Anda di halaman 1dari 27

A.

BOILER
1. PENGERTIAN BOILER
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai
terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian
digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan
murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam,
volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk
mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan
dijaga dengan sangat baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar.
Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan
steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam
mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem
pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan
kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua
peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang
dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan
bakar yang digunakan pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua
sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari
proses dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari lua r
ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi,
digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada
gas buang.
2. JENIS BOILER
Bagian ini menerangkan tentang berbagi jenis boiler: Fire tube boiler, Water tube
boiler, Paket boiler, Fluidized bed combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion
boiler, Pressurized fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion
boiler, Stoker fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat boiler)
dan and Pemanas fluida termis.
2.1 Fire Tube Boiler

Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam
shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan untuk kapasitas
steam yang relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang. Sebagai pedoman,
fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan
sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau
bahan bakar padat dalam operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers
dikonstruksi sebagai paket boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.
2.2 Water Tube Boiler
Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk kedalam
drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap
dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan s team dan tekanan steam sangat tinggi seperti
pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern
dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat
tinggi. Banyak water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar
minyak bakar dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum
dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.
2.3 Paket Boiler
Disebut boiler paket sebab sudah tersedia sebagai paket yang lengkap. Pada saat dikirim
ke pabrik, hanya memerlukan pipa steam, pipa air, suplai bahan bakar dan sambungan listrik
untuk dapat beroperasi. Paket boiler biasanya merupakan tipe shell and tube dengan
rancangan fire tube dengan transfer panas baik radiasi maupun konveksi yang tinggi.
Ciri -ciri dari packaged boilers adalah:
Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya panas yang dilepas menghasilkan penguapan yang
lebih cepat.

Banyaknya jumlah pipa yang berdiameter kecil membuatnya memiliki perpindahan panas
konvektif yang baik.

Sistem forced atau induced draft menghasilkan efisiensi pembakaran yang baik.

Sejumlah lintasan/pass menghasilkan perpindahan panas keseluruhan yang lebih baik.


Tingkat efisiensi thermisnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan boiler lainnya.
Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan jumlah pass nya yaitu berapa kali gas
pembakaran melintasi boiler. Ruang pembakaran ditempatkan sebagai lintasan pertama
setelah itu kemudian satu, dua, atau tiga set pipa api. Boiler yang paling umum dalam kelas
ini adalah unit tiga pass/ lintasan dengan dua set fire-tube/pipa api dan gas buangnya keluar
dari belakang boiler.
2.4 Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (FBC)
Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) muncul sebagai alternatif yang memungkinkan
dan memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim pembakaran yang konvensional
dan memberikan banyak keuntungan rancangan boiler yang kompak, fleksibel terhadap
bahan bakar, efisiensi pembakaran yang tinggi dan berkurangnya emisi polutan yang
merugikan seperti SOx dan NOx. Bahan bakar yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah
batubara, barang tolakan dari tempat pencucian pakaian, sekam padi, bagas & limbah
pertanian lainnya. Boiler fluidized bed memiliki kisaran kapasitas yang luas yaitu antara
0.5 T/jam sampai lebih dari 100 T/jam.
Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas melalui bed
partikel padat seperti pasir yang disangga oleh saringan halus, partikel tidak akan terganggu
pada kecepatan yang rendah. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik, terbentuklah
suatu keadaan dimana partikel tersuspensi dalam aliran udara - bed tersebut disebut
terfluidisasikan .
Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya, terjadi pembentukan gelembung,
turbulensi yang kuat, pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed
partikel padat menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida - bed
gelembung fluida/bubbling fluidized bed.
Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidi sasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala
batubara, dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan terbakar
dengan cepat dan bed mencapai suhu yang seragam. Pembakaran dengan fluidized bed
(FBC) berlangsung pada suhu sekitar 840OC hingga 950OC. Karena suhu ini jauh berada
dibawah suhu fusi abu, maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya
dapat dihindari.

Suhu pembakaran yang lebih rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien


perpindahan panas sebagai akibat pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas
yang efektif dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas
dicapai diantara kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini
menjamin operasi bed yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur gas.
2.5 Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) Boiler
Kebanyakan boiler yang beroperasi untuk jenis ini adalah Atmospheric Fluidized Bed
Combustion (AFBC) Boiler. Alat ini hanya berupa shell boiler konvensional biasa yang
ditambah dengan sebuah fluidized bed combustor. Sistim seperti

telah dipasang

digabungkan dengan water tube boiler/ boiler pipa air konvensional.


Batubara dihancurkan menjadi ukuran 1 10 mm tergantung pada tingkatan batubara
dan jenis pengumpan udara ke ruang pembakaran. Udara atmosfir, yang bertindak sebagai
udara fluidisasi dan pembakaran, dimasukkan dengan tekanan, setelah diberi pemanasan awal
oleh gas buang bahan bakar. Pipa dalam bed yang membawa air pada umumnya bertindak
sebagai evaporator. Produk gas hasil pembakaran melewati bagian super heater dari boiler
lalu mengalir ke economizer, ke pengumpul debu dan pemanas awal udara sebelum dibuang
ke atmosfir.
2.6 Pressurized Fluidized Bed Combustion (PFBC) Boiler
Pada tipe Pressurized Fluidized bed Combustion (PFBC), sebuah kompresor memasok
udara Forced Draft (FD), dan pembakarnya merupakan tangki bertekanan. Laju panas yang
dilepas dalam bed sebanding dengan tekanan bed sehingga bed yang dalam digunakan
untuk mengekstraksi sejumlah besar panas. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pembakaran
dan peyerapan sulfur dioksida dalam bed. Steam dihasilkan didalam dua ikatan pipa, satu di
bed dan satunya lagi berada diatasnya. Gas panas dari cerobong

menggerakan turbin gas

pembangkit tenaga. Sistim PFBC dapat digunakan untuk pembangkitan kogenerasi (steam
dan listrik) atau pembangkit tenaga dengan siklus gabungan/combined cycle. Operasi
combined cycle (turbin gas & turbin uap) meningkatkan efisiensi konversi keseluruhan
sebesar 5 hingga 8 persen.
2.7 Atmospheric Circulating Fluidized Bed Combustion Boilers (CFBC)
Dalam sistim sirkulasi, parameter bed dijaga untuk membentuk padatan melayang dari
bed. Padatan diangkat pada fase yang relatif terlarut dalam pengangkat padatan, dan sebuah
down-comer dengan sebuah siklon merupakan aliran sirkulasi padatan. Tidak terdapat pipa

pembangkit steam yang terletak dalam bed. Pembangkitan dan pemanasan berlebih steam
berlangsung di bagian konveksi, dinding air, pada keluaran pengangkat/ riser. Boiler CFBC
pada umumnya lebih ekonomis daripada boiler AFBC, untuk penerapannya di industri
memerlukan lebih dari 75 100 T/jam steam. Untuk unit yang besar, semakin tinggi
karakteristik tungku boiler CFBC akan memberikan penggunaan ruang yang semakin baik,
partikel bahan bakar lebih besar, waktu tinggal bahan penyerap untuk pembakaran yang
efisien dan penangkapan SO2 yang semakin besar pula, dan semakin mudah penerapan
teknik pembakaran untuk pengendalian NOx daripada pembangkit steam AFBC.

2.8 Stoker Fired Boilers


Stokers diklasifikasikan menurut metode pengumpanan bahan bakar ke tungku dan oleh
jenis grate nya. Klasifikasi utamanya adalah spreader stoker dan chain-gate atau travelinggate stoker.
2.8.1 Spreader stokers
Spreader stokers memanfaatkan kombinasi pembakaran suspensi dan pembakaran
grate. Batubara diumpankan secara kontinyu ke tungku diatas bed pembakaran batubara.
Batubara yang halus dibakar dalam suspensi; partikel yang lebih besar akan jatuh ke grate,
dimana batubara ini akan dibakar dalam bed batubara yang tipis dan pembakaran cepat.
Metode pembakaran ini memberikan leksibilitas yang baik terhadap fluktuasi beban,
dikarenakan penyalaan hampir terjadi secara cepat bila laju pembakaran meningkat. Karena
hal ini, spreader stoker lebih disukai dibanding jenis stoker lainnya dalam berbagai
penerapan di industri.
2.8.2 Chain-grate atau traveling-grate stoker
Batubara diumpankan ke ujung grate baja yang bergerak. Ketika grate bergerak
sepanjang tungku, batubara terbakar sebelum jatuh pada ujung sebagai abu. Diperlukan
tingkat keterampilan tertentu, terutama bila menyetel grate, damper udara dan baffles, untuk
menjamin pembakaran yang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah karbon
yang tidak terbakar dalam abu.
Hopper umpan batubara memanjang di sepanjang seluruh ujung umpan batubara pada
tungku. Sebuah grate batubara digunakan untuk mengendalikan kecepatan batubara yang
diumpankan ke tungku dengan mengendalikan ketebalan bed bahan bakar. Ukuran batubara

harus seragam sebab bongkahan yang besar tidak akan terbakar sempurna pada waktu
mencapai ujung grate.
2.9 Pulverized Fuel Boiler
Kebanyakan boiler stasiun pembangkit tenaga yang berbahan bakar batubara
menggunakan batubara halus, dan banyak boiler pipa air di industri yang lebih besar juga
menggunakan batubara yang halus. Teknologi ini berkembang dengan baik dan diseluruh
dunia terdapat ribuan unit dan lebih dari 90 persen kapasitas pembakaran batubara merupakan
jenis ini.
Untuk batubara jenis bituminous, batubara digiling sampai menjadi bubuk halus, yang
berukuran +300 micrometer (m) kurang dari 2 persen dan yang berukuran dibawah 75
microns sebesar 70-75 persen. Harus diperhatikan bahwa bubuk yang terlalu halus akan
memboroskan energi penggilingan. Sebaliknya, bubuk yang terlalu kasar tidak akan terbakar
sempurna pada ruang pembakaran dan menyebabkan kerugian yang lebih besar karena bahan
yang tidak terbakar. Batubara bubuk dihembuskan dengan sebagian udara pembakaran
masuk menuju plant boiler melalui serangkaian nosel burner. Udara sekunder dan tersier
dapat juga ditambahkan. Pembakaran berlangsung pada suhu dari 1300 - 1700 C,
tergantung pada kualitas batubara. Waktu tinggal partikel dalam boiler biasanya 2 hingga 5
detik, dan partikel harus cukup kecil untuk pembakaran yang sempurna.
Sistim ini memiliki banyak keuntungan seperti kemampuan membakar berbagai kualitas
batubara, respon yang cepat terhadap perubahan beban muatan, penggunaan suhu udara
pemanas awal yang tinggi dll. Salah satu sistim yang paling populer untuk pembakaran
batubara halus adalah pembakaran tangensial dengan menggunakan empat buah burner dari
keempat sudut untuk menciptakan bola api pada pusat tungku.
2.10 Boiler Limbah Panas
Dimanapun tersedia limbah panas pada suhu sedang atau tinggi, boiler limbah panas
dapat dipasang secara ekonomis. Jika kebutuhan steam lebih dari steam yang dihasilkan
menggunakan gas buang panas, dapat digunakan burner tambahan yang menggunakan
bahan bakar. Jika steam tidak langsung dapat digunakan,

steam dapat dipakai untuk

memproduksi daya listrik menggunakan generator turbin uap. Hal ini banyak digunakan
dalam pemanfaatan kembali panas dari gas buang dari turbin gas dan mesin diesel.

2.11 Pemanas Fluida Termis


Saat ini, pemanas fluida termis telah digunakan secara luas dalam berbagai penerapan
untuk pemanasan proses tidak langsung. Dengan menggunakan fluida petroleum sebagai
media perpindahan panas, pemanas tersebut memberikan suhu yang konstan. Sistim
pembakaran terdiri dari sebuah fixed grate dengan susunan draft mekanis.
Pemanas fluida thermis modern berbahan bakar minyak terdiri dari sebuah kumparan
ganda, konstruksi tiga pass dan dipasang dengan sistim jet tekanan. Fluida termis, yang
bertindak sebagai pembawa panas, dipanaskan dalam pemanas dan disirkulasikan melalui
peralatan pengguna. Disini fluida memindahkn panas untuk proses melalui penukar panas,
kemudian fluidanya dikembalikan ke pemanas. Aliran fluida termis pada ujung pemakai
dikendalikan oleh katup pengendali yang ioperasikan secara pneumatis, berdasarkan suhu
operasi. Pemanas beroperasi pada api yang tinggi atau rendah tergantung pada suhu minyak
yang kembali yang bervariasi tergantung beban sistim.
Keuntungan pemanas tersebut adalah:

Operasi sistim tertutup dengan kehilangan minimum dibanding dengan boiler steam.

Operasi sistim tidak bertekanan bahkan untuk suhu sekitar 250 0C dibandingkan kebutuhan
tekanan steam 40 kg/cm2 dalam sistim steam yang sejenis.

Penyetelan kendali otomatis, yang memberikan fleksibilitas operasi.

Efisiensi thermis yang baik karena tidak adanya kehilangan panas yang diakibatkan oleh
blowdown, pembuangan kondensat dan flash steam.
Faktor ekonomi keseluruhan dari pemanas fluida thermis tergantung pada penerapan
spesifik dan dasar acuannya. Pemanas fluida thermis berbahan bakar batubara dengan kisaran
efisiensi panas 55-65 persen merupakan yang paling nyaman digunakan dibandingkan dengan
hampir kebanyakan boiler. Penggabungan peralatan pemanfaatan kembali panas dalam gas
buang akan mempertinggi tingkat efisiensi termis selanjutnya.

B. POMPA

1. PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan secara ringkas ciri-ciri utama pompa dan sistim pemompaan.

1.1 Apa yang dimaksud dengan pompa dan sistim pemompaan?


Sistim pemompaan bertanggung jawab terhadap hampir 20% kebutuhan energi listrik
dunia dan penggunaan energi dalam operasi pabrik industri tertentu berkisar 25-50% (US
DOE, 2004).
Pompa memiliki dua kegunaan utama:

Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah
tanah ke tangki penyimpan air)

Mensirkulasikan cairan sekitar sistim (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati
mesin-mesin dan peralatan)
Komponen utama sistim pemompaan adalah:

Pompa(beberapa jenis pompa dijelaskan dalam bagian 2)

Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistim udara

Pemipaan, digunakan untuk membawa fluida

Kran, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistim

Sambungan, pengendalian dan instrumentasi lainnya

Peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai persyaratan(misalnya tekanan, aliran)


yang menentukan komponen dan susunan sistim pemompaan. Contohnya adalah alat penukar
panas, tangki dan mesin hidrolik.
Pompa dan mesin penggerak biasanya merupakan komponen yang paling efisien energinya.

1.2 Karakteristik sistim pemompaan


1.2.1

Tahanan sistim : head

Tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistim pada laju tertentu. Tekanan ini
harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistim, yang juga disebut head. Head total
merupakan jumlah dari head statik dan head gesekan/ friksi:

a)

Head statik
Head statik merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari cairan yang
dipompakan (lihat Gambar 2a). Head statik merupakan aliran yang independen (lihat Gambar
2b). Head statik pada tekanan tertentu tergantung pada berat cairan dan dapat dihitung
dengan persamaan perikut:
Head statik terdiri dari:

Head hhisapan statis (hS): dihasilkan dari pengangkatan cairan relatif terhadap garis pusat
pompa. hS nilainya positif jika ketinggian cairan diatas garis pusat pompa, dan negatif jika
ketinggian cairan berada dibawah garis pusat pompa (juga disebut pengangkat hisapan)
Head pembuangan statis (hd): jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan cairan
dalam tangki tujuan.
b)

Head gesekan/ friksi (hf)


Ini merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan untuk mengalir dalam
pipa dan sambungan-sambungan. Head ini tergantung pada ukuran, kondisi dan jenis pipa,
jumlah dan jenis sambungan, debit aliran, dan sifat dari cairan. Head gesekan/ friksi
sebanding dengan kwadrat debit aliran. Loop tertutup sistim sirkulasi hanya menampilkan
head gesekan/ friksi (bukan head statik). Dalam hampir kebanyakan kasus, head total sistim
merupakan gabungan antara head statik dan head gesekan.

1.2.2

Kurva kinerja pompa


Head dan debit aliran menentukan kinerja sebuah pompa yang secara grafis ditunjukkan
dalam Gambar 5 sebagai kurva kinerja atau kurva karakteristik pompa. Gambar
memperlihatkan kurva pompa sentrifugal dimana head secara perlahan turun dengan
meningkatnya aliran.
Dengan meningkatnya tahanan sistim, head juga akan naik. Hal ini pada gilirannya akan
menyebabkan debit aliran berkurang dan akhirnya mencapai nol. Debit aliran nol hanya dapat
diterima untuk jangka pendek tanpa menyebabkan pompa terbakar

1.2.3

Titik operasi pompa


Debit aliran pada head tertentu disebut titik tugas. Kurva kinerja pompa terbuat dari banyak
titik-titik tugas. Titik operasi pompa ditentukan oleh perpotongan kurva sistim dengan kurva
pompa sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 6.

1.2.4

Kinerja hhisapan pompa (NPSH)

Kavitasi atau penguapan adalah pembentukan gelembung dibagian dalam pompa. Hal ini
dapat terjadi manakala tekanan statik fluida setempat menjadi lebih rendah dari tekanan uap
cairan (pada suhu sebenarnya). Kemungkinan penyebabnya adalah jika fluida semakin cepat
dalam kran pengendali atau disekitar impeler pompa. Penguapan itu sendiri tidak
menyebabkan kerusakan. Walau demikian, bila kecepatan berkurang dan tekanan bertambah,
uap akan menguap dan jatuh. Hal ini memiliki tiga pengaruh yang tidak dikehendaki:

Erosi permukaan baling-baling, terutama jika memompa cairan berbasis air.

Meningkatnya kebisingan dan getaran, mengakibatkan umur sil dan bearing menjadi lebih
pendek

Menyumbat sebagian lintasan impeler, yang menurunkan kinerja pompa dan dalam kasus
yang ekstrim dapat menyebabkan kehilangan head total.
Head Hisapan Positif Netto Tersedia / Net Positive Suction Head Available (NPSHA)
menandakan jumlah hhisapan pompa yang melebihi tekanan uap cairan, dan merupakan
karakteristik rancangan sistim. NPSH yang diperlukan (NPSHR) adalah hisapan pompa yang
diperlukan untuk menghindari kavitasi, dan merupakan karakteristik rancangan pompa.

2. JENIS-JENIS POMPA
Bagian ini menjelaskan berbagai jenis pompa.2 Pompa hadir dalam berbagai ukuran untuk
penggunaan yang luas. Pompa-pompa dapat digolongkan menurut prinsip operasi dasarnya
seperti pompa dinamik atau pompa pemindahan positif.
Pada prinsipnya, cairan apapun dapat ditangani oleh berbagai rancangan pompa. Jika
berbagai rancangan pompa digunakan, pompa sentrifugal biasanya yang paling ekonomis
diikuti oleh pompa rotary dan reciprocating. Walaupun, pompa perpindahan positif biasanya
lebih efisien daripada pompa sentrifugal, namun keuntungan efisiensi yang lebih tinggi
cenderung diimbangi dengan meningkatnya biaya perawatan.

2.1 Pompa perpindahan positif


Pompa perpindahan positif dikenal dengan caranya beroperasi: cairan diambil dari salah satu
ujung dan pada ujung lainnya dialirkan secara positif untuk setiap putarannya. Pompa
perpindahan positif digunakan secara luas untuk pemompaan fluida selain air, biasanya fluida
kental.
Pompa perpindahan positif selanjutnya digolongkan berdasarkan cara perpindahannya:

Pompa Reciprocating jika perpindahan dilakukan oleh maju mundurnya jarum piston.
Pompa reciprocating hanya digunakan untuk pemompaan cairan kental dan sumur minyak.

Pompa Rotary jika perpindahan dilakukan oleh gaya putaran sebuah gir, cam atau balingbaling dalam sebuah ruangan bersekat pada casing yang tetap. Pompa rotary selanjutnya
digolongkan sebagai gir dalam, gir luar, lobe, dan baling-baling dorong dll. Pompapompa
tersebut digunakan untuk layanan khusus dengan kondisi khusus yang ada di lokasi industri.
Pada seluruh pompa jenis perpindahan positif, sejumlah cairan yang sudah ditetapkan
dipompa setelah setiap putarannya. Sehingga jika pipa pengantarnya tersumbat, tekanan akan
naik ke nilai yang sangat tinggi dimana hal ini dapat merusak pompa.

2.2 Pompa Dinamik


Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh cara pompa tersebut beroperasi: impeler yang
berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau kecepatan yang diperlukan untuk
memompa fluida.
Terdapat dua jenis pompa dinamik :

Pompa sentrifugal merupakan pompa yang sangat umum digunakan untuk pemompaan air
dalam berbagai penggunaan industri. Biasanya lebih dari 75% pompa yang dipasang di
sebuah industri adalah pompa sentrifugal. Untuk alasan ini, pompa ini dijelaskan dibawah
lebih lanjut.

Pompa dengan efek khusus terutama digunakan untuk kondisi khusus di lokasi industri.

2.2.1

Bagaimana sebuah pompa sentrifugal bekerja?

Pompa sentrifugal merupakan salah satu peralatan yang paling sederhana dalam berbagai
proses pabrik. Gambar 8 memperlihatkan bagaimana pompa jenis ini beroperasi:

Cairan dipaksa menuju sebuah impeler oleh tekanan atmosfir, atau dalam hal jet pump oleh
tekanan buatan.

Baling-baling impeler meneruskan energi kinetik ke cairan, sehingga menyebabkan cairan


berputar. Cairan meninggalkan impeler pada kecepatan tinggi.

Impeler dikelilingi oleh volute casing atau dalam hal pompa turbin digunakan cincin diffuser
stasioner. Volute atau cincin diffuser stasioner mengubah energi kinetik menjadi energi
tekanan.

2.2.2

Komponen dari pompa sentrifugal

Komponen utama dari pompa sentrifugal terlihat pada Gambar 9 dan diterangkan dibawah
ini:

Komponen berputar: impeller yang disambungkan ke sebuan poros

Komponen satis: casing, penutup casing, dan bearings.

a)

Impeler
Impeler merupakan cakram bulat dari logam dengan lintasan untuk aliran fluida yang sudah
terpasang. Impeler biasanya terbuat dari perunggu, polikarbonat, besi tuang atau stainless
steel, namun bahan-bahan lain juga digunakan. Sebagaimana kinerja pompa tergantung pada
jenis impelernya, maka penting untuk memilih rancangan yang cocok dan mendapatkan
impeler dalam kondisi yang baik.
Jumlah impeler menentukan jumlah tahapan pompa. Pompa satu tahap memiliki satu impeler
dan sangat cocok untuk layanan head (=tekanan) rendah. Pompa dua tahap memiliki dua
impeler yang terpasang secara seri untuk layanan head sedang. Pompa multi-tahap memiliki
tiga impeler atau lebih terpasang seri untuk layanan head yang tinggi.
Impeler dapat digolongkan atas dasar:

Arah utama aliran dari sumbu putaran: aliran radial, aliran aksial, aliran campuran
Jenis hisapan: hisapan tunggal dan hisapan ganda
Bentuk atau konstruksi mekanis:
Impeler yang tertutup memiliki baling-baling yang ditutupi oleh mantel (= penutup) pada
kedua sisinya (Gambar 10). Biasanya digunakan untuk pompa air, dimana baling-baling
seluruhnya mengurung air. Hal ini mencegah perpindahan air dari sisi pengiriman ke sisi

penghisapan, yang akan mengurangi efisiensi pompa. Dalam rangka untuk memisahkan
ruang pembuangan dari ruang penghisapan, diperlukan sebuah sambungan yang bergerak
diantara impeler dan wadah pompa. Penyambungan ini dilakukan oleh cincin yang dipasang
diatas bagian penutup impeler atau dibagian dalam permukaan silinder wadah pompa.
Kerugian dari impeler tertutup ini adalah resiko yang tinggi terhadap rintangan.
mpeler terbuka dan semi terbuka (Gambar 10) kemungkinan tersumbatnya kecil. Akan tetapi
utnuk menghindari terjadinya penyumbatan melalui resirkulasi internal, volute atau backplate pompa harus diatur secara manual untuk mendapatkan setelan impeler yang benar.

Impeler pompa berpusar/vortex cocok untuk bahan-bahan padat dan berserabut akan tetapi
pompa ini 50% kuran efisien dari rancangan yang konvensio nal.

b)

Batang torak
Batang torak memindahkan torque dari motor ke impeler selama startup dan operasi pompa.

c)

Wadah
Fungsi utama wadah adalah menutup impeler pada penghisapan dan pengiriman pada ujung
dan sehingga berbentuk tangki tekanan. Tekanan pada ujung penghisapan dapat sekecil
sepersepuluh tekanan atmosfir dan pada ujung pengiriman dapat dua puluh kali tekanan
atmosfir pada pompa satu tahap. Untuk pompa multi-tahap perbedaan tekanannya jauh lebih
tinggi. Wadah dirancang untuk tahan paling sedikit dua kali tekanan ini untuk menjamin batas
keamanan yang cukup.
Fungsi wadah yang kedua adalah memberikan media pendukung dan bantalan poros untuk
batang torak dan impeler. Oleh karena itu wadah pompa harus dirancang untuk:

Memberikan kemudahan mengakses ke seluruh bagian pompa untuk pemeriksaan, perawatan


dan perbaikan.
Membuat wadah anti bocor dengan memberikan kotak penjejal
Menghubungkan pipa-pipa hisapan dan pengiriman ke flens secara langsung
Mudah dipasang dengan mudah ke mesin penggerak (motor listrik) tanpa kehilangan daya.
Terdapat dua jenis wadah

Wadah volute (Gambar 11) memiliki impeler yang dipasang dibagian dalam wadah. Salah
satu tujuan utamanya adalah membantu kesetimbangan tekanan hidrolik pada batang torak
pompa. Walau begitu, mengoperasikan pompa dengan wadah volute pada kapasitas yang
lebih rendah dari yang direkomendasikan pabrik pembuatnya dapat mengakibatkan tekanan
lateral pada batang torak pompa. Hal ini dapat meningkatkan pemakaian sil, bantalan poros,

dan batang torak itu sendiri. Wadah volute ganda digunakan bilamana gaya radial menjadi
cukup berarti pada kapasitas yang berkurang.

Wadah bulat memiliki baling-baling penyebaran stasioner disekeliling impeler yang


mengubah kecepatan menjadi energi tekanan. Wadah tersebut banyak digunakan untuk
pompa multi-tahap. Wadah dapat dirancang sebagai:

Wadah padat (Gambar 12): seluruh wadah dan nosel dimuat dalam satu cetakan atau
potongan yang sudah dibuat pabrik pembuatnya.

Wadah terbelah: dua bagian atau lebih disambungkan bersama. Bilamana bagian wadah
dibagi oleh bidang horisontal, wadahnya disebut terbelah secara horisontal atau wadah yang
terbelah secara aksial.
C. TURBIN
1. Pengertian Turbin
Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran fluida.
Turbin sederhana memiliki satu bagian yang bergerak, "asembli rotor-blade". Fluida yang
bergerak menjadikan baling-baling berputar dan menghasilkan energi untuk menggerakkan
rotor. Contoh turbin awal adalah kincir angin dan roda air. Sebuah turbin yang bekerja
terbalik disebut kompresor atau pompa turbo.
Turbin gas, uap dan air biasanya memiliki "casing" sekitar baling-baling yang
memfokus dan mengontrol fluid. "Casing" dan baling-baling mungkin memiliki geometri
variabel yang dapat membuat operasi efisien untuk beberapa kondisi aliran fluid. Energi
diperoleh dalam bentuk tenaga "shaft" berputar.
2. Penggunaan turbin
Penggunaan paling umum dari turbin adalah pemroduksian tenaga listrik. Hampir
seluruh tenaga listrik diproduksi menggunakan turbin dari jenis tertentu. Turbin kadangkala
merupakan bagian dari mesin yang lebih besar. Sebuah turbin gas, sebagai contoh, dapat
menunjuk ke mesin pembakaran dalam yang berisi sebuah turbin, kompresor, "kombustor",
dan alternator.
Turbin dapat memiliki kepadatan tenaga ("power density") yang luar biasa
(berbanding dengan volume dan beratnya). Ini karena kemampuan mereka beroperasi pada
kecepatan sangat tinggi. Mesin utama dari Space Shuttle menggunakan turbopumps (mesin
yang terdiri dari sebuah pompa yang didorong oleh sebuah mesin turbin) untuk memberikan
propellant (oksig n cair dan hidrogen cair) ke ruang pembakaran mesin. Turbopump hidrogen
cair ini sedikit lebih besar dari mesin mobil dan memproduksi 70.000 hp (52,2 MW). Turbin
juga merupakan komponen utama mesin jet.

3. Jenis-Jenis Turbin
3.1 TURBIN UAP
3.1.1 Pengertian
Turbin uap adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi energi
kinetik kemudian energi kinetik tersebut diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk
putaran poros. Poros turbin dihubungkan dengan yang digerakkan, yaitu gener ator atau
peralatan mesin lainnya, menggunakan mekanisme transmisi roda gigi. Berdasarkan definisi
tersebut maka turbin uap termasuk mesin rotary merupakan mesin

bolak-balik

(reciprocating).Engine penggerak dimana uap air, air, gas ataupun udara yang memutarkan
poros dengan cara mendorong sudu yang menyu dut seperti kipas. Ada dua pasang sudu,
STATOR (tidak ber gerak) dan ROTOR (yang berputar). Poros turbin yang berputar dapat
dihubungkan pada generator pembangkit tenaga listrik. Turbin termasuk mesin yang
menghasilkan tenaga besar
Turbin uap digunakan untuk menggerakan generator listrik pada Stasion pembangkit dan
baling- baling kapal. Turbin air mirip seperti turbin uap dan tubin gas digunakan
(kebanyakan) sebagai pengger ak pesawat udara sebagai mesin jet, dan juga kadang sebagai
penggerak mesin-mesin di industri.
3.1.2 Perbedaan Turbin Uap Dengan Mesin Uap
a.

pada mesin uap


Di dalam mesin uap pengubahan tenaga didasarkan atas tekanan uap. Tekanan uap ini
mendorong torak di dalam silinder, sehingga timbul gaya pada torak. Oleh batang penggerak
gaya ini di teruskan ke kepala silang dan oleh batang engkol gerak lurus tersebut di ubah
menjadi gerak berputar. Jadi pengubahan tenaga dari tenaga potensial menjadi tenaga
mekanik pada mesin uap melalui beberapa alat, yang mana alat tersebut memerlukan
pemeliharaan yang tidak mudah. Sebagai contoh pada lapisan/ sepatu katup pembagi uap dan
kepala silang, setiap waktu harusdiganti agar tidak menimbulakan perluasan sehingga tidak
macet/terlalu banyak menimbulkan keausan pada bagian yang terlalu bergerak. Kecepatan
relative adalah nol bergerak pada tekanan tetap.

b.

pada turbin uap


Di dalam Sudu Turbin uap pengubahan tenaga di dassarkan atas kecepatan uap. Mula-mula
uap di ekspansikan ke dalam pipa pemancar, yaitu dengan jalan merubah tekanan uap yang
tinggi menjadi kecepatan uap yang sangat cepat. Dengan kecepatan uap ini digunakan untuk

menggerakkan sudu jalan. Akibatnya turbin uap akan berputar dan putaran ini di teruskan ke
poros turbin. Pada turbin uap tidak memerlukan peralatan yang banyak, tetapi hanya
memerlukan beberapa bagian yang sederhana saja. Kecepatan relative dipakai untuk
mendorong sudu, bekerja dengan tenaga dinamis.
3.1.3 Keuntungan Turbin Uapa Jika Dibandingkan Dengan Mesin Uap
Ada beberapa keuntungan turbin uapa jika dibandingkan dengan mesin uap, yaitu sebagai
berikut :
a.

Peralatan pada turbin tidak banyak ragamnya/lebih sederhana

b.

Gerak yang dihasilkan lebih tenang karena hanya gerak putar saja.

c.

Gerakan putarnya secara langsung tanpa perantara

d.

Torsi yang dihasilkan pada porsi lebih besar.

e.

Tidak ada kerugian gesek pada rotasinya.

f.

Dibandingkan denga mesain uap yang horizontal, maka turbin uap tidak memerlukan pondasi
yang begitu besar.

g.

Dari ukuran turbin uap sama dengan mesin uap, maka turbin uapa memeperoleh daya yang
lebih besar.

h.

Akibat banyak timbul gerak putar saja, maka getaran yang ditimbulkan lebih kecil dari pada
mesin uap.

3.1.4

Kerugian Turbin Uap Jika Dibandingkan Dengan Mesin Uap

a.

Untuk mengekspansikan uap dibutuhkan peralatan yang khusus yaitu pipa pemancar

b.

Pipa pemancar memerlukan perencanaan yang sangat teliti

c.

Karena uap yang di pake untuk mendorong sudu jalan, padahal sudu jalan hanya merupaklan
kepingan yang terbuka, sehingga diperlukan rumah turbin yang sangat rapat dan kuat,
sehingga tidak timbul kebocoran uap sedangkan pada mesin uap hal tersebut di atas tidak
memerlukan perhatian yang sangat penting.

3.1.5

Klasifikasi Turbin Uap


Turbin uap dapat diklasifikasikan ke dalam kategri yang berbeda-beda, tergantung dari
konstruksi, panas jatuh yang dihasilkan, keadaan mula-mula dan akhir dari uap, penggunaan
dalam industri serta jumlah tingkat yang ada padanya.

a. Sesuai dengan jumlah tingkat

1)

Turbin uap dengan satu tingkat tekanan dengan satu atau beberapa tingkat kecepatan,
biasanya menghasilkan tenaga kecil. Banyak digunakan pada kompresor sentrifugal, blower
dan lain-lain.

2)

Turbin uap dengan bebrapa tingkat tekanan, turbin ini dibuat dengan beberapa macam variasi
dari kapasitas besar sampai kapasitas kecil.

b. Sesuai dengan aliran uap


1)

Turbin axial yaitu suatu turbin dimana uap masuk ke sudu jalan dengan poros turbin

2)

Turbin radial yaitu dimana suatu aliran uap masuk ke sudu jalan tegak lurus terhadap poros
turbin. Biasanya beberapa turbin satu atau lebih dengan tingkat tekanan rendah dibuat secara
aksial.

c. sesuai dengan jumlah silinder


1)

Turbin dengan satu silinder

2)

Turbin dengan dua silinder

3)

Turbin dengan tiga silinder dan lain-lain.

d. Sesuai dengan pengaturan cara masuknya Uap


1)

Turbin dengan pengatur katub (throttle), uap baru masuk ke sudu jalan di atur oleh satu atau
beberapa katub.

2)

Turbin dengan pengatur pipa pemancar, dimana uap baru masuk melalui dua atau beberapa
alat pengatur yang dipasang secara berderet-deret.

3)

Turbin dengan pengatru terusan, dimana setelah uap baru masuk ke sudu jalan di teruskan ke
sudu yang lain, bahkan sampai beberpa tingkat berikutnya.

e. Sesuai dengan prinssip kerja dari uap


1)

Turbin aksi, dimana energy potensial uap direubah menjadui tenaga kinetis di dalam sudu
tetap dan sudu jalan ernerggi kinetic di ubah menjadi energy mekanik

2)

Turbin reaksi aksial, pengembangan uap dilakukan di dalam sudu tetap dan sudu jalan,
keduanya diletakkan dan sama luasnya.

3)

Turbin reaksi radial tanpa beberapa sudu antar tetap.

4)

Turbin reaksi radial yang mempunyai sudu antar tetap.

f. Sesuai dengan prioses panas jatuh


1)

Condensing turbin dengan generator, pada turbin ini tekanan uap yang kurang dari satu
atrmosfer dimasukan ke dalam kondensor. Disamping itu uapa juga dikeluarakan dari tingkat
perantara untuk pemanasan air penambah. Turbin dengan kapasitas yang kecil pada
perencanaan mulanya sering tidak mempunyai regenerator panas.

2)

Condensing turbin dengan satu atau dua tingkat penurunan perantara pada tekanan spesifik
untuk keperluan pemanasan dan industri.

3)

Trusbin tekanan akhir atau back pressure turbin, dimana pengeluaran uap dipakai untuk
tujuan industri dan pemanasan.

4)

Topping turbin, turbin ini seperti type pressure back turbine dengan perbedaaan bahwa
pengeluaran uao dari turbin ini juga digunakan dalam medium dan turbin dengan tekanan
rendah.

5)

Turbin tekanan rendah (tekanan pengeluaran rendah), dimana pengeluaran uap dari mesin
uap torak, hammer uap, press uap dipakai untuk menggerakkan generator.

6)

Mix pressure turbine (turbine dengan tekanan campuran), dengan dua atau tiga tingkat
tekanan, dengan mengganti uap yang keluar padanya dengan uap baru pada tingkat perantara.

g. Sesuai dengan kondisi tekanan uap yang masuk pada turbin


1)

Turbin tekanan rendah (1,2 sampai 2 atm)

2)

Turbin tekanan menengah (penggunaan uap sampai 4 atm).

3)

Turbin tekanan tinggi, pemakaian uap di atas 40 ata

4)

Turbin tekanan sangat tinggi pemakaian uap sampai tekanan 170 ata dan suhu 5500C

5)

Turbin dengan tekanan super, dimana penggunaan uap dengan tekanan 225 dan di atasnya.

h. Sesuai penggunaan dalam Industri


1)

Turbin stasioner dengan kecepatan konstan, untuk penggerak altenator.

2)

Turbin stasioner dengan variasi kecepatan untuk menggerakkan turbo blewer, pompa dan
lain-lain.

3)

Turbin non-stasioner dengan variasi kecepatan, biasanya dipakai pada kalap, lokomotif dan
lain-lain.

3.2 TURBIN AIR


Turbin air mengubah energy potential air menjadi energy mekanis. Energy mekanis diubah
dengan generatormenjadi tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerja turbin dalam mengubah
energy potential air menjadi energy mekanis. Turbin air dikembangkan pada abad 19 dan
digunakan secara luas untuk tenaga industry untuk jaringan listrik. Sekarang lebih umum
dipakai untuk generator listrik. Turbin kini dimanfaatkan secara luas dan merupakan sumber
energy yang dapat diperbaharukan.
3.2.1

Perbandingan Antara PLTA, PLTU, PLTD dan PLTN

PLTA bukan merupakan satu-satunya pusat listrik, tetapi pada dewasa ini banyak
dikembangakan pusat listrik yang lain, misalnya pusat listrik tenaga uap, pusat tenaga gas,
pusat listrik tenaga diesel dan pusat listrik tenaga nuklier.
a. PLTA
1)

Untuk membangunnya memerlukan biaya yang tinggi.

2)

Biaya operasinya rendah

3)

Tidak memerlukan bahan bakar

4)

Relative mempunyai umru yang panjang

5)

Dapat bekerja pada variasi beban

6)

Bias dipakai dari beban dasar sampai beban puncak

7)

Dapat dibangun pada daya yang tidak terbatas

8)

Mudah dibangun dinegaara yang kaya akan sumber air.

b. PLTD, PLTU dan PLTG


1)

Untuk membangun relative memerlukan biaya yang lebih rendah

2)

Biaya operasional tinggi

3)

Memerlukan bahan bakar

4)

Relatif mempunyai umur yang terbatas

5)

Hanya dapt bekerja pada beban tunggal

6)

Hanya mungkin beban tetap untuk beban dasar

7)

Hanya dapat dibuat untuk daya yang sangat terbatas,.

8)

Mudah dibangun di Negara yang kaya sumber minyak.


Karena di indonseia Negara yang kaya akan sumber air, maka PLTA merupakan prioritas
utama disamping PLTD dan PLTU.

3.2.2

klasifikasi pembangkit listrik tenaga air


Sesuai daerah sejarah perkembangan PLTA, apabila ditinjau dari segi konstruksinya dapat
dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu:

a. PLTA dengan konstruksi sederhana yang disebut Kincir Airterdiri dari roda atau drum dimana
pada sepanjang kelilingnya dipasang sudu-sudu yang berupa bilah. Bilah tersebut yang
menerima pukulan air yang di teruskan ke roda atau drum dan langsung kepada poros kincir.
Bentuk sudu atau bilah ada yang bermacam-macam, da yang berbentuk lengkung, siku-siku
dan adapula yang hanya lurus saja. Kincir air sangat fleksibel terhadap daerah
pemasangannya.Berdasarkan cara pemasukan air ke dalam kincir, maka jenis kincir
dibedakan menjadi :

1)

Overshot water wheel, pemasukan air pada jenis kincir ini melaului puncak atau bagian atas
dari pada roda kincir.

2)

Breast water wheel, kincir air dimana pemasukan airnya melalui data atau bagian tengah
roda kincir.

3)

Undershot water wheel, kincir dimana pemasukan airnya bagian bawah dari roda.

b. PLTA dengan konstruksi yang kompleks disebut Turbin Air


Turbin air dapat digolongkan menjadi :
1)

Menurut jenis porosnya

Turbin air dengan poros tegak

Turbin air dengan poros mendatar

Turbin dengan poros miring

2)

Menurut tinggi rendahnya terjun air

Turbin dengan tinggi terjun rendah

Turbin dengan tinggi terjun menengah

Turbin dengan tinggi terjun tinggi

3)

Menurut kecepatan putar turbin

Turbin dengan kecepatan putar rendah

Turbin dengan kecepatan putar menengah

Turbin dengan kecepatan putar tinggi

4)

Menurut letak atau tempat didirikannya turbin

Turbin air hulu

Turbin air hilir

Turbin air yang dibuat dibawah tanah

Turbin air reversible (putar balik)

5)

Menurut daya yang dihasilkan

Turbin air dengan daya rendah

Turbin air dengan daya menengah

Turbin air dengan daya tinggi

3.2.3

keuntungan Turbin air terhadap penegak yang lain

a. Turbin mempunyai umur yang panjang


b. Lebih efisien dan mudah mengontrolnya
c. Turbin dapat dikontrol secara otomatis
d. Turbin dapat menunjukkan kemampuan sebagai unit yang selalu tersedia
e. Turbin dapat bekerja dibawah beberapa ketinggian.

3.3 TURBIN GAS


Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida kerjanya gas diperoleh dari pembakaran
bahan bakar cair yang mudah terbakar. System turbin gas yang paling sederhana terdiri dari
tiga komponen utama, yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin, yang disusun menjadi system
yang kompak
3.3.1 Pemakaian system turbin gas
System turbin gas yang dipakai dalam berbagai tenaga antara lain :
a. Dengan daya turbin yang besar
1)

Sebagai instalasi pembangkit tenaga listrik (PLTG)

2)

Untuk menggerakkan pesawat udara

3)

Sebagai marine power plant. Untuk menggerakkan kapal-kapal yang besar.

4)

Sebagai penggerak loko dengan system turbin gas

b. Sedangkan dengan daya yang kecil system turbin gas banyak dipergunakan sebagai alat
transportasi yang kecil antara lain bus, truk, auto mobil, pesawat kecil, motor boat.
3.3.2 Proses Kerja turbin gas
Tiga proses pokok yang terjadi di dalam turbin gas untuk memproduksi energi yaitu :
a. Proses penekanan udara
b. Proses pembakaran udara + bahan bakar.
c. Proses pengembangan atau ekspansi gas hasil pembakaran.
d. Komponen pokok system turbin gas
Sesuai dengan proses kerjanya ada 3 komponen pokok dalam system turbin gas, yaitu :
1)

Kompresor (K)
Kompresor adalah suatu alat yang digunakan untuk menghisap udara dan untuk selanjutnya
dikompresi atau dimampatkan untuk menaikan tekanan. Ada beberapa kompresor yang kita
ketahui :

Kompresor torak, yaitu kompresor yang mempergunakan torak sebagai alat untuk
mengkompresikan udara di dalam silinder.

Kompresor sentrifugal, yaitu kompresor yang mempergunakan baling-baling (kipas, sudusudu) sebagai alat untuk menaikan tekanan. Sebagai ganti silinder pada kompresor torak
adalah berupa rumah atau cacing.
Ada dua macam kompresor sentrifugal

o Kompresor sentrifugal aliran Radial


o Kompresor sentrifugal aliran aksial.
2)

Ruang pembakaran(RP)
Untuk mendapatkan energi pada turbin gas diperlukan adanya pembakaran bahan bakar
dengan udara yang telah dikompresi oleh lompresor. Bahan bakar yang telah dikompresi
tersebut dibakar sehingga timbul energy panas yang secara cepat energy tersebut di
ekspansikan pada pipa pemanasan dan langsung untuk memutarkan sudu turbin. Berputarnya
rotore turbin maka timbul energy mekanik yang dapat memutar kompresor. Kompresor
menghisap dan mengkompresikan udara masuk ke ruang bakar.
Ada tiga tipe ruang bakar yang di gunakan, yaitu :

Tubular (Can) combustor


Annular combustor
Can annual combustor
3)

Turbin gas (T)


Gas panas di ekspansikan dari hasil pembakaran ruang bakar. Akibat adanya panas dalam
bentuk partikel partikel gas, sudu turbin mulai terdorong oleh tekanan gas fluida.Sudu yang
tergabung dengan rotor menggerakan poros turbin dengan arah radial. Apabila tekanan yang
dihasilkan dari ruang bakar konstan, perputaran dari turbin akan terjadi secara kontinu
dengan tingkat kecepatan yang tinggi. Perlu diketahui bahwa poros turbin dengan kompresor
satu sambungan. Seteah melewati sudu-sudu turbin gas keluar melalui saluran buang dengan
tekanan tinggi sehingga menimbulakan gaya dorong. Semakin tinggi tekanan uap maka gaya
dorong yang dihasilkanpun semakin besar. Biasanya kebutuhan gaya dorong yang besar
dipergunakan pada mesin-mesin Turbo pesawat terbang. Missal rocket yang mempergunakan
turbojet sebagai penggerak gaya dorongnya.

D. KONDENSOR
1. Pengertian Kondensor
Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi
untuk mengkondensasikan fluida kerja. Pada sistem tenaga uap, fungsi utama kondensor
adalah untuk mengembalikan exhaust steam dari turbin ke fase cairnya agar dapat
dipompakan kembali ke boiler dan digunakan kembali. Selain itu, kondensor juga berfungsi
untuk menciptakan back pressure yang rendah (vacuum) pada exhaust turbin . Dengan back
pressure yang rendah, maka efisiensi siklus dan kerja turbin akan meningkat.
2.

Klasifikasi Kondensor
Secara umum, terdapat 2 jenis kondensor yaitu : direct-contact condenser dan surface
condenser. Surface condenser adalah jenis yang paling banyak digunakan di powerplant.

2.1 Direct-contact Condenser


Seperti namanya, direct-contact condenser mengkondensasikan steam dengan mencampurnya
langsung dengan air pendingin. Direct-contact atau open condenser digunakan pada beberapa
kasus khusus, seperti : ketika digunakan dry cooling tower, pada geothermal powerplant, dan
pada powerplant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC). Ada beberapa
tipe direct-contact condenser :
a.

Spray Condenser
Pada spray condenser, pencampuran steam dengan air pendingin dilakukan dengan jalan
menyemprotkan air ke steam. Sehingga steam yang keluar dari exhaust turbin pada poin 2
bercampur dengan air pendingin pada poin 5 menghasilkan kondensat yang mendekati fase
saturated, kemudian dipompakan kembali ke 4. Sebagian dari kondensat dikembalikan ke
boiler sebagai feedwater. Sisanya didinginkan, biasanya didalam dry- (closed-) cooling tower
ke poin 5. Air yang didinginkan pada poin 5 disemprotkan ke exhaust turbin dan proses
berulang.

b.

Barometric dan Jet Condenser


Ini merupakan jenis awal dari kondenser. Jenis ini beroperasi dengan prinsip yang sama
dengan spray condenser kecuali tidak dibutuhkannya pompa pada jenis ini. Vacuum dalam
kondensor diperoleh dengan menggunakan prinsip head statis seperti pada barometric
condenser, atau menggunakan diffuser seperti pada jet condenser.

2.2 Surface Condenser


Surface condenser merupakan jenis yang paling banyak digunakan di powerplant. Jenis ini
merupakan heat exchanger tipe shell and tube, dimana mekanisme perpindahan panas
utamanya adalah kondensasi saturated steam pada sisi luar tube dan pemanasan secara

konveksi paksa dari circulating water di dalam tube. Secara spesifik, prinsip kerja surface
codensor di bahas pada sub bab berikut.
Prinsip Kerja Surface Condenser
Prinsip kerja surface condenser seperti tampak pada gambar 3.17. adalah sebagai berikut.
Steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam inlet connection pada bagian atas
kondensor. Steam kemudian bersinggungan dengan tube kondensor yang bertemperatur
rendah sehingga temperatur steam turun dan terkondensasi, menghasilkan kondensat yang
terkumpul pada hotwell. Temperatur rendah pada tube dijaga dengan cara mensirkulasikan air
yang menyerap kalor dari steam pada proses kondensasi. Kalor yang dimaksud disini disebut
kalor laten penguapan dan terkadang disebut juga kalor kondensasi (heat of condensation)
dalam lingkup bahasan kondensor. Kondensat yang terkumpul di hotwell kemudian
dipindahkan dari kondensor dengan menggunakan pompa kondensat ke exhaust kondensat.
Ketika meninggalkan kondensor, hampir keseluruhan steam telah terkondensasi kecuali
bagian yang jenuh dari udara yang ada di dalam sistem. Udara yang ada di dalam sistem
secara umum timbul akibat adanya kebocoran pada perpipaan, shaft seal, katup-katup, dan
sebagainya. Udara ini masuk ke dalam kondensor bersama dengan steam. Udara dijenuhkan
oleh uap air, kemudian melewati air cooling section dimana campuran antara uap dan udara
didinginkan untuk selanjutnya dibuang dari kondensor dengan menggunakan air ejectors
yang berfungsi untuk mempertahankan vacuum di kondensor. Untuk menghilangkan udara
yang terlarut dalm kondensat akibat adanya udara di kondensor, dilakukan de-aeration. Deaeration dilakukan di kondensor dengan memanaskan kondensat dengan steam agar udara
yang terlalut pada kondensat akan menguap. Udara kemudian ditarik ke air cooling section
dengan memanfaatkan tekanan rendah yang terjadi pada air cooling section. Air ejector
kemudian akan memindahkan udara dari sistem.
3. Surface condenser
Prinsip kerja surface condenser Steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam inlet
onnection pada bagian atas kondensor. Steam kemudian bersinggungan dengan tube
kondensor yang bertemperatur rendah sehingga temperatur steam turun dan terkondensasi,
menghasilkan kondensat yang terkumpul pada hotwell.
Temperatur rendah pada tube dijaga dengan cara mensirkulasikan air yang menyerap kalor
dari steam pada proses kondensasi. Kalor yang dimaksud disini disebut kalor laten penguapan
dan terkadang disebut juga kalor kondensasi (heat of condensation) dalam lingkup bahasan
kondensor. Kondensat yang terkumpul di hotwell kemudian dipindahkan dari kondensor
dengan
menggunakan
pompa
kondensat
ke
exhaust
kondensat.
Ketika meninggalkan kondensor, hampir keseluruhan steam telah terkondensasi kecuali
bagian yang jenuh dari udara yang ada di dalam sistem. Udara yang ada di dalam sistem
secara umum timbul akibat adanya kebocoran pada perpipaan, shaft seal, katup-katup, dan
sebagainya.

Udara ini masuk ke dalam kondensor bersama dengan steam. Udara dijenuhkan oleh uap air,
kemudian melewati air cooling section dimana campuran antara uap dan udara didinginkan
untuk selanjutnya dibuang dari kondensor dengan menggunakan air ejectors yang berfungsi
untuk mempertahankan vacuum di kondensor.
Untuk menghilangkan udara yang terlarut dalm kondensat akibat adanya udara di kondensor,
dilakukan de-aeration. De-aeration dilakukan di kondensor dengan memanaskan kondensat
dengan steam agar udara yang terlalut pada kondensat akan menguap. Udara kemudian
ditarik ke air cooling section dengan memanfaatkan tekanan rendah yang terjadi pada air
cooling section. Air ejector kemudian akan memindahkan udara dari sistem.
a. Horizontal condenser
Air pendingin masuk konddensor melalui bagian bawah, kemudian masuk ke dalam pipa-pipa
pendingin dan keluar pada bagian atas Sedangkan arus panas masuk lewat bagian tengah
kondenser dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor.
b. Vertical condenser
Air pendingin masuk konddensor melalui bagian bawah, kemudian masuk ke dalam pipa-pipa
pendingin dan keluar pada bagian atas Sedangkan arus panas masuk lewat bagian atas
kondenser dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor.
3. Direct-contact condenser
Direct-contact condenser mengkondensasikan steam dengan mencampurnya langsung dengan
air pendingin.
Direct-contact atau open condenser digunakan pada beberapa kasus khusus, seperti :
1. Geothermal powerplant
2. Pada powerplant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC)
Spray Condenser
Pada spray condenser, pencampuran steam dengan air pendingin dilakukan dengan jalan
menyemprotkan air ke steam. Sehingga steam yang keluar dari exhaust turbin pada bagian
bawah bercampur dengan air pendingin pada bagian tengah menghasilkan kondensat yang
mendekati fase saturated.Kemudian dipompakan kembali ke cooling Tower . Sebagian dari
kondensat dikembalikan ke boiler sebagai feedwater. Sisanya didinginkan, biasanya didalam
dry- (closed-) cooling tower . Air yang didinginkan pada Cooling tower disemprotkan ke
exhaust turbin dan proses berulang.
Kekurangan dan Kelebihan Kondenser
A. Horizontal Kondenser
1. Dapat dibuat dengan pipa pendingin bersirip sehingga relaif berukuran kecil dan
ringan
2. Pipa pendingin dapat dibuat dengan mudah

3. Bentuk sederhana dan mudah pemasangannya


4. Pipa pendingin mudah dibersihkan
B. Vertikal Kondenser
1. Harganya murah karena mudah pembuatannya.
2. Kompak karena posisinya yang vertikal dan mudah pemasangan
3. Bisa dikatakan tidak mungkin mengganti pipa pendingin, pembersihan harus
dilakukan dengan menggunakan deterjen