Anda di halaman 1dari 48

Market Outlook 2016

Komunitas ISP

05 Desember 2015
Twin Plaza Hotel, Slipi.
Jakarta Barat

Pemberitahuan
Sudah ditambahkan penjelasan setelah gambar,
namun ada beberapa yang belum ada. Jika belum
mengerti dapat menghubungin via bbm atau line
official.
Materi ini bersifat gratis dan dapat disebarluaskan
asal tidak mengubah isi materi.

Materi Inti:
1. Outlook secara makroekonomi US, China dan Indonesia
selama tahun 2015.
2. Gambaran sektor keseluruhan industri tahun 2015.
3. Peluang Berinvestasi di Indonesia dan prospek industri di
tahun 2016.

Siklus Ekonomi

Ciri-Ciri siklus boom atau


ekspansi:
Pertumbuhan GDP diatas ratarata.
Kenaikkan Disposable Income.
Tingkat pengangguran rendah.
Kenaikkan consumer spending.

Kondisi Ekonomi dan Bursa


Saham Amerika Serikat

Bursa Saham Dow Jones (US)

The Fed akan menaikkan Rate?


Indikator ekonomi di US menunjukkan perbaikan,
sehingga saat yang tepat untuk menaikkan Fed Fund
Rate (FFR) yang masih berkisar 0-0,25% sejak tahun
2009.
Pasar US tidak butuh lagi stimulus dari The Fed.
Negara-negara emerging market telah melakukan
sejumlah antisipasi dalam kenaikkan FFR.

GDP US

Krisis 2008?
Kita bisa lihat dari data GDP tahun 2007 ke 2008, GDP US
tumbuh sedikit, secara growth mengalami perlambatan
ekonomi, saat itu tanda-tanda krisis subprime mortgage
(lihat indikator ekonomi lainnya).
Tahun 2009, Pemerintah melakukan kibijakan bailout dan
kebijakan suku bunga rendah mendekati nol. Kebijakan
tersebut hingga sekarang 2015. Kebijakan tersebut
berhasil dan membawa ekonomi US tumbuh tinggi.

US Unemployment Rate

US Unemployment Rate and Consumer


Spending

Pengangguran rendah
Tingkat pengangguran di US sudah berada di level
terendah.
Consumer spending US sudah makin meningkat.
Artinya daya beli masyakarat meningkat.
Kedua indikator ekonomi ini menandakan bahwa
perekonomian US sudah membaik.
Indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan hasil
yang sama baiknya. Sehingga membuat The Fed
mewacanakan untuk menaikkan suku bunganya.

Dampak Kenaikkan FFR Bagi Indonesia


Jangka Pendek

Akan ada Capital Outflow di pasar keuangan, yaitu mata uang, kepemilikan
di SBN dan pasar saham.
Kemungkinan Inflasi cenderung tinggi dan kemungkinan BI Rate akan naik.

Jangka Panjang

Investor asing tidak perlu kuatir lagi untuk berinvestasi di Indonesia.


Capital Inflow akan masuk seiring kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi domestik dan pasar keuangan akan stabil.

Loh suku bunga 0,25%, Indonesia?

Suku bunga deposito di Indonesia aja 6-8%, kenapa pengusaha US tidak


menaruh uangnya aja di Indonesia?

Penyebabnya:

Asumsi saja deposito 7,5% (sama dengan bi rate), tapi tingkat inflasi kita
juga tinggi berkisar 5%. Artinya uang pengusaha hanya tumbuh 2,5%.
Rupiah ke dolar saja sudah melemah 8%, sehingga pertumbuhan uang
pengusaha US tadi minus (2,5%-8%). Belum lagi mereka membayar bunga
pinjaman 0,25% di US.
Makanya hal ini yang membuat pengusaha US untuk menunda investasi ke
Indonesia dalam bentuk investasi ke pasar modal, pasar uang ataupun
dalam pembangunan pabrik secara langsung.

China GDP Annual Growth Rate

Ekonomi China?
Ekonomi china saat ini sedang fase peak karena mereka
sudah melakukan ekspansi dalam pembangunan industri.
Gambar sebelumnya menunjukkan bahwa ekonomi
China sesuai siklus ekonomi (gambar di awal), sehingga
tidak selamanya China berada di fase perlambatan
ekonomi.
Kebangkitan industri China puncaknya ada di tahun 2008,
sehingga permintaan komoditas (sebagai bahan baku)
meningkat.
Indonesia salah satu negara yang menikmati kenaikkan
harga komoditas tersebut. Sehingga harga saham
komoditas juga melambung tinggi di tahun itu.

Pergerakan Pasar Saham Indonesia


Selama Tahun 2015

Growth Sektoral

Sumber: IDX

Indikator Ekonomi Indonesia


Indonesia GDP Growth

Consumer Confidence Index

Sektor CPO dan Batubara Paling Tertekan

Ekspor Komoditas Indonesia


China, India dan Jepang merupakan negara yang
mengkonsumsi komoditas terbesar di Dunia. Bahkan
untuk
komoditas
batubara
sendiri,
Cina
mengkonsumsi 50 persen dari konsumsi batubara
global.
Penurunan konsumsi batubara oleh Cina diakibatkan
oleh pertumbuhan ekonomi yang menurun dan
penerapan kebijakan energi bersih untuk mengurangi
polusi.

Respon Pelaku Pasar Saham (IHSG)

Sumber: daewo research

Penjelasan Gambar GDP Indonesia


GDP Indonesia dalam setahun terakhir mengalami
perlambatan, hal ini cukup wajar mengingat penyerapan
dana APBN 2015 berjalan lambat.
Faktor eksternal juga sedang tidak baik. Harga komoditas
turut berjatuhan akibat perlambatan ekonomi dunia.
Pemulihan ekonomi US sehingga menekan sejumlah
mata uang negara-negara berkembang, termasuk
Indonesia.
Namun, Consumer Confidence Index Indonesia
meningkat.
Indonesia
beruntung
masyarakatnya
konsumtif sehingga hal ini bisa menjadi pendorong
ekonomi saat berada di fase perlambatan.

Penjelasan Gambar
Kenaikkan Indeks (IHSG) bukan berdasarkan fundamental
ekonomi indonesia yang membaik, hanya bersifat
optimisme yang berlebihan. Kenaikkan Indeks
sebenarnya hanya sikap optimis yang terlalu berlebihan
saat presiden terbaru terpilih.
Ketika data GDP Indonesia di bawah ekspektasi dan
beberapa berita negatif terus bermunculan maka hal itu
yang menyebabkan indeks IHSG turun cukup dalam.

Peluang Pertumbuhan Ekonomi


Indonesia di Tahun 2016

Peluang Berinvestasi di Indonesia

Sumber : CEIC ,SEKI-Bank Indonesia, Mandiri dan Daewo Sekuritas.

Penggerak Ekonomi Indonesia di Tahun 2016


A. Eksternal
Kepastian kenaikkan Fed Fund Rate.
Eropa dan Jepang masih fase stabilisasi tapi cenderung
melakukan pelonggaran moneter.
Stimulus moneter dan fiskal di RRT membuahkan hasil.
Sumber: BI dan OJK

Penggerak Ekonomi Indonesia di Tahun 2016


(Lanjutan)

B. Dalam Negeri

Inflasi cenderung rendah.


Neraca transaksi berjalan membaik.
APBN lebih sehat.
Belanja pemerintah lebih cepat, sehingga belanja infrastruktur membaik.
Stimulus paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan.
Stimulus moneter oleh Bank Indonesia terkait ekspansi kredit, yaitu kebijakan
penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dan pelonggaran ketentuan loan to
value (LTV).
Stimulus dari OJK terkait mempermudah penerbitan obligasi.

Sumber: BI dan OJK

Surplus ekspor diakibatkan oleh nilai impor yang turun


drastis. Secara kumulatif impor pada periode Januari-Juli
2015 sebesar USD84,01 Miliar atau menurun sebesar 19
persen dibandingkan dengan periode Januari-Juli pada
tahun 2014.
Penurunan impor terbesar dari golongan bahan
baku/penolong dan barang modal selama Januari-Juli
2015 masing-masing sebesar 20,45 persen dan 15,66
persen menjadi sinyal perlambatan ekonomi pada kuartal
I dan II tahun 2015 ini.

Penurunan sektor impor yang berkurang justru bahan


baku dan bahan penolong, dimana hal ini menandai
proyek-proyek investasi Pemerintah maupun swasta
belum berjalan.
Kondisi ini pula yang memberi sinyal negatif adanya
pelemahan ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi
kuartal 1 tahun 2015 ini sebesar 4,7 persen dan
mengalami sedikit penurunan di kuartal 2 menjadi 4,67
persen. Oleh karena itu, diharapkan pada Pemerintahan
yang baru, proyek-proyek infrastruktur bisa berjalan
lancar guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Peluang Peningkatan Nilai Tambah Komoditas


Data Ekspor Indonesia
Melemahnya harga komoditas dunia
sejak 2011 memberikan tantangan
bagi Indonesia. Meningkatkan nilai
ekspor di tahun 2016 sangat sulit
mengingat kondisi global yang
mengalami perlambatan ekonomi.
Sehingga peningkatan nilai tambah
komoditas akan memberikan efek
multiplier.

Proyeksi Makroekonomi

Sumber: CEIC, IMF, Mandiri

Identifikasi Sektoral dan Saham


Prospektif di Tahun 2016

Identifikasi Sektoral
Consumer Goods
Indeks consumer spending di Indonesia masih relatif
tumbuh dalam perlambatan ekonomi, namun
masyarakat juga lebih selektif dalam membelanjakan
uangnya.
Sektor consumer goods cukup kebal terhadap krisis
maupun perlambatan ekonomi.
Beberapa emiten consumer goods menggunakan
bahan baku impor.

Finance
Dengan BI Rate berkisar 7,5%, maka cukup
menyulitkan perbankan untuk menyalurkan kredit ke
masyarakat.
Setelah kenaikkan FFR maka diharapkan BI rate di
semester 2 2016 dapat diturunkan.
Sikap pengusaha atasu masyarakat menghadapi
perlambatan ekonomi lebih selektif terhadap
pengajuan kredit.
Penurunan Giro Wajib Minimum.

Properti dan Kontruksi


Properti menjadi saham yang penurunannya cukup tajam akibat
ketidakpastian FFR dan kenaikkan BI Rate, serta perlambatan
ekonomi domestik.
Setelah kenaikkan FFR maka diharapkan BI rate di semester 2 2016
dapat diturunkan.
Belanja pemerintah di tahun 2015 sangat lambat dalam penyerapan
anggaran. Di tahun 2016 pemerintah mulai ekspansif di sektor
Infrastuktur dasar, seperti jalan tol, MRT, LRT dan proyek lainnya.
Dengan didukung oleh APBN maka belanja sektor infrastruktur akan
meningkat.
Keadaan rupiah yang stabil akan membuat pemerintah menjalankan
budget plan dengan efektif.

Minning
Perlambatan ekonomi di negara tujuan ekspor ikut
melemahkan permintaan komoditas dari Indonesia.
Harga komoditas jatuh seiring jatuhnya harga
komoditas utama.
Pilih emiten yang pendapatan masih bertumbuh dan
memiliki harga produksi di bawah rata-rata industri.
Perhatikan kinerja emiten dengan cermat di tahun
2016.

Watchlist Saham Untuk Tahun 2016

Last Price: 03 Des 15


TNP CAPITAL INVESTAMA

Keterangan Watchlist
Pilihan saham-saham hanya yang masuk kebutuhan
dasar saja, sehingga cukup konservatif.
Beberapa ada yang tidak menampilkan harga best
buy, karena saat itu harga saham sudah cukup tinggi.
Masih banyak saham-saham prospektif lainnya,
namun bukan kebutuhan dasar sehingga cukup
berisiko.
Emiten properti yang di watchlist bukan termasuk
kebutuhan dasar.

Perkenalan Komunitas ISP

Apa itu ISP?


Komunitas Investor Saham Pemula atau disingkat ISP lahir
karena prihatin terhadap masyarakat Indonesia yang terus
terjebak oleh investasi bodong atau skema penipuan
berbentuk investasi atau pernah menderita kerugian di forex
(pasar valas) atau pasar saham, sehingga akhirnya skeptis
terhadap dunia investasi di Indonesia.
Komunitas Investor Saham Pemula akan terus bergerak
untuk mencapai sebuah Visi. Adapun Visi ISP, yaitu
"Memajukan Pasar Modal Di Indonesia Berbasis Investor
Domestik Yang Cerdas". Website ISP merupakan portal
edukasi dan tempat sharing bagi investor pasar modal di
Indonesia.

Apa Project ISP?


Line Official untuk tempat konsultasi dan bertanya
bagi Sahabat ISP.
Mengadakan ISP Goes to Campus Tahun 2015.
(10 Universitas telah dikunjungin ISP, paling jauh
adalah Pontianak)
Portal Website Edukasi terlengkap.
(launching 30 Desember 2015 sebagai anniversary
ISP)

Pernyataan ISP
ISP siap menampung ide-ide dari sahabat ISP. Silahkan
hubungin kami untuk mengirim ide cemerlang Anda.
ISP saat ini tidak memiliki kerjasama oleh sekuritas
tertentu. Tidak memiliki rencana kerjasama kecuali
event-event tertentu.
ISP akan menjangkau dari Aceh hingga Papua. Kami
berharap sahabat ISP men-share line official atau bbm
kami ke rekan-rekan Anda.
ISP senang jika Anda dapat menjadi kordinator wilayah
atau kerjasama lainnya.

Terima Kasih