Anda di halaman 1dari 8

KONTRAK PERJANJIAN JUAL BELI

BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) SOLAR INDUSTRI


(HSD)
ANTARA
PT. .................................
No. 001/SPJB/HTNB-HPE/IX/2015

DENGAN
PT. HPE
NOMOR: 1502001/KJB-HSD/RGB-SSS/IX/2015
Pada hari ini Jumat, tanggal tujuh belas , bulan september, tahun Dua ribu
Lima Belas (17-09-2015) di Jakarta, yang bertanda tangan d ibawah ini :
1.

Nama
: ......................
Jabatan
: Direktur Utama
Alamat
: ..............................
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Perseroan Terbatas
....................., BERDASARKAN Akta Pendirian Perseroan Terbatas
.........................
yang didukung oleh Izin Usaha Niaga Umum
No.:.................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2.

Nama
Jabatan
Alamat

: ....................
: Direktur Utama PT. HPE
: .....................................

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Perseroan Terbatas HPE
(HPE), berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas HPE No. 7,
tertanggal 9 Juni 2014, yang dibuat dan ditandatangani Notaris Retnanni
Winahju, SH, M.Kn., Notaris yang berkedudukan di Sampit. Selanjutnya
disebut PIHAK KEDUA.

Paraf Seller :
/ _______

1 | Page
Paraf buyer

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut PARA


PIHAK.
PARA PIHAK bertindak sebagaimana pendahuluan, terlebih dahulu
menerangkan hal-hal sebagai berikut: Bahwa PIHAK PERTAMA adalah Mitra
induk Perusahaan MITRA PT. PERTAMINA pemilik yang didukung oleh Izin
Usaha Niaga Umum No. ..................... sebagai Mitra kerja sama dalam
Transportir Laut.
1. Dengan seluruh perijinannya sesuai dengan ketentuan yang
berlaku, yang rinciannya terlampir pada lampiran I yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini;
2. Bahwa PIHAK KEDUA adalah perusahaan yang bergerak dibidang
Perdagangan BBM;
3. Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berminat untuk
bekerjasama secara sinergi untuk melakukan usaha perdagangan
BBM dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing pihak
yakni, PIHAK PERTAMA sebagai pemilik Izin Usaha Niaga Umum
BBM beserta fasilitas pendukungnya dan PIHAK KEDUA sebagai
pemilik fasilitas pendanaan serta market BBM.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, PARA PIHAK telah setuju dan sepakat
untuk
menandatangani Perjanjian Kerjasama Penyuplaian BBM, dengan ketentuan
dan syarat - syarat
sebagai berikut :
PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN KERJASAMA
1.
PARA PIHAK telah sepakat dan setuju untuk melakukan Kerjasama
Operasi Penyuplaian BBM Solar Industri yang diperlukan selama 1
(satu) kali antar sebanyak minimal 1.000.000 (satu Juta) liter;
2.
PIHAK PERTAMA sebagai Penjual, menerima pesanan BBM Solar
Industri dari PIHAK KEDUA sebagai Pembeli yang tersebut dalam
Purchase Order No.PO/HI.HPE/IX/2015/0142, (terlampir) dalam
Surat Perjanjian ini dengan atas nama PIHAK KEDUA.
PASAL 2
PERANAN PARA PIHAK

Paraf Seller :
/ _______

2 | Page
Paraf buyer

1.

2.

1.

2.

3.

4.

5.

1.

2.

PIHAK PERTAMA berperan sebagai penyedia BBM Solar Industri (HSD)


dari sumber resmi serta bertanggung jawab atas kelangsungan
pasokan dan transaksi BBM Solar Industri (HSD).
PIHAK KEDUA sebagai Pembeli (Buyer) dan menjamin serta
bertanggung jawab bahwa Pembeli (Buyer) tersebut mempunyai dana
yang cukup untuk transaksi BBM Solar Industri (HSD).
PASAL 3
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
PIHAK PERTAMA menyediakan yang sebenar-benarnya legalitas BBM
Solar Industri (HSD) yang digunakan untuk transaksi BBM Solar Industri
(HSD) tersebut;
PIHAK PERTAMA menjamin kesiapan kuantitas dan kualitas
(spesifikasi BPH Migas) kargo BBM Solar Industri (HSD) yang
dibutuhkan oleh Pembeli (Buyer);
PIHAK KEDUA sanggup dan bersedia menjamin 100 % pembayaran
BBM Solar Industri (HSD) dengan cara kredit 2 x 14 (empatbelas) hari
selama Satu Periode Perbulan dengan jaminan Cheque terhitung dari
BBM Solar Industri (HSD) loading di dermaga PIHAK KEDUA;
PIHAK KEDUA bersedia menyerahkan Cheque yaitu 1 lembar Cheque
50% dibayar 2 minggu dan 50% dibayar dengan SKBDN dengan proses
selama 2 (dua) minggu setelah pengiriman. Selama proses SKBDN
berjalan, PIHAK KEDUA menjamin dengan cheque 1 bulan setelah
barang unloading di pelabuhan PIHAK KEDUA.
PIHAK KEDUA menjamin unloading (bongkar) dilakukan di pelabuhan
sendiri yaitu Demaga PT HPE : koordinat S-2 24 574 E-113
002 265, Cempaga, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
PASAL 4
HARGA & TATA CARA PEMBAYARAN
Transaksi jual-beli Solar Industri (HSD) langsung antara Pihak Penjual
(Supplier)/PIHAK PERTAMA dengan Pihak Pembeli (BUYER) /PIHAK
KEDUA;
Atas kegiatan Perdagangan BBM Solar Industri (HSD), PARA PIHAK
sepakat untuk transaksi Jual-Beli BBM Solar Industri (HSD) tersebut
pada butir 3 (tiga) hingga butir 5 (lima) di bawah ini;
3. Untuk transaksi jual beli BBM Solar Industri (HSD) dilaksanakan 1 (satu)
kali antar 1000 KL Atau 1000 KL per Pengiriman dengan jangka waktu
2 X 14 hari. Setara dengan Cara Kredit 2 x 14 (empatbelas) hari selama
Satu Periode Perbulan dengan Jaminan 1 (satu) lembar Cheque dengan
jumlah 50% dan SKBDN at sight 30 hari 50%, dimana PIHAK PERTAMA

Paraf Seller :
/ _______

3 | Page
Paraf buyer

sudah harus terima sesudah selesai unloading di Pelabuhan atau


Depot/Storage tangki Penampungan terdekat yang ditunjuk oleh PIHAK
KEDUA.
4. Harga untuk Pengiriman Pertama yang disetujui oleh PENJUAL dan
PEMBELI Dengan Kuantiti 1.000 KL (1.000.000 liter) adalah CIF sampai
Pelabuhan PEMBELI Dermaga. PT.Haer Prima Energy lokasi di koordinat S2 24 574 E-113 002 265, Cempaga, Kotawaringin Timur, Kalimantan
Tengah berkapasitas cukup sesuai jumlah pesanan (komoditas) dimana
harga yang disepakati untuk Pengiriman Pertama dan selanjutnya Adalah :
Harga Dasar Standard Keekonomian Pertamina discount 16,4% + Ppn 10% + Pph
0,3% termasuk OAT (max Rp. 200/Liter).
5. PIHAK PERTAMA siap menerima penalti sebesar 10% (Sepuluh) persen dari nilai
Purchase Order yang diterbitkan oleh PIHAK KEDUA, apabila dalam jangka waktu
maksimal 2 (dua) minggu atau 14 (empat belas) hari tidak bisa mengirim atau
menyiapkan BBM Solar Industri (HSD) sesuai Purchase Order. Dan sebaliknya
Apabila PIHAK KEDUA tidak bisa mempertanggungjawabkan PO (Purchase Order)
yang sudah diterbitkan, dan atau keterlambatan pembayaran tidak sesuai dengan
pasal (3) diatas, maka yang bersangkutan dikenakan tambahan Pinalti 10%
(sepuluh) persen dari nilai PO.------------------------------------------

6.

7.
8.

PIHAK PERTAMA sebagai Penjual dan PIHAK KEDUA sebagai


Pembeli, telah bersepakat bahwa harga dimaksud dalam Pasal 4
Perjanjian ini sudah termasuk ongkos angkut dan Pajak (PPN ,
PPH)
Harga seperti yang tercantum pada ayat 5 Pasal ini adalah berlaku
sampai dengan tanggal ............ ;
Pembayaran melalui data Bank dibawah ini :

PIHAK PERTAMA
Nama Bank
:
Alamat Bank
Bank Officer
Rekening Atas Nama
Nomor Rekening :
Swift Code
:

BANK ....................
:
Jl. ...........................
:
...............................
:
..............................
................................
...............................

PIHAK KEDUA

Paraf Seller :
/ _______

4 | Page
Paraf buyer

Nama Bank
:
Alamat Bank
Bank Officer
Rekening Atas Nama
NomorRekening :
Swift Code
:

PT BANK MANDIRI (Persero)


:
Kantor Cabang Sampit
:
:
PT HPE
.............................

PASAL 5
KERAHASIAAN
PARA PIHAK sepakat untuk saling menjaga kerahasiaan atas hal-hal yang
berkaitan dengan informasi dalam kegiatan jual-beli BBM Solar Industri (HSD)
kepada pihak ketiga atau manapun.
PASAL 6
SURAT MENYURAT/KORESPONDENSI
Semua komunikasi yang terjadi berkaitan dengan perjanjian awal ini akan
dilakukan secara tertulis melalui facsimile, air mail, e-mail ke alamat
dibawah ini :

PIHAK PERTAMA
Pihak yang bertanggung jawab :
Nama
:
.............................
Jabatan
:
Direktur Utama
Alamat Kantor
:
..............................
Telepon
:
........................
Email
:
.........................
PIHAK KEDUA
Pihak yang bertanggung jawab :
Nama
:
Dr ....................
Jabatan
:
Direktur Utama
Alamat Kantor
:
..........................
Telepon
:
..........................
Fax
:
..........................
Email
:
..........................
PASAL 7
Paraf Seller :
/ _______

5 | Page
Paraf buyer

PENYELESAIAN PERSELISIHAN
PARA PIHAK sepakat bahwa apabila terjadi perselisihan dalam
melaksanakan perjanjian ini, maka terlebih dahulu akan diselesaikan secara
musyawarah untuk mufakat, dan apabila penyelesaian tidak dapat di capai
melalui musyawarah untuk mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyelesaikannya secara hukum dan memilih domisili hukum tetap di
Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
PASAL 8
FORCE MAJEURE
1.

Tidak satu pun PIHAK dalam perjanjian ini yang dipertanggung


jawabkan dalam hal terjadinya kelalaian, kesalahan serta tidak
terpenuhinya ketentuanketentuan dalam Perjanjian ini, bilamana
kelalaian, kesalahan serta tidak terpenuhinya ketentuan-ketentuan
tersebut disebabkan oleh:
a. Bencana alam, seperti banjir, angin taufan, gempa bumi dan petir;
b. Kebakaran, pemogokan, sabotase, peperangan (baik yang
diumumkan atau tidak), kerusuhan, huruhara, tindakan militer;
c. Kebijakan moneter yang mempengaruhi kegiatan ekonomi pada
umumnya, secara langsung atau pun tidak langsung diumumkan
oleh pejabat Pemerintah.

2.

Dalam hal terjadi Force Majeure sebagaimana dimaksud ayat 1 Pasal


ini, PIHAK yang mengalaminya wajib memberitahukan secara tertulis
kepada PIHAK lainnya dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak
tanggal dimulainya peristiwa force majeure;

3.

Keadaan atau keterlambatan salah satu PIHAK dalam memenuhi


kewajibannya dalam memberitahukan oleh PIHAK lainnya atas
peristiwa force majeure sebagaimana dimaksud ayat 1 Pasal ini;

4.

Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK
sebagai akibat terjadinya force majeure bukan merupakan tanggung
jawab PIHAK lainnya.

PASAL 9
LAIN-LAIN

Paraf Seller :
/ _______

6 | Page
Paraf buyer

Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Perjanjian ini,
maka akan diatur dan ditetapkan kemudian dalam bentuk addendum yang
menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini.
Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani dalam rangkap 2 (dua)
yang masing-masing ditanda tangani di atas materai cukup senilai Rp.
6,000.- (enam ribu rupiah) dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum
yang sama.

PIHAK PERTAMA
PT. ...............................

PIHAK KEDUA
PT. .............................

.............................
DIREKTUR UTAMA

.............................
DIREKTUR UTAMA

SAKSI,

SAKSI,

..........................

IR. HM. SYAMSUDIN

PENGESAHAN NOTARIS

Paraf Seller :
/ _______

7 | Page
Paraf buyer

Paraf Seller :
/ _______

8 | Page
Paraf buyer