Anda di halaman 1dari 1

Di sela waktu ujian nasional kami siswa kelas 3 sma tetap belajar seperti biasa.

Namun sabtu itu terasa beda, karena terlihat beberapa orang dengan memakai
pakaian kedinasan yang datang kesekolahku. Seusai jam belajar selesai kami
dikumpulkan oleh kepala sekolah karena ada beberapa pengumuman dari sekolah.
Sekali lagi, orang orang itu terlihat di depan bersama dengan kepala sekolah.
Kepala sekolah memberitahukan bahwa ternyata orang-orang itu merupakan utusan
dari DIKTI Jakarta, entah angin apa yang membawa mereka kesini. Bapak-bapak itu
menjelaskan bahwa karena kami merupakan provinsi baru, ya Kaltara atau
Kalimantan Utara adalah sebuah provinsi baru. Atas dasar provinsi baru, DIKTI
mempunyai sebuah program bernama Afirmasi yang bertujuan untuk meratakan
pendidikan khususnya bagi daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal). Sungguh
ironi bukan, setelah setengah abad lebih negara ini merdeka, masih saja terjadi
ketimpangan sosial dimana-mana.
DIKTI menjelaskan kepada kami bahwa kami berkesempatan melanjutkan
pendidikan tinggi ke universitas yang memang cukup ternama dengan tanpa biaya
sepeserpun. Kami diberikan form untuk memilih universitas dan jurusan yang kami
mau, setelah itu kami mengumpulkannya kembali. Kebanyakan temanku waktu itu
memilih jurusan kedokteran. Namun mataku tertuju kepada sebuah tulisan Institut
Teknologi Bandung. Aku berpikir untuk memilih ITB, karena menurutku waktu itu ini
adalah sebuah Perguruan Tinggi yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.
Sebenarnya waktu itu aku sudah diterima di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta.
Namun karena aku ingin mencoba hal baru dan juga ingin tahu lebih, aku memilih
ITB dan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. Faktor lain karena aku juga
ingin