Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM DESAIN EKSPERIMEN

FAKTORIAL RANCANGAN ACAK KELOMPOK


Tanggal percobaan : 15 Desember 2015
Kelompok C
Disusun oleh :
NETTY ANGGREANI

(0661 13 121)

Dosen pembimbing :
Ani Andriyati, M.Si
Assisten dosen :
Wahyu Dwi Lesmono

LABORATORIUM STATISTIK
PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2015

Data kasus dari pengaruh Faktor A (Olah Tanah) dan Faktor B (Pupuk Organik) terhadap hasil
(indeks stabilitas agregat).
Kelompok

Faktor A

Faktor B

Hasil

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
3
3
1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
3
3
1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
3
3

0
10
20
30
0
10
20
30
0
10
20
30
0
10
20
30
0
10
20
30
0
10
20
30
0
10
20
30
0
10
20
30
0
10
20
30

154
166
177
193
143
149
160
190
139
162
181
161
151
166
178
189
147
156
164
166
134
147
161
172
165
160
176
200
139
171
136
169
145
166
149
182

Terdapat 3 kelompok yaitu kelompok 1, 2 dan 3 yang masing-masing dengan 12 pengulangan,


dengan Faktor A (olah tanah) yaitu 1,2 dan 3 masing-masing sebanyak 12, Faktor B (pupuk
organic) yaitu 0, 10, 20, dan 30 masing-masing sebanyak 12, jadi total seluruhnya 36
pengulangan.

Between-Subjects Factors
Value Label N
kelompok

12

12

12

12

12

12

Pupuk Organik 1

10

20

30

Olah Tanah

Interpretasi : Pada tabel tersebut dijelaskan bahwa kelompok 1, 2 dan 3 dilakukan dengan
pengulangan 12 kali, pada olah tanah 1, 2 dan 3 dengan pengulangan sebanyak 12 kali, pada
perlakuan pupuk organic dengan kelompok 1 (0), 2 (10), 3 (20) dan 4 (30) dengan masingmasing pengulangan sebanyak 9 kali.
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:Indeks Stabilitas Agregat
Source

Type III Sum


of Squares
Df

Mean Square F

Sig.

Corrected Model

7616.944a

13

585.919

5.847

.000

Intercept

955180.444

955180.444

9531.826 .000

kelompok

82.056

41.028

.409

.669

Faktor_A

1813.389

906.694

9.048

.001

Faktor_B

5258.000

1752.667

17.490

.000

77.250

.771

.601

100.210

Faktor_A
Faktor_B

* 463.500

Error

2204.611

22

Total

965002.000

36

Corrected Total

9821.556

35

a. R Squared = .776 (Adjusted R Squared = .643)


b.

Interpretasi: pada tabel ANOVA atau sidik ragam. Dimana source (sumber keragaman) ini pada
tabel diperhatikan Kelompok, perlakuan (Faktor A) dan (Faktor B), error (galat), dan corrected
total. Pada df (derajat bebas) kelompok didapatkan 2, Faktor A didapatkan 2, Faktor B didapat 3
dan factor interaksi Faktor A*Faktor B didapatkan 6 dan df galat/eror sebesar 22. Dan
didapatkan Fhitung kelompok sebesar 0,409 dan P_Value (Siq.) sebesar 0,669. Fhitung Faktor A
sebesar 9.048 dan P_value 0,001, Fhitung Faktor B sebesar 17.490 dan P_value 0,000 dan pada
Fhitung interaksi antara Faktor A*Faktor B sebesar 0,771 dan P-value sebesar 0,601. Dari hasil
Sig. yang di hasilkan terlihat bahwa Faktor A serta Faktor B memberikan pengaruh yang berbeda
terhadap pengaruh indeks stabilitas agregat, namun kelompok dan interaksi antara Faktor A
dengan Faktor B memberikan hasil yang sama terhadap pengaruh Indeks stabilitas agregat.
PROSEDUR PENGUJIAN
1. Hipotesis
- Kelompok
H0: 1 = 2 = 3 = 0
(tidak ada pengaruh Kelompok terhadap Indeks Stabilitas Agregat)
H1: q 0, q = 1, 2, 3
(Ada pengaruh Kelompok terhadap Indeks Stabilitas Agregat)
-

Faktor A (Pengolahan Tanah)


H0: 1 = 2 = 3 = 0
(tidak ada pengaruh Pengolahan Tanah terhadap Indeks Stabilitas Agregat)
H1: i 0, i = 1, 2, 3
(Ada pengaruh Pengolahan Tanah terhadap Indeks Stabilitas Agregat)

Faktor B (Pupuk Organik)


H0: 1 = 2 = 3 = 4 = 0
(tidak ada pengaruh Pupuk Organik terhadap Indeks Stabilitas Agregat)
H1: j 0, j = 1, 2,3,4
(Ada pengaruh Pupuk Organik terhadap Indeks Stabilitas Agregat)

Interksi Faktor A dan Faktor B


H0: ()11 = ()12 = ()13 = ()14 = ()21 = ()22 = ()23 = ()24 = ()31 = ()32
= ()33 = ()34 = 0
(tidak ada pengaruh interaksi pada Pengolahan Tanah dan Pupuk Organik terhadap
Indeks Stabilitas Agregat)
H1: ()ij 0, i = 1, 2, 3; j = 1, 2, 3, 4
(ada pengaruh interaksi pada Pengolahan Tanah dan Pupuk Organik terhadap Indeks
Stabilitas Agregat)

2. Taraf Nyata
= 0.05
3. Statistik Uji
Berdasarkan nilai peluang :
- Kelompok
Fhitung : 0.409
P.Value : 0.669
-

Olah tanah
Fhitung : 9.048
P.Value : 0.001

Pupuk organik
Fhitung : 17.490
P.Value : 0.000

Interaksi faktor pengolahan tanah dan faktor pupuk organik


Fhitung : 0.771
P.Value : 0.601

4. Kriteria Keputusan
Tolak H0 jika P.Value <
Terima H0 jika P.Value >
5. Keputusan
a. Kelompok
P.Value = 0.669 > = 0.05 Terima H0
b. Faktor A (Olah Tanah)
P.Value = 0.001 < = 0.05 Tolak H0
c. Faktor B (Pupuk Organik)
P.Value = 0.000 < = 0.05 Tolak H0
d. Interaksi Olah Tanah dan Pupuk Organik
P.Value = 0.601 > = 0.05 Terima H0
Kesimpulan
6.
Dari hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa pada Olah tanah dan Pupuk Organik
memberikan pengaruh yang significant terhadap pengaruh indeks stabilitas agregat yang
dihasilkan, namun pada kelompok dan interaksi antara olah tanah dengan pupuk organic
tidak menghasilkan hasil yang significant terhadap pengaruh indeks stabilitas agregat
yang dihasilkan.
Pada uji kali ini akan dilakukan tahap uji lanjut pada Faktor A (Olah tanah) dan Faktor B
(Pupuk Organik).

UJI LANJUT DUNCAN


Indeks Stabilitas Agregat
Duncana,,b
Olah
Tanah N

Subset

12

157.50

12

158.25

12

Sig.

172.92
.856

1.000

Means for groups in homogeneous


subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error)
= 100.210.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size
= 12.000.
b. Alpha = 0.05.
Interpretasi : Dengan menggunakan uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa faktor kelompok
tidak dilakukan tindakan uji lanjut karena dari hasil keputusan tidak memberikan pengaruh.
Dilakukan uji lanjut pada faktor A (olah tanah) dan faktor B (pupuk organik) memberikan
pengaruh yang berbeda. pada olah tanah menunjukkan bahwa olah tanah 1 dengan kelompok
olah tanah yang lain memberikan pengaruh yang berbeda terhadap indeks stabilitas agregat.
Untuk kelompok olah tanah 2 dan 3 memberikan pengaruh yang sama terhadap indeks stabilitas
agregat.

Indeks Stabilitas Agregat


Duncana,,b
Pupuk
Organi
k
N

Subset

146.33

10

160.33

20

164.67

30

Sig.

180.22
1.000

.368

1.000

Means for groups in homogeneous subsets are


displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) =
100.210.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9.000.
b. Alpha = 0.05.
Interpretasi : berdasarkan pada tabel diatas bahwa pada pupuk organik dengan konsentrasi 0
menunjukkan bahwa pupuk organik yang lain memberikan pengaruh yang berbeda terhadap
indeks stabilitas agregat. Pada pupuk orgnik dengan konsentrasi 10 dengan 20 memberikan
pengaruh yang sama terhadap indeks stabilitas agregat . pada pupuk organic dengan konsentrasi
30 memberikan pengaruh yang berbeda dengan pupuk organic konsentrasi lain terhadap indeks
stabilitas agregat.

INTEPRETASI : Pada plot rataan kelompok menunjukkan bahwa kelompok 1 memberikan


rata-rata indeks stabilitas agregat sebesar 164.58, kelompok 2 memberikan rata-rata indeks
stabilitas agregat sebesar 160.92. kelompok 3 memberikan rata-rata indeks stabilitas agregat
sebesar 163.17. Kelompok 1 menunjukkan rata-rata indeks stabilitas agregat lebih tinggi
dibandingkan kelompok 2 dan kelompok 3. Sedangkan kelompok 2 menunjukkan rata-rata
indeks stabilitas agregat lebih rendah dibandingkan kelompok 1 dan kelompok 3.

INTEPRETASI : Pada plot rataan Faktor A olah tanah menunjukkan bahwa pengolahan tanah 1
memberikan rata-rata indeks stabilitas agregat sebesar 172.92, pengolahan tanah 2 memberikan
rata-rata indeks stabilitas agregat sebesar 157.5, dan pengolahan tanah 3 memberikan rata-rata
indeks stabilitas agregat sebesar 158.25. Faktor A pengolahan tanah 1 menunjukkan rata-rata
indeks stabilitas agregat lebih tinggi dibandingkan pengolahan tanah 2 dan 3. Sedangkan pada
pengolahan tanah 2 menunjukkan rata-rata indeks stabilitas agregat lebih rendah dibandingkan
dengan pengolahan tanah 1 dan 3.

INTEPRETASI : Pada plot rataan Faktor B yaitu pengaruh pupuk organik terhadap indeks
stabilitas agregat pada tanaman, pada pupuk organik dengan konsentrasi 30 menunjukan hasil
yang signifikan dan paling tinggi dibandingkan dengan pupuk organic dengan konsentrasi yang
lain, pada konsentrasi 20 menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 10 dan 0,
namun konsentrasi 10 lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi 0.

INTEPRETASI : Berdasarkan plot rataan interaksi antara pengolahan tanah dengan pupuk
organik menunjukkan bahwa setiap pengolahan tanah memberikan perubahan yang cukup jelas.
Pupuk organic dengan konsentrasi 0 pada faktor olah tanah 1 dan 2 menunjukan hasil yang
meningkat, dan tidak mengalami interaksi dengan factor pupuk organic lain. pada pupuk organic
dengan konsentrasi 20 mengalami penurunan drastis pada factor olah tanah ke 2, namun
mengalami peningkatan yang signifikan pada kelompok olah tanah ke 1 dan 3, sehingga tidak
mengalami interaksi dengan factor organic yang lain. pada pupuk organic dengan konsentrasi 10

dari olah kelompok pertama sampai ketiga tidak mengalami peningkatkan dan mengalami
penurunan yang tidak terlalu drastis, namun mengalami interaksi dengan pupuk organic
konsentrasi 20 pada Faktor A2. Pada pupuk organic dengan konsentrasi 30 mengalami tingkatan
paling tinggi dibandingkan dengan pupuk organic yang lain, tidak mengalami interaksi dengan
kelompok pupuk organic yang lain, hasil yang tertinggi yaitu pada Faktor A1 dan mengalami
penurunan pada A2-A3. Pada A3 konsentrasi 30 mengalami penurunan yang sedikit namun
menyebabkan terjadinya interaksi antara konsentrasi 30 pada A3 dan konsentrasi 20 pada A3.

Anda mungkin juga menyukai