Anda di halaman 1dari 17

pengertian ethernet

dicky abdurachman
email: dicky_djahri@yahoo.com
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Pengertian Ethernet
Pengertian Ethernet
Ethernet merupakan jenis perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert
Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Ethernet merupakan sebuah teknologi yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai interface yang digunakan untuk
konektivitas perangkat komputer maupun laptop, hampir di setiap jaringan LAN (Local Area Network) di seluruh dunia.

Selain karena harganya terjangkau, teknologi Ethernet sangat mudah diadaptasi oleh perangkat seperti modem, printer,
scanner, faksimile, VoIP phone, serta perangkat teknologi informasi lainnya. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan
senakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi data, teknologi Ethernet juga digunakan sebagai
interface dari layanan broadband data comunication, yang lebih dikenal dengan nama Metro Ethernet.
3.2. Jenis-jenis Ethernet
Arsitektur Ethernet diperkenalkan pada tahun 1970 oleh Xerox, dimana terdapat tiga jenis Ethernet yang dibedakan
berdasarkan kecepatan daya akses datanya, yaitu:
3.2.1. Ethernet
Memiliki kecepatan akses data 10 Mbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 10BaseT, 10BaseF, 10Base2 dan 10Base5.
a. 10BaseT
Pada Ethernet 10BaseT menggunakan topologi Star. Ethernet dengan topologi star ini paling banyak digunakan, karena
mudah pemasangannya serta melakukan pengecekan jika ada kerusakan pada jaringan. Pada 10BaseT kabel yang dipakai
bukan coaxial tapi kabel UTP. Spesifikasi dari 10BaseT adalah sebagai berikut:
1?
Panjang kabel per-segmen maksimum 100 m
2?
Jumlah segmen maksimum adalah 1024
3?
Jumlah node perjaringan 1024
4?
Menggunakan Hub dengan jumlah maksimum 4 buah
1?
Kabel yang digunkan UTP kategori 3
atau lebih b. 10BaseF
10BaseF mengunakan kabel serat optik, ini jarang digunakan karena biasanya mahal dan pemasangannya tidak semudah
ethernet tipe lain. Umumnya jenis ini dipakai untuk penghubung (link) antar segmen karena jaraknya bisa mencapai 2000 m
serta kabel yang digunakan adalah serat optik. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan
kabel/media yang berbeda.
c. 10Base2
10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm
dengan jenis twisted pair. 10Base2 disebut juga Thin Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thin atau disebut
sebagai Cheaper Net.Panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung
sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja.
Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50
ohm. Untuk jenis konektor dipakai adalah jenis BNC.
Spesifikasinya adalah:
2?
Panjang kabel per-segmen adalah 185 m

3?
4?
5?
6?
7?
8?
9?
10?

Total segmen kabel adalah 5 buah


Maksimum Repeater adalah 4 buah
Maksimum jumlah segmen yang terdapat node (station) adalah 3 buah
Jarak terdekat antar station minimum 0,5 m
Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 30
Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater adalah 925 m
Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
Jenis kabel yang digunakan RG-58A/U atau RG-58C/U

d. 10Base5
10Base5 disebut juga Thick Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thick. Topologi pada 10Base5 sama seperti
10Base2 yaitu Topologi Bus. Spesifikasi dari 10Base5 adalah sebagai berikut:
1?
Panjang kabel per-segmen adalah 500 m
2?
Total segmen kabel adalah 4 buah
3?
Maksimum jumlah segmen yang terdapat node adalah 3
4?
Jarak terdekat antar station minimum adalah 2,5 m
5?
Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 100
6?
Maksimum panjang kabel AUI ke node 50 m
7?
Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater 2500 m
8?
Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
1?
Jenis kabel Coaxial RG-8 atau
RG-11 3.2.2. Fast Ethernet
Memiliki kecepatan akses data 100 Mbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4 dan
100BaseTX. Protokol ini cepat menjadi populer, karena memberikan kecepatan 10 kali lebih tinggi dibandingkan 10BaseT
dengan harga yang relatif murah.
Fast Ethernet bergantung pada jenis media/kabel yang digunakan, tergolong atas beberapa tipe sebagai berikut:
a. 100Base TX
Protokol 100BaseTX ini mendukung penggunakan kabel UTP kategori-5 seperti yang digunakan oleh protokol IOBaseT
sehingga dapat digunakan tanpa banyak mengubah distribusi perkabelan yang sudah ada.
Yang perlu diganti hanya hub dan network adapter yang mampu mendukung protokol 100BaseTX. Banyak network adapter
dan hub yang diproduksi belakangan ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi secara otomatis kecepatan 10 atau 100
Mbps. Kabel-kabel jaringan tidak perlu diganti karena 100BaseTX dapat berfungsi dengan baik dengan menggunakan kabel
UTP kategori5, seperti yang digunakan oleh jaringan 1OBaseT dengan panjang kabel antara hub dengan hub atau hub ke
komputer adalah sama juga, yaitu 100 meter. Namun untuk protokol 100BaseTX, diameter jaringan maksimum (jarak terjauh
antara dua komputer) adalah 205 meter.
b. 100BaseFX
Tipe protokol ini mendukung penggunaan kabel serat optik dengan jarak maksimum 412 meter.
c. 100BaseT
100BaseT disebut juga Fast Ethernet atau 100BaseX, adalah ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps. Ada beberapa
tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai, yaitu:
2?
100BaseT4, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai adalah 4 pasang
3?
100BaseTX, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai hanya 2 pasang
4?
100BaseTX, memakai kabel serat optik
Pada 100BaseT yang menggunakan kabel Coaxial maksimum total kabelnya dengan menggunakan Hub Class II adalah 205
m, dengan perincian 100 m untuk panjang segmen dan 5 m untuk hubungan Hub ke Hub. Sedangkan untuk 100BaseFX
dengan menggunakan dua Repeater bisa mencapai 412 m, dan panjang segmen dengan serat optik bisa mencapai 2000 m.
3.2.3. Gigabit Ethernet
Memiliki kecepatan akses data 1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 1000BaseCX,
1000BaseLX, 1000BaseSX dan 1000BaseT.
Gigabit Ethernet merupakan protokol jenis Ethernet terbaru yang mendukung kecepatan 1000 Mbps.
Gigabit Ethernet bergantung pada jenis media yang digunakan, terdiri atas beberapa tipe sebagai berikut:
a. 1000BaseTX
Merupakan jenis protokol Ethernet terbaru yang menggunakan kecepatan 1000 Gigabit per second (Gbps) dan mendukung
pergunaan kabel UTP kategori-5. Spesifikasinya banyak mirip dengan protokol 100BaseTX, misalnya jarak kabel maksimum
adalah 100 meter dengan diameter jaringan 205 meter.
b. 1000BaseSX dan 1000 BaseLX
Protokol 1000BaseSX dan 1000BaseLX berdasarkan spesifikasi 802.3z yang mendukung penggunaan media serat optik
yang mampu meneruskan data dengan panjang kabel sampai 550 meter untuk protokol 1000BaseSX, dan 3000 meter untuk
protokol 1000BaseLX, tergantung tipe dan mode serat optik yang dipakai. Oleh sebab itu protokol ini banyak dipakai sebagai
jaringan tulang punggung (backbone) untuk jaringan kampus.
3.3. Pengertian Metro Ethernet
Metro Ethernet merupakan teknologi jaringan Ethernet yang diimplementasikan di sebuah metropolitan area. Perusahaanperusahaan besar dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghubungkan kantor-kantor cabang mereka ke dalam

sistem intranet yang ada di dalam perusahaan tersebut.Jaringan Metro Ethernet umumnya didefenisikan sebagai bridge dari
suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah juga menghubungkan LAN dan WAN atau backbone network
yang umumnya dimiliki oleh service provider.
Jaringan Metro Ethernet, secara harafiah berarti jaringan komunikasi data yang berskala metro (skala untuk menjangkau satu
kota besar seperti Jakarta misalnya) dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol transportasi datanya. Begitu
pula arti sebenarnya, teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet yang dapat
menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur yang seperti terdapat pada jaringan Ethernet
umumnya. Sehingga jaringan yang berskala metro dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi Ethernet biasa.
Metro Ethernet menggunakan protokol atau teknologi yang sama persis dengan Ethernet/Fast Ethernet pada LAN tetapi ada
penambahan beberapa fungsi sehingga dapat digunakan untuk menghubungkan dua lokasi (dua LAN) dengan jarak puluhan

bahkan ratusan kilometer. Sebenarnya Metro Ethernet adalah jenis Broadband Wired (Kabel Broadband) karena
speed/kecepatan/bandwidthnya sudah besar yaitu 10/100 Mbps, bahkan 1/10 Gigabps.
Teknologi Ethernet dipilih untuk jaringan berskala metro dikarenakan teknologi Ethernet telah digunakan secara luas oleh
masyarakat, terutama dalam LAN. Interface Ethernet telah tersebar ke mana-mana dan keberadaannya sangat banyak.
Selain itu, bandwidth yang ditawarkan oleh teknologi ini juga dapat dengan mudah diperbesar. Hingga kini teknologi Ethernet
yang perangkatnya telah banyak beredar di pasaran telah mencapai bandwidth tertinggi sebesar 10 Gigabit per Second.
Namun, Ethernet juga menyediakan teknologi Ethernet dengan bandwidth 10 Mbps, 100 Mbps, dan 1000 Mbps.
Metro ethernet merupakan salah satu solusi teknologi untuk High End Market (HEM) dalam memberikan solusi terintegrasi
untuk layanan voice, data dan video. Metro ethernet network memiliki karakteristik antara lain :
1?
Teknologi IP optik berbasis Synchronous Digital Hierarchy atau Ethernet.
2?
Dapat mengakomodasi layanan berupa voice, data, high speed internet access dan video
3?
Kecepatan tinggi hingga Gigabit Ethernet/1000Mbps
Gambar 2. Perangakat Metro Ethernet
3.4. Cara Kerja Metro Ethernet
Metro ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim
sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Metro Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station
dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus.
Metro Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk
menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam
jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara",
artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak
ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk
mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan
teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol
sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station akan mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi
collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya
mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak
station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun
akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya
hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah
satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi
terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain. Dimana collision domain ini mempercepat pengiriman data
pada jaringan.
3.5. Keuntungan Metro Ethernet
Banyak sekali keuntungan yang di dapat dari teknologi Metro Ethernet Network baik dari pihak penyedia jasa layanan atau
services provider ataupun para penggunanya. Berikut manfaat yang diperoleh oleh penyedia dan para pengguna jaringan
Metro Ethernet ini:
a. Nilai ekonomis yang tinggi
Dalam implementasinya, teknologi MEN ini sudah lama dikenal oleh masyarakat luar sebagai salah satu teknologi yang
memiliki nilai ekonomis yang tinggi atau murah, bahkan dalam maintenance dan pengembangannya. Dengan teknologi MEN
para penyedia jasa layanan dan para pengguna dapat mengurangi biaya invertasi dan biaya operasional.
Beberapa alasan yang menyebabkan teknologi Metro Ethernet mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu:
1?
Penggunaannya yang luas, bahkan hampir semua perangkat jaringan menggunakan teknologi ini, sehingga
harga perangkat berbasis teknologi MEN ini sangat bersaing di pasaran. Para pengguna dapat bebas memilih
perangkat yang sesuai dengan dana dan juga kebutuhan pengguna.
2?
Pelayanan Metro Ethernet murah dan bahkan bisa dikatakan lebih murah daripada servis teknologi WAN yang
sekarang ada seperti harga perangkat penyedia jasanya yang relatif murah dan juga maintenancenya yang tidak sulit dan
memakan biaya banyak. Biasanya untuk menyelenggarakan jasa Ethernet service, pengguna tidak membutuhkan sebuah
perangkat multiplexer yang mahal atau perangkat router yang canggih.
3?
Fleksibilitas juga merupakan salah satu faktor mengapa Metro Ethernet sangat menguntungkan baik untuk
digunakan oleh end user maupun untuk dijual kembali oleh penyedia jasa. Dengan menggunakan pelayanan Ethernet yang
disediakan oleh teknologi jaringan Metro Ethernet, para penyedia jasa dapat lebih leluasa membuat produk-produk servis
untuk dijual ke pengguna. Dan dari sisi pengguna hal ini juga sangat menguntungkan karena mereka disuguhkan dengan

banyak pilihan sehingga mereka bisa memilih mana yang paling cocok dan efisien bagi mereka.
b. Kesenangan penggunanya,
Teknologi komunikasi data jenis ini memang telah merambah kemana-mana penggunaannya, sehingga telah dikenal secara
luas dan banyak yang sudah familiar dengan sifat, kekurangan dan kelebihannya. Perangkat-perangkat pendukungnya pun
tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya, sebab kini hampir semua perangkat komunikasi data, khususnya untuk
keperluan LAN, MAN dan juga WAN yang sederhana pasti menggunakan interface Ethernet. Bahkan beberapa perangkat
rumah tangga yang tergolong perangkat canggih juga dilegkapi dengan interface ini untuk berinteraksi dengan komputer.
Selain tiu Operation, Administration, Maintanance, dan Provisioning (OAM&P) dari teknologi ini juga sudah tidak asing lagi
bagi para penyedia jasanya, seperti halnya melakukan OAM&P pada jaringan lokal saja. Sumber :

http://www.blog-eko.co.cc/2010/04/pengertian-ethernet.html Ethernet adalah jenis skenario perkabelan dan pemrosesan


sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research
Center (PARC) pada tahun 1972. Versi awal Xerox Ethernet dikeluarkan pada tahun 1975 dan di desain untuk
menyambungkan 100 komputer pada kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer.
Disain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu sehingga Xerox, Intel dan Digital Equipment Corporation (DEC)
mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan komputer saat ini. Selain itu, terdepat standar
Ethernet dengan kecepatan 100Mbps yang dikenal sebagai Fast Ethernet.
Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan
naman "ALOHA". Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan
komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus.
Proses standardisasi teknologi Ethernet akhirnya disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and Electronics
Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya diadopsi oleh
International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia
yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet pun dapat
bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan. Jika dilihat dari
kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut: 10 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai
Ethernet saja (standar yang digunakan: 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF) 100 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai
Fast Ethernet (standar yang digunakan: 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX) 1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik,
yang sering disebut sebagai Gigabit Ethernet(standar yang digunakan: 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX,
1000BaseT). 10000 Mbit/detik atau 10 Gbit/detik. Standar ini belum banyak diimplementasikan. Kecepatan Standar
Spesifikasi IEEE Nama 10 Mbit/detik 10Base2, 10Base5, 10BaseF, 10BaseT IEEE 802.3 Ethernet 100 Mbit/detik
100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4,100BaseTX IEEE 802.3u Fast Ethernet 1000 Mbit/detik
1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT IEEE 802.3z Gigabit Ethernet 10000 Mbit/detik 11mm/.ll
Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi
jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame sebelum ditransmisikan di atas kabel.
Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya
secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat
menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet
dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk
menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam
jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara",
artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak
ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk
mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan
teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol
sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi
collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya
mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak
station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun
akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya
hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah
satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi
terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain. Ethernet mentransmisikan data melalui kabel jaringan dalam
bentuk paket-paket data yang disebut dengan Ethernet Frame. Sebuah Ethernet frame memiliki ukuran minimum 64 byte,
dan maksimum 1518 byte dengan 18 byte di antaranya digunakan sebagai informasi mengenai alamat sumber, alamat
tujuan, protokol jaringan yang digunakan, dan beberapa informasi lainnya yang disimpan dalam header serta trailer(footer).
Dengan kata lain, maksimum jumlah data yang dapat ditransmisikan (payload) dalam satu buah frame adalah 1500 byte.
Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai
berikut: Ethernet II (yang digunakan untuk TCP/IP) Ethernet 802.3 (atau dikenal sebagai Raw 802.3 dalam sistem jaringan

Novell, dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi 3.11 atau yang sebelumnya) Ethernet 802.2 (juga
dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 without Subnetwork Access Protocol, dan digunakan untuk konektivitas dengan
Novell NetWare3.12 dan selanjutnya) Ethernet SNAP (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 with SNAP, dan dibuat
sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankanTCP/IP) Sayangnya, setiap format frame Ethernet di atas
tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk
mengatasinya, lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan via sistem operasi. Ethernet dapat menggunakan
topologi jaringan fisik apa saja (bisa berupa topologi bus, topologi ring, topologi star atau topologi mesh) serta jenis kabel
yang digunakan (bisa berupa kabel koaksial (bisa berupa Thicknet atau Thinnet), kabel tembaga (kabel UTP atau kabel

STP), atau kabel serat optik). Meskipun demikian, topologi star lebih disukai. Secara logis, semua jaringan Ethernet
menggunakan topologi bus, sehingga satu node akan menaruh sebuah sinyal di atas bus dan sinyal tersebut akan mengalir
ke semua node lainnya yang terhubung ke bus. Next Generation Network dengan
Metro Ethernet
Teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu sarana bagi terciptanya jaringan Next Generation. Teknologi ini menjadi
sangat diminati karena memiliki kemampuan yang cukup hebat, namun juga mudah karena memang telah dikenal luas.
Jaringan Metro Ethernet memang hebat. Maksudnya, jaringan dengan teknologi yang cukup canggih ini mampu dibanderol
dengan harga yang tidak terlalu mahal. Hal ini dikarenakan mudahnya implementasi dan investasi yang terbilang tidak terlalu
besar.
Kecanggihan teknologi dari Metro Ethernet bisa dibuktikan lewat banyaknya atribut yang disediakan untuk mengatur
penggunaannya. Dengan adanya atribut-atribut ini, Anda dapat dengan bebas mengatur seperti apa jaringan Metro Ethernet
ini digunakan. Dengan menggunakan atribut ini pula, jaringan Metro Ethernet jadi memiliki nilai yang spesial dari teknologiteknologi lainnya. Apa yang Spesial dari Jaringan Metro Ethernet?
Jika teknologi Metro Ethernet memang merupakan teknologi jaringan generasi berikut (NGN), apa sih sebenarnya yang
spesial dari teknologi ini? Mengapa bisa dipilih sebagai jaringan NG? Apa kelebihannya dibandingkan jaringan dan servisservis yang sekarang ada seperti roadband Wireless Access, ADSL, Cable, dan banyak lagi? Kan semua teknologi tersebut
juga cukup hebat untuk menghantarkan koneksi dalam jangkauan yang jauh misalnya area metropolitan. Toh ADSL, Cable,
dan BWA juga bisa melayani penggunanya dengan bandwidth yang besar. Sebenarnya apa sih yang menjadikan jaringan
yang menggunakan teknologi Metro Ethernet spesial? Pertanyaan tersebut memang wajar dipertanyakan karena memang
benar semua teknologi yang disebutkan di atas juga memiliki kemampuan menghantarkan koneksi yang cepat, bandwidth
yang lebar, dan area jangkauan yang cukup luas dan berskala metro. Teknologi Metro Ethernet juga mampu untuk melakukan
semua tuntutan tersebut, tapi ada beberapa kelebihan dari teknologi ini yang membuatnya sangat unggul, sehingga
mendapatkan julukan sebagai NGN. Beberapa keunggulan yang sangat menonjol dari teknologi Metro Ethernet adalah:
Proteksi terhadap Faktor Availability yang Hebat
Sebuah jaringan komunikasi data untuk generasi yang akan datang dapat diandaikan seperti garam untuk masakan. Artinya,
jaringan komunikasi data beserta fasilitas di dalamnya merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia di zaman
mendatang. Semua kegiatan baik sekolah, bekerja, mengurus rumah tangga, atau hanya sekadar rileks di rumah saja
nantinya pasti akan melibatkan proses komunikasi data. Dengan adanya kebutuhan yang demikian penting, maka
ketersediaan atau availabilitas dari jaringan komunikasi ini harus benar-benar dijamin oleh penyedia jasanya. Agar seluruh
sektor kehidupan dapat berjalan lancar, ketersediaan atau availability akan jaringan komunikasi ini harus benar-benar tinggi.
Artinya, jaringan komunikasi ini tidak boleh sampai mati total atau sampai tidak bisa melayani para penggunanya. Untuk
menjawab kebutuhan akan aspek availability yang terjamin, teknologi Metro Ethernet beserta perangkatnya pada umumnya
sudah menyiapkan fitur ini. Mungkin tidak akan mungkin untuk dapat meniadakan downtime sampai seratus persen hilang,
namun dengan teknologi-teknologi berikut ini, jaringan Metro Ethernet akan lebih terjaga dan terjamin ketersediaannya: 1.
IEEE 802.1s (Multiple Spanning Tree)
Multiple Spanning Tree atau MST merupakan pengembangan dari teknologi Spanning tree yang memungkinkan fasilitas
spanning tree dikembangkan hingga ke masing-masing VLAN yang ada di dalam jaringan. MST menjamin semua VLAN
yang ada di dalam jaringan tidak akan mengalami looping, meskipun jalur komunikasi di dalam jaringannya terjadi loop.
Keuntungan dari diterapkannya teknologi ini adalah Anda akan memiliki jalur komunikasi yang redundan, yang akan menjaga
ketersediaan atau availability proses komunikasi data tetap tinggi. 2. IEEE 802.1s (Rapid Configuration Spanning Tree)
Teknologi yang satu ini mengimplementasikan algoritma fast-convergence pada teknologi MST, sehingga membuat jaringan
dengan topologi looping yang dijaga oleh MST dapat segera konvergen jika terjadi downtime atau problem pada salah satu
link-nya. Waktu konvergensi yang ditawarkan oleh teknologi ini biasanya adalah sekitar 1 detik. 3. IEEE 802.3ad (LinkAggregation)
Standar ini mengatur segala teknis dan protokol untuk membuat penggabungan link. Link-aggregation atau penggabungan
link biasanya menyediakan kemampuan fail-over ketika terjadi masalah dalam hitungan di bawah 50 milisecond (sering
disebut dengan istilah subsecond). Biasanya fail-over ini dilakukan terhadap dua atau lebih link yang berfungsi sebagai trunk
link. Selain berfungsi sebagai failover link, penggabungan link ini juga bias berfungsi sebagai load-balance link. 4. IEEE
802.17 (Resilient Packet Ring, RPR)
Protokol yang satu ini mempunyai kemampuan yang sangat andal dalam menjaga ketersediaan jaringan dalam topologi ring.
Kemampuan protokol ini adalah untuk mendeteksi link yang putus dalam sebuah topologi ring dan mengubah jalannya data
ke arah yang berlawanan. Seperti Anda ketahui, topologi Ring memungkinkan seluruh perangkat yang tergabung di
dalamnya memiliki jalur yang redundan untuk meneruskan data. Jalur yang dibuat berputar atau menyerupai cincin (ring) ini
biasanya memiliki arah perputaran datanya. Data berputar dalam satu arah saja. Ketika ada salah satu link yang putus dalam
ring ini, maka protocol IEEE 802.17 ini akan segera mendeteksinya. Setelah diketahui di mana titik putusnya, protokol ini

menyiapkan sistem perputaran baru untuk jalan data di dalamnya. Pergantian arah putaran ini membuat seluruh jaringan
tidak akan menjadi down ketika ada salah satu link yang mati. Protokol RPR ini memiliki kemampuan melakukan recovery
terhadap perubahan link dan arah perputaran ini dalam waktu kurang lebih 50 milisecond. Waktu recovery inilah yang
kemudian dijadikan semacam standar untuk teknologi Metro Ethernet. Servis yang Dapat Dibuat di Dalamnya Lebih Banyak
Menggunakan jaringan LAN yang didasari oleh teknologi Ethernet biasa tentu sudah banyak yang mengenalnya. Di dalam
jaringan ethernet biasa Anda bisa menikmati fasilitas-fasilitas seperti pemisahan segmen jaringan atau broadcast domain
secara logika dengan menggunakan VLAN, membuat port-port tertentu menjadi anggota dari sebuah VLAN sehingga dapat
membuat segmentasi jaringan dengan mudah yang hanya dilakukan secara logika, membawa informasi VLAN antar-switch

dengan link trunk, dan banyak lagi. Dengan adanya fasilitas ini, Anda dapat membuat berbagai macam servis dalam jaringan
Anda, misalnya mengkhususkan sebuah segmen jaringan untuk keperluan mail server, dapat memasang mail server tersebut
di lokasi yang berbeda selama masih ada trunk link yang menghubungkan, dan masih banyak lagi. Jaringan yang
menggunakan teknologi Metro Ethernet juga memiliki fitur-fitur khas seperti itu. Hanya saja teknologi Metro Ethernet memiliki
jauh lebih banyak fitur seperti itu dibandingkan teknologi ethernet biasa. Maka dari itu karena fiturnya banyak, para penyedia
jasa yang menggunakan jaringan ini dapat dengan lebih leluasa membuat produk-produk yang kemudian dapat dijual ke
masyarakat. Dengan fitur-fitur dan atribut yang ada di switch berstandar Metro Ethernet, biasanya penyedia jasa dapat
membuat produk-produk seperti E-line, E-LAN, Point-to-multipoint LAN (Non Broadcast Multiple Access), Direct internet,
servis khusus VOIP, dan banyak lagi. Pengaturan QoS yang Sangat Bervariasi
Ketika penyedia jasa membuat banyak jenis servis yang dijual ke pengguna, maka mereka juga harus memikirkan
bagaimana pengaturan Quality of Service (QoS)-nya. Tujuan untuk memperhatikan QoS ini adalah untuk menjamin
kepuasan para pelanggan yang memakai jasa jaringan ini. Anda sebagai penyedia jasa maupun juga sebagai pengguna
harus memperhatikan nilai-nilai tertentu yang bisa dijadikan parameter untuk menilai kualitas suatu service. Pengaturan QoS
yang variatif dan fleksibel memungkinkan para penyedia jasa bisa dengan leluasa mengatur kualitas yang bagaimana yang
akan diberikan untuk pelanggannya. Jika pelanggannya banyak melakukan browsing, maka penyedia jasa bisa
memperbesar bandwidth untuk traffic http, jika ada yang ingin berkomunikasi via VOIP, tinggal atur saja alokasi CIR nya, dan
parameter lainnya seperti jitter, loss, dan delay-nya untuk mendapatkan kualitas yang baik. Semua itu biasanya dapat
dilakukan dengan cukup mudah di perangkat switch Metro Ethernet. Apa Saja Atribut dan Fitur pada Ethernet Virtual
Connection?
Sesuai namanya, Metro Ethernet, teknologi ini nantinya akan menghantarkan servis-servis ke penggunanya dalam bentuk
teknologi Ethernet. Teknologi yang sudah menguasai dunia jaringan lokal (LAN) ini, kini dibawa dalam jaringan berskala
metropolitan oleh teknologi Metro Ethernet. Menggunakan teknologi ini Anda juga akan merasakan seperti halnya
menggunakan jaringan LAN biasa. Tetapi, tentu teknologi jaringan LAN biasa dengan Metro Ethernet ini tidaklah sama
karena sebenarnya servis yang dapat diciptakan dari Metro Ethernet bisa lebih dari sekadar LAN biasa saja. Jaringan Metro
Ethernet bisa membuat sebuah sistem bernama Ethernet Virtual Connection (EVC). Sistem Ethernet Virtual Connection ini
dapat dibuat di dalam jaringan Metro Ethernet karena jaringan ini memiliki begitu banyak atribut dan fitur yang memang
dikhususkan untuk menciptakan sistem tersebut. Karena berskala metropolitan, maka tentunya banyak sekali kebutuhan
yang harus dipenuhi, yang pastinya tidak akan kita temui di jaringan ethernet LAN biasa. Maka dari itu, atribut dan fitur-fitur
ini diciptakan dan sekaligus juga distandardisasikan oleh sebuah badan yang bernama Metro Ethernet Forum (MEF). Dari
modifikasi kumpulan atribut dan fitur ini, nantinya akan tercipta berbagai macam servis yang dapat dijual oleh penyedia jasa
untuk para pengguna. Kebutuhan para pengguna yang bervariasi tentunya harus dapat dipenuhi dengan kombinasi dan
modifikasi dari atribut-atribut ini. Sehingga nantinya penyedia jasa dapat menyediakan berbagai jenis produk hanya dengan
menggunakan satu sistem saja. Tentunya akan sangat menguntungkan baik bagi para penyedia jasa maupun bagi para
penggunanya. Berikut ini adalah atribut-atribut yang merupakan dasar dari teknologi ini dan perlu diperhatikan di dalam
membuat servis EVC yang bervariasi: Ethernet Physical Interface
* Medium Fisik
Servis yang diberikan oleh teknologi Metro Ethernet untuk sampai ke pelanggannya biasanya adalah menggunakan media
fisik seperti halnya jaringan LAN biasa. Kabel yang digunakan untuk meneruskan servis Metro Ethernet ini ke para
pelanggannya adalah dapat berupa kabel UTP maupun kabel Fiber Optic (FO) yang sama seperti yang digunakan di dalam
LAN. Hal ini dikarenakan teknologi yang digunakan sebenarnya merupakan teknologi LAN, yaitu Ethernet. Standardisasi
teknologi untuk media jenis ini biasanya disebut sebagai 10BaseT, 100BaseTX, atau 1000BaseSX. * Kecepatan
Kecepatan dari UNI yang dibundel dalam servis-servis yang diberikan dari penyedia jasa biasanya juga sama seperti halnya
kecepatan teknologi LAN biasa, yaitu 10 Mbps, 100 Mbps, 1 Gbps, dan 10 Gbps.
Namun, servis-servis ini tentunya tidaklah mutlak harus sesuai dengan teknologi LAN tersebut. Semua tergantung pada para
penyedia jasa koneksi ini dalam membuat sebuah layanan ke penggunanya. Bisa saja penyedia jasa, khususnya di
Indonesia hanya membundel bandwidth yang dijualnya dengan satuan yang berlaku pada leased line biasa, misalnya 64
Kbps, 128 Kbps, dan seterusnya. Tapi, tidak tertutup kemungkinan untuk pelanggan yang mau membayar bandwidth besar
misalnya 1 Mbps hingga 100 Mbps. Teknologi ini masih mampu untuk melayaninya. * Mode Komunikasi
Mode komunikasi dari UNI pada teknologi Metro Ethernet ini pun bisa bermacam-macam. Dalam dunia telekomunikasi
biasanya kita mengenal dua mode komunikasi. Mode komunikasi tersebut adalah Full Duplex dan Half Duplex. Full Duplex
adalah mode komunikasi yang dapat melakukan komunikasi secara dua arah dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan,
mode Half Duplex adalah mode komunikasi yang hanya dapat melakukan komunikasi secara satu arah dalam waktu
bersamaan. Teknologi Fast Ethernet yang beredar saat ini merupakan contoh dari komunikasi mode Full Duplex, sedangkan
teknologi Ethernet merupakan teknologi komunikasi mode Half Duplex. Semua teknologi ini bisa disediakan oleh teknologi
Metro Ethernet pada umumnya. Hal ini memungkinkan para penyedia jasa untuk membuat servis-servis yang akan dijualnya
dengan lebih leluasa. * MAC Layer

MAC atau Media Access Control merupakan komponen dalam jaringan komunikasi data yang mengatur penggunaan media
fisik komunikasi data. Penggunaan media fisik yang hanya satu memang perlu diatur untuk dapat digunakan beramai-ramai.
MAC yang digunakan oleh jaringan Metro Ethernet juga tidak jauh berbeda dengan apa yang digunakan di jaringan LAN,
yaitu masih menggunakan standar orde 802.3. Hanya saja untuk teknologi yang satu ini sudah dibuatkan standar khusus
untuk mengaturnya, yaitu IEEE 802.3-2005. Pengaturan Bandwidth Profile
Metro Ethernet forum telah membuat sebuah atribut yang dikhususkan bagi pengaturan bandwidth profile pada jaringan
Metro Ethernet. Bandwidth profile digunakan untuk melakukan limitasi bandwidth per ethernet frame yang lalu-lalang di
dalam port-port switch Metro Ethernet. Bandwidth profile ini dikategorikan lagi menjadi tiga atribut yang didasari pada di

mana lokasi di implementasikannya profile ini. Ketiga atribut tersebut adalah Ingress bandwidth profile per Ingress UNI,
Ingress bandwidth profile per EVC, dan Ingress bandwidth profile per Cos Identifier. Ketiga atribut di atas ini di dalamnya
masih dibagi lagi menjadi atribut-atribut pengatur bandwidth yang sesungguhnya. Atribut-atribut di dalam bandwidth profile ini
adalah:
* CIR (Committed Information Rate)
CIR merupakan nilai di mana pihak penyedia jasa berani memberikan jaminan bahwa servis yang dihantarkannya memiliki
bandwidth minimal yang tidak lebih kecil daripada nilai CIR ini. CIR bisa diimplementasikan per service, per port, dan banyak
lagi. Jika tidak memiliki prioritas terhadap traffic-traffic tertentu, maka CIR dari sebuah service biasanya kurang atau sama
dengan besarnya bandwidth untuk UNI tersebut. * CBS (Committed Burst Rate)
Kata Burst mewakili berapa banyak kelebihan traffic dari CIR yang masih bisa di toleransi oleh sebuah bandwidth profile.
Biasanya kondisi burst terjadi ketika ada sebuah transaksi data yang berjalan dengan sangat cepat sehingga pada keadaan
sesaat sedikit melewati batas CIR. Ketika ada sebuah transaksi data yang melebihi nilai CIR dan juga melebihi nilai CBR,
maka traffic ini secara otomatis akan langsung di-drop kelebihannya. * EIR (Excess Information Rate)
EIR merupakan nilai rata-rata dari traffic yang melebihi batas CIR hingga mengalami penurunan performa. Maksudnya nilai
kelebihan dari CIR yang masih dapat ditoleransi. * EBS (Excess Burst Rate)
Nilai EBS sebenarnya merupakan pernyataan batas atas dari EIR. Ketika nilai EIR melebihi nilai EBS, maka traffic akan
di-drop. Performance Parameter
Performance parameter akan berdampak pada kualitas dari servis yang dirasakan oleh para pengguna layanan. Parameter
dari performa ini terdiri dari empat nilai: - Frame Delay
Frame delay merupakan parameter yang cukup kritis untuk menentukan kualitas layanan, khususnya untuk aplikasi realtime
seperti misalnya VoIP. Parameter frame delay ini biasanya digunakan dalam CoS service atribut. Nilai frame delay
merupakan penjumlahan dari delay-delay yang ada pada saat transaksi frame data. Berdasarkan praktis industri, delay yang
direkomendasikan adalah sekitar 95%. - Frame Jitter
Jitter juga dikenal dengan sebutan variasi delay, merupakan sebuah parameter yang perlu diperhatikan ketika Anda bermain
dengan aplikasi real-time. Variasi delay yang rendah sangat dibutuhkan dalam menjalankan aplikasi realtime, maka itulah
parameter ini berfungsi sebagai parameter untuk mengukur kualitas jaringannya. - Frame Loss
Frame loss merupakan nilai persentasi dari frame yang telah lolos dari CIR yang tidak berhasil dihantarkan menuju UNI
dalam interfal tertentu. Frame loss memiliki dampak yang berbeda-beda pada QoS tergantung pada aplikasi dan servis yang
digunakan. CoS Identifier (CoS ID)
- Physical Port
Untuk memberikan class of service bagi para pengguna servis Metro Ethernet, pengaturannya bisa dilakukan mulai dari
physical port dari perangkat Metro Ethernet yang terkoneksi ke UNI tersebut. Di dalam class of service jenis ini, Anda hanya
dapat menentukan satu jenis class of service, yaitu apa yang dikirimkan dan diterima oleh port tersebut secara keseluruhan
saja bagi semua pengguna di belakangnya. Ini merupakan teknik termudah dan yang paling sederhana untuk
diimplementasikan, tetapi merupakan yang paling tidak fleksibel dalam pengaturannya. Metode ini juga menjadi sangat tidak
efektif bagi para penyedia jasa yang memiliki pelanggan dengan jenis yang berbeda-beda. Jika ada pelanggan yang ingin
memiliki jenis servis yang berbeda dari pelanggan lainnya,
maka penyedia jasa harus menyediakan port terpisah bagi pelanggan tersebut. Di sinilah letak ketidakefektifannya karena
menjadi sangat boros. Biasanya pengaturan class of servis dengan metode ini cocok digunakan bagi pelanggan yang tidak
memiliki banyak parameter untuk didahulukan atau diprioritaskan. Semua jenis traffic, beserta parameter delay, jitter, loss,
dan gangguan lain yang dialaminya tetap akan diteruskan ke pengguna di belakan port tersebut tanpa di filter dan dipilahpilah. Jadi semuanya dianggap sama rata tanpa ada prioritas. - CE-VLAN CoS (802.1p)
Untuk dapat memberikan pengaturan servis yang lebih fleksibel bagi para penggunanya, Metro Ethernet forum juga membuat
sebuah standar yang kini telah dimasukkan dalam kelompok standar besar IEEE 802.1Q. Standar ini diberi nama 802.1p.
Standar ini mendefi nisikan sebuah field yang memang dikhususkan untuk keperluan pembuatan class of service di atas
jaringan Metro Ethernet atau yang sejenisnya. Teknologi ini diberi nama CE-VLAN CoS. CE-VLAN CoS merupakan sebuah
pengaturan kelas-kelas servis yang diterapkan dan berlaku di dalam masing-masing tag VLAN yang lalu-lalang dalam
jaringan tersebut. Setiap CE-VLAN yang dibuat dalam perangkat Metro Ethernet switch memiliki sebuah field yang berfungsi
untuk mengatur kelas-kelas dari servis yang akan dibuat. Dari kombinasi field ini akan di dapat delapan jenis kelas yang
dapat dibedakan. Dari kelas-kelas inilah para penyedia jasa dapat menentukan bandwidth profile, policy, dan parameter
performa dari masing-masing pengguna. Class of service jenis ini bekerja dengan berdasarkan prioritas dalam melakukan
forwarding data. Sebagai contoh, CEVLAN dengan CoS bernilai 7 akan selalu diprioritaskan dulu proses forwarding-nya
daripada CE-VLAN dengan nilai CoS 6. - IP TOS/DiffServ
Salah satu fi eld dalam header paket IP yaitu TOS (Type Of Service) dapat digunakan untuk membuat dan menentukan class
of sevice bagi para pengguna layanan Metro Ethernet. Secara umum, IP TOS ini biasanya digunakan untuk menentukan

delapan jenis class of service yang lebih dikenal dengan sebutan IP Presedence. Jenis Class of service yang satu ini
memiliki persamaan dengan standar 802.1p yang ada di standar IEEE 802.1Q. Keduanya sama-sama memiliki sistem CoS
yang berdasarkan prioritas dalam melakukan forwarding data. Teknik Diffserv juga merupakan salah satu metode pengklasifi
kasian kelas-kelas servis yang bisa digunakan di dalam Metro Ethernet. Diffserv memiliki cara kerja yang menentukan kelaskelas servis dalam hop per hop dari perangkat network (Per Hop Behaviours). Dengan adanya kemampuan ini, para
penyedia jasa dapat menciptakan class of service bagi penggunanya dengan lebih leluasa dan banyak dibandingkan dengan
priority forwarding biasa seperti yang ada pada IP TOS dan 802.1p. Teknik Diffserv menggunakan field informasi yang sama
dengan apa yang digunakan oleh IP TOS (byte kedua pada header IP). Yang membedakan kedua teknik ini adalah
penerjemahannya terhadap byte informasi ini. Diffserv menyediakan 64 nilai untuk menciptakan class of service yang

berbeda-beda. Nilai-nilai ini bernama Diffserv Codepoints atau DSCPs). Tidak seperti IP TOS CE-VLAN CoS (802.1p),
Diffserv dan IP TOS membutuhkan perangkat khusus yang harus disediakan, baik di sisi penyedia jasa maupun di sisi
penggunanya. Perangkat khusus ini yang nantinya akan melakukan inspeksi terhadap header dari paket-paket IP yang
keluar masuk. Inspeksi ini bertujuan untuk membaca nilai IP TOS atau DSCP pada paket tersebut, sehingga class of service
bisa diterapkan di sini. VLAN Tagging Support
Kemampuan akan memanipulasi VLAN tag merupakan fasilitas yang sangat penting dalam jaringan Metro Ethernet. Karena
semua servis yang dibuat di dalamnya didasari oleh VLAN tagging ini. Anda dapat dengan bebas menentukan apakah ingin
menggunakan sistem 802.1Q tagging atau untagging. Ini merupakan sistem tagging di dalam tagging atau yang sering
disebut dengan istilah 802.1p atau CE-VLAN. CE-VLAN merupakan VLAN yang diperuntukkan bagi pengguna. Biasanya
VLAN ini dibungkus lagi oleh sebuah VLAN yang digunakan oleh penyedia jasa untuk melakukan proses forwarding, QoS,
dan sebagainya. VLAN di dalam VLAN ini akan memungkinkan penyedia jasa menjadi lebih bebas membuat banyak servis.
Ada dua atribut dalam parameter VLAN tagging support ini:
1CE-VLAN ID Preservation
2CE-VLAN CoS Preservation Selain atribut-atribut yang dijelaskan di atas, ada beberapa atribut lagi yang juga
menyertai teknologi Metro Ethernet:
1. Service Frame Delivery
2. Service Multiplexing
3. Bundling
4. Security Filter Semua atribut memiliki kelebihannya masing-masing dan modifikasinya akan memberikan servis-servis
yang berbeda untuk para penggunanya. Namun atribut-atribut ini banyak yang bersifat opsional, artinya bisa dikonfi gurasi
dengan nilai berapapun asalkan apa yang diinginkan penyedia jasa tercapai. Jenis-jenis Servis yang Ditawarkan Penyedia
Jasa
Dari modifi kasi atribut-atribut di atas, para penyedia jasa bisa membuat berbagai macam servis yang sesuai dengan
kebutuhan para pengguna. Namun, beberapa servis berikut ini merupakan servis yang paling umum dijual dan diminta olah
para pengguna:
* Direct Internet Access
Para pengguna yang memang membutuhkan koneksi Internet yang berkualitas pasti akan terus-menerus mencari produkproduk layanan yang dapat diandalkan. Servis Ethernet Virtual Connection (EVC) yang berjalan dengan bantuan teknologi
Metro Ethernet tentu dapat memenuhi kebutuhan ini dengan sangat baik. Pengguna servis EVC pada umumnya tidak perlu
investasi perangkat macam-macam untuk mendapatkan koneksi ke POP terdekat dari ISP yang akan digunakannya. Mereka
cukup menyediakan paling tidak satu port ethernet yang pastinya sudah ada di dalam jaringan LAN mereka. Tentu akan
sangat memudahkan bagi para pengguna maupun peyedia jasa untuk menghantarkan koneksi Internet. Biasanya aplikasi
untuk direct Internet access ini menggunakan jenis EVC dengan sistem point-to-point atau yang sering disebut dengan
istilah E-Line. Koneksi virtual point-to-point inilah yang akan digunakan untuk menghubungkan jaringan si pengguna dengan
POP terdekat dari ISP dan kemudian menuju Internet. * LAN Extension.
Sesuai namanya, LAN extension, servis jenis ini akan memberikan pelanggannya sebuah link untuk memperpanjang jaringan
local mereka, namun dalam beda geografis yang cukup jauh. Jaringan LAN ini benar-benar bekerja seperti halnya jaringan
Ethernet biasa saja, seperti memang benar-benar berada dalam satu lokasi. Sifat jaringannya yang akan meneruskan semua
traffic broadcast ke seluruh jaringan juga akan ada di dalam jaringan LAN Extension ini. Biasanya pengguna akan memilih
jaringan seperti ini untuk mengoneksikan kantor pusat dan cabang, namun masih tetap ingin memiliki jaringan yang sifatnya
seperti jaringan lokal. Maksudnya, mereka tetap bisa melakukan sharing drive-drive dalam sebuah server, melakukan transfer
file antar-komputer dengan lebih mudah, mengakses sekumpulan server tanpa harus ada proses routing yang berbelit. *
Intranet/Extranet L2 VPN.
Ethernet service ini juga sangat tepat digunakan untuk mengoneksikan berbagai pihak di luar perusahaan atau organi sasi
Anda. Misalnya jika ada partner bisnis Anda yang ingin terkoneksi langsung ke server-server milik Anda di kantor, atau ada
kantor rekanan kerja yang ingin juga mengakses halaman intranet Anda, atau ada pelanggan yang mendapatkan perlakuan
khusus dengan langsung terkoneksi ke server Anda, semua itu bisa dilakukan dengan membangun link point-to-multipoint
LAN atau Non Broadcast Multiple Access. Dengan menggunakan koneksi jenis ini, pengguna bisa membatasi komunikasi
antara link-link yang sama-sama terkoneksi ke pusatnya. Komunikasi antar-link tersebut harus melalui kantor pusatnya
terlebih dahulu. Sehingga pengguna bisa melakukan filtering, policing, dan kontrol lainnya. Produk Jaringan Metro Ethernet
Metro Ethernet memang menjanjikan sebuah koneksi yang terbilang sangat fantastis untuk saat ini. Anda bisa melakukan
berbagai macam aktivitas di dalamnya tanpa ragu kekurangan bandwidth. Anda bisa melakukan video converencing,
teleponi, transaksi data, dan banyak lagi. Namun perlu Anda ketahui juga, semua itu bisa terjadi tergantung pada
karakteristik penggunanya. Jika Anda melakukan komunikasi dengan situs internasional, maka limitasi bukan lagi ada pada
jaringan Metro Ethernet, melainkan limitasi akan terjadi di sisi penyedia jasa. Seberapa besar link international yang mereka
punya itulah yang menjadi kendala. Begitu juga dengan link Internet lokalnya. Semua bergantung kepada berapa besar link

dari penyedia jasa tersebut menuju ke Internet Exchange atau ke private peering dari Internet lokal. Namun terlepas dari itu,
jika Anda ingin menggunakan jaringan ini hanya untuk koneksi antar-cabang atau istilahnya adalah local loop, maka jaringan
Metro Ethernet merupakan yang terbaik yang sekarang ada. Anda bisa mendapatkan bandwidth local loop yang murah
dengan teknologi yang canggih tanpa harus berinvestasi banyak membeli perangkat, karena link ini bisa digabungkan
dengan LAN Anda. Penyedia jasa untuk link Metro Ethernet ini juga sudah mulai berkembang belakangan ini. Produk-produk
mereka juga masih terbilang terjangkau harganya untuk dibeli oleh perusahaan-perusahaan besar. Sekarang tinggal Anda
para penggunanya, apakah sudah siap atau belum? Lebih Lanjut
1www.metroethernetforum.org
2www.wikipedia.org

12-

www.cisco.com

m Hayri

www.alcatel.co