Anda di halaman 1dari 5

Nama

: Alissa Fauzia Rachman

NIM: 15/382443/HK/20510

PETUNJUK TUGAS

Tugas ini diberikan untuk melengkapi kehadiran peserta juqi yang datang pada pertemuan
tanggal 9 November 2015 tetapi harus meninggalkan pertemuan tersebut karena alasan yang
dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk menjawab soal dapat mencari sumber dari internet, buku dll dengan syarat
mencantumkannya di lembar jawaban.

Dikumpulkan via email dengan batas waktu pengumpulan : Minggu, 22 November 2015.

Peserta juqi yang mengumpulkan tugas melebihi batas waktu yang telah ditentukan,
kehadirannya pada tanggal 9 November 2015 tidak akan dihitung.

1.

Apakah yang dimaksud dengan integritas muslim?

2.

Sebutkan 1 penggalan ayat Alquran yang berkaitan dengan integritas muslim beserta
artinya!

3.

Bagaimana membangun integritas pribadi seorang muslim?

JAWAB
1.

Dalam Islam sendiri, integritas adalah mengenai dua hal, yaitu kesucian dan keutuhan
(purity and wholeness). Kesucian ini berdasar pada konsep fitrah dalam Islam, yaitu
naluri atau pembawaan manusia yang selalu membutuhkan agama untuk menuntun
dirinya beribadah pada Tuhannya. Seperti dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
Tidaklah seorang anak dilahirkan, melainkan ia dilahirkan dalam keadaan fitrah
(bersih/ suci). Orangtuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR.
Bukhari).
Integritas dalam Islam adalah kembalinya manusia pada fitrah dan bagaimana manusia
menjaga fitrah tersebut. Hal ini juga telah disebutkan dalam Al-Quran yaitu dalam
firmannya dalam Surat Ar-Rum:30,
Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah
yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan atas fitrah
Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Sedangkan dalam hal keutuhan, adalah sudah diketahui bersama bahwa kelengkapan
adalah bagian dari Islam. Nabi Muhammad sendiri, merupakan Nabi terakhir sebagai
penyempurna agama, dan merupakan pelengkap serta penutup nabi-nabi sebelumnya,
seperti telah disebutkan dalam hadits:
Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan
seseorang yang membuat sebuah rumah; Diperindah dan diperbagusnya (serta
diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang dipersiapkan) untuk sebuah batu

bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya,
tetapi bertanya: Mengapa engkau belum memasang batu bata itu? Nabipun berkata:
Sayalah batu bata (terakhir) sebagai penyempurna itu, dan sayalah penutup para
nabi. (HR. Bukhari)
Oleh karenanya, integritas merupakan suatu totalitas dalam berbagai hal sebagaimana
Islam mengajarkan secara lengkap segala apa yang ada di bumi ini, dari masalah
bersuci, beribadah padaNya, hingga hal-hal yang kita lakukan sehari-hari, seperti makan,
minum, cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, dll.

2.

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak
perbuat?" QS.61:2

kamu

Ayat ini mengajarkan tentang integritas. Dalam buku quantum sukses,


integritas
merupakan salah satu kunci sukses. Integritas adalah kesesuaian antara nilai-nilai, prinsip,
atau norma-norma yang dianut dengan perbuatan dan perkataan. Pengertian seperti ini juga
disebut iman. Jadi orang yang
beriman adalah orang yang memiliki integritas.
Dipostingan sebelumnya, inspirasi QS. Fathir ayat 29 kita mendapat pencerahan
bagaimana Allah sangat menginginkan orang-orang beriman
menjadi manusia sukses
dengan memberikan 3 (tiga) kunci melejitkan
potensi untuk meraih sukses tanpa batas.
Nah di ayat ini Allah memberikan peringatan kepada kita : "Wahai orang-orang yang
beriman, mengapa kamu
mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?"

Sebenarnya ayat ini adalah nasehat agar kita selaras antara ucapan dan
perbuatan. Selaras antara nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan visi yang kita miliki
dengan perbuatan.
Ayat itusekaligus peringatan agar menjaga integritas dan tidak merusaknya.
Allah sangat marah jika ada yang ingin merusak integritasnya: " Allah sangat
murka kepada orang yang mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak
melakukannya." (QS.61:2).
Orang yang merusak integritasnya dan tidak mau merubah mendapat dua
kerugian. Pertama, di akhirat ia akan mendapatkan kesengsaraan dengan
siksaan yg telah disiapkan Allah. Dalam sebuah riwayat Allah menyediakan
suatu kamp di neraka ut mengazab orang yang merusak integritasnya. Kedua,
di dunia dia akan kehilangan kepercayaan. Sebagaimana diketahui bahwa
integritas adalah point yang sangat penting dalam kesuksesan seseorang.
Integritas menimbulkan kepercayaan dan kepercayaan ini sangat menentukan
keberhasilan dalam hubungan antar manusia. Dalam dunia bisnis, dunia kerja
ataupun dakwah, Integritas dan kepercayaan adalah dua hal yang selalu
dijaga.

3.

Pertama adalah aqidah yang bersih, dimana keimanan kita hanyalah pada
Allah SWT dan ini menunjukkan salah bentuk integritas kita yaitu komitmen
dan loyalitas. Jika kita tidak loyal terhadap keimanan kita maka kita sudah
pasti
masuk ke dalam orang yang menyekutukan Allah SWT. Dan efek
dari ketidak loyalan kita adalah azab Allah SWT yang pedih.
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Sesungguhnya Aku-lah yang
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa Sesungguhnya azab-Ku
adalah azab yang sangat pedih. (QS. Al Hijr : 49 50)
maka dari itu salah satu bentuk integritas kita terhadap Allah SWT adalah
memiliki aqidah yang bersih.
Kedua adalah ibadah yang benar, disini kita diajarkan untuk melakukan
ibadah sesuai dengan aturan yang telah Allah tetapkan dans sesuai dengan
yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW. apa bentuk integritas dari
"ibadah yang benar"? jawabannya adalah disiplin, kita belajar untuk
melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. kita berusaha
untuk tidak menambahkan bentuk ibadah atau pun mengurangi nya itu
merupakan salah satu bentuk integritas kita sebagai muslim. Ini adalah salah
satu bentuk ikhtiar kita untuk menunjukkan diri sebagai orang yang beriman.
Ketiga adalah akhlak yang kokoh, berarti kita harus menjadi orang yang
memiliki prinsip sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, mungkin ini
terkesan idealis tapi disinilah salah bentuk integritas sedang diuji, mungkin
tak hanya satu tapi semua bentuk integritas sedang diuji, salah satu nya
adalah kejujuran, mungkin sudah banyak orang menggambarkan integritas
sebagai bentuk kejujuran padahal kejujuran adalah salah satu cabang
integritas. Namun hal ini pun sudah dibahas dalam Al-Qur'an
Wahai orang-orang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan jadilah
kamu (hidup) bersama orang-orang yang jujur (QS. At-Taubah :119)
Keempat adalah kekuatan jasmani, ini adalah salah bentuk integritas dalam
hal tanggung jawab, bagaimana pertanggung jawaban kita terhadap fisik
yang telah Allah SWT berikan pada kita, dan suatu ujian rasa syukur akan
pemberian keadaan fisik yang telah Allah SWT, karena saat kita tidak
menjaga atas apa yangtelah Allah SWT titipkan pada kita, maka secara tidak
langsung sikap integritas kita pun sudah luntur.

Kelima adalah berwawasan luas, ini adalah salah satu bentuk komitmen dan
tanggung jawab kita terhadap kecerdasan yang telah Allah SWT berikan dan

salah satu bentuk ujian agar dapat kita renungi bahwa sebenarnya dengan
berwawasan luas maka kita sedang berusaha mencoba pencipta kita baik dari
makhluk-Nya maupun dari fenomena alam yang terjadi seperti firman yang
Allah SWT turunkan pertama kali adalah QS.Al-Alaq yaitu Bacalah! yang
bukan hanya sekedar membaca tapi juga mengambil ilmu dari atas apa yang
kita perhatikan,fikirkan, dll.
Keenam adalah melawan hawa nafsu merupakan salah bentuk dari sikap
tanggung jawab kita, saat ita tidak dapat menahan atau melawan nafsu kita
maka keburukan lah yang kita dapat saat kebohongan dalam diri lebi besar
maka kejujuran menjadi kecil dan mungkin bisa jadi kita pun sudah merasa
bahwa kebohongan pun bukan suatu masalah besar itulah salah satu contoh
dimana kita penting untuk melawan hawa nafsu karena saat bukanlah seorang
muslim jika dia bersifat munafik
Rasul Saw. bersabda : Hendaklah kalian semua menjadi jujur, karena
sesungguhnya kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan, dan
sesungguhnya kebaikan itu akan menyampaikan kalian ke syurga. Bialamana
seseorang itu jujur dan menguasai sifat jujur (secara terus menerus), maka
Allah menetapkannya sebagai seorang yang jujur. Dan sekali-kali jangan
kalian berbohong, karena sesungguhnya kebohongan itu menggiring kalian
kepada berbagai kejahatan (dosa) dan sesungguhnya berbagai kejahatan itu
akan menggiring kalian ke neraka. Bilamana seseorang itu berbohon dan
terus menerus berbohong, maka Allah akan menetapkannya sebagai
pembohong. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketujuh adalah pandai menjaga waktu salah satu bentuk dari kedisiplinan
kita, saat kita mampu memanage waktu maka sesibuk apapun kita, maka
secara perlahan permasalahan yang kita hadapi akan selesai dan juga
menunjukka salah satu bentuk loyalitas kita dan kita pun akan menjadi orang
yang amanah karena waktu tidak dapat kembali.
"waktu bagaikan sahabat yang sangat keras diluar tapi lembut didalam, saat
kita memanfaatkan nya dengan baik maka dia pun akan membalas dengan
hasil yang baik, namun saat kita menyia-nyiakan nya dia bersikap sangat
keras, meskipun kita memohon, dia tidak akan mengembalikan masa-masa
yang dimana kita telah melakukan banyak kemudharatan."
Kedelapan adalah teratur dalam segala urusan, ini juga melatih kedisiplinan
kita dan menunjukkan kualitas kita terhadap orang lain. saat kita teratur
dalam urusan maka akan sedikit orang yang kita abaikan amanah nya. Dan
ini bisa menjadi parameter KESUKSESAN seorang muslim, karena saat dia
teratur dalam urusannya maka kesuksesan pun akan datang dengan sendiri
nya.

Kesembilan adalah mandiri dari segi ekonomi, ini menunjukkan tentang


kualitas seorang muslim dimana seorang muslim diwajibkan untuk menjadi
sosok mandiri terutama dalam segi ekonomi dan inilah salah satu cabang
dimana integritas kita diuji, jangan sampai harta yang kita cari berasal dari
usaha yang buruk karena akan berpengaruh terhadap ibadah kita yang lain
(mungkin ini akan dibahas lebih jauh)
Kesepuluh adalah bermanfaat bagi orang lain, disini pula lah integritas bisa
kita ukur dimana kualitas diri ini dapat diukur dan terlebih lagi adalah
semakin kita bermanfaat bagi orang lain maka kualitas diri ini bisa jadi
meningkat dan ini bisa jadi parameter tentang kefuturan diri, jika diri ini
menjadi sering tidak bermanfaat bisa jadi diri ini sedang futur.
Daftar Putaka :
1. https://qoriratna.wordpress.com/2012/02/26/integritas-satu-kata-yang-tenggelam/
2. http://inspiringquran.blogspot.co.id/2010/02/integritas-inspirasi-qs612.html
3. http://ipahumuabiba.blogspot.co.id/2013/05/integritas-adalah-islam.html
Diambil 11 November 2015 pukul 20:47