P. 1
Karya Tulis Anugerah Kekayaan Intelektual 2009

Karya Tulis Anugerah Kekayaan Intelektual 2009

5.0

|Views: 610|Likes:
Dipublikasikan oleh Bio Perforasi

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Bio Perforasi on Apr 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

PROPOSAL

PEMBERIAN ANUGERAH KEKAYAAN INTELEKTUAL LUAR BIASA 2009

Ali Zum Mashar,ID (Inventor Teknologi Bioperforasi)

PENGHASIL HAK PATEN KATEGORI BIDANG TEKNOLOGI SUB BIDANG PANGAN

0

KARYA TULIS
INVENSI TEKNOLOGI UNTUK SWASEMBADA PANGAN MENJAMIN PRODUKSI PANGAN YANG BERKERAKYATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT INDONESIA

Ali Zum Mashar,ID (Inventor Teknologi Bioperforasi)

Sebagai Dokumen Pendukung Bukti Penerapan Hasil Karya Kategori Bidang Teknologi Sub Bidang Pangan

Untuk Usulan : PEMBERIAN ANUGERAH KEKAYAAN INTELEKTUAL LUAR BIASA 2009
1

INVENSI TEKNOLOGI UNTUK SWASEMBADA PANGAN MENJAMIN PRODUKSI PANGAN YANG BERKERAKYATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT INDONESIA

RINGKASAN
Membangun produktivitas pertanian adalah cara yang paling efektif untuk memberantas kemiskinan. Pertumbuhan PDB yang berasal dari sektor pertanian terbukti ”empat kali lipat lebih efektif” lebih berarti dibanding dengan sektor lain dalam mengurangi kemiskinan di negara berkembang. Memberikan teknologi kepada petani merupakan inti upaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan utama di daerah-daerah tertinggal, dan menjadi solusi bagi upaya peningkatan kesejahteraan petani tradisional, pengentasan kemiskinan dan penyerapan lapangan kerja. Mengitegrasikan unsur penemuan dan inovasi teknologi ”Bioperforasi”, menciptakan benih-benih unggul dan hibrida tanaman pangan melalui ”hibrid seed centre”, alih teknologi melalui pendampingan dan kawalan teknologi agar sosialisasi dan aplikasi teknologi dapat masuk ke dalam pola bertani dan budaya setempat, mengorganisasikan petani dalam kelompok tani kemiteraan dan memberikan modal stimulan untuk penerapan teknologi dalam usaha tani terbukti mampu meningkatan produktivitas budidaya tanaman pangan di tingkat petani sampai 300 % yang dampak positif pada peningkatan pendapatan dan perbaikan perekonomian petani dipedesaan. Atas keberhasilan peningkatan produktivitas dan manfaat yang telah dirasakan luas petani dengan meningkatnya pendapatan, penyerapan tenaga kerja langsung dan perbaikan mutu lingkungan pertanian dampak dari penerapan teknologi Bioperforasi, Negara memberikan anugerah adipura ”Kalyanakretya” sebagai hasil karya yang terunggul, teruji dan terterapkan di bidang pertanian dan agroindustri; Museum Record Indonesia (MURI) memberi anugerah dalam menciptakan tanaman kedelai lokal dengan produktivitas tertinggi 1.000 %; Word Intelectual Property Organization (WIPO) memberikan penghargaan International Paten Produktif, dan bahkan komisi V DPR-RI memberikan rekomendasi sebagai teknologi unggulan untuk swasembada.

2

1
MEMBANGUN PRODUKTIVITAS PERTANIAN PANGAN YANG BERKERAKYATAN, KONSISTEN DAN BERKELANJUTAN UNTUK ERA KEBANGKITAN EKONOMI INDONESIA
Oleh:

Ali Zum Mashar

3

A. LATAR BELAKANG Laporan Word Development Report (WDR) yang disampaikan oleh Word Bank di Washington DC, sabtu 20 Oktober 2007 baru-baru ini menggaris bawahi bahwa membangun produktivitas pertanian adalah cara yang paling efektif untuk memberantas kemiskinan di negara berkembang. Bila dibanding dengan sektor lain, pertumbuhan PDB yang berasal dari sektor pertanian terbukti ”empat kali lipat lebih efektif” dalam mengurangi kemiskinan. Joachim Von Amsberg (perwakilan Word Bank di Indonesia) mencermati kondisi yang sama di Indonesia, bahwa secara historis pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia adalah yang paling efektif memberantas kemiskinan di Indonesia (Kompas, 22 Oktober 2007). Perlu disadari bersama bahwa membangun pertanian Indonesia sebagai pertumbuhan ekonomi riil yang produktif saat ini dan ke depan dipandang vital dan strategis. Hal ini sangat relevan bila kita mencermati tingginya angka kemiskinan di Indonesia, lebih dari 80 persennya ada di pedesaan yang mereka bergantung hidup dari sektor pertanian. Laporan WDR juga menyebutkan bahwa sektor pertanian telah mepekerjakan lebih dari separuh tenaga kerja yang ada di negara berkembang, sektor ini di Indonesia menjadi tumpuan harapan yang penyerap 46% tenaga kerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hasil kajian WDR merekomendasikan bahwa mempertinggi produktivitas pertanian tanaman pangan utama di daerah-daerah tertinggal menjadi solusi bagi upaya peningkatan kehidupan petani tradisional dan pengentasan kemiskinan. Masih ada peluang dan sekaligus tantangan yang besar dalam membangun pertanian di Indonesia melalui peningkatan produktivitas pertanian yang mensejahterakan
4

rakyat. Peluang dan tanatangan tersebut adalah produktivitas tanaman pangan dan perkebunan yang masih rendah, Di sisi lain potensi lahan di Indonesia yang tersedia untuk pertanian masih besar seperti lahan tidur/terlantar (alang-alang) seluas 1,08 juta ha, Lahan pasang surut potensial seluas 9,5 juta ha dan lahan kering/tidur marginal 11 juta ha. Di Indonesia terdapat 45,79 juta ha tanah PMK (Ultisol), 14,11 juta Ha tanah Oxisol dan 27,06 juta ha Gambut (histosol) yang bisa diupayakan untuk pertanian. Sumberdaya iklim seperti cahaya matahari, iklim dan udara tropis yang mengandung gas-gas pendukung kesuburan tanah dan tanaman apabila dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik adalah suatu anugerah tersendiri. Kesemuanya itu akan dapat berubah menjadi kekuatan penggerak ekonomi yang maha dahsyat bila dapat dikelola dan dimanfaatkan secara sinergi dengan penguasaan teknologi sebagai penggerak produktivitas. B. SOLUSI : MEMBANGUN PRODUKTIVITAS BERBASIS TEKNOLOGI Atas laporan Word Bank di atas, penulis memberikan pandangan yang senada sinergistik dengan menyajikan bukti karya nyata dan solusi lapangan dari pengalamannya dalam membangun produktivitas pertanian bagi masyarakat petani miskin dan tradisional di daerah tertinggal dan daerah dengan sember daya pertanian yang marginal. Penulis menyimpulkan bahwa dengan memberikan teknologi produktivitas yang mudah dipahami ke dalam pola usaha tani / budidaya petani tradisional terbukti ampuh memberikan dampak nyata dalam memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan petani masyarakat pedesaan tersebut. Faktor kunci keberhasilan yang penulis terapkan dalam pemberdayaan petani tradisional di berbagai daerah tertinggal dan petani lahan marginal adalah: 1. membangun pertanian dengan memberikan teknologi terunggul yang berbasis plasma nutfah dan kultur asli
5

Indonesia. Dalam hal ini penulis memberikan penemuan (hasil invensi dan inovasi) untuk bisa diakses oleh petani yaitu: a. memberikan teknologi Bioperforasi / Bio P 2000 Z yang dipercaya petani (hasil paten Internasional: PCT/ID 01/00003; paten Nasional: ID 0 000 438 S dan ID 0016722, P20000367, P20000368, S2000073) dalam bentuk produk dan metode yang memiliki keunggulan: berdaya hasil nyata, terbuktikan dan teruji dalam meningkatkan produktivitas panen petani, mudah dan sederhana diterapkan serta konsisten berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas; b. memberikan solusi varietas/galur baru sebagai komoditi unggul kompetitif dan spesifik lokasi yang merupakan hasil rakitan genetis benih-benih unggul baru, seperti : 21 galur kedelai unggul produktivitas lebih dari 3 ton/ha dan jagung penemuan baru. c. membantu peningkatan produksi mitra petani padi, penulis memproduksi sendiri benih padi hibrida F1 hasil rekomendasi prof. Juan long ping (the father of hibrid rice) dengan membangun ”Hibrida Seed Centre” di lahan inti hamparan 60 ha dan lahan petani-petani mitera penangkar binaan di sekitarnya di daerah kabupaten Serang-Banten; 2. memberikan pelayanan alih teknologi dengan cara ”pendampingan petani” dan pengawalan teknologi minimal satu kali musim tanam sebagai bentuk sosialisasi dan pembelajaran dalam prektek dan penerapan ”learn by doing”, 3. mengorganisasikan petani dalam menejemen ”kelompok tani” cluster-cluster hamparan, membuat jaringan kemiteraan-kemiteraan dalam penguatan budidaya dan pemasaran dengan berbagai stake holder disektor pertanian,
6

4. mencari dan memberikan modal kerja stimulan dari berbagai sumber untuk perbaikan mutu budidaya petani sebagai bentuk pinjaman lunak yang harus dikembalikan baik dalam bentuk bagi hasil, simpan pijam, pengembalian biaya pokok sarana produksi dan lain-lain sesuai kesepakatan bersama yang dikemas dalam revolving dan saving kelompok. Penguasaan teknologi Bioperforasi (Bio P 2000 Z) oleh petani merupakan kunci atau ”Driver” peningkatan produktivitas yang berdampak nyata secara multi player, yaitu: a) menciptakan efisiensi untuk berproduksi per-satuan hasil yang di hasilkan dari panen; b) mengurangi ketergantungan terhadap input pupuk kimia pabrikan yang sering langka di lapangan; c) meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas; d) menghidupkan asset sumberdaya lahan yang marginal menjadi produktif sehingga membangkitkan gairah dan motivasi bagi petani setempat untuk bertani dan berproduksi secara maksimal berkelanjutan. C. HISTORIS ”PATEN” TEKNOLOGI PRODUKTIVITAS YANG BERNILAI

Teknologi bioperforasi ini berawal dari penemuan beberapa strain mikroba unggul dari ”laguna hitam gambut masam” di pedalaman lahan Gambut sewaktu penulis bertugas membina transmigran PLG Kapuas dan penemuan mikroba dari lahan pasir kuarsa di eks penambangan emas Palangkaraya-Kalteng yang memiliki sifat keunikan adaptasi dan sinergi dengan tanaman di atasnya. Kemudian melalui teknik rekayasa mutagenesis sederhana dan klonning menghasilkan mikroba masanger yang menstimulir konsursium mikroba unggul berguna lain, setelah melalui penelitian dan kajian secara seksama didapatkan kombinasi kultur mikroba yang kombinasinya mampu menghasilkan zat-zat bio aktif dan Bio agent yang mampu melakukan aktivitas ”bioperforasi”
7

pada tanaman dan pembenah kesuburan tanah secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Setelah melalui serangkaian uji lapangan dan laboratorium hasil penemuan ini penulis patenkan di Indonesia dan di organisasi paten dunia (International Beureu Patent). Konsorsium mikroba di atas setelah diramu dalam bentuk suatu produk kultur cair dan diberikan kepada petani untuk ditebarkan di lahannya untuk memperbaiki kesuburan, ternyata cara ini lebih mudah diterapkan oleh petani dan lebih murah dibanding dengan teknik lain dalam memperbaiki kesuburan tanah dan tanamannya. Bukti di lapangan menunjukkan teknologi Bioperforasi ini mengatasi faktor penghambat produktivitas tanaman dari dalam tanah dan tanaman. Dalam aplikasinya juga menyederhanakan teknik konvensional petani dalam mendapatkan peningkatan produktivitas seperti pengapuran lahan dalam menetralkan pH menjadi bukan hal yang pokok, mampu penetralan cemaran logam berat /racun tanah seperti pirit, memproduksi bahan organik mikro kompos, lebih toleran terhadap penghambat biofisik karena batasan genetis internal tanaman terhadap lingkungan tumbuhnya, dan pengkayaan unsur hara makro dan mikro secara alami di tanah melalui mekanisme fiksasi dan bio sintesa hara tanaman. Mengingat penemuan teknologi ini berasal dari sumber gen mikroba biota di tanah marginal asli di Indonesia yang beriklim tropis, maka dalam setiap penerapannya di lahan petani Indonesia hampir tidak dijumpai kendala yang berarti.

8

D. KONSISTENSI MEMBANGUN PRODUKTIVITAS: SEBUAH NYATA

KARYA

Perjalanan panjang penerapan teknologi Bio P 2000 Z secara konsisten memberikan kemajuan yang nyata dalam peningkatan produktivitas pertanian tanaman pangan dipetani binaan telah sepuluh tahun sejak ditemukannya teknologi Bio Perforasi ini. Bersama-sama petani dan mayarakat serta program pemerintah pusat maupun daerah, penerapan teknologi ini telah mendorong dan memotivasi berkembangnya pusat-pusat produksi menjadi sentra produksi maupun sentra agropolitan yang menyerap tenaga kerja dan investasi produktif. Dalam kurun waktu tersebut aplikasi teknologi telah mencapai puluhan bahkan ratusan ribu hektar, seperti: sentra produksi padi di kawasan Parit-Rambutan Ogan Ilir dan MusiBanyuasin Sumsel, lumbung pangan di Mesuji-Manggala Lampung, sentra kedelai di Banyuwangi dan Jember Jatim, Tanjung Jabung Timur – Jambi, Sentra Jagung di PurwodadiGrobogan Jateng, pembangunan kemitraan ”Community Development” pertanian di Kec. Bahodopi Morowali-Sulawesi Tengah, pertanian pangan di kawasan PLG Kapuas-Kalteng dan sentra pangan di beberapa kabupaten lain di Indonesia. Di tanah Toba bersama yayasan DEL dibangun Sentra Jagung dan Nanas di beberapa kabupaten di dataran tinggi Toba. Bukti-bukti keberhasilan di atas akan penulis sampaikan dalam tulisan kami yang bertema ”Karya Nyata Peningkatan Produktivitas Mengatasi Masalah”. Penerapan teknologi Bio Perforasi juga telah dimanfaatkan untuk membantu Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal P2MKT mempercepat pencanangan Kota Terpadu Mandiri Transmigrasi (KTM) sebagai program unggulan dalam percepatan kemandirian transmigrasi dan penciptaan lapang kerja baru. Pencanangan program ini diawali dengan panen raya pertanian pangan berproduktivitas
9

tinggi di daerah transmigrasi sebagai wujud penerapan teknologi produktivitas Bio P 2000 Z. Hasil peningkatan produktivitas tanaman pangan dengan teknologi ini telah terbukti mampu melipatgandakan peningkatan hasil produksi di lapangan hingga 250% – 300%. Pentingnya peningkatan produktivitas ini karena di sadari bahwa rata-rata produktivitas tanaman pangan di Indonesia masih rendah yaitu: rata-rata produktivitas padi = 4,6 ton/ha, jagung 4,5 ton/ha dan kedelai 1,3 ton/ha. Sedangkan rata-rata di daerah pertanian baru di luar jawa untuk padi = 3,5 ton/ha, jagung =3 ton/ha dan kedelai 0,8 ton/ha. Dengan menerapkan teknologi ini memberikan peningkatan produksi yang signifikan sebagaimana kronologis dan konsistensi bukti penerapan dari tahun ke tahun dan sertifikat produktivitas terlampir. E. ANUGERAH DAN DUKUNGAN ATAS ATAS BUKTI KARYA NYATA Atas konsistensi hasil penerapan, kemajuan yang dicapai dan kontribusi dalam pembangunan pertanian Nasional dan dampak penyerapan tenaga kerja, penghargaan dan pengakuan resmi yang telah diperoleh diantaranya dalam jajak pendapat Komisi V DPR-RI tahun 2001 merekomendasikan teknologi produktivitas Bio P 2000 Z sebagai ”teknologi unggulan” untuk mempercepat swasembada pangan. Mendapatkan ”Anugerah MURI dan Rekor Guiness Book” atas keberhasilan menciptakan pertumbuhan kedelai setinggi 4,5 meter dan buah mencapai 3.031 polong yang berarti mampu meningkatkan potensi produktivitas kedelai hampir 1.000 %; penghargaan pengakuan Internasional dari Word Intelectual Property Organization (WIPO)- Jeneva-Swiss, dan pada tahun 2003 Negara memberikan Anugerah medali emas yang diserahkan oleh presiden Megawati Soekarnoputri yang bertatahkan kalimat ”Kalyanakretya” yang artinya: ”yang terunggul, teruji, terbukti dan terterapkan” di bidang pertanian dan Agro Industri.
10

F. MEMBANGUN BIOREAKTOR, MEWUJUDKAN IMPIAN UNTUK MENGATASI KEMISKINAN DAN MEMBERIKAN SOLUSI KESEJAHTERAAN RAKYAT Menghadapi tantangan masih rendahnya produktivitas pertanian ke depan dan yang akan datang, saat ini telah dibangun pabrik/Bioreaktor untuk pembiakan mikroba yang terbesar di Indonesia bahkan di Asia tenggara yang di bangun di kawasan komplek Industri BUKAKA, Cilengsi-Bogor. Pabrik ini dibangun dengan bahan dan tenaga ahli 100% oleh putra-putri Indonesia, dimana ide dan disain murni langsung dari penulis (penemu) dan pengerjaan fabrikasi ”erection” pabrik dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli dari BUKAKA. Harapan dengan pembangunan pabrik Bioreaktor ini adalah agar teknologi Bioperforasi penemuan ini dapat lebih banyak membantu peningkatan produktivitas petani di berbagai daerah di Indonesia, sehingga mampu memenuhi permintaan produk dan teknologi dari petani mitera yang semakin berkembang. Penulis optimis, atas keyakinan dan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa teknologi ini dapat menjadi solusi bagi upaya mengurangi kemiskinan masyarakat pedesaan dan terpencil di Indonesia yang banyak bergantung dari mata pencaharian bertani. Selanjutnya berharap agar Negara dapat mempercepat pemulihan kebangkitan ekonomi rakyatnya khususnya yang bergantung dari sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas dan perndapatan dari pertanian dalam percepatan pengentasan kemiskinan menuju rakyat Indonesia yang sejahtera dan berjaya.

11

2
KARYA NYATA: PRODUKTIVITAS PERTANIAN MENGATASI MASALAH PANGAN RAKYAT

12

A. TEKNOLOGI LONCATAN PRODUKTIVITAS PADA KEDELAI NASIONAL Di tengah isu pro dan kontra terhadap pengembangan kedelai di Indonesia yang mengatakan produktivitas kedelai Nasional rendah (yaitu: 1,2 ton/ha), dan mengatakan bahwa kedelai adalah tanaman sub tropis, jadi tidak cocok di Indonesia sehingga tidak perlu dikembangkan dan lebih baik impor saja terus berupaya mempengaruhi kebijakan adalah pandangan yang menyesatkan bangsa. Dengan diketemukannya teknologi yang tepat ternyata kedelai lokal di Indonesia mampu berproduksi berkali lipat. Produktivitas kedelai di Indonesia bisa lebih tinggi dari produktivitas kedelai Amerika yang rata-rata 2,3 - 2,7 ton/ha, maka pandangan tersebut pupus dari kacamata akademis. Inovasi penemuan teknologi tersebut adalah teknologi Bio P 2000 Z yang mampu membuat kedelai tumbuh maksimal seperti pohon. Tinggi kedelai mencapai 4,5 meter dan buahnya pada satu pohon mencapai 3.031 yang merupakan rekor tanaman kedelai tertinggi dengan buah terlebat di dunia. Keberhasilan pertumbuhan tersebut dapat diprediksikan secara matematis kemampuan produksi kedelai Indonesia berpotensi 14 ton/ha – 30 ton/ha. Musium Rekor Indonesia (MURI) mencatat produktivitas kedelai tersebut dalam sejarah rekor kedelai tertinggi dan terlebat. Gambar di bawah ini adalah bukti visual tanaman, Prof. Tashi Ozawa (Ilmuwan Bioteknologi Jepang) berkunjung menyaksikan kedelai Edamame temuan Jepang yang ditanam di Indonesia diaplikasi teknologi Bio Perforasi mampu tumbuh setinggi 2,5 meter dengan buah mencapai 1.300 polong. Normal tanaman kedelai lokal hanya mampu tinggi rata-rata = 75 cm dan polong = 20–75 polong /tanaman, sedangkan kedelai edamame hanya setinggi 40 – 55 cm dengan buah kurang dari 50 polong per pohon dan ratarata 30 polong per pohon.

13

Prof. Tashi

Kedelai di Indonesia pada umumnya

bila ditanam dengan

cara konvensional hanya mampu berproduksi rata-rata antara 0,8 – 3,0 ton/ha. Namun dengan sentuhan teknologi Bioperforasi memiliki harapan rata-rata produktivitasnya 3,0 – 5,2 ton/ha yang berarti meningkat antara 200 % - 300%. Perubahan yang diakibatkan oleh teknologi ini signifikan sebagaimana gambar di bawah ini:

Prof. Endang Sukara, Deputi Ilmu Hayati LIPI ditengah tanaman kedelai

Penerapan Teknologi Bio P 2000 Z di beberapa daerah telah mendorong produktivitas masyarakat petani memberikan bukti nyata sebagai berikut :

14

Keterujian dan bukti nyata peningkatan produktivitas hasil di atas diketahui dan dukung dengan sertifikat hasil oleh pihak dinas pertanian maupun pihak pemerintah terkait. Dampaknya adalah sekarang di daerah daerah tersebut berkembang menjadi sentra produksi pertanian daerah.
B. PEMBERDAYAAN LAHAN MARGINAL, LAHAN GAMBUT MASAM DAN PASIR KUARSA

Lahan masam gambut, sulfat masam dan berpirit, lahan pasir kuarsa adalah lahan marginal untuk pertanian dan jumlahnya jutaan hektar salah satunya di PLG sejuta hektar Kapuas. Pemanfaatan lahan tersebut secara konvensional untuk pertanian akan mengalami banyak kendala teknis yang ditandai dengan rendahnya produktivitas dan bahkan jika tidak tepat penanganan akan mengganggu lingkungan. Menghadapi tantangan biofisik tersebut telah dilakukan rekayasa microbial dan inovasi organic sejak tahun 1998 – 2000 untuk pemberdayaannya dengan teknologi Bio Perforasi. hasilnya di PLG pada sekala terbatas saat itu mampu melipatgandakan produksi lebih dari 250% dari rata-rata setempat. Bahkan di lahan kritis yang memiliki tipe tanah marginal pasir kuarsa (di Palangka
15

Raya dan UPT Sei Gohong), teknologi ini mampu untuk budidaya kedelai dengan kisaran hasil mencapai 3,8 ton/ha jauh lebih tinggi dari hasil cara konvensional (umum petani) hanya mampu 0,4 - 0,6 ton/ha. Berikut ini fakta-fakta penanganan lahan Marginal Gambut dan Lahan pasir kuarsa di daerah-daerah potensial pertanian di Indonesia:

1. DI LAHAN GAMBUT PLG KAPUAS Sebelum di hentikan pengembang-an Lahan Gambut sejuta Hektar (PLG) Kapuas-Kalteng pada tahun 2000, sebenarnya telah berhasil ditemukan teknologi yang efektif dan efisien untuk menjadikan lahan Gambut layak untuk produksi tanaman pangan. Penanaman kedelai seluas 200 ha di UPT Dadahup B2, G1,G2,G3 dan Lamunti A2 dengan teknologi Bio P 2000 Z telah memberikan bukti bahwa kedelai mampu berproduksi lebih dari 3,0 ton/ha dan menepis anggapan sebelumnya bahwa kedelai tidak bisa tumbuh dengan baik di PLG. Bukti sertifikat produksi terlampir. Ujic oba pada tanaman Padi di UPT Dadahup A4 dan Palingkau SP1 saat itu mampu berproduksi 6,0 ton/ha. Bahkan cara microbial ini lebih efektif dan murah dalam meningkatkan pH Gambut tanpa Pengapuran.

LAHAN GAMBUT LAMUNTI A2 PLG-KAPUAS

16

2. DI LAHAN PASIR KUARSA Gambar di samping adalah tanaman kedelai yang di tanam di Balatrans P.Raya Kalteng dan di UPT Sei Gohong yang berlahan masam pasir kuarsa dan produktivitas hasil ubinan 4,2 ton/ha pada tahun 1998. Inovasi menyemai mikroba Bio P 2000 Z di lahan tersebut menjadikan lahan pasir kuarsa lebih produktif ditandai dg tumbuh suburnya kedelai ini sebagai tanaman indicator. Keberhasilan memberdayakan lahan pasir ini meyakinkan petani setempat untuk memanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif. Di lokasi ini sekarang telah berkembang menjadi sentra sayuran yang mensuplai kota Palangkaraya 3. DI LAHAN GAMBUT MESUJI Awal penempatan transmigran di lahan gambut pasang surut kawasan Mesuji Lampung produktivitas pangan sangat rendah yaitu padi 2 ton/ha, kedelai 0,7 ton/ha dan jagung 2,5 ton/ha. Tahun 2000, Menakertrans mengajak penemu mengintroduksi teknologi Bio P 2000 Z di kawasan tersebut. Hasilnya meningkat signifikan dan Menakertrans (Ir. Alhilal Hamdi) panen kedelai dihamparan lahan 50 ha dengan rata-rata produksi 2,5 – 5,2 ton/ha yang selanjutnya berkembang menjadi sentra pangan dan telah menjadi kota kecamatan. 4 April 2007 menakertrans dan Gub. Lampung panen Padi yang meningkat dari rata-rata 4 ton/ha menjadi 7 – 9 ton/ha melalui penerapan teknologi ini yang lebih intensif dan Menakertrans mencanangkan menjadi kawasan KTM.

DI LAHA N PASIR KWARSA 95 %

LAHAN GAMBUT MESUJI SP 6 – LAMPUNG

LAHAN GAMBUT MESUJI- LAMPUNG

PANEN RAYA PADI
DI KAWASAN KTM TRANSMIGRASI MESUJI OLEH: MENAKERTRANS, GUBERNUR LAMPUNG, BUPATI TULANG BAWANG

45

17

LAHAN MASAM Ps. SURUT AK. PADANG MUBA – SUMSEL

4. DI LAHAN PS. SURUT – MUBA Di daerah Air Kubang Padang Muba-Sumsel berahan Ps.Surut Sulfat masam adalah lahan lahan bermasalah untuk produksi tanaman pangan. Pada tahun 2000/2001 untuk menetralkan racun tanah dengan cara teknik microbial efektif merubah lahan menjadi produktif untuk memproduksi kedelai 2,8 ton/ha dan padi. Pengaruh dari penerapan mikroba Bio P 2000 Z semakin meningkatkan kesuburan lahan dan sekarang menjadi sentra produksi pangan daerah.

LAHAN GAMBUT PARITRAMBUTAN , OI - SUMSEL

Hasil : 7,9 ton/ha Gabah Kering Simpan di Lahan Gambut Trans UPT Rambutan OI, 2007

5. DI LHN GAMBUT P.S. OGAN ILIR UPT Parit dan UPT Rambutan adalah lokasi transmigrasi lahan Gambut Ps. Surut yang baru di buka dan warga trans yang ditempatkan baru 7 bulan. Secara normal lahan tersebut baru produktif dapat panen setelah 3 tahun diolah dan ditanami transmigran secara terus menerus. Dengan pendampingan transmigran agar menerapkan kawalan teknologi Bio perforasi, ternyata mampu langsung produktif menghasilkan panen kedelai 1,8 – 4,3 ton/ha dan pada padi hibrida produktivitasnya 7,9 ton/haGKG meski UPT tersebut belum berumur 1 tahun. Gambar di samping tampak anak transmigran di tengah pertanaman padi dan panen raya kedelai oleh Menakertrans dan gubernur Sumsel sebagai awal dicanangkannya Kota Terpadu Mandiri (KTM) Transmigrasi

18

6.    DI LHN  PS. SURUT  TANJAB  TIMUR ‐ JAMBI  Di    lahan    ps.  surut    bergambut  Desa  Rantau  Rasau  –  Tanjung  Jabung  Timur,  Jambi  adalah  lahan  potensial  pertanian.  namun    produktivitasnya   rendah,  meski  sudah  10  tahun  di  usahakan.   Tahun  2002  dilakukan  trobo‐san  produksi  untuk  meningkatkan  Melalui  kesejahteraan  petani. 

GUBERNUR JAMBI SERIUS MEMPERHATIKAN

teknologi  Bioperforasi  dilakukan  pilot  project  penanaman  kedelai  seluas  400  ha  dan  berhasil.    Panen  raya  dilakukan  (bukti  oleh  Gubernur  Jambi  dengan produktivitas  2,6 – 4,6 ton/ha  sertifikat  terlampir).  Keberhasilan  dalam  pemberdayaan  lahan  Ps.Surut  bergambut  tersebut  memotivasi  Pemda  dan  masyarakat  setempat  mengelola  lahan  tersebut  lebih  intensif  dan  hasilnya  sekarang  kawasan  tersebut  sebagai  sentra  produksi  pangan  (Padi,  Kedelai      dan  Jagung).   7.  DI LAHAN GAMBUT  KALBAR   Lahan  Gambut  di  Kalbar  seperti  di  kawasan  Rasau  Jaya  dan  Sungai  bulan  adalah  daerah  pertanian  yang  diunggulkan  sebagai  Kawasan  Agropolotan.  Namun  daya  dukung  kesuburan‐nya  rendah  karena  sifat  gambut.  jagung  Melalui  dan  Teknologi  BioPerforasi  lahan  tersebut  ditanam  produktivitasnya   meningkat dari 4 – 6 ton/ha menjadi 7  –  9  ton/ha  jagung.  Saat  ini  sudah  didirikan  pabrik  untuk  menampung  jagung petani mitera bianaan   
LAHAN GAMBUT TANJAB TIMUR -JAMBI

C. PEMBERDAYAAN PETANI TRADISIONAL DI
19

PEDESAAN YANG BERADA DI SUMBER DAYA LAHAN MARGINAL DAN DAERAH TERPENCIL.

Tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran tidak kentara di pedesaan menjadikan alas an utama untuk membangun produktivitas sebagai solusiuntuk memberikan penaingkatan kesejahteraan. Pengalaman penulis dari penanganan daerahdaerah terpencil daerah transmigrasi pada kultur masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah besar perannya membangun keberhasilan pemberdayaan petani mitera yang berbasis produktivitas dan penerapan teknologi. Faktor penentu dalam memperbaiki kehidupan petani adalah menjadikan subur lahan yang dimiliki sebagai asset utamanya sehingga pertanamannya akan lebih produktif dan efisien. Penerapan teknologi Bioperforasi ke dalam pola usaha tani masyarakat telah mampu mencerdaskan dan meningkatkan semangat petani untuk memperoleh hasil tertinggi 1. SIMARHOMPA KEC. SIPAHUTAR – dalam usaha taninya. TAPUT-SUMUT Pemberdayaan masyarakat desa Memulai dengan percontohan terpencil dilakukan dengan terbatas dan memberikan meningkat-kan produktivitas bukti-bukti nyata telah tanaman nanas dengan tumpang mendorong beberapa daerah sari tanaman jagung ketinggian 1200 mdpl di desa Siabal-abal III dusun berkembang menjadi daerah Simarhompa dengan kultur sentra produksi. Beberapa masyarakat Adat suku Batak yang daerah tersebut antara lain kental. Semula produktivitas jagung sebagai berikut: rata-rata 3 ton/ha, meningkat
menjadi 7– 8 ton/ha. Setelah dua tahun Nanas berproduksi dari 15 - 25 ton/ha meningkat menjadi 40 – 60 ton/ha. Gambar di samping adalah para peserta petani binaan (desa sekitar: Onan Rungu, Pangaribuan dll.) sedang mendapatkan pelatihan teknologi dan di bawah adalah petani nanas yang berhasil mengatasi kemalasannya menjadikan lahannya sebagai lahan produktif.

20

PANEN PERDANA JAGUNG HASIL PENERAPAN KEMITRAAN BIOTEKNOLOGI BIO P 2000 Z

2. SITOLUAMA KEC.BALIGE–TOBASA Di desa Ujung Tanduk dlakukan kemitraan tanam jagung dengan membuka lahan tidur masyarakat dibawah binaan yayasan DEL dengan menerapkan Bioteknologi Bioperforasi. Meski lahan bukaan baru hasil yang hasilnya 300 % lebih tinggi yaitu rata-rata 9 ton/ha lebih tinggi dari cara konvensional. Potensi ini masih dapat ditingkatkan jika petani mau lebih intensif dalam budidaya karena terbukti tanaman mampu berproduksi dengan jumlah tongkol tiga kali lipat dari normalnya Petani 100% dapat mengembalikan pinjaman yang diberikan. Hal ini belum pernah terjadi pada bantuan usaha tani sebelumnya. 3. PURWODADI - GROBOGAN Awal tahun 2001 di lahan pegunungan kapur eks. Perhutani desa prawoto dan godong yang dikelola bersama masyarakat melalui program PHBM dilakukan pilot project penanaman jagung dengan penerapan teknologi Bio perforasi seluas 50 ha. Hasilnya ternyata di sela-sela bebatuan kapur yang tandus tanaman jagung tumbuh subur dan petani dapat panen rata-rata 6 - 10 ton/ha. Dampaknya selama 3 (tiga) tahun kemudian penanaman jagung terus berkembang pesat hingga puluhan ribu hektar gunung kapur eks. hutan jati tertutup oleh tanaman jagung seperti tampak gambar disebelah. Ekonomi masyarakat petani pinggir hutan meningkat.

TERNYATA RATA-RATA 1 BATANG = 2 – 3 TONGKOL SAMA BESAR, ..... POTENSI YANG LUAAAR BIASA !!!

21

4. AGROTEKNO PARK PALEMBANG Gambar di samping adalah panen jagung di Agrotekno Park Palembang Pilot Project kementrian ristek dalam penerapan teknologi temuan baru untuk dapat dimanfaatkan petani. Setelah menerapkan inovasi Bio P 2000 Z terjadi peningkatan produktivitas yang kemudian petani memanfaatkan. 5. GROBOGAN – JATENG Gambar di samping adalah panen jagung di Grobogan di lahan seluas 2000 ha atas keberhasilan dalam memproduktifkan lahan tidur terlantar melalui kemiteraan teknologi petani. Dulunya daerah ini adalah kantong kemiskinan, sekarang menjadi sentra jagung dan petani lebih sejahtera. 6. BANYUWANGI – JATIM Gambar di samping adalah panen kedelai di Banyuwangi di lahan PHBM seluas 1.300 ha hasil penerapan Inovasi Bio P 2000 Z. Sebelumnya lahan ini produktivitasnya kurang memuaskan dan setelah kemitraan bersana Perhutani, Pemda, teknologi dan petani menjadi lebih mensejah-terakan dan menyerap tenaga kerja bagi penduduk desa dipinggiran hutan. 7. MAJALENGKA – JABAR Panen Jagung dan kedelai di Majalengka (Jati tujuh) hasil kemitraan Koperasi tani dan swasta (modal dan teknologi Bio P). Hasil kemitraan menunjukkanpeningkatan produktivitas yang signifikan dan kemudian diikuti oleh petani kedelai sekitar untuk memasok bahan baku tahu Sumedang

LAHAN TANDUS SETELAH DIKELOLA DG TEKNOLOGI BIO P2000Z MENYULAP MENJADI GUNUNG JAGUNG

BERSAMA PETANI BINAAN BIO P 2000 Z

22

PANEN RAYA JAGUNG DI MALAM HARI Produktivitas 9 – 10 ton/ha

8. MUSI RAWAS – LUBUK LINGGAU Panen kedelai di Musi RawasLubuk Linggau atas meningkatnya produktivitas melalui pemberian teknologi pada petani. Kawalan teknologi Bio P2000 diberikan melalui kerjasama Pemda dengan LIPI untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian petani 9. DARAWOLONG KERAWANG JABAR Panen raya kedelai bersama Menperindag hasil pilot project kemiteraan petani seluas 150 ha sebagai upaya peningkatan produktivitas kedelai di daerah sentra kedelai Kerawang. Produktivitas meningkat 200 %, sekarang cara penerapan teknologi ini terus dikembangkan utk tanam kedelai

DIRJEN BINA PRODUKSI TANAMAN PANGAN DAN BUPATI GROBOGAN, 2003

PANEN RAYA BERSAMA DI JATIM

Panen kedelai YN dengan Teknologi Bio P 2000 Z (1300 Ha.)

10. LOMBOK – NTB Panen raya kedelai di Lombok. Tanam kedelai kemitraan dilakukan setelah panen padi untuk peningkatan IP 300 dengan penerapan teknologi Bio P 2000 Z sebagai solusi mengoptimalkan pemanfaatan lahan, pendapatan dan sediakan lapangan pada musim kering. 11. JEMBER –JATIM Kebun kedelai Edamame kemiteraan petani, PT ASI dan PT. ALAMI dengan penerapan teknologi Bio P. Disamping peninmgkatan produktivitas, dampak nyata dari kemitraan ini adalah penyerapan lapangan kerja dan tumbuhnya usaha ekonomi baru karena untuk memenuhi pasar ekspor. 12. CSR PT DOVER CHEMICAL Membantu Petani dengan bantuan alat mekanisasi, irigasi dan teknologi Bio P 2000 Z untuk keberhasilan petani seang-Banten

23

13. NABIRE – PAPUA Kedelai di Nabire Papua telah dikem-bangkan dengan Bio P oleh transmigran. Pada awalnya petani kesulitan pupuk dan benih, kemudian dibantu sekaligus dalam bentuk paket teknologi. Hasilnya menunjukkan produksi yang baik dan terus dikembangkan petani. 14. SUKOHARJO –SOLO JATENG Gambar ini adalah pertanaman kedelai di desa Karanganyar, Sukoharjo – Jateng di lahan tadah hujan pada awal musim hujan. Kemiteraan penerapan teknologi Bio P 2000 Z yang dibantu melalui pemda setempat menjadikan tingkat keberhasilan panen dan produktivitas yang tinggi petani. Sekarang daerah ini adalah sentra kedelai. 15. REJANG LEBONG – BENGKULU Kebun percontohan kedelai Rejang Lebong yang tampak subur. Dulu daerah ini sentra Jahe, namun tanahnya terus mengalami penurunan kesuburan dan banyak penyakit. Percontohan teknologi dilakukan untuk mengem-balikan kesuburan tanah dan meyakinkan petani tetap bertanam tanaman pangan dan musiman. 16. SUMATERA BARAT Gubernur Sumatera Barat panen Padi hasil penerapan Bio P 2000 Z di Pulo Punjung Sumatera Barat, Hasil panen petani berlimpah memberikan dampak peningkatan pendapatan.

PENINJAUAN MENJELANG PANEN DI LOMBOK KERJASAMA PT. KEMSEED ENVIRO

POLA TANAM PASCA PADI MK I HASIL PRODUKTIVITAS RIIL LAPANGAN 2,3 – 3,2 t/ha

24

17. SENTRA HIBRIDA DI SERANG Padi Hibrida di Pusat Pengembangan Hibrida Sada Tani Serang-Banten pola kemiteraan petani. Paket teknologi Bio P dan benih hibrida meningkatkan produktivitas dari 4,5 – 5,5 ton/ha menjadi 9,0 – 12,5 ton/ha. Agar menjamin kesinam-bungannya saat ini dikembangkan pula seed centre hibrida. 18. MOROWALI - SULTENG Gambar ini adalah kemitraan Community Development petani bersama PT. Bintang 8 Mineral di Bahodopi –Morowali. Kawalan paket teknologi barunya merubah pola tradisional produksi rendah menjadi tinggi. 19. MESUJI – LAMPUNG Padi Kemitran di desa Tanjung Mas Makmur, Kec. Mesuji, Tl.Bawang – Lampung, Maret 2007. Bersama kelompok tani upaya penerapan kawalan teknologi panen meningkat. Kawalan teknologi yang diberikan telah meningkatkan produktivitas padi dari 6 t/ha menjadi 8 – 9 ton/ha. 20. PANEN RAYA PRESIDEN Gambar ini adalah Tanaman Padi binaan Bio 2000Z di Bukit Mindawa Dharmasraya.-Sumbar yang sukses dipanen oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas keberhasilan teknologi dalam meningkatkan produktivitas padi di Luar Jawa. 

25

D. BELAJAR DARI ALAM, MEMECAHKAN MASALAH DAN MEMBERI SOLUSI JITU

Fenomena alam adalah kenyataan dan pelajaran terbaik. Banyaknya lahan marginal dan prodiktivitas pertanian yang rendah merupakan permasalahan dasar yang harus di jawab dengan kerja keras dan karya nyata. Dengan ketekunan dan konsistensi mencari jawaban permasalahan tersebut, satu persatu permasalahan tersumbatnya produksi tanaman 1. SOLUSI MENETRALKAN pH TANAH GAMBUT dan leveling off akan dapat Ditemukannya sekumpulan dipecahkan. Beberapa karya mikroba penetral kemasaman di produktif yang memberikan solusi lahan gambut, lebih efektif, murah dan ramah lingkungan. Dibuktikan tersebut di antaranya:

sumur di lahan petani yang masam pH 3,5 setelah di sebar mikroba ini menjadi pH 6,2, peningkatan tersebut setara pemberian kapur 16 ton/ha. 2. SOLUSI KESUBURAN DI LAHAN PASIR KUARSA MASAM Pasir kuasa tidak memiliki bahan pengikat dan miskin hara. Namun jasa mikroba mampu tumbuh dan membentuk bahan organic biofilm pengikat agregat sehingga tanaman dapat tumbuh dan memanfaatkan hara dari mineral air yang melaluinya. 3. SOLUSI PIRIT/ SULFAT MASAM.  Tanah Gambut dan Rawa/ pasang surut bermasalah adanya endapan tanah beracun “pirit atau sulfat masam”. Ternyata mikroba tertentu memakan kelebihan racun ini dan dirubah menjadi bahan organic sehingga tidak lagi menjadi racun tanah.

Gambar Sumur embung gambut

air di

lahan

Gambar penanaman kuarsa

di lahan pasir

26

PERAN MIKROBA DALAM MEMPERBAIKI MUTU TANAMAN

Maksimasi Potensi Genetik dan Transgenetik Bunga dan Buah Produktif
Pacu pertumbuhan vegetatif dan generatif

4.

Memicu proses fotosintesis secara efisien

Cabang Banyak

Daun Subur & Lebat

HASIL PANEN (Berlipat ganda)
Akar Banyak dan Panjang

Kesehatan dan Ketahanan
PERTUMBUHAN CEPAT Efisiensi dan efektifitas pemupukan

Akar Sehat dan Aktif

TERAPAN TEKNOLOGI HARAPAN 3 ton/ha

PENEMUAN TEKNL. BIOPERFORASI Penemuan teknologi telah di patenkan. Teknologi ini memberikan solusi komprehensif dalam mengatasi anasir penghambat di dalam tanah dan tanaman. Sekumpukan mikroba mutagenesis mampu menghasilkan zat Bioaktif yang bekerja dan menjadi kunci Bioperforatic sehingga bermanfaat bagi pemicu kesuburan tanaman dan tanah. miskin hara.

TANPA BIO P

0,8 - 1 ton/ha

PENEMUAN METODA BUDIDAYA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN Pengalaman dalam budidaya pertanian di berbagai daerah di Indonesia dihasilkan teknik yang peningkatan prosuktivitas yang efektif dan diterima oleh pola pertanian rakyat. Aplikasinya dikemas dalam paket teknologi BENIH RAKITAN GENETIK UNGGUL pendampingan dan kemiteraan yang memberikan peningkatan hasil secara nyata.
DENGAN BIO P BIO P 2000 PLUS 3 – 4,5 ton/ha 20 – 30 ton/ha

5.

6.

GAL BARU GAL. BARU VAR. NASIONAL

PENEMUAN BENIH UNGGUL : 21 GALUR KEDELAI DAN 3 GALUR JAGUNG Gambar di samping adalah benih-benih unggul penemuan penulis 21 galur kedelai baru dengan potensi produksi rata-rata > 3,0 tonlha dan 3 galur Jagung Hibrida berpotensi 13 ton/ha. Deskripsi keunggulan terlampir. Rakitan benih baru ini sebagai upaya memberikan solusi ke depan dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan petani. Selain itu calon benih-benih unggul ini merupakan rakitan keragaman genetis unggul yang telah beradaptasi di Indonesia sebagai kekayaan bangsa.

27

E. MEMBANGUN PRODUKTIVITAS PERTANIAN YANG DIDUKUNG KARYA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN YANG BERTARAF INTERNASIONAL Agar keberhasilan dalam menciptakan produktivitas pertanian dapat berkelanjutan dan terus berkembang, maka penguasaan teknologi, Sumber Daya Manusia pencipta teknologi yang cerdas dan kompetitif serta kemampuan “Reseach and Development” yang handal sangat diperlukan. Penguasaan teknologi bukan semata sekedar mampu mengaplikasikan teknologi yang ada seperti sebagai teknologi “Penjahit” namun lebih penting lagi adalah mampu melakukan inovasi “menemukan dan menciptakan” teknologi yang bertaraf “paten” yang dapat menghasilkan produk Industri hulu untuk mendukung pembangunan produktivitas pertanian. Beberapa karya nyata penemuan penulis yang telah menghasilkan dampak industri Pabrik Bioperforasi ini adalah “Bioreaktor” yang diantaranya yang utama sebagai berikut: 1. PABRIK “BIOREAKTOR” UNTUK PRODUKSI MIKROBA BIOPERFORASI DAN PABRIK PUPUK ORGANIK BERIKUT TURUNANNYA
PABRIK BIO P 2000 Z
KAPASITAS = 10.000 lt/hari ~ 2000 ton Urea; 400 ton SP-36; 250 ton KCl ~ setra utk 1.700 ha/hr

memproduksi biang mikroba “terbesar” di Asia Tenggara dengan kapasitas 11 ton/hr mikroba induk. Pabrik dibangun dari hasil teknologi yang telah “Garanted Paten” berada di komplek Industri BUKAKA CilengsiBogor oleh tenaga ahli Indinesia dan beroperasi dg 100% bahan baku local. Produknya adalah mikroba, enzim & pupuk organik. Gambar di samping ini adalah perbenihan padi hibrida F1 di “Sadatani Hibrid Seed Centre” Teknologi produksi benih padi hibrida telah dikuasai berkat kerjasama dengan Prof. Yuan Long Ping (The father of hybrid rice) dari Yunan– China. Keberhasilan alih teknologi produksi benih padi hibrida F1 menepis ketergantungan benih impor dan dapat mempercepat Swasembada

2. “SADATANI HIBRID SEED CENTRE” UNTUK PERBENIHAN PADI HIBRIDA F 1 SELUAS 60 HEKTAR

28

LAMPIRAN
FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN YANG TELAH DIAPLIKASIKAN/ DIINDUSTRIKAN DARI HASIL PATEN TEKNOLOGI

29

LAMPIRAN
DOKUMEN KERJASAMA KEGIATAN PENERAPAN/ PEMANFAATAN PATEN TEKNOLOGI

30

LAMPIRAN
DOKUMEN BUKTI LEGITIMASIHASIL KEGIATAN PENERAPAN/ PEMANFAATAN KARYA TEKNOLOGI

31

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->