Anda di halaman 1dari 28

1Segi Lima = Melambangkan Sila dari Pancasila yang merupakan dasar dari Negara

Republik Indonsia
1. Warna Hijau dan merah = melambangkan Kesuburan dan keberanian
2. Lingkaran = merupakan lambang saling berkait , saling membutuhkan dan hidup
berdampingan antar banjar dari masyarakat yang berada di Desa delod peken dan perlu
bersatu membangun desa Delod Peken.

3. Tugu = Melambangkan Kekuatan/kekokohan didalam membangun desa yang didasari


atas rasa kebersamaan menyame braye dan menjaga kelestarian Adat dan Budaya
serta menajegkan tradisi dan Agama yang ada di desa delod Peken
4. Pita Merah yang bertuliskan Ing Ngarso Sung Tulada = Merupakan cita-cita yang adi
luhung dari Desa delod peken, yang mana Ing Ngarso Sung Tulada diambil dari bahasa
jawa kuno yang berarti Pemerintahan Desa delod Peken akan selalu menjadi contoh,
menjadi tauladan dan terdepan sebagai motivator dalam pembangunan dan
mensejahterakan masyarakat terutama masyarakat Desa Delod peken
5. Padi dan Kapas = melambangkan keadilan bagi seluruh masyarakat Desa Delod peken.
Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan
dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan
utama bagi cita-cita Desa delod Peken.

PROFIL DESA
Sejarah Desa Delod Peken
Sebagaimana dimaklumi adanya suatu nama Desa dapat diyakini mempunyai
suatu latar belakang atau sejarah terhadap berdirinya suatu Desa, sehingga nama
tersebut dipakai. Namun untuk mengungkap sejarah Desa Delod Peken secara pasti
belum bisa dipastikan, karena belum adanya lontar yang bisa menjadikan patokan
dalam menyusun sejarah Desa Delod Peken.
Tetapi berdasarkan ceritera yang diproses di masyarakat yang disampaikan oleh
para tokoh secara pertemuan dan dapat dipercaya sebagai sejarah Desa kelahiran Desa
Delod Peken dapat diuraikan sebagai berikut;
Kehidupan masyarakat Tabanan di masa lampau sangatlah rukun dengan sesama
umat manusia yang bernafaskan ajaran Agama Hindu di bawah naungan Panji Kerajaan
Tabanan yaitu Kerajaan Asingga Sana.
Jaman mulai berkembang seiring perubahan perubahan pun terjadi dalam
tatanan Pemerintahan Kerjaan, terlebih Belanda datang ke Tabanan Tahun 1906 setelah
terjadi Puputan Badung, Raja Singga Sana beserta keluarga Raja disekap ke Lombok dan
Keraton dihancurkan Belanda.
Singkat cerita keluarga Raja dikembalikan ke Tabanan Tahun 1930 dan keluarga
Raja melihat sudah tidak ada Keraton, dan mulailah Beliau membangun Puri beserta
rakyat disebelah barat Keraton lama yaitu Gedung BPD dan Gedung Maria. Sekarang
disebelah barat Gedung Maria berdiri Puri yang baru. Karena belanda sudah campur
tangan di Tabanan mau tidak mau pemerintahan bergeser dari tangan Raja ke
pemerintahan Belanda.
Di bekas pesanggrahan Ida Dalem Klungkung, sesuhunan Bali dan Lombok
dibangunlah perkantoran salah satu kantor Punggawa di awal Tahun 1943-an telah
digunakan sebagai pusat pemerintahan dan strategisnya letak areal kantor dan dengan
perjalanan waktu dan sejarah akhirnya salah satu bangunan di areal tersebut dijadikan
Kantor Desa Kota tepat di timur laut di samping Pelinggih Jero Dalem Ped, yang terdiri
dari beberapa Satak yaitu :
- Satak Delod Rurung
- Satak Lebah
- Satak Dukuh
Mengingat perkembangan cukup pesat sekitar Tahun 1980-an BenDesa Kota di
pecah menjadi tiga yaitu:
1. Satak Delod Rurung menjadi Desa Delod Peken / Keluraha Delod Peken
yang letaknya di areal Kantor Desa Delod Peken sekarang.
2. Satak Lebah menjadi Desa Dajan Peken / Kelurahan Dajan Peken yang
letak kantornya di jambe.

3. Satak Dukuh menjadi Desa Dauh Peken / Kelurahan Dauh Peken yang
letak kantornya di Tegal Belodan.

Pada Tahun 1980 sampai dengan Tahun 1981 menjadi Desa Delod Peken,pada
Tahun 1981 sampai dengan Tahun 2000 berubah menjadi Kelurahan Delod Peken,
Tahun 2000 sampai sekarang kembali lagi menjadi Pemerintahan Desa Delod Peken.
1. Demografi
1.1. Data Penduduk
Jumlah penduduk Desa Delod Peken setiap tahun ada kecendrungan untuk
meningkat sedangkan luas wilayah tetap, sehingga kepadatan penduduk terus
meningkat dan akan menjadi besar bila tidak ditangani secara tepat dan cepat.
Penduduk mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan pembangunan di segala bidang sehingga penduduk merupakan sumber
daya manusia sebagai salah satu faktor penentu dalam pembangunan. Jumlah
penduduk laki-laki ; 4807 dan perempuan 4831.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Delod Peken
No

Jenis Kelamin

Jumlah

Prosentase (%)

Laki-Iaki

4807

49,88%

Perempuan

4831

50,13%

JUMLAH

9638

100%

1.2. Agama
Dalam pespektif agama, masyarakat di Desa Delod Peken termasuk dalam
kategori masyarakat yang mendekati hitrogen, Hal ini dikarenakan masyarakat Delod
Peken sangat majemuk, namun agama Hindu merupakan agama mayoritas. Secara
kultural, pegangan agama ini didapat dari hubungan kekeluargaan ataupun kekrabatan
yang kental diantara mereka. Selain itu perkembangan agama berkembang berdasarkan
turunan dari orang tua ke anak dan ke cucu. Hal inilah membuat agama Hindu
mendominasi agama di Desa Delod Peken.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
Desa Delod Peken Kec. Tabanan Kab. Tabanan
No

Agama

Jumlah

Prosentase

Islam

840

8,72%

Kristen

292

3,03%

Hindhu

8047

83,50%

Budha

462

4,77%

9638

100%

JUMLAH

Dalam tabel tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Desa Delod Peken
yang beragama Hindu mendominasi dengan jumlah 83,50% dari total jumlah penduduk,
pemeluk agama Kristen 3,03%, sedangkan pemeluk agama Islam sejumlah 8,72% dan
pemeluk agama Budha sebesar 4,77%.

Hindu sebagai agama yang paling banyak dipeluk warga, mendominasi diseluruh
Banjar yang ada di Desa Delod Peken. Meskipun begitu perbedaan agama tidak
menghalangi masyarakat Desa Delod Peken untuk saling menghormati dan bekerjasama.
1.3. Mata Pencaharian
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Delod Peken dapat
teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti: petani, buruh-tani,
PNS/TNI/Polri,

karyawan

swasta,

pedagang,

wirausaha,

pensiunan,

buruh-

bangunan/tukang, petemak. jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat


dilihat pada tabel berikut :
Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
No

Macam Pekerjaan

Jumlah

Prosentase dari Total


Jmh. Penduduk

Swasta

3536

Prosentase
66,47%

PNS

623

11,71%

POLRI

97

1,83%

TNI

17

0,32%

10

DAGANG

1047

19,68%

5320

100%

JUMLAH

Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Delod Peken jumlah


penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 55,20% . Dari jumlah tersebut,
kehidupannya bergantung di beberapa sektor. Jumlah ini terdiri dari swasta terbanyak
dengan 66,47% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 36,69% dari
total jumlah penduduk. Dagang dengan 19,,68%

dari jumlah penduduk yang

mempunyai pekerjaan atau 10,87% dari total jumlah penduduk. Sedangkan PNS sebesar
11,71% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 6,47% dari total jumlah
penduduk. Terbanyak berikutnya adalah POLRI dengan 1,83% dari jumlah penduduk
yang mempunyai pekerjaan dan disusul oleh TNI dengan 0,32% dari penduduk yang
mempunyai pekerjaan.
1.4. Pendidikan
Jumlah penduduk menurut pendidikan yang ditamatkan dapat dibedakan
sebagai berikut :
1 .Tamat Perguruan Tinggi / Akademi : 1607 orang
2. Tamat SLTA

: 3350 orang

3. Tamat SLTP

: 1222 orang

4. Tamat SD / sederajat

: 1222 orang

1.5. Kesehatan
Di bidang kesehatan masyarakat Desa Delod Peken sampai saat ini belum
pernah mengalami permasalahan, hal ini sangat didukung oleh sarana dan prasarana
yang memadai, disamping juga karena kesadaran masyarakat yang berhubungan dengan
kesehatan. Kalau dilihat dari sarana prasarana di Desa Delod Peken telah dilengkapi
dengan Puskesmas rujukan dengan tenaga medis yang berkompeten. Disamping itu juga
di masing masing banjar dinas telah dibentuk Kader Pos Pelayanan Terpadu yang
membimbing masyarakat dalam menangani kesehatan dengan menyasar pasangan usia
subur, ibu hamil dan balita, dimana kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan setiap
bulannya dan sudah terjadwal di masing-masing banjar dinas di bawah pengawasan
perawat dan bidan PUSTU.
1.6. Keadaan Sosial
Agar

dapat

mendiskripsikan

lebih

lengkap

tentang

informasi

keadaan

kependudukan di Desa Delod Peken dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan


menitik beratkan pada klasifikasi usia. Sehingga akan diperoleh gambaran tentang
kependudukan Desa Delod Peken yang lebih komprehensif. Untuk memperoleh informasi
yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Delod Peken
berdasarkan pada usia secara detail dapat dilihat dalam lampiran table berikut:
No

Kelompok

Jumlah

Prosentase (%)

Usia
1

0-4

422

4,38%

5-9

746

7,74%

10-14

755

7,84%

15-19

711

7,38%

20-24

730

7,58%

25-29

804

8,35%

30-34

847

8,79%

35-39

961

9,97%

40-44

834

8,66%

10

45-49

714

7,41%

11

50-54

581

6,03%

12

55-59

483

5,02%

13

>60

1357

14,08%

JUMLAH

9638

100%

Dari total jumlah penduduk Desa Delod Peken, yang dapat dikategorikan
kelompok rentan dari sisi kesehatan mengingat usia, yaitu penduduk yang
berusia >60 tahun, merupakan jumlah yang paling banyak 14,08%. Dari usia 0- 4
tahun, ada 4,38%, sedangkan 5-9 tahun, ada 7,74%. Penduduk usia produktif
pada usia antara 20-49 tahun di Desa Delod Peken jumlahnya cukup signifikan,
yaitu 4890 jiwa atau 50,74% dari total jumlah penduduk. Di Desa Delod Peken
ada 165 RTM
Pendidikan

adalah

satu

hal

penting

dalam

memajukan

tingkat

kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya.


Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan memberikan andil yang sangat
besar mengenai kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya
ketrampilan
lapangan

kewirausahaan.

pekerjaan

pemerintah

untuk

baru.

Dan

pada

Dengan

pembukaan

gilirannya

sendirinya

lapangan

mendorong

akan

kerja

munculnya

membantu

baru

guna

program
mengatasi

pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistimatika pikir


atau pola pikir individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju.
Dibawah ini tabel yang menunjukan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa
Delod Peken.
Jumlah Penduduk Tamat Sekolah
Prosentase dari Total
No

Keterangan

Jumlah

Jmh. Penduduk

Tamat Sekolah SD

1222

16,52%

Tamat Sekolah SLTP

1222

16,52%

Tamat Sekolah SLTA

3350

45,27%

1607

21,72%

7401

100%

Tamat Sekolah
4

Perguruan
Tinggi/Akademi
JUMLAH

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Delod


Peken penduduk memiliki bekal pendidikan formal pada level pendidikan dasar
16,52% dan pendidikan menengah - SLTP dan SLTA- 61,79%. Sementara yang
dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi 21,72%.
Kebudayaan daerah Desa Delod Peken tidak terlepas dan diwarnai oleh
Agama Hindu dengan konsep Tri Hita Karana (hubungan yang selaras, seimbang
dan serasi antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia dan
manusia dengan lingkungannya).
Prespektif Budaya Masyarakat di Desa Delod Peken masih sangat kental
dengan budaya Bali. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua Desa di
Kabupaten Tabanan masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan
Bali yang tercermin dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang
berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama
yang dianut misalnya, Hindu sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam
menjalankanya sangat kental dengan tradisi budaya Bali. Tradisi budaya Bali
sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama Hindu. Sekaa
Santi merupakan kesenian yang berkembang di masyarakyat mengangkat ceritacerita rakyat baik epos kepahlawanan maupun legenda-legenda yang berkembang.
Masyarakat bergabung dalam kelompok-kelompok ini dikarenakan selain belajar
keseniannya tetapi juga dapat untuk bersosialisasi dan melestarikan budaya Bali.
1.7. Keadaan Ekonomi
Struktur perekonomian Desa Delod Peken tidak masih bercorak agraris
yang menitik beratkan pada sektor pertanian. Hal ini disebabkan karena hampir
sebagian

tanah

sudah

berdiri

bangunan

rumah,

perusahan

dan

kantor

pemerintahan. Dengan demikian masyarakat Desa Delod Peken menggantungkan


hidupnya sebagai karyawan swasta, PNS, pedagang dan buruh. Petani dan
peternak hanya sebagian kecil saja dari jumlah penduduk yang mempunyai
pekerjaan.
Beberapa sektor ekonomi yang tergolong dan menonjol di samping
wiraswasta adalah, perdagangan, industri rumah tangga dan pengolahan serta
sektor pariwisata.
Pada sektor perdagangan di Desa Delod Peken fasilitas pasar yang ada yaitu
pasar kabupaten 1 buah dan Pasar Desa 1 buah dan banyaknya tumbuh mini
market yang berjumlah 6 buah.
Pada sektor industri rumah tangga dan pengolahan termasuk didalamnya adalah
industri pengolahan makanan dan minuman serta industri rumah tangga yang
menghasilkan peralatan rumah tangga.
Untuk membantu permasalahan

industri kecil dan para pedagang kecil,

Pemerintahan Desa Delod Peken telah menyiapkan permodalan dengan bunga


ringan melalui Gapoktan
Pada sektor jasa, yang menonjol adalah tumbuhnya lembaga/institusi
keuangan mikro berupa Koperasi, LPD sebagai pendukung ekonomi Desa. Hal ini
diharapkan akan membawa dampak positif dalam perkembangan ekonomi Desa
secara keseluruhan.
2. Kondisi Pemerintahan Desa
Struktur kelembagaan di Desa Delod Peken disamping kelembagaan
administratif Pemerintahan Desa dan kelembagaan dari Desa Adat/Pekraman,
juga kelembagaan yang muncul atau yang didorong keberadaannya dari motif
ekonomi, budaya, kesehatan, pendidikan dan sosial politik.
Kelembagaan dari pemerintahan Desa antara lain, Pemerintah Desa, BPD,
LPM, PKK Desa, PKK banjar, KARANG TARUNA dan dari ekonomi, misalnya,
koperasi, LPD, kelompok usaha kecil, kelompok tani, gabungan kelompok tani dll.
Dari pendidikan seperti, komite sekolah, dll. Dari Kesehatan seperti posyandu.
Dari sisi budaya seperti sekeha gong, sekeha santi, sanggar tari dll. Dari sisi sosial
dan politik seperti karang teruna, sekeha teruna, Banjar pakraman penyungsung
pura dll.

Pola kepemimpinan di wilayah Desa Delod Peken dalam pengambilan


keputusan berada di tangan Perbekel. Namun semua dilakukan dengan
mekanisme yang

melibatkan pertimbangan dari masyarakat. Keterwakilan

masyarakat ditingkat Desa, diwadahi BPD. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)


merupakan lembaga di tingkat Desa. Untuk menjadi anggotaannya harus melalui
mekanisme pilihan Iangsung. BPD berfungsi sebagai badan perwakilan warga
masyarakat Desa yang bertugas mirip dengan legislatif. Kebijakan-kebijakan
pemerintahan Desa harus mendapat persetujuan dari BPD. Dengan demikian
terlihat bahwa pola kepemimpinan di wilayah Desa Delod Peken mengedepankan
pola kepemimpinan yang demokratis.
Hal ini semakin menjelaskan bahwa sistim demokrasi sudah menjadi
bagian dari siklus pergantian kepemimpinan di Desa Delod Peken. Masyarakat
sudah memandang bahwa pemimpin tidak harus memilik suatu ras atau
kerurunan tertentu yang penting ia harus memiliki dedikasi tinggi terhadap
tanggungjawab kepada masyarakatnya. Berdasarkan deskripsi dari beberapa
fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Desa Delod Peken mempunyai
dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola
kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi
masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan
politik lokal.
2.1.

Pembagian Wilayah Desa


Wilayah Desa Delod Peken secara geografis berada di diantara 080 - 14, 30

- 080 30 080 30, 07 Lintang Selatan dan 1140 54, 52 - 1150 12, 57 Bujur Timur.
Secara administratif Desa Delod Peken terletak di wilayah Kecamatan Tabanan,
Kabupaten Tabanan. Wilayah Desa Delod Peken secara administratif dibatasi oleh
wilayah Desa-Desa tetangga. Batas-batas wilayah Desa Delod Peken adalah
sebelah utara Desa Dajan Peken, sebelah timur berbatasan dengan Desa Banjar
Anyar, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Bongan dan sebelah barat
berbatasan dengan Desa Dauh Peken. Luas wilayah Desa Delod Peken adalah
400,36 Ha. Luas lahan yang ada terbagi dalam beberapa peruntukan, dapat
dikelompokan seperti untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, kegiatan
ekonomi dan lain-lain.
Secara administratif Desa Delod Peken terbagi atas 7 ( tujuh ) banjar dinas/dusun
yang meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Banjar
Banjar
Banjar
Banjar
Banjar
Banjar
Banjar

Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas

Delod Rurung
Gerokgak Gede
Gerokgak Tengah
Sakenan Belodan
Sakenan Baleran
Tamansari
Pangkung

Desa Delod Peken yang terletak dipusat kota yang merupakan pusat
pemerintahan Kabupaten Tabanan sehingga akses untuk ke Kecamatan atau ke
Pusat Kabupaten sangatlah dekat dengan rincian sebagai berikut ;

Jarak ke ibu kota Kecamatan


: 0 km
Lama tempuh ke ibu kota kecamatan
: 5 menit
Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan : mikrolet
Jarak ke ibu kota Kabupaten
: 1 km
Lama tempuh ke ibu kota Kabupaten
: 5 menit
Kendaraan umum ke ibu kota Kabupaten
: mikrolet
2.2.

Struktur Organisasi Pemerintah Desa


Struktur kelembagaan di Desa Delod Peken disamping kelembagaan

administratif

pemerintahan Desa dan kelembagaan dari Desa adat/pakraman,

juga kelembagaan yang muncul atau yang didorong keberadaannya dari motif
ekonomi, budaya, kesehatan, pendidikan dan sosial politik.
Struktur organisasi pemerintah Desa terdiri dari seorang Perbekel sebagai
kepala wilayah Desa yang dibantu oleh 7 (tujuh ) orang kelian banjar dinas
sebagai kepala wilayah banjar yaitu : Kelian Banjar Dinas Delod Rurung, Kelian
Banjar Dinas Grokgak Gede, Kelian Banjar Dinas Grokgak Tengah Kelian Banjar
Dinas Sakenan Blodan, Kelian Banjar Dinas Sakenan Baleran, Kelian Banjar
Dinas Taman Sari dan Kelian Banjar Dinas Pangkung dan seorang sekretaris
Desa sebagai kepala kantor yang dibantu oleh 5 ( enam ) orang kepala urusan
yaitu : kepala urusan pemerintahan, pembangunan, keuangan, kesejateraan
sosial, serta kepala urusan umum ditambah satu orang petugas administrasi dan
satu

orang

pemijian.

Kelembagaan

dari

pemerintahan

Desa

antara

lain,

pemerintah Desa, BPD, LPM, PKK Desa, PKK,Banjar dan Karang Taruna . Dari
ekonomi, misalnya, koperasi, LPD, kelompok usaha kecil, kelompok tani,
gabungan kelompok tani dll. Dari pendidikan seperti, komite sekolah, dll. Dari
kesehatan seperti posyandu. Dari sisi budaya seperti sekeha gong, sekeha santi,
sanggar tari dlll. Dari sisi sosial dan politik seperti karang teruna, sekeha teruna,
Banjar pakraman, pakraman penyungsung pura dll.
Banjar Dinas sebagai bagian dari wilayah pemerintahan Desa Delod Peken
memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat
diwilayah tersebut. Terutama berkaitan hubungannya dengan pemerintahan
Desa.
Struktur kepemimpinan Desa Delod Peken tidak dapat lepas dari struktur
administrasi yang ada untuk mempertegas dan memperjelas tugas, fungsi dan
tanggungjawab masing-masing perangkat Desa. Hal ini dapat dilihat dalam bagan
di bawah ini:

PERBEKEL

BPD

SEKDES
KAUR

KEDIS

KEDIS

KEDIS

KAUR

KEDIS

KEDIS

KAUR

KEDIS

KAUR

KEDIS

KAUR

Nama Nama Perangkat Desa Delod Peken


No
1

Nama
I GD. KOMANG RESTAN

Jabatan
PERBEKEL

WISNAWA
2

I NYOMAN ARSANA

SEKDES

I GUSTI PUJA DILAGA

KAUR UMUM

I KETUT SANGA WEDARTA

KAUR PEMERINTAHAN

I KETUT BUDIARTA

KAUR PEMBANGUNAN

I GEDE ARYA

KAUR KEUANGAN

NI MADE PUTRI ASTUTI

KAUR KESOS

I KAYAN BAGUS
JULIARTANA

KEDIS DELOD RURUNG

I MADE SUKAHARNAWA

KEDIS GROKGAK GEDE

10

I NYOMAN SUKAYASA

KEDIS GROKGAK TENGAH

11

I NYOMAN SUMERTA

KEDIS SAKENAN BLODAN

12

I KETUT NUGRAHA

KEDIS SAKENAN BALERAN

13

I PUTU MANDIARTA

KEDIS TAMAN SARI

14

I WAYAN SARJANA

KEDIS PANGKUNG

15

I KAYAN SUDANA

STAP ADMINISTRASI

16

I MADE SANJAYA

PEMIJIAN

Nama Badan Permusyawaratan Desa Delod Peken


No

Nama

Jabatan

I Gede Putu Desta Kumara

Ketua

IKK/*/*******97mKKKumara
Wayan Joni Karnedi

Wakil Ketua

Kumara,SH
I Dewa Gede Mantra Suyasa

Anggota

I Gusti Ngurah Mayun

Anggota

Niksana
I Wayan Adi Jaya Kusuma

Anggota

Ida Bagus Adi Suarja,SH

Anggota

I Komang Sukirta

Anggota

3. Potensi Desa.
Desa Delod Peken adalah Desa yang terletak di daerah perkotaan yang tentunya
yang sudah pasti

dekat dengan pusat perkantoran, sekolah, perusahaan dll. Dengan

melihat kondisi wilayah tersebut dapat digambarkan bahwasannya pendusuk Desa


Delod

Peken

sangatlah

hitrogen,

baik

dari

suku,

agama,

mata

pencaharian.

Wirausaha/pedagang, pegawai swasta, PNS dan guru yang menjadi mata pencaharian
penduduk Desa Delod Peken. Sedangkan petani dan peternak hanya sebagian kecil dari
jumlah penduduk Desa Delod Peken karena lahan pertanian tergusur oleh perumahan,
perumahandan perkantoran. Dengan demikian potensi yang paling menonjol adalah
Tenaga kerja yang mempunyai keahlian dibidangnya masing-masing.
4. Masalah Desa
Sebagai Desa yang berada dipusat kota tentunya banyak sekali permasalahanpermasalahan

yang dihadapi mulai dari masalah Kependudukan, lingkungan,

pendidikan, jalan dan saluran air dan begitu banyak masalah lain yang sangat komplek.
Masalah ini muncul mengingat jumlah penduduk yang sangat banyak dan hitrogen
tentunya banyak sekali permasalahan yang timbul, seperti perpindahan penduduik yang
tidak dapat terkontrol dengan baik akibat dari penduduk tidak pernah melapor kepada
pihak terkait. Dalam bidang pendidikan masalah yang paling sering timbul adalah
Bangunan sekolah yang rusak, kurang perlengkapan sarana dan prasarana dan
mahalnya biaya pendidikan. Masalah sarana fisik jalan dan saluran air diakibatkan oleh
terlalu banyaknya jalan yang harus dipelihara dan rusaknya jalan tersebut diakibatkan
oleh mobil yang melebihi kekuatan jalan, rusaknya saluran air dan kualitas dari
pengerasan jalan itu sendiri. Disamping itu juga adanya jalan baru yang diakibatkan
oleh pengembangan perumahan yang tentunya perlu pengerasan jalan dan pembuatan
saluran air.
Permasalahan lain selain yang sudah disebutkan diatas ada beberapa masalah
lain seperti masalah lingkungan yang berimbas langsung denga masalah kesehatan yang
juga perlu perhatian.
5. Visi dan Misi Desa Delod Peken
51. Visi Desa Delod Peken
Penyusunan RPJM Desa Delod Peken sebagai pedoman program kerja
Pemerintah Desa bersama Lembaga-lembaga tingkat Desa dan seluruh warga
masyarakat Delod Peken maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa
adalah pedoman program kerja untuk masa 6 ( enam )tahun. RPJM Desa sebagai
pedoman program kerja untuk masa 6 ( enam ) tahun merupakan turunan dari
sebuah cita-cita yang ingin dicapai dimasa depan oleh segenap warga masyarakat
Desa Delod Peken. Cita-cita masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin
diraih Desa Delod Peken, merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang
dirumuskan setiap enem tahun sekali. Cita-cita masa depan Desa Delod Peken
disebut juga sebagai Visi Desa Delod Peken.
Visi Desa Delod Peken disusun dari rangkaian panjang diskusi-diskusi formal
maupun informal dengan segenap warga Delod Peken atau tokoh-tokoh masyarakat
sebagai representasi dari warga masyarakat Delod Peken. Visi Desa Delod Peken

semakin mendapatkan bentuknya bersamaan dengan terlaksananya rangkaian


kegiatan dan musyawarah yang dilakukan untuk penyusunan RPJM Desa tahun
2014-2019. Dalam kegiatan ini, semakin mendekatkan Visi Desa Delod Peken
dengan kenyataan yang ada di Desa dan masyarakat. Kenyataan yang dimaksud
baik merupakan potensi, permasalahan maupun hambatan yang ada di Desa dan
masyarakatnya, yang ada pada saat ini maupun kedepan.
Visi dapat diartikan sebagai suatu gambaran tentang kondisi ideal yang
diinginkan dan dituju pada masa depan yang merupakan suatu pernyataan yang
tujuannya untuk mendorong kerja sama seluruh stakeholder untuk bekerja keras,
disipilin dan bahu membahu agar visi menjadi nyata dan bukan hanya kata-kata
kiasan. Suatau visi ditetapkan untuk memberikan motivasi bagi stakeholder untuk
menuju pembangunan yang lebih baik dan visi ini diimplementasikan dalam strategi
dan penerapannya. Oleh karena itu visi yang disampaikan oleh seorang Perbekel
merupakan suatu yang nyata dan telah menekankan pada tujuan , prilaku, kreteria
kerja dan standar dalam pelayanan masyarakat.
Dengan menyadari mengenai potensi yang dimiliki oleh Desa yang
menjadikan sebagai spirit dalam setiap langkah menjalankan roda pembangunan
serta mandat yang telah diberikan oleh warga masyarakat Desa Delod Peken pada
khususnya

melalui

pemilihan

Perbekel

yang

Demokratis.

Maka

dengan

menghaturkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang
maha Esa , maka dirumuskan pernyataan visi Pembangunan Desa Delod Peken
untuk 6 ( tahun ) kedepan , yaitu :
MEMBANGUN DESA DELOD PEKEN DENGAN MENJALIN KEBERSAMAAN
DAN PERSATUAN MELALUI RASA MENYAMA BRAYA
Pernyataan visi tersebut mengingat penduduk Desa Delod Peken yang sangat
heterogen baik dari Suku, Ras dan Agama maka yang paling penting ditumbuhkan
didalam keikutsertaan masyarakat untuk membangun Desa Delod Peken adalah
menumbuhkan rasa menyama braya, karena dengan rasa menyama braya (
persaudaraan ) akan tumbuh rasa kebersamaan didalam memiliki dan membangun
Desa. Dengan tumbuhnya rasa memiliki Desa, maka persatuan antar warga di Desa
Delod Peken akan semakin kuat dan inilah modal dasar kita didalam melaksanakan
pembangunan di Desa Delod Peken.

5.2. Misi Desa Delod Peken


Misi Desa Delod Peken merupakan turunan dari Visi Desa Delod Peken.
Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang menunjang
keberhasilan tercapainya sebuah visi. Dengan kata lain Misi Desa Delod Peken
merupakan penjabaran lebih operasional dari Visi. Penjabaran dari Visi ini
diharapkan dapat mengikuti dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan
lingkungan di masa yang akan datang dari usaha-usaha mencapai Visi Desa
Delod Peken.
Dalam meraih Visi Desa Delod Peken seperti yang sudah dijabarkan
diatas, dengan mempertimbangkan potensi dan hambatan baik internal maupun
eksternal.

Untuk

merealisasikan

Kecamatan Tabanan untuk

Visi

Pembangunan

Desa

Delod

Peken,

(enam) tahun ke depan maka ditetapkan misi

pembangunan sebagai pernyataan

untuk menjelaskan tujuan organisasi

pemerintahan yang paling bawah maupun filosofi dan nilai yang menjadi
panduan organisasi Pemerintahan Desa. Dengan demikian misi dijabarkan
dengan memperhatikan secara jelas apa yang ingin dicapai dan dikembangkan.
Sehingga stakeholder dapat mengerti betul apa yang terkandung dalam misi
dengan mengambil secara proporsional dan bagi Pemerintah Desa merupakan
petunjuk

dalam

membuat

kebijakan.

Dengan

mempertimbangkan

visi

pembangunan dan fungsi strategis Pemerintahan Desa Delod Peken . Adapun


perumusan dari misi Desa Delod Peken ada 7 (tujuh) Misi Pembangunan yaitu :
1. Mewujudkan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas dengan
menjunjung tinggi etika, moral dan etos kerja berdasarkan prinsipprinsip pemerintahan yang baik ( Good Government ).
2. Mewujudkan

suasana

yang

aman

dan

tertib

dalam

kehidupan

masyarakat, berbangsa dan bernegara dengan tetap menjunjung tinggi


persatuan dan kesatuan, supremasi hukum dan hak asasi manusia
berdasarkan asas demokrasi.
3. Mewujudkan kerukunan kehidupan antar umat beragama yang semakin
mantap.
4. Mewujudkan dan meningkatkan sumber Pendapatan Asli Desa melalui
program strategis di bidang simpan pinjam, usaha jasa, usaha kecil dan
menengah.
5. Mewujudkan sumber daya manusia yang semakin berkualitas secara
komprehensif melalui program pendidikan, kesehatan, olah raga dan
pengamalan ajaran agama.
6. Menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Desa dan
mewujudkan

kelestarian

fungsi

lingkungan

hidup

dan

kemandirian

dalam

upaya

pelaksanaan pembangunan.
7. Mewujudkan

kesadaran

masyarakat

dalam

pembangunan dengan tetap memperhatikan tata ruang dan menjaga


kelestarian lingkungan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dan
kerja sama antara lembaga pemerintah, swasta, lembaga adat dan media
masa. Dari misi tersebut dapat dijelaskan :
1. Mewujudkan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas dengan
menjunjung tinggi etika, moral dan etos kerja berdasarkan prinsipprinsip pemerintahan yang baik ( Good Government ). Maksudnya
adalah Pemerintahan Desa mempunyai fungsi yang salah satunya
adalah pelayanan masyarakat. Meningkatkan pelayanan masyarakat
yang berkualitas dengan membangun etos kerja dan meningkatkan
kinerja aparat Pemerintahan Desa yang bertanggung jawab dengan
tugas masing-masing yang menjadi tugas pokoknya serta tugas lain
yang

diberikan

transparansi

dan

oleh

Perbekel

dan

akuntanbilitas

yang

dengan

prinsip-prinsip

merupakan

modal

bagi

kepercayaan masyarakat Desa.


2. Mewujudkan suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan
masyarakat, berbangsa dan bernegara dengan tetap menjunjung
tinggi persatuan dan kesatuan, supremasi hukum dan hak asasi
manusia berdasarkan asas demokrasi. Maksudnya adalah : aman
dan tertib mempunyai maksud yaitu bebas dari gangguan dan

ancaman baik dari luar maupun dari dalam Desa itu sendiri.
Keteraturan dan disiplin mencerminkan kehidupan masyarakat yang
penuh etika dan bermoral. Apabila aman dan tertib sudah dapat
diwujudkan, maka hal tersebut akan menjadi modal dasar untuk
menuju kehidupan yang damai, tidak ada konflik dan permusuhan
dan rukun dalam bermasyarakat.
3.

Mewujudkan kerukunan kehidupan antar umat beragama yang


semakin mantap. Maksudnya

adalah peningkatan saling percaya

dan toleransi antar umat beragama, antar kelompok masyarakat


beragama. Kerukunan itu sangatlah penting dalam membangun
masyarakat

yang

kemajemukan

memiliki

sosial

kesadaran

sehingga

dan

tercipta

memahami
suasana

makna

kehidupan

masyarakat yang saling menghargai , saling menghormati, tenggang


rasa dan harmonis.
4. Mewujudkan dan meningkatkan sumber Pendapatan Asli Desa melalui
program strategis di bidang simpan pinjam, usaha jasa, usaha kecil
dan

menengah.

Maksudnya

adalah

pemberdayaan

ekonomi

masyarakat peDesaan dengan menggali potensi Desa yang dapat


meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. Menggali potensi
Desa yang dimaksud adalah mengembangkan potensi Desa yang
telah ada dan menggali potensi lain yang dapat meningkatkan
Pendapatan Asli Desa.
5.

Mewujudkan sumber daya manusia yang semakin berkualitas secara


komprehensif melalui program pendidikan, kesehatan, olah raga dan
pengamalan ajaran agama.
5.1. Pendidikan
Peran serta Pemerintah Desa untuk ikut mensukseskan
Tabanan cerdas 2008 dengan cara memotivasi anak sekolah
untuk

terus

berprestasi

dengan

cara

memberikan

penghargaan kepada anak sekolah yang yang punya prestasi


dengan

harapan

terus

meningkatkan

prestasi

dan

mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.


5.2. Kesehatan
Kesehatan masyarakat dapat dilihat dari meningkatnya umur
harapan hidup waktu lahir. Menurunnya angka kematian
bayi, angka kematian ibu melahirkan dan meningkatnya
status gizi masyarakat. Hal tersebut bisa dicapai dengan jalan
mengaktifkan posyandu, Gerakan Sayang Ibu dan Bayi ( GSIB ), dan memberikan bantuan makanan tambahan bagi balita,
mengadakan pengobatan gratis dan menjaga kebersihan
lingkungan.
5.3. Olah raga
Peningkatan kesahatan masyarakat bisa dilakukan dengan
olah raga, disamping itu juga akan dapat digali prestasiprestasi dari berbagai cabang olah raga yang ada di Desa
Delod Peken yang nantinya dapat mengangkat harkat dan
martabat Desa melalui olah raga. Hal tersebut akan dapat

diwujudkan melalui organisasi organisasi yang ada di Desa


seperti Karang Taruna.
5.4.

Pengamalan Ajaran Agama.


Pemahaman

agama

masih

belum

sepenuhnya

diaktualisasikan dalam pengamalan ajaran-ajaran agama


secara nyata. Pemahamann penghayatan dan pengamalan
ajaran agama pada anak-anak didik menunjukan hal yang
lebih positif, hal tersebut tidak lepas dari peran serta lembaga
keagamaan, Bendesa Adat dalam peran sertanya mengadakan
Pesraman

kilat

bagi

para

siswa.

Disamping

itu

juga

peningkatan pemahaman tentang agama akan lebih dalam


dengan cara mengadakan penataran Pemangku dan sutri.
Selain misi dan visi ada hal-hal yang dijunjung tinggi oleh sebuah kesatuan
masyarakat dalam perjalanan mewujudkan visi seperti saat ini yang sedang dilakukan
oleh Pemerintah Desa dan seluruh warga masyarakat Delod Peken yaitu Nilai-nilai. Nilai
memberikan batasan dan tuntunan dalam pemilihan cara-cara yang ditempuh dalam
mewujudkan visi. Atas dasar nilai itu maka tidak semua cara boleh ditempuh. Untuk
mencapai Visi Desa Delod Peken maka nilai utama yang dijadikan pedoman antara lain
asas

kebersamaan,

keterbukaan,

jujur,

adil,

demokratis,

dan

dapat

dipertanggungjawabkan.
Nilai-nilai tersebut harus melandasi jalannya roda pemerintahan maupun semua
warga masyarakat Delod Peken, sehingga menjadi sebuah komunitas tingkat Desa yang
baik dengan karakteristik sebagai berikut:
l.

Transparan. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan arus informasi.


Adanya sifat keterbukaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap semua
informasi terkait, seperti berbagai aturan, kebijakan pemerintah Desa di berbagai
kegiatan. Proses-proses, Iembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat
diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahami dan
dapat dimonitor. Pemeintah Desa dalam memberikan pelayanan umum tidak
membedakan perlakuan atas dasar Suku, Agama dan Ras.

2. Dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel). Akuntabilitas adalah kewajiban


untuk memberikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan
kinerja

dan

tindakan

seseorang/badan

hukum/pimpinan

kolektif

suatu

organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta
keterangan

atau

pertanggungjawaban.

Para

pembuat

keputusan

dalam

pemerintahan, sector swasta dan masyarakat bertanggungjawab kepada publik


dan Iembaga-lembaga yang berkepentingan. Akuntabilitas ini tergantung pada
organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk
kepentingan internal atau eksternal organisasi.
3. Demokratis. Dalam arti masyarakat diberikan kebebasan dalam mengemukakan
pendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi
apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan
penuhrasatanggungjawab.
Partisipatif. Setiap warga masyarakat Delod Peken mempunyai suara dalam
pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui

perantaraan

lembaga

yang

mewakili

kepentingannya.

Partisipasi

tersebut

dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi


secara konstruktif. Prinsip pembangunan adalahdari, oleh, dan untuk rakyat.
Oleh karenanya rakyat harus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yaitu
dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pemeliharaan.
4. Profesional. Bagi pemerintah Desa dalam melayani kepentingan dan kebutuhan
masyarakat dan Desa harus mengerjakan secara konsisten, terbuka terhadap
kritik dan saran dalam rangka perbaikan kinerja pelayanan kepada warga
masyarakat Delod Peken dan para pihak yang berkepentingan.
5. Keadilan. Bagi semua pemerintahan Desa Delod Peken, proposional dalam
pembagian beban kerja dan perolehan pendapatan dengan mengingat aturan yang
berlaku. Bagi seluruh warga masyarakat proposional dalam menerima pembagian
beban tanggungjawab dan keuntungan baik langsung maupun tidak langsung
dari kegiatan pembangunan Desa yang ada.
6. Kesetaraan dan Keadilan gender. Seluruh warga masyarakat Delod Peken
tidak diperbolehkan membeda-bedakan perlakuan dan kesempatan atas dasar
jenis kelamin dan orientasi seksual.
7. Egaliter. Seluruh warga masyarakat Delod Peken mengakui bahwa pada
dasarnya setiap orang mempunyai posisi dan berkedudukan yang sama.
8. Kelestarian

lingkungan.

Seluruh

warga

masyarakat

Desa

Delod

Peken

berkewajiban menciptakan situasi dan kehidupan sosial yang ramah lingkungan.


9. Merdeka. Semua warga masyarakat Delod Peken, terutama pemerintah Desa
harus bebas dari campur tangan manapun, terutama pihak yang tidak berhak,
dan selektif melaksanakan kerjasama dengan pihak lain.
6. Kebijakan Pembangunan
6.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa
Dalam rentang waktu 6 (enam) tahun Desa Delod Peken, Kecamatan
Tabanan menetapkan agenda pembangunan yang dikelompokkan ke dalam 8
(delapan) Bidang Prioritas Pembangunan yaitu:
1. Pemerintah dan Aparatur Desa
2. Kependudukan dan Trantib (ketentraman dan ketertiban)
3. Ekonomi Kerakyatan
4. Pendidikan
5. Kesehatan
6. Pemuda, Wanita dan Olah Raga
7. Seni dan Budaya
8. Pembangunan dan Perbaikan Prasarana Desa serta Lingkungan Hidup.
4.2.1.1. Pemerintah dan Aparatur Desa
Menanamkan kepada Perangkat Desa sebagai abdi Desa ( pelayan
masyarakat Desa ) yaitu melayani masyarakat dengan motto :
MELAYANI DENGAN HATI
Apa yang dikerjakan itu memang datang dari lubuk hati yang paling dalam
sehingga tidak menjadi beban dan bisa menciptakan :
a.

Pelayanan kepada masyarakat yang efektif, efisien dan berkualitas


dengan menjunjung tinggi etika, moral berdasarkan prinsip-prinsip

pemerintahan yang baik ( Good Government ) dengan konsep 3 ( tiga


)S;
- Senyum
- Salam
- Sapa
b. Meningkatkan etos kerja.
Menanamkan

kepada

Perangkat

Desa,

dalam

hal

ini

Sekretaris Desa, Kepala Kepala Urusan, Kelian Banjar Dinas


,Petugas
Adminitrasi BPD serta Petugas Pemijian selaku Abdi Desa Delod
Peken dan selalu meningkatkan fungsi dan tugas Pemerintahan Desa
yaitu :
1.

Selaku Pelaksana administrasi di tingkat Desa

2.

Selaku Pelaksana Pembangunan

3.

Selaku Pelaksana Sosial Kemasyarakatan.

6.2. Kependudukan dan Trantib ( Ketentraman dan Ketertiban ).

Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan dalam RTRW Kabupaten Tabanan


ditetapkan sebagai kawasan cepat berkembang dan Desa Delod Peken
terletak di Pusat Pemerintahan Kabupaten, Perkekonomian serta Pendidikan
sehingga penduduk Desa Delod Peken sangat heterogen baik dari segi Suku,
Ras maupun Agama. Disamping mutasi penduduk yang sangat cepat
terutama penduduk pendatang, maka langkah langkah yang perlu diambil :
1. Mengadakan Konsolidasi dengan tokoh tokoh masyarakat
Desa Delod Peken baik Tokoh Pemuda, PKK, Adat, Agama
serta Tokoh Politik, untuk meningkatkan persatuan dan
kesatuan

sebagai

modal

dasar

didalam

melaksanakan

pembangunan.
2. Mewujudkan tertib administrasi kependudukan baik yang
lahir, datang, pergi dan mati.
3. Melaksanakan pendataan penduduk.
4. Mewujudkan kerukunan kehidupan antar umat beragama
yang semakin mantap.
5. Mewujudkan suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan
masyarakat,

berbangsa

dan

bernegara

dengan

tetap

menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, supremasi hukum


dan hak asasi manusia berdasarkan asas demokrasi.
6.3 Ekonomi Kerakyatan.

Struktur ekonomi merupakan gambaran langsung dari komposisi seluruh


kegiatan produksi barang dan jasa. Dan kinerja perekonomian dapat dilihat
dari salah satu pertumbuhan ekonomiPertumbuhan ekonomi pada
dasarnya merupakan dampak nyata atas kebijakan yang telah dilakukan
sebelumnya. Naik turunnya perekonomian sangat tergantung dari
kebijakan pemerintah yang salah satunya dengan menaikan harga BBM.
Kebijakan tersebut berpengaruh langsung terhadap perekonomian
masyarakat, karena semua bahan-bahan pokok akan mengalami kenaikan
harga yang sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Dengan melihat keadaan Desa Delod Peken yang terletak dipusat kota yang
sebagian besar masyarakatnya adalah pelaku usaha, yang kebanyakan
adalah pelaku usaha industri kecil yang menghasilkan barang kerajinan

dan pembuat makanan dan minuman. Meningkatkan Pendapatan Asli Desa


( PAD ) ) melalui usaha usaha ekonomi kerakyatan melalui ;
1.

Pungutan Desa

2.

Usaha Simpan Pinjam

3.

Sumbangan dari pihak ke 3 ( tiga ) yang tidak mengikat.

6.4. Pendidikan.
Mewujudkan sumber daya manusia yang semakin berkualitas
secara komprehensif melalui ;
1. Perbaikan sarana prasarana pendidikan
2. Menunjang kelengkapan sarana prasarana pendidikan
3. Memberikan dorongan ( berupa bingkisan ) kepada anak anak
berprestasi
4. Melaksanakan

pelatihan

pelatihan

untuk

meningkatkan

keterampilan
6.5. Kesehatan.
Mewujudkan

dan

menanamkan

kesadaran

masyarakat

mengenai arti penting kesehatan di dalam kehidupan sehari


hari melalui ;
1.

Penyuluhan tentang kesehatan

2.

Membersihkan lingkungan

3.

Pelayanan Pengobatan gratis.

4.

Posyandu

6.6. Pemuda, Wanita dan Olah Raga.


Mewujudkan peran Pemuda dan Wanita di dalam pembangunan
Desa Delod Peken melalui ;
1.

Membentuk Karang Taruna Desa Delod Peken

2.

Membentuk Tim Penggerak PKK Desa Delod Peken

3.

Mendorong minat masyarakat untuk berolah raga dengan


memberikan sarana sarana olah raga

4.

Membuat atau mengikuti event - event olah raga

5.

Memberikan

penghargaan

kepada

olahragawan

yang

berprestasi
6.7. Seni dan Budaya.
Menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada di Desa
Delod Peken melalui ;
1.

Menumbuhkembangkan sekaa - sekaa seni yang ada di Desa


Delod Peken

2.

Membuat media media seni budaya

3.

Mengikuti event event seni budaya

4.

Memberikan penghargaan kepada para seniman

6.8. Pembangunan dan Perbaikan Prasarana Desa serta Lingkungan Hidup.


Menumbuhkan

kesadaran

dan

kemandirian

pembangunan dengan tetap memperhatikan

masyarakat

dalam

tata ruang dan menjaga

kelestarian lingkungan melalui partisipasi masyarakat dan kerjasama


antara lembaga pemerintah, swasta, lembaga adat dan media masa.
Menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai arti penting lingkungan
hidup melalui ;
1.

Menjaga kebersihan di lngkungan rumah tangga masingmasing

2.

Gotong royong di masing masing wilayah Banjar Dinas

3.

Pengadaan sarana tong sampah

4.

Tabur benih ikan

5.

Penanaman pohon

6.

Perbaikan saluran air limbah

7.

Perbaikan Jalan Desa

8.

Perbaikan Gang

9.

Perbaikan/Pengadaan Sarana Prasarana Kantor

Pendekatan dasar yang dipakai dalam menentukan kebijakan umum


penganggaran adalah dengan dasar prioritas / pemeringkatan permasalahan
dan pemeringkatan usulan kegiatan yang disepakati didalam Musyawarah
Perencanaan Pembangunan Desa yang diselenggarakan setiap tahunnya dan
sesuai dengan sumber pendanaan Desa, yaitu :
1. Penyelenggaraan
urusan
pemerintahan
Desa
yang
menjadi
kewenangan Desa didanai dari anggaran pendapatan dan belanja
Desa, bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah.
2. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan
oleh pemerintah Desa didanai dari anggaran pendapatan dan belanja
daerah.
3. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh
pemerintah Desa didanai dari anggaran pendapatan dan belanja
negara.
Prinsip prinsip penganggaran yang digunakan dalam menentukan arah
kebijakan umum anggaran Desa, mengacu kepada Permendagri Nomor 66 tahun
2007, adalah :
Demokratis , anggaran baik yang bersumber dari pusat, daerah dan Desa,
yang berkaitan dengan pendapatan maupun yang berkaitan dengan
pengeluaran ditetapkan melalui suatu proses yang mengikutsertakan
sebanyak mungkin unsur masyarakat, dan mendapatkan persetujuan dari
lembaga perwakilan rakyat atau BPD.
Adil , yaitu bahwa anggaran Desa diarahkan secara optimum bagi
kepentingan masyarakat dan secara proporsional dialokasikan bagi semua
kelompok dalam masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.
Transparan , yaitu proses perencanaan , pelaksanaan serta pertanggung
jawaban anggaran Desa diketahui tidak saja oleh perwakilan masyarakat
dalam hal ini BPD, tetapi juga kepada masyarakat umum.
Bermoral tinggi , yaitu bahwa dalam mengelola anggaran, pemerintah Desa
tidak hanya berpegang pada peraturan perundangan yang berlaku melainkan
senantiasa mengacu pada etika dan moral yang tinggi.
Berhati hati , pengelolaan anggaran Desa dilakukan secara berhati hati
karena sumberdaya berada pada jumlah yang terbatas dan tentunya
mengacu pada aturan yang berlaku.

7. Arah Pengelolaan Pendapatan Desa


7.1 Prinsip Dasar
Prinsip dasar yang dipakai sebagai pedoman dalam merumuskan kebijakan umum
pendapatan Desa adalah :
Effetive,
optimalisasi
penggalian
potensi
sumber
pendapatan
Desa
dengan
rasio/perbandingan yang wajar antara biaya operasional dan capaian pendapatan.
Sustainable,
penggalian potensi pendapatan Desa pada upaya-upaya yang mengutamakan
keberlanjutan sumber pendapatan, serta inovasi penggalian dan pembentukan
sumber-sumber pendapatan yang baru.
Kebijakan Desa mengenai sumber pendapatan Desa sekurang-kurangnya memuat :
a. Sumber pendapatan;
b. Jenis pendapatan;
c. Rincian bagi hasil pajak dan retribusi daerah;
d. Bagian dana perimbangan;
e. Persentase dana alokasi Desa;
f. Hibah;
g. Sumbangan;
h. Kekayaan.
7.2.

Isu Strategis

Isu strategis dari sisi pendapatan Desa Delod Peken terdiri atas :
a. Optimalisasi pendapatan asli Desa, terdiri dari hasil kekayaan Desa, hasil
swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli
Desa yang sah;
b. Bagi hasil pajak daerah Kabupaten/Kota paling sedikit 10% (sepuluh per
seratus) untuk Desa dan dari retribusi Kabupaten/Kota sebagian
diperuntukkan bagi Desa;
c. Bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima
oleh Kabupaten/Kota untuk Desa paling sedikit 10% (sepuluh per seratus),
yang pembagiannya untuk setiap Desa secara proporsional yang merupakan
Alokasi Dana Desa (ADD);
d. Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah
Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan;
e. Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah
Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada a disalurkan melalui kas Desa dan
sumber pendapatan Desa yang telah dimiliki dan dikelola oleh Desa tidak
dibenarkan diambil alih oleh pemerintah atau pemerintah daerah.
Sumber pendapatan daerah yang berada di Desa baik pajak maupun retribusi yang
sudah dipungut oleh Provinsi atau Kabupaten/Kota tidak mengadakan pungutan
tambahan oleh Pemerintah Desa. Sedangkan pungutan retribusi dan pajak lainnya
yang telah dipungut oleh Desa tidak dibenarkan dipungut atau diambil alih oleh
Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten/Kota.

8.

Arah Pengelolaan Belanja Desa


8.1. Prinsip dasar
Prinsip dasar yang dipakai sebagai pedoman dalam merumuskan kebijakan umum
belanja Desa adalah:
Efficient,
Input dalam belanja langsung dan tidak langsung dihitung sedemikian rupa
sehingga tidak terjadi pengeluaran yang tidak relevan.
Effektive,
Dengan input yang terencana, target output yang jelas dan terukur serta outcome
yang realistis diharapkan dapat tercapai efektivitas dalam penggunaan anggaran.
Akuntabilitas,
Pelaksanaan belanja dapat dipertanggungjawabkan melalui indikator kinerja yang
terukur.
8.2. Isu Strategis
Isu strategis dalam rangka memenuhi prinsip dasar pengelolaan belanja diatas,
antara lain :
a. Pengelolaan belanja Desa dengan sumber pendanaan dari pendapatan asli
Desa di gunakan untuk Pembangunan Desa.;
b. Pengelolaan belanja Desa dengan sumber pendanaan Pemerintah (APBN),
Pemerintah Provinsi (APBD Provinsi) atau Pemerintah Kabupaten (APBD
Daerah) disesuaikan dengan aturan dan pedoman yang diberlakukan, dalam
rangka pelaksanaan urusan pemerintahan;
c. Pengelolaan belanja Desa dengan sumber bagian dari dana perimbangan
keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota untuk Desa
paling sedikit 10% (sepuluh per seratus), yang pembagiannya untuk setiap
Desa secara proporsional yang merupakan Alokasi Dana Desa (ADD),
merujuk pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku;
d. Pengelolaan belanja Desa dengan sumber hibah dan sumbangan dari pihak
ketiga yang tidak mengikat;
8.3.

Kebijakan Umum

a. Mengoptimalkan pelayanan publik dengan pengadaan perangkat yang


memadai.
b. Mengoptimalkan pelayanan publik dengan peningkatan kapasitas pelaksanapelaksana kegiatan di Desa melalui pelatihan-pelatihan seperti akuntasi,
komputer dll.
c. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam menentukan dan memetapkan
peringkat usulan kegiatan yang akan dikerjakan.
10. Potensi dan Masalah Desa
Prioritas pembangunan yang ditentukan dengan potensi dan permasalahan
permasalahan yang dibagi menjadi 2 (dua) Rencana Kegiatan yaitu Urusan Wajib
dan Urusan Pilihan, yaitu :
URUSAN WAJIB meliputi ;
1. BIDANG PENDIDIKAN,
a) Permasalahan :
(1) Pendidikan anak usia dini kurang di 7 ( tujuh ) Banjar kurang
(2) Terganggunya keamanan lingkungan sekolah di SD 1 , 3, 4, 5 dan SD 6
Delod Peken
(3) Prestasi anak sekolah di 7 ( tujuh ) banjar kurang
(4) Minat baca anak SD 1,3, 4, 5 dan SD 6 kurang
(5) Kekurangan guru di semua SD di Desa Delod Peken

b)
(1)
(2)
(3)
(4)

Potensi :
Sekolah, Komite Sekolah
Pemdes
Guru
Gotong royong

2. BIDANG KESEHATAN,
a. Permasalahan :
(1) Posyandu di ( 7 ) Banjar tidak berjalan dengan baik
(2) Penyakit demam berdarah sering berjangkit bulan Pebruari s/d Nopember di
semua banjar
(3) Pada musim Pancaroba masyarakat sering terkena penyakit batuk, pilek
(4) Penyakit rabies akibat gigitan anjing masih ditemukan
(5) Dimusim kemarau terjadi kekurangan air bersih dibeberapa banjar
b.

Potensi :
(1) Kader posyandu, balita , busui dan lansia.
(2) Rumah sakit
(3) Swadaya
(4) Dinas peternakan
(5) PDAM

3. BIDANG PEKERJAAN UMUM,


a. Permasalahan :
(1) Sebagian besar jalan dan gang di ( 7 ) tujuh Banjar rusak berat
(2) Rumah Penduduk di banjar Grokgak Tengah dan Sakenan Blodan rawan
longsor
(3) Pada musim hujan jalan Wibisana kebanjiran
(4) Jalan setapak ( gang ) di 7 (tujuh) Banjar Dinas rusak parah
(5) Balai Banjar di 7 ( tujuh ) tidak memiliki pasilitas yang memadai.
(6) Pelinggih dan penyengker di beberapa pura di semua banjar dinas
mengalami kerusakan
(7) Belum memiliki Pura Kantor
(8) Bedogol di Banjar Sakenan Baleran rusak
(9) Trotoar banyak yang rusak
10) Belum memiliki Kantor Desa.
b. Potensi :
(1) Gotong royong
(2) Badan gang dan tanaga masyarakat
(3) Lahan dan tenaga kerja masyarakat
4. BIDANG PERHUBUNGAN,
a. Permasalahan :
(1) Lampu penerangan jalan di 7 ( tujuh ) banjar banyak mati
(2) Sepanjang jalan Durian macet
b. Potensi :
(1) Tenaga masyarakat
(2) Badan jalan
5. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP,
a. Permasalahan :
(1) Lingkungan di ( 7 ) Banjar kotor dan banyak anjing berkeliaran
(2) Sungai Yeh Dikis kotor
(3) Sungai Yeh Dikis rawan longsor
(4) Sampah di 7 ( tujuh ) banjar berserakan
(5) Stadion Debes tidak tertata dan semrawut
(6) Sepanjang jalan protocol gersang dan tampak kotor
(7) Bendungan blong yang tidak tertata.
b. Potensi :
(1) tenaga masyarakat
(2) Sungai
(3) Dinas Peternakan

6. BIDANG SOSIAL,
a. Permasalahan :
(1) Beberapa RTM mengalami permasalahan dalam kehidupan sosialnya yang
tersebar di 7 ( tujuh ) Banjar Dinas
(2) Banyak penyandang cacat mengalami permasalahan dalam melakukan
aktivitas kesehariannnya di semua banjar.
(3) Remaja rawan penggunaan narkoba
b. Potensi :
(1) RTM
(2) Orang cacad
(3) Panti asuhan
(4) Lahan, tenaga masyarakat
7. BIDANG KOPERASI DAN UKM,
a. Permasalahan :
(1) Gapoktan tidak menyentuh masyarakat secara luas
(2) Pengusaha kecil tidak berkembang dan banyak pengangguran
(3) Pengerajin dan usaha pembuatan makanan dan minuman keurangan modal
usaha.
b. Potensi :
(1) Kelompok Tani
(2) Gapoktan
(3) Pasar.
8. BIDANG KEBUDAYAAN,
a. Permasalahan :
(1) Kegiatan Sekaa Gong di 7 ( tujuh ) Banjar Dinas belum maksimal
dan
terbatas.
(2) Kurangnya sarana dan prasarana Sekaa Gong serta tidak terlatih dengan baik
(3) Sekaa Santi di 7 ( tujuh ) banjar kurang kompak dan kekurangan sarana dan
prasarana.
(4) Kurangnya perhatian terhadap sekaa Barong bangkung anak-anak.
b. Potensi :
- Pengurus dan anggota lengkap.
- Sekaa
- Seniman
9. BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA,
a. Permasalahan :
- Prestasi olah raga di ( 7 ) tujuh Banjar kurang
b. Potensi :
(1) Karang taruna.
(2) Prasarana olahraga
(3) Lapangan olah raga
10. BIDANG PEMERINTAHAN UMUM,
a. Permasalahan :
(1) Pelayanan masyarakat dan kinerja aparat Desa masih rendah
b. Potensi :
(1) Aparat lengkap
(2) Gedung kantor
URUSAN PILIHAN meliputi ;
1. BIDANGPARIWISATA,
a. Permasalahan :
Potensi wisata yang bisa dikembangkan belum tertata dengan baik
b. Potensi :
(1) Pasar
(2) Puri

4.2.5.

Program Pembangunan Desa Delod Peken

Prioritas pembangunan yang ditentukan dengan potensi dan permasalahan


permasalahan yang dibagi menjadi 2 (dua) Rencana Kegiatan / Program yaitu Urusan
Wajib dan Urusan Pilihan, yaitu :
URUSAN WAJIB meliputi ;
1. BIDANG PENDIDIKAN,
Program :
(1) Mendirikan sekolah PAUD sarana dan prasarana
(2) Memperbaiki tembok penyengker sekolah dasar No. 1, 3, 4 dan 5 Delod Peken
(3) Memberikan bingkisan dan penghargaan kepada siswa berprestasi
(4) Membuat perpustakaan
(5) Memperbaiki Gedung sekolah
(6) Melengkapi sarana sekolah
2. BIDANG KESEHATAN,
Program :
(1) Pemberian insentip Kader Posyandu.
(2) Pengadaan seragam Kader posyandu
(3) Melengkapi sarana dan prasarana Posyandu
(4) Mengadakan eleminasi anjing
(5) Melaksanakn foging dan pembrantasan sarang nyamuk
(6) Pembersihan sampah dilingkungan sekitar dengan bergotong royong.
(7) Penyuluhan kesehatan
3. BIDANG PEKERJAAN UMUM,
Program :
(1) Pengerasan Jalan dan Got
(2) Membangun Pura Kantor
(3) Pembangunan Kantor Desa
(4) Pembuatan ruang rapat untuk kegiatan
(5) Pengerasan gang dan saluran air
pengaspalan.
(6) Perbaikan trotoar
(7) Perataan Trotoar
(8) Perbaikan Balai Banjar
(9) .Melengkapi sarana Balai Banjar
(10) Penutupan got
(11) Perbaikan saluran air

dengan

pembetonan,

paping

dan

4. BIDANG PERHUBUNGAN,
Program :
(1) Perbaikan dan penggantian LPJ
(2) Penutupan got.
5. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP,
Program :
(1) Membersihkan telajakan Masing-masing
(2) Penanaman pohon penghijauan
(3) Penanaman penghijauan dan tanaman hias
(4) Pembersihan sampah
(5) Pembuatan taman
(6) Penataan pembuangan air limbah kamar mandi dan wc ( SANIMAS )
(7) Mendirikan bank sampah
(8) Pengadaan grobak sampah
6. BIDANG SOSIAL,
Program :
(1) Memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada RTM
(2) Mengadakan pelatihan ketrampilan kepada penyandang cacat
(3) Memberikan bantuan kepada pakir miskin dan anak terlantar.
9. BIDANG KOPERASI DAN UKM,
Program :
(1) Menambah modal Gapoktan
(2) Pelatihan pengurus Gapoktan
Memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada pengusaha kecil

10. BIDANG KEBUDAYAAN,


Program :
(1) Pengadaan seragam Sekaa Santi
(2) Pembinaan Sekaa Santi
(3) Melengkapi sarana prasarana Sekaa Santi
(4) Mengadakan Pembinaan Sekaa Gong
(5) Pengadaan seragam Sekaa Gong
(6) Melengkapi sarana prasarana sekaa Gong
(7) Mengadakan pembinaan kepada sekaa Barong Bangukung anak-anak.
(8) Mengadakan kursus Pemangku dan Sutri
(9) Mengadakan Tirta yatra
11. BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA,,
Program :
(1) Pengembangan ketrampilan bagi para pemuda melalui kursus, workshop
(2) Mengadakan event olah raga.
(3) Membentuk Karang Taruna

12. BIDANG PEMERINTAHAN UMUM,


Program :
(1) Pembangunan kantor Desa
(2) Pembangunan penguatan lembaga PKK, anak dan remaja
(3) Pembenahan peraturan daerah yang dapat melindungi
pemerintahan Desa dan peningkatan tunjangan penghasilan.

mengayomi

Strategi Pencapaian
Prioritas pembangunan yang ditentukan dengan potensi dan permasalahan
permasalahan yang dibagi menjadi 2 (dua) strategi pencapaian yaitu Urusan Wajib
dan Urusan Pilihan, yaitu :
URUSAN WAJIB meliputi ;
1. BIDANG PENDIDIKAN,
Strategi pencapaian :
(1) Mendirikan sekolah PAUD sarana dan prasarana
(2) Memperbaiki tembok penyengker sekolah dasar No. 1, 3, 4,5 dan 6
Delod Peken
(3) Memberikan bingkisan dan penghargaan kepada siswa berprestasi
(4) Membuat perpustakaan
(5) Memperbaiki Gedung sekolah
(6) Melengkapi sarana sekolah
(7) Penambahan guru
BIDANG KESEHATAN,
Strategi pencapaian :
(1) Pemberian insentip Kader Posyandu.
(2) Pengadaan seragam Kader posyandu
(3) Melengkapi sarana dan prasarana Posyandu
(4) Mengadakan eleminasi anjing
(5) Melaksanakan foging dan pembrantasan sarang nyamuk
(6) Penyuluhan kesehatan
2. BIDANG PEKERJAAN UMUM,
Strategi pencapaian :
(1) Pengerasan Jalan dan perebaikan Got
(2) Membangun Pura Kantor
(3) Pembangunan Kantor Desa.
(4) Pengerasan gang dan saluran air
(5) Perbaikan trotoar
(6) Perbaikan Balai Banjar
(7) Melengkapi sarana Balai Banjar
(8) Penutupan got
(9) Perbaikan saluran air
(10) Permbuatan tapal batas banjar

3. BIDANG PERHUBUNGAN,
Strategi pencapaian :
(1) Melanjutkan penutupan got yang ada di jalan Durian
(2) Pemasangan lampu penerangan disemua gang
(3) Membentuk peguyuban (PARPI) ditingkat Desa
4. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP,
Strategi pencapaian :
(1) Membersihkan telajakan Masing-masing
(2) Penanaman pohon penghijauan
(3) Penanaman penghijauan dan tanaman hias
(4) Pembersihan sampah
(5) Pembuatan taman
5. BIDANG SOSIAL,
Strategi pencapaian :
(1) Memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada RTM
(2) Mengadakan pelatihan ketrampilan kepada penyandang cacat
(3) Memberikan bantuan kepada para penyandang cacat
9. BIDANG KOPERASI DAN UKM,
Strategi pencapaian :
(1) Menambah modal Gapoktan
(2) Pelatihan pengurus Gapoktan
(3) Memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada
pengusaha kecil
(4) Mengadakan penyuluhan dan pembinaan kepada industri kecil dan
rumah tangga.
10. BIDANG KEBUDAYAAN,
Strategi pencapaian :
(1) Pengadaan seragam Sekaa Santi
(2) Pembinaan Sekaa Santi
(3) Melengkapi sarana Sekaa Santi
(4) Mengadakan Pembinaan Sekaa Gong
(5) Pengadaan seragam Sekaa Gong
(6) Melengkapi sarana Gong
(7) Mengadakan kursus Pemangku dan Sutri
(8) Mengadakan Tirta yatra
11. BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA,,
Strategi pencapaian :
(1) Melengkapi sarana prasarana olah raga
(2) Mengadakan event olah raga
(3) Memberikan bantuan kepada olahragawan berprestasi
(4) Pengembangan ketrampilan bagi para pemuda melalui kursus, workshop
12. BIDANG PEMERINTAHAN UMUM,
Strategi pencapaian :
1. Mengadakan pelatihan (bintek ) untuk aparat Desa, BPD,LPM PKK Desa
2. Pengadaan Komputer dan laptop
3. Pengadaan Mebelier
4. Pendataan Penduduk
5. Penata usahaan kearsipan, inventaris dan aset
6. Pengadaan sound sistem
7. Pengadaan pakaian kerja aparat Desa
8. Operasional BPD, LPM, Perbekel
9. Pemilihan Kelian Dinas
10. Pemberian Cendra mata kepada aparat Desa yang masa tugasnya berakhir
11. Pengangkatan petugas kebersihan
12. Operasional kantor
13. Operasional Kantor Kelian Dinas
14. Melengkapi sarana kantor kelian Dinas
15. Peningkatan tambahan kesejahteraan aparat Desa
16. Ansuransi kesehatan aparat Desa melalui BPJS
17. Lomba Desa
18. Pembuatan seragam BPD, LPM, PKK Desa

URUSAN PILIHAN meliputi ;


1.

BIDANG PARIWISATA
Strategi pencapaian:
(1) Penataan beji blong sebagai tempat rekreasi
(2) Penataan kawasan Puri sebagai wisata budaya
(3) Penataan seputaran pasar sebagai tempat wisata ( pasar tradisional)
(4) Penataan seputaran Stadion sebagai tempat rekreasi.