Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN TERMODINAMIKA

Ratna Dwi Astuti (14726251010)


Eka Muliatul Ulfa (14726251013)
Pendidikan Fisika_2015

Perubahan energi pada suatu sistem terjadi akibat aliran kalor atau usaha yang
dialami oleh suatu sistem. Perjuangan Joule dan yang lainnya menunjukkan bahwa energi
dalam maupun energi mekanik yang hilang selalu sama dengan energi dalam yang
dihasilkan. Energi dalam sebuah sistem dapat diubah dengan mengalirkan kalor dari atau
ke sistem atau melakukan usaha pada atau oleh sistem atau dengan kata lain energi total
(energi dalam ditambah energi mekanik) selalu tetap. Pernyataan ini dikenal dengan
Hukum Pertama Termodinamika
Melalui percobaan sederhana tentang Hukum Pertama Termodinamika ini
dimana akan membuktikan apakah terdapat hubungan antara besar usaha yang
ditimbulkan dengan besar kalor yang dihasilkan. Percobaan dilakukan dengan merancang
alat sederhana yaitu dengan menggunakan kapal uap sederhana dan akan melihat
fenomena kapal uap bergerak dengan arah berlawanan dengan arah uap yang dihasilkan.
Melalui fenomena ini dapat disimpulkan bahwa jumlah kalor yang terdapat pada sistem
disertai usaha yang dilakukan sistem sama dengan perubahan energi dalamnya.
Kata kunci: Hukum Pertama Termodinamika, kalor, usaha, perubahan energi dalam

1. Dasar Teori
Pada abad ke-17 Galileo, Newton, dan
ilmuwan lainnya berpendapat sama tentang
kalor (heat) dengan mengikuti teori atom
Yunani Kuno bahwa kalor merupakan fluida
yang tidak tampak akibat akibat perbedaan
suhu. Sampai abad ke-18, Benjamin
Thomson dan Count Rumford mengusulkan
adanya hubungan antara kalor dan energi
mekanik ketika melihat pembuatan merlam
yang dilubangi bor. Baru pertengahan abad
ke-19, James Presscott Joule dengan
percobaannya berhasil menemukan adanya
hubungan antara energi dan kalor. Cabang

ilmu yang mempelajari hubungan tersebut


adalah termodinamika. Dalam melakukan
pengamatan mengenai aliran energi antara
panas dan usaha ini dikenal dengan dua
istilah yaitu sistem dan lingkungan. Dalam
termodinamika, benda-benda yang diamati
dan diperhatikan disebut sistem. Adapun
segala sesuatu di luar sistem yang
mempengaruhi sistem tersebut dinamakan
lingkungan
Hukum I termodinamika menyatakan
bahwa: Jumlah kalor yang ditambahkan
pada suatu sistem sama dengan perubahan
energi dalam sistem ditambah usaha yang

dilakukan oleh sistem. Artinya, meskipun


suatu bentuk energi telah berubah ke dalam
bentuk energi lain, jumlah seluruh energi itu
selalu tetap
Hukum I Termodinamika menjelaskan
hubungan antara kalor yang diterima atau
yang dilepaskan oleh suatu sistem dan usaha
luar yang dilakukan oleh sistem, serta
perubahan
energi
dalam
yang
ditimbulkannya. Dalam bentuk persamaan,
Hukum I Termodinamika dituliskan sebagai
berikut.
Dengan:
Q = kalor yang diterima atau dilepaskan
oleh sistem (J)
U = perubahan energi dalam sistem
= U2 U1 (J)
W = usaha luar yang dilakukan/diberikan
pada sistem (J)

Perjanjian tanda yang berlaku untuk


persamaan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Jika sistem melakukan kerja maka nilai
W berharga positif
b. Jika sistem menerima kerja maka nilai
W berharga negatif
c. Jika sistem melepas kalor maka nilai Q
bernilai negatif
d. Jika siswa menerima kalor maka nilai Q
berharga positif
Selain dipengaruhi oleh nilai kalor
(Q) dan nilai usaha (W), sistem juga
dipengaruhi perubahan energi dalam (U).
U tidak bergantung pada proses bagaimana
keadaan sistem berubah, tetapi hanya
bergantung pada keadaan awal dan keadaan
akhir sistem tersebut.
Pada proses termodinamika, energi
dalam sistem dapat bertambah, berkurang,
atau tetap. Jika panas yang diberikan ke

dalam sistem lebih besar daripada kerja yang


dilakukan sistem, U positif dan energi
dalam bertambah. Jika panas yang mengalir
keluar sistem lebih besar daripada kerja
yang dilakukan terhadap sistem, U negatif
dan energi dalam berkurang. Namun jika
panas yang diberikan ke dalam sistem sama
dengan kerja yang dilakukan sistem, U=0
dan energi dalam tidak berubah
2. Identifikasi Variabel
Adapun variabel-variabel yang akan
diukur dalam penelitian ini adalah:

Keterangan:
: massa zat cair
: kalor jenis zat cair
: perubahan suhu pada air
: gaya
: perpindahan
: perubahan energi dalam
: perubahan suhu pada udara
: besar mol
: tetapan umum gas ( = 8,31 J/mol
= 8310 J/kmol)
3. Definisi Operasional Variabel
Dalam melakukan kegiatan praktikum ini
adapun penggunaan variabel-variabel yaitu
sebagai berikut :
Massa zat cair ( ) adalah massa zat
cair
yang
digunakan
dalam
percobaan. Dalam hal ini yaitu air
Kalor jenis zat cair ( ) adalah kalor
jenis zat cair yang digunakan dalam

percobaan. Dalam hal ini adalah


kalor jenis air yaitu 1000 kg/m3
Perubahan suhu air (
) adalah
perubahan suhu pada air sebelum
dipanaskan hingga sampai tepat akan
bergerak
Perubahan suhu air (
) adalah
perubahan suhu pada udara sebelum
dipanaskan hingga sampai tepat akan
bergerak
Perubahan energi dalam ( ) adalah
perubahan energi dalam pada kaleng
Gaya ( ) adalah gaya yang
diperlukan benda untuk bergerak
Perpindahan ( ) adalah perpindahan
yang dilakukan benda
4. Alat dan Bahan (disertai biaya
Adapun alat dan bahan yang akan digunakan
dalam pembuatan alat sebagai berikut :
No Alat dan Bahan
Biaya
1
Gabus dengan
Rp8.200
tebal 3 cm
2
Kaleng minuman
Rp6.400
ringan
3
Kawat
Rp2.000
4
Gunting
5
Triplek tipis
6
Isolasi
Rp2.400
7
Cutter
8
Ember
9
Thermometer
10 Mistar
11 doubletip
12 Kapas
13 minyak
14 Tutup kaleng
15 Suntikan
-

5. Desain Rancangan Alat


1

5
6

Keterangan:
1. Ember
2. Kaleng
3. Gabus (badan kapal)
4. Kawat penyangga
5. Kapas
6. Tutup kaleng
7. triplek
6. Prosedur
a. Siapkan kaleng minuman bekas
b. Lubangi kaleng pada salah satu sisi
c. Lilitkan kawat pada sisi depan dan
belakang kawat
d. Kuatkan kawat dengan isolasi
e. Potong
gabus
sesuai
desain
percobaan
f. Tancapkan kawat penyangga pada
gabus (usahakan kaleng seimbang)
g. Tempelkan triplek di bawah kaleng
pada gabus
h. Masukkan air dengan menggunakan
suntikan
i. Tempatkan thermometer di dalam
kaleng

j. Amati perubahan suhu, perpindahan


benda
k. Ulangi langkah-langkah di atas untuk
zat cair lain
7. Data dan Analisis Data
N perubaha perpindahan kalor
o
n suhu
benda

8. Pembahasan
Kapal uap sederhana ini digunakan untuk
membuktikan
Hukum
Pertama
Termodinamika. Perubahan suhu pada air
digunakan untuk menentukan kalor pada
sistem. Perubahan suhu pada udara
digunakan untuk menentukan perubahan
energi dalam pada sistem sedangkan
perpindahan benda digunakan untuk
mengukur usaha.
Alat ini cukup baik untuk digunakan dalam
menunjukkan
Hukum
Pertama
Termodinamika dimana perubahan energi
dalam sama dengan kalor disertai usaha

pada sistem. Kendala yang ditemui pada


percobaan adalah kapal tidak bergerak lurus
cenderung memutar
9. Kesimpulan dan Saran
Percobaan kapal uap sederhana dapat
digunakan untuk membuktikan Hukum
Pertama Termodinamika. Hal-hal yang
dapat
digunakan
untuk
mengurangi
ketidakakuratan pada percobaan adalah:
- Menggunakan tempat yang lebih
besar
- Ukuran perahu dikurangi sehingga
beban yang digunakan untuk
bergerak lebih kecil
10. Referensi
Kanginan, Marthen. 2006. Fisika Untuk
SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta: Erlangga
Saripudin, Aip. 2008. Praktis Belajar
Fisika.Jakarta : Visindo
Seran, Goris. 2008.. Fisika untuk SMA/MA
Kelas XI. Jakarta: Grasindo
Supiyanto. 2006. Fisika untuk SMA Kelas
XI.Jakarta: Phibeta Aneka Gama
Umar, Efrizon. 2008. Buku Pintar
Fisika.Jakarta: Media Pusindo