Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PENDAHULUAN

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA


HDR
Hari/Tanggal
Waktu
Pertemuan Ke-

: 7 Desemberr 2015
: 08.00 WIB
: 1 (TUK )

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi Klien :
1. Sering mengkritik diri sendiri.
2. Merasa tidak mampu dan pesimis
3. Menurunya produktifitas
4. Defisit perawatan diri
5. Menurunnya nafsu makan
6. Tidak menatap lawan bicara.
7. Saat berbicara lebih banyak menunduk.
B. Diagnosa Keperawatan :
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
C. Tujuan Khusus :
1. Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki
2. Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
3. Pasien dapat menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampuan
4. Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih, sesuai kemampuan
5. Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah
dilatih
D. Tindakan Keperawatan
1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki
pasien
a. Mendiskusikan bahwa sejumlah kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki pasien seperti kegiatan pasien di rumah sakit, di
rumah, dalam keluarga dan lingkungan adanya keluarga dan
lingkungan terdekat pasien
b. Beri pujian yang realistik/nyata dan hindarkan setiap kali bertemu
dengan pasien penilaian yang negatif.
2. Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan.
a. Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat
digunakan saat ini
b. Bantu pasien menyebutkannya dan memberi penguatan terhadap
kemampuan diri yang diungkapkan pasien.
c. Perlihatkan respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang
aktif
3. Membantu pasien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih
a. Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat
dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan
sehari-hari.

b. Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien


lakukan secara mandiri, mana kegiatan yang memerlukan bantuan
minimal dari keluarga dan kegiatan apa saja yang perlu batuan
penuh dari keluarga atau lingkungan terdekat pasien.
4. Melatih kemampuan yang dipilih pasien
a. Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemampuan yang
dipilih
b. Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan
c. Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat
dilakukan pasien.
5. Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih
a. Memberi kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang
telah dilatihkan
b. Beri pujian atas kegiatan/kegiatan yang dapat dilakukan pasien
setiap hari
c. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan
setiap kegiatan
d. Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih
Berikan kesempatan mengungkapkan perasaanya setelah
pelaksanaan kegiatan
II. PROSES TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Orientasi
1. Salam Terapeutik : Selamat pagi, Perkenalkan nama saya Arief priyo
biasa dipanggil arif, saya mahasiswa keperawatan Unair yang sedang
praktik diruangan ini, bagaimana keadaan ibu hari ini ?
2. Evaluasi (pertemuan sebelumnya) : 3. Kontrak
a. Topik : Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan
dan kegiatan yang pernah ibu lakukan? Setelah itu kita akan nilai
kegiatan mana yang masih dapat ibu dilakukan. Setelah kita nilai,
kita akan pilih satu kegiatan untuk kita latih
b. Waktu : Bagaimana kalau 20 menit ? atau 15 menit ?
c. Tempat : Bagaimana kalau di taman depan?
B. Kerja
1. Ibu, apa saja kemampuan yang ibu miliki?.
2. Bagus, apa lagi yang lainnya? Saya buat daftarnya ya bu.
3. Kegiatan rumah tangga yang biasa ibu lakukan apa saja? Bagaimana
dengan merapihkan kamar, atau menyapu?.
4. Wah bagus sekali ada lima kemampuan dan kegiatan yang
ibu
miliki.
5. Bu, dari lima kegiatan/kemampuan ini, yang mana yang masih dapat
dikerjakan di rumah sakit ? Coba kita lihat, yang pertama bisakah,
yang kedua.......sampai 5 (misalnya ada 3 yang masih bisa dilakukan).
6. Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah
sakit ini.

7. Sekarang, coba ibu pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan
di rumah sakit ini.
8. Merapihkan tempat tidur? Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang
kita latihan merapikan tempat tidur ibu.
9. Mari kita lihat tempat tidur ibu Coba lihat, sudah rapikah tempat
tidurnya?
10. Nah kalau kita mau merapikan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu
bantal dan selimutnya. Bagus ! Sekarang kita angkat spreinya, dan
kasurnya kita balik. Nah, sekarang kita pasang lagi spreinya, kita
mulai dari arah atas, ya bagus !. Sekarang sebelah kaki, tarik dan
masukkan, lalu sebelah pinggir masukkan. Sekarang ambil bantal,
rapihkan, dan letakkan di sebelah atas/kepala. Mari kita lipat selimut,
nah letakkan sebelah bawah/kaki. Bagus !
11. Sekarang ibu sudah bisa merapihkan tempat tidur dengan baik sekali.
Coba perhatikan bedakah dengan sebelum dirapikan? Bagus
12. Coba ibu nanti lakukan dan jangan lupa memberi tanda M (mandiri)
kalau ibu lakukan tanpa disuruh, tulis B (bantuan) jika diingatkan bisa
melakukan, dan T (tidak) jika ibu tidak melakukan.
C. Terminasi
1. Evaluasi (evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan)
a. Subjektif : Bagaimana perasaan ibu setelah kita bercakap-cakap
dan latihan merapikan tempat tidur?
b. Objektif : Yah, ternyata ibu banyak memiliki kemampuan yang
dapat dilakukan di rumah sakit ini. Salah satunya, merapikan
tempat tidur, yang sudah ibu praktekkan dengan baik sekali. Nah
kemampuan ini dapat dilakukan juga di rumah setelah pulang.
2. Tindak lanjut (PR untuk klien)
Sekarang, mari kita masukkan pada jadwal harian. Ibu mau berapa
kali sehari merapikan tempat tidur? Bagus, dua kali yaitu pagi-pagi
jam berapa ? Lalu sehabis istirahat, jam 16.00
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik : Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua. Ibu
masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu dilakukan di rumah
selain merapihkan tempat tidur?, yah cuci piring kalau begitu kita
akan latihan mencuci piring
b. Waktu : Bagaimana kalau besok pagi jam 8?
c. Tempat : Tempatnya di dapur ruangan ini sehabis makan pagi
Sampai jumpa ya

LAPORAN PENDAHULUAN
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA
HALUSINASI
Hari/Tanggal
Waktu
Pertemuan Ke-

: 7 Desember 2015
: 08.00 WIB
: 1 (TUK )

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi Klien :
1. Sering menyendiri
2. Sering tertawa dan tersenyum sendiri
3. Sering mengatakan mendengar atau melihat hal-hal di luar nalar
B. Diagnosa Keperawatan :
Gangguan persepsi sensori : halusinasi
C. Tujuan Khusus :
1. Pasien dapat mengidentifikasi halusinasi yang dialaminya
2. Pasien dapat mengontrol halusinasinya
3. Pasien mengikuti program pengobatan secara optimal
D. Tindakan Keperawatan
1. Membantu pasien mengenali halusinasi
2. Menjelaskan cara-cara mengontrol halusinasi
3. Mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengan cara pertama :
menghardik halusinasi
II. PROSES TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Orientasi
1. Salam Terapeutik : Selamat pagi pak, perkenalkan nama saya Arif
priyo biasa dipanggil Arif, saya mahasiswa keperawatan Unair yang
sedang praktik diruangan ini, nama bapak siapa? Bagaimana perasaan
bapak hari ini?
2. Evaluasi (pertemuan sebelumnya) : 3. Kontrak
a. Topik : Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang
suara yang selama ini bapak dengar tetapi tak tampak wujudnya?
b. Waktu : Bagaimana kalau 20 menit ? atau 15 menit ?
c. Tempat : Bagaimana kalau di ruang tamu?
B. Kerja
1. Apakah bapak mendengar suara tanpa ada ujudnya?Apa yang
dikatakan suara itu?.
2. Bagus Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan
yang paling sering D dengar suara? Berapa kali sehari bapak alami?
Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri?.
3. Apa yang bapak rasakan pada saat mendengar suara itu?.

4. Apa yang bapak lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan
cara itu suara-suara itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara
untuk mencegah suara-suara itu muncul?.
5. Bapak , ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul.
Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara
bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang
sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat dengan teratur.
6. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan
menghardik
7. Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul, langsung bapak
bilang, pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu
suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi.
Coba bapak peragakan! Nah begitu, bagus! Coba lagi! Ya bagus
bapak D sudah bisa.
C. Terminasi
1. Evaluasi (evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan)
a. Subjektif : Bagaimana perasaan D setelah peragaan latihan
tadi?
b. Objektif : Kalau suara-suara itu muncul lagi, silakan coba cara
tersebut !
2. Tindak lanjut (PR untuk klien)
bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya. Mau jam berapa saja
latihannya? (Saudara masukkan kegiatan latihan menghardik
halusinasi dalam jadwal kegiatan harian pasien).
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik : Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk belajar dan
latihan mengendalikan suara-suara dengan cara yang kedua?
b. Waktu : Bagaimana kalau besok pagi jam 8?
c. Tempat : Tempatnya di ruang tamu sehabis makan pagi. Sampai
jumpa ya

LAPORAN PENDAHULUAN
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA
SETIAP MENARIK DIRI
Hari/Tanggal
Waktu
Pertemuan Ke-

: 7 Desember 2015
: 08.00 WIB
: 1 (TUK Menarik Diri)

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi Klien :
1. Apatis
2. Ekspresi sedih
3. Sering menyendiri dan berdiam diri di kamar
4. Banyak diam
5. Menghindari kontak mata saat berbicara
B. Diagnosa Keperawatan :
Isolasi sosial : menarik diri
C. Tujuan Khusus :
1. Pasien mampu mengungkapkan hal-hal yang menjadi penyebab
terjadinya isolasi sosial.
2. Pasien mampu mengungkapkan keuntungan berinteraksi
3. Pasien mampu mengungkapkan kerugian jika tidak berinteraksi
dengan orang lain
4. Pasien mampu mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang
D. Tindakan Keperawatan
1. Mendiskusikan faktor faktor yang melatarbelakangi terjadinya isolasi
sosial
2. Mendiskusikan keuntungan berinteraksi
3. Mendiskusikan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
4. Mendiskusikan cara berkenalan dengan satu orang secara bertahap
II. PROSES TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Orientasi
1. Salam Terapeutik : Selamat pagi, nama saya Arif priyo biasa
dipanggil Arif, saya mahasiswa keperawatan Unair yang akan
merawat ibu, nama ibu siapa? bagaimana keadaan ibu hari ini ?
2. Evaluasi (pertemuan sebelumnya) : 3. Kontrak
d. Topik : Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang keluarga
dan teman-teman ibu? Mau dimana kita bercakap-cakap?
e. Waktu : Bagaimana kalau 15 menit ?
f. Tempat : Bagaimana kalau di ruang tamu?
B. Kerja
(Jika pasien baru ) : Siapa saja yang tinggal serumah? Siapa yang paling
dekat dengan ibu? Siapa yang jarang bercakap-cakap dengan ibu? Apa
yang membuat ibu jarang bercakap-cakap dengannya?

(Jika pasien sudah lama dirawat)


1. Apa yang ibu rasakan selama ibu dirawat disini? Jadi ibu merasa
sendirian? Siapa saja yang ibu kenal di ruangan ini?.
2. Apa saja kegiatan yang biasa ibu lakukan dengan teman yang ibu
kenal?.
3. Apa yang menghambat ibu dalam berteman atau bercakap-cakap
dengan pasien yang lain?.
4. Menurut ibu apa saja keuntungannya kalau kita mempunyai teman ?
Wah benar, ada teman bercakap-cakap. Apa lagi ? (sampai pasien dapat
menyebutkan beberapa) Nah kalau kerugiannya tidak mampunyai
teman apa ya ibu ? Ya, apa lagi ? (sampai pasien dapat menyebutkan
beberapa) Jadi banyak juga ruginya tidak punya teman ya. Kalau
begitu inginkah ya ibu ? belajar bergaul dengan orang lain ? Bagus.
Bagaimana kalau sekarang kita belajar berkenalan dengan orang lain.
5. Begini lho ibu ?, untuk berkenalan dengan orang lain kita sebutkan
dulu nama kita dan nama panggilan yang kita suka asal kita dan hobi.
Contoh: Nama Saya arif priyo, senang dipanggil Arif. Asal saya dari
Tuban hobi saya mendengarkan musik
6. Selanjutnya ibu menanyakan nama orang yang diajak berkenalan.
Contohnya begini: Nama Bapak siapa? Senang dipanggil apa? Asalnya
dari mana/ Hobinya apa?
7. Ayo ibu dicoba! Misalnya saya belum kenal dengan ibu. Coba
berkenalan dengan saya!.
8. Ya bagus sekali! Coba sekali lagi. Bagus sekali.
9. Setelah ibu berkenalan dengan orang tersebut ibu bisa melanjutkan
percakapan tentang hal-hal yang menyenangkan ibu bicarakan.
Misalnya tentang cuaca, tentang hobi, tentang keluarga, pekerjaan dan
sebagainya.
C. Terminasi
1. Evaluasi (evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan)
a. Subjektif : Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan
berkenalan?
b. Objektif : ibu tadi sudah mempraktekkan cara berkenalan dengan
baik sekali
2. Tindak lanjut (PR untuk klien)
Selanjutnya ibu dapat mengingat-ingat apa yang kita pelajari tadi
selama saya tidak ada. Sehingga ibu lebih siap untuk berkenalan
dengan orang lain. Atau ibu mau praktekkan ke pasien lainnya? Mari
kita masukkan pada jadwal kegiatan harian ibu
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik : Besok pagi jam 10 saya akan datang kesini untuk
mengajak ibu berkenalan dengan teman saya, perawat J.
Bagaimana, ibu mau kan?
b. Waktu : Bagaimana kalau besok pagi jam 10?
c. Tempat : Tempatnya bagaimana kalau di ruang tamu sehabis
olahraga pagi? sampai jumpa ya
LAPORAN PENDAHULUAN

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA


SETIAP WAHAM
Hari/Tanggal
Waktu
Pertemuan Ke-

: 7 Desember 2015
: 08.00 WIB
: 1 (TUK )

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi Klien :
1. Merasa terancam oleh orang lain atau dirinya sendiri.
2. Merasa memiliki kekuatan, kepandaian dll yang luar biasa
3. Mengaku sebagai utusan tuhan
4. Pasien mengatakan bagian tubuhnya terganggu atau terserang
penyakit, diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan
5. Pasien yakin bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha
merugikan atau mencederai diri sendiri, diucapkan berulang kali tapi
tidak sesuai dengan kenyataan
6. Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada lagi didunia / meninggal,
diucapkan berulang kali teetapi tidak sesuai dengan kenyataan
B. Diagnosa Keperawatan :
Perubahan proses pikir : Waham
C. Tujuan Khusus :
1. Pasien dapat mengidentifikasi perasaan yang muncul secara berulang
dalam pikiran pasien
2. Pasien dapan membina hubungan saling percaya dengan perawat
D. Tindakan Keperawatan
1. Membina hubungan saling percaya
2. Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi
kebutuhan
3. Mempraktekkan pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi
II. PROSES TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Orientasi
1. Salam Terapeutik : Selamat pagi, perkenalkan nama Arif, saya
mahasiswa keperawatan Unair yang sedang praktik diruangan ini,
nama ibu siapa? bagaimana keadaan ibu hari ini ?
2. Evaluasi (pertemuan sebelumnya) : 3. Kontrak
a. Topik : Bisa kita berbincang-bincang tentang apa yang ibu
rasakan sekarang?
b. Waktu : Bagaimana kalau 20 menit ? atau 15 menit ?
c. Tempat : Bagaimana kalau di taman depan?

B. Kerja

1. Saya mengerti ibu merasa bahwa ibu adalah seorang Nabi, tapi sulit
bagi saya untuk mempercayainya, karena setahu saya semua Nabi
tidak hidup didunia ini, bisa kita lanjutkan pembicaraan yang tadi
terputus bu?.
2. Tampaknya ibu gelisa sekali, bias ibu ceritakan kepada saya apa yang
ibu rasakan.
3. Jadi ibu merasa takut nanti diatur-atur oleh orang lain dan tidak punya
hak untuk mengatur diri ibu sendiri?.
4. Siapa menurut ibu yang sering mengatur-atur diri ibu.
5. Jadi teman ibu yang terlalu mengatur-atur ya pak, juga adik ibu yang
lain?
6. Kalau ibu sendiri inginnya seperti apa?
7. Bagus ibu sudah punya rencana dan jadwal untuk diri sendiri.
8. Wah, bagus sekali, jadi setiap harinya ibu ingin ada kegiatan di luar
rumah sakit karena bosan kalau dirumah sakit terus ya?.
C. Terminasi
1. Evaluasi (evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan)
a. Subjektif : Bagimana perasaan ibu setelah berbincang-bincang
dengan saya?
b. Objektif : Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus.
2. Tindak lanjut (PR untuk klien)
Bagaimana kalau jadwal ini ibu coba lakukan, setuju bu?
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik : Bagaimana kalau bincang-bincang kita saat ini kita akan
lanjutkan lagi. Kita akan berbincang-bincang tentang kemampuan
yang pernah ibu miliki?
b. Waktu : Bagaimana kalau dua jam lagi?
c. Tempat : Bapak mau kita berbincang-bincang dimana? Bagaimana
kalau disini saja ibu?

LAPORAN PENDAHULUAN
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA
DEFISIT PERAWATAN DIRI
Hari/Tanggal
Waktu
Pertemuan Ke-

: 7 Desember 2015
: 08.00 WIB
: 1 (TUK)

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi Klien :
1. Kebersihan diri kurang
2. Pasien terlihat lusuh
3. Paien tidak mampu melakukan berhias/berdandan secara baik
4. Pasien tidak mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri
B. Diagnosa Keperawatan :
Defisit perawatan diri
C. Tujuan Khusus :
1. Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri
2. Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik
3. Pasien mampu melakukan makan dengan baik
4. Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri
D. Tindakan Keperawatan
1. Melatih pasien cara-cara perawatan kebersihan diri
2. Melatih pasien berdandan/berhias
3. Melatih pasien makan secara mandiri
4. Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri
II. PROSES TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Orientasi
1. Salam Terapeutik : Selamat pagi, Perkenalkan saya ners Arif, saya
mahasiswa keperawatan Unair yang sedang praktik diruangan ini,
nama ibu siapa? bagaimana keadaan ibu hari ini ?
2. Evaluasi (pertemuan sebelumnya) : 3. Kontrak
a. Topik : Dari tadi suster lihat ibu menggaruk-garuk badannya,
gatal ya?. Bagaimana kalau kita bicara tentang kebersihan diri ?
b. Waktu : Bagaimana kalau 20 menit ? atau 15 menit ?
c. Tempat : Bagaimana kalau di sini saja?
B. Kerja
1. Berapa kali ibu mandi dalam sehari? Apakah ibu sudah mandi hari
ini? Menurut ibu apa kegunaannya mandi ?Apa alasan ibu sehingga
tidak bisa merawat diri? Menurut ibu apa manfaatnya kalau kita
menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda-tanda orang yang
tidak merawat diri dengan baik seperti apa ya...?, badan gatal, mulut
bau, apa lagi...? Kalau kita tidak teratur menjaga kebersihan diri

masalah apa menurut ibu yang bisa muncul? Betul ada kudis,
kutu...dsb.
2. Apa yang ibu lakukan untuk merawat rambut dan muka? Kapan saja
ibu menyisir rambut? Bagaimana dengan bedakan? Apa maksud atau
tujuan sisiran dan berdandan?.
C. Terminasi
1. Evaluasi (evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan)
a. Subjektif : Bagaimana perasaan ibu setelah mandi dan mengganti
pakaian ?
b. Objektif : Coba ibu sebutkan lagi apa saja cara-cara mandi yang
baik yang sudah ibu lakukan tadi ?. Bagaimana perasaan ibu
setelah kita mendiskusikan tentang pentingnya kebersihan diri
tadi ? Sekarang coba ibu ulangi lagi tanda-tanda bersih dan rapi
2. Tindak lanjut (PR untuk klien)
Bagus sekali mau berapa kali ibu mandi dan sikat gigi...?dua kali pagi
dan sore, Mari...kita masukkan dalam jadual aktivitas harian. Nach...
lakukan ya bu..., dan beri tanda kalau sudah dilakukan seperti M
( mandiri ) kalau dilakukan tanpa disuruh, B ( bantuan ) kalau
diingatkan baru dilakukan dan T ( tidak ) tidak melakukani
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik : Baik besok lagi kita latihan berdandan. Oke?
b. Waktu : Bagaimana kalau besok pagi jam 7?
c. Tempat : Tempatnya di ruangan ini sehabis makan pagi Sampai
jumpa ya

LAPORAN PENDAHULUAN
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA
SETIAP RESIKO BUNUH DIRI
Hari/Tanggal
Waktu
Pertemuan Ke-

: 7 Desember 2015
: 08.00 WIB
: 1 (TUK)

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi Klien :
1. Menurunnya produktifitas
2. Pasien tampak murung dan sedih
3. Setiap orang yang ingin mendekati akan dijauhinya
4. Sering mengatakan segala sesuatunya akan lebih baik tanpanya
B. Diagnosa Keperawatan :
Resiko Bunuh Diri
C. Tujuan Khusus :
1. Klien dapat meningkatkan harga dirinya
2. Klien dapat melakukan kegiatan sehari-hari
3. Klien mendapat perlindungan dari lingkungannya.
D. Tindakan Keperawatan
1. Sapa pasien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
2. Perkenalkan diri dengan sopan
3. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
4. Jelaskan tujuan pertemuan
5. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
6. Perawat harus menemani pasien terus-menerus sampai pasien dapat
dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
7. Perawat menjauhkan semua benda berbahaya (misalnya gnting, garpu,
pisau, silet, tali pinggang, dan gelas)
8. Perawat memastikan pasien telah meminum obatnya.
9. Perawat menjelaskan pada pasien bahwa saudara akan melindungi
pasien sampai tidak ada keinginan untuk bunuh diri.
II. PROSES TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Orientasi
1. Salam Terapeutik : Selamat pagi mbak, Namanya siapa. Ohh, senang
dipanggil apa ? Ohh D. Baiklah D, perkenalkan nama saya adalah Arif,
saya bertugas pada shift pagi mulai pukul 07.00-16.00
2. Evaluasi (pertemuan sebelumnya) : Bagaimana perasaan D hari ini?
Saya akan selalu menemani D disini mulai dari pukul 07.00-16.00,
nanti akan ada perawat yang menggantikan saya untuk menemani D
selama dirawat di rumah sakit ini.
3. Kontrak
a. Topik : Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang apa yang
mbak rasakan selama ini, saya siap mendengarkan sesuatu yang
ingin mbak sampaikan

b. Waktu : Bagaimana kalau jam 13.00 setelah makan siang mbak?


c. Tempat : Bagaimana kalau kita lakukan disini saja?
B. Kerja
1. Bagaimana perasaan D setelah bencana itu terjadi?.
2. Apakah dengan bencana tersebut D merasa paling menderita di dunia
ini? Apakah D kehilangan kepercayaan diri?.
3. Apakah D merasa tidak berharga dan lebih rendah dari pada orang
lain?.
4. Apakah D sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi?
Apakah D berniat untuk menyakiti diri sendiri seperti ingin bunuh diri
atau berharap D mati? Apakah D mencoba untuk bunuh diri? Apa
sebabnya?.
5. Jika klien telah menyampaikan ide bunuh diri, segera memberikan
tindakan untuk melindungi klien.
6. Baiklah tampaknya D memerlukan bantuan untuk menghilangkan
keinginan untuk bunuh diri. Saya perlu memeriksa seluruh kamar Yuki
untuk memastikan tidak ada benda-benda yang membahayakan D.
7. Nah, karena D tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk
mengakhiri hidup D, maka saya tidak akan membiarkan D sendiri.
8. Apakah yang akan D lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul?
Ya, saya setuju. D harus memaggil perawat yang bertugas di tempat ini
untuk membantu D. Saya percaya D dapat melakukannya.
C. Terminasi
1. Evaluasi (evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan)
a. Subjektif : Bagaimana perasaan D setelah kita bincang bincang
selama ini ?
b. Objektif : coba D sebutkan.
2. Tindak lanjut (PR untuk klien) : 3. Kontrak yang akan datang
a. Topik : D, untuk pertemuan selanjutnya kita membicarakan
tentang meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri.
b. Waktu : Bagaimana kalau besok pagi jam 8?
c. Tempat : Tempatnya di ruangan ini sehabis makan pagi Sampai
jumpa ya

LAPORAN PENDAHULUAN
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA
PERILAKU KEKERASAN
Hari/Tanggal
Waktu
Pertemuan Ke-

: 7 Desember 2015
: 08.00 WIB
: 1 (TUK)

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi Klien :
1. Data Subyektif
a. Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang.
b. Klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya
jika sedang kesal atau marah.
c. Riwayat perilaku kekerasan atau gangguan jiwa lainnya.
d. Klien mengatakan marah dan jengkel kepada orang lain, ingin
membunuh, ingin membakar atau mengacak-acak lingkungannya
2. Data Obyektif
a. Mata merah, wajah agak merah.
b. Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai.
c. Ekspresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam.
d. Merusak dan melempar barang-barang
e. Klien mengamuk, merusak dan melempar barang-barang,
melakukan tindakan kekerasan pada orang-orang disekitarnya
B. Diagnosa Keperawatan :
Perilaku Kekerasan
C. Tujuan Khusus :
1. Pasien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan
2. Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan
3. Pasien dapat menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah
dilakukannya
4. Pasien dapat menyebutkan akibat dari perilaku kekerasan yang
dilakukannya
5. Pasien dapat menyebutkan cara mencegah/mengontrol perilaku
kekerasannya
4. Pasien dapat mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya secara
fisik, spiritual, sosial, dan dengan terapi psikofarmaka.
D. Tindakan Keperawatan
1. Bina hubungan saling percaya
2. Diskusikan bersama pasien penyebab perilaku kekerasan saat ini dan
yang lalu
3. Diskusikan perasaan pasien jika terjadi penyebab perilaku kekerasan
4. Diskusikan bersama pasien perilaku kekerasan yang biasa dilakukan
pada saat marah.
5. Diskusikan bersama pasien akibat perilakunya
6. Diskusikan bersama pasien cara mengontrol perilaku kekerasan
7. Latih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara fisik

8. Latih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal


9. Latih mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual
10. Latih mengontrol perilaku kekerasan dengan patuh minum obat
11. Ikut sertakan pasien dalam Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi
Persepsi mengontrol Perilaku Kekerasan
II. PROSES TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Orientasi
1. Salam Terapeutik : Selamat pagi pak, Namanya siapa. Ohh, senang
dipanggil apa ? Ohh D. Baiklah D, perkenalkan nama saya adalah Arif,
saya bertugas pada shift pagi mulai pukul 07.00-16.00
2. Evaluasi (pertemuan sebelumnya) : Bagaimana perasaan bapak hari
ini? Masih ada perasaan kesal atau marah?.
3. Kontrak
a. Topik : Baiklah kita akan berbincang-bincang sekarang tentang
perasaan marah bapak
b. Waktu : Bagaimana kalau jam 13.00 setelah makan siang mbak?
c. Tempat : Bagaimana kalau kita lakukan disini saja?
B. Kerja
1. Apa yang menyebabkan bapak marah?, Apakah sebelumnya bapak
pernah marah? Terus, penyebabnya apa? Samakah dengan yang
sekarang?. O..iya, apakah ada penyebab lain yang membuat bapak
marah.
2. Pada saat penyebab marah itu ada, seperti bapak stress karena
pekerjaan atau masalah uang(misalnya ini penyebab marah pasien),
apa yang bapak rasakan? (tunggu respons pasien).
3. Apakah bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar-debar,
mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal?.
4. Setelah itu apa yang bapak lakukan? O..iya, jadi bapak marah-marah,
membanting pintu dan memecahkan barang-barang, apakah dengan
cara ini stress bapak hilang? Iya, tentu tidak. Apa kerugian cara yang
bapak lakukan? Betul, istri jadi takut barang-barang pecah. Menurut
bapak adakah cara lain yang lebih baik? Maukah bapak belajar cara
mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan
kerugian?
5. Baiklah tampaknya D memerlukan bantuan untuk menghilangkan
keinginan untuk bunuh diri. Saya perlu memeriksa seluruh kamar Yuki
untuk memastikan tidak ada benda-benda yang membahayakan D.
6. Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan, pak. Salah satunya
adalah dengan cara fisik. Jadi melalui kegiatan fisik disalurkan rasa
marah.
7. Begini pak, kalau tanda-tanda marah tadi sudah bapak rasakan maka
bapak berdiri, lalu tarik napas dari hidung, tahan sebentar, lalu
keluarkan/tiupu perlahan lahan melalui mulut seperti mengeluarkan
kemarahan. Ayo coba lagi, tarik dari hidung, bagus.., tahan, dan tiup
melalui mulut. Nah, lakukan 5 kali. Bagus sekali, bapak sudah bisa
melakukannya. Bagaimana perasaannya?.

8. Nah, sebaiknya latihan ini bapak lakukan secara rutin, sehingga bila
sewaktu-waktu rasa marah itu muncul bapak sudah terbiasa
melakukannya
C. Terminasi
1. Evaluasi (evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan)
a. Subjektif : Bagaimana perasaan bapak setelah berbincangbincang tentang kemarahan bapak?
b. Objektif : Iya jadi ada 2 penyebab bapak marah ........ (sebutkan)
dan yang bapak rasakan ........ (sebutkan) dan yang bapak
lakukan ....... (sebutkan) serta akibatnya ......... (sebutkan)
2. Tindak lanjut (PR untuk klien) :
Coba selama saya tidak ada, ingat-ingat lagi penyebab marah bapak
yang lalu, apa yang bapak lakukan kalau marah yang belum kita bahas
dan jangan lupa latihan napas dalamnya ya pak. Sekarang kita buat
jadual latihannya ya pak, berapa kali sehari bapak mau latihan napas
dalam?, jam berapa saja pak?
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik : Bagaimana kalau 2 jam lagi saya datang dan kita latihan
cara yang lain untuk mencegah/mengontrol marah
b. Waktu : Bagaimana kalau 2 jam lagi?
c. Tempat : Tempatnya di sini sehabis makan pagi, sampai jumpa
ya

STRATEGI PELAKSANA
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

Oleh :
Arif priyo Utomo
131513143096

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015