian brosur lainnya yang berisi tentang tips sehat
yang berbeda beda tiap brosurnya.

Majalah yang terbit setiap Tribulanan ini memiliki desain


layout yang lebih soft dan lebih menarik. Segmen dari majalah ini
lebih ke arah keluarga. Desain yang digunakan lebih simple dan
lebih ringan jika dibandingkan dengan majalah pada umumnya .
Majalah ini lebih cenderung informatif dan edukatif namun dari
segi solutifnya majalah ini masih kurang. Untuk topik
pembahasannya lebih fokus pada satu pokok bahasan saja, untuk
edisi ke-11 juli – september majalah ini mengulas tentang
Kesehatan Anak.

Website RS. Internasional surabaya informasi yang


hendak disampaikan adalah tentang RS. Internasional surabaya
sendiri, didalamnya terdapat jadwal praktek dokter dan ada sarana
konsultasi dengan dokter via email.

2.18.2 Media Komunkasi Visual RS. Siloam Surabaya


87

Gambar 2.8 media kom. Visual RS. Siloam Hospital


surabaya

Detail media :

Satifaction Customer Quisioner media yang digunakan


untuk mengetahui kepuasan pelanggan yang berobat maupun
yang berkunjung di RS. Siloam Surabaya. Media ini selain
mengulas tentang kepuasan pelanggan juga menyediakan kolom
untuk kritik dan saran untuk kemajuan RS. Siloam Surabaya.

Brosur tentang jadwal praktek dokter di RS. siloam


Surabaya, kemudian brosur lainnya yang berisi tentang tips sehat
yang berbeda beda tiap brosurnya.

Website RS. siloam informasi yang hendak disampaikan


adalah tentang RS. Siloam Surabaya sendiri, didalamnya terdapat
jadwal praktek dokter dan ada sarana konsultasi dengan dokter
via email.

2.18.3 Media Komunkasi Visual RS. Mitra Keluarga


Surabaya
88

Gambar 2.9 media kom. Visual RS. Mitra Keluarga Surabaya

Detail media :

Seperti layaknya website umumnya, website RS. Mitra


keluarga informasi yang hendak disampaikan adalah tentang RS.
Mitra keluarga sendiri, didalamnya terdapat jadwal praktek dokter
dan ada sarana konsultasi dengan dokter via email.

Brosur tentang jadwal praktek dokter di RS. Mitra


keluarga, kemudian brosur lainnya yang berisi tentang tips sehat
yang berbeda beda tiap brosurnya.
89

“ Halaman ini sengaja dikosongkan “