Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PKRS: CUCI TANGAN, PERATURAN RUANGAN, DAN


PENATALAKSANAAN KEBAKARAN
DI RUANG MERPATI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

Disusun Oleh:
Choirul Anwar, S.Kep

131513143011

Wahyu Indriyanto, S.Kep

131513143013

Alifiana Rahimsari, S.Kep

131513143014

Prajna Paramita M, S.Kep

131513143019

Tsuwaibatul Islamiyah, S.Kep

131513143067

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok bahasan

: Cuci tangan, peraturan ruangan, dan penatalaksanaan


kebakaran

Sasaran

: Pasien dan keluarga pasien di Ruang Merpati

Hari / Tanggal

: Kamis, 26 November 2015

Waktu

: 10.00 WIB - 10.45 WIB

Ruangan

: Ruang Merpati RSUD Dr. Soetomo

A. Tujuan instruksional umum


Setelah dilakukan penyuluhan tentang cuci tangan, peraturan ruangan,
dan penatalaksanaan kebakaran diharapkan pasien dan keluarga dapat
memahami dan mempraktekkan cuci tangan dengan benar, mengetahui
peraturan dalam ruangan, dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat
terjadi kebakaran.
B. Tujuan instruksional khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang cuci tangan, peraturan ruangan,
dan penatalaksanaan kebakaran diharapkan pasien dan keluarga pasien
mampu:
1. Menjelaskan pengertian, manfaat, waktu dilakukan, dan langkahlangkah mencuci tangan
2. Mempraktekkan cara mencuci tangan sesuai langkah-langkah yang
benar
3. Mengetahui aturan-aturan yang berlaku di ruang inap RS Dr. Soetomo
4. Mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi
kebakaran
C. Materi penyuluhan
1. Pengertian cuci tangan
2. Manfaat cuci tangan
3. Waktu yang dianjurkan melakukan cuci tangan
4. Langkah-langkah mencuci tangan
5. Tata tertib ruang inap RSUD Dr. Soetomo
6. Penatalaksanaan saat terjadi kebakaran

D. Metode penyuluhan
1. Ceramah dan Tanya jawab
2. Demonstrasi
E. Media Penyuluhan
1. Power point
2. Leaflet
F.

Pengorganisasian
Pembimbing akademik
Pembimbing klinik
Penyaji
Moderator
Observer
Fasilitator

: Aria Aulia Nastiti, S.Kep., Ns., M.Kep.


: Farida, Amd. Keb.
: Tsuwaibatul Islamiyah, S.Kep.
: Prajna P.M, S.Kep.
: Wahyu Indriyanto, S.Kep.
: Choirul Anwar, S.Kep.
Alifiana Rahimsari, S.Kep.

Uraian tugas:
1) Penyaji
a. Menyajikan materi kepada peserta penyuluhan dengan bahasa yang
mudah dimengerti oleh peserta penyuluhan
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dalam proses penyuluhan
c. Menjawab pertanyaan dari peserta penyuluhan
2) Moderator
a. Memimpin jalannya penyuluhan dalam kelompok kecil
b. Menjelaskan kepada penyuluhan tentang kontrak waktu penyuluhan
c. Menggali pengetahuan peserta penyuluhan
d. Mempersilahkan peserta penyuluhan untuk bertanya
e. Mengendalikan jalannya penyuluhan
3) Observer
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta serta menempatkan diri di
dalam penyuluhan sehingga memungkinkan untuk mengamati jalannya
penyuluhan
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses
penyuluhan
d. Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan
e. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa
tidaksesuai dengan rencana penyuluhan
4) Fasilitator

a. Ikut duduk dan bergabung bersama peserta penyuluhan


b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan
c. Memotivasi peserta penyuluhan untuk bertanya tentang materi yang
belum jelas
d. Menginterupsi penyaji materi tentang istilah/ hal- hal yang dirasa
kurang jelas bagi peserta
e. Membantu penyaji untuk menjawab pertanyaan dari peserta
penyuluhan
G. Rencana penyuluhan
No. Waktu
Kegiatan Penyuluh
1.
3 menit Pembukaan :
- memberikan salam
- memperkenalkan diri
- menjelaskan tujuan pembelajaran
- menyebutkan materi dan kegiatan yang

Kegiatan peserta
- menjawab salam
- mendengarkan dan
memperhatikan
- menjawab pertanyaan

akan dilakukan
- menggali pengetahuan peserta tentang
2.

cuci tangan
7 menit Pemberian materi :
-

menjelaskan

pengertian,

manfaat,

waktu dan cara cuci tangan, menjelaskan


peraturan

ruangan,

menjelaskan

- menjawab pertanyaan
- menyimak dan
memperhatikan
- menanyakan tentang
materi yang belum jelas

penatalaksanaan kebakaran
- memberi kesempatan peserta untuk

4.

bertanya
- menjawab pertanyaan peserta
5 menit Evaluasi :
- memberikan pertanyaan tentang
perawatan pada pasien tirah baring
- memberikan reward/ pujian bagi
peserta yang mampu menjawab
- meminta salah satu peserta untuk maju
dan mendemonstrasikan cuci tangan
- memberikan reward/ pujian kepada
peserta
Penutup :

- menanyakan hal yang


belum jelas
- menjawab pertanyaan
- mendemonstrasikan
posisi tirah baring

-Mengucapkan salam dan terima kasih

- Menjawab salam

H. Setting tempat penyuluhan


1
2
4
5

4
4

5
4

3
6
4
4

I. Metode Evaluasi
1. Metode evaluasi : Tanya jawab
2. Jenis evaluasi : Lisan

Ket:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pembawa acara
Moderator
Pemateri
Peserta
Fasilitator
Tamu undangan
Observer

J. Evaluasi Struktur
1. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam ceramah semua lengkap dan dapat

2.

digunakan dalam penyuluhan yaitu:


a. Power point
b. Leaflet
Persiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk power point dan leaflet dengan
ringkas, menarik, lengkap mudah dimengerti oleh peserta.

K. Evaluasi proses
1. Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta
mampu memahami materi yang disampaikan melalui ceramah dan
leaflet yang diberikan
2. Peserta memperhatikan saat ceramah berlangsung.
3. Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang
meninggalkan tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung.
4. Peserta antusias bertanya hal yang belum dimengerti tentang materi.
L. Evaluasi Hasil
1. Keluarga pasien di Ruang Merpati mampu menjelaskan dan
2.

memperagakan cara mencuci tangan


Keluarga pasien di Ruang Merpati mampu menjelaskan tentang
peraturan di ruangan dan penatalaksanaan saat kebakaran

MATERI PENYULUHAN:
CUCI TANGAN, PERATURAN RUANGAN, DAN PENATALAKSANAAN
KEBAKARAN

1. PENGERTIAN MENCUCI TANGAN


Mencuci tangan adalah menggosok kedua pergelangan tangan dengan kuat
secara bersamaan menggunakan zat pembersih yang sesuai dan dibilas dengan air
mengalir dengan tujuan menghilangkan mikroorganisme sebanyak mungkin. Ada
dua prosedur pencucian tangan yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan air dan
menggunakan hand scrub.
Kegagalan untuk melakukan kebersihan dan kesehatan tangan yang tepat
dianggap sebagai sebab utama infeksi nosokomial yang menular di pelayanan
kesehatan, penyebaran mikroorganisme multiresisten dan telah diakui sebagai
kontributor yang penting terhadap timbulnya wabah.

2. PENTINGNYA MENCUCI TANGAN


Penularan lewat Tangan
a. Infeksi fecal-oral: gastroenteritis (virus, kuman, parasit), kolera, disenteri,
tifus, cacingan, hepatitis A, leptospirosis, candidiasis, polio.
b. Tak langsung lewat tangan: SARS, flu burung.
c. Langsung lewat kuku tangan: bisul, jerawat, makanan tercemar (basi)
3.

MANFAAT MENCUCI TANGAN

Hal utama dalam pencegahan dan pengendalian infeksi


a.
b.
c.
d.
e.

sederhana dan efektif mencegah infeksi


menciptakan lingkungan yang aman
pelayanan kesehatan menjadi aman
bila tangan kotor,cuci dengan sabun atau antiseptic di air mengalir
bila tangan tak tampak kotor, bersihkan dengan gosok cairan berbasis
alcohol atau hand sanitizer

4.

5 WAKTU PENTING MELAKUKAN CUCI TANGAN SEHARI-HARI


a. sebelum memasukan makanan ke dalam mulut
b. sebelum mengolah makanan
c. sebelum memegang bayi
d. setelah menceboki anak
e. setelah buang air kecil(BAK) dan buang air besar (BAB)

5.

Cara Cuci Tangan 6 Langkah Pakai Sabun Yang Baik dan Benar
a. Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang
mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan
b.
c.
d.
e.
f.

secara lembut
Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan
Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan .Bersihkan
kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar,
kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air
bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu

Penggunaan sabun khusus cuci tangan baik berbentuk batang maupun cair sangat
disarankan untuk kebersihan tangan yang maksimal. Pentingnya mencuci tangan
secara baik dan benar memakai sabun adalah agar kebersihan terjaga secara
keseluruhan serta mencegah kuman dan bakteri berpindah dari tangan ke tubuh
anda.

6.

TATA TERTIB DI DALAM RUANGAN


a. Waktu berkunjung : setiap hari, sore jam 1600-17.00
Hari Minggu dan Hari Besar pagi jam 10.30-11.30
b. Tidak diperkenankan membawa anak-anak usia kurang dari 6 tahun
mengunjungi pasien dalam ruangan.
c. Dilarang merokok didalam ruangan
d. Tidak membawa/ menyimpan barang-barang berharga atau uang dalam
jumlah besar.
e. Tidak boleh membawa alat-alat elektronik (HP, TV, radio, kompor, kipas
angin, dll)
f. Tidak boleh mencuci pakaian didalam kamar mandi ruangan dan
menjemur pakaian didalam ruangan
g. Pasien diperbolehkan ditunggu oleh 1 (satu) orang dengan izin kepala
ruangan.
h. Pasien diharap membawa pakaian sendiri, alat makan dan alat minum
serta alat mandi seperlunya.
i. Harap barang-barang berharga dititipkan kepada kepala ruangan atau
wakilnya bila akan operasi.
j. Kehilangan atas barang milik pasien menjadi tanggung jawab pribadi.

7.

PENATALAKSANAAN KETIKA TERJADI KEBAKARAN


a. Jika melihat api pertama kali harap segera melaporkan ke petugas yang
ada di dekat lokasi.
b. Petugas akan segera melakukan tindak lanjut/ protocol kebakaran.
c. Jika api berukuran kecil dan yakin dapat dipadamkan sendiri, padamkan
api dengan gas pemadam atau dengan selimut basah.
d. Jangan panic dan ikuti instruksi petugas yang ada.
e. Berjalan sesuai panah jalur evakuasi.
f. Tidak diperbolehkan menggunakan lift disaat terjadi kebakaran.
g. Berkumpul pada titik kumpul evakuasi yang telah disediakan.

Daftar Pustaka :
Asmadi. 2008. Teknik cuci tangan & Aplikasi harian. Jakarta : Salemba
Elfin, Perry, Potter, 2000. Nursing Internention And Clinical Skills Second
Edition, St Louis, Missauri. Mosby. Inc.

Febraska, Anastasia Indah. 2014. Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap


Penurunan Sesak Nafas Pada Asuhan Keperawatan Tn. A dengan PPOK di
Bangsal Mawar 1 RSUD Karanganyar
Efendi, Ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori
dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Safitri, Refi & Annisa A. 2011. Keefektifan penerapan cuci tangan oleh keluarga
pada Pasien Asma di Ruang Rawat Inap Kelas III RSUD Dr. Moewardi
Surakarta, Gaster, Vol.8 Prodi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Asiyiyah Surakarta
Tim Pengelola UPGK Tk. Pusat. 1988. Buku Petunjuk untuk Latihan Kader.
Jakarta .

LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PKRS


PROGRAM PROFESI PENDIDIKAN NERS (P3N)
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA 11 NOVEMBER 2015
Kriteria Struktur
Kriteria Proses
a) Kontrak waktu dan Pembukaan:

a)

Kriteria Hasil
Peserta antusias

tempat diberikan 1 hari 1) Mengucapkan salam terhadap


sebelum

penyuluhan dan memperkenalkan diri

dilaksanakan

materi

penyuluhan

2) Menyampaikan tujuan, b)Peserta

b) Pembuatan susunan maksud dan manfaat dari mendengarkan


rangkaian

acara penyuluhan

penyuluhan, leaflet

memperhatikan

3) Menjelaskan kontrak

c) Peserta di tempat yang waktu dan susunan dari


telah

ditentukan

dan rangkaian

disediakan oleh panitia


d)

Pengorganisasian

penyelenggaraan
penyuluhan
sebelum

penyuluhan
1) Menjelaskan

dengan

seksama

dari

minimal 10 orang
topik
materi

penyuluhan yang akan


diberikan
saat 2) Membuat

penyuluhan dilaksanakan

penyuluhan

acara c) Peserta yang datang

dilakukan
dan

dan

d) Acara dimulai tepat


waktu
e)

kontrak

waktu dengan peserta


Pelaksanaan:

Peserta

acara

mengikuti

sesuai

dengan

aturan yang telah diatur


dan disepakati

1) Menggali pengetahuan
dan

pengalaman f)

berupa

Peserta

mampu

pemberian memahami materi dan

pertanyaan

tentang menjawab

pertanyaan

cuci tangan
dengan
benar
dari
2) Memberikan jawaban
penyuluh minimal 75%
yang
benar
dari
pertanyaan
3) Tim
membagikan
kepada

penyuluh
leaflet
peserta

penyuluhan
2) Menjelaskan materi
penyuluhan meliputi:

a) Definisi, manfaat,
waktu

dan

cuci tangan
b) Peraturan

cara
yang

ada di ruang inap


c) penatalaksanaan
ketika

terjadi

kebakaran
3) Sesi tanya jawab

DAFTAR HADIR PELAKSANAAN PKRS


PROGRAM PROFESI PENDIDIKAN NERS (P3N)
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA 26 NOVEMBER 2015
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

NO
1
2
3
4
5
6
7
8

N AM A

ALAMAT

TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
DAFTAR HADIR PELAKSANAAN PKRS
DI RUANG MERPATI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA
TANGGAL 26 NOVEMBER 2015
N AM A

ALAMAT

TTD
1
2
3
4
5
6
7
8

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
DAFTAR PERTANYAAN PELAKSANAAN PKRS
PROGRAM PROFESI PENDIDIKAN NERS (P3N)
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA 11 NOVEMBER 2015

NO

NAMA

PERTANYAAN

JAWABAN