Anda di halaman 1dari 3

PENGANTAR HUBUNGAN INTERNASIONAL

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)


Minggu I Pengenalan Mata Kuliah & Literaturnya
II Istilah & Riwayat Hubungan Internasional
III Pengertian & Ruang Lingkup Studi H.I.
IV Perkembangan Studi H.I.
V Subyek & Obyek Studi H.I.
VI Paradigma Studi H.I.
VII Klassifikasi/Tingkatan H.I.
VIII Evaluasi
IX-XV Fenomena-Fenomena Hubungan Internasional Kekinian:
a. Regionalisme
b. Globalisasi
c. Isolasionisme
d. Aliansi

MATERI SAP III

PENGERTIAN & RUANG LINGKUP STUDI H.I.


A. Pengertian-Pengertian
1. Bary Buzan, International Relations, Is the relationships between Individuals & Individuals,
between Individuals & groups, between groups & groups, between groups & states, & states &
states.

2. Quincy Wright, International Relations, is the relations between groups of mayor importance
in the life of the world at any period of history, & particularly relations among territotially
organized nation states which today are of such importance.

3. John Houston, Hubungan Internasional merupakan sebuah studi yang membahas tentang
interaksi diantara anggota-anggota dalam komunitas internasional, atau mengenai tingkah laku
aktor-aktor yg beroperasi dlm system politik internasional.

4. Robert Strausz-Hupe & Stefan T. Possony, studi H.I. mempelajari hub timbal-balik antar
Negara, serta mengkaji tindakan anggota suatu masyarakat yang berhubungan dgn, atau
ditujukan kpd masyarakat Negara lain.
5. J.C. Johari, H.I. merupakan sebuah studi tentang interaksi yang berlangsung diantara Negara-
negara berdaulat. Di samping itu, studi H.I., juga studi tentang pelaku-pelaku non-negara (non-
state actors) yang perilakunya memiliki impak terhadap tugas-tugas negara-bangsa.

6. Charles McClelland, H.I. sebagai sebuah studi mengenai semua bentuk pertukaran, transaksi,
arus informasi, serta sbg respon perilaku yg muncul di antara & antar masyarakat yg terorganisir
secara terpisah, termasuk komponen-komponennya.

7. Sprout & Sprout, studi H.I. membahas mengenai aktor-aktor (Negara/pemerintah, diplomat, &
masyarakat), yg bertujuan mencapai maksud-maksud tertentu dgn menggunakan sarana-sarana
(diplomasi/persuasi, pemaksaan) yg dikaitkan dgn power atau kapabilitasnya.

B. Ruang Lingkup Studi H.I.


Untuk memahami Ruang Lingkup Studi H.I., dapat didekati dari dua aspek: 1) sbg Fenomena
Sosial & sbg Disiplin Ilmu.
1. Sbg Fenomena Sosial, Hubungan Internasional menyangkut semua aspek kehidupan sosial
umat manusia yg bersifat Internasional & Konpleks:
Jhon Houston; mengatakan, fenomena H.I. meliputi konfrensi-konfrensi Internasional,
kedatangan dan kepergian para diplomat, penandatanganan perjanjian-perjanjian, pengembangan
kekuatan militer, dan arus perdagangan internasional.
Coulumbis dan Wolfe; mengatakan bahwa fenomena-fenomena yg merupakan ruang lingkup
Hubungan Internasional diantaranya: perang, konperensi internasional, diplomasi, spionase,
olimpiade, perdagangan, bantuan luar negeri, imigrasi, pariwisata, pembajakan, penyakit
menular, revolusi kekerasan.

Bahkan pada era modern ini ruang lingkup H.I. berkembang pula menyangkut masalah-masalah
lingkungan hidup, hak azasi manusia, alih teknologi, kebudayaan, kerjasama keamanan,
kejahatan internasional, dan sbgnya.

Disiplin ilmu atau bidang studi ruang lingkup H.I. diantaranya akan mencakup berbagai
spesialisasi seperti politik internasional, politik luar negeri, ekonomi internasional, ekonomi
politik internasional, organisasi internasional, hukum internasional, komunikasi internasional,
administrasi internasional, kriminologi internasional, sejarah diplomasi, studi wilayah, military
science, manajemen internasional, kebudayaan antar bangsa, dan masih banyak lagi.

C. Kedudukan Studi H.I. antara Bagian dari Ilmu Politik dan Bidang Studi Terpisah
1. Bagian dari Ilmu Politik
Paham yang menempatkan studi Hubungan Internasional di bawah otonomi atau bagian dari
Ilmu Politik, masih dianut banyak pakar, di dalam maupun di luar negeri. Mereka yang
menganut paham ini tentu memiliki landasan yang cukup kuat. Misalnya Cecil V. Crabb, Jr.
(1968) berasumsi bahwa masyarakat-masyarakat manusia itu terorganisasi secara politik.
Organisasi politik masyarakat itu disebut Negara. Sedangkan alat Negara (yaitu pemerintah)
adalah yg merencanakan dan melaksanakan hubungan-hubungan internasional dari
masyarakatnya.

Frederick Dunn (1948) juga mengatakan bahwa Negara sebagai aktor hubungan internasional
adalah Negara selaku pengatur aneka hubungan antar bangsa. Tidak ada aktivitas hubungan
internasional di luar jangkauan Negara. Secara demikian, berdasarkan asumsi Crabb dan Dunn,
tidak ada hubungan internasional yg terjadi atau dilakukan tidak atas nama Negara. Dan studi
mengenai Negara dgn sgl macam aksi dan interaksinya adalah bagian dari studi Ilmu Politik.

Untuk memperkuat pendapat bahwa studi Hubungan Internasional tidak dapat dipisahkan dari
Ilmu Politik, K.J. Holsti (1981) menambahkan bahwa H.I. merupakan suatu studi mengenai
sistem internasional-suatu kumpulan satuan-satuan politik yg merdeka (seperti suku-suku
bangsa, Negara-negara kota, bangsa-bangsa atau imperium-imperium) yg berinteraksi dgn
frekuensi yg teratur. Dari definisi ini jelas bahwa dalam memandang hubungan internasional
Holsti lebih menekankan pada hubungan antara satuan-stuan politik, sehingga studi H.I. tdk dpt
dilepaskan dari Ilmu Politik.

Selain itu byk ahli yg secara sadar ataupun tdk sadar mempersamakan H.I. dgn Politik
Internasional. berbagai kajian H.J. Morgenthau, misalnya, jelas-jelas lebih mengacu pada aspek-
aspek politik internasional, namun byk sarjana yg menobatkannya sbg seorang ahli H.I.
Akibatnya, studi H.I. dianggap identik dgn studi Politik Internasional yg ditekuni Morgenthau.

Atau seorang sarjana dari India J.C. Johari (1985) yg secara sadar menyatakan bahwa perbedaan
H.I. dan Politik Internasional hanya bersifat semantik dan filosofis saja. Dlm prakteknya kedua
istilah itu mengandung ruang lingkup yg tdk berbeda atau keduanya sering interchangeable.
Disamping itu, kata Johari, kendati aktor-aktor yg terlibat dlm H.I. tdk selalu Negara-negara yg
diwakili pemerintahnya, namun tindakan mereka pasti memiliki dampak terhdp tugas Negara-
bangsa sbg entitas politik. Secara demikian, studi H.I. pada hakekatnya tdk dpt dilepaskan dari
Ilmu Politik.

Pendapat para ahli yg menempatkan studi H.I. di bawah otoritas Ilmu Politik tersebut diperkuat
oleh klasifikasi Ilmu Politik yg dibuat UNESCO. Badan PBB yg membidangi mslh pendidikan
ini membagi Ilmu Politik dlm empat bdg, yakni: (1) Teori Politik; (2) Lembaga-lembaga Politik;
(3) Partai-partai, Golongan-golongan, dan Pendapat Umum; (4) H.I. gambar di bawah ini
memperjelas bagaimana posisi/kedudukan studi H.I. dlm struktur ilmu pengetahuan, dimana
studi tersebut oleh UNESCO ditempatkan di bawah otoritas Ilmu Politik.