Anda di halaman 1dari 17

PPD UNSOED SM VI

TH 2007

DUDIK HARYADI Sp An.

1899, August Bier (Jerman ) menyuntik


cocaine ke dalam sub arachnoid space.
1901, Cathelin (Perancis ) mengenalkan teknik
caudal epidural.
1921, Tn Pages mengenalkan teknik lumbal
epidural.
IVR ; intra venous regional anestesi.
Saat ini spinal & epidural anestesi merupakan
teknik regional anestesi populer

Spinal anestesi:
Teknik pembiusan dengan cra
memasukkan obat lokal anestesi ke
dalam ruang sub arachnoid/spinal.
Epidural anestesi:
Teknik pembiusan dengan cara
memasukkan obat lokal anestesi ke
dalam ruang epidural.

Obat anestesi regional bekerja dengan


menghilangkan rasa sakit atau sensasi
pada daerah tertentu dari tubuh.
Cara kerja :
memblok proses konduksi pd saraf
perifer jaringan tubuh, bersifat
reversibel.

reversibel sempurna,
bebas iritasi,
potensi tinggi,
secara topikal efek regional,
toksis sistemik minimal
Mudah dimetabolisme & stabil dalam
penyimpanan.

Sifat obat anestesi Regional

Ikatan dg protein/protein binding.


Lipid solubility/kelarutan dlm lemak.
pKa.
Diffusi pd jaringan.
Efek vasodilatasi.

Kelarutan dalam lemak.


potensi obat anestesi regional ditentukan
oleh kelarutannya dlm lemak.
Partiotion coefficient.
Makin tinggi Pc, makin tinggi daya
hambat konduksi, shg dengan
konsentrasi yang rendah sudah mampu
menghambat konduksi saraf.

Protein binding
Ikatan protein dengan obat reional
anestesi berhubungan dengan lama
kerjanya.
Semakin tinggi ikatan protein, semakin
lama kerjanya, atau sebaliknya.
Korelasi antara protein binding dan lama
kerja ini disebabkan dinding sel
sarafmengandung 10% protein.

pKa
pKa suatu zat dapat diartikan suatu pH,
dimana zat yang terionisasi dan tidak
terionisasi dalam keadaan seimbang.
Bentuk basa dari obat anestesi regional
yg tak bermuatan berperan aktif
menghambat konduksi.
Bentuk basalah yang dpt menembus
dinding sel saraf

pKa
Dimulainya efek analgesi tergantung
banyaknya bentuk basa yang terbentuk
dalam larutan.
Semakin tinggi pKa semakin lambat onset
analgesinya.
Obat analgesi regional yang mempunyai
pKa mendekati pH tubuh akan semakin
cepat onsetnya.

Diffusi Jaringan.
Untuk dapat berefek/bekerja , maka
obat analgesi regional harus berdiffusi
lebih dulu dalam jaringan.
Makin cepat berdiffusi makin cepat
berefek.
Lidokain & prilokain mempunyai pKa yang
sama , namun lidokain mempunyai efek
lebih cepat, krn lebih cepat diffusinya.

Efek vasodilatasi.
Setelah penyuntikan sebagian obat berdiffusi
dalam sel saraf, sebagian diabsorbsi pembuluh
darah.Absorbsi ini tergantung vaskularisasi
daerah yang disuntik.
Semua obat anestesi bersifat vasodilator kecuali
cocain.
Semakin besar efek vasodilatasi, semakin cepat
absorbsi, semakin pendek durasi/efeknya.

Pembagian obat R Anestesi


Ada dua golongan besar yi :
ESTER jika terjadi hubungan amino ester
antara gugusan aromatik dengan rantai
intermediate.
AMIDE jika terjadi hubungan amino
amide antara gususan aromatik dengan
rantai inetrmediate

ESTER & AMIDE


Rantai aromatik

COOH
( ester )

C
NHCO
( amide )

ESTER & AMIDE


Perbedaan :
Ester dan Amide dibedakan pada tempat
dimana dia dimetabolisir serta potensi
alerginya.
ESTER dimetabolisir dlm plasma oleh
enzym pseudocholine esterase, salah
satu metabolitenya ialah PABA yg sering
menimbulkan potensi alergi.
AMIDE dimetabolisir di hati, jarang alergi

ESTER & AMIDE


ESTER : Cocaine, Procaine,
Chloroprocaine, Tetracaine.
AMIDE : Dibucaine, Lidocaine,
Mepivacaine. Prilocaine, Bupivacaine,
Etidocaine.