Anda di halaman 1dari 53

LAPTER By : Tukimun, ST.

,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

PENENTUAN ARAH LANDAS PACU


(RUNWAY)
Runway (landas pacu) : bagian dari lapangan terbang yang disediakan
untuk pertolakan (take off) dan pendaratan (landing) pesawat terbang.
PERSYARATAN PENENTUAN ARAH LANDAS PACU (RUNWAY) ADA 2 MACAM
YAITU:
1. ARAH ANGIN DOMINAN
2. KETERSEDIAAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN BANDAR UDARA.
POSISI ARAH LANDASAN HARUS MENGACU PADA KONDISI ARAH ANGIN
DOMINAN DI KAWASAN LOKASI TERSEBUT UNTUK MENGHINDARI
TERJADINYA ANGIN SAMPING (CROSS WIND) YANG MEMBAHAYAKAN
PENERBANGAN PESAWAT. PENENTUAN ARAH ANGIN DOMINAN DENGAN
CARA METODE MAWAR ANGIN (WIND ROSE).
KETERSEDIAAN LAHAN PEMBANGUNAN BANDAR UDARA HARUS SESUAI
DENGAN KONDISI ARAH ANGIN DOMINAN, MENGINGAT LAHAN YANG
AKAN DIBEBASKAN UNTUK PEMBANGUNAN BANDAR UDARA TERSEBUT
ARAHNYA MEMANJANG ARAH RUNWAY PESAWAT.
LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

PERHITUNGAN MAWAR ANGIN (WIN ROSE)


LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN:

1. MENGUMPULKAN DATA KECEPATAN DAN ARAH ANGIN DI LOKASI STUDI


2. MEMBUAT PROSENTASE ARAH ANGIN DAN KECEPATANNYA.
3. MENGGAMBAR MAWAR ANGIN SESUAI DENGAN KECEPATAN
ANGINNYA. MISALKAN KECEPATAN 10 KNOT (11,5 MPH) = 1 CM.
4. MENENTUKAN STANDART CROSS WIND YANG DIIJINKAN (ANNEX 14 EDISI
VIII MARET 1983) :
ARFL > 1500 m = 20 KNOT
ARFL 1200 S/D 1499 M = 13 KNOT
ARFL < 1200 M = 10 KNOT
5. MELAKUKAN UJI COBA ARAH ANGIN DOMINAN DENGAN
MENGGAMBAR GARIS TENGAH BERPOTONGAN DENGAN PUSAT
WINROSE DAN TARIK GARIS SEJAJAR GARIS TENGAH SEJAUH NILAI
CROSS WIND YANG DIIJINKAN.
6. HITUNG PROSENTASE ARAH ANGIN SESUAI UJI COBA ARAH ANGIN DAN
PILIHLAH PROSENTASE ARAH ANGIN YANG DOMINAN SEBAGAI ARAH
LANDAS PACU YANG DIREKOMENDASIKAN.

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

DATA ANGIN:

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

MENGGAMBAR WIND ROSE


SESUAI ARAH YANG
DIINGINKAN

0 0-6

6-25

25-50

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

50-70

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

PENULISAN ARAH LANDAS PACU :


ADA KAIDAH-KAIDAH YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENULISAN
ARAH LANDAS PACU BANDAR UDARA :
Nama landas pacu diambil dari arahnya dengan pembulatan
ke puluhan terdekat, contoh: 36 untuk landas pacu yang
mengarah ke 360 derajat (utara). Karena sebuah landas pacu
bisa dipakai dua arah, penamaan pun ada dua dengan selisih
18.
Contoh: landas pacu 09/27.
Apabila bandara memiliki beberapa landas pacu dengan
arah sama, akan diidentifikasi dengan penambahan huruf L,
C, dan R untuk Left, Center, dan Right (kiri, tengah, kanan)
yang ditambahkan di akhir. Contoh: landas pacu 02R/20L.

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

PERHITUNGAN
PANJANG LANDAS PACU (RUNWAY)/ARFL
Pada dasarnya setiap pesawat dilengkapi dengan Kebutuhan Panjang
Landas Pacu minimal yang harus disiapkan menurut standart Pabrik
pembuat pesawat tersebut. Namun tentunya diperlukan koreksi terhadap
panjang landas pacu tersebut sesuai dengan kondisi lingkungan bandar
udara tempat pesawat melakukan kegiatan takeoff dan landing yang
meliputi:

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

Diketahui sebuah bandar udara memiliki pesawat rencana B747-100


dengan Karakteristik pesawat:
ARFL pesawat 3506,5 meter.
Wingspand 59,64 meter
OMGWS 12,12 meter
Kondisi lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Ketinggian lokasi dari muka air laut
= 732 meter
2. Kemiringan / Gradien Efektif (s)
= 1,20 %
3. Temperatur Udara (T)
= 21 derajat Celcius
4. Kondisi Angin Permukaan
= 20 Knot

Maka:
1. Hitunglah panjang landasan ketika kondisi Take Off
2. Hitunglah Panjang landasan ketika kondisi Landing
TENTUKAN PANJANG LANDAS PACU (RUNWAY) YANG DIGUNAKAN
DALAM PERENCANAAN....!!!!
LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

MAKA DARI DATA DIATAS DAPAT DIHITUNG


PANJANG LANDAS PACUNYA:

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

(AERODROME REFERENCE CODE)


(ARC)

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

PENGGOLONGAN KODE RUNWAY

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

DATA KARAKTERISTIK
PESAWAT B.747-100
LAPTER By : Tukimun, ST.,MT
LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

Diketahui Suatu bandar udara memiliki ARFL sebesar 1400 meter dan
didarati pesawat DC 3 dengan bentang sayap 28,8 m dan jarak
terluar roda pendaratan utama adalah 5,8 meter. Maka tentukan
klasifikasi bandar udara (ARC) tersebut?

Elemen I (Panjang ARFL):


Dari bacaan tabel panjang ARFL 1400 meter = kode huruf III
Elemen II (Karakteristik Pesawat):
Dari bacaan tabel :
Lebar Sayap
= 28,8 meter
Jarak Roda utama
= 6,2 meter
Masuk dalam Kode Angka C

Maka ARC bandara tersebut adalah Kodenya III.C

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

MENGHITUNG DECLARED DISTANCE


Declared Distance adalah Jarak Operasional yang harus diketahui oleh
pilot untuk tujuan take off, landing atau pembatalan take off yang
aman.

1. Take Off Run Avaliable (TORA)


TORA adalah panjang runway yang tersedia untuk meluncur (groud
run) bagi pesawat yang take off. Pada umumnya TORA adalah
panjang keseluruhan dari Runway tidak termasuk Stopway atau
Clearway.
TORA = Panjang Runway Total
2. Take Off Distance Available (TODA)
TODA adalah Jarak yang tersedia bagi pesawat terbang untuk
menyelesaikan Ground run, Lift off dan initial climb hingga ketinggian
35 Ft.
TODA = TORA + Clearway

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

3. Accelerate Stop Distance Available (ASDA)


ASDA adalah Panjang Take Off Run yang tersedia ditambah dengan
panjang Stop Way .
ASDA = TORA + Stopway
4. Landing Distance Available (LDA)
LDA adalah panjang runway yang tersedia untuk ground run
pesawat yang melakukan kegiatan landing. LDA dimulai dari Runway
Treshold dan tidak termasuk Stopway dan Clearway.
LDA = Panjang Runway

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

RESA
SWY
Shoulders

= Runway End Safety Area


= Stop Way
= Bahu Landasan

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

1. Structural Pavement
Merupakan perkerasan struktur yang memikul beban pesawat untuk
kegiatan manufer, kendali, stabilitas dan kriteria dimensi dan operasi
lainnya.
2. Shoulders

Merupakan Bahu landas pacu yang terletak di sisi kiri dan kana
runway yang berfungsi menahan erosi hembusan jet dan sebagai
transisi antara landasan dengan permukaan tanah didekatnya.
Tabel Lebar Shoulders :

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

3. Blast Pad
Suatu daerah yang dirancang untuk menceggah erosi permukaan
yang berdekatan dengan ujung Runway yang menerima hembusan
jet yang berulang.
Menurut ICAO :
Panjang Standart Normal Blast Pad
= 100 ft (30 meter)
Panjang Untuk Pesawat Transport
= 200 ft (60 meter)
Panjang Pesawat berbadan besar
= 400 ft (120 meter)
Lebar Blast Pad
= Lebar R/w
4. Runway End Safety Area (RESA)
Merupakan suatu daerah simetris yang merupakan perpanjangan
landas pacu yang berfungsi sebagai daerah aman untuk proses take
off dan landing pesawat. RESA harus bersih dari benda-benda yang
mengganggu, Rata, dan diberi drainase yang baik.
Panjang minimum RESA
= 90 meter
Lebar RESA
= Tidak kurang dari 2x Lebar R/W
Panjang RESA (Kode 3 & 4)
= 240 meter
Panjang RESA (Kode 1 & 2)
= 120 meter

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

Tabel RESA berdasarkan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara


SKEP/77/VI/2005

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

1. STOP WAY
Daerah persegi empat diujung take off run yang disediakan sebagai
tempat berhenti ketika terjadi pembatalan take off pesawat.
Lebar Stop Way
= Lebar R/w + (2x Shoulders)
Panjang Stop Way
= minimum 60 meter sebelum ujung R/w Strip
2. CLEAR WAY

Merupakan daerah berupa tanah atau air di ujung take off run yang
berada dalam kontrol aerodrome yang dipersiapkan sebagai area yang
cukup bagi pesawat untuk mengudara pada ketinggian tertentu.
Menurut ANEX 14, Dimensi Clearway sebagai berikut:
Lebar Clearway (Kode 3 & 4) = Tidak boleh kurang 150 meter
Lebar Clearway (Kode 2)
= Tidak boleh kurang 80 meter
Lebar Clearway 9Kode 1)
= Tidak boleh kurang 60 meter
Panjang Clearway tidak boleh melebihi 0,25% x TORA
Kemiringan Menanjak
= 1,25%
Kemiringan menurun
= 2,5%

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

3. TRESHOLD
Bagian awal Runway yang digunakan untuk pendaratan ataupun
lepas landas pesawat. Letak Treshold harus ditempatkan tidak kurang
30 meter dari titik approach surface pesawat bertemu dengan garis
tengah runway yang diperpanjang.
4. TURN PAD
Area diujung landas pacu yang digunakan untuk memutar pesawat.
Area ini harus bisa memfasilitasi pesawat memutar 180 derajat.

Tabel Lebar Turn Pad :

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

5. RUNWAY STRIP
Suatu Luasan bidang tanah yang menjadi daerah landas pacu yang
penentuannya tergantung pada panjang landas pacu dan jenis
instrument pendaratan yang dilayani yang berfungsi untuk melindungi
pesawat yang terbang diatasnya saat melakukan take off dan
landing.
Tabel Runway Strip :

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

CONTOH PERHITUNGAN:
Direncanakan Bandar Udara dengan Data sebagai berikut:
ARFL Koreksi
= 4202 meter
Kode Runway (ARC)
= 4E
Rencanakan Geometri dari Landas Pacu Bandar Udara Tersebut
lengkap dengan Perhitungan Clearway, Air Strip, Stop Way, Shoulder
serta Pehitungan Declared Distancenya....!!!!

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

Tabel Lebar Shoulders :

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

d. Stop Way
Panjang
Lebar

= 300 meter (minimal 60 m sebelum ujung runway strip)


= Lbr R/w + 2 x Shoulders
= 45 + (2x7,5) = 60 meter

e. Clear Way

Panjang
Lebar

= 0,25 x TORA
= 0,25 x 4202 = 1.050,5 meter dibuat 1000 meter
= 150 meter (Kode 4)

f. RESA
Panjang
Lebar

= 240 meter (Kode 4)


= 2 x Lbr R/w = 2 x 45 m = 90 meter

g. TRESHOLD
Panjang
Lebar

= 60 meter (Lbr R/w + 2 x Bahu)


= 1,8 meter

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

CWY = CLEARWAY
SWY = Stop way

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

MENGHITUNG PANJANG R/W DALAM BEBERAPA KONDISI

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

CONTOH PERHITUNGAN:

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

KEMIRINGAN RUNWAY

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT

LAPTER By : Tukimun, ST.,MT


LAPTER By : Tukimun, ST.,MT