Anda di halaman 1dari 12

IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY DALAM

PENGOLAHAN PETA TEMATIK DAERAH RAWAN


PENYAKIT DEMAM BERDARAH
Nama: Elim Sumanta S
Nim: 2110147041
Sumber: Fakultas MIPA Universitas
Tanjungpura

Abstrak
Sistem Inferensi logika fuzzy merupakan sebuah sistem
yang digunakan dalam pengambilan keputusan dari
sejumlah data yang memiliki ketidakpastian antara lain
dalam Sistem Informasi Geografi (SIG). Dalam penelitian
ini sistem logika fuzzy digunakan dalam pengambilan
keputusan untuk menentukan suatu daerah rawan
demam berdarah dengue dikota pontianak yang
digambarkan dalam bentuk peta temati.
Faktor penentu kerawanan yang digunakan adalah suhu
udara, curah hujan, kelembaban udara, kepadatan
penduduk, jumlah sarana kesehatan dan frekuensi DBD.
Metode yang digunakan dalam sistem ini adalah metode
sugeno.

Metodelogi Penelitian
Tahapan yang
digunakan adalah
studi literatur dengan
mempelajari referensi
yang terkait dengan
penelitian ini.

Perancangan Sistem
Pengolahan data masukan dan
keluaran
Pengolahan data masukan dan keluaran,
menentukan domain tiap himpunan dan
proses defuzzifikasi. Variable masukan
fuzzy yang digunakan dalam penelitian
ini adalah jumlah suhu udara, curah
hujan, kelembaban udara, kepadatan
penduduk dan jumlah sarana kesehatan.
Sedangkan variable keluaran fuzzy
berupa status kerawanan penyakit DBD.

Perancangan Sistem
Perancangan Antar Muka
Perancangan antar muka digunakan
sebagai media komunikasi antara
pengguna dengan aplikasi. Program yang
digunakan untuk perancangan antarmuka
yaitu GUI yang ada pada matlab versi 7.6.

Pembuatan peta tematik


Pengolahan peta tematik menggunakan
ArcGIS yang meliputi Georeferencing,
Digitasi dan Editing, serta Layout Peta.

Implementasi dan
Pembahasan
Hasil pengolahan data masukan dan keluaran
Dari hasil yang didapat dari 6 kecamatan yang berada
di pontianak yaitu kecamatan pontianak selatan,
kecamatan pontianak kota, kecamatan pontianak
timur, kecamatan pontianak barat dankecamatan
pontianak utara diperoleh ada beberapa data yang
nilainya tidak sama dengan data aslinya. Sebagai
contoh pada kecamatan pontianak barat dan timur,
hasil perhitungan pada matlab menunjukkan hasil
yang berbeda dengan data aslinya, dimana data
aslinya menunjukkan kedua kecamatan ini
dikategorikan dalam klasifikasi rawan, namun hasil
perhitungan matlab dikategorikan sangat rawan.

Tabel hasil penelitian di 6


kecamatan di pontianak
Kecamatan Pontianak Selatan

Tabel hasil penelitian di 6


kecamatan di pontianak
Kecamatan Pontianak Tenggara

Tabel hasil penelitian di 6


kecamatan di pontianak
Kecamatan Pontianak Kota

Tabel hasil penelitian di 6


kecamatan di pontianak
Kecamatan Pontianak Timur

Tabel hasil penelitian di 6


kecamatan di pontianak
Kecamatan Pontianak Barat

Tabel hasil penelitian di 6


kecamatan di pontianak
Kecamatan Pontianak Utara