Anda di halaman 1dari 29

FILSAFAT BARAT

DAN
KETERKAITANNYA
DENGAN
AKUNTANSI

MAKSI STAR BPKP BATCH V


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2015

OLE
H:

NIKEN ESTELITA PUTRI


041514253006
SITA HISTRI NARESWARI
041514253007
YOGI PRASETYO NUGROHO
041514253008
HENDI KRISTIANTORO
041514253010
NAVIK PURYANTINI
AJENG EKA FARIDA
041514253011
041514253015
JEANNY NOVLIEMYANTI
TRIDASA NOVANY WIJAYA
041514253012
041514253016
RATNAWATY
041514253014
ADITYA YUNIANTO
041514253017
EKO BUDI HARIYANTO
041514253018
ARI SUSANTI
041514253019
ARDI TRI HANDONO

DEFINISI
FILSAFAT

Filsafat dari kata Yunani filosofia, yang


artinya mencintai kebijaksanaan.
Filsuf adalah orang yang
mencari kebijaksanaan.

sedang

Definisi filsafat menurut buku Sari


Sejarah Filsafat Barat 1 oleh Dr. Harun
Hadiwijono adalah usaha manusia
dengan akalnya untuk memperoleh
suatu pandangan dunia dan hidup
yang memuaskan hati.

FILSAFAT BARAT DALAM


PERKEMBANGANNYA
(GARIS BESAR)
Dalam perkembangannya Filsafat Barat menurut
zamannya dibagi
menjadi :
Filsafat Yunani Kuno : para filsuf pada zaman ini
mempertanyakan asal-usul alam semesta dan jagad raya
(kosmosentris).
Filsafat Abad Pertengahan : para filsuf pada masa ini
memakai pemikiran filsafat untuk memperkuat dogma-dogma
agama Kristiani (teosentris).
Filsafat Abad Modern : para filsuf pada masa ini
menjadikan manusia sebagai
pusat analisis filsafat
(antroposentris).
Filsafat Abad Kontemporer : para filsuf pada masa ini lebih
menggunakan logika dalam pemikirannya (logosentris).

FILSAFAT

TEOLOGI

19M

ILMU CABANG

AGAMA
FILSAFAT

20M
FENOMENOLOGI
STRUKTURALISME
NEOPOSITIVISME

18M

ABAD KONTEMPORER

RASIONALISME
EMPIRISME
KRITISISME
IDEALISME
POSITIVISME

14-15M

AUFKLARUNG

14M

RENAISSANCE

3SM - 6M

LOGOS

MITOS

6SM

ANCILLA
THEOLOGIAE

YUNANI - KUNO

PERIODISASI
FILSAFAT
BARAT
ABAD TENGAH
ABAD
MODERN

FILSAFAT

FAKTOR HEURISTIK

BIOLOGI
ASTRONOMI
MATEMATIKA
FISIKA
KIMIA
SOSIOLOGI

KOMPUTER
PARIWISATA
DLL.

SKEMA FILSAFAT
BARAT

PARADIGMA POSITIVISME DAN


KETERKAITANNYA DENGAN
AKUNTANSI

PARADIGMA POSITIVISME DAN


KETERKAITANNYA DENGAN
AKUNTANSI
Positivisme
percaya pada realisme fisik yaitu klaim
yang menyatakan ada realitas fisik yang obyektif
dan terlepas dari diri manusia dan individu atau
peneliti akuntansi tidak menciptakan realitas di
sekelilingnya.
Manusia dianalisis sebagai kesatuan yang secara
pasif digambarkan dengan cara obyektif dan ini
tercermin dari hasil penelitian akuntansi seperti
contingency
theory,
information
processing
mechanism, efficient capital market dan agency
theory.
Positivisme mengandaikan bahwa ilmu akuntansi
diyakini sebagai potret tentang fakta-fakta sosial
yang bebas nilai (value free) yang tidak
mengandung
interpretasi
subyektif
dari
penelitinya.

PARADIGMA POSITIVISME DAN


KETERKAITANNYA DENGAN
AKUNTANSI
Dengan demikian
positivisme mencerminkan suatu

penindasan atas dimensi etis manusia yang terkait


langsung dengan kehidupan sosial politisnya. Hilangnya
dimensi etis dari manusia ini tampak sekali dari praktikpraktik akuntansi maupun bisnis, seperti contoh kasus
berikut ini:
Di
Amerika
terbongkarnya
kasus
skandal
keuangan perusahaan Enron dan WorldCom tidak
lepas dari peran akuntan di dalamnya. Akuntan
kedua perusahaan ini menggunakan trik-trik
akuntansi untuk merekayasa laporan keuangannya
dan umumnya trik-trik akuntansi ini telah menjadi
standar dan dapat dibenarkan secara legal
maupun standar akuntansi yang ada.
Di Indonesia maraknya skandal keuangan seperti
kasus Bank Lippo yang menurunkan nilai assetnya
dalam waktu 3 bulan dan rekayasa laporan
keuangan perusahaan farmasi Indofarma dan

WACANA PERGESERAN PARADIGMA


AKUNTANSI DARI POSITIVISME KE
IDEALISME

Persoalan pada contoh kasus yang ada, tentu saja


tidak lepas dari masalah integritas sang akuntan dan
integritas ini tidak dapat dipisahkan dari aspek etika
dan moral.
Hilangnya dimensi etis dari para akuntan ini sebagai
produk dari positivisme, oleh karena itu perlu
diperkenalkan paradigma baru dalam mempelajari
akuntansi yaitu dengan paradigma idealisme.
Paradigma idealisme menyarankan bahwa akuntansi
dapat diibaratkan pedang bermata dua, ia dapat
dibentuk
oleh
lingkungannya
dan
sekaligus
membentuk lingkungannya.
Jadi, akuntansi bukanlah suatu bentuk ilmu
pengetahuan dan praktik yang bebas nilai, tetapi
sebaliknya adalah disiplin dan praktik yang sarat
dengan nilai.

PERAN FILSAFAT BARAT DALAM


AKUNTANSI
Sebagai upaya untuk mengembalikan serta
meningkatkan
nilai
dan
martabat
ilmu
akuntansi,
dalam
pengembangan
akuntansi
sebagai cabang ilmu tidak boleh dilepaskan dari
filsafatnya.
Filsafat digunakan untuk menemukan jati diri dan
pengembangan dalam dunia akuntansi dan tata
nilai hakiki yang dimiliknya.
Tinjauan ontologi, epistemologi dan aksiologi
terhadap akuntansi dapat digunakan untuk
meningkatkan pemahaman terhadap hakikat,
fungsi, dan tata nilai yang melandasi akuntansi.
Filsafat ilmu membahas tiga bidang, yaitu :
1. Ontologi
2. Epistemologi

PERAN FILSAFAT BARAT DALAM


AKUNTANSI
Tiga bidang filsafat ilmu dipandang mampu
menjelaskan hal-hal sebagat berikut :
1. Ontologi :Apakah hakikat ilmu (pengetahuan)
akuntansi.
2. Epistemologi :Bagaimana cara kebenaran ilmiah
diperoleh dengan menjelaskan sumber dan tata
cara.
3. Aksiologi :Untuk apa dan kemana ilmu
pengetahuan itu harus dikembangkan terkait
dengan sikap ilmiah.

FILSAFAT SEBAGAI PEDOMAN


DAN LANDASAN DALAM
AKUNTANSI
Sebagai contoh dalam pembuatan suatu laporan
keuangan instansi pemerintah, maka terlebih
dahulu harus dipahami mengenai tiga aspek dalam
filsafat ilmu dalam laporan keuangan :
Ontologi : Apakah hakikat laporan keuangan
tersebut?Apa saja jenis laporan keuangan
tersebut?
Bagaimana
struktur
laporan
keuangan?
Epistemologi :Bagaimana cara membuat
laporan keuangan yang benar sesuai dengan PP
71 tahun 2010 ? Sistem seperti apa yang tepat
digunakan
untuk
menghasilkan
laporan
keuangan yang akuntabel?dari mana data-data
laporan keuangan tersebut?
Aksiologi :Untuk apa laporan keuangan

FILSAFAT SEBAGAI PEDOMAN


DAN LANDASAN DALAM
AKUNTANSI
Apabila filsafat ilmu dijadikan pedoman

dan
landasan dalam pembuatan suatu laporan
keuangan (baik sektor publik maupun private)
maka laporan keuangan yang dibuat akan sesuai
dengan tujuan atau hakikat laporan keuangan
yaitu memberi informasi bagi pengambilan
keputusan.

Apabila filsafat ilmu dijadikan pedoman dan


landasan dalam akuntansi maka kejadian seperti
manipulasi laba, manipulasi laporan keuangan,
fraud dalam pembuatan laporan keuangan dapat
diminimalisasi.

FILSAFAT SEBAGAI PEDOMAN


DAN LANDASAN DALAM
AKUNTANSI
Selain itu filsafat juga dapat menjadi pedoman bagi
para akuntan untuk memahami etika dalam
akuntansi, baik etika sebagai akuntan maupun
penggunaan etika dan nilai dalam pengambilan
keputusan.
Penggunaan metode penelitian tanpa memahami
metode logisnya mengakibatkan seseorang buta
terhadap filsafat ilmu yang dianutnya. Banyak peneliti
pemula yang tidak bisa membedakan paradigma
penelitian
ketika
dia
mengadakan
penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Padahal mestinya dia harus
benar-benar memahami, bahwa penelitian kuantitatif
menggunakan
paradigma
positivisme,
sehingga
ditentukan oleh sebab akibat (mengikuti paham
determinisme, sesuatu yang ditentukan oleh yang
lain), sedangkan penelitian kualitatif menggunakan

GARIS BESAR PENERAPAN


FILSAFAT DALAM AKUNTANSI
(STUDI KASUS LAPORAN KEUANGAN INSTANSI
PEMERINTAH)
Aksiolog

Ontologi

Epistemologi

PENERAPAN FILSAFAT DALAM


Salah satu contohAKUNTANSI
penerapan filsafat dalam akuntansi
adalah penerapan filsafat dalam pembuatan
keuangan instansi pemerintah, sebagai berikut:

laporan

1. Aspek ontologi membicarakan tentang hakikat dan


struktur laporan keuangan. Pembahasan ontologi
biasanya diarahkan pada pendeskripsian tentang
sifat dasar dari wujud suatu materi.
Di sini dapat kita uraikan pertanyaan yang harus dijawab,
yaitu : apakah hakikat laporan keuangan menjawab
pertanyaan mengenai apa itu laporan keuangan ? Apakah
intisari dari laporan keuangan itu sendiri? Apakah struktur
laporan keuangan menjelaskan tentang apa saja bagianbagian laporan keuangan tersebut?
. Menurut S.Munawir Laporan Keuangan pada dasarnya
adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan
sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan
atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan
tersebut.
. Sedangkan menurut Budi Raharjo "Laporan keuangan
adalah
laporan
pertanggungjawaban
manajer
atau
pemimpin perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang

PENERAPAN FILSAFAT DALAM


Intisari dari laporan
keuangan instansi pemerintah
AKUNTANSI
adalah:
Laporan keuangan dihasilkan melalui Sistem Akuntansi
Instansi (SAI) yang terintegrasi yaitu serangkaian prosedur
manual
maupun
yang
terkomputerisasi
mulai
dari
pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai
dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan
operasi keuangan pada level Kementerian Negara / Lembaga;
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan data dan
informasi yang telah melalui prosedur pengendalian internal
yang memadai sebagai wujud penerapan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance), sehingga dapat
digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang
lebih akurat oleh pihak manajemen;
Laporan keuangan menggambarkan posisi keuangan dari
suatu instansi dari hasil operasional sekarang dan masa
lampau sehingga dapat diperoleh suatu prediksi akan kondisi
dan kinerja instansi tersebut dimasa yang akan datang;
Laporan
keuangan
merupakan
salah
satu
bentuk
akuntabilitas/pertanggungjawaban terhadap publik atas
penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) serta jumlah Pendapatan yang disetorkan ke kas
negara yang dihasilkan dari operasional suatu instansi
pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik;

FILSAFAT DARI SISI AKUNTANSI LAPORAN


KEUANGAN INSTANSI PEMERINTAH

Akuntansi

Pertanggung
Jawaban

Dari sisi filsafat sesuai dengan hakikat dan struktur


laporan keuangan maka filsafat melihat Akuntansi
sebagai Pertanggung Jawaban.
Akuntansi sebagai pertanggung jawaban atas dana
APBN/APBD yang berasal dari rakyat untuk digunakan
dalam suatu instansi pemerintah.
Akuntansi sebagai bentuk akuntabilitas atas kinerja dan
pelayanan pemerintah kepada publik.

PENERAPAN FILSAFAT DALAM


AKUNTANSI

STRUKTUR LAPORAN KEUANGAN


DALAM STANDAR AKUNTANSI
PEMERINTAHAN
Basis Akrual(PP 71 TAHUNBasis
Kas Menuju
2010)
Akrual

Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Realisasi
Anggaran

Laporan Perubahan Saldo Anggaran


Lebih

Neraca

Neraca

Laporan Arus Kas

Laporan Operasional

Catatan atas Laporan


Keuangan

Laporan Arus Kas


Laporan Perubahan Ekuitas

PENERAPAN FILSAFAT DALAM


AKUNTANSI
Salah satu contoh penerapan filsafat dalam akuntansi
adalah penerapan filsafat dalam pembuatan laporan
keuangan instansi pemerintah, sebagai berikut: :
2. Aspek epistemologi dalam laporan keuangan adalah
proses penelaahan objek laporan keuangan,
bagaimana
cara
memperoleh
laporan
keuangan, metode yang digunakan dalam
menyusun
laporan
keuangan,serta
ukuran
kebenaran laporan keuangan.
. Objek laporan keuangan merupakan apa yang
menjadi pembicaraan dalam laporan keuangan. Objek
laporan keuangan dilihat dari kemampuannya dalam
menghasilkan
informasi
terkait
keuangan
diantaranya adalah aset, kewajiban, dan ekuitas.
Tiga hal tersebut menjadi pokok pemikiran dalam
laporan keuangan karena aset, kewajiban, dan
ekuitas menjelaskan bagaimana posisi keuangan
suatu entitas pada suatu periode tertentu.

PENERAPAN FILSAFAT DALAM


AKUNTANSI
Laporan Keuangan instansi pemerintah dihasilkan
melalui

Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu


serangkaian
prosedur
manual
maupun
yang
terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data,
pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan
sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan
operasi keuangan pada Kementerian Negara /
Lembaga.
SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan
Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang
Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk
menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang
terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan
Catatan atas Laporan Keuangan. Sedangkan SIMAKBMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset
tetap, persediaan, dan lainnya untuk penyusunan
neraca dan laporan barang milik negara
serta
laporan manajerial lainnya. Data dan informasi yang

PENERAPAN FILSAFAT DALAM


AKUNTANSI
Metode yang digunakan dalam menyusun
laporan keuangan menggunakan metode positivisme.
Seluruh data yang ada pada laporan keuangan ini
didapatkan dari fakta-fakta yang ada berdasarkan
transaksi keuangan. Metode Positivisme juga dapat
dilihat dari seluruh data pada laporan keuangan
dapat di verifikasi kebenarannya atau seluruh
transaksi keuangan dapat ditelusuri.
Ukuran kebenaran laporan keuangan dapat
dijelaskan pada apakah laporan keuangan disusun
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam
penyusunan laporan keuangan, pegawai yang
membuat
laporan
keuangan
diberi
pelatihan
(workshop) untuk membuat laporan keuangan sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Cara untuk
mengukur kebenaran laporan keuangan dengan
melihat hasil audit yang dilaksanakan oleh auditor
pemerintah. Auditor pemerintah ini dibagi menjadi

3.

PENERAPAN FILSAFAT DALAM


AKUNTANSI
Aspek aksiologi pada laporan keuangan instansi

pemerintah menguraikan manfaat atau kegunaan


laporan keuangan. Manfaat yang didapatkan dari
informasi yang dihasilkan laporan keuangan
tergantung pada kebutuhan atau kepentingan
masing-masing pengguna laporan keuangan.
. Menurut Drebin, et al (1981) terdapat 10 (sepuluh)
kelompok pengguna laporan keuangan pemerintah
diantaranya pembayar pajak (taxpayers), pemberi dana
bantuan (grantors), investor, pengguna jasa (fee-paying
service
recipients),
karyawan/pegawai,
pemasok
(vendor), dewan legislatif, manajemen, pemilih (voters),
dan badan pengawas (oversight bodies). Sedangkan
menurut Standar Akuntansi Pemerintahan terdapat
beberapa kelompok pengguna utama laporan keuangan
diantaranya
masyarakat,
wakil
rakyat,
lembaga
pengawas dan lembaga pemeriksa, pihak yang memberi
atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan
pinjaman, serta pemerintah.
. Dari berbagai macam pengklasifikasian pengguna
tersebut dapat dikatakan bahwa laporan keuangan

Perencanaan--->Informasi yang dihasilkan laporan


keuangan dapat memberikan gambaran mengenai
kemampuan dan aktivitas entitas. Hal ini digunakan
oleh entitas itu sendiri sebagai dasar untuk
perencanaan aktivitas di masa yang akan datang.
Oleh karena itu laporan keuangan juga bermanfaat
bagi pihak internal

Akuntabilitas---->Masyarakat pengguna layanan publik


tentunya membutuhkan informasi atas biaya, harga, dan kualitas
pelayanan yang diberikan. Masyarakat pembayar pajak dan
pemberi dana ingin mengetahui keberadaan dan penggunaan
dana yang telah diberikan. Informasi-informasi tersebut tentunya
dapat diperoleh dari laporan keuangan, sehingga dapat dikatakan
bahwa
laporan
keuangan
bermanfaat
sebagai
bentuk
pertanggungjawaban entitas atas pengelolaan sumber daya dan
pelaksanaan kegiatan kepada pihak eksternal.

Secara garis besarnya, laporan keuangan yang telah


disusun diharapkan memiliki manfaat sebagai
berikut:

Pengambilan
Keputusan---->Manfaat
pengambilan
keputusan
berhubungan
erat
dengan
manfaat
perencanaan
dan
pengendalian.
Berdasarkan
perencanaan dan pengendalian yang dilakukan baik itu
oleh entitas sendiri maupun oleh pihak eksternal,
selanjutnya akan menentukan keputusan atau
kebijakan yang akan diambil oleh masing-masing
pengguna informasi. Informasi yang terkandung dalam
laporan keuangan akan digunakan untuk menghitung
tingkat risiko, solvabilitas, dan sebagainya yang akan
menentukan keputusan pemberian dana kepada
entitas tersebut.

Pengendalian---->Manfaat
pengendalian
yang
didapatkan dari laporan keuangan dirasakan baik
internal maupun eksternal. Dengan adanya informasi
mengenai aktivitas dan kondisi keuangan, suatu
entitas dapat mengetahui bagaimana mengendalikan
sumber daya yang digunakan agar tetap mampu
menjalankan aktivitasnya. Begitu pula pihak eksternal
yang perlu mengetahui ketaatan atau kepatuhan
entitas dalam menggunakan sumber dayanya, serta
untuk mencegah penyalahgunaan atau mencegah
ketidakefisienan penggunaan sumber daya.

Refere
nsi

Daftar
Pustaka
Hadiwijono, Harun. 2015. SARI SEJARAH
FILSAFAT BARAT 1. Jogjakarta: PT. KANISIUS
Hatta, Atika Jauhari, dkk. 2014 FILSAFAT ILMU
DAN AKUNTANSI. Jogjakarta: PT. KANISIUS
Rahman,
Masykur
Arif.
2013.
SEJARAH
FILSAFAT BARAT. Jogjakarta: IRCISoD