Anda di halaman 1dari 3

Edukasi dan Pencegahan Dampak Sinar Inframerah Pada Pekerja

Menurut International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP)


bila bahaya radiasi tidak dapat dikurangi dengan pemilihan alat dan bahan industri yang
tidak mengandung sinar inframerah, maka pencegahan bahaya radiasi yang paling efektif
adalah dengan isolasi total dari sumber sinar inframerah dan emisinya. Bila hal tersebut
tidak memungkinkan, dapat dilakukan isolasi parsial terhadap sinar, kontrol administratif,
dan akses terbatas pada sumber-sumber cahaya yang intens, serta dapat juga digunakan
pelindung kulit atau mata1
Untuk pencegahan, dapat digunakan kacamana proteksi, kacamata khusus (googles),
dan topeng muka yang sudah dilengkapi dengan lensa pemantul atau penyerap radiasi
inframerah yang secara fisik mempunyai tampilan gradasi warna atau shade sesuai
dengan tingkat proteksi lensa.2 International Safety Equipment Association menuliskan
tingkatan proteksi lensa inframerah dalam sebutan scale, seperti yang dituliskan dalam
tabel 1 dan menyatakan bahwa pembuat lensa proteksi inframerah harus menyertakan
scale atau nomor tingkat proteksi lensa tersebut.2,3
Tabel 1. Tingkatan Proteksi Filter Terhadap Transmisi Inframerah3
Scale

Rata-rata Transmisi

R1.3
R1.5
R1.7
R2
R2.5
R3
R4
R5
R6
R7
R8
R9
R10

Infrared Maksimal (%)


< 30
25
20
15
12
9
5
2.5
1.5
1.3
1.0
0.8
0.6

Kacamata dengan lensa kaca berwarna hijau dapat digunakan untuk proteksi terhadap
radiasi inframerah karena memiliki kemampuan menyerap radiasi inframerah. Namun
penggunaan lensa kaca sebagai filter proteksi tidak memenuhi standar keamanan

benturan dan jelas lebih berat dibandingkan lensa plastik dan polikarbonat. Teknologi
terbaru mengembangkan penggunaan lensa plastik dan polikarbonat dengan proses
khusus yang menyertakan cat penyerap radiasi inframerah pada bagian depan lensa
sehingga memiliki tingkat penyerapan radiasi inframerah yang konsisten pada seluruh
bagian lensa, selain itu juga lebih ringan dan memenuhi standar keamanan benturan.2

Gambar 1. Kacamata Proteksi Inframerah. Penulisan skala filter 3.0 dan 5.0 sesuai
dengan daya proteksi lensa terhadap radiasi inframerah seperti pada tabel 1.4
Seperti yang tertulis pada paragraf sebelumnya, perlindungan kulit terhadap radiasi
inframerah juga dibutuhkan. Hal ini dikarenakan sinar inframerah, baik IR-A, IR-B,
maupun IR-C dapat menembus lapisan kulit dan menimbulkan kerusakan, serta fakta
bahwa sebagian dari radiasi matahari merupakan sinar inframerah dengan 30%nya adalah
IR-A.5 Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan bahwa radiasi inframerah secara
signifikan merusak kulit, bukan hanya dengan menimbulkan panas pada kulit, tetapi juga
menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang merupakan penyebab penuaan dini. 5
Masyarakat saat ini sudah banyak mengetahui bahaya paparan sinar matahari berlebih,
dan banyak yang melindungi diri dengan krim sunscreen UVA-UVB yang banyak dijual
di pasaran. Namun beberapa penelitian dengan subjek manusia mengemukakan faka
bahwa penggunaan sunscreen UVA-UVB tidak dapat mencegah terbentuknya radikal
bebas yang disebabkan paparan radiasi inframerah yang merupakan komponen sinar
matahari.6 Tetapi, dengan penambahan antioksidan dapat menetralkan hingga 56% radikal
bebas atau reactive oxygen species (ROS). Fakta-fakta tersebut menjadi dasar penelitian
selanjutnya untuk menemukan proteksi yang komprehensif terhadap seluruh bahaya yang
ditimbulkan paparan sinar matahari, bukan hanya radiasi UV.5,6
Daftar Pustaka
1. ICNIRP. 2013. ICNIRP Guidelines on Limits of Exposure to Incoherent Visible and
Infrared

Radiation.

Health

physics

105(1):

74-96.

(diakses

dari

http://www.icnirp.org/cms/upload/publications/ICNIRPVisible_Infrared 2013.pdf, tnggal


20 Juni 2015 pkl 21.50)

2. Sankpill, JP. 2009. Infrared Radiation: Defending Against the Invisible Workplace
Hazard. Protection Update. P45-47 (diakses dari https://www.safetyequipment.org
/userfiles/File/ProUp_Oct09.pdf, tanggal 20 Juni 2015 pkl 22.00)
3. ISEA.2010. American National Standard for Occupational and Educational Personal
Eye

and

Face

Protection

Devices.

ANSI/ISEA

Z87.1.

P15.

(diakses

dari

http://support.automationdirect.com/docs/ANSI%20spec.pdf, tanggal 20 Juni 2015 pkl


22.30)
4. IR Green/ Welding glasses. Diambil dari : http://www.envirosafetyproducts.com
/safety-glasses-ir- green-lens.html, tanggal 21 Juni 2015 pukul 05.30
5. Shaath, N.2012. Infrared Radiation & Skin Protection. The Sunscreen Filter. Maret
2012.

P2-5

(diakses

dari

http://www.alpharnd.com/articles/articles/shared_files/

TheSunscreenFilter0312.pdf, pada tanggal 21 Juni pukul 06.00)


6. Dupont, E, J Gomez, D Bilodeau. 2013. Beyond UV Radiation: A Skin Under
Challenge.

International

Journal

of

Cosmetic

Science,

P19

(diakses

http://www.idcdermo.com/files/documents/8b/50/beyond-uv-radiation-a-skin-underchallenge.pdf, pada tanggal 21 Juni 2015 pkl 06.15

dari