Anda di halaman 1dari 2

Metode spektrofotometri yag kami lakukan kurang tepat.

Hal ini disebabkan karena


adanya pertimbangan bahwa asetosal (aspirin) yang kami analisis dapat terurai
menjadi asam salisilat dan asam asetat
COOH

COOH

O
O

CH3

OH

CH3

OH

Jika peruraian tersebut benar terjadi pada analisis yang kami lakukan, maka
absorbansi yang terbaca tidak hanya asetosal sja, tetapi juga absorbansi dari asam
salisilat. Meskipun asam salisilat tidak menyerap sinar secara sempurna pada
masksimum asetosal, hal ini tetap mengacaukan analisis. Akibatnya kadar asetosal
hasil analisis bernilai lebh besar daripada kadar yang sebenarnya tergantung dari
seberapa banyak jumlah asetosal yang tersisa.
Berikut kami uraikan metode yang lebih tepat :
1. Spektrofotometri dengan pembacaaan paa dua panjang gelombang yang berbeda
Pada pengukura yang pertama dilakukan pada panjang gelombang visibel. Yang
terbaca kadarnya disini hanya asam salisilat (a). Ketika pembacaan absorbansi
dilakukan pada panjang gelombang UV, kadar yang terbaca merupakan gabungan dari
asetosal dan asam salisilat (b). Jadi kadar asetosal dalam sampel = b-a
2. Fluorimetri
Asetosal dan asam salisilat mempunyai energi eksitasi yang sama. Namun energi
emisi yang dipancarkan oleh kedua senyawa tersebut berbeda dalam hal panjang
gelombangnya. Energi emisi inilah yang nantinya diukur.
3. HPLC
Suatu metode yang telah terbukti handal dalam menganalisis beberapa senyawa yang
terdapat dalam suatu sampel. Pada kasus kami, penggunaan HPLC dapat memberikan
gambaran secaralangsung berupa kadar asetosal utuh dan kadar asam salisilat yang
terbentuk dari hasil peruraian asetosal dalam satu kali pengukuran.
4. Titrasi
Yaitu dengan menghitung jumlah NaOH yang menghidrolisis ikatan ester gugus
hidroksi dan asetat. Pertama-tama, sampel dititrasi sampai titik akhir sehingga

diketahui jumlah NaOH yang diperlukan untuk menetralkan asetosal dan asam
salisilat serta asam asetat yang mungkin terbentuk.
COONa

COONa

O
O

OH

CH3

CH3

ONa

Kemudian tambahkan sejumlah NaOH yang sama pada titrasi tadi ditambah 15 ml
lagi kepada sampel tadi sehingga terdapat basa yang berlebih. Adanya kelebihan basa
ini akan menghidrolisis ikatan ester gugus hidroksi dan asetat pada asetosal.
COONa

COOH

2NaOH
O

CH3

OH

CH3

ONa

Jumlah kelebihan basa ini dapat meghitung jumlah


asetosal yang terdapat dalam sampel.