Anda di halaman 1dari 15

HUBUNGAN ANTARA WAIST-HIP RATIO DENGAN DERAJAT NYERI

PENYAKIT OSTEOARTRITIS LUTUT PADA PASIEN DI POLI


PELAYANAN KHUSUS PUSKESMAS MATARAM
TAHUN 2013

Proposal Karya Tulis Ilmiah


Diajukan untuk memenuhi ketentuan melakukan kegiatan Penyusunan Karya Tulis
Ilmiah sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran

Oleh :
YAYAN ARI KURNIAWAN
010.06.0007

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR
2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Osteoartritis merupakan salah satu bentuk penyakit muskuloskeletal yang
sering terjadi di seluruh negara di dunia. Diketahui bahwa menurut World Health
Organization jumlah penderita osteoartritis mencapai 151 juta jiwa di seluruh
dunia dan berjumlah 24 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara (WHO, 2004).
Prevalensi osteoartritis juga terus meningkat secara dramatis mengikuti
pertambahan usia penderita. Di Indonesia prevalensi osteoartritis mencapai 5%
pada usia <40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun, dan 65% pada usia >61 tahun.
Untuk osteoartritis lutut prevalensinya cukup tinggi yaitu 15,5% pada pria dan
12,7% pada wanita osteoartritis (Soeroso, 2006).
Studi dari peneliti kesehatan masyarakat

University College London

menyimpulkan bahwa obese dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoartritis


lutut hingga empat kali banyaknya pada pria dan tujuh kali pada wanita.
Kemungkinan terjadinya osteoartritis pada salah satu lutut pasien obese malah
mencapai 5 kali lipat dibandingkan dengan pasien yang tidak obese. Fakta
tersebut menyimpulkan bahwa obese merupakan suatu faktor risiko terjadinya
osteoartritis, terutama pada sendi lutut (Arthritis Research Campaign, 2007).

Obese juga dianggap sebagai salah satu faktor yang

meningkatkan

intensitas nyeri yang dirasakan pasien osteoartritis lutut. Peningkatan dari rasa
nyeri dan ketidakmampuan fungsi pada lutut pasien penderita osteoartritis
semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Pada pasien dewasa
dengan umur 45 tahun ke atas, 19% dari mereka mengeluhkan nyeri yang
terpusat di sendi lutut. Dapat disimpulkan bahwa meningkatnya rasa nyeri yang
dirasakan oleh pasien osteoartritis selain dipengaruhi oleh tingkat keparahan
penyakit dan

umur, status obese yang diderita pasien turut mempengaruhi

(Conaghan, 2008).
Status obese dapat kita nilai dengan suatu metode menggunakan skala dari
pengukuran waist-hip ratio. Waist-hip ratio memiliki kategori yaitu obese dan
non obese, sehingga menjadikan definitive untuk menilai derajat obesitas
seseorang (Vasquez, 2007).
Berdasarkan

uraian

di

atas

dan

kurangnya

penelititan

yang

menghubungkan antara kategori obese berdasarkan waist-hip ratio dengan


derajat nyeri osteoartritis lutut menjadikan dasar bagi peneliti untuk melakukan
penelitian mengenai hubungan antara Waist-Hip Ratio dengan derajat nyeri
penyakit osteoartritis lutut pada pasien di poli pelayanan khusus Puskesmas
Mataram.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan
masalah mengenai adakah hubungan antara Waist-Hip Ratio dengan derajat nyeri
penyakit osteoartritis lutut pada pasien penyakit osteoartritis di Puskesmas
Mataram?
1.3 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan antara waist-hip ratio dengan derajat
nyeri pada pasien penyakit osteoartritis lutut di Puskesmas Mataram.
1.2.2 Tujuan Khusus
1.

Untuk mengetahui waist-hip ratio pasien osteoartritis di Puskesmas


Mataram .

2.

Untuk mengetahui derajat nyeri pasien osteoartritis lutut di


Puskesmas Mataram.

3.

Untuk mengetahui hubungan antara waist-hip ratio dengan derajat


pada pasien penyakit osteoartritis lutut di Puskesmas Mataram

1.4 Manfaat
1.

Bagi peneliti
Untuk menambah pengetahuan peneliti tentang hubungan antara
waist-hip ratio dengan derajat nyeri pada pasien penyakit osteoartritis
lutut di Puskesmas Mataram.

2.

Bagi instansi pendidikan


Sebagai

referensi

bagi

peneliti

selanjutnya

dan

sumbangan

pengembangan dan penyempurnaan ilmu pengetahuan yang ada.


3.

Bagi puskesmas
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi informasi bagi puskesmas
dalam penanganan dan penanggulangan pada kasus osteoartritis lutut,
terutama dalam penanganan rasa nyeri.

4.

Bagi masyarakat
Memberikan informasi dan menambah wawasan tentang obesitas
serta hubungannya dengan osteoartritis lutut lebih dalam.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1.

Jenis Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian analitik yang akan menilai hubungan antara waist-hip ratio dengan
derajat nyeri penyakit osteoartritis lutut. Pendekatan yang digunakan pada
desain penelitian ini adalah

cross sectional study. Penelitian analitik

merupakan penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa


fenomena kesehatan itu terjadi dan melakukan analisis dinamika korelasi
antara fenomena atau antara faktor risiko dengan faktor efek. Cross sectional
study adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara
faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi, atau
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach)
(Notoatmodjo, 2010).

3.2.

Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan di Puskesmas Mataram (Jalan Catur Warga No.
29A Mataram). Waktu penelitian dan pengumpulan data mulai tanggal 10
Oktober sampai dengan 10 Februari 2013.

3.3

Variabel dan Definisi Oprasional


3.3.1 Variabel Penelitian
Variabel independen dalam penelititan ini adalah waist-hip ratio.
Sedangkan

variabel

dependennya

adalah

derajat

nyeri

pasien

osteoartritis lutut.
3.3.2 Definisi Oprasional
3.3.2.1

Waist-hip ratio adalah nilai yang didapat melalui perbandingan


antara ukuran lingkar pinggang yang tersempit dengan ukuran
lingkar panggul yang terlebar. Kedua nilai didapatkan dengan
cara pengukuran langsung pada sampel. Pengukuran dilakukan
dengan bantuan alat, yaitu meteran. Kedua nilai tersebut
selanjutnya akan dihitung dengan menggunakan rumus berikut

(Frank, 2005):
Hasil yang didapat selanjutnya akan dicocokkan dengan
kategori pada tabel klasifikasi waist-hip ratio yang telah
dimodifikasi di bawah ini sehingga didapatkan suatu skala
ordinal:

Waist-Hip Ratio

3.3.2.2

Nilai (cm)

Klasifikasi

0.74 atau lebih rendan

Non Obese

0.75 keatas

Obese

Derajat nyeri pasien OA merupakan besar-kecilnya nyeri yang


dirasakan oleh pasien OA pada dua hari terakhir. Derajat nyeri
tersebut diukur dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner
yang

digunakan merupakan modifikasi dari kuesioner

WOMAC (Western Ontario and McMaster Universities)


dengan skala pengukuran ordinal (Bellamy, 2004).
3.4

Populasi dan Sampel


3.4.1

Populasi
Populasi merupakan seluruh subyek atau obyek karaktristik
tertentu yang akan diteliti. Bukan hanya obyek atau subyek yang
dipelajari saja tetapi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki
subyek atau obyek tersebut (Madiyono, 2008). Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pasien osteoartritis yang berobat di
Puskesmas Mataram.

3.4.2

Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut, populasi yang besar tidak mungkin
secara keseluruhan dapat diteliti. Karena keterbatasan waktu, tenaga
dan dana maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari
populasi tersebut. Dengan syarat sampel harus benar-benar mewakili
(representative) (Sugiyono, 2005).
a. Sampel penelitian
1. Kriteria Inklusi
a. Umur subjek adalah 40 tahun ke atas.
b. Subjek menderita osteoartritis pada sendi lutut, baik salah
satu maupun keduanya.
c. Subjek merupakan pasien yang berobat jalan di Puskesmas
Mataram pada rentang waktu tanggal 10 oktober sampai 10
februari 2013.
d. Subjek mengisi kuesioner secara lengkap dan subjek
memberikan izin untuk pengukuran diameter lingkar
pinggang terkecil dan lingkar pinggul terbesarnya.
e. Bersedia menjadi responden.

2. Kriteria Eksklusi :
a. Tidak bersedia menjadi responden.
b. Menderita osteoartritis selain dari osteoartritis lutut.
c. Subjek pernah mengalami cedera berat pada lutut.
b. Teknik pengambilan sampel
Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling.
Selanjutnya besarnya sampel ditentukan dengan rumus dan harus
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dimana kriteria tersebut
menentukan dapat atau tidaknya sampel digunakan.
Rumus Slovin yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah
sebagai berikut :

Keterangan :
n

= Besar sampel

N = Besar populasi

d2 = Tingket kepercayaan atau ketetapan yang diizinkan 10%


3.5

Metode Pengumpulan Data


Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Data
primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data. Data primer
dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik dan kuesioner. Cara pertama adalah
dengan mengukur lingkar pinggang tersempit dan lingkar panggul terlebar
pasien untuk dapat menilai waist-hip ratio. Waist-hip ratio yang didapat akan
dibandingkan dengan nilai pada tabel sehingga derajat obesitas pasien dapat
diukur, apakah pasien tersebut Non Obese atau obese. Cara kedua adalah
dengan menggunakan kuesioner hasil modifikasi dari WOMAC (Bellamy,
2004) yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya melalui penelitian oleh
Paula et al (2010). Data sekunder adalah data pasien yang mengalami
osteoartritis lutut yang didapat dari Puskesmas Mataram.

3.6

Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang akan digunakan untuk
pengumpulan data. Instrumen dalam penelitian ini adalah :
1. Alat tulis
2. Meteran lingkar pinggang dan panggul (Metline)

3. Kuesioner

3.7

Analisa Data
Analisa data merupakan bagian penting dari suatu penelitian. Dimana
tujuan dari analisa data ini adalah agar diperoleh suatu kesimpulan masalah
yang diteliti. Data yang telah terkumpul akan diolah dan dianalisis dengan
menggunakan program komputer. Adapun langkah-langkah pengolahan data
meliputi :
1.

Editing
Editing dilakukan untuk memeriksa kembali apakah pengisian
hasil pengisian kuesioner sudah lengkap. Editing ini dapat berupa
koreksi terhadap kesalahan angka, huruf ataupun konsistensi

2.

jawaban dari responden.


Koding
Setelah data diteliti, langkah berikutnya adalah memberi kode
angka pada pada atribut variabel untuk memudahkan analisis

3.

data.
Entry
Kegiatan memasukkan data yang telah didapat ke dalam program
komputer yang ditetapkan (menggunakan software SPSS 16).

Analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan :


a. Analisa univariat

Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan masingmasing variabel, baik variabel bebas maupun variabel terikat. Adapun
variabel yang dianalisis adalah waist-hip ratio dengan pengukuran rasio
lingkar pinggang tersempit dan lingkar panggul terlebar, serta derajat nyeri
osteoartritis lutut dengan kuesioner
b. Analisa bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel
dependent dan independent yaitu waist-hip ratio dengan osteoartritis lutut
dengan mengguanakan uji korelasi spearman dengan tingkat kepercayaan
95% ( = 0,05).

DAFTAR PUSTAKA

Arthritis Research Campaign, 2009. Osteoarthritis and obesity. ARC Epidemiology


Research Unit, University of Manchester Medical School, Oxford, United
Kingdom.
Bellamy, N, 2004.

WOMAC

Didapat dari:

osteoarthritis

index, University of Queensland.

http://www.fda.gov/ohrms/dockets/ac/08/briefing/2008-

4404b1-05%20WOMAC%20Questionnaire.pdf.
Conaghan, P.G., Dickson, J., dan Grant, R.L., 2008. Care and management of
osteoarthritis in adults: summary of NICE guidance. British Medical
Journal. Didapat dari :
http://muse.jhu.edu/journals/journal_of_democracy/related/v019/19.2co
naghan.html
Felson, D.T., 2006. Osteoarthritis of the knee. Massachusetts Medical Society.
Didapat dari : http://content.nejm.org/cgi/content/short/354/8/841.
Madiyono, B., Moeslichan, S., Sastroasmoro, S., Budiman, I., dan Purwanto, H.,
2008. Bab 16 - Perkiraan besar sampel. Dalam : Sastroasmoro, S., ed.
Dasar

dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi ke-3.Jakarta,

Indonesia. Sagung Seto, 302-318.


Marlowe, F., Apicella, C., dan Reed, D, 2005. Mens preference for womens profile
waist-to-hip ratio in two Species. Department of Athropology, Harvard

University, Cambridge. Didapat dari :


http://www.anthro.fsu.edu/people/faculty/marlowe_pubs/profilewhr.pdf.
Notoatmodjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta
Soeroso, J., Isbagio, H., Kalim, H., Broto, R., dan Pramudiyo, R., 2006. Osteoartrits.
Dalam : Alwi, I., Sudoyo, A.W., dan Setiati, S., ed. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta, Indonesia : Penerbit FKUI
Pusat, 1195-1201.
Vasquez, G., Duval, S., Jacobs, D.R., dan Silventoinen, K., 2007. Comparison of
body mass index, waist circumference, and waist/hip ratio in predicting
Incident Diabetes: A Meta-Analysis. University of Minnesota. Didapat
dari : http://epirev.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/29/1/115.
World Health Organization,2004. BMI classification. Direktorat World Health
Organization. Didapat dari :
http://apps.who.int/bmi/index.jsp?introPage=intro_3.html.