Anda di halaman 1dari 5

M.

Aulady Rifki Kamal


STEP 1
1. Karies gigi = ada defek pada email gigi, email bagian paling atas dari gigi, muncul
pada gigi pertama kali gigi
2. Panas subfibris = panas yang <38 celcius biasanya diakibatkan dari infeksi bakteri
3. Ulserasi = hilang seluruh membran mukosa yang dapat menimbulkan defek yang
dapat menembus mukosa propria
STEP 2
1. Bagaimana nomenklatur gigi
Nomenklatur ialah cara menulis gigi geligi. Ada beberapa cara Nomenklatur yaitu:
1. Cara Zsigmondy:
Gigi tetap
8765 4321 12345678
876543 21 12345678
Contoh :
P2 atas kanan = 5/
Ii bawah kiri = /1

Gambar Gigi-gigi dilihat dari depan


2. Cara Palmer's
Cara yang paling mudah dan universal untuk dental record
Gigi tetap:
87654321 12345678
87654321 12345678
Contoh :
P2 atas kanan
= 5/
I1 bawah kiri
= /1

M. Aulady Rifki Kamal

Gambar : Gigi dilihat dari lateral


3. Cara Amerika
Yaitu dengan menghitung dari atas kiri, ke kanan, ke bawah kana lalu ke bawah kiri.
Gigi tetap (pakai angka biasa)
16 15 . . . . . . . . . . 9 8. . . . . . . . 2 1
17 18 . . . . . . . . . 24 25 . . . . . .31 32
Contoh P2 atas kanan = 13
I1 bawah kiri = 25

4. Cara Applegate
Kebalikan dari cara Amerika yaitu dengan menghitung dari atas kanan, ke kiri,
kebawah kiri, lalu ke bawah kanan.

5. Cara Haderup

M. Aulady Rifki Kamal

Contoh:

P2 atas kanan = 5 +
I1 bawah kiri = -1

6. Sistim Scandinavian (tidak begitu banyak digunakan)


+ = untuk gigi geligi atas
- = untuk gigi geligi bawah
Contoh:
P2 atas kanan = +5
I2 bawah kiri = 27. Cara G. B. Denton
Gigi tetap:
2 1
3 4
Contoh:
cc bawah kanan = 83
M2 bawah kiri = 31
8. System 2 angka dari International Dental Federation

Keuntungan cara ini ialah mudah dimengerti, diajarkan, dicetak, ditulis dan dipindahkan ke
komputer.
9. Cara Utrecht/Belanda
Dengan menggunakan tanda-tanda:
S = Superior/atas
I = Inferior/bawah
d = dexter/kanan
s = sinister/kiri
Gigi tetap: (pakai huruf besar)
Contoh
:
P2 atas kanan = P2 Sd
11 bawah kiri = I1 Is
1. balogh, M. Detal embryology, histology, and anatomy 2nd edition.2006.
elseiver

M. Aulady Rifki Kamal


2. Whellers. dental Anatomy, physiology and occlusion 8th edition. 2003.
Sanders
3. Geoffrey,C.V.Morfologi gigi. Jakarta : EGC. 1990
2. Bagaimana patogenesis mouth ulcer
Lesi ulserasi akibat ada bakteri(streptococus mutans) pada mulut berkembang tak
terkendali karena ada sistem imun yang rusak / (sistem laktoperosidase menurun),
akan ditanggapin oleh tubuh, secara normal bakal dieleminasi oleh fagosit , reaksi
jaringan berlebih stimulus meningkat sehingga merusak jaringan it sendiri yang
akan menjadi luka atau ulkus
Premonitori (24 jam pertama rasa terbakar)
Preulser (18-72 jam mukola dan papula eritem, nyeri)
Ulseratif(2 minggu papula berulserasi dilapisi fibromembranosus, nyeri menurun)
Penyembuhan (hari ke 4-3 minggu sel ulser tertutupi oleh epitelium)
3. Apa etiologi dari mouth ulcer
-oral gigi buruk(sering pada pasien ICU)
-akibat pemasangan gigi palsu
-obat( obat obat yang menekan reaksi imun=NSAID, betabloker, dan obat
kemoterapi)
-reaksi alergi(biasanya stomatitis kontak)
-infeksi (infeksi akibat herpes labiaris, stretococus aftoksa(stomatitis aftosa),
stretococus gangrenosa(stomatitis gangrenosa), infeksi akibat jamur candida
albicans)
Infeksi akibat jamur(candidiasis) lesi terdiri atas sel sel inflamasi, epitel, dan
ditemukan hifa(jarang muncul) pada lesi
*stomatitis minor, ulser bulat, dangkal, pinggir eritem, mengenai daerah non
keratin, dapat berkelompok, bisa sembuh dengan sendirinya
*stomatitis mayor diameter 1-3 , sembuh bisa 4 minggu atau lebih, meninggalkan
bekas
Akut, terjadi karena benda mekanik , sembuh sendiri
Kronis, bisa disebabkan hormon(penurunan estrogen(melambatnya aliran darah
penyampaian O2 dan nutrisi berkurang) dan progesteron) , stres, obatobatan,
penyembuhan susah daripada yang akut
4. Bagaimana manifestasi klinis dari berbagai infeksi mouth ulcer
- rasa nyeri atau sakit
- hiperemi
- edem akibat inflamasi
- halitosis =
0 tidak ada bau
1 bau diragukan(bau dapat dicium walaupun pemeriksa tidak mengenali bau
tersebut)
2 bau sedikit
3 bau sedang
4 bau keras (bau kecium oleh pasien maupun pemeriksa)
5 bau sangat hebat

M. Aulady Rifki Kamal


5. Bagaimana penatalaksanaan mouth ulcer
6. Jelaskan patofisiologi karies gigi
7. Apa etiologi dari karies gigi
8. Apa manifestasi klinis dari karies gigi
9. Jelaskan macam macam dari karies gigi
10. Bagaimana proses infeksi pada rongga mulut karena virus, bakteri dan jamur
11. Jelaskan etiologi halitosis
12. Jelaskan penyakit penyakit yang mempunyai gejala klinis halitosis
13. Bagaimana mekanisme panas subfebris
Zat toksin masuk dalam saluran cerna yang menyebabkan peradangan untuk
memfagositosis bakteri, IL1. Pge keluar mengaktifan termostat di hipotalamus
mengaktifkan site point.