Anda di halaman 1dari 3

Pemanasan Global Sebabkan Gempa Bumi

Pernahkah Anda berpikir mengapa sekarang ini gempa bumi kerap terjadi? Yang
terbaru adalah gempa bumi di L'Aquila, Italia, satu daerah yang sejak tahun 1.200
belum pernah terjadi gempa. Masih belum lama ini ada gempa di Sichuan, China. Di
Indonesia, kita pun masih ingat gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006 lalu.
Apa yang menjadi penyebab dari gempa bumi yang sekarang ini sering terjadi?
Seorang ahli geologi, Bill McGuire dari Hazard Research Center di University College
London, menuturkan bahwa gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, dan
tanah longsor, adalah malapetaka lain yang timbul akibat perubahan iklim. 1 Menurut
beliau, ada dua penyebabnya.
Pertama, gangguan keseimbangan kerak Bumi. Lapisan es di kutub yang memiliki
berat menekan kerak Bumi yang berada di bawahnya. Karena es mencair, kerak di
bawahnya berusaha mencari keseimbangan baru. Pergeseran keseimbangan ini
dapat memicu aktivitas magma di dalam kerak Bumi maupun aktivitas gempa bumi.
Pada akhir Zaman Es, tercatat adanya peningkatan besar-besaran aktivitas seismik
bersamaan dengan penyusutan lapisan es di Skandinavia maupun tempat-tempat
lain seperti itu dan memicu tanah longsor di bahwa laut yang pada akhirnya memicu
tsunami, ungkap McGuire.
Penyebab kedua, tekanan air laut. Suhu laut yang bertambah panas mengakibatkan
air laut memuai. Memuainya air laut ditambah es yang mencair ke dalam laut
menekan kerak Bumi di bawahnya. Hal ini dapat menekan magma apapun yang ada
di sekitarnya keluar dari gunung berapi sehingga memicu letusan, urai McGuire.
Mekanisme ini dipercaya menjadi penyebab letusan periodik Gunung Pavlof di Alaska
yang meletus setiap musim dingin ketika permukaan air laut lebih tinggi. McGuire
sendiri melakukan penelitian yang dimuat pada jurnal Nature pada tahun 1997
mengenai kaitan antara naiknya permukaan air laut dengan aktivitas letusan gunung
berapi di Mediterania selama 80.000 tahun terakhir, dan menemukan bahwa ketika
air laut naik secara tiba-tiba, makin banyak letusan gunung berapi yang terjadi,
dengan peningkatan drastis sebesar 300%!

Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan Australia Dr. Tom Chalko menunjukkan
bahwa aktivitas seismik global di atas Bumi sekarang ini lima kali lipat lebih kuat
daripada 20 tahun yang lalu.
Penelitian menunjukkan bahwa kekuatan perusakan oleh gempa bumi meningkat
dengan laju cepat yang mengkuatirkan dan kecenderungan ini terus berlanjut,
kecuali masalah pemanasan global diatasi secara menyeluruh dan dengan segera.
Analisis atas lebih dari 386.000 gempa bumi antara tahun 1973 hingga 2007 yang
direkam oleh pangkalan data Survei Geologi AS membuktikan bahwa energi tahunan
global gempa bumi mulai meningkat sangat cepat sejak tahun 1990.
Dr Chalko berkata bahwa aktivitas seismik global meningkat lebih cepat daripada
indikator pemanasan global lain dan peningkatan ini membahayakan.
Adanya peningkatan gempa bumi merupakan gejala pemanasan berlebihan di
planet ini. Pengukuran yang dilakukan oleh NASA membenarkan bahwa Bumi
menyerap setidaknya 0,85 Megawatt per km2 energi lebih banyak dari matahari
daripada kemampuannya untuk memantulkan panas itu kembali ke luar angkasa.
'Ketidakseimbangan termal' ini artinya panas yang ada di dalam Bumi tidak dapat
dilepaskan ke luar angkasa sehingga Bumi mengalami pemanasan yang berlebihan.
Peningkatan dalam aktivitas seismik, tektonik, dan vulkanik, merupakan konsekuensi
yang tidak dapat terhindarkan karena ketidakseimbangan termal di planet ini, jelas
Dr. Chalko. Bila tidak ada tindakan, akibatnya adalah malapetaka.
Sumber : Livescience, Yahoo

1. Livescience
2. Yahoo

4 http://www.livescience.com/environment/070830_gw_quakes.html
5 http://biz.yahoo.com/iw/080617/0408064.html
6