Anda di halaman 1dari 16

PENGEMBANGAN

LAHAN BASAH

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Indonesia merupakan negara yang memiliki


ekosistem lahan basah (wetlands) yang
terluas di Asia Tenggara yakni sekitar 37
juta Ha, sehingga menempatkan Indonesia
sebagai salah satu kawasan terkaya di
dunia dalam hal potensi keanekaragaman
hayati yang terkandung didalamnya, baik
secara ekologis maupun ekonomis.

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

tipologi lahan basah Indonesia


secara garis besar

lahan basah pesisir dan lautan

lahan basah Rawa

Lahan basah dataran sungai

Lahan basah danau

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Pengertian

Lahan basah adalah wilayah rawa,


lahan gambut, dan air, baik alami
maupun buatan, bersifat tetap atau
sementara, berair ladung (stagnant,
static) atau mengalir yang bersifat
tawar, payau, atau asin, mencakup
wilayah air marin yang di dalamnya
pada waktu surut tidak lebih
daripada enam meter.

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Lahan basah merupakan wilayah


yang memiliki tingkat
keanekaragaman hayati yang tinggi
dibandingkan dengan kebanyakan
ekosistem.

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Mengingat nilainya yang


tinggi itu, di banyak
negara lahan-lahan
basah ini diawasi dengan
ketat penggunaannya
serta dimasukkan ke
dalam program-program
konservasi dan
rancangan pelestarian
keanekaragaman hayati.

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Fungsi Lahan Basah

Mengingat cukup bervariasinya tipe


dan sifat ekosistem lahan basah
Indonesia, maka ekosistem lahan
basah tersebut mempunyai potensi
yang sangat besar untuk dapat
dikembangkan pemanfaatannya
secara berkelanjutan.

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Fungsi Lahan Basah

Secara garis besar :


1.
2.

3.

Memenuhi Kebutuhan Dasar Manusia


Sumber Pendapatan dan Kesempatan
Kerja Produk hutan dikawasan lahan
basah merupakan komoditi yang
dapat memberikan penghasilan
Penyangga dan Pendukung sistem
kehidupan (life supporting system)

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Fungsi Lahan Basah

a. Mencegah banjir
b. Mencegah abrasi pantai
c. Mencegah intrusi air laut
d. Menghasilkan material alam yang bernilai
ekonomis
e. Sebagai sarana transportasi
f. Sebagai lokasi pendidikan dan penelitian
g.bercocok tanam
h.pembangkit listrik

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Tidak semua ciri (characteristic) ada


pada tiap lahan basah. Maka tidak
semua lahan basah dapat
menjalankan semua fungsi dan tidak
semua fungsi dapat dikerjakan sama
di tiap lahan hasah (Dugan, 1990).

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Menurut Dugan (1990), fungsi lahan basah ialah:


Pengisian kembali air tanah, yang terutama
dijalankan oleh dataran banjir, rawa air tanah,
danau, lahan gambut dan hutan rawa.
Pelepasan air tanah
Penambatan sedimen, bahan beracun dan hara
Rekreasi dan turisme
Pengendalian banjir, yang dijalankan oleh
semua bentuk lahan basah, kecuali sistem
pantai terbuka (Dijalankan Oleh semua bentuk
lahan basah).

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Pengukuran garis tepilaut (shoreline) dan


pengendalian erosi, yang terutama dijalankan
oleh estuari, kewasan mangrove, sistem pantai
terbuka, dataran banjir dan rawa air tawar.
Ekspor biomassa, yang dijalankan oleh semua
bentuk lahan basah, kecuali lahan gambut.
Perlindungan terhadap badai dan pematah
angin, yang terutama dijalankan oleh estuari,
kawasan mangrove, sistem pantai terbuka dan
hutan rawa.

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Pengukuhan iklim mikro, yang


terutama dijalankan oleh kawasan
mangrove, dataran banjir, rawa air
tawar, danau dan hutan rawa.
Pengangkutan air, yang terutama
dijalankan oleh estuari, kawasan
mangrove, dataran banjir dan danau

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Ada beberapa kendala yang dihadapi pada lahan basah,


antara lain :
a. Biasanya terkendala biaya pengembangan dan
pengelolaan yang tinggi.
b. Mempunyai kendala khusus seperti tanah sulfat
masam, tanah salin, tanah gambut, dan tanah yang
tidak berkembang.
c. Konsekuensi tanaman terendam air lebih besar.
d. Kekahatan unsur hara, berupa kekahatan nitrogen.

PENGEMBANGAN LAHAN BASAH

Adapun solosi kendala pada lahan basah, antara


lain :
a. Melakukan konservasi lahan basah, agar tidak
menjadi lahan kritis.
b. Menggunakan sistem irigasi, agar air dapat
diatur secara efektif.
c. Pemberian kapur pertanian seperti kaptan dan
dolomit kepada tanah, supaya pH tanah menjadi
netral.

Terim Kasih...