Anda di halaman 1dari 24

Moch Dhofir

Penyebab kerusakan peralatan elektronik


tahun 2000 dan ada 8400 claim

Kerusakan Akibat Petir


Instalasi tangki minyak meledak, Belanda: 1975)

RE = 1

Kerusakan Akibat Petir


Kerusakan pada instalasi komputer,

Jerman: 1989)

kabel data

I2

I1
RE = 1

Petir
Fenomena alam yg selalu terjadi di

permukaan bumi sbg akibat


pelepasan muatan listrik dari awan
ke tanah
Jumlah sambaran petir (hari guruh)
di Indonesia tinggi
Isokeraunic Level (IKL) : daerah
dengan hari guruh/tahun yang sama

Energi petir kecil

Energi petir besar

Hari guruh di Eropa : maksimum 30


Hari guruh di Amerika
: maksimum 100
Hari guruh di Australia
: maksimum 80
Hari guruh di Indonesia
Kerapatan petir di Ind

: maksimum 200
: 25

sambaran/km2/tahun
(Sangat tinggi dibandingkan di Eropa dg
kerapatan petir hanya 4 sambaran/km2/th.)
Dalam satu hari jika terdengar minimum
satu guruh dihitung sebagai 1 hari guruh.

ISOKERAUNIC LEVEL (IKL)


Daerah dengan hari guruh yang sama

Sambaran Langsung
Adalah sambaran yg langsung

menyambar gedung/obyek yang


diproteksi.
Pada jenis sambaran ini, instalasi
proteksi tegangan lebih akan dialiri
oleh seluruh atau sebagaian arus petir.
Amplituda : 1 kA ratusan kA
Kecuraman gel : sekitar 1 s
Efek sambaran : kebakaran, kematian,
kehancuran, ledakan, dll.

Sambaran Tidak Langsung


Adalah sambaran yg menyambar

hantaran udara atau induksi karena


pelepasan muatan petir dekat
hantaran udara (sambaran dekat)
sehingga timbul gelombang berjalan
(electromagnetic wave) yg menuju
ke peralatan listrik/elektronik.
Pada jenis sambaran ini, instalasi
proteksi tegangan lebih akan dialiri
oleh sebagaian kecil arus petir.

Sambaran tidak langsung berupa

efek elektromagnetis yang terdiri


dari efek medan listrik dan efek
medan magnet (ada 4 jenis efek)
1. Efek sambaran petir pada saluran
udara
2. Efek medan elektrostatik
3. Naiknya tegangan tanah
4. Radiasi elektromagnetik

2. Efek Medan Elektro-Statik


Seluruh instalasi pada permukaan tanah
mempunyai potensi untuk memperoleh
stress elektro-statik dari awan
bermuatan.
Naiknya medan elektro-statik (hg 50
kV/cm) menyebabkan :
a. naiknya tegangan pada hantaran udara.
b. timbulnya micro-spark (loncatan api) yg
membangkitkan EMP (Electro-Magnetic
Puls) pd peralatan dg bentuk
gelombang yg sangat curam dan dapat
merusak peralatan elektronika.

2. Efek sambaran petir pada saluran udara


Sambaran ke kawat tanah atau menara
menyebabkan arus petir mengalir ke
tanah yg dapat menyebabkan terjadinya
loncatan pada tanduk api (back flash
over) ke kawat fasa dan gelombang
akan bergerak ke gardu.
Sambaran langsung ke kawat fasa akan
menyebabkan arus mengalir ke gardu
dalam bentuk gelombang berjalan
menuju peralatan yang terhubung pada
hantaran. Tingkat kerusakan tergantung
pada jarak titik sambaran ke peralatan.

3. Naiknya Tegangan Tanah


Mengalirnya arus petir ke tanah akan
dapat menaikkan tegangan pada
permukaan tanah yang tergantung pada
besarnya arus dan tahanan pentanahan.
Kenaikan tegangan ini akan sangat
berpengaruh pada peralatan di dalam
gedung.
Penting sekali bahwa sistem pentanahan
yang digunakan adalah pentanahan satu
titik, untuk mencegah perbedaan
tegangan pada peralatan yg terminal
pentanahannya terhubung pada titik
tersebut.

3. Naiknya Tegangan Tanah


Instalasi pentanahan untuk seluruh
peralatan di dalam bangunan Pusat
Komputer misalnya harus disatukan.
Pentanahan untuk penangkap petir,
pentanahan instrumen, telekomunikasi,
komputer dan peralatan tenaga listrik
tegangan rendah tidak boleh
mempunyai grounding system yang
terpisah yang dapat menyebabkan
terjadinya beda potensial akibat titik
pentanahan yang berlainan.

4. Radiasi Elektro-Magnetik
Arus dari sambaran petir akan
menghasilkan radiasi medan electromagnetic yang sangat kuat (beberapa
kV/m pada jarak 1 km).
Medan EM ini akan menginduksi
tegangan dan arus yg tinggi pada
hantaran udara dan peralatan elektronik
yg ada di dekatnya.
Sumber timbulnya radiasi EM pada
instalasi tegangan rendah dan peralatan
elektronik di dalam gedung adalah
sambaran petir pada obyek-obyek di atas
tanah (seperti : menara komunikasi,
instalasi penerangan, bangunan,
sambaran pada permukaan tanah).

Proteksi thd. Bahaya


Petir
Sistem proteksi petir mencakup

proteksi eksternal (external overvoltage


protection) dan proteksi internal
(internal overvoltage protection).
Tujuan sistem proteksi ini agar semua
instalasi di dalam suatu gedung
(instalasi : listrik tegangan rendah, IT,
komunikasi dan komputer) aman
sehingga memiliki keandalan kerja yang
baik.

Proteksi Eksternal
Proteksi Eksternal terdiri dari tiga

komponen utama yaitu :


(a) Finial/penagkap petir;
(b) Konduktor penyalur;
(c) Pentanahan
Tujuan sistem proteksi eksternal
adalah untuk mencegah kebakaran,
kematian, kehancuran dan ledakan
dari sambaran petir langsung .

Proteksi Internal
Proteksi Internal terdiri dari tiga

komponen utama yaitu :


(a) Bonding/penyama tegangan (PEB);
(b) Arester (pemotong tegangan);
(c) Perisaian dan filtering
Tujuan sistem proteksi internal adalah
untuk mengamankan peralatan listrik
dan elektronik sehingga performa
keandalan kerjanya baik.

Kesimpulan
Hari guruh dan kerapatan petir di Indonesia

dalam kategori tinggi , tegangan lebih yang


ditimbulkan sangat mengancam peralatan
listrik maupun peralatan elektronik.
Kerusakan peralatan akibat petir dapat
menghentikan operasi suatu sistem yang
sangat penting dan luas, sehingga
berdampak pada kerugian yang sangat besar.
Oleh karena itu perhitungan terhadap bahaya
sambaran petir langsung dan tidak langsung
sudah harus diperhitungkan sejak awal.