Anda di halaman 1dari 53

PENULISAN ARTIKEL

ILMIAH PADA JURNAL


ILMIAH
IKA LESTARI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
GURU DAPAT NAIK
JABATAN/PANGKAT DENGAN
MENGERJAKAN UNSUR-UNSUR
KEGIATAN :

Pendidikan
)

Pembelajaran/pembimbingan
dan )
tugas tambahan dan/atau
tugas ) UU 90%

lain yang relevan


)>
c. Pengembangan keprofesian
)
berkelanjutan
)
d.

Penunjang tugas guru


) UP 10%

UNSUR KEGIATAN GURU


YANG DINILAI
DALAM MEMBERIKAN ANGKA
KREDIT

UNSUR UTAMA

1. Pendidikan, meliputi
pendidikan formal dan diklat
prajabatan
2 Pembelajaran/pembimbingan
dan tugas tambahan
dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah
3. Pengembangan keprofesian
berkelanjutan,
meliputi :

Lanjutan
a. Pengembangan diri :

1) diklat fungsional, dan


2) kegiatan kolektif guru
b. Publikasi ilmiah :
1) hasil penelitian atau gagasan inovatif, dan
2) buku teks pelajaran, buku pengayaan,
dan pedoman
guru
c. Karya inovatif
1) menemukan teknologi tepat guna
2) menemukan/menciptakan karya seni
3) membuat/memodifikasi alat
pelajaran/peraga,dan
4) mengikuti pengemabangan penyusunan
standar, pedoman, soal
dan sejenisnya

PENDAHULUAN

SEBELUM MENULIS ARTIKEL


ILMIAH ADA PRASYARAT
MUTLAK YANG HARUS
DIPENUHI YAITU ADA
PENELITIAN YANG
DIRANCANG DAN DILAKUKAN
DENGAN BAIK DENGAN
HASIL YANG SUDAH
DIANALISIS, DITABULASIKAN
DAN DIILUSTRASIKAN
DENGAN BAIK, DAN TELAH
DIPAHAMI DAN DIKUASAI
DENGAN BAIK DAN YANG
TELAH MEMPUNYAI
SIMPULAN

PENULISAN
ARTIKEL ILMIAH

Penulisan artikel ilmiah


merupakan jembatan antara
peneliti dan pembaca,
penulisannya membutuhkan
teknik khusus.

Penulis artikel dituntut untuk


dapat menulis dengan gaya
bahasa sendiri.

Artikel ilmiah juga merupakan


suatu bentuk kontribusi keilmuan
kepada kemajuan iptek dan
dapat dipandang sebagai sarana
promosi diri seorang ilmuwan

PENULISAN
ARTIKEL ILMIAH

Secara universal penulisan


artikel ilmiah sudah
dimapankan mengikuti aturan
yang ada.

Hal ini adalah untuk


memudahkan komunikasi
antarilmuwan.

Untuk menjamin efektivitas


transformasi ilmiah maka
suatu artikel ilmiah harus
memenuhi tiga unsur, logika
ilmu yang tepat, bahasa yang
jelas, lugas dan komunikatif,
serta sesuai dengan aturan
jurnal yang akan memuat
artikel tersebut.

PENULISAN
ARTIKEL ILMIAH
Seorang penulis perlu taat

mengikuti konvensi dari


masing-masing bidang ilmu
yang ditekuninya dengan
berpedoman pada jurnal
ilmiahnya.

Masing-masing jurnal

mempunyai gaya
selingkung sendiri yang
dapat diikuti pada petunjuk
penulis yang ingin
menerbitkan karya
ilmiahnya.

TAHAPAN PROSES
PENULISAN ARTIKEL
ILMIAH
PEMILIHAN JURNAL
PENCARIAN PETUNJUK

PENULISAN

PENCARIAN SALAH SATU

CONTOH ARTIKEL
PENULISAN ARTIKEL

MENGIKUTI PETUNJUK
PENGIRIMAN NASKAH

TAHAPAN PROSES
PENULISAN ARTIKEL
ILMIAH
PENGIRIMAN NASKAH
PENGEMBALIAN NASKAH

OLEH KETUA DEWAN


REDAKSI
PERBAIKAN NASKAH

PENGIRIMAN NASKAH

YANG SUDAH DIPERBAIKI


PEMERIKSAAN CONTOH

CETAK

TAHAPAN PROSES
PENULISAN ARTIKEL
ILMIAH
PENYELESAIAN

ADMINISTRASI
PEMESANAN REPRINT

ATAU CETAK LEPAS


PENERIMAAN REPRINT
PENGIRIMAN REPRINT KE

KOLEGA

HAL-HAL YANG PERLU


DIPERHATIKAN DALAM
PENULISAN ARTIKEL
ILMIAH
UKURAN DAN JENIS KERTAS
SPASI
PENOMORAN HALAMAN
JUMLAH BARIS PER
HALAMAN
MARGIN
PENOMORAN SETIAP BARIS
TULISAN
PENULISAN HALAMAN JUDUL
PENULISAN BADAN ARTIKEL

PENULISAN HALAMAN
JUDUL
HALAMAN JUDUL

MEMUAT JUDUL ARTIKEL,


NAMA-NAMA
PENGARANG ATAU
PENULIS, LEMBAGA
AFILIASI MASING-MASING
PENULIS, DAN ALAMT
PENULIS
KORESPONDENSI

PENULISAN JUDUL
Setiap penulis artikel ilmiah
pada hakikatnya berkeinginan
tulisannya dibaca secara luas
oleh masyarakat ilmiah.

Judul merupakan bagian


pertama dari suatu artikel ilmiah
yang dibaca sebelum pembaca
membaca isi artikel ilmiah.
Suatu judul artikel ilmiah, selain
harus bersifat khas untuk
meningkatkan daya tarik
pembaca, juga harus singkat
dan mampu menggambarkan
keseluruhan isi artikel tersebut.

PENULISAN JUDUL
Disarankan suatu judul tidak

lebih dari 12 kata dalam


bahasa Indonesia, 8 kata
dalam bahasa Jerman, dan
10 kata dalam bahasa
Inggris.

Judul yang singkat tetapi

jelas, bukan suatu hal yang


mudah dibuat.
Judul artikel perlu

diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris.

PENULISAN JUDUL
Beberapa judul artikel pada

suatu jurnal ilmiah sering


kali ditemukan terlalu
singkat sehingga judul
tersebut kurang
menggambarkan isi artikel.

Judul yang terlalu panjang

sering kali mengaburkan


makna isi artikel, apalagi
pada judul tersebut terdapat
kata-kata klise seperti
penelaahan, studi,
pengaruh dan lain-lain.

PENULISAN JUDUL
Hindari penggunaan kata-

kata yang rendah bobot


ilmiahnya.

Untuk menghindari judul yang


terlalu panjang dengan tetap
mempertahankan kejelasan
makna judul, maka sebaiknya
dibuatkan sub-judul.
Judul artikel ilmiah ilmu-ilmu
sosial sedapat mungkin
dirumuskan dalam kalimatkalimat relasional dan
menghindari kalimat-kalimat
yang mengandung kausalitas.

PENULISAN JUDUL
Disarankan dalam penulisan
judul untuk menonjolkan kata
kunci.
Dianjurkan untuk menempatkan
kata kunci yang paling penting
dan khas di awal judul.

Hal ini dimaksudkan untuk


memudahkan pelayanan
penelusuran pustaka (literature
scanning service) yang sering
kali menggunakan sistem kata
kunci (key word system).

PENULISAN JUDUL
Penempatan kata kunci

dalam judul memberikan


dua keuntungan bagi
penulis.

Pertama, judul seperti itu

merupakan judul yang


paling deskriptif, ini sangat
membantu pembaca untuk
mendapatkan gambaran
awal isi artikel juga dapat
merangsang pembaca
menjadi pembaca aktif.

PENULISAN JUDUL

Kedua, judul yang

mencantumkan kata kunci,


memungkinkan suatu artikel
dikelompokkan ke dalam
klasifikasi yang benar oleh
pelayanan penelusuran
pustaka, tentunya akan
sangat membantu ilmuwan
lain dalam penelusuran
literatur secara cepat dan
tepat.

PENILAIAN SISTEMATIKA
PADA JUDUL ARTIKEL
Judul Artikel
Apakah judul tidak terlalu
panjang atau terlalu pendek
(dapat memenuhi 12 kata).

Apakah judul telah


menggambarkan secara singkat
inti karangan sesuai dengan
permasalahannya.
Apakah judul menarik
Apakah judul tepat, benar, logis,
cermat, informatif/indikatif

CONTOH-CONTOH JUDUL
ARTIKEL
Contoh judul yang memerlukan perbaikan:

Studi Penurunan Kandungan Fosfat


Dalam Limbah Tahu

Studi Penggunaan Tembaga (Cu) Sebagai


Catalytic Converter Pada Knalpot Sepeda
Motor Dua Tak Terhadap Emisi Gas Co

Pseudoanerisma

Tumor stromal gastointestinal

TAREKAT: SEJARAH TIMBUL DAN


PENGARUHNYA DI DUNIA ISLAM

SPIRITUALITAS AGAMA:
TRANSFORMASI TRADISI INDIVIDUAL KE
KOMUNAL

Penciptaan Bahan Baku General Seni


dengan Memanfaatkan Limbah Bahan
Tanah Liat Keramik Porselin Sebagai
Bahan Campuran dengan Teknik
Pengolahan Silinder Putar Guna
Meningkatkan Kualitas Bahan Baku
Effisiensi Produk

PENULISAN BARIS
KREDIT

Pada suatu jurnal

internasional, bila
pembimbing lebih dari
satu, maka pembimbing
yang paling senior
bertindak sebagai
pengayom penulis muda
dan biasanya namanya
ditempatkan paling akhir.

PENULISAN BARIS
KREDIT

Penulis terakhir sering kali


berperanan sebagai penulis
untuk korespondensi dan
namanya diikuti dengan tanda
bintang, yang keterangannya
diberikan pada catatan kaki.
Hal ini dilakukan mengingat
penulis pertama merupakan
mahasiswa penulis tesis atau
disertasi yang akan
meninggalkan kampus
setelah selesai masa
studinya.

PENULISAN BARIS
KREDIT
Penulis korespondensi tidak
selalu penulis utama.

Penulis korespondensi akan


bertanggung jawab atas
semua korespondensi serta
perbaikan yang menyangkut
artikel tersebut.
Versi penulisan nama penulis
sangat bervariasi, akan tetapi
penulis hendaknya taat asas
dalam menuliskan namanya,
khususnya yang tidak
memiliki nama keluarga.

Nama penulis harus konsisten baik


dalam bentuk dan pengejaannya.
Perhatikan keragaman dalam
penulisan nama berikut ini:
Djohara Djajadinata

- Johara Jayadinata
- Johara Dj.
- Johara J.
- Djajadinata Djohara
- Jayadinata Johara
- Djohara Dj.
- Johara J.

Nama penulis harus konsisten baik


dalam bentuk dan pengejaannya.
Perhatikan keragaman dalam
penulisan nama berikut ini:

Sutopo Gani Nugroho


- Sutopo G. Nugroho

- Nugroho, S.G.
- S. Gani Nugroho

PENULISAN ALAMAT
LEMBAGA AFILIASI
Alamat lembaga penulis

harus ditulis dan lengkap,


perlu dilengkapi dengan
nomor telepon, fax dan
alamat e-mail, untuk
memudahkan
korespondensi dengan
ilmuwan lain.

PENULISAN ALAMAT
LEMBAGA AFILIASI
Nama lembaga yang ditulis

pada artikel ilmiah haruslah


nama lembaga tempat
dilakukan penelitian, bukan
lembaga asal penulis.
Hal ini terutama untuk

mahasiswa pascasarjana
yang merupakan penulis
tesis atau disertasi.

PENULISAN ALAMAT
LEMBAGA AFILIASI

Jika penulis pertama yang

merupakan penulis tesis


tersebut ingin
memperkenalkan nama
lembaganya sebaiknya
ditempatkan pada catatan
kaki dengan menuliskan
alamatnya saat ini (present
address).

PENULISAN BADAN
ARTIKEL

ABSTRAK DAN KATA KUNCI

PENDAHULUAN

MATERI DAN METODE

HASIL DAN PEMBAHASAN ATAU HASIL,


PEMBAHASAN

KESIMPULAN ATAU IMPLIKASI

ABSTRAK DAN KATA


KUNCI
ABSTRAK MERUPAKAN
RINGKASAN KESELURUHAN
PENELITIAN YANG MELIPUTI
LATAR BELAKANG, TUJUAN,
METODE, HASIL DAN
SIMPULAN DALAM BENTUK
SINGKAT DAN JELAS
JUMLAH KATA DALAM
ABSTRAK UMUMNYA ANTARA
100 DAN 250 KATA
ABSTRAK DIAKHIRI DENGAN
KATA KUNCI

ABSTRAK
Abstrak merupakan suatu

ringkasan yang lengkap


dan menjelaskan
keseluruhan isi artikel
ilmiah.
Abstrak umumnya

disajikan dalam satu


paragraf dan disarankan
tidak lebih dari 200 kata.

ABSTRAK
Abstrak ditempatkan pada bagian
awal artikel ilmiah.

Penulisan abstrak yang baik perlu


dipertimbangkan mengingat
bagian ini merupakan bagian
artikel yang dibaca setelah judul.

Sangatlah beralasan, dibaca


tidaknya suatu artikel ilmiah
tergantung pada kesan yang
diperoleh pembaca saat membaca
abstraknya.

Bagian artikel yang paling sulit


dikerjakan adalah abstrak.

Abstrak dalam bahasa Inggris


merupakan satu kemutlakan yang
harus ada.

ABSTRAK

Abstrak harus bersifat

informatif dan deskriptif, artinya


setiap informasi yang
terkandung pada abstrak
tersebut harus berdasarkan
fakta.
Dengan kata lain, sangat tidak

diperkenankan untuk
mencantumkan informasi yang
tidak ada faktanya yang jelas
dalam isi artikel pada suatu
abstrak.

ABSTRAK

Abstrak yang baik harus

mengandung empat
unsur: argumentasi logis
perlunya dilakukan
observasi atau penelitian
untuk memecahkan
masalah, pendekatan
yang digunakan untuk
memecahkan masalah
(metode), hasil yang
dicapai dalam penelitian
serta simpulan dan saran.

ABSTRAK

Setiap unsur hendaknya

diungkapkan dalam
kalimat yang singkat dan
jelas, dengan demikian
keseluruhan abstrak
menjadi tidak terlalu
panjang.

ABSTRAK
Usahakan menulis abstrak
sebaik mungkin agar pembaca
dapat menangkap isi artikel
tanpa harus mengacu ke artikel
lengkapnya.
Abstrak harus dapat dimengerti
oleh ilmuwan dari disiplin ilmu
apa saja.

Pelayanan abstrak (abstracting


service) menyukai abstrak yang
pendek, karena secara
langsung mengutip
keseluruhannya.

ABSTRAK
Abstrak yang terlalu panjang
unit pelayanan tersebut akan
memenggalnya supaya menjadi
lebih pendek.
Namun, pemenggalan seperti ini
seringkali kurang
memperhatikan secara cermat
detil isinya, sehingga dapat
mengaburkan makna abstrak
keseluruhan.

ABSTRAK
Kejadian seperti ini tentunya

sangat merugikan penulis,


karena pembaca menjadi
kurang berkenan
menbacanya karena
kekaburan maknanya.
Abstrak harus disusun

secara lengkap, tetapi


ringkas, cermat, obyektif
dan cendikia.

ABSTRAK
Abstrak haruslah bersifat berdiri
sendiri dalam penyajian
informasi, tidak bersifat
bergantung pada teks.

Data dalam abstrak, hendaknya


disajikan secara tepat dan pasti
sehingga pembaca tidak perlu
mengacu pada ilustrasi yang
disajikan di dalam teks, seperti
tabel dan gambar.
Dengan alasan yang sama,
sebaiknya dihindari penggunaan
singkatan pada abstrak.
Penyajian abstrak dengan cara
seperti ini menjadi sangat
penting.

ABSTRAK
Hal ini disebabkan karena sering kali
pembaca hanya membaca
abstraknya saja pada suatu waktu,
dan dilanjutkan membaca teksnya
pada waktu yang lain.

Abstrak artikel yang dipublikasikan


pada jurnal internasional akan
dipublikasikan secara luas melalui
on line service di internet sebelum
jurnal yang memuat artikel tersebut
diterbitkan oleh penerbit.

Pada kondisi seperti ini, bila


abstraknya tidak disajikan dengan
baik, maka sudah pasti artikelnyapun
tidak akan diakses oleh para
pembaca.

Menulis Abstrak
- Tujuan Penelitian
- Hasil

- Metode
- Kesimpulan

- Kata Kunci (Keywords)

KATA KUNCI
Kata kunci adalah kata-kata
yang mengandung konsep
pokok yang dibahas dalam
artikel.
Kata kunci dapat diambil dari
thesaurus bidang ilmu
masing-masing.
Kata kunci walaupun sangat
sederhana penting dalam
pengindeksan artikel serta
dapat membantu
keteraksesan suatu tulisan ke
pembaca melalui pemindaian
komputer di internet.

KATA KUNCI

Bila seseorang ingin mencari


suatu artikel dengan
membaca kata kunci maka
salah satu kata kunci yang
Anda tuliskan dapat membuka
artikel tersebut.
Pilihlah kata kunci yang
paling baik mewakili topik
yang dibahas dalam artikel
tersebut.
Jumlah kata kunci bervariasi
dari 3 sampai 6 kata-kata
tunggal dan cara
pengurutannya dari yang
spesifik ke yang umum dan
ditulis dalam suatu baris.

PENILAIAN SISTEMATIKA
PADA BARIS
KEPEMILIKAN
Baris Kepemilikan (Baris
Kredit)
Apakah nama-nama sudah
diurut sesuai dengan
besarnya peran para
penulisnya.
Apakah nama tersebut

sudah ditulis sesuai dengan


aturan jurnalnya

Apakah alamat

korespondensi telah
dilengkapi sesuai aturan
yang baku

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
MENGANDUNG ALASAN
MELAKUKAN PENELITIAN,
HIPOTESIS, DAN TUJUAN
PENELITIAN
PENDAHULUAN
MENGANDUNG PERUMUSAN
MASALAH

PENDAHULUAN
MENGANDUNG PENJELASAN
STATE OF THE ART
PENELITIAN
PENDAHULUAN
MENGANDUNG PEMIKIRAN
PENULISAN ATAS
PERMASALAHAN

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN JANGAN

DISAMAKAN DENGAN
TINJAUAN PUSTAKA
PERUJUKAN PUSTAKA

JANGAN TERLALU
BANYAK DALAM
PENDAHULUAN

JUMLAH KATA DALAM

PENDAHULUAN JUGA
DIBATASI

MATERI DAN
METODE
KESAHIHAN HASIL YANG
DIPEROLEH DALAM
PENELITIAN DITENTUKAN
OLEH MATERI DAN
PENDEKATAN METODOLOGI
YANG DIGUNAKAN
JELASKAN SECARA RINCI
MATERI DAN METODE YANG
DIGUNAKAN

JELASKAN SEBAIK-BAIKNYA
MENGENAI PERLAKUAN
CARA DAN FREKUENSI
PEMBERIAN

MATERI DAN
METODE
JELASKAN SECARA

RINCI:
CARA DAN FREKUENSI

PENGAMBILAN SAMPEL
VARIABEL DAN CARA

PENGUKURANNYA
PROSEDUR ANALISIS

KIMIA ATAU FISIK SAMPEL

PROSEDUR ANALISIS

STATISTIK YANG
DIGUNAKAN

HASIL DAN
PEMBAHASAN
DALAM MENYAJIKAN

HASIL UNGKAPKANLAH
HASIL SECARA JELAS
DAN LUGAS DENGAN
KALIMAT SEDERHANA
UNTUK PENYAJIAN DATA

SEDERHANA GUNAKAN
TABEL, UNTUK DATA
YANG BANYAK GUNAKAN
GRAFIK ATAU GAMBAR

HASIL DAN
PEMBAHASAN
JANGAN MENYAJIKAN
GAMBAR YANG DIBANGUN
DARI DATA YANG DISAJIKAN
DALAM TABEL
MULAILAH MENULIS HASIL
DENGAN CARA YANG
SISTEMATIS
CARA PENULISAN HARUS
BERSISTEM YAITU MEMULAI
DARI PENYAJIAN HASIL
UTAMA KEMUDIAN DIIKUTI
DENGAN DATA
PENDUKUNGNYA ATAU
SEBALIKNYA

HASIL DAN
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN DITULIS
DENGAN BAHASA YANG
JELAS DAN JANGAN
MENGGUNAKAN KALIMAT
YANG TERLALU PANJANG
TULISLAH PEMBAHASAN
SEDEMIKIAN RUPA
SEHINGGA JELAS TERLIHAT
PERBEDAAN ANTARA HASIL
PENELITIAN YANG SEDANG
DILAPORKAN DAN HASIL
PENELITIAN RUJUKAN
PUSTAKA

HASIL DAN
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN SELALU

DIARAHKAN KE
HIPOTESIS (MENERIMA
ATAU MENOLAK
HIPOTESIS) DAN
MENGAPA DEMIKIAN
PENGUTIPAN DALAM

PEMBAHASAN JANGAN
TERLALU PANJANG, DAN
LEBIH BAIK DITULIS
DENGAN BAHASA
SENDIRI

HASIL DAN
PEMBAHASAN
JANGAN SEKALI-KALI

MENGUTIP PENDAPAT
ORANG DI TEMPAT YANG
SALAH
KELOMPOKKAN

BEBERAPA PENELITIAN
SEJENIS DAN BISA
DIKUTIP SECARA
BERKELOMPOK
SEHINGGA NASKAH AKAN
MENJADI LEBIH PENDEK
DAN ENAK DIBACA

SIMPULAN ATAU
IMPLIKASI
SIMPULAN ADALAH

JAWABAN ATAS
HIPOTESIS YANG
DIAJUKAN (ATAU JUDUL)
HINDARI SPEKULASI

DALAM PENGAMBILAN
SIMPULAN
SIMPULAN HARUS

DIDASARI FAKTA YANG


DITEMUKAN DALAM
PENELITIAN

SIMPULAN ATAU
IMPLIKASI
IMPLIKASI PENELITIAN

PERLU DIKEMUKAKAN
UNTUK MEMPERJELAS
MANFAAT YANG
DIHASILKAN OLEH
PENELITIAN
KALAU ADA SARAN

UNTUK PENELITIAN
LEBIH LANJUT BISA
DITAMBAHKAN

TERIMA KASIH