Anda di halaman 1dari 20

PERILAKU ORGANISASI

SIKAP dan KEPUASAN KERJA

Kelompok 2
DIKKI APRIANTA GINTING S
(1415310041)
ADVENDRA MUNTHE (1415310051)
MUHAMMAD SUFANDI
(1415310052)
PUTRI EMNINTA NAULI
(1415310066)

DEFINISI PERILAKU ORGANISASI

Perilaku
Organisasi, adalah
bidang ilmu yang
mempelajari dan
mengaplikasikan
pengetahuan tentang
bagaimana manusia
berperilaku atau
bertindak di dalam
organisasi
(Davis & Newstrom,
1989).

Perilaku Organisasi
adalah bidang ilmu yang
menyelidiki dampak dari
pengaruh individu,
kelompok dan struktur
dalam organisasi
terhadap perilaku orangorang yang terlibat di
dalamnya yang
bertujuan untuk
mengaplikasikan
pengetahuan tersebut
dalam meningkatkan
efektivitas organisasi
(Robbins, 1993).

Perilaku
Organisasi, adalah
bidang studi yang
mencakup semua
aspek yang
berhubungan dengan
tindakan manusia
yang tergabung
dalam suatu
organisasi atau
kelompok kerjasama.

Unsur Peran
Manajer dan
Kepemimpinan
dalam upaya
mencapai tujuan
organisasi. (Walter
R. Nord).

UNSUR

PERAN
MANAJER DAN
KEPEMIMPINA
N

Unsur Organisasi
dan manajemen,
berhubungan
dengan
bagaimana
mengatur
manusia di
dalam organisasi.

UNSU
R

PSIKOLOGIS

4 UNSUR
UTAMA
DALAM
MEMPELAJARI
PERILAKU
ORGANISASI

UNSUR

ORGANISASI
DAN
MANAJEMEN

Unsur Psikologis,
berhubungan
dengan tindakan
manusia itu
sendiri, sebagai
hasil dari studi
psikologis.

UNSU
R
EKONOMIS

Unsur Ekonomi,
berhubungan dengan
usaha mempelajari
tindakan manusia
dalam organisasi,
mengapa seseorang
memasuki suatu
organisasi.

ELEMEN-ELEMEN KUNCI DALAM


PERILAKU ORGANISASI
Manusia Membuat sistem
sosial yang bersifat internal
dari sebuah organisasi. Bisa
merupakan kelompokTeknologi,
kelompok. Memberikan
bantuan pada manusia dalam
bekerja.
Struktur Organisasi,
Menentukan hubungan formal
manusia di dalam organisasi.
Lingkungan, Merupakan faktor
luar yang mempengaruhi
operasi setiap organisasi.

PSIKOLOGI
ATENSI

ANTROPOLO
GI

SOSIOLOGI

DISIPLIN ILMUILMU
PENDUKUNG
PERILAKU
ORGANISASI

PSIKOLOGI
SOSIAL

POLITIK

PRINSIPPRINSIP

ORGANISASI

TUJUAN MEMAHAMI PERILAKU


ORGANISASI
1. PREDIKSI
Keteraturan perilaku dalam organisasi memberikan
kemungkinan kepada kita untuk melakukan prediksi atas
perilaku-perilaku anggota organisasi pada masa yang
akan datang. (Nimran 1996)
2. EKSPLANASI
Menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi dalam
organisasi. Eksplanasi berarti kita akan berusaha
menjawab pertanyaanmengapa suatu peristiwa terjadi.
Dengan mempelajari perilaku organisasi kita mencoba
menjelaskan (memberikan jawaban) atas pertanyaantersebut.
3.pertanyaan
PENGENDALIAN
Semakin banyak perilaku individu/kelompok dalam
organisasi yang dapat diprediksi dengan tepat dan dapat
dijelaskan dengan baik, pemimpin organisasi semakin
mudah dalam melakukan fungsi pengendalian atas
pegawainya sehingga perilaku individu maupun kelompok
akan menjadi positif dan fokus pada pencapaian tujuan, di
sisi lain, perilaku yang destruktif dapat dihindari atau
dicegah.

SIKAP DAN KEPUASAN KERJA

Sikap atau attitude , adalah suatu cara


bereaksi terhadap suatu rangsangan yang
timbul dari seseorang atau dari suatu situasi.
Sikap sering dinyatakan atau diikuti oleh
pendapat (opini). Pendapat dapat dirumuskan
sebagai suatu pernyataan setelah kita
melakukan sesuatu penilaian atau
pertimbangan.
Sikap seseorang
merupakan
perpaduan antara
masa lampaunya
dengan keadaan
lingkungannya masa
kini.

SIKAP

Sikap seseorang terdapat faktor lain, yaitu


prasangka atau prejudice. Prasangka sebagai
pendapat negatif mengenai sesuatu tanpa
memperhatikan kenyataan. Prasangka memberikan
pengaruh terhadap sikap seseorang, maka prasangka
mempengaruhi pula perilaku seseorang dalam
organisasi.

Opini
atau
Segmen
kepercayaan dari suatu
sikap
dan
membentuk
tahapan yang lebih penting
dari suatu sikap yaitu
sebuah
perasaan
yang
dirasakan.
KOMPONEN
AFEKTIF

Segmen
perasaan
dari
suatu sikap dan dapat
dilihat dari pernyataan atau
ungkapan
perasaan
terhadp apa yang dialami

KOMPONEN
KOGINITIF

KOMPONEN
KOMPONEN
SIKAP

KOMPONEN
PERILAKU

Niat untuk berperilaku dalam


cara
tertentu
terhadap
seseorang atau sesuatu dan
bisa juga dikatakan sebagai
tindakan
yang
dilakukan
setelah mengalami apa yang
dirasakan sebelumnya, bisa
berupa tindakan positif atau
negatif tergantung pada apa
yang dirasakan.

HUBUNGAN SIKAP DAN PERILAKU


Sikap secara umum berhubungan dengan
perilaku Yakni sikap yang dimiliki seorang
menentukan apa yang mereka lakukan. Diakhir
tahun 1960-an seorang peniliti yaitu LEON
FESTINGER berpendapat bahwa sikap
mengikuti perilaku.
My name is
LEON
FESTINGER

DISONANSI KOGNITIF

Pekerja yang sangat


terlibat memiliki semangat
dalam pekerjaannya dan
merasakan hubungan yang
dalam dengan
perusahaannya,
sedangkan pekerjayang
tidak terlibat keluar secara
essensial.

KEPUASAN
KERJA

KETERLIBATAN
KARYAWAN

SIKAP-SIKAP
KERJA YANG
UTAMA

Pekerja yang kurang


dukungan dari
organisasi akan
cenderung memiliki
tingkat perilaku
kewargaan
organisasi yang
tinggi.

DUKUNGAN
ORGANISASI
YANG
DIRASAKAN

Aspek psikologis yang


mencerminkan perasaan
seseorang terhadap
pekerjaannya, ia akan merasa
puas dengan adanya kesesuaian
antara kemampuan, keterampilan
dan harapannya dengan
pekerjaan yang ia hadapi.

Keterlibatan
kerja
berhubungan
dengan
kepuasan kerja,
karena dapat
KETERLIBATA
mengukur
N KERJA
tingkat dimana
orang-orang
mengidentifikasi
secara psikologi
dengan
pekerjaannya
dengan
menganggap
kinerja mereka
Model teoretis
yang dihargai
menyatakan
bahwa
penting
untuk
pekerja
yang
nilai diri.
KOMITMEN
berkomitmen akan
ORGANISASI
semakin kurang terlibat
dalam pengunduran diri,
sekalipun Mereka tidak
puas, karena memiliki
rasa kesetiaan
keterikatan terhadap
organisasi.

KEPUASAN KERJA
Kepuasan Kerja ialah suatu perasaan positif tentang pekerjaan
seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi
karakteristiknya. Definisi ini benar-benar merupakan sebuah
definisi yang sangat luas. Ada 2 pendekatan populer dalam
mengukur kepuasan kerja, yaitu :

PERTANYAAN YANG MEMBAHAS SEBAB-SEBAB


UTAMA KEPUASAN KERJA
1. Seberapa puas orang dalam pekerjaannya?
Dalam
menentukan
seorang
pekerja
sudah
mendapatkan
kepuasan
kerjanya atau belum dapat dilihat dari hasil kinerja
yang
telah
dilakukan olehpekerja tersebut. Apabila pekerja
tersebut
sudah
2.
Apa yang memunculkan kepuasan kerja?
merasa puas dengan apa yang dikerjakannya, akan
Kepuasan
kerja dapat dipicu dari pekerjaan yang
terlihat
rasa
dilakukan,
suasanaapa
tempat
walaupun
bangga terhadap
yangkerja.
sudahKarena
dikerjakan
oleh
pekerja tersebut.
bekerja ditempat yang bagus, dengan
gedung mewah, fasilitas bagus, gaji yang besar tapi
tidak bisa menikmati pekerjaan yang dilakukan
sehingga menimbulkan ketidakpuasan kerja sama
saja. Jadi intinya kepuasan kerja tidak tergantung
dari gaji besar atau semacamnya, tetapi melainkan
dari suasana kantor, rekan-rekan kantor ataupun
pekerjaan yang kita merasa senang pada saat
mengerjakan pekerjaan tersebut.

Ketidakpuasan
yang
diungkapkan
dengan
membiarkan
kondisi
memburuk.

PENGABAIAN

Ketidakpuasan yang
diungkapkan
melalui secara pasif
menunggu kondisikondisi itu
membaik.

KELUAR

DAMPAK
PEKERJA YANG
TIDAK PUAS
TERHADAP
TEMPAT KERJA

LOYALITA

Ketidakpuasan yang
diungkapkan melalui
perilaku yang
mengarah pada
meninggalkan
organisasi

SUARA

Ketidakpuasan yang
diungkapkan melalui
percobaan untuk
memperbaiki kondisi
secara aktif dan
konstruktif.

HUBUNGAN KEPUASAN KERJA


DENGAN BEBERAPA HAL
1. KEPUASAN KERJA DAN KINERJA
Sebagaimana kesimpulan beberapa studi, pekerja yang
bahagia lebih mungkin merupakan pekerja yang
produktif. Saat kita mengumpulkan data kepuasan dan
produktivitas untuk organisasi dengan lebih banyak
pekerja yang lebih puas cenderung lebih efektif
dibandingkan organisasi yang lebih sedikit.

2. KEPUASAN KERJA DAN OCB (ORGANIZATIONAL


CITIZENSHIP BEHAVIOR)
Kepuasan kerja seharusnya menjadi penentu utama dari
perilaku kewargaan organisasional pekerja yang dibahas
dalam bab 1. Pekerja yang puas seharusnya akan
kelihatan berbicara positif mengenai organisasinya,
membantu yang lain, atau mungkin mereka ingin
membalas pengalaman positifnya. Konsisten dengan
pemikiran ini, bukti menyatakan bahwa kepuasan kerja
berkorelasi moderat dengan OCB.

3. KEPUASAN KERJA DAN KEPUASAN PELANGGAN


Manajer organisasi terutama dalam bidang jasa harus
lebih peduli untuk menyenangkan pelanggan tersebut.
Karena pekerja dalam bidang jasa sering berinteraksi dan
bertemu dengan pelanggan. Jadi Pekerja yang merasa
puas dalam pekerjaannya bisa meningkatkan kepuasan
dan loyalitas pelanggan.
4. KEPUASAN KERJA DAN ABSEN
Pekerja yang tidak puas lebih cenderung meninggalkan
pekerjaannya,tetapi
ada
faktor
yang
lain
yang
memengaruhi hubungan itu. Seperti jumlah cuti yang
diberikan oleh atasan terasa kurang oleh pegawai. Saat
sejumlah pekerjaan tersedia para pekerja yang tidak puas
memiliki tingkat absen yang tinggi tetapi ada sedikit
mereka memiliki tingkat absen yang sama (rendah).

5. KEPUASAN KERJA DAN PERPUTARAN KERJA

Hubungan antara kepuasan kerja dan perputaran kerja


lebih kuat dibandingkan antara kepuasan dan absen.
Karena hubungan kepuasan dan perputaran juga
dipengaruhi oleh alternative prospek kerja.

6. KEPUASAN KERJA DAN PENYIMPANGAN


DITEMPAT KERJA
Para peniliti berpendapat bahwa perilaku yang tidak
diinginkan organisasi, adalah indikator sebuah sindrom
yang luas disebut perilaku menyimpang ditempat kerja.

TERIMA KASIH