Anda di halaman 1dari 14

KALIBRASI OVEN

(TEMPERATURE
ENCLOSURE)
Musthofa S. (topa80@gmail.com)
Laboratorium Kalibrasi

Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya


Kementrian Perindustrian Republik Indonesia

REFERENSI
Panduan ini mengacu pada dokumen AS 2853
1986: Enclosure Temperature Controlled
Performance testing and grading, NATA,
Australia.
KAN, DPLP 09 rev. 0, SR 05: Persyaratan
Tambahan untuk Laboratorium Kalibrasi
Panduan kalibrasi oven (draft)

TUJUAN KALIBRASI OVEN

untuk mengetahui keseragaman suhu di dalam


ruangan oven dan sebagai acuan untuk
menentukan kelayakan oven untuk tujuan
pemakaian tertentu.

RUANG LINGKUP

Oven/ Enclosure:

sebuah fasilitas teknik yang memungkinkan diwujudkannya nilai-nilai


suhu udara yang ditentukan secara selektif dalam sebuah volume
tertutup dalam suatu rentang kerja.

Karakteristik suhu

Panduan ini berlaku untuk penentuan karateristik suhu oven yang


digunakan di industri.
Karakteristik suhu yang dimaksud ditentukan pada keadaan tanpa beban
dalam keadaan tunak (steady-state).
Penentuan karakteristik suhu ini tidak memperhitungkan parameter lain
seperti kelembaban, aliran udara maupun emisifitas dinding yang bisa
jadi dapat dikendalikan.
Daerah kerja adalah bagian dalam oven yang akan ditentukan
karakteristik suhunya. Untuk sebagian besar oven, ruang kerja adalah
keseluruhan ruangan bagian dalam oven.

Metode/ Panduan ini berlaku bagi semua oven untuk semua


ukuran/dimensi, rentang suhu, moda operasi, metode konstruksi
maupun jenis dan tujuannya.

TEMPERATURE ENCLOSURE
Yang termasuk dalam temperature enclosure:
Oven
Furnace
Bath
Incubator
Refrigerator

PRINSIP KALIBRASI
Pengukuran suhu dilakukan pada lokasi-lokasi
titik ukur tertentu di dalam daerah kerja
(working space) oven selama 1 jam atau 5 siklus
terhitung setelah tercapai suhu yang stabil.
Penentuan jumlah lokasi titik ukur dan jumlah
sensor suhu yang digunakan
Selama proses kalibrasi berlangsung suhu
ambien tidak boleh berubah lebih dari 10 oC.
Sumber daya listrik tidak boleh berubah lebih
dari 10% atau seperti yang dipersyaratkan oleh
pabrik pembuat oven.

PENENTUAN JUMLAH LOKASI TITIK


UKUR (LOKASI SENSOR)

Tentukan suhu nominal dan toleransi oven yang akan diuji : t t


Nilai toleransi suhu:
Spesifikasi

alat
Permintaan user
Estimasi
Bath: 0.5C, Inkubator: 1 C, Oven: 10 C, Furnace: 50 C)

Tentukan nilai variasi total teoritik (Ro)


Ro = 2 * t
Hitung perbedaan suhu ruang dengan oven (D)
D = t t(ruang)
Hitung grading factor:
f = (100.Ro)/(100+D)
Cari nilai grading factor maksimum (fm) dengan tabel pengkelasan yaitu yang
paling dekat dan lebih besar dari pada f.
Cari dari tabel nilai ekivalen grade dari fm: G
Hitung jumlah titik ukur pengujian (N):
N = 3 + 3 . G . V
dimana V: volume oven (m)

TABEL KELAS DAN FAKTOR


PENGKELASAN

LOKASI PENEMPATAN SENSOR SUHU


UNTUK OVEN PERSEGI EMPAT

LOKASI PENEMPATAN SENSOR


SUHU UNTUK OVEN BERBENTUK
SILINDER

PENYETELAN SUHU OVEN


Suhu oven disetel sesuai dengan suhu nominal
kalibrasi dengan menggunakan tombol yang
tersedia pada oven. Apabila tidak ada indikator
suhu pada oven, maka tombol penyetelan suhu
sekaligus dianggap sebagai nilai indikator suhu.

PENGAMBILAN DATA KALIBRASI


Pembacaan dilakukan setelah 1 jam atau 5 siklus terhitung
sejak oven tersebut mencapai kestabilan suhu.
Set: .. C
No. TC
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Nilai Standard (C)


T max

T min

Rentang Suhu (C)

Nilai Tengah (C)

T max T min

(T max T min)

PENGOLAHAN DATA
Pertama hitung selisih suhu dan nilai tengah
setiap sensor
Hitung parameter:

Suhu

Indikator = Nilai Tengah Indikator


Suhu Oven Terukur = ((tmax)max (tmin)min)
Variasi suhu
Variasi Spasial (berdasar posisi):
(Nilai Tengah)max (Nilai Tengah)min
Variasi Temporal (berdasar waktu):
(tmax tmin)max
Variasi Total = (tmax)max (tmin)min

Suhu

ruang = Nilai tengah suhu ruang

HASIL PERHITUNGAN
Rangkuman hasil perhitungan
Setting

Indikator

Terukur

Variasi

Variasi

Variasi

Spasial

Temporal

Total