Anda di halaman 1dari 10

ANTIDOTUM

12/26/15

Durian + Soda
Meminum soda saja, sudah bisa meningkatkan

tingkat gas lambung, jika ditambah durian


yang juga menyebabkan gas, maka perut akan
kembung, dan terancam kena gangguan
pencernaan
Kandungan kalori dalam satu gelas soda, bisa
membawa lebih dari 250 kalori, jika ditambah
dengan konsumsi duren yang juga tinggi
kalori, kandungan lemak yang diserap tubuh
berbahaya. "Konsumsi keduanya bisa
menyebabkan melonjak kolesterol, obesitas,
hingga gangguan penyakit seperi diabetes

12/26/15

untuk mengatasi mabuk


durian
1. Memakan beberapa buah manggis
sebelum makan durian. Buah manggis
diyakini dapat menetralisir kadar
alkohol yang terkandung di dalam
buah durian. Hal ini mungkin sudah
hukum alam, karena biasanya musim
durian suka berbarengan dengan
musim manggis.

12/26/15

untuk mengatasi mabuk


durian
2. Meminum air bilasan yang dituang
ke kulit durian. Hal ini disebabkan
karena kulit dalam dari buah durian
mengandung antidot berupa lapisan
lilin yang dapat larut dengan air.
Cukup minum air bilasan tersebut,
maka antidot akan bekerja menetralisir
alkohol yang terkandung dalam buah
durian.
12/26/15

untuk mengatasi mabuk


durian
3. Meminum segelas air putih hangat
yang telah dicampur dengan satu
sendok makan garam. Seperti halnya
cara kerja cairan oralit, campuran dari
air putih hangat dan garam tersebut
mampu menetralisir racun atau
alkohol dalam tubuh sehingga ampuh
untuk mengatasi mabuk durian

12/26/15

Keracunan Insektisida
Insektisida adalah bahan yang

dipakai manusia untuk membasmi


hama serangga
Insektisida yang paling banyak
digunakan saat ini adalah :
a. Insektisida Fosfat organik ( IFO :
Organo Phosphate Insecticide )
b. Insektisida Hidrokarbon klorin
( IHK : Chlorinated Hydrocarbon )
12/26/15

IFO merupakan insektisida poten

yang paling banyak digunakan


dipertanian.
Bahan ini dapat menembus kulit yang
intact ( normal ), dapat diserap lewat
paru dan saluran makanan tetapi
tidak terakumulasi dalam jaringan
tubuh

12/26/15

IFO bekerja dengan cara menghambat

( inaktivasi ) enzim asetil kholin esterase,


sehingga timbul gejala-gejala rangsangan
asetil kholin yang berlebihan yang akan
menimbulkan efek muskarinik, nikotinik
dan SSP ( menimbulkan stimulasi
kemudian depresi SSP )
Gambaran klinis yang menonjol adalah
kelainan visus, hiperaktivasi kelenjar
ludah / keringat / saluran makan dan
kesulitan bernafas.
12/26/15

Keracunan ringan :

anoreksia, nyeri kepala, rasa lemah, rasa takut,


tremor lidah, tremor kelopak mata, pupil miosis
Keracunan sedang :
nausea, vomiting, kejang/kram perut,
hipersalivasi, hiperhidrosis, fasikulasi otot,
bradicardia
Keracunan berat :
diare, pupil pin point, reaksi cahaya negatif, sesak
nafas, cyanosis, edema paru, inkotinensia urine
dan faeces, convulsi, coma, blokade jantung dan
akhirnya meninggal.

12/26/15

Antidotum
Atropin sulfat ( SA ) bekerja dengan menghambat efek

akumulasi asetil kholin


1. Mula- mula diberikan bolus intra vena 1 2,5 mg
2. Dilanjutkan dengan 0,5 1 mg setiap 5 10 15 menit
sampai timbul gejala-gejala atropinisasi ( muka merah,
mulut kering, tachycardia, midriasis, febris, psikosis )
3. Kemudian interval diperpanjang setiap 15 30 60
menit selanjutnya 2 4 6 dan 12 jam
4. Pemberian SA dihentikan minimal setelah 2 x 24 jam
Penghentian SA yang mendadak dapat menimbulkan
rebound effect berupa edema paru dan kegagalan
pernafasan akut yang sering fatal

12/26/15