Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH

MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH


SEL DARAH MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA MENCIT
(Mus musculus)
Alfriana Margaretha Sihombing1, Andreas Vetra1, Miranti Fitri Khairunissa1, Ramadhani
Qurrota A'yun1, Siti Nurul Zhahara1
1

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung


Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
Email: vetraandreas@students.itb.ac.id

ABSTRAK Setiap eritrosit mengandung 280 juta molekul hemoglobin dan setiap eritrosit
dapat membawa lebih dari satu milyar molekul oksigen pada suatu waktu. Sekitar 98,5%
oksigen dalam darah terikat pada hemoglobin. Zat besi merupakan salah satu komponen
penting dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah. Venofer, salah satu obat yang
dapat meningkatkan konsentrasi hemoglobin dalam darah merupakan zat besi yang
diselubungi sukrosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendedahan
Venofer terhadap jumlah sel darah merah dan konsentrasi hemoglobin pada mencit (Mus
musculus). Digunakan enam ekor mencit dalam penelitian ini, dengan tiga ekor mencit
sebagai kontrol yang didedahkan akuades dan tiga ekor mencit didedahkan Venofer.
Pendedahan dilakukan selama sembilan hari dengan metode injeksi intravena. Berdasarkan
hasil penelitian, rerata jumlah sel darah merah dan konsentrasi hemoglobin pada mencit
yang didedahkan Venofer mengalami kenaikan sebesar 15.7 % untuk kenaikan sel darah
merah dari keadaan awal dan 6.4 % untuk kenaikan kadar hemoglobin dari keadaan awal.
Kenaikan jumlah sel darah merah dan konsentrasi hemoglobin disebabkan oleh zat besi
yang terkandung dalam Venofer. Zat besi merupakan zat yang dibutuhkan dalam
eritropoiesis dan sintesis hemoglobin.
Kata Kunci : hemoglobin; sel darah merah; Venofer; zat besi

Pendahuluan

Setiap eritrosit mengandung 280 juta molekul hemoglobin dan setiap eritrosit dapat
membawa lebih dari satu milyar molekul oksigen pada suatu waktu. Sekitar 98,5%
oksigen yang berada dalam aliran darah terikat pada molekul hemoglobin di dalam
eritrosit[9] . Tanpa hemoglobin, oksigen tidak dapat terdistribusi ke seluruh tubuh. Oleh
karena itu, penting untuk menjaga bahkan meningkatkan konsentrasi hemoglobin dalam
darah. Konsentrasi hemoglobin dalam darah dapat berkurang karena pembentukan
eritrosit terganggu akibat kadar zat besi dalam darah berkurang. Kekurangan zat besi
yang berlebihan dapat menyebabkan iron-deficiency anemia

[15]

. Salah satu cara untuk

mencegah kekurangan zat besi yang berlebihan adalah dengan menerima asupan zat besi
dari luar tubuh. Venofer (iron sucrose) adalah suatu produk pengganti zat besi yang

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH


MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus
memiliki ciri-ciri berwarna coklat, steril, dan mengandung campuran polimer yang terdiri
dari besi (III) hidroksida kompleks, dikelilingi oleh sejumlah besar ikatan non kovalen
molekul sukrosa yang penggunaanya melalui injeksi di intravena [2].
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pendedahan venofer terhadap
jumlah sel darah merah dan konsenterasi hemoglobin pada darah mencit (Mus Musculus).

Metodologi

2.1

Pemeliharaan Hewan Percobaan

Mencit yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam ekor mencit jantan dengan berat
berkisar antara 35-53 gr yang dibagi menjadi dua kelompok. Mencit ditempatkan dalam
kandang. Kandang-kandang tersebut ditempatkan pada ruangan dengan suhu 25 4C
dengan siklus 12 jam terang dan 12 jam gelap. Persediaan makan dan minum diberikan
setiap hari secara ad libitum.

2.2

Pendedahan Injeksi Intravena

Pada penelitian ini digunakan Mus musculus sebagai objek yang diberi perlakuan. Enam
ekor mencit dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari tiga ekor
mencit yang didedahi akuades, dan kelompok kedua terdiri dari tiga ekor mencit yang
didedahi Venofer. Kelompok mencit yang didedahi akuades berlaku sebagai kontrol.
Pendedahan dilakukan dengan cara injeksi intravena. Pendedahan zat dilakukan setiap
hari selama sembilan hari (hari 1-9). Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali,
sehari sebelum perlakuan dimulai (hari ke-0) dan sehari setelah perlakuan berakhir (hari
ke-10). Data berupa jumlah eritrosit dan konsentrasi hemoglobin mencit yang dihitung
dari pengamatan terhadap sampel darah. Sampel darah diambil dari sinus orbital mencit
pada pengambilan data awal (hari ke-0) dan diambil dari ekor mencit pada pengambilan
data akhir (hari ke-10).

Hasil Pengamatan

Penelitian dilakukan selama 11 hari. Hasil data yang diperoleh ditunjukkan dalam gambar
1 dan gambar 2. Perubahan jumlah sel darah merah pada mencit (Mus musculus) kontrol
dan mencit yang diberi perlakuan ditunjukkan pada gambar 1 sedangkan perubahan
konsentrasi hemoglobin mencit kontrol dan mencit yang diberi perlakuan ditunjukkan
pada gambar 2. Kedua gambar menunjukkan bahwa pendedahan Venofer meningkatkan

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH


MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus
jumlah sel darah merah dan konsentrasi hemoglobin pada mencit Pada mencit kontrol
yang didedahkan dengan akuades, terjadi penurunan pada jumlah sel darah merah dan
konsentrasi hemoglobin.
Jumlah Eritrosit Mencit (Mus musculus)
40.00
35.00
30.00

34.47
28.79

32.70
28.26

25.00

Jumlah Eritrosit (x 10^6/mm^3 ) 20.00


15.00
10.00
5.00
0.00
Awal

Kontrol

Perlakuan

Akhir

Gambar 1. Grafik data perbandingan jumlah eritrosit pada mencit dalam satuan juta/ mm kubik saat sebelum
dan sesudah didedahkan Venofer 100 mg dengan dosis 0.1ml/ mencit/ hari selama 9 hari untuk kelompok
mencit perlakuan dan didedahkan akuades 0,1 ml/ mencit/ hari untuk kelompok mencit kontrol

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH


MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus

Konsentrasi Hemoglobin Mencit (Mus musculus)


14.00
13.50

13.73
13.27
12.87

13.00
12.50

Konsentr asi Hemoglobin (g/dL)

11.90

12.00
11.50
11.00
10.50

Awal

Kontrol

Perlakuan

Akhir

Gambar 2. Grafik data perbandingan konsentrasi hemoglobin pada mencit dalam satuan gram/dL saat
sebelum dan sesudah didedahkan Venofer 100 mg dengan dosis 0.1ml/ mencit/ hari selama 9 hari untuk
kelompok mencit perlakuan dan didedahkan akuades 0,1 ml/ mencit/ hari untuk kelompok mencit kontrol

Peningkatan jumlah sel darah merah pada mencit yang didedahkan Venofer disebabkan
berhasilnya Venofer dimanfaatkan oleh tubuh mencit. Venofer merupakan sebuah
aqueous complex dari poly-nuclear iron (III)-hydroxide dalam sukrosa.
Venofer memiliki rumus struktur sebagai berikut [13] :

[Na2Fe5O8(OH) 3(H2O)]n m(C12H22O11)


Di mana: n merupakan derajat polimerisasi besi dan m merupakan jumlah molekul sukrosa yang terikat
dengan besi (III) hidroksida.

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH


MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus
Melalui injeksi intravena, Venofer terdisosiasi menjadi besi dan sukrosa. Sukrosa pada
akhirnya akan dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi dan besi (dalam bentuk
Fe3+) akan dibawa oleh transferrin dalam bentuk kompleks dalam darah menuju sel target
termasuk sel darah merah yang sedang dalam tahap perkembangan di dalam sumsum
tulang merah[13]. Transferrin merupakan protein yang dapat ditempeli oleh besi dan
mengalir ke seluruh tubuh

[7]

. Besi dapat menempel dengan lebih kuat pada transferrin

dalam bentuk Fe3+. Pada proses pembentukan sel darah merah, sel darah merah yang yang
sedang berkembang akan menyerap transferrin tersebut. Besi dalam bentuk Fe3+ yang
berada dalam kompleks transferrin-besi kemudian dirubah ke dalam bentuk Fe 2+ sebelum
dirilis oleh agen pereduksi yang secara alamiah ada di dalam sel seperti sistein, NADH,
dan NADPH

[16]

. Besi dalam bentuk Fe2+ inilah yang dibutuhkan dalam proses

pembentukan dan perkembangan sel darah merah [4].


Proses pembentukan sel darah merah atau disebut juga dengan eritropoiesis memerlukan
dua unsur penting, yaitu enzim eritropoietin dan Fe 2+ (zat besi). Eritropoiesis melibatkan
interaksi antara zat besi dan eritropoietin. Enzim eritropoietin adalah akselerator yang
mendorong terjadinya eritropoiesis

[6]

. Zat besi diibaratkan sebagai bahan bakar untuk

produksi sel darah merah baru. Ketika keduanya saling menyatu, maka produksi sel darah
merah akan lebih cepat dan efisien. Jika salah satu komponen tidak ada (misalnya
kekurangan zat besi) maka akan timbul anemia. Bahkan ketika kedua komponen tersebut
tersedia, komponen tersebut harus terkoordinasi dikirim ke sumsum tulang untuk
tindakan yang tepat. Misalnya, jika zat besi tiba 6 jam setelah erythropoietin mencapai
sumsum tulang, produksi sel darah merah akan suboptimal. Erythropoietin tersebut akan
digunakan pada sel-sel yang tidak dapat meresponnya. Sehingga jumlah erythropoietin
yang sedikit saat zat besi tiba menyebabkan produksi sel darah merah menjadi lambat

[10]

Sintesis hemoglobin juga memerlukan keberadaan zat besi. Dalam sintesis hemoglobin,
zat besi bersama dengan enzim ferrochelatase mengubah protoporfirin menjadi heme.
Heme inilah yang kemudian bergabung dengan polipeptida-polipeptida membentuk
hemoglobin [3] .
Penurunan jumlah sel darah merah dan penurunan drastis pada konsentrasi hemoglobin
pada mencit kontrol (didedahkan akuades) yang ditunjukkan pada gambar 1 dan gambar 2
disebabkan adanya data mencit yang mati pada hari ke 2 percobaan. Adapun penurunan
jumlah sel darah merah dan konsentrasi hemoglobin pada mencit kontrol diduga

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH


MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus
disebabkan oleh hemolisis yang terjadi secara in vivo ataupun in vitro. Hemolisis diduga
terjadi setela pendedahan akuades pada saluran intravena dan juga hemolisis yang terjadi
di luar tubuh mencit saat sampel darah sudah diperoleh [5]

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian , Venofer (Iron sucrose) berpengaruh pada

perubahan jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin. Mencit yang diinjeksi Venofer
mengalami peningkatan jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin.

Daftar Pustaka
[1] Anatkov A. Gekova K. 1970. Problems of Hem. Bld. Transfusions. Med.
Physioculture, 13:
295-298
[2] Aspen Pharmacare. 2010. Product Information : Venofer. Australia : Therapeutic
Goods Administration
[3] Bunn and Saunders. 1986. Hemoglobin: Molecular, Genetic, and Clinical
Aspects. New England : Harvard University
[4] Danielson B., et al. 1996. Pharmacokinetics of Iron(III)-Hydroxide Sucrose
Complex

after a Single Intravenous Dose in Healthy Volunteers. Drug

Research 46: 615


621
[5] Giuseppe Lippi, et at., 2012. Hemolysis. Berlin : Walter de Gruyter GmbH & Co.
[6] Greer , et al., 2009. Wintrobes Clinical Hematology. Philadelphia: Lincott
Williams and Wilkins
[7] Life Extension Foundation (2013). Transferrin. Retrieved Desember 15, 2013,
from Life Extension: Foundation for Longer Life: http://www.lef.org/VitaminsSupplements/ItemLC004937/Transferrin-Blood-Test.html
[8] Hedrich, H. J. (2012). The Laboratory Mouse. London: Elsevier.
[9] Martini, F. H., Nath, J. L., & Bartholomew, E. F. (2012). Fundamentals of
Anatomy and Ninth Edition. San Fransisco: Pearson.
[10]Okam, Maureen. 2000. The Interaction of Iron

and

Erythropoietin.

sickle.bwh.harvard.edu (diakses pada tanggal 22 Oktober 2013 pkl. 23.30)


[11]Patimah, S. 2007. Pola Konsumsi Ibu Hamil dan Hubungannya Dengan Kejadian
Anemia Defisensi

Besi.

Jurnal

Penelitian

Kesehatan.

Jakarta:

Fakultas

Kedokteran. hlm.8
9.
[12]Perret, Marcell. 2013. Mouse Biomethodology. San Antonio : Laboratory Animal
Resources Center, The University of Texas

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH


MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus
[13]Services, U. D. (2000). VENOFER (iron sucrose) injection, solution . Retrieved
Desember 7, 2013, from Daily Med:
http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/lookup.cfm?setid=626dc9e5-c6b4-4f9c9bf4-774fd3ae619a
[14]UMN. 2013. Normal Lab Values (References only). Retrieved from University of
Minessota

Medical

School

Medical

Students

Website

www.students.med.edu/wedmannual/normallabs.php#Hematology (diakses pada


tanggal 23 Oktober 2013 pkl. 03.05)
[15]Wirakusumah, E. S. 1998. Perencanaan Menu Anemia Gizi Besi. Jakarta: Trubus
Agriwidya.

hlm. 5-11

[16]Welch, S. (1992). Transferrin: The Iron Carrier. Florida: CRC Press, Inc.

PENGARUH PEMBERIAN VENOFER TERHADAP JUMLAH SEL DARAH


MERAH DAN HEMOGLOBIN PADA Mus musculus