Anda di halaman 1dari 130

RADIOLOGI

MUSKULOSKELETAL
Dr. Muh. Ilyas, Sp.Rad
Dr.Junus Baan, Sp.Rad
BAGIAN RADIOLOGI FK UNHAS

Jump to first page

Pendahuluan
Pemeriksaan Rontgen Tulang memberi informasi :
1.

Lesi tulang & jaringan Lunak sekitarnya

2.

Adanya fraktur/ancaman fraktur patologis

3.

Asal/Sifat suatu lesi(jinak/ganas)

4.

Sebagai guide untuk biopsi

5.

Follow Up perjalanan penyakit

Jump to first page

Saat ini peralatan radiologi semakin canggih


misalnya :
X-ray
CT Scan
MRI
Skintigrafi
USG
Angiografi
Pemeriksaan radiologik X-Ray konvensional
masih memegang peranan utama
Jump to first page

Jump to first page

Tulang terdiri dari bahan-bahan


25% air
30% organik
45% anorganik ( densitas tulang radiopak ) :
Ca phosphat 85%
Ca carbonat 15%
Tulang mendapat suplai darah dari 3 sumber :
1. Arteri nutrisi(lekukan a.nutricia pd foto tulang
2. Arteri metafise & epifise(yg mensuplai langsung pd
metafise & epifise
3. Art. Periost berhubungan langsung dgn pembuluh darah
merupakan percabangan a.nutricia yg menyelusuri
sistim Havers & Volkman pd tulang2

Jump to first page

ANATOMI RADIOLOGI
BUKU MESCHAN I :
1.

Articular cartilage

2.

Subarticular of epiphyse

3.

Epiphysis

4.

Epiphyseal line

5.

Metaphysis

6.

Diaphysis
Jump to first page

4.
3.
2.
1.

5.
6.
Jump to first page

KELAINAN TULANG DAN SENDI


1.

ANOMALI PERKEMBANGAN/KONGENITAL

2.

INFEKSI

3.

TRAUMA & FRAKTUR

4.

PENYAKIT DEFISIENSI TULANG

5.

PENYAKIT DISPLASIA TULANG

6.

TUMOR TULANG

7.

AVASCULAR NEKROSIS/ASEPTIK NEKROSIS

8.

PENYAKIT DEGENERATIF SENDI/METABOLIK

Jump to first page

1.ANOMALI PERKEMBANGAN /KONGENITAL


1.

2.

Arthrogriposis Multiple Congenital kegagalan


pembentukan otot
Ekstremitas atas :
a. Absen tulang : hemipelia distal
Phacomelia proksimal

Jump to first page

b. Synostosis Radius & Ulna


c. Tangan :
Brachyphalangea ( pendek )
Brachydactili (metacarpal pendek)
Tubular bone panjang
Polydactyli

Jump to first page

3.

Pelvis :

Nargle & Robert pelvis :


a. Satu sayap sacrum absen
b. Robert = Nagle bilateral

Iliac Horns Prossesus menonjol kearah


dorsal dr permukaan sayap ilium

Jump to first page

4. Ekstremitas bawah :

Diskolasi kongenital dr coxae(panggul)

Coxa vara kongenital: - femur bowing &


memendek bilateral

Patella bipartite & multipartite

Pseudoarthrosis congenital Tibia & Fibula


a. 1/3 tengah / bawah
b. Sering lesi pd fibula

Kaki & ankle :


- Pes equino varus
- Ball & sochet ankle foot
Jump to first page

5. Columna vertebralis :
- Coronal clefts vertebra spina bifida
- Hemivertebra
- Sacralisasi
- Lumbalisasi
- Scoliosis

Jump to first page

Jump to first page

Jump to first page

2.INFEKSI OSTEOMYELITIS
a. Pyogenic / suppurative
* Stafilokokus * Pneumokokus
* Streptokokus
* Salmonella
Penyebaran
- Hematogen dari focus infeksi
(tenggorokan
& kulit)
- Kontaminasi luar (fraktur terbuka/operasi
tulang )
b. Spesifik/ non suppurative
- TBC, virus, dan jamur
- Perlangsungan lambat dibanding pyogenic

Jump to first page

OSTEOMYELITIS
a. Akut :
- biasanya pada anak-anak
- metaphysis tulang (femur distal, tibia
proksimal, proksimal dan distal humerus
radius, ulna serta pada corpus vertebra)
Radiologi :
- Osteolitik
- Periosteal reaction
- Soft tissue swelling
Jump to first page

b. Kronik :
Terapi tidak adekuat
Radiologik

Osteosclerosis (banyak)

Diameter tlg besar/bertambah

Kontur tulang tdk rata, cortex tebal

Bisa ada osteolitik

Kadang-kadang terlihat sekuester

Jump to first page

Acute osteomyelitis
Jump to first page

Jump to first page

TBC TULANG BELAKANG SPONDILITIS TBC


Lesi pd corpus vertebra ada 3 tempat :
A.
Tipe marginal
- dekat diskus intervertebra atas/bawah
- destruksi ostiolitik bgn depan corpus vertebra &
cepat merusak discus discus sempit
- dua atau lebih corp.vert berdekatan terlibat
- wedge/baji gibbus
- Spider leg app
- Kronis timbul kalsifikasi pd abses
- tidak tampak osteosclerotik

Jump to first page

B. Tipe Sentral
- Abses /cold abses ditemukan pd bagian
tengah corpus vertebra
- discus lambat terkena
- bila meluas ke tepi tulang proses sama
tipe marginal
C. Tipe anterior
- berlangsung dibawah periosteum
- meluas dibawah lig.Longitudinalis anterior
- kerusakan discus intervertebra lambat
Jump to first page

Jump to first page

Jump to first page

TBC TULANG PANJANG


Rontgen :
- terutama metafise tulang panjang
- osteolitik lebih dominan
- kadang2 tepi osteosklerotik ringan
- periosteal reaction ringan tidak ada
- soft tissue swelling ringan
Primer dapat di tulang
Sekunder hematogen

Jump to first page

Tuberculosis of the knee


Jump to first page

Tuberculosis of right hip


Jump to first page

3. TRAUMA & FRAKTUR TULANG


a. Trauma dapat bersifat

Ringan : Hematoma kadang pd foto tulang tidak


terlihat
Berat ; subluksasi, dislokasi disertai fraktur

Eksternal : tabrakan, jatuh

Internal : kontraksi otot yg kuat & mendadak, mis :


epilepsi, tetanus & renjatan listrik
b. Fraktur
- adalah rusaknya kontinuitas tulang, kartilago atau
keduanya & disertai kerusakan jaringan.lunak
- fraktur dapat terbuka atau tertutup
Jump to first page

Evaluasi foto
1.

Diagnostik segera setelah terjadi trauma

2.

Post reposisi

3.

1-2 minggu apakah kedudukan berubah/tidak

4.

6-8 minggu callus forming

5.

Setiap perubahan / pergantian traksi

6.

Menjelang keluar RS

Jump to first page

Komplikasi Fraktur
1.

Osteomyelitis

2.

Non Union (neoarthrosis)

3.

Bone artrophy

4.

5.

Bone formation in muscle myositis


ossificans
Deformitas berat

Jump to first page

Beberapa type fraktur

Fr.transversal
Fr. oblique/spiral/screw
Fr.kominutif lebih dari 2 fragmen
Fr.avulsi
Fr.green stick (pada anak-anak)
Fr.kompressi vertebra
Fr.impressi tengkorak
Fr. linier

Jump to first page

Fr.transversal

Fr.oblik

Fr. kominutif
Jump to first page

Fr.Kompressi
Jump to first page

Fraktur radius bagian distal


a.Fraktur Colles
fr.radius bagian distal (sampai 1 mm
dibagian distal) dengan angulasi ke
posterior, dislokasi ke posterior dan deviasi
fragmen distal ke radial
b. Fraktur Smith
Fr.radius bagian distal dengan angulasi
atau dislokasi fragmen distal ke volar
Jump to first page

Fr.Colles

Jump to first page

Fraktur radius dan ulna


a. Fr.Monteggia
fr.ulna bagian proximal dengan dislokasi
kaput radii
b. Fr.Galeazzi
fr.radius bagian distal dengan dislokasi
ulna bagian distal
Jump to first page

Fr. Galeazzi

Fr. Monteggia
Jump to first page

Fr. Galeazzi
Jump to first page

Fr. Monteggia
Jump to first page

Fraktur Patologis
1.
2.

1.

Fr.trauma berat
Fr.Spontan/patologis, mis:
- tumor tlg : ( primer, sekunder)
- infeksi: ( osteomielitis)
Fr.stress :
oleh trauma ringan & terus menerus
mis : fr.march metacarpal
fr.tibia Penari Ballet
fr. Fibula pelari jarak jauh
Jump to first page

Lain-lain
- Fr.bentuk T, V, atau Y
- Fr. Impacted
- Fr.longitudinal

Jump to first page

4.PENYAKIT DEFISIENSI TULANG


A. Rickets (Hipovitaminosis D)
1.

2.

Kelainan tulang akibat defisiensi vit D,kerusakan


ginjal, kerusakan absorbsi mineral (usus)
Rontgen
1. Pembesaran chondrocostal junction
(rachitis rosary)
2. Cupping metafise (tarikan otot-otot & ligamentum)
3. Bowing tulang2 panjang
Jump to first page

4. Kadang2 Greenstick fraktur


5. Kalsifikasi subperiosteal
6. Tepi ala ossis ilii (irreguler)
7. Dens metaphysial line yang normal
menghilang (irreguler+frayed)
8. Kepala: Fontanella + sutura ( masih terbuka)
9. Osteoporosis

Jump to first page

Rickets
Jump to first page

Jump to first page

B. Scurvy (hipovitaminosis C)

1.

Akibat defisiensi Vit C terjadi kegagalan


pembentukan jaringan Intraseluler termasuk
tulang, kartilago & endotel

2.

Pembentukan tulang terhambat, sedangkan


reabsorbsi tetap terjadi (osteoporosis)

Jump to first page

3.

Rontgen :
1. Osteoporosis general
2. Ground Glass Appearance
3. Cortex tipis
4. Metafise lebar (cupping)
5. Pelkens sign marginal spur formation
6. Wimbergers sign marginal ring
calcification pada pusat2 osifikasi di epifise
7. Subperiosteal hematoma mengalami
kalsifikasi
subperiosteal bone
Jump to first page

Femur & tibia around


the knee in scurvy
Jump to first page

Scurvy
Jump to first page

Jump to first page

5.DISPLASIA TULANG
Yakni gangguan bentuk tulang atau modelling intrinsik tulang
A.Fibrous displasia
Terdiri atas 2 bentuk yaitu monostatik (femur, tibia, iga,&
muka) dan Polistatik (beberapa tulang unilateral)
Rontgen :
1.

Ground glass app

2.

Cortex utuh & lebar

3.

Endosteal cortex tipis & scalloping

Jump to first page

4.

Diafise lebar & ekspansi

5.

Kadang-kadang sklerotik menonjol

6.

Kepala : tepi sklerotik, diploe lebar, tabula


eksterna menonjol (interna jarang kena), sklerotik
dibasis tengkorak & crista sphenoid serta facial
bone (penebalan&sklerotik tulang2 muka & dasar
tengkorak, terjadi obliterasi dari sinus maxilaris

Jump to first page

Fibrous dysplasia:
Ireguler circumscribed destruction of
bone with thick sclerotic margin
Jump to first page

B. Osteogenesis Imperfecta :
terdiri atas 2 bentuk yaitu congenital (sejak lahir)
dan tarda (gejala baru tampak waktu anak2)
Rontgen :
1.
Tulang2 osteoporosis (ground glass appearance)
2.
Multiple fracture
3.
Bowing ekstremitas inferior
4.
Vertebra bikonkaf
5.
Deosifikasi tulang + diameter tlg lebar
6.
Kepala : - tabula tipis + warmian bone
7.
Protrusio acetabuli
Jump to first page

Jump to first page

C. Achondroplasia
Semua tulang panjang (ekstremitas) memendek
sedangkan Corpus Vertebra normal panjangnya.
Rontgen :
1.

2.

3.

Tulang2 panjang pendek & simetris


(micromelia)
Proximal lebih pendek daripada distal
(rhizomelia) humerus lebih pendek dari
radius, femur lebih pendek dari tibia
Metafise lebar & cupping (distal tulang panjang)
Jump to first page

4. Tulang jari tangan pendek % lebar, mis jari 3 & 4


sama panjang (trident hand)
5. Tulang belakang : wedge/baji (vertebra lumbal),
tepi belakang Corpus Vertebrae membulat
(concaf) sehingga foramen Intervertebralis
lebar,diameter
Antero-Posterior
pedikel
memendek
6. Kepala membesar (branchycephaly)
7. Fibula head lebih panjang dari tibia (sama halnya
ulna terhadap radius)
8. Tulang pelvis bentuk champagne (acetabular
angle mendatar)
Jump to first page

Achondroplasia

Jump to first page

Jump to first page

Jump to first page

6. TUMOR TULANG
Dapat benigna/maligna serta bisa primer/
Sekunder (metastase) :
Untuk membedakan maligna atau tidak :
1.

Umur penderita

2.

Lamanya gejala2 nyeri & pembengkakan serta


kecepatan pembesaran

3.

Besar kecilnya tumor


Jump to first page

4. Jumlah lesi (mono/polistatik)


5. Lokalisasi dalam tulang
6. Densitas : osteolitik, osteosklerotik &
campuran
7. Struktur tumor : tepinya, destruksi: sentral/
tepi, bentuk reaksi periosteal, kontinuitas
cortex
8. Bentuk tulang keseluruhan : bengkok, ada
fraktur
Jump to first page

0 - 5 thn
: neuroblastoma
2. 5 - 20 thn
: ewing tumor
3. 10 - 25 thn
: osteosarcoma
4. 20 - 40 thn
: giant cell tumor
5. 20 - 70 thn
: lipoma
6. 30 - 45 thn
: fibrosarkoma
7. 30 - 50 thn
: periosteal sarcoma
8. 30 - 60 thn
: chondrosarcoma
9. 30 - 70 thn
: hemangioma
10. 40 - 80 thn
: metastase, Multipel Mieloma
3 Hal penting lesi pada tulang
* infeksi/neoplasma
* benigna/maligna
*primer/sekunder
1.

Jump to first page

Klasifikasi tumor tulang :


A. Dari jaringan Skeletal
1. Jaringan tulang:

a. Jinak: bone island, osteoma, osteoid


osteoma, osteoblastoma
b. Ganas ; Osteosarkoma, periosteal
sarcoma

Jump to first page

2. Kartilago :
a.

Jinak

:Khondroma,Khondroblastoma,
Khondromixoid Fibroma

b. Ganas ( Khondrosarcoma )
3. Jaringan Fibrosa :
a. Jinak

: Fibrosa, Brown Tumor

b. Ganas : Fibrosarkoma
4. Giant Cell ( Giant Cell Tumor )
a. Jinak

: GCT,ABC {Aneurysma Bone Cyste}

b. Ganas : Giant Cell Tumor Maligna

Jump to first page

Klasifikasi Tumor Tulang :


B. Dari Jaringan Lain Dalam Tulang :
1. Pembuluh Darah : Hemangioma,Glomus
Tumor,Hemagio Sarcoma
2. Saraf : Neurofibroma,Neuroblastoma,
Neurofibrosarcoma
3. Lemak : Lipoma,Liposarcoma
4. Natokord : Chordoma
5. Epitel : Dermoid, Adamantinoma
6. Limfoid/Hemopoetik ; Limfoma, Leukimia,
Plasmositoma,Multipel Mieloma
Jump to first page

C. Dari Sendi Sinovioma


D. Tidak Diketahui :
a. Jinak

: Solitary Bone Cyst

b. Ganas

: Ewing Tumor

Jump to first page

Tumor Jinak :
1. Bone Island ( Enostosis )
Ro : - Soliter/ Multiple
-Terletak di Medulla ( Selalu )
- Densitas Homogen
- Tepi dapat Irreguler Terjadi
Spikula ke cavum Meduller

Jump to first page

Sclerotic bone island in the distal


femur & proximal portion of tibia

Jump to first page

2. Osteoma :
Ro : - Dapat di Kepala, Sinus
Paranasalis
- Ukuran 2.5 Cm
- Densitas Tinggi, Tegas,
Tepi Rata & Homogen

Jump to first page

Jump to first page

3. Osteoid Osteoma
Pria : Wanita = 3 : 1
Dekade 2 / 3
Predileksi :
Diafise Tulang Panjang (50% Femur Bagian
Proksimal )
Tibia
Skull Jarang
Ro : - Area Radiolusen Oval/Bulat Tepi Sklerotik
- Densitas Tinggi
- Diameter 2.5 Cm
Jump to first page

Benign osteoblastoma (Giant osteoid osteoma)


Jump to first page

4. Osteochondroma
-Pertumbuhan keluar dari tulang berasal dari cortex
diafise tulang panjang
-menjauhi sendi
Ro :
- Tipe pedunculated (khas tonjolan tulang dari
cortex dengan gambaran dari trabekula lesi masuk
dalam medulla melalui defek dari cortex )
- Kalsifikasi dalam lesi
- Ukuran 8-10 cm arah menjauhi sendi
- Pada pelvis dan scapula gambaran irreguler
dengan densitas tinggi memberi gambaran Bunga Kol

Jump to first page

Jump to first page

Giant Cell Tumor (Osteoclastoma)


Usia 20 40 thn
Amat jarang terjadi sebelum maturitas tulang
Kadang2 multifokal pada tangan.
Lesi soliter, predileksi di lutut, ujung distal radius, kadang-kadang
pada sacrum, pelvis & vertebra.
Ro :

Zone radiolusen, khas terletak tepat pada cortex dibawah


sendi
Letak eksentris pada ujung tulang panjang
Tidak ada kalsifikasi / occifikasi kecuali setelah terjadi
fraktur patologis
Gambaran khas : trabekulasi,berbentuk Soap Bubble
App40% kasus
Jump to first page

Tepi Osteolitik
Batas lesi tidak tegas, reaksi tulang negatif
Cortex menipis dan ekspansi
Lesi dapat ekspansi ke jaringan lunak, tanpa
kalsifikasi

Angiografi hypervascular, dengan banyak


pembuluh darah & shunting arteriovenosa
DD : Aneurysmal Bone cyst,
chondroblastoma,Fibrous Dysplasia

Jump to first page

Giant cell tumor of bone


Jump to first page

Jump to first page

Aneurysmal Bone Cyst


Etiologi tidak diketahui
Kadang2 terjadi sesudah fraktur
Terjadi pd anak2 dengan predileksi pada
tulang panjang
Pada vertebra umur 10-20 thn,
terutama pada arcus neuralis, jarang pada
corpus, kebanyakan beberapa vertebra
kena.
Jump to first page

Ro :
Area reabsorbsi tulang yang khas dengan
ekspansi tulang
Ukuran lesi bervariasi 2-20 cm
Cortex menipis & ekspansi
Tepi endosteal berbatas tegas dengan cortex
Soap Bubble Appearance
Terdapat zona transisi antara lesi dengan medulla,
kadang2 dengan sedikit sklerosis. Sering mirip
dengan osteoclastoma. Kadang2 tepi scalloped
atau irreguler, tepi sklerotik
Angiografi mirip Osteoclastoma
DD : Osteoclastoma /Giant Cell Tumor
Jump to first page

Aneurysmal bone cyst

Jump to first page

Aneurysmal bone cyst involving


the distal metaphysis & epiphysis
of femur
Jump to first page

Jump to first page

Tumor ganas
1. Osteosarcoma
menurut letak (sentral,perifer)
menurut lesi (osteolitik,osteosklerotik,
campuran)
Pria > wanita

Jump to first page

Ro :
Predileksi : distal femur, jarang tibia, sternum,
costa, kepala
Letak lesi : metafise / diafise
50% sklerotik, dapat osteolitik, campuran (tepi tidak
teratur)
Reaksi periosteal gambaran sunburst/Sun
Ray
Khas lain : destruksi cortex & invasi ke jaringan
lunak
Soft tissue swelling
Codman Triangle
Jump to first page

Osteosarcoma of lytic type involving the distal femur


Jump to first page

Jump to first page

Jump to first page

2. Fibrosarcoma
5 % tumor skeletal
Low grade pain 1 thn
Sering di medulla
Metafise
80% sekitar lutut

Jump to first page

Ro :

Khas osteolitik

Di medulla (khas area radiolusen irreguler)

Ekspansi cortex

Soft tissue swelling (ok perluasan jaringan lunak)

Tidak ada/ jarang ada reaksi periosteal

Jump to first page

Periosteal fibrosarcoma of forearm involving the ulna


Jump to first page

3. Khondrosarcoma
Umur : 30 70 thn
Predileksi : Pelvis, costa, proximal femur
Ro :
destruksi korteks lokal, batas tidak tegas
batas jaringan sehat & lesi tidak dapat
dibedakan
sentral tumor kalsifikasi tidak teratur
erosi endosteal, scalloping
pop-corn appearance
Reaksi Periosteal Lamellar
Jump to first page

Jump to first page

Chondrosarkoma
Jump to first page

4. Ewing Tumor
Asal dari medula
Umur 5 20 thn
Predileksi : tulang2 panjang
Ro :
Reaksi periosteal berlapis-lapis (Onion Skin
Appearance)
Segitiga Codman
Sklerotik kadang2 & sebagai garis longitudinal
Destruksi tulang
Soft tissue swelling
Jump to first page

Ewings tumor

Jump to first page

5. Sinovioma
70% ekstremitas inferior lutut
Kurang 30 thn
Amat ganas cepat metastase ke KGB
Ro :
Massa jaringan lunak sekitar sendi
Banyak kalsifikasi
destruksi tulang irreguler dekat sendi
Penebalan sinovia & erosi perlekatan kapsula
Jump to first page

Jump to first page

6. MM (Multiple Mieloma)
Tumor primer ganas sumsum tulang
Ro :
Osteoporosis cortex menipis
Osteolitik
Punch out lesion multiple, bulat, tegas, intak,

ukuran bervariasi
Tepi dlm kortex scalloping
Kadang2 lesi ekspansif & memberi gbr soap
bubble DD : metastasis
Jump to first page

Jump to first page

7. Metastasis
Dapat osteolitik, osteoblastik
Batas tidak tegas
Tepi irreguler & kadang2 tepi sklerotik
Predisposisi metastase urutan terbanyak :
vertebra
iga & sternum
tengkorak & pelvis
tulang2 lain

Jump to first page

7. NEKROSIS AVASKULER TULANG

( OSTEOCHONDRITIS, OSTEOCHONDROSIS, INFARK TULANG)


Adalah suatu kelainan tulang dimana satu segmen tulang
kehilangan suplai darahnya sehingga elemen sel
didalamnya mati osteonekrosis
Pada umumnya tidak ada proses infeksi
Ro :
Akut tak tampak kerusakan
Stadium sedang difuse osteoporosis, densitas
normal pada daerah avaskuler
Jump to first page

Stadium lanjut :
a.

Sendi besar (pinggang & bahu terjadi


mikrofraktur korteks, diikuti kompressi
trabekula

&

kolaps,sehingga

sendi

mendatar disertai densitas subarticular


tumbuh bersamaan trabekula tertekan
kedalam ruang yang lebih kecil

Jump to first page

a.

Infark di metafise & subartikuler


bagian sentral lusen

b.

Bone within Bone tampak sebagai


densitas linier didalam & sejajar cortex

c.

Kelainan epifise Cone epiphyse


disebut fusi prematur

Jump to first page

LOKASI2 KELAINAN OSTEOCHONDRITIS


1. Corpus verteba Calve Disease
2. Vertebral epiphyse Scheuermann disease
3. Capitulum Humerus Panners Disease
4. Lunatum Kienboeck disease
5. Proxphlanges (jari) thiemmanns disease
6. Caput metacarpal dietrich disease
7. Caput femoris calve leg perthes

Jump to first page

1. Distal collum femoris coxa vara


2. Tibia/apophysis tibia osgood schlatter
3. Condylus medial tibia blounts disease
4. Colcaneus apophysis sever disease
5. Naviculare alban kochler
6. Caput metatarsal Freiberg Kochler

Jump to first page

Jump to first page

Osteoporosis

Defenisi :
Suatu penyakit skeletal yang bersifat
sistemik,ditandai oleh berkurangnya massa
tulang dan memburuknya mikrostruktur
tulang dengan akibat jaringan tulang dengan
akibat peningkatan kerapuhan serta
kerentanan tulang terhadap fraktur

Jump to first page

Pencitraan pada osteoporosis

1. Radiologi konvensional
- foto vertebra terdiri dari 4 grading
- foto femur menggunakan indeks Singh
- Metakarpal
2. Fotodensitometri/Radiografi Densitometri
3. Single Photon Absorptiometry (SPA)
4. Quantitative Computed Tomography (QCT)
5. Pheripheral Quantitative Computed Tomography (POCT)
6. Dual Energy X-Ray Absorptiometry (DXA)
7. Sonodensitometri
8. Neutron Activation Analisys
9. Sinar HAmbur Compton (Compton Scattering )
10. Sidik Radioisotop
11. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Jump to first page

8. PENYAKIT DEGENERATIF SENDI


A. SPONDYLOSIS / SPONDYLOARTHROSIS
Osteo Arthritis dari Spine
Rontgen :
- Spur formation / osteophyte
> Anterior
> Posterior
> Lateral
- Dapat terjadi bridging bamboo spine
- Marginal sclerosis dari corpus vertebra
- Spur dapat menjulang kedalam (foramen
Intervertebralis paling sering cervical
(C5,C6,C7) ggn neurologis
Jump to first page

Jump to first page

B. OSTEOARTHRITIS (OA)
- Osteoarthrosis degeneratif joint disease
- Predileksi mulai pada lutut
- Wanita > pria
Rontgen (jari2) paling sering distal interphalangeal joint

Selalu sendi menyempit

Permukaan sendi irreguler

Herbendens Nodes pada aspect dorsal dari basis


phalang distal spurformation
Subchondral cyst like defect

Jump to first page

Ro (Lutut) :

Spur aspek posterior patella


Spur formation : condylus tibia proximal,femur
distal, eminentia intercondyloidea tibia
Sendi menyempit aspek medial
(DD.Rheumatoid : menyeluruh sendi)

Jump to first page

Jump to first page

C. PSORIATIC ARTHRITIS
Destruksi Predominant mengenai distal
interphalangeal joint (seperti OA)
Terjadi ankylosing pada interphalangeal joint
DD.
Rheumatoid pada interphalangeal joint
Ruang sendi lebar permukaan jelas
Destruksi artritis pada interphalangeal joint dari ibu jari
kaki
Osteoporosis Ringan
Kaki lebih jelas menunjukkan psoriatic arthritis
Mineralisasi tulang tidak terganggu

Jump to first page

PSORIATIC ARTHRITIS
Jump to first page

D. ANKYLOSING SPONDYLITIS
Marie strumpells/von bechterews/rhematoid
spondylitis wanita = pria biasa pada orang muda
Rontgen :
Sacro-iIiac Joint kabur (SI) melebar menyempit
sklerosing/ankylosing (bilateral)
Mulai selalu di SI Joint
Squaring anterior corpus vertebrae
Osteoporosis umum

Kalsifikasi ligamentum + paraspinal soft tissue


Bamboospine
Destruksi discus
Syndesmophyte formation
Jump to first page

Jump to first page

Jump to first page

Jump to first page

E. RHEUMATOID ARTHRITIS
- Wanita > pria
- Multiple & Symetris
- Paling sering terkena : proksimal interphalangeal
joint,metacarpophalangeal joint,wrist joint
(radiocarpal), tidak semua joint bisa terkena.
Rontgen :

Periartikular soft tissue swelling


fusiform (spindle sharped)

bentuk

Jump to first page

Osteoporosis daerah periarticular


Celah sendi menyempit destruksi rawan
sendi
Marginal erotion juxta articular arthritis
mutilans
Ankylosing tulang + subluxatio
Ulnar deviation dari jari2 Akibat subluxatio
( flexi extensi swan neck Appearance )

Jump to first page

RHEUMATOID ARTHRITIS WITH SCLERODERMA


Jump to first page

F. GOUT
Pria > Wanita
Lebih 40 thn
Rontgen :
Perubahan Rontgen baru terlihat pada
serangan berulang2
Pada umumnya hanya mengenai satu joint
metacarphalangeal joint (tetapi sendi lain tangan
& kaki bisa kena)
Deposit Na. urat tidak radioopak (tidak terlihat,
hanya terlihat periartikuler & joint swelling
Jump to first page

Osteolitik juxta artikular kecil/besar batas


tegas

Ada subartikuler cystic area tepi sklerotik


Over hanging edge,D0,3-3 cm atau disebut
PUNCHED OUT

Bila ada deposit Ca pada tophi tophi terlihat

Sendi sempit

Osteoporosis kurang

Jump to first page

Jump to first page

Jump to first page

FOTO KEPALA
Informasi/kelainan2 dapat :
Fraktur
Infeksi
Tumor : - primer
- sekunder
Sinus paranasalis
Kongenital
Tanda2 peningkatan tekanan intra kranial :
Sutura melebar
Impressiones digitatae
Destruksi sella
Jump to first page

Jump to first page