Anda di halaman 1dari 10

JUDUL

: PEMERIKSAAN KADAR KREATININ

KELOMPOK

: KELOMPOK 2

KELAS

: 4FA2

NAMA ANGGOTA :
1. Riyanda

21121083

2. Siti Giantiani

21121085

3. Yonara Anandari

21121090

4. Dewi Scinta

21121239

5. Rosnaini Humairoh

21121243

PEMBAGIAN KERJA

Manager

: Rosnaini Humairoh

Bagian Persiapan

: Siti Giantiani

Bagian Perbekalan

: Yonara Anandari

Bagian Pelaksana Kerja

: Dewi Scinta, Riyanda

PROSES
1. PRE-ANALITIK
KETERANGAN
A. PERSIAPAN
a. Dalam pengambilan sampel Sebaiknya pagi antara jam 07.00
SUBJEK UNTUK
09.00.
PROSES
SAMPLING
b. Praktikan harus puasa selama 8 12 jam sebelum dilakukan
pemeriksaan dengan catatan tidak boleh makan hanya
diperbolehkan meminum air putih.
c. Menghindari aktifitas fisik / olah raga sebelum spesimen
diambil
B. PROSES
PENGAMBILAN
SAMPEL

- Praktikan saat diambil sampel dianjurkan untuk duduk tenang


sekurang kurangnya 15 menit sebelum diambil darahnya
- Sample darah diambil pada bagian vena sebanyak 3ml

- langkah pengambilan sampel :


1. Pasang torniket di sebelah proksimal vena yang akan dipungsi
kira-kira 3-4 inci dari tempat pungsi (jangan terlalu atas) dan
jangan dilakukan pemasangan torniketlebih dari 2 menit. Hal ini
dilakukan agar terjadi pembendungan aliran venasehingga
pembuluh vena akan terlihat. Mintalah kepada pasien untuk
mengepalkan tangannya dengan tujuan agar pembuluh vena lebih
terlihat.
Lakukan tindakan antisepsis dengan kapas dan alkohol 70%
ditempatpungsi dan sekitarnya dengan gerakan melingkar dimulai
dari tempat pungsi kearah luar. Tusukan jarum dengan sudut 1530 terhadap permukaan kulit. Lubang menghadap ke atas.
C. JENIS SAMPEL
D. PENANGANAN
SAMPEL

Masukan jarum sesuai dengan arah garis vena


Serum darah
Darah yang sudah diambil di sentrifuga selama 10 menit untuk
mendapatkan serum.

E. IDENTIFIKASI
SAMPEL

Darah yang sudah diambil dipindahkan ke dalam tabung, dan beri


label yang berisi nama pasien, jenis sampel dan jenis pemeriksaan
yang akan dilakukan.
Pemeriksaan glukosa darah dalam serum

F. KUALITAS
SAMPEL

- Sampel serum stabil selama kurang dari 2


jam.
- Sampel serum harus di cek viskositas

G. PERSIAPAN
REAGENT

- darah tidak boleh lisis.


Reagent pemeriksaan kolesterol terdiri dari :

Reagent 1 (R1)
Sodium hydroxide

350 mM

pH 13.0 0.2
Reagent 2 (R2)
Picric acid
H. PERHITUNGAN
JUMLAH
KEBUTUHAN
SAMPEL
DAN
REAGEN

10 mM

1. reagen 1 (R1) = 1000 l (@500 l untuk standard dan sampel)


2. reagen 2 (R2) = 1000 l (@500 l untuk standard dan sampel)
100 l

3. Standar

4. sampel

= 100 l

T
I. KELENGKAPAN
ALAT

Alat :

spektrofotometer
-

2. ANALITIK

Kuvet
Pipet piston
Tabung reaksi dan rak tabung reaksi
Sentrifuga
Spuit 3ml

A. DETAIL
PROSEDUR
ANALISIS

A. Persiapan Dan Stabilitas Larutan


1. Reagen
Larutan siap untuk digunakan. Reagen ini stabil sampai
waktu kadaluarsa bila disimpan pada suhu 2-8C, tidak
terkontaminasi dan terlindung cahaya langsung.
2. Standard
Larutan standard siap untuk digunakan. Larutan stabil
sampai tanggal kadaluarsa bila disimpan pada suhu 2-8oC
B. Prosedur Pemeriksaan
Panjang Gelombang

: 510 nm

Kuvet

: 1 cm

Suhu inkubasi

: 37C

Tipe pengujian

: fixed time

1) Setting fotometer menjadi zero dengan aquades.


Dipipetkan ke dalam tabung reaksi sebanyak berikut :

Reagen 1 (R1)

500 l

500 l

Reagen 2 (R2)

500 l

500 l

l
100 l
2) Dicampurkan kemudian diinkubasi pada suhu 37oC.
3) Setelah 60 detik diukur absorbansinya (Abs 1).
4) Inkubasi kembali pada suhu 37C dan setelah 120 detik
baca absorbansi terakhir (Abs 2).

5) Tentukan selisih absorbansi dari sampel dan standard.


B. DETAIL
SETTING ALAT

Spektrofotometri UV-VIS

Cara Penggunaan Alat


1

Nyalakan PC dan boot sistem operasi PC. Jika printer telah

terhubung ke sistem, maka nyalakan printer.


Nyalakan spektrofotometer dan tunggu sampai cahaya
indikator spektrofotometer berwarna hijau. Proses ini
meliputi pengujian spektrofotometer dan mengambil waktu

sekitar 1 menit.
Letakkan sampel yang telah dimasukkan kedalam kuvet pada
sample compartment. Sebelum sample di ukur, preparasi

4
5

sample terlebih dahulu.


Kita siap untuk menggunakan sistem.
Lampu hijau akan berkedip, hal ini bahwa menunjukkan

pengukuran sedang berlangsung.


Jika spektrofotometri berhenti, hal ini menunjukan bahwa

pengukuran telah siap berlangsung.


Data absorbansi dan spektrum akan terbaca di komputer,
yang berbentuk grafik hubungan antara panjang gelombang
dengan absorbansi.

C. TEKNIK
ANALISIS
D. LANDASAN
TEORI
ANALISI

Menggunakan spektrofotometri UV-VIS


Diukur pada panjang gelombang 510 nm
Tipe pengujian : Fixed time

Kreatinin merupakan produk penguraian keratin. Kreatin


disintesis di hatidan terdapat dalam hampir semua otot rangka yang

berikatan dengan dalambentuk kreatin fosfat (creatin phosphate,


CP), suatu senyawa penyimpan energi.Dalam sintesis ATP
(adenosine triphosphate) dari ADP (adenosine diphosphate),kreatin
fosfat diubah menjadi kreatin dengan katalisasi enzim kreatin
kinase(creatin kinase, CK ). Seiring dengan pemakaian energi,
sejumlah kecil diubahsecara irreversibel menjadi kreatinin, yang
selanjutnya difiltrasi oleh glomerulusdan diekskresikan dalam urin
(Riswanto, 2010).
Jumlah kreatinin yang dikeluarkan seseorang setiap hari lebih
bergantungpada massa otot total daripada aktivitas otot atau tingkat
metabolisme protein,walaupun keduanya juga menimbulkan efek.
Pembentukan kreatinin harianumumnya tetap, kecuali jika terjadi
cedera fisik yang berat atau penyakitdegeneratif yang menyebabkan
kerusakan masif pada otot (Riswanto, 2010).
Ginjal mempertahankan kreatinin darah dalam kisaran normal.
Kreatinintelah ditemukan untuk menjadi indikator yang cukup
handal fungsi ginjal(Siamak, 2009).
Ginjal menjadi cacat dengan alasan apapun, tingkat
kreatinindalam darah akan naik karena clearance rendah oleh ginjal.
Abnormal

tingkattinggi

kreatinin

sehingga

memperingatkan

kemungkinan malfungsi atau kegagalan ginjal. Alasan inilah standar


tes darah secara rutin memeriksa jumlah kreatinin dalam
darah.Sebuah ukuran yang lebih tepat dari fungsi ginjaldapat
diestimasi dengan menghitung berapa banyak kreatinin dibersihkan
daritubuh oleh Ginjal, dan ini disebut kreatinin clearance (Siamak,
2009).
Seseorang dengan hanya satu ginjal mungkin memiliki tingkat
normalsekitar 1,8 atau 1,9. Kreatinin tingkat yang mencapai 2.0 atau
lebih pada bayi dan10,0 atau lebih pada orang dewasa dapat
menunjukkan kerusakan ginjal yangparah dan kebutuhan untuk
dialisis mesin untuk menghilangkan kotoran dari darah . Kondisi
yang

merusak

fungsi

ginjal

mungkin

akan

menaikkan

tingkatkreatinin dalam darah. Hal ini penting untuk mengenali


apakah

proses

menuju

kedisfungsi

ginjal

(gagal

ginjal,azotemia)adalah lama atau baru (Siamak, 2009).


Metabolisme kreatinin : Kreatinin terbuat dari zat yang disebut
kreatin, yang dibentuk ketika makanan berubah menjadi energi
melalui proses yang disebut metabolisme. Sekitar 2% dari kreatin
tubuh diubah menjadi kreatinin setiap hari. Kreatinin diangkut
melalui aliran darah ke ginjal. Ginjal menyaring sebagian besar
kreatinin dan membuangnya dalam urin. Bila ginjal terganggu,
kreatinin akan meningkat. Tingkat kreatinin abnormal tinggi
kemungkinan terjadi kerusakan atau kegagalan ginjal.
Pemeriksaan kreatinin dalam darah merupakan salah satu
parameter penting untuk mengetahui fungsi ginjal. Pemeriksaan ini
juga sangat membantu kebijakan melakukan terapi pada penderita
gangguan fungsi ginjal.Tinggi rendahnya kadar kreatinin dalam
darah digunakan sebagai indikator penting dalam menentukan
apakah seseorang dengan gangguan fungsi ginjal memerlukan
tindakan hemodialisis.
Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Kreatinin Darah :
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar kreatinin
dalam darah, di antaranya adalah : gagal ginjal, perubahan masa
otot, nutrisi, kehamilan, aktivitas fisik berlebih, konsumsi daging
merah dalam jumlah besar dapat mempengaruhi laboratorium,
proses inflamasi dan obat-obat yang dapat meningkatkan kadar
kreatinin

Amfoterisin

B,

sefalosporin(sefazolin,sefalotin),

aminoglikosida (grntamisin), kanamisin, metisilin, simetidin, asam


askorbat, obat kemoterapi sisplatin, trimetoprim, barbiturat, litium
karbonat, mitramisin, metildopa, triamteren.

3. POST ANALITIK
A. TABULASI HASIL DATA ANALISIS

Tabel1. Hasil Perhitungan Data Penentuan Kadar Kreatinin


Nama
Standard 1
Standard 2
Standard 3
Standard 4
Sampel 1
Sampel 2
Sampel 3

Kontrol 1
Kontrol 2
Kontrol 3
Kontrol 4
Kontrol 5
Kontrol 6
Kontrol 7
Kontrol 8
Kontrol 9
Kontrol 10
Kontrol 11
kontrol 12

Selisih
absorban

Absorban 1

Absorban 2

0.147

0.005
0.01
5

0.125

0.152
0.14
0

0.121

0.147

0.109

0.121
0.1
5
0.1
5
0.1
5

0.026
0.01
2
0.00
5
0.00
5
0.00
5

0.67

0.67

0.67

0.01
6
0.002
0.02
0
0.00
4
0.00
7
0.00
8
0.00
7
0.01
3
0.00
7
0.00
2

6.4
0
0.80
8.0
0

0.00
6

0.00

4.7
7
2.43
6.3
7
1.10
0.70
0.56
1.09
0.63
1.09
1.30
1.63
0.63

0.147
0.144
0.140

0.158
0.137
0.157
0.138
0.149
0.141
0.15
0.149
0.14
0.123
0.135
0.113

B. PEMBAHASAN

0.17
4
0.13
5
0.17
7
0.1
4
0.1
6
0.1
5
0.1
6
0.1
6
0.1
5
0.1
3
0.1
4
0.1
2

Cs (mg/dl)

x-x

0.53
0.93
1.07
0.54
1.00
0.54
0.33

1.00
1.6
3

(x-x)2

22.77
5.90
40.59
1.20
0.48
0.32
1.19
0.40
1.19
1.68
2.65
0.40
78.76

Pada praktikum kali ini yaitu melakukan penetapan kadar kreatinin dalam
serum darah. Kreatinin adalah zat racun dalam darah, kreatinin ini disintesis dalam
hati, pancreas dan ginjal dari asam amino. Dalam darah kreatinin dihilangkan dengan
proses filtrasi dengan glomerolus ginjal diekskresikan dalam bentuk urin. Ginjal yang
sehat menghilangkan kreatinin dari darahmemasukannya pada urin untuk dikeluarkan
dari tubuh. Analisis kadar kreatinin ini dilakukan menjadi indeks untuk mengetahui
kondisi filtrasi glomerolus dan keadaan ginjal.
Pada praktikum kali ini pemeriksaan kadar kreatinin dilakukan dengan metode
jaffe kinetic. Prinsip metode ini adalah reaksi antara kreatinin dengan asam pikrat dalam
suasana basa akan membentuk kompleks kreatinin pikrat yang berwarna jingga yang
kadarnya dapat diukur dengan spektrofotometer.
Dalam pemriksaan kadar kreatinin ini dapat digunakan pada sampel urin dan
serum darah, pada saat praktikum hanya menggunakan sampel serum darah dari3 orang
praktikan. Sampel serum sebelum di ukur diberi reagen pertama yaitu berisi NaOH ,
tujuan pemberiannya untuk membuat suasan basa. Ketika serum sudah dalam suasana
basa kemudian diberi reagen berisi asam pikrat sehingga asam pikrat ini akan
membentuk senyawa kompleks berwarna sehingga dapat diukur absorbansinya.
Dari hasil pemeriksaan menunjukan kadar kreatinin pada ketiga sampel
menunjukan hasil yang sama yaitu 0,666 mg/dl. Nilai normal dari kreatinin pada
perempuan adalah 0,6-0,9 mg/dl. Dari hasil yang di dapat menunjukan bahwa nilai
kreatinin darah berada pada rentang normal. Dapat dikatakan bahwa dari ketiga
praktikan tidak ada indikasi terjadinya kerusakan fungsi ginjal, dilihat dari kadar
kreatinin yang berada pada rentang normal. Terdapat factor faktor yang dapat
mempengaruhi

kadar

kreatinin

adalah

pemberian

cairan

yang

berlebihan

mengakibatkan kadar kreatinin rendah palsu, diet rendah protein dan tinggi karbohidrat

dapat menurunkan kadar kreatinin, serta gangguan fungsi hati mengakibatkan


pembentukan ureum menurun.

C. Kesmipulan
Pemeriksaan kadar kreatinin dalam sampel serum dilakukan dengan metode
jaffe kinetic yang menghasilkan nilai normal pada setiap sampel yaitu 0,6
mg/dl karena rentang nilai normal pemeriksaan kreatinin adalah sebesar 0,60,9 mg/dl.
DAFTAR PUSTAKA
Harper, H. A., V. W. Rodwell, and P. A. Mayes. 1979. Biokimia (Review of
physiological chemistry). Alih bahasa: M. Muliawan. Lange Medical
Publications. Los Altos, California.
Sukandar E. 1997. Tinjauan Umum Nefropati Diabetik in Nefropati Klinik. Edisi ke2. Bandung : Penerbit ITB.
Sylvia & Lorraine. 1994. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses Penyakit. Jakarta :
Penerbit Buku

Kedokteran, EGC.