Anda di halaman 1dari 37

DASAR-DASAR TEKNIK

STERILISASI
Dr. Mudatsir, M. Kes
Bagian Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Syiah Kuala
Senin, 26 Maret 2012

Beberapa istilah
Antisepsis
Mencegah pertumbuhan atau aktivitas
mikroorganisme baik dengan cara
menghambat atau membunuh; dipakai
untuk zat-zat kimia terhadap jaringan
yang hidup
Antiseptik
Zat kimia yang dipakai untuk maksud
antisepsis

Desinfeksi
Membunuh mikroorganisme patogen
(kecuali spora kuman) dengan cara fisik
atau kimia; dilakukan terhadap benda
mati
Desinfektan
Zat (biasanya kimia) yang dipakai
untuk maksud desinfeksi
Sterilisasi
Setiap proses (kimia atau fisik) yang
bertujuan mematikan semua
mikroorganisme yang hidup
www.themegallery.com

Cide (sid)
Akhiran untuk menunjukkan bahwa zat
(biasanya kimia) yang dipakai mampu
membunuh mikroorganisme
- bakterisid, virusid, sporosid
Statik
Akhiran untuk menunjukkan bahwa zat
(biasanya kimia) yang dipakai, mampu
mencegah pertumbuhan organisme tapi
tidak membunuhnya
-bakteriostatik, fungistatik
Company Logo
www.themegallery.com

Sebab utama perlunya


sterilisasi
Mencegah terjadinya infeksi
Mencegah makanan menjadi rusak
Mencegah kontaminasi
mikroorganisme dalam industri
Mencegah kontaminasi terhadap
bahan- bahan yg dipakai dalam
pengerjaan biakan murni.

www.themegallery.com

Company Logo

Hepatitis C virus
Clostridium difficile
Cryptosporidium
Helicobacter pylori
E.coli 0157:H7
Antibiotic-resistant microbes

(MDR-

TB, VRE, MRSA)


SARS Coronavirus
Bioterrorism agents (anthrax,
plague, smallpox)

Potential for secondary


spread through contaminated
surgical instruments

Different Kinds of Bacteria Death


Total cell count

1. Bacteriostatic
Log Cell #

2. Bacteriocidal

Viable cell count

3. Bacteriolytic
Time

Macam-macam Teknik
Sterilisasi
Sterilisasi
Sterilisasi
Sterilisasi
Sterilisasi

www.themegallery.com

Panas/Fisik
Filtrasi
Radiasi
Kimia

Company Name

1. Sterilisasi dengan cara


Panas
1) Panas Kering

a. Pembakaran
(inceneration)
- 100% efektif
- Terbatas
penggunaannya:
ose dan sengkelit

Teknisk Sterilisasi pada Perbenihan


Mikroba

- menggunakan
oven suhu 160180 C
- Waktu relatif lama;
1-2 jam
- Digunakan untuk
alat-alat yang
tahanpanas
( petridis, pipet,
tabung reaksi,
labu erlenmayer,
dll)

Hubungan antara waktu sterilisasi dengan suhu


(Oven)
Suhu (C)

Waktu (menit)

121
140
150
160
170

1080-1440
180
150
120
60

Company Logo

2) Panas Basah
a. Otoklaf
- menggunakan suhu 121 C dan tekanan 15 lbs (1
atm), waktu 15 menit
- Cara kerjaterjadi koagulasi
- Untuk mengetahui autoklaf berfungsi dengan
baik
digunakan Bacillus stearothermophilus
- Bila media yang telah distrerilkan diinkubasi
selama 7 hari berturut-turut selama 7 hari:
- Media keruh otoklaf rusak
- Media jernih otoklaf baik

www.thmemgallery.com

Company Logo

Autoclaving
Pressure applied to boiling water
prevents steam from escaping
Boiling temperature increases as
pressure increases
Autoclave conditions 121C, 15 psi,
15 minutes

Autoclave

Keterkaitan antara suhu dan tekanan


dalam autoklaf
Tekanan(lb)
0
5
10
15
20
30
50

Suhu (C)
100
109
115
121
126
135
146

b. Boiling (Memasak Air)


- Teknik disinfeksi termurah
- Waktu 15 menit setelah air
mendidih
- Beberapa bakteri tidak terbunuh
dengan teknik ini: Clostridium
perfingens dan Cl. botulinum

www.themegallery.com

Company Logo

c. Pasteurisasi
- Pertama dilakukan oleh L. Pasteur
- Digunakan pada sterilisasi susu
- Membunuh kuman: tbc, brucella,
Streptokokus, Staphilokokus,
Salmonella, Shigella dan difteri
(kuman yang berasal dari
sapi/pemerah)
-Suhu 65 C 30 menit

2. Sterilisasi dengan Cara Kimia


Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada
disinfeksi kimia
Rongga (space)
Sebaiknya bersifat membunuh (germisid)
Waktu (lamanya) disinfeksi harus tepat
Pengenceran harus sesuai dengan anjuran
Solusi yang biasa dipakai untuk
membunuh spora kuman biasanya bersifat
sangat mudah menguap
Sebaiknya menyediakan hand lation
merawat tangan setelah berkontak
dengan disinfekstan

Faktor-faktor yang mempengaruhi


sterilisasi dengan cara kimia:
1. Jenis bahan yang digunakan
2. Konsentrasi bahan kimia
3. Sifat Kuman
4. pH
5. Suhu

Kriteria desinfeksi/Antiseptik
yang ideal:
Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi
mikroorganisme pada suhu kamar
Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan
organik, pH, temperatur dan kelembaban
Tidak toksik pada hewan dan manusia
Tidak bersifat korosif
Tidak berwarna dan meninggalkan noda
Tidak berbau/baunya disenangi
Bersifat biodegradable/mudah diurai
Larutan stabil
Mudah digunakan dan ekonomis
Aktivitas berspektrum luas

Beberapa Zat Kimia yang sering


digunakan untuk sterilisasi
Alkohol
- Paling efektif utk sterilisasi dan desinfeksi
- Mendenaturasi protein dengan jalan
dehidrasi membran sel rusak & enzim tdk
aktif
Halogen
- Mengoksidasi protein kuman
Yodium
- Konsentrasi yg tepat tdk mengganggu kulit
- Efektif terhadap berbagai protozoa
Company Logo

Klorin
- Memiliki warna khas dan bau tajam
- Desinfeksi ruangan, permukaan serta
alat non bedah
Fenol (as. Karbol)
- Mempresipitasikan protein secara aktif,
merusak membran sel menurunkan
tegangan permukaan
- Digunakan sebagai standar pembanding
untuk menentukan aktivitas suatu
desinfektan

Hidrogen Peroksida (H2O2)


- Efektif dan nontoksid
- Molekulnya tidak stabil
- Menginaktif enzim mikroba
Gas Etilen Oksida
Mensterilkan bahan yang terbuat
dari plastik

www.thmemgallery.com

Company Logo

3. Sterilisasi dengan Radiasi


Sinar Ungu Ultra (Ultraviolet)
- Memiliki daya antimikrobial sangat
kuat
- Daya kerja absorbsi as. nukleat
- Panjang gelombang: 220-290 nm
paling efektif 253,7 nm
- Kelemahan penetrasi lemah

Sinar Gamma
Daya kerjanya ion bersifat hiperaktif
Sering digunakan pada sterilisasi bahan
makanan, terutama bila panas
menyebabkan perubahan rasa, rupa atau
penampilan
Sterilisasi dengan sinar gamma disebut
juga sterilisasi dingin

4. Sterilisasi dengan Cara


Penyaringan
Menyaring cairan
- Digunakan untuk bahan yang peka
terhadap panas: serum, urea, enzim, toxin
- Menggunakan berbagai filter
-Saringan Sietz asbes
-Berkefeld tanah diatomae
-Chamberland porselen
-Fritted glass filter serbuk gelas
-Cellulose Asetat pada industri
minuman

Figure 1. Filtration of a mixture of bacteria and viruses. If a mixture of viruses


and bacteria are filtered through a bacterial-proof filter (red), the viruses will pass
through into the filtrate in the flask. Filtered beer is produced by a similar process.

Filtration

Figure 9.9a

- Banyak filtrat tersisa pada saringan


- Virus lolos dan
- Filter hanya sekali pakai

Menyaring udara
Menggunakan penyaring HIPA (HighEfficiency Particulate Air)
Filter terdiri dari lipatan selulose
asetat
Memungkinkan udara tersaring bebas
dari debu dan bakteri
Sistem pengaliran udara menggunakan
laminar flow bench udara yang masuk
tersaring lebih dahulu.

Laminar Air Flow