Anda di halaman 1dari 2

Stase Bedah

Laporan Kasus
Seorang ibu 32 tahun datang ke RSPBA dengan keluhan benjolan pada payudara kiri
sejak 1 tahun lalu. Benjolan sebesar telor puyuh dan terasa nyeri. Pasien tidak pernah
merokok dan mengkonsumsi alkohol. Riwayat melahirkan normal. Pada pemeriksaan fisik
keadaan umum pasien baik dan GCS 15.
Vital Sign
o
o
o
o

Suhu
Nadi
Tensi
RR

: 36 C
: 80 x/menit
: 120/80 mmHg
: 22x/menit

Pemeriksaan Lab
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o

Hb
Leukosit
Limfosit
Monosit
Eritrosit
Ht
Trombosit
MCV
MCH
MCHC
BT
CT

: 12,6 gr%
: 6000
: 45
:4
: 4,6 juta
: 38 %
: 213.000
: 87 fl
: 27 pg
: 31 g/dl
: 2 menit
: 12 menit

Pemeriksaan Histopatologi
Makroskopis :
Potongan jaringan ukuran 2,5x2x2 cm, irisan berupa masa solid putih abu-abu, kenyal
Mikroskopis
Potongan jaringan tumor jinak payudara terdiri dari proliferasi duktuli dan stroma
fibromiksoid bagian tepi dibatasi pseudocapsel jaringan ikat yang memadat. Tidak ditemukan
tanda malignansi.
Diagnosa Akhir

: fibroadenoma mamae multiple sinistra

Setelah di diagnosa, dokter spesialis bedah yang bertugas di RSPBA menyarankan untuk
operasi eksisi tumor. Setelah dilakukan operasi pasien dirawat inap selama 5 hari untuk
proses perawatan.

Perawatan hari-1
S : menyatakan nyeri pada luka operasi
O : pasien tampak menahan nyeri
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
Perawatan hari-2
S : menyatakan nyeri berkurang
O : tampak menahan nyeri
A : gangguan rasa nyeri
P : berikan posisi nyaman, observasi keluhan, kolaborasi dengan dr yumaidi terhadap
analgetik
Perawatan hari-3
S : menyatakan nyeri pada luka post operasi
O : tampak sedkit tak nyaman dengan luka operasi
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi, pemberian terapi analgetik, rencanakan GV besok pagi
Perawatan hari-4
S : mengatakan nyeri saat di GV
O : nampak menahan nyeri
A : gangguan rasa nyeri
P : lanjutkan intervensi, kolaborasi dengan dr yusmaidi pemberian analgesik
Perawatan hari-5
S : menyatakan nyeri post operasi berkurang
O : sudah terlihat rilex
A : masalah teratasi
P : pasien diizinkan pulang