Anda di halaman 1dari 11

Makalah

Plasmodium vivax

Mata kuliah : Parasitologi

FAKULTAS SAINS DAN FARMASI


UNIVERSITAS MATHLAUL ANWAR
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok
protista uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus
hidupnya dapat membentuk sejenis spora. Sporozoa hidup sebagai parasit
pada tubuh hewan dan manusia. Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena
melibatkan lebih dari satu inang. Dalam siklus hidupnya, sporozoa
membentuk spora dalam tubuh inang. Selain itu, pada siklus hidup juga
terjadi sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel secara berulang ulang
sehingga dihasilkan banyak inti yang masing masing dikelilingi oleh
sitoplasma dan terbentuklah individu baru.
Sporozoa genus plasmodium adalah parasit intraseluler dengan habitat
dalam sel darah merah dan habitat lainnya dalam sel jaringan lain. Penularan
ke manusia terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles betina penghisap darah
dari berbagai spesies.
Pergerakannya

dilakukan

dengan

cara

mengubah

kedudukan

tubuhnya. Tubuh berbentuk bulat panjang atau lonjong. Pada umumnya


bersifat farasit dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.
Respirasi dan ekskresi dilakukan dengan cara difusi. Makanan diperoleh
dengan cara menyerap zat makanan dari hospesnya. Reproduksi dapat secara
vegetative dan generative. Salah satu contoh spesies dari Sporozoa yaitu
Plasmodium vivax, salah satu penyebab malaria tertiana.
Inang dari Plasmodium penyebab penyakit malaria adalah nyamuk
Anopheles betina. Plasmodium hidup sebagai parasit pada sel-sel darah
merah manusia atau vertebrata lainnya. selama hidupnya, Plasmodium
tersebut mengalami dua fase, yakni fase sporogoni dan fase skizogoni. Fase
sporogoni terjadi didalam tubuh nyamuk Anopheles betina, sedangkan fase
skizogoni berlangsung didalam tubuh manusia.

1.2

Tujuan Penulisan makalah

1. Untuk mengetahui taksonomi dari Plasmodium vivax


2. Untuk mengetahui reproduksi serta siklus hidup dari Plasmodium vivax
3. Untuk mengetahui nama penyakit dan gejala jika terinfeksi oleh
Plasmodium vivax
4. Untuk mengetahui pencegahan perkembangan Plasmodium vivax
5. Untuk mengetahui pengobatan dari parasit Plasmodium vivax

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Taksonomi Plasmodium vivax


Plasmodium vivax adalah protozoa parasit yang patogen yang sering dan
didistribusikan secara luas sebagian besar menyebabkan malaria. Plasmodium
vivax merupakan salah satu dari jenis parasit malaria yang sering menginfeksi
manusia. Plasmodium Vivax termasuk ke dalam anggota filum Sporozoa yang
tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, tubuh terbentuk bulat atau bulat
panjang.
Taksonomi :
Kingdom

: Protista

Phylum

: Apicomplexa

Class

: Aconoidasida

Ordo

: Haemosporida

Family

: Plasmodiidae

Genus

: Plasmodium

Spesies

: Plasmodium vivax

Plasmodium termasuk kedalam kelas Sporozoa, kelas sporozoa ini


mempunyai ciri-ciri bersel satu ( berukuran mikroskopis ) dan berkembangbiak
dengan perantaraan spora-spora, dari anggota kelas sporozoa ini mempunyai
sifat yang sama yaitu :
1) Hidup sebagai parasit
2) Tidak mempunyai alat untuk bergerak.
3) Pembiakan dengan pembentukan spora.
4) Tidak ada Vakuola kontraktil

2.2 Reproduksi dan Siklus hidup Plasmodium vivax


Plasmodium vivax dapat bereproduksi baik secara aseksual (vegetatif) dan
seksual (generatif), tergantung pada tahap siklus hidupnya. reproduksi aseksual
terjadi saat Plasmodium vivax hidup di dalam tubuh manusia sedangkan fase
seksualnya terjadi pada tubuh nyamuk anopheles.
Adapun siklus hidupnya sebagai berikut :
1. Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia
kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.
2. Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama 3 hari.
3. Sporozoit membelah menjadi 8 32 merozoit, keluar dari hati kemudian
menginfeksi sel hati lain dan membentuk merozoit baru. Akibatnya sel
hati banyak yang rusak.
4. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam
jumlah banyak.
5. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam
jumlah banyak.
6. Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap darah
penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut
terhisap dan masuk ke dalam usus nyamuk. Di dalam usus nyamuk
makrogametosit danmikrogametosit berkembang menjadi makrogamet
(ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya dinamakan gametogonia
atau gametogenesis. Fertilisasi terjadi di dalam usus sehingga
terbentuklah zigot (ookinet).
7. Zigot (ookinet) selanjutnya akan menembus dinding usus dan untuk
sementara akan menetap, terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk
(ookista)
8. Di dalam ookista, zigot akan membelah berulang kali sehingga terbentuk
sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit.
9. Jika ookista telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar
ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah.
10. Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu
nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah.

2.3 Nama penyakit dan Gejala


Penyakit yang ditimbulkan akibat terinfeksi Plasmodium vivax adalah
penyakit malaria. Penyakit malaria yang ditemukan berdasarkan gejala-gejala
klinis dengan gejala utama demam mengigil secara berkala dan sakit kepala
kadang-kadang dengan gejala klinis lain sebagai berikut :
1. Badan terasa lemas dan pucat karena kekurangan darah dan berkeringat.
2. Nafsu makan menurun.
3. Mual-mual kadang-kadang diikuti muntah.
4. Sakit kepala yang berat, terus menerus.
5. Dalam keadaan menahun (kronis) gejala diatas, disertai pembesaran
limpa.
6. Malaria berat, seperti gejala diatas disertai kejang-kejang dan penurunan.
7. Pada anak, makin muda usia makin tidak jelas gejala klinisnya tetapi
yang menonjol adalah mencret (diare) dan pusat karena kekurangan
darah (anemia).
8. Gejala klasik malaria biasanya terdiri atas 3 stadium yang berurutan
yaitu :
a. Stadium dingin (cold stage)
Stadium ini mulai dengan menggigil dan perasaan yang sangat
dingin. Gigi gemeretak dan penderita biasanya menutup tubuhnya
dengan segala macam pakaian dan selimut yang tersedia nadi cepat
tetapi lemah. Bibir dan jari jemarinya pucat kebiru-biruan, kulit
kering dan pucat. Penderita mungkin muntah dan pada anak-anak
sering terjadi kejang. Stadium ini berlangsung antara 15 menit
sampai 1 jam.

b. Stadium demam (Hot stage).


Setelah merasa kedinginan, pada stadium ini penderita merasa
kepanasan. Muka merah, kulit kering dan terasa sangat panas seperti
terbakar, sakit kepala menjadi-jadi dan muntah kerap terjadi, nadi
menjadi kuat lagi. Biasanya penderita merasa sangat hasil dan suhu
badan dapat meningkat sampai 41C atau lebih. Stadium ini
berlangsung antara 2 sampai 4 jam. Demam disebabkan oleh

pecahnya sison darah yang telah matang dan masuknya merozoit


darah kedalam aliran darah.

c. Stadium berkeringat (sweating stage)


Pada stadium ini penderita berkeringat banyak sekali sampai-sampai
tempat tidurnya basah. Suhu badan meningkat dengan cepat, kadangkadang sampai dibawah suhu normal. Penderita biasanya dapat tidur
nyenyak. Pada saat bangun dari tidur merasa lemah tetapi tidak ada
gejala lain, stadium ini berlangsung antara 2 sampai 4 jam. Gejalagejala yang disebutkan diatas tidak selalu sama pada setiap
penderita, tergantung pada species parasit dan umur dari penderita.

2.4 Pencegahan Malaria / Infeksi Plasmodium vivax


Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyakit
malaria yang dibawa oleh nyamuk ialah :
1. Menghindari/mengurangi

gigitan

nyamuk

anopheles

dengan

pemakaian kelambu, kawat nyamuk dan obat nyamuk.


2. Membunuh nyamuk dewasa dengan menggunakan insektisida
3. Membunuh jentik baik secara kimiawi (larvasida ) maupun secara
biologik (ikan pemakan jentik, tumbuhan).
4. Mengurangi tempat perindukan (source reduction) dengan modifikasi
dan manipulasi lingkungan. Modifikasi dilakukan seperti menimbun
tempat-tempat
manipulasi

tergenang

atau

merupakan upaya

mengeringkannya
mengubah

keadaan

sedangkan
lingkungan

sedemikian rupa sehingga tidak cocok untuk perkembangan.


5. Mengobati penderita malaria.

2.5 Pengobatan Malaria


Tujuan pengobatan secara umum adalah untuk mengurangi kesakitan,
mencegah kematian, menyembuhkan penderita dan mengurangi kerugian
akibat sakit. Selain itu upaya pengobatan mempunyai peranan penting yaitu
mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit dari seorang yang

menderita malaria kepada orang-orang sehat lainnya. Pengobatan malaria yang


tidak tepat dapat menyebab resistensi, sehingga menyebabkan meluasnya
malaria.
Adapun obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati malaria adalah
klorokuin dan primaquin

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Plasmodium vivax adalah protozoa parasit yang pathogen yang sering dan
didistribusikan secara luas sebagian besar menyebabkan malaria. Plasmodium
vivax merupakan salah satu dari enam jenis parasit malaria yang sering
menginfeksi manusia.
Manusia merupakan hospes perantara parasit ini , sedangkan hospes
definitifnya adalah nyamuk Anopheles betina.
Plasmodium vivax menyebabkan penyakit malaria vivaks, dapat juga disebut
malaria tersiana.

B. Saran
Kami mengaharap dan menghimbau kepada para pembaca apabila ada
kesalahan atau kekeliruan baik kata-kata atau penyusunan agar memberikan saran
dan kritik yang bisa mengubah penulis kearah yang lebih baik dalam penulisan
makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Brooks, Geo. F.. (2012). Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: EGC


Cross, C. 2004. The Life Cycle of Anopheles Mosquitoes.
http://malaria.welcoome.ac.uk/mosquito. Diakses pada tanggal 28 Mei
2010.

Sudoyo, A. 2006. Ilmu Penyakit Dalam. Pusat penerbitan Ilmu Penyakit Dalam
FKUI: Jakarta.
http://drwarnilover.blogspot.com/2011/10/plasmodium-vivax.html
http://11gorys.blogspot.com/2012/05/makalah-sporozoa.html
Brown, Gerald W.1989.Dasar Parasitologi Klinis.Gramedia:Jakarta
http://malariana.blogspot.com/