Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN DASAR-DASAR AGRONOMI TENTANG SARANA PRODUKSI PERTANIAN

(SAPROTAN)

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR AGRONOMI


ACARA 1
PENGENALAN SARANA PRODUKSI PERTANIAN (SAPROTAN)

images_066.jpg

Oleh

Nama
NPM

: Dedi Rian Rohmawan


: E1J013051

Shift

: B1

Hari/ tanggal

: Rabu/ 8 Oktober 2014

Co-Ass

: Dian Budiarto

Dosen

: Ir. Entang Inoriah, M.P.

LABORATORIUM AGRONOMI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadikan
sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara. Sampai saat ini pun
sektor pertanian masih tetap menyumbang devisa yang cukup besar bagi
perekonomian negara. Sektor pertanian merupakan sektor utama yang harus
dijadikan prioritas didalam memajukan perekonomian negara, sehingga akan
menjadi penopang sektor yang lain.
Sarana produksi pertanian sudah sejak lama digunakan dan
perkembangannya mengikuti perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya
sarana produksi dalam pertanian masih sederhana dan terbuat dari bahan yang
mudah didapat dan dijumpai disekitar kita, misalnya saja pupuk, dulu hanya dikenal
pupuk alami tanpa campur tangan manusia seperti kompos, tapi saat ini sudah
berkembang dan dikenal berbagai macam pupuk, seperti urea dan lain-lain.
Pupuk merupakan sarana produksi dalam meningkatkan produksi tanaman
dan mempertahankan produktifitas tanah. Pupuk dapat berupa pupuk organik dan
pupuk anorganik. Pupuk anorganik biasanya dibuat oleh manusia di pabrik melalui
suatu proses tersebut. Beberapa pupuk buatan yang banyak digunakan adalah
UREA, TSP, KCL, ZA, dan lain-lain. Pupuk organik adalah pupuk kandang, kompos,
pupuk hijau, dan guano. Sekarang ini sudah umum digunakan pupuk cair melalui
daun. Benih atau bibit merupakan sarana pokok dan utama didalam budidaya
tanaman. Dengan benih atau bibit yang baik akan memberikan pertumbuhan
tanaman yang baik juga dan produksi yang tinggi yang menghasilkan produk yang
berkualitas tinggi.
Unsur sarana produksi yakni : Benih atau bibit, pupuk, inokulan, pestisida, ZPT,
serta alat pertanian lainnya. Inokulan adalah bahan yang mengandung materi
bakteri atau jamur yang dapat bersimbiosis dengan tanaman dalam tubuhnya.

Contohnya : legin, rizogen. Pestisida adalah senyama kimia yang digunakan untuk
mengendalikan pengganggu tumbuhan. Contoh : herbisida (mengendalikan gulma),
insektisida (mengendalikan serangga), rodentisida (mengendalikan tikus),
nematisida (mengendalikan nematoda), bakterisida(mengendalikan bakteri), dan
lain sebagainya. Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan
dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungannya.
Setelah semuanya kita gunakan sesuai menurut keadaan dan kebutuhan tanaman,
diperlukan suatu alat untuk mengelola lahan. Pemilihan alat-alat ini juga sangat
berpengaruh pada baik buruknya lahan pertanian. Contohnya jika kita
menginginkan waktu yang efisien dalam penggemburan lahan maka jangan
gunakan alat tradisional seperti cangkul. Kita harus menggunakan alat yang lebih
modern seperti traktor agar waktupun dapat kita maksimalkan dengan baik.
Cangkul memang dapat digunakan dalam pengemburan tanah tapi ketika dalam
sekala kecil.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum tentang pengenalan Sarana Produksi
Pertanian (SaProTan) ini, yaitu :
1.

Mahasiswa dapat menyebutkan jenis dan fungsi sarana produksi pertanian.

2.
Mahasiswa dapat mendiskripsikan karakteristik berbagai jenis sarana produksi
pertanian (saprotan).
3.
Mahasiswa dapat memilih dengan tepat kebutuhan jenis saprotan yang akan
digunakan untuk kegiatan usaha pertanian.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sarana produksi pertanian (saprotan) merupakan salah satu faktor yang


sangat penting dalam mendukung perkembangan atau kemajuan pertanian
terutama untuk mencapai tujuan terciptanya ketahanan pangan. Banyak sekali
fungsi dari alat dan mesin pertanian misalnya saja untuk pengolahan
tanah,menaikkan kadar air serta dapat mengolah hasil pertanian.banyak cara yang
bisa digunakan oleh petani untuk mempermudah pekerjaan mereka salah satunya
yaitu dengan cara menggunakan alat yang modern selain dapat memudahkan
pekerjaan juga dapat mempersingkat waktu dan menaikkan hasil produksi dalam
bidang pertanian. Sarana-sarana tersebut harus sudah dipersiapkan sebelum
memulai kegiatan budidaya tanaman.
Pertanian merupakan sektor yang sangat penting untuk menunjang
kehidupan manusia sejak masa prasejarah hingga saat ini. Begitu juga dengan
Indonesia, pertanian tidak bisa dilepaskan karena Indonesia sampai saat ini masih
merupakan negara agraris. Meskipun saat ini Indonesia sedang bergerak menuju
negara perindustrian, sektor pertanian masih memegang perekonomian Indonesia.
Akan tetapi keadaan pertanian Indonesia saat ini bisa dikatakan kurang baik.
(Mugnisiah, 1993 ).

Penerapan sarana produksi yang baik dapat memberikan hasil yang baik
bagi pertanian indonesia. Sarana produksi dapat dikembangkan dengan
pengetahuan yang ada, seperti benih unggul, benih unggul didapat dari sortasi
benih yang merupakan pilihan dari banyak benih. Induk yang baik memberikan
benih yang baik pula, pembudidayaan tanaman induk yang baik akan sangat
berperan dalam penentuan hasil yang baik.
Suatu hal yang paling mendasar yang masih belum diperhatikan dalam
pengembangan teknologi pertanian di Indonesia hingga kini adalah kurang
memadainya dukungan prasarana pertanian. Kita ketahui bersama bahwa
prasarana pertanian kita belum dikelola secara baik, sehingga masih agak sulit atau
lambat dalam melakukan introduksi mesin-mesin pertanian. ( Mulmulyani, 1994)
Benih adalah organ generatif suatu tanaman yang digunakan untuk
perbanyakan tanaman. Benih merupakan tahap menentukan dalam seluruh siklus
pertanian.Benih yangbaik biasanya mempunyai ciri-ciri yaitu mengkilat,
permukaannya licin dan mempunyai daya kecambah yang baik. Tetapi benih yang
bermutu belum tentu menunjukkan varietas yang unggul. Pemilihan bibit suatu
tanaman harus bedasarkan pertimbangan kondisi lingkungan yang cocok atau
media tumbuhnya Benih unggul adalah benih bermutu tinggi yang menjadi faktor
penentu tinggi rendahnya produksi tanaman. Benih yang berkecambah dan
berkembang menjadi tanaman kecil atau bagian tanaman yang diperbanyak secara
vegetatif disebut bibit. Benih sebagai komoditi Perdagangan dan sebagai unsur
baku mempunyai peranan penting dalam sarana produksi pertanian Benih dapat
ditanam secara peletakan pada suatu lubang tanam atau langsung ditanam
ataupun secara disebar. (Sostro Sudirja, 1979)
Sarana produksi yang baik biasanya digunakan baik dalam proses awal
pembukaan lahan, budidaya pertaian seperti pemupukan, pemeliharaan tanaman
dan lain-lain sampai dengan proses pemanenan. Sehingga dapat dikatakan bahwa
tujuan utama dari sarana produksi dalam bidang pertanian adalah untuk
meningkatkan produktivitas kerja petani dan merubah hasil yang sederhana
menjadi lebih baik
Sarana produksi selain dipengaruhi benih, juga dipengaruhi oleh beberapa
faktor lainnya, faktor lain yang mempengaruhi adalah pestisida, pestisida
merupakan zat kimia yang berfungsi/digunakan sebagai alat untuk pengendailan
musuh-musuh tanaman, berdasarkan kegunaan pestisida dapat dibagi kedalam
beberapa jenis, yaitu insektisida, herbisida, moluskarisida, akarisida, rodentisida,
fungisida, bakterisida, dan nematisida. Pestisida juga mempunyai beberapa bentuk
formulasi pestisida yaitu berupa cairan semprot, tepung hembus, butiran, pasta,
uap, kabut dan gas (Rukmana, 1995)
Selain pestisida, faktor lain yang berpengaruh adalah inokulan, inokulan
adalah bakteri yang diinokulasikan atau dikembang biakkan ke tanaman baru,

inokulan terjadi pada kebanyakan budidaya tanaman leguminosa, yang


memerlukan inokulasi bakteri rhizobium. Mekanisme kerja sama antara bakteri
rhizobium dan tanaman legum dalam bentuk simbiosis mutualisme. Tidak dapat
dipungkiri bahwa semakin baik sarana produksi yang ada, maka semakin baik pula
hasil yang didapat bagi pertanian, terutama di Indonesia. ( Dzakfar, 1990)
Penerapan sarana produksi yang baik dapat memberikan hasil yang baik
bagi pertanian indonesia. Sarana produksi dapat dikembangkan dengan
pengetahuan yang ada, seperti benih unggul, benih unggul didapat dari sortasi
benih yang merupakan pilihan dari banyak benih. Induk yang baik memberikan
benih yang baik pula, pembudidayaan tanaman induk yang baik akan sangat
berperan dalam penentuan hasil yang baik (Robbins,2005).

BAB III
METODELOGI

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan yaitu:
1.

Alat

Cangkul

Gelas ukur

Tank semprot

2.

Bahan

Danke (insektisida)

Metrin (insektisida)

Kejora (insektisida)

Super Bionik (pupuk organik)

Dithane M-45 (fungisida)

Etrel (ZPT)

3.2 Cara Kerja


Praktikum dilaksanakan dalam bentuk observasi deskriptif terhadap
saprotan sebagai objek pengamatan yang dilakukan secara mandiri oleh setiap
praktikum. Objek yang diamati berupa beberapa jenis alat pertanian dan bahanbahan saprodi yang tersedia di laboratorium Agronomi.
Langkah kerja pengamatan :
1.
Kita siapkan kertas, kemudian kita buat tabel pengamatan untuk mencatat
hasil pengamatan. Dan kita tulis identitas praktikum pada lembar kertas tersebut.
2.
Kita ambil objek pengamatan yang utuh dari seluruh objek yang telah
dipersiapkan.
3.

Kita amati secara seksama karakteristik objek pengamatan.

4.
Kemudian kita catat/ gambar secara tapat, lengkap dan sistematis terhadap
informasi yang diketahui dari objek tersebut.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


4.1.2 Tabel Obyek Pengamatan Alat dan Bahan-Bahan Saprotan
A. Alat
No
Nama alat
Fungsi
Komponen utama
Karakter alat
Keterangan/ gambar
1.
Cangkul
Untuk menggemburkan atau mengolah tanah
Mata cangkul dan gagang
Berbahan besi dan kayu. Keras dan kuat.
Digunakan pada saat penyiapan lahan produksi mau pun pada saat penyiangan.
2.
Gelas ukur
Sebagai tempat pencampuran larutan dan tempat mengukur larutan.
kaca
Berbentuk silinder panjang
65440_4.gif
3.
Tank semprot
Sebagai alat penyemprot tanaman baik pemberian pukuk cair maupun
penyemprotan hama, gulma dan penyakit.
Berbahan plastik dan besi

Bentuk seperti tas sandang


images.jpg

B. Bahan
No
Nama bahan
fungsi
Komponen utama
Karakter/ bahan
Ket/ gambar
1
Danke (insektisida)
Sebagai pengendali hama pada tanaman bawang merah, kedelai, cabai, kacang
panjang, kacang hijau, tomat, dan kelapa.
Mmetomil 40%
Berwarna putih dan berbentuk tepung yang dapat disuspensikan
Diberikanpada saat populasi dan intensitas serangan hama telah mencapai ambang
pengendalian sesuai anjuran setempat.
2
Super bionik (pupuk organik)
Sebagai pupuk, pembenah tanah, pengendali hama alami.
Unsur makro :
(C-organik 0.31%, N 8.15%, P2O5 1.25%, K2O 5.05%, SO4 0.2%, MgO 0.03%, CaO
0.07%, C/H-ratio 0.71%.
Unsur mikro :
Fe 42.25 ppm, Ca 0.86 ppm, Zn 22.41 ppm, Cl 0.27%, B 0.57 ppm, Mo 0.2 ppm, Mn
2.27 ppm.

Pupuk cair
Diberikan dengan cara disemprotkan atau disiram.
3
Metrin (insektisida).
Sebagai racun serangga.
Sipermetrin 30 g/i
cair
Diberikan pada tanaman cabai bila terserang hama ulat gerayak dan lalat buah.
4
Dithane M-45
(fungisida)
Sebagai pengendali penyakit pada tanaman apel, bawang merah/ putih, cabai,
cengkeh, kakau, karet, kedelai, kacang tanah, kentang, kelapa, kina, kopi, padi,
petasi, rosela, tembakau, teh dan tomat.
Mankozeb 80%
Berbentuk tepung berwarna kuning keabu-abuan
Untuk tanaman pangan diberikan dengan cara menyemprotkan fungisida seminggu
sebelum dipanen. Untuk tanaman lainnya diberikan pada saat musim hujan.

5
Kejora
(insektisida)
Sebagai racun hama ulat grayak pada tanaman kedelai.
Alfa Sipermetrin 19 g/l
cair
Diberikan ketika populasi atau intensitas serangan hama telah mencapai ambang
pengendaliannya sesuai rekomendasi setempat.

6
Etrel
(ZPT)
Sebagai zat pengatur tumbuh pada tanaman apel, kedelai, kopi, nanas, padi,
pisang, dan tembakau.
Etefon 480 g/l
Cair
Baik diberikan pada tanaman apel, kedelai, kopi, nanas, padi, pisang, dan tembakau
ketika pada masa pertumbuhan.

4.2 Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang telah didapatkan pada praktikum kali ini, maka
dapat dilakukan pembahasan. Pembahasan ini hanya selingkup dari hasil
pengamatan sarana produksi pertanian yang hanya tersedia dilaboratorium
Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Sarana produksi pertanian
terdiri atas bahan yang meliputi danke, pupuk organik, metrin, dithane M-45, kejora
dan ZPT (zat pengatur tumbuh) dan peralatan yang meliputi cangkul, spreyer (tank
semprot) dan gelas ukur yang nantinya digunakan untuk melaksanakan proses
produksi pertanian.
Dangke merupakan bahan saprotan jenis insektisida sehingga memiliki
fungsi sebagai pengendalai hama tanaman seperti pada tanaman bawang merah,
kedelai, cabe, kacang panjang, kakau, kacang hijau, tomat dan kelapa sawit.
Komponen utama dangke yaitu metomil 40% dengan karakter berwarna putih dan
berbentuk tepung yang dapat disuspensikan. Dangke ini dapat diberikan ketanaman
pada saat populasi atau intensitas serangan hama telah mencapai ambang
pengendalian dan sesuai anjuran yang telah ditetapkan.

Pupuk organik merupakan pupuk yang digunakan sebagai pupuk pembena


tanah dan pengendalian hama alami. Dengan komponen unsur makro dan unsur
mikro seperti yang telah didapatkan pada hasil pengamatan dengan karakter pupuk
cair. Pupuk organik ini baik diberikan dengan cara disemprot atau disiramkan.

Metrin merupakan bahan saprota jenis insektisida yang berfungsi sebagai


racun serangga. Komponen utamanya adalah sipermetrin 30 g/l dengan karakter
cair. Metrin baik diberikan pada tanaman cabai bila terserang hama ulat grayak dan
lalat buah.
Dithane M-45 merupakan bahan saprotan jenis fungisida yang berfungsai
sebagai pengendali penyakit pada tanaman apel, bawang merah putih, cabai,
cengkeh, kakau, karet, kedelai, kacang tanah, kelapa, kentang, kina, kopi, padi,
petasi, rosela, tembakau, teh dan tomat. Dithane M-45 ini memiliki komponen
utama berupa mankozeb 80% dengan karakter berbentuk tepung berwarna kuning
keabu-abuan dan baik diberikan pada tanaman pangan dengan cara disemprotkan
seminggu sebelum masa panen. Untuk tanaman lainnya diberikan pada saat musim
hujan.
Kejora merupakan bahan saprotan jenis insektisida yang berfungsi sebagai
racun hama ulat gerayak pada tanaman kedelai. Komponen utamanya yaitu alfa
sipermetrin 19 g/l dengan karakter berbentuk cair. Kejora baik diberikan ketanaman
pada saat populasi atau intensitas serangan hama telah mencapai ambang
pengendalian dan sesuai anjuran yang telah ditetapkan.
Dan bahan saprotan yang terakhir yaitu etrel. Etrel merupakan bahan
saprotan jenis ZPT yang berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman.
Komponen penyusunnya adalah etefon 480 g/l dengan karakter berbentuk cair.
Bahan ini baik diberikan pada tanaman apel, kedelai, kopi, nanas, padi, pisang dan
tembakau.
Dan untuk alat saprotan yaitu cangkul. Cangkul merupakan alat saprotan
yang berfungsi sebagai alat pengembur / mengolah tanah. Komponen utama
cangkul yaitu mata cangkul dan gagang kayu dengan karakter berbahan besi dan
kayu. Baik digunakan untuk penmyiapan lahan produksi dala skala kecil.
Tank semprot (spreyer) merupakan alat saprotan yang berfungsi sebagai
alat penyemprotan tanaman baik pemberian pupuk maupun penyemprotan hama,
penyakit dan gulma. Komponen utamannya adalah berbahan plastik dan besi
dengan karakter berbentuk seperti tas sandang dengan bagian-bagiannya seperti
sandang, tutup, badan tank, kaki, pompa dan lainya.
Yang terakhir yaitu gelas ukur. Gelas ukur ini memiliki fungsi sebagai tempat
pencampuran larutan, mengukur volume larutan dan komponen utamanya yaitu
kaca dengan berbentuk silinder panjang.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari pelaksanaan praktikum yang telah dilakukan dengan hasil pengamatan
yang telah diperoleh maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.
Saprotan merupakan sarana yang sangat mendukung dalam melakukan
kegiatan usaha pertanian.
2.
Berdasarkan peranannya saprotan terdiri dari dua bagian yaitu alat dan
bahan.
3.
Alat saprotan terdiri atas cangkul, spreyer dan gelas ukur. Dan bahan saprotan
terdiri atas dangke, super bionik, metrin, dithane M-45, kejora dan etrel.
4.
Dari bahan dan alat saprotan yang ada memiliki peranan dan fungsi yang
berbeda-beda tergantung pada jenisnya masing-masing.

5.2 saran
Sebaiknya dalam praktikum yang berlangsung saling menjaga ketenangan
dan keseriusan sehingga praktikum dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya.
Dan untuk pihak laboratorium agar menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan
sebelum praktikum dimulai. Untuk Co-Ass dan dosen agar lebih bersabar dalam
membimbing praktikan selama praktikum berlangsung mulai dari awal praktikum
hingga akhir paraktikum nanatinya.

DAFTAR PUSTAKA

Djakfar, Z.R, Dartius, Ardi, Suyati, D, Yuliadi, E, Hadiyono, Sjfyan, Y, Aswad, M, dan
Sagiman, S. 1990. Dasar-dasar Agronomi. BKS-B USAID. Palembang.
Mugnisiah, Wahyu Qamara.1994.Panduan Praktikum dan Penelitian Bidang Ilmu dan
Teknologi Benih. Rajawali Pers.Jakarta.
Rukmana, Rahmat. 1995. Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta : Kanisius.
Sostro Sudirja,Suroso. 1979. Ilmu Pemupukan. Yasagun : Jakarta
Sutejo, Mul Mulyani. 1988. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT. Bina Aksara : Jakarta.
http://dedirian.blogspot.co.id/2014/10/laporan-dasar-dasar-agronomi-tentang.html
Sarana produksi pertanian dibagi menjadi 5, antara lain :
1. Benih
Benih secara umum adalah istilah yang dipakai untuk bahan dasar pemeliharaan
tanaman atau hewan. Istilah ini biasanya dipakai bila bahan dasar ini berukuran
jauh lebih kecil daripada ukuran hasil akhirnya (dewasa). Dalam pertanian, benih
dapat berupa biji maupun tumbuhan kecil hasil perbanyakan aseksual. Benih
diperdagangkan tidak untuk dikonsumsi. Bidang perikanan juga memakai istilah ini
untuk menyebut hewan yang masih muda yang siap dipelihara hingga dewasa.
Dalam penggunaan sehari-hari, benih dipakai juga untuk menyebut sel sperma.
2. Pupuk
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk
mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi
dengan baik.
Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk
organik atau pupuk alami (bahasa Inggris: manure) dan (2) pupuk kimia atau pupuk
buatan (Ing. fertilizer). Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi
pupuk padat dan pupuk cair. Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan
kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk

3. Zat pengatur tumbuh (ZPT)


zat pengatur tumbuh (ZPT) adalah senyawa organik yang bukan nutrisi tanaman
yang dalam jumlah kecil atau konsentrasi rendah akan merangsang dan
mengadakan modifikasi secara kwalitatif terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa semua
hormon adalah zat pengatur tumbuh tetapi tidak sebaliknya karena ZPT dapat
dibuat atau disintesa oleh manusia tetapi hormon tidak
4. Pestisida
Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat,
atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang
diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti
serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap
mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa seharihari, pestisida seringkali disebut sebagai "racun".
5. Inokulasi
Inokulasi adalah bahan yang mengandung bakteri yang bersimbiosis dengan
tanaman dalam aktifitasnya dapat memperkaya unsure hara yang diperlukan oleh
tanaman, contohnya : rhizobiu

Kampak Pipa (Kampak Garan Pipa)

Kampak Pipa merupakan alat yang dapat digunakan untuk memilah kayu. Kampak jenis ini mempunyai
fungsi yang sama seperti jenis kampak biasa. Perbedaan yang mencolok dari Kampak Pipa dengan
Kampak Biasa yaitu pada garan yang digunakan. Kampak Pipa menggunakan garan dari besi pipa yang
langsung terintegrasi menjadi satu dengan inti kampak. Berbeda dengan kampak biasa yang
menggunakan garan kayu yang terpisah dari inti kampaknya. Nama Kampak Pipa itu sendiri diambil dari
nama kampak itu sendiri ditambahkan dengan pipa yang digunakan sebagai garannya. Sehingga untuk
memudahkan penamaannya maka kampak jenis ini diberi nama Kampak Pipa. Kampak pipa terbuat dari

besi baja asli dan menggunakan garan dari besi pipa seperti dijelaskan tadi. Sehingga kualitas dari
kampak ini tentunya terjamin. Untuk lebih jelasnya mengenai alat kampak pipa bisa dilihat pada gambar
di bawah ini.

Gambar: Kampak Pipa

Gambar: Kampak Pipa

Gambar: Kampak Pipa

Description: kampak pipa, kampak garan pipa, kampak menggunakan garan pipa
di 19.17 2 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Produk

Rabu, 24 Agustus 2011

Alat Pertanian Cangkul atau Pacul

Cangkul atau Pacul adalah satu jenis alat pertanian tradisional yang digunakan dalam proses
pengolahan tanah pada lahan pertanian. Cangkul digunakan untuk menggali ataupun untuk meratakan
tanah. Cangkul masih digunakan sehingga masa ini untuk menjalankan kerja-kerja menggali yang ringan
di kebun ataupun di sawah. Alat ini merupakan elemen penting dalam bidang pertanian terutama
pertanian ladang kering. Cangkul dibuat dari baja sehingga alat ini sangatlah kuat. Cangkul atau Pacul
merupakan gabungan dari bawak dan pacul itu sendiri. Bawak merupakan bagian kepala atau bagian
atas dari cangkul. Sedangkan pada bagian landepan atau bagian bawahnya sering kita sebut dengan
pacul juga. Pada bagian kepala terdapat lubang yang berfungsi untuk dipasangi garan pacul atau sering
disebut doran. Dengan dipasangnya doran akan mempermudah dalam menggunakan alat cangkul ini.
Untuk lebih jelas mengenai alat pertanian cangkul bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar : Cangkul atau Pacul

Gambar : Pacul dan Bawak

di 21.27 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Produk

Kamis, 02 Juni 2011

Pacul Sekop (Cangkul Untuk Alat Bangunan)

Pacul Sekop adalah alat yang digunakan oleh para pekerja bangunan untuk mencampur adonan pasir,
gamping dan semen. Alat ini bentuknya sama dengan alat pertanian cangkul, akan tetapi karena
kekuatan dari alat ini berbeda maka fungsinya pun berbeda. Pacul sekop ini cenderung lebih lentur di
bandingkan dengan alat pertanian cangkul. Karena memang bahan yang digunakan untuk membuat pun
berbeda diantara keduanya. Sehingga alat ini tidak dapat digunakan untuk mengolah atau membalik
tanah di ladang maupun sawah. Pacul sekop ini pun tidak berupa gabungan antara bawak dan pacul.
Tetapi langsung menyatu antara bagian kepala dan bagian ujungnya. Di bagian pegangan alat ini juga
menggunakan doran untuk memudahkan dalam penggunaannya. Untuk lebih jelas mengenai alat pacul
sekop ini bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar : Pacul Sekop

Gambar : Bagian Kepala Pacul Sekop

Gambar : Pacul Sekop

di 20.11 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Produk

Selasa, 29 Maret 2011

Pande Besi alias Blacksmith

Pande Besi atau dalam bahasa inggris kita mengenalnya dengan istilah blacksmith. Pande besi adalah
proses pembuatan alat-alat pertanian atau pun alat-alat lainnya yang berbahan utamakan besi dengan
cara ditempa untuk menghasilkan barang dengan daya guna tinggi. Barang-barang yang dihasilkan
antara lain yaitu arit, gathul,pacul, pethel, linggis, kampak, dan lain-lain. Dalam industri pande besi ini
terdiri dari 1 orang empu dan 2 orang atau lebih panjak. Empu yaitu orang yang kerjanya memegang besi
yang akan dibentuk sekaligus mengatur bagian mana yang harus ditempa agar menjadi bentuk alat
seperti yang di inginkan. Sedangkan panjakadalah orang yang kerjanya memukul atau menempa besi
yang akan dibuat tadi. Penempaan besi ini tergantung arahan dari empu. Bisa dikatakan empu ini
merupakan desainer dalam pande besi. Namun saat ini keberadaan industri pande besi ini sudah mulai
memudar. Hal ini karena telah adanya peralatan-peralatan modern buatan pabrik-pabrik besar. Seiring
berjalannya waktu, industri pande besi menjadi industri yang langka dan jarang kita temui lagi. Anda
masih bisa melihat bagaimana proses pembuatan alat-alat pertanian ini secara langsung dari awal besi
mentah hingga menjadi alat-alat pertanian yang mempunyai daya guna yang tinggi. Semoga industri
pande besi ini kan tetap bertahan di era globalisasi ini.

Gambar : Pande Besi

Gambar : Pande Besi

Video : Pande Besi HTN Alat Pertanian

di 05.58 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pande Besi

Senin, 21 Maret 2011

Alat Pertanian Arit Babatan

Arit Babatan adalah alat yang biasa digunakan untuk memanen padi. Arit ini mempunyai bentuk yang
tipis dan sangatlah ringan untuk di bawa. Dengan bentuk yang tipis ini maka arit ini akan sangat mudah
sekali untuk memanen padi dalam skala yang besar. Bentuk arit ini pun tentunya berbeda dengan aritarit yang lain. Arit babatan ini termasuk teknologi baru untuk memanen padi. Tidak seperti teknologi
sebelumnya dimana petani menggunakan ani-ani yang harus membutuhkan waktu yang lama untuk
memanen padi, dengan arit babatan ini petani bisa memanen padi mereka dengan mudahnya dan dalam
waktu yang cepat. Walaupun bentuknya tipis akan tetapi Arit babatan ini terbuat dari besi baja yang kuat
sehingga dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama dan juga kualitas yang terjamin pula tentunya.

Gambar : Arit Babatan

di 00.40 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Produk

Empu dalam pande besi

Empu adalah orang yang kerjanya membuat alat-alat pertanian dalam industri pande besi. Empu inilah
yang mendesain suatu alat pertanian yang terbuat dari besi. Dalam industri pande besi empu bisa di
ibaratkan seorang nahkoda kapal. Karena empu lah yang memposisikan besi yang akan di pukul
oleh panjak. Dia mengatur irama pukulannya apakah harus keras atau hanya ringan saja. Selain itu empu
juga mengatur pembakaran besi-besi yang di panaskan sebelum di pukul. Hanya orang-orang tertentu
saja yang bisa menjadi empu. Diperlukan keahlian khusus untuk menjadi seorang empu. Karena selain
harus mempunyai keahlian dalam mendesain alat pertanian empu juga haruslah orang yang mempunyai
fisik yang kuat dan juga harus punya kreativitas tinggi.

Gambar : Empu dalam pande besi

Gambar : Empu dalam pande besi

di 00.30 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pande Besi

Panjak dalam pande besi

Panjak adalah orang yang kerjanya sebagai memukul besi yang akan di buat menjadi alat pertanian
dalam industri pande besi. Para panjak ini menggunakan pemukul dari palu yang beratnya kira-kira 5 kg.
Dalam industripande besi panjak ini mempunyai peranan penting karena merupakan motor dari
pembuatan produk alat-alat pertanian ini. Jumlah panjak ini tergantung dari produk alat apa yang di buat.
Untuk pembuatan produk alat-alat kecil seperti betel, cuplik, dan tatahbiasanya hanya membutuhkan 2
orang panjak saja. Sedangkan untuk pembuatan produk alat-alat yang berukuran besar
seperti dandang dan kampak membutuhkan 3 sampai 4 orang panjak. Menjadi seorang panjak bukanlah

hal yang mudah. Tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan ini. Seorang panjak haruslah orang-orang
yang mempunya fisik yang kuat. Karena mereka bekerja di tempat yang panas karena dekat
dengan prapen sekaligus harus kuat mengangkat pemukulnya selama berjam-jam. Anda berminat
menjadi seorang panjak?

Gambar : Panjak

Untuk mengetahui jenis bentuk dan fungsi berbagai alat dan mesin pertanian mulai dari kegiatan
pertanian sampai panen.
B.Hasil
a.Alat pertanian tradisional
No

Nama alat

cangkul

Fungsi
untuk menggarap lahan,
yaitu untuk mencangkul

Prinsip kerja
Cangkul terbuat dari
besi atau baja, bemata

tanah, menggali tanah,


tajam,
meratakan tanah,
bergagang.Kayu yang
menghancurkan tanah,
agak panjang.
dan membersihkan rumput

Parang atau Golok

Parang Babat

Kampak

Bajak

Garu Paku

berguna sekali untuk


memotong kayu-kayu
yang berukuran kecil,
menebang bambu dll

Bagian besi yang


tajam dikenakan
dengan bagian yang
akan dipotong dengan
mengayunnya agak
kencang

untuk membabat semaksemak, alang-alang, dan


rerumputan. Dalam
membuka lahan baru, alat
ini banyak digunakan

Bentuknya yang agak


melekung
mempermudah
menyiangi rumput
dengan sedikit
mengerat yang akan
di tebas

menebang kayu yang


berukuran besar.Dalam
pembukaan lahan sangat
berguna untuk menebang
pohon

bagian yang tajam


pada alat ini
dikenakan pada
bagian kayu akan
dipotong

untuk memotong dan


membalikkan tanah yang
berukuran besar.

dengan mendorong
kearah depan bagian
besi yang tajam akan
menghancurkan atau
memotong tanah.

Menggemburkan tanah
dan memotong sisa sisa
tanaman yang tertinggal.

Susunan paku yang


mendapat gaya
tarikan ke depan akan
Menyebabkan paku
paku tersebut
menghancurkan bong
kahan tanah yang
habis di bajak

kuku kambing

Tajak

Sekop

Ani-ani

10

untuk menanam benih


disawah

untuk
rumput
berdiri

memasukkan bagian
yang tajam yang
berguna
melobangi,sekali gus
memasukkan benih
kedalam lobang

membersihkan Untuk membersihkan


pada
posissi rumput pada posissi
berdiri

untuk memindahkan
tanah, atau pun sampah

mendorong gagang
sekop kearah bawah
dan mengangkatnya

untuk memotong padi

bagian pisau yang


memotong batang
bulir satu persatu

Gambar alat-alat pertanian tradisional

Cangkul

Bajak

Parang atau Golok

Garu Paku

Parang babat

Kuku kambing

Kampak

Tajak

Sekop

Ani-ani

b.Alat pertanian modern


No

Nama alat

Compressed
Air Sprayer

Mesin
penghancur
biji dan
pengupas kulit
kakao

Bajak Piring

Seeder

Fungsi

Prinsip kerja

untuk memberantas hama


penyakit, gulma,
pemberiaan pupik dan
pengairan tanaman

menghancurkan
mengupas kulit.

biji

Ketika handle ditarik


maka foot klep akan
membuat tekanan ke
pump plunger sehingga
akan bergerak naik
turun lalu mendorong
cairan yang ada

dan masukkan bagian yang


akan diproses di bagian
atas lalu hasil akan
ditampung pada bagian
corong pengeluaran

untuk memotong dan


membalik tanah pada
pengolahan tanah pertama.

Setelah mesin
dihidupkan
letakkan
bajak piring nya diatas
tanah dimana bentuknya
emanng seperti piringan

Alat penanam (seeder)


berfungsi untuk meletakkan
benih yang akan ditanam
pada kedalaman dan jumlah
tertentu dengan
keseragaman yang relatif
tinggi.

Dengan menggerakan
mesin diatas lahan yang
akan ditanami, Lalu
mesin akan
mengeluarkan benih
dari bawah dan
memasukkanya

kelubang
Trealer merupakan alat
pertanian yang digunakan

Trealer

untuk mengangkut hasilhasil pertanian.

Biasa dikaitkan dengan


sepeda motor untuk
ditarik Trealernya yang
sudah diisi dengan hasil
panen
menggerakkan mesin di
atas lahan yang akan di
bajak atau digemburkan

Traktor

membajak sawah

Mesin
pengupas atau
mesin
penggiling

mengupas gabah menjadi


beras putih atau menggiling
beras

memasukkan gabah
yang akan di kupas lalu
mesin akan Memutar
dan mengupas gabah
tersebut

Mesin
Penumbuk
Ubi

Untuk menumbuk ubi


dengan cepat

Memasukkan ubi ke
lubang mesin, yang
berfungsi
menghancurkan ubi

10

Mesin Petik
Teh

Mesin
pengupas buah
kopi

Memetik pucuk teh.

mengupas buah kopi

Gambar alat-alat pertanian modern

Diangkat oleh beberapa


orang, kemudian mata
pisau dalam mesin
tersebut akan memotong
bagian atas pohon teh.
Lalu bagian yang telah
terpotong ditampung
oleh plastik dibelakang
mesin
Buah kopi segar di
masukkan melalui
hopper lalu
hasil Kupasan
ditampung dilubang
pengeluaran

Compressed Air
Sprayer

Seeder

Mesin pengupas

Mesin penghancur biji


dan pengupas kulit kakao

Trealer

Mesin Penumbuk Ubi

Bajak Piring

Traktor

Mesin Petik Teh

Mesin pengupas buah kopi


C. Pembahasan
Mempergunakan alat alat pertanian pada umumnya dan khususnya mempunyai berbagai
tujuan , misalnya : untuk mempercepat pekerjaan, untuk mengurangi biaya pengolahan, serta
untuk mencapai nilai kerja yang lebih tinggi atau lebih cepat.
Alat dan mesin pertanian dalam perkembangannya dapat dikelompokan dalam beberapa
kelompok, diantaranya :

Alat dan mesin pengolahan tanah


Alat dan mesin penanaman
Alat dan mesin pemeliharaan tanaman
Alat dan mesin panen
Alat dan mesin pasca panen.
Namun menurut yang membutuhkan dan kebiasaan daerah dibagi menjadi :
Alat tangan
Alat yang ditarik dengan ternak
Alat dengan tarikan mesin

Alat Pertanian Tradisional & Modern : Bahasa Jawa

Piranti Tetanen Tradisional

Pacul
Pacul digunakake kanggo ndhudhug lemah, kanggo ngresiki suket utawa kanggonembok gal
engan

Luku
Sawijining piranti kanggo ngempukake lemah sadurunge tandur lan sebar winih

Garu
Gunanipun alat menika kagem ngretakake lemah saderengipun di tanduri

Sorok
Sawijining piranti kanggo matun utawa ngresiki suket ing sela selanipun tanduran

Ani-ani
Lading cilik ingkang gunanipun kagem manen pari

Arit
lading kanggo manen pari lan ngresiki suket ing galengan

Gebotan
Piranti kanggo misahaken damen kalian gabah .

Piranti Tetanen Modern

Traktor
Gunanipun sami kalian luku yaiku digunakake kanggo ngenpukake lemah saderengipuntand
ur lan sebar winih .

Mesin Transplanter
Mesin kang digunakake kanggo tandur winih .

Mesin Reaper lan Binder


Digunakake kanggo manen pari lan uga ngiket pari supaya bisa di lebokake ing bagor.

Mesin Tleaser
Mesin meniko digunakaken kanggo misahake damen kalian gabah .

Mesin Combine
Digunakake kanggo manen, ngrontokake, lan madahake gawah ing bagor.