Anda di halaman 1dari 1

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orangorang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu);

sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.


Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,
maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang zalim. (QS.Al-Maidah(5):51)
Kabarkanlah kepada orang-orang Munafik bahwa mereka akan
mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil
orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan
meninggalkan orang-orang mumin. Apakah mereka mencari kekuatan
di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan
Allah.(QS.An-Nisa(4):138-139)
Jangan sampai Allah swt sebagai kekuatan tertinggi di alam semesta ini memasukkan
kita ke dalam golongan orang Munafik. Yang menyebabkan kita susah, di dunia apalagi
di akhirat. Bila di dunia ini Sang Khalik memberi kesuksesan dan keberhasilan,
sebagaimana majunya negara-negara barat yang notabene kafir, yakinlah bahwa itu
hanya sementara, hanya cobaan untuk menjatuhkan kita ke dalam lembah yang lebih
hina dina dan kejam tak terkira, di akhirat kelak, yaitu neraka jahanam.
Karena tolok ukur kesuksesan dan keberhasilan dalam Islam tidak hanya bersifat
materialistis. Namun ridho-Nya. Ini yang bisa membuat negara dan rakyat tenang dan
aman dibawah limpahan kasih sayang-Nya. Sebagai balasan karena rakyat dapat
secara tenang mengabdi dan beramal ibadah, sesuai tuntunan Quran dan hadist.

Pilihlah pemimpin yang kaffah, yang tidak setengah-setengah dalam ber-Islam,


disamping kemampuannya memimpin tentunya. Yang gigih membela umat Islam dan
PD terhadap ke-Islam-annya. Pilih diantara yang ada, meski tidak sempurna dan
mempunyai kekurangan. Minimal yang paling sedikit cacatnya. Biarlah mereka yang
terpilih mempertanggung-jawabkan kepemimpinan mereka di depan rakyat dan
Tuhannya, Allah Azza wa Jalla.
Rasulullah

SAW

bersabda

maksudnya :

Tiada

seorang

pemimpin

)yang

diamanahkan oleh Allah memimpin rakyatnya, kemudian ketika ia mati didapati telah
menipu rakyatnya (berlaku tidak adil ), maka Allah pasti akan mengharamkan baginya
syurganya. (HR. Bukhari Muslim)

yang amrik aja udah banyak yang insaf nah...ini dedengkotnya di aceh banyak
yang alim ehh masyarakatnya banyak yg bangsat. yang dukung Ahok jadi
gubernurlah, yang sok liberal lah, padahal ngerti jg gak..hei kalau lu memang
orang periksa baik2 otakmu kalau ga mempan CT-Scan, MRI kalo ga kebaca juga
pakek palu bedah.