Anda di halaman 1dari 4

Bagaimana Cara Kerja AC - Selama ini anda mungkin belum mengetahui

bagaimana cara kerja AC di rumah anda, sehingga jika AC di rumah anda tidak
dingin anda menjadi kebingungan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pada
umumnya saat AC menjadi tidak dingin anda mengira bahwa mungkin freon AC
sudah habis, akan tetapi apakah benar demikian? apakah tidak ada sebab yang
lainnya? oleh karena itulah mengetahui prinsip cara kerja AC menjadi hal yang
perlu anda ketahui.
Secara umum proses pendinginan pada sistem Air Conditioner (AC) terjadi
karena adanya perubahan bentuk zat pendingin (Refrigerant) dari bentuk cair,
uap air dan gas. Hal ini bisa terjadi karena sistem AC menggunakan beberapa
komponen yang memungkinkan terjadinya perubahan tekanan dan temperatur.
Secara detail prinsip kerja AC adalah sebagai berikut :
Proses pertama adalah kipas sentrifugal yang ada dalam evaporator menghisap
udara di dalam ruangan dan udara tersebut akan bersentuhan dengan pipa coil
yang berisi cairan refrigerant. Refrigerant kemudian akan menyerap panas udara
sehingga udara menjadi dingin yang menyebabkan refrigerant akan menguap.
Refrigerant yang menguap tersebut dikumpulkan dalam penampung uap.
Kemudian tekanan uap yang berasal dari evaporator disirkulasikan menuju
kondensor. Selama proses kompresi tersebut berlangsung, temperatur dan
tekanan uap refrigerant menjadi naik yang selanjutnya akan ditekan masuk ke
dalam kondensor.
Tekanan refrigerant yang tinggi tersebut diturunkan menggunakan katup
ekspansi untuk mengatur laju aliran refrigerant yang masuk dalam evaporator.
Saat udara keluar dari condensor udara menjadi panas yang akan berubah
menjadi uap. Uap refrigerant memberikan panas kepada udara pendingin dalam
condensor yang kemudian akan menjadi embun pada pipa kapiler. Dalam
mengeluarkan panas pada condensor, dibantu oleh kipas propeller.
Kemudian agar sirkulasi udara dingin terus-menerus dalam ruangan, diperlukan
adanya thermostat untuk mengatur suhu dalam ruangan atau sesuai dengan
keinginan. Hal tersebut akan menyebabkan udara dalam ruang menjadi lebih
dingin dibanding diluar ruangan sebab udara di dalam ruangan dihisap oleh
sentrifugal yang terdapat pada evaporator kemudian terjadi udara bersentuhan
dengan pipa/coill evaporator yang didalamnya terdapat gas pendingin (freon).

Pada saat ini terjadi adanya perpindahan panas sehingga suhu udara dalam
ruangan relatif dingin dari sebelumnya. Saat udara dalam ruangan menjadi lebih
dingin, sebaliknya suhu di luar ruangan lebih panas dibanding di dalam ruangan,
sebab udara yang di dalam ruangan yang dihisap oleh kipas sentrifugal dan
bersentuhan dengan evaporator, serta dibantu dengan komponen AC lainnya,
kemudian udara dalam ruangan dikeluarkan oleh kipas udara kondensor. Dalam
hal ini udara di luar ruangan dapat dihisap oleh kipas sentrifugal dan masuknya
udara melalui kisi-kisi yang terdapat pada AC.
Selanjutnya gas refrigerant bersuhu tinggi saat akhir kompresi di condensor
dengan mudah dicairkan dengan udara pendingin pada sistem air cooled atau
uap refrigerant menyerap panas udara pendingin dalam condensor sehingga
mengembun dan menjadi cairan di luar pipa evaporator. Karena air atau udara
pendingin menyerap panas dari refrigerant, maka air atau udara tersebut menjadi
panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerant yang sudah menjadi
cair ini, kemudian dialirkan ke dalam pipa evaporator melalui katup ekspansi.
Kejadian ini akan berulang kembali seperti di atas.
Berikut adalah bagian-bagian komponen AC :
Compressor AC
compressor ac
Compressor AC adalah power unit dari sistem AC. Ketika AC dijalankan,
compressor AC mengubah fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan
rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian
diteruskan menuju kondensor.

Kondensor AC
Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah gas yang
bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi yang kemudian
akan dialirkan ke orifice tube. Kondensor merupakan bagian yang panas dari air
conditioner. Kondensor bisa disebut heat exchange yang bisa memindahkan
panas ke udara atau ke intermediate fluid (semacam air larutan yang
mengandung ethylene glycol), untuk membawa panas ke orifice tube.

Orifice Tube

Orifice tube merupakan tempat di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan


tekanan dan suhunya menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa
sistem, selain memasang sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

Katup Ekspansi
Katup ekspansi merupakan komponen penting dalam sistem air conditioner.
Katup ini dirancang untuk mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup orifice
yang merubah wujud cairan menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan
katup pemuaian dan memasuki evaporator/pendingin.

Evaporator AC
Refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas
evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam
evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih
mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator /
pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang
berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui
compressor AC untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi.
Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap
kelembapan dari refrigent.

Thermostat
Thermostat pada air conditioner beroperasi dengan menggunakan lempeng
bimetal yang peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2
metal yang memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik,
metal terluar memuai lebih dahulu, sehingga lempeng membengkok dan akhirnya
menyentuh sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC aktif.
Kesalahan pengguna dalam mengoperasikan AC:
1. Menyetel suhu remote AC mereka di 16 derajat dengan kecepatan kipas / fan
maksimum.
Ini adalah kesalahan terbesar yang dapat dilakukan oleh para pengguna AC.
Mengapa? Karena pada saat pengguna menyetel AC mereka dengan suhu 16

derajat, maka berani dijamin kalau kompressor AC anda akan bekerja terus tidak
pernah mati karena hampir bisa dikatakan mustahil ruangan anda dapat
mencapai suhu 16 derajat apalagi kita tinggal di negara dengan iklim tropis
seperti di Indonesia. Hal ini akan berdampak pada keborosan pemakaian listrik
anda, karena seharusnya kompressor AC dapat beristirahat dan tidak
menggunakan listrik pada saat suhu ruangan sudah sama dengan suhu pada
remote.
2. Langsung menyalakan kembali AC anda setelah dimatikan.
Apabila terjadi listrik rumah anda turun atau lebih sering dikenal dengan sebutan
listrik jegleg atau anda juga tanpa sengaja mematikan AC melalui remote, maka
JANGAN PERNAH langsung menyalakan kembali AC anda. Tunggulah minimal 1
menit sebelum anda menyalakan kembali AC anda. Hal ini untuk memberikan
waktu kompressor AC beristirahat sebelum bekerja kembali supaya kompressor
AC dapat menjadi lebih awet.