Anda di halaman 1dari 25

Soal No.

1
Perhatikan data percobaan penambahan sedikit air, sedikit asam dan sedikit
basa pada lima macam larutan berikut ini.

Dari data yang diperoleh pada percobaan di atas, tentukan larutan mana yang
termasuk larutan penyangga!
Pembahasan
Ciri-ciri larutan penyangga:
- Saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau sedikit asam nilai pH relatif
tetap, jika terjadi perubahan relatif kecil.
Yang paling mendekati adalah larutan Q dan larutan S.
Soal No. 2
Perhatikan data percobaan berikut.

Dari data tersebut yang termasuk larutan penyangga adalah....


A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V
(un kimia 2010)
Pembahasan
Perubahan pH yang relatif kecil terjadi pada larutan IV, sehingga yang termasuk
larutan penyangga adalah IV.
Soal No. 3

Dicampurkan dua larutan yaitu 50 mL NaOH 0,1 M dan 50 mL CH3COOH 0,2 M.


Tentukan apakah campuran tersebut membentuk larutan penyangga atau tidak!
Pembahasan
-Tentukan dulu jumlah mol masing-masing dengan mengalikan volume dan
molaritasnya:
50 mL NaOH 0,1 M
Jumlah mol = 50 x 0,1 = 5 mmol
50 mL CH3COOH 0,2 M
Jumlah mol = 50 x 0,2 = 10 mmol
-Setelah tahu molnya, cek reaksinya apakah ada sisa asam lemahnya atau sisa
CH3COOH

Terdapat sisa CH3COOH sebanyak 5 mmol, berarti campuran tersebut


membentuk suatu larutan penyangga.
Soal No. 4
Terdapat beberapa larutan berikut:
(1) 25 mL NaOH 0,1 M;
(2) 25 mL HCN 0,2 M;
(3) 25 mL CH3COOH 0,1 M;
(4) 25 mL NH4OH 0,2 M; dan
(5) 25 mL HCl 0,2 M.
Pasangan senyawa yang dapat membentuk larutan penyangga adalah...
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (4)
E. (4) dan (5)
Pembahasan
Larutan penyangga dapat diperoleh dari reaksi asam lemah + basa kuat atau
asam kuat + basa lemah yang di akhir reaksi tersisa asam lemahnya atau basa

lemahnya
Cek reaksi pilihan 1 dan 2 apakah menyisakan asam lemah atau basa lemah:
Tersedia:
25 mL NaOH 0,1 M 2,5 mmol
25 mL HCN 0,2 M 5 mmol
Reaksinya:

Nampak tersisa HCN sebanyak 2,5 mmol yang berarti terbentuk larutan
penyangga.
Soal No. 5
0,15 mol asam asetat (CH3COOH, Ka = 2 10 5) dan 0,10 mol NaOH dilarutkan
dalam air sehingga diperoleh larutan penyangga dengan volume 1 liter. Tentukan
pH larutan penyangga tersebut!
Pembahasan
Data:
0,15 mol CH3COOH direaksikan dengan 0,10 mol NaOH
Reaksi yang terjadi:

Tersisa 0,05 mol CH3COOH (asam lemah) dan 0,10 mol CH3COONa (garam). Dari
sini dapat ditentukan [H+] dengan rumus berikut:

Sehingga [H+] nya

Terakhir, pH larutan adalah:


pH = log [H+]
= log 10 5
=5
Soal No. 6
Sebanyak 200 mL larutan HCOOH 0,1 M direaksikan dengan 50 mL larutan NaOH
0,2 M. Bila Ka HCOOH = 2 104 dan log 2 = 0,3, harga pH larutan setelah reaksi
adalah....
A. 2,7
B. 3,7
C. 4,3
D. 4,7
E. 5,3
(Uan 2002)
Pembahasan
Data:
200 mL larutan HCOOH 0,1 M 20 mmol
50 mL larutan NaOH 0,2 M 10 mmol
Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

Tersisa 10 mmol HCOOH dan 10 mmol HCOONa


Sehingga [H+] nya

Terakhir, pH larutan adalah:


pH = log [H+] = log (2 10 4)
= 4 log2 = 4 0,3
= 3,7
Soal No. 7
Larutan 100 mL HCOOH 0,3 M (Ka = 2 104) dicampur dengan 100 mL larutan
KOH 0,1 M. Tentukan harga pH larutan!
Pembahasan
Data:
100 mL HCOOH 0,3 M 30 mmol
100 mL larutan KOH 0,1 M 10 mmol
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Tersisa 20 mmol HCOOH dan 10 mmol HCOOK


Sehingga [H+] nya

Terakhir, pH larutan adalah:


pH = log [H+] = log (4 104)
= 4 log 4
Soal No. 8
100 mL NH4OH 0,1 M (Kb = 105) dicampurkan dengan 50 mL HCl 0,1 M. Tentukan
pH larutan!
Pembahasan
Data:
100 mL NH4OH 0,1 M 10 mmol
50 mL HCl 0,1 M 5 mmol
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Tersisa 5 mmol NH4OH (basa lemah) dan 5 mmol NH4Cl.


Menentukan [OH] dari rumus:

sehingga [OH]

pOH larutan = log [OH]


= log 105
=5
Jadi pH = 14 5 = 9
Soal No. 9
150 mL NH3 0,2 M (Kb = 105) dicampurkan dengan 100 mL HNO3 0,1 M. Tentukan
pH larutan jika log 2 = 0,3!
Pembahasan
Data:
150 mL NH3 0,2 M 30 mmol
100 mL HNO3 0,1 M 10 mmol
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Tersisa 20 mmol NH3 dan 10 mmol NH4NO3.


Menentukan [OH]

pOH larutan = log [OH]


= log (2 105)
= 5 log 2 = 5 0,3 = 4,7
Jadi pH = 14 4,7 = 9,3
Soal No. 10
pH larutan dari campuran 100 mL larutan NH4OH 0,1 M dengan 100 ml larutan
NH4Cl 0,1 M (Kb NH4OH = 105) adalah....
A. 5
B. 6
C. 7
D. 8
E. 9
(unas 2004)
Pembahasan
Data:
100 mL NH4OH 0,1 M 10 mmol
100 mL NH4Cl 0,1 M 10 mmol
[OH] dan pOH nya:

pH larutan = 14 5
=9
Soal No. 11
Diberikan campuran dari beberapa larutan sebagai berikut:
(1) 200 mL CH3COOH 0,1 M dan 200 mL NaOH 0,1 M
(2) 200 mL CH3COOH 0,2 M dan 200 mL NaOH 0,1 M
(3) 200 mL NH4OH 0,1 M dan 200 mL HCl 0,1 M
(4) 200 mL NH4OH 0,1 M dan 200 mL HCl 0,05 M

Campuran yang membentuk larutan penyangga adalah...


A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4
E. 1, 2, 3, dan 4
Pembahasan
Asam-asam maupun basa yang terlibat memiliki valensi yang sama, satu. Tinggal
dilihat dari masing-masing campuran perbandingan molnya untuk melihat ada
tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.

Jawab 2 dan 4.
Soal No. 12
Larutan penyangga berikut yang memiliki pH terkecil adalah....
A. 10 mL CH3COOH 0,20 M + 10 mL NaOH 0,05 M
B. 10 mL CH3COOH 0,25 M + 10 mL NaOH 0,15 M
C. 10 mL CH3COOH 0,15 M + 10 mL NaOH 0,10 M
D. 10 mL CH3COOH 0,35 M + 10 mL NaOH 0,25 M
E. 10 mL CH3COOH 0,30 M + 10 mL NaOH 0,15 M
Pembahasan
Larutan penyangga yang terbentuk dari asam lemah dan garamnya. pH yang
paling kecil adalah yang memiliki perbandingan mol dari sisa asam dan garam
paling besar. Mol garam di sini akan sama banyak dengan mol basanya jadi bisa
diambil dari mol NaOH nya.

Yang paling besar nilai perbandingannya adalah A, dengan demikian pHnya


paling kecil adalah A

Read more: http://kimiastudycenter.com/kimia-xi/34-larutan-penyangga-danph#ixzz3ZGY7b5fU

Berapa mL gas NH3 (pada keadaan STP) yang harus dialirkan ke dalam 150 mL
larutan NH4Cl 0,5M (Kb = 105) agar diperoleh larutan dengan pH = 8,5?
(log 2 = 0,3 dan log 3 = 0,5)

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

pH = 8,5 pOH = 14 8,5 = 5,5 ;


5

pKb = log 10 = 5;
jumlah mol garam (g) = 150 mL x 0,5 M = 75 mmol
Meskipun konsentrasi NH3 tidak diketahui pada soal tersebut, kita dapat
memanfaatkan pernyataanpada keadaan STP di mana setiap 1 mol gas volumnya
adalah 22,4 L. Jadi kita akan menentukan jumlah mol NH 3 (b) kemudian
mengonversinya menjadi volum sesuai keadaan STP tadi.
Karena kedua zat berada dalam wadah dengan volum yang sama maka kita dapat
menggunakan

Jadi
NH3 yang harus ditambahkan adalah sebanyak 25 mmol
atau setara dengan (0,025 mol x 22,4 L) 0,56 L atau 560 mL.

Berapakah perbandingan [HCO3 ] : [H2CO3] yang diperlukan untuk


mempertahankan pH sebesar 7,4 dalam aliran darah, bila diketahui Ka H2CO3 dalam
darah 8 107?
g = jumlah mol garam (HCO3) yang merepresentasikan [HCO3 ]; a = jumlah mol
asam yang merepresentasikan [H2CO3]

Penyelesaian:

Jadi perbandingan jumlah mol garam dengan


jumlah mol asam atau perbandingan [HCO3 ] : [H2CO3] adalah 20 : 1

soal kimia dan pembahasan

SOAL :

1.
Tentukan pH larutan jika 800 ml larutan CH3COOH 0,1M dicampur dengan
400ml larutan CH3COONa 0,1M (Ka CH3COOH = 1,810-5) !
2.
Tentukan pH larutan apabila 400 ml larutan NH4OH 0,5M dicampur dengan
100 ml larutan NH4Cl 0,5M ( Kb NH4OH = 1,810-5)
3.
Sebanyak 50 ml larutan yang terdiri dari CH3COOH 1M dan CH3COONa 1M
ditambahkan larutan HCl 1M sebanyak iml. Tentukan pH larutan setelah
penambahan HCl 1M ! ( Ka = 1,8 x 10-5)
4.
Sebanyak 50 ml larutan yang terdiri dari CH3COOH 1M dan CH3COONa 1M
ditambah 50 ml air. Tentukan pH larutan setelah pengenceran !
5.
Sebuah larutan penyangga dibuat dengan mereaksikan 1 M amonia dan 1 M
amonium klorida. Berpakah pH?
6.
Sebuah larutan penyangga dibuat dengan mereaksikan 0,8 M amonia dan 1 M
amonium klorida. Berapakah pH?
7.
Sebuah larutan penyangga dibuat dengan mereaksikan 1 M amonia dan 0,8 M
amonium klorida.
Berapakah pH?
8.
Terdapat larutan NH4OH dan (NH4)2SO4 yang masing-masing berkonsentrasi
0,1 mol/L. Jika volume larutan NH4OH dan (NH4)2SO4 yang akan dicampurkan
masing-masing 40 ml dan 80 ml, tentukanlah pH campuran tersebut ! Kb NH4OH =
1,8 x 10-5
9.
Terdapat 100 ml larutan (CH3COO)2Ba 0,1 M. Jika Ka CH3COOH = 2 x 10-5,
tentukanlah pH larutan garam tersebut !
10. Suatu larutan terdiri dari campuran 50 mL CH3COOH 0,1 M dan 50 mL
CH3COONa 0,1 M. Apabila nilai Ka adalah 1,7 x 10-5, hitunglah berapa pH larutan
penyangga!

PEMBAHASAN :
1.

mol CH3COOH = 800 x 0,1 = 80 mmol

mol CH3COONa = 400 x 0,1 = 40 mmol


[ H+ ] = Ka .na/nbk
= 1,8 x 10-5 x( 80/40)
= 3,6 x 10 -5
pH = -log 3,6 x 10 -5

= 5 log 3,2
2.

mol NH3 = 400 x 0,5 = 200 mmol

mol NH4Cl = 100 x 0,5 = 50 mmol


[OH-] = 1,8 x10 -5 x(200/50)
= 7,2 x 10 -5
pOH = log 7,2 x 10 -5
= 5 log 7,2
pH = 14 (5-log 7,2)
= 9 + log 7,2

3.

mol CH3COOH = 50 x 1 = 50 mmol

mol CH3COONa = 50 x 1 = 50 mmol


mol HCl = 1 x 1 = 1 mmol
CH3COONa + HCl -> CH3COOH + NaCl
Mula-mula : 50 mmol..1 mmol.50 mmol Bereaksi : . 1 mmol..1 mmol1 mmol..1 mmol
____________________________________________________________ Sisa: 49 mmol . -..51 mmol.1 mmol
Jadi pH = -log (1,8 x 10-5 x 51/49)
= -log 1,87 x 10-5 = 5 log 1,87
4.

Pengenceran CH3COOH : V1.M1 = V2.M

501 = 100xM2
M2 = 0,5
Pengenceran CH3COONa : V1.M1 = V2.M2
501 = 100xM2
M2 = 0,5

5.
diketahui Kb amonia adalah 1,77 x 105 Kita harus tahu bahwa Ka adalah
milik ion amonium yang berperan sebagai asam konjugat. Dari sana kita
mengetahui pKa. Dengan rumus ini dapat dicari nilai pKa:
Kw = KaKb 1014 = (Ka) (1,77 x 105)
Ka = 5,65 x 1010
pKa = - log Ka = - log 5,65 x 1010 = 9,248
Sekarang kita masuk ke persamaan larutan penyangga (persamaan HendersonHasselbalch):
pH = pKa +log (asam / basa)
pH = 9,248 + log (1 / 1)
pH = 9,248
6.
Dengan cara yang sama dengan Jawaban Soal 5, maka Soal 6 dan Soal 7
dapat dijawab seperti berikut:
pH = 9,248 + log (0,8 / 1)
pH = 9,248 - 0,097
pH = 9,151
7.
pH = 9,248 + log (1 / 0,8)
pH = 9,248 + 0,097
pH = 9,345
8.
Jumlah mmol NH4OH = jumlah mmol b = V x M
= 40 x 0,1 = 4 mmol
Jumlah mmol (NH4)2SO4 = jumlah mmol g = V x M = 80 x 0,1 = 8 mmol
[ OH-] = Kb x jumlah mol b = 1,8 x 10-5 x 4
2 x jml mol g 2x8
= 0,45 x 10-5 = 4,5 x 10-6
pOH = 6 log 4,5
pH = 14 pOH = 14 ( 6 log 4,5 )
=8 + log 4,5
9.
Garam bersifat basa kuat
[ OH- ] = ?Kh x 2 x g = ?Kw x 2 x [ g ]
Ka
[ OH- ] = ? 10-16 x 2 x [ 0,1 ] = ? 10-10 = 10-5
2x10-5
pOH = - log [ OH- ] = - log 10-5
pH = pKw pOH = 14 5 = 9
pH = 9
10.

Mol CH3COOH = M x V = 0,1 M x 50 mL = 5 mmol = 0,005 mol

Mol CH3COONa = M x V = 0,1 M x 50 mL = 5 mmol = 0,005 mol CH3COOYang kedua mencari volume total :
Volume CH3COOH + Volume CH3COONa = 50 mL + 50 mL = 100 mL = 0,1 L
Yang ketiga mencari konsentrasi tiap-tiap komponen larutan penyangga :
[CH3COOH] = mol / L = 0,005 mol / 0,1 L = 0,05 mol/L
[CH3COO-]

= mol / L = 0,005 mol / 0,1 L = 0,05 mol/L

Apabila sudah di dapat [CH3COOH] dan [CH3COO-] tinggal dimasukkan ke dalam


rumus

English: Buffer solution- Buffer capacity for


pKa=7 as percentage of maximum (Photo credit: Wikipedia)

pH suatu larutan akan turun apabila ditambah asam, hal ini disebabkan
meningkatnya konsentrasi H+. Sebaliknya, bila ditambah basa akan
menaikkan pH karena penambahan basa meningkatkan konsentrasi OH .
Penambahan air pada larutan asam dan basa akan mengubah pH larutan,
karena konsentrasi asam atau basanya akan mengecil. Namun, ada
larutan yang bila ditambah sedikit asam, basa, atau air tidak mengubah pH
secara berarti. Larutan yang demikian disebut dengan larutan penyangga
(disebut juga larutan buffer atau dapar). Larutan buffermemiliki komponen
asam yang dapat menahan kenaikan pH dan komponen basa yang dapat
menahan penurunan pH. Komponen tersebut merupakan konjugat dari

asam basa lemah penyusun larutan buffer itu sendiri. Dengan demikian,
larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu
asam lemah dengan basa konjugatnya ataupun basa lemah dengan asam
konjugatnya. Reaksi ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi.
(Keenan et al., 1980)
Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang
terdiri dari:

Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A ), campuran

ini menghasilkan larutan bersifat asam.

Basa lemah (B) dan basa konjugasinya (BH+), campuran ini


menghasilkan larutan bersifat basa. (Purba, 1994)
Komponen larutan penyangga terbagi menjadi (Keenan et al., 1980):

Larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Larutan ini
dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya (yang merupakan basa
konjugasi dari asamnya). Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu
asam lemah dengan suatu basa kuat, asam lemahnya dicampurkan dalam
jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung
basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa
kuat yang digunakan seperti natrium hidroksida, kalium hidroksida, barium
hidroksida, kalsium hidroksida, dan lain-lain.

Larutan penyangga yang bersifat basa


Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Larutan ini
dapat dibuat dari basa lemah dan garam (yang berasal dari asam kuat).
Adapun cara lainnya yaitu: mencampurkan suatu basa lemah dengan
suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih.

Adapun sifat-sifat larutan penyangga diketahui sebagai berikut (Syukri,


1999):
1. Mempunyai pH tertentu
pH buffer dapat dicari dengan persamaan Henderson-Hasselbalch, yaitu:
pH = pKa + log [garam]/[asam]
pOH = pKb + log [garam]/[basa]
pH buffer bergantung pada Ka asam lemah atau Kb basa lemah dan
perbandingan konsentrasi asam dengan konsentrasi basa konjugasinya
atau konsentrasi basa lemah dengan konsentrasi asam konjugasinya.
Persamaannya (Purba, 1994):
a. Reaksi ionisasi asam lemah:
HA(aq) H+(aq) + A(aq)
Tetapan ionisasinya dilambangkan dengan Ka
Ka = [H+][A] / [HA]
b. Reaksi ionisasi basa lemah:
LOH(aq) L+(aq) + OH(aq)
Tetapan ionisasinya dilambangkan dengan Kb
Kb = [L+][OH] / [LOH]
2. pHnya relatif tidak berubah jika ditambah sedikit asam atau basa.

3. pHnya tidak berubah jika diencerkan.


Telah disebutkan bahwa larutan penyangga mengandung komponen asam
dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat
baik ion H+ maupun ion OH. Sehingga penambahan sedikit asam kuat
atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini cara
kerja larutan penyangga (Syukri, 1999):
Larutan penyangga asam
Sebagai contoh cara kerjanya dapat dilihat pada larutan buffer yang
mengandung CH3COOH dan CH3COO yang mengalami kesetimbangan.
Prosesnya sebagai berikut:

Pada penambahan asam

Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Ion


H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH 3COOmembentuk
molekul CH3COOH.
CH3COO(aq) + H+(aq) CH3COOH(aq)

Pada penambahan basa

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH dari basa itu
akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan
kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat
dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya
komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan
tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO dan
air.
CH3COOH(aq) + OH(aq) CH3COO(aq) + H2O(l)
Larutan penyangga basa

Sebagai contoh cara kerjanya, dapat dilihat pada larutan buffer yang
mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Prosesnya
sebagai berikut:

Pada penambahan asam

Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion
OH. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan,
sehingga konsentrasi ion OH dapat dipertahankan. Disamping itu,
penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH 3), bukan
ion OH. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH 3 membentuk
ion NH4+.
NH3 (aq) + H+(aq) NH4+ (aq)

Pada penambahan basa

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser


ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH dapat dipertahankan. Basa yang
ditambahkan bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk
komponen basa (NH3) dan air.
NH4+ (aq) + OH(aq) NH3 (aq) + H2O(l)
Untuk menghitung pH larutan buffer digunakan cara sebagai berikut
(Purba, 1994):

Larutan penyangga asam

Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion


H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:
[H+] = Ka x a/g
atau
pH = p Ka log a/g
dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah
a = jumlah mol asam lemah
g = jumlah mol basa konjugasi

Larutan penyangga basa

Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion


H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:
[OH] = Kb x b/g
atau
pH = p Kb log b/g
dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah
b = jumlah mol basa lemah
g = jumlah mol asam konjugasi
Menurut Syukri (1999), larutan buffer juga mempunyai
kapasitasbuffer (yang biasa disebut indeks buffer atau intensitas buffer).
Kapasitas buffer merupakan suatu ukuran kemampuan buffer untuk
mempertahankan pHnya yang konstan apabila ditambahkan asam kuat
atau basa kuat. Kapasitas buffer bergantung pada jumlah asam-garam
atau basa-garam yang terkandung di dalamnya. Apabila jumlahnya besar,
pergeseran kesetimbangan ke kanan maupun ke kiri dapat berlangsung
banyak untuk mengimbangi asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan.
Sehingga dapat disebut kapasitas buffernya besar. Sebaliknya apabila
jumlah asam-garam atau basa-garam itu kecil, dapat menyebabkan
pergeseran kesetimbangan ke kanan dan ke kiri berlangsung sedikit.
Sehingga dapat dikatakan kapasitasbuffernya kecil. Suatu buffer dapat
menahan perubahan [H+] sebanyak 100x semula. Perubahan pH yang
diizinkan hanyalah sekitar 2. Ka atau Kb adalah konstanta, maka
suatu buffer hanya efektif pada daerah pH tertentu yang disebut rentang
daerah buffer. Sesungguhnya penambahan asam/basa pada
suatu buffer akan mengubah pH-nya, namun perubahan itu sangatlah kecil
dan dapat diabaikan. Namun, jika jumlah asam/basa yang ditambahkan
makin banyak, maka perubahan pH-nya tak dapat diabaikan lagi. Jumlah
asam atau basa yang dapat dinetralkan suatu buffer sebelum pH larutan
berubah disebut kapasitas buffer .

Kapasitas/daya tahan larutan penyangga bergantung pada jumlah mol dan


perbandingan mol dari komponen penyangganya. Semakin banyak jumlah
mol komponen penyangga, semakin besar kemampuannya
mempertahankan pH. Apabila komponen asam terlalu sedikit, penambahan
sedikit basa dapat mengubah pHnya. Sebaliknya apabila komponen
basanya terlalu sedikit, penambahan sedikit asam dapat mengubah pHnya.
Sedangkan, perbandingan mol antara komponen-komponen suatu larutan
penyangga sebaiknya antara 0,1-10. Di luar perbandingan tersebut, maka
sifat penyangganya akan berkurang (Keenan et al., 1980).
Larutan penyangga ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari seperti
pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi
tersebut, terdapat penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh
manusia, contohnya seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh (baik cairan
intrasel maupun cairan ekstrasel) merupakan larutan penyangga. Sistem
penyangga yang utama dalam cairan intrasel adalah pasangan
dihidrogenfosfat-monohidrogenfosfat (H2PO4 -HPO42-). Sedangkan sistem
penyangga yang utama dalam cairan ekstrasel adalah pasangan asam
karbonat-bikarbonat (H2CO3 HCO3). Sistem penyangga ini dapat
menjaga pH darah hampir konstan, yaitu sekitar 7,4 (Keenan et al., 1980).
Sumber:
Achmad, H. 2001. Penuntun Belajar Kimia Dasar : Kimia Larutan.
Bandung: Citra Adhya Bhakti.
Keenan, C.W., Kleinfelter, D.C., Wood, J.H. 1980. General College
Chemistry, 6th edition. Knoxville: Harper and Row Publisher, Inc.
Purba, M. 1994. Kimia untuk SMA kelas XI: 2B. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 2. Bandung : ITB Press.


05-05-2012 05:53:01, pada Pembahasan Soalsoal
SOAL JAWAB LARUTAN BUFFER DAN HIDROLISIS GARAM
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat ! (BUFFER DAN HIDROLISIS)
1.
Diantara campuran di bawah ini termasuk larutan penyangga, kecuali .
a. NH4OH dan NH4Cl
d. HCN dan KCN
b. CH3COOH dan CH3COONa
e. H2CO3 dan KHCO3
c. Ca(OH)2 dan CaCl2
2.
Fungsi sistem larutan penyangga dalam darah adalah mempertahankan..
a. Derajat keasaman darah
d. fibrionogen darah..
b. Kadar Hb darah
e. Sel darah putih dari
darah
c. Sel darah merah dari darah
3.
Direaksikan beberapa larutan seperti berikut.
(1) 100 ml asam asetat 0,1 M dan 100 ml NaOH 0,1 M
(2) 100 ml asam asetat 0,2 M dan 100 ml NaOH 0,1 M
(3) 100 ml asam klorida 0,1 M dan 100 ml NH4OH 0,1 M
(4) 100 ml asam klorida 0,05 M dan 100 ml NH 4OH 0,1 M
Campuran di atas yang membentuk larutan penyangga adalah
a. (1), (2), dan (3)
d. (4)
b. (1) dan (3)
e. semua larutan
c. (2) dan (4)
4.
Garam berikut ini yang berasal dari asam lemah dan basa kuat adalah ...
a. amonium asetat
d. natrium klorida
b. amonium klorida
e.
kalium klorida
c. natrium asetat
5.
Garam berikut ini yang berasal dari asam kuat dan basa lemah adalah ...
a. NH4Cl
d. NH4CN
b. CH3COONa
e.
CH3COONH4
c. Na2CO3
6.
Zat-zat berikut ini jika dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis,
kecuali ...
a. amonium klorida
d. barium nitrat
b. natrium karbonat
e.
kalium asetat
c. aluminium sulfida
7.
Senyawa yang larutannya dalam air akan mengalami hidrolisis total adalah ...
a. NH4CN
d. (NH4)2SO4
b. CH3COOK
e.
CH3COONa
c. K2SO4
8.
Pernyataan hidrolisis suatu senyawa dinyatakan sebagai berikut.

CN- + H2O HCN + OH-

9.

10.

Rumus garam yang mengalami hidrolisis seperti reaksi di atas adalah ...
a. NH4CN
d. NaCN
b. CH3CN
e.
Fe(CN)3
c. Mg(CN)2
Garam berikut yang larutannya bersifat asam adalah ...
a. KBr
d. CH3COOK
b. NH4Cl
e.
NaCl
c. (NH4)2CO3
Garam berikut yang memiliki pH > 7 adalah ...
a. NaCl
d. K2CO3
b. Na2SO4
e.
K2SO4
c. KCl

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat !


1.
Hitung pH campuran 50 ml CH3COOH 0,1 M dengan CH3COONa 0,1 M!
Ka CH3COOH = 1,8.10 -5 (log 1,8 = 0,26)
2.
Diketahui larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M (Ka CH3COOH = 2 . 10-5).
a. Tentukan tetapan hidrolisis larutan tersebut!
b. Tentukan pH larutan tersebut!
KUNCI
1. c. Ca(OH)2 dan CaCl2
2. a. Derajat keasaman darah
3. c. (2) dan (4)
4. c. natrium asetat
5. a. NH4Cl
6. d. barium nitrat
7. a. NH4CN
8. d. NaCN
9. b. NH4Cl
10. d. K2CO3
Jawab :
1.
50 ml CH3COOH 0,1 M = 50 x 0,1 = 5 mmol
50 ml CH3COONa 0,1 M = 50 x 0,1 = 5 mmol .......................1
[ H +] = Ka x Asam/Garam .................................................1
[ H +] = 1,8.10 -5 x 5/5 = 1,8.10 -5
pH

=
- log 1,8.10-5 ................................................................................ 1
=
- log 1,8 - log 10-5
=
- 0,26 - (-5)

- 0,26 + 5
=
4,74. ..........................................................................1

=
0,5 . 10-14 + 5
=
0,5 . 10-9.
Jadi, Kh larutannya = 5 . 10-10 ..............................................1

2. a.

Kh

b.

Ca(CH3COO)2 Ca2+ + 2CH3COO0,1 M 2.0,1 M = 0,2 M .................1


[A-] =
[CH3COO-] = 0,2 M = 2 . 10-1 M.
[OH ]
=
=
......................................................1
=.
=
= 10-5 M..............................................1
pOH
pH

=5
= 9 ....................................................1

Jadi, pH larutannya = 9.