Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS FAKTOR

Kenapa Analisis Faktor?


Pemilihan

analisis faktor sebagai alat analisis


pada penelitian ini, disebabkan karena
penelitian
ini
mencoba
menemukan
hubungan
(interrelationship)
beberapa
variabel yang saling independen satu dengan
yang lainnya, sehingga bisa dibuat kumpulan
variabel yang lebih sedikit dari jumlah
variabel awal sehingga akan lebih mudah
dikontrol oleh manajemen perusahaan atau
pemegang kebijakan perusahaan

Tujuan Analisis Faktor


Pada

dasarnya tujuan analisis faktor adalah untuk


melakukan data summarization untuk variabelvariabel yang dianalisis, yakni mengidentifikasi
adanya hubungan antar variabel.
Data reduction, yakni setelah melakukan korelasi,
dilakukan proses membuat sebuah variabel set
baru yang dinamakan faktor (Mengekstraks
variabel latent dari indikator, atau mereduksi
observable variable menjadi variabel baru yang
jumlahnya lebih sedikit.)

Tujuan Analisis Faktor


Mempermudah

interpretasi hasil analisis, sehingga


didapatkan informasi yang realistik dan sangat
berguna
Pemetaan dan Pengelempokkan obyek berdasarkan
karakteristik faktor tertentu.
Pemeriksaan validitas dan reliabilitas instrumen
penelitian
Mendapatkan data variabel konstruks (= skor faktor)
sebagai
data input analisis lebih lanjut (analisis
diskriminan, analisis regresi, cluster analisis )

Prosedur
Memilih

variabel yang layak dimasukkan dalam analisis

faktor.
Karena analisis faktor berupaya mengelompokkan sejumlah
variabel, maka seharusnya korelasi yang cukup kuat
diantara variabel, sehingga akan terjadi pengelompokkan.
Jika sebuah variabel atau lebih berkorelasi lemah dengan
variabel lainnya, / lebih berkorelasi lemah dengan variabel
lainnya, maka variabel tersebut akan dikeluarkan dari
analisis faktor.
Setelah sejumlah variabel terpilih maka dilakukan ektraksi
variabel tersebut hingga menjadi satu atau beberapa
faktor.

Prosedur
Faktor

yang terbentuk pada banyak kasus, kurang


menggambarkan perbedaan diantara faktor-faktor
yang ada. Hal tersebut dapat mengganggu analisis,
karena justru sebuah faktor harus berbeda secara
nyata dengan faktor lain. Untuk itu, jika isi faktor
masih diragukan, maka dapat dilakukan proses rotasi
untuk memperjelas apakah faktor yang terbentuk
sudah secara signifikan berbeda dengan faktor lain.
Setelah faktor benar-benar sudah terbentuk, maka
proses dilanjutkan dengan menamakan faktor yang
ada.

Contoh

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN AIR
MINUM MINERAL

No Variabel

label

Value
1

X1

Berita

Tidak menarik

Sedang

Menarik

X2

Iklan

Sedikit

Sedang

Terlalu
banyak

X3

Artikel

Tidak menarik

Sedang

enarik

X4

Fiksi

Tidak menarik

Sedang

enarik

X5

Harga

Murah

Sedang

mahal

X6

Cover

Tidak menarik

Sedang

enarik

X7

Gambar dan
Foto

Tidak menarik

Sedang

enarik

X8

Distribusi

Sulit

Sedang

Mudah

X9

Rubrik lain

Tidak menarik

Sedang

enarik