Anda di halaman 1dari 26

Dasar KALIBRASI

neraca elektronik
OLEH:

Sofiyan Fachruddin

BALAI KALIBRASI
PUSAT PENGAWASAN MUTU BARANG
KEMENTRIAN PERDAGANGAN

TUJUAN PEMBELAJARAN:
Kompetensi dasar :
Setelah
mengikuti
pembelajaran
ini,
peserta
diharapkan mampu memahami teknis dasar kalibrasi
neraca
elektronik
dan
estimasi
perhitungan
ketidakpastian pengukurannya.
Indikator Keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat
menjelaskan prinsip dasar teknis kalibrasi neraca
elektronik dan estimasi perhitungan ketidakpastian
2
pengukurannya.

Prinsip kalibrasi neraca


elektronik
Mengestimasi akurasi pembacaan neraca
elektronik dengan membandingkannya
dengan massa konvensional sejumlah
anak timbangan (weights) yang tertelusur
ke standar SI

Acuan Standar
Kalibrasi:
David Prowse (1995). Calibration of Balance,
CSIRO
Edwin C Morris and Kitty M K. Fenn (2004),
Calibration of Weights and Balance, CSIRO
OIML R-111 (2004) Weights of classes E1, E2, F1,
F2, M1, M1-2, M2, M2-3 and M3, Part I:
Metrological and technical requirements

Prosedur Kalibrasi:
1. Periksa UUT : kenormalan, kapasitas,
resolusi
2. Siapkan metode kalibrasi yang mutakhir
serta telah dipahami oleh operator.
3. Cek kondisi lingkungan dan set sesuai
persyaratan metode kalibrasi
4. Siapkan blanko kalibrasi, alat tulis, dan alat
hitung
5

Prosedur Kalibrasi:
5. Siapkan weight set yang sesuai dengan
kelas timbangan
6. Lakukan pengkondisian suhu ruangan untuk
kalibrasi neraca mikro, semimikro dan
ultramikro sedikitnya 30 menit
7. Lakukan kalibrasi untuk parameter:
a. Repeatability
b. Uniformity of Scales
c. Off Center Loading
d. Hysterisis

Repeatability Pengukuran
Standar deviasi (SD) dari timbangan adalah

repeatabilitynya
Pengukuran massa tunggal dari 2 pembacaan:

- zero reading z : tanpa beban


- load reading r : dengan beban
Mi=ri-zi
Half dan full load capacity

Prosedur Penentuan Uniformity of Scales:


i.
ii.
iii.

iv.
v.
vi.

Baca zero
Tempatkan weight, M (diketahui, 1/10 kapaitas) pada pan, catat
pembacaan
Pindahkan weight sebentar, tempatkan lagi pada pan, catat
pembacaan baru. Pembacaan ini dirata-ratakan dengan (ii)
didapat ri
Pindahkan weight dan baca zero. Pembacaan ini dirata-ratakan
dengan (i), nilai zi
Tempatkan weight untuk 2M pada pan, baca pembacaan
Pindahkan weight sebentar dan tempatkan lagi pada pan catat
pembacaan pada pan. Pembacaan ini dirata-ratakan dengan (v) ,
r2

vii.

Pindahkan weight dan baca zero. Pembacaan ini dirata-ratakan


(iv), z2

viii.

Ulangi weight untuk 3M,4M sampai full kapasitas balance

Persamaan Koreksi
Model matematis dari pengukuran yang dilakukan untuk
kalibrasi timbangan adalah sbb :
Ci=Mi-(ri-zi)
Ci =
koreksi yang dihitung untuk titik pengukuran
ke-i
Mi = massa konvensional standar massa untuk titik
pengukuran ke-i
ri =
rata-rata dari dua kali pembacaan berulang
dengan beban untuk titik ke-i
zi = rata-rata pembacaan tanpa beban untuk titik ke-i

Effect of off-centre loading


Terjadi jika massa ditempatkan off-centre

(tidak centre) pada pan


Tujuan uji off-centre adalah untuk mengetahui
ketepatan objek harus ditempatkan pada pan
sehingga effect ini bisa diabaikan
Cara: menempatkan beban pada posisi
depan, belakang, kanan dan kiri pan
Antara 1/3 s.d maksimum kapasitas
balance

Hysteresis
Perbedaan penunjukan intrument pengukuran ketika

nilai yang sama diukur


menurunkan nilai tersebut.

dengan

menaikkan

dan

Dilakukan pada timbangan yang dikalibrasi pertama kali

atau setelah diperbaiki (major repair)


Normally dilakukan hanya beberapa kali selama lifetime

timbangan
Timbangan yang baik tidak ada hysteresis atau tidak

lebih dari 1 kali resolusi timbangan


Jika

ada hysterisis,
manufacture

user

harus

konsultasi

ke

Prosedur Pengecekan Hysteresis


i.
ii.
iii.
iv.
v.
vi.
vii.
viii.
ix.

Tempatkan weight(s)M (1/2 kapasitas) pada pan dan catat


pembacaanya,p1
Tambahkan weight lagi M sampai mendekati full scale
Pindahkan weight(s) M dan baca weight(s) M masih pada pan q1
Pindahkan semua weights dari pan, tempatkan weight M dan M
Pindahkan weight(s) Mdan baca balance dengan weight(s) M masih
pada pan, q2
Pindahkan semua weights dari pan, tempatkan weight(s) M dan
catat pembacaan, p2
Pindahkan semua weights dari pan
Ulangi langkah ini sampai mendapatkan set data ke-2 p3,q3,q4 dan
p4
dan p4

Prosedur Kalibrasi:
8. Rekam hasil pengamatan dalam blanko kerja
9. Lakukan perhitungan kalibrasi
10.Lakukan perhitungan estimasi ketidakpastian
pengukuran
11.Buat draft sertifikat kalibrasi
12.Lakukan pemeriksaan draft sertifikat kalibrasi
13.Buat konsep net sertifikat kalibrasi
14.Disyahkan oleh pejabat yang berwenang
13

Pelaporan Hasil Kalibrasi


Laporan Hasil Kalibrasi Timbangan harus
memuat :
a)Uncertainty of corrections
b)Limit of performance
c)Uncertainty of weighing (if requested)

Uncertainty of Corrections
Ketidakpastian
koreksi
C
ditentukan
dengan
mempertimbangkan semua kontribusi ketidakpastian dalam
perhitungannya
Sumber-sumber ketidakpastian koreksi adalah sebagai
berikut:
1.Ketidakpastian anak timbangan yang digunakan pada nominal

tertentu, dari sertifikat,


2.Instability dari anak timbangan standar (drift)
3.Repeatability pada nominal tersebut
4.Resolusi neraca yang menyebabkan pembacaan neraca yang
sebenarnya dibulatkan
5.Efek air buoyancy saat penimbangan pada nominal tertentu

Uncertainty of weighing
Ketidakpastian pembebanan atau uncertainty of
weighing adalah ketidakpastian nilai massa yang
didapatkan setelah menerapkan koreksi terhadap
pembacaan timbangan, dengan persamaan pada
pembebanan M adalah sebagai berikut:
M= r-z+Cm
R=reading (pembacaan timbangan)
Z=Pembacaan pada kondisi tidak ada beban
Cm=Koreksi pada pembebanan tertentu

Sumber-sumber uncertainty of weighing


1. Ketidakpastian koreksi , U (C);
2. Repeatability r-z
3. Resolusi neraca yang menyebabkan

pembacaan neraca yang sebenarnya


dibulatkan (rounding)

Limit of Performance
Batas terbesar dari error pengukuran yang
didapatkan dalam pembacaan timbangan
dengan tanpa memperhitungkan koreksi
LP = 2.26Sd (max) + Cmax+ U(Cmax)

Uncertainty Budget
Sumber
Ketidakpastian
Ulangan Baca
Resolusi
Air Bouyancy
Drift
Sensitivity
U95 standar

Satuan

Dist
normal
segi-4
segi-3
segi-4
segi-4
t-student

Nilai

ci

ui

n
1.73
2.45
1.73
1.73
2

(ciui) (ciui)4

(ciui)4/ i

Jumlah
Ketidakpastiangabungan(uc)
Derajatbebasefektif,(veff)
Coveragefactor(k)
Ketidakpastianekspansi(U95)

19

Kalibrasi Anak Timbangan

Metoda :
Perbandingan langsung terhadap anak timbangan standar
Penimbangan substitusi STTS ( standar-test-test- standar

) atau

STS (Standar-test-standar)
Jumlah pengulangan sesuai dengan persyaratan dari OIML
Langkah Awal :
Mengidentifikasi tingkat akurasi anak timbangan yang akan
diukur
Menentukan anak timbangan standar yang digunakan
Menentukan timbangan yang digunakan
20

Pra Kalibrasi

Check kondisi lingkungan :


suhu, tekanan udara dan kelembaban relatif,
pastikan kondisi lingkungan stabil dan sesuai dengan spesifikasi
timbangan dan memenuhi kondisi penimbangan konvensional
Kondisi penimbangan konvensional, menurut OIML R111 :
Variasi densitas udara tidak boleh melebihi 10% dari 1,2 kg/m3.
Bila tidak nilai true mass harus dihitung.

Pastikan anak timbangan dan timbangan dalam keadaan bersih

Kondisikan : standar & anak timbangan yang dikalibrasi

21

Jumlah Pengulangan Pembebanan


Class

E1

E2

F1

F2

M1,M2,M3

ABBA

ABA

Massa Konvensional

Uncertainty
Resolusi mass comparator
Comparator repeatability
Drift weight reference
Uncertainty weight reference
Air Bouyancy

TERIMA KASIH

26