Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hipertensi merupakan penyakit degenerative yang banyak di
derita oleh usia lanjut saja, bahkan saat ini juga menyerang orang
dewasa muda. (Darmojo, 2001). Bahkan diketahui 9 dari 10 orang
yang menderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab
penyakitnya. Itulah sebabnya hipertensi dijuluki sebagai pembunuh
diam-diam (silent killer). (Saraswati S, 2009). Penyakit hipertensi
atau darah tinggi merupakan penyakit yang mendapat perhatian
dari semua kalangan masyarakat, mengingat dampak yang
ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang
sehingga membutuhkan penanggulangan jangka panjang yang
menyeluruh dan terpadu (Yundini, 2006). Seseorang dinyatakan
mengidap hipertensi bila tekanan sistoliknya mencapai di atas 140
mmHg dan tekanan diastolic di atas 90 mmHg (Myrank, 2009).
Kecenderungan bahwa masyarakat perkotaan lebih banyak
menderita hipertensi dibandingkan masyarakat pedesaan, hal ini
antara lain dihubungkan dengan adanya gaya hidup masyarakat
kota yang berhubungan dengan resiko penyakit hipertensi seperti
stress, obesitas (kegemukan), kurangnya olahraga, merokok dan
makanan yang tinggi kadar lemaknya (Infokes, 2012).
Cara untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan
metode farmakologis (menggunakan obat) dan non farmakologis
(tanpa obat). Beberapa jenis buah dan sayuran yang berkhasiat
menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun,labu
siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis,
semangka, wortel, pisang, apel dan kiwi. Mengingat kandungan
mineral dari mentimun yaitu potassium,magnesium dan fosfor
sangat banyak, serta harganya yang relative masih murah, maka
dianjurkan penderita hipertensi memilih mentimun untuk alternative
menurunkan tekanan darah (Mangonting, 2008)
Mentimun bersifat diuresis karena kandungan airnya yang
tinggi. Pemanfaatan mentimun dalam menurunkan tekanan darah
pada penderita hipertensi yaitu dengan cara mengeluarkan cairan
tubuh (air seni) (Mangonting, 2008). Buah mentimun mempunyai
sifat hipotensif (menurunkan tekanan darah), karena kandungan air
dan kalium dalam mentimun akan menarik natrium ke dalam
intraseluler dan bekerja dengan membuka pembuluh darah
(vasodilatasi) yang dapat menurunkan tekanan darah (Beevers,
2007). Kandungan mentimun yang berperan dalam meregulasi
tekanan darah adalah potassium/kalium yang tinggi akan
meningkatkan konsentrasi di dalam cairan instraseluler, sehingga
cenderung menarik cairan dari ekstraseluler dan menurunkan

tekanan darah karena efek vasodilatasi pembuluh darah


(Astawan,2008)
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa hipertensi
merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia. Data Joint
National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and
Treatment on High Blood Pressure VII mengatakan hamper 1 milyar
penduduk dunia mengidap hipertensi. Sementara itu hasil riset
kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2013 menunjukan prevalensi
hipertensi pada penduduk berusia 18 tahun ke atas di Indonesia
sebesar 25.8%. (Yunita, 2014)
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada 5
Januari 2014 di Desa Sawahan, Porong, Sidoarjo. Desa Sawahan
merupakan desa yang paling banyak warganya menderita
hipertensi, sepanjang tahun 2013 jumlah penderita hipertensi
sebanyak 87 pasien, dari 5 orang yang dijadikan sampel eksperimen
selama 2 minggu, ada 4 pasien (80%) mengalami penurunan
tekanan darah. (Nirmala, 2008).

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pernyataan masalah di atas, dapat dibuat rumusan
masalah

sebagai

berikut

Adakah

pengaruh

pemberian

jus

mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada penderita


hipertensi ?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian jus mentimun
terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengertian mentimun
b. Untuk mengetahui kandungan mentimun
c. Untuk mengetahui khasiat mentimun
d. Untuk mengetahui cara penggunaan mentimun untuk
penurunan tekanan darah
e. Untuk mengetahui pengertian hipertensi
f. Untuk mengetahui klasifikasi hipertensi
g. Untuk mengetahui penyebab hipertensi
h. Untuk mengetahui tanda dan gejala hipertensi
i. Untuk mengetahui komplikasi hipertensi
j. Untuk mengetahui penatalaksanakan hipertensi
k. Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus mentimun
terhadap penurunan tekanan darah.
D. Manfaat Penelitian

1. Memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat tentang


adanya pengaruh pemberian jus mentimun terhadap
penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi
2. Sebagai bahan kajian pustaka terutama bagi peneliti lain
untuk melakukan penelitian lanjutan atau penelitian yang
sejenis.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Pengertian Mentimun
Mentimun (Cucumis Sativus L) atau cucumber dalam
bahasa inggris. Sayuran buah ini mempunyai sebutan
bermacam-macam di Indonesia seperti bonteng (Sunda),
katimun (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara), mentimun
(Kalimantan), ansimun, asimun, cimen (Sumatera), katimbu
walanda, balaan, timung, timong (Sulawesi), apun, timun,
timure (Maluku), chamui, ampeyek (Irian) dan lain-lain. (Ali,
2009)
Mentimun merupakan tanaman tropis, asli dari Asia
Tenggara. Buah mentimun berbentuk bulat memanjang,
tumbuh bergelantungan, bagian pangkal berbintil, banyak
mengandung air. Panjang mentimun 10-30 cm, walaupun bisa
berukuran lebih kecil atau lebih besar. Berdasarkan
varietasnya, mentimun bisa berwarna hijau muda, hijau tua
dan berlilin putih. Bijinya banyak, bentuknya lonjong
meruncing, pipih, warnanya putih kotor. (Setiawan & Felix,
2011)
Buah mentimun merupakan sumber vitamin C, A dan
asam folat. Kulitnya yang keras kaya akan serat dan mineral
penting seperti silica, kalium, magnesium, dan molybdenum.
Buah mentimun sering direkomendasikan sebagai sumber
silica. (Setiawan & Felix, 2011)
2. Kandungan Mentimun

Kandungan kalori buah mentimun cukup rendah dengan


kadar air yang tinggi (96,2 %). Pada biji mentimun
mengandung karoten,lemak, saponin, dan triterpen. Buah dan
daun mentimun mengandung saponin, flavonoida dan
polifenol. Selain itu daun mentimun mengandung cucurbitacin
C dan stigmasterol. Selain saponin, buah mentimun
mengandung enzyme pencernaan dan gluthathione. (Ali,
2009)
Setiap mangkuk mentimun yang dipotong-potong
atau setara dengan 52 g, mengandung 7 kalori, 96% air, 1 g
karbohidrat, 75 mg kalium, 10 mg fosfor, 6 mg magnesium, 7
mg kalsium, 21 IU vitamin A, 3 mg vitamin C dan 7 g folat.
3. Khasiat Mentimun
Buah mentimun rasanya manis dan sifatnya dingin.
Khasiatnya antara lain sebagai antiradang, penyegar badan,
perangsang liur, penghilang haus, peluruh kencing (diuretic),
serta pembersih dan pelembut kulit. Buah mentimun
dimanfaatkan untuk membantu mengatasi tekanan darah
tinggi, sariawan, jerawat, radang tenggorok, pembengkakan
kelopak mata, demam disertai rasa haus dan bintik
kemerahan dikulit, cacingan (cacing pita) dan membersihkan
ginjal. Daun mentimun segar berkhasiat membuang racun
tubuh dan dapat digunakan untuk pengobatan diare dan
disentri. (Setiawan & Felix, 2011)
Buah mentimun mempunyai sifat hipotensif
(menurunkan tekanan darah) dan diuretic (melancarkan air
seni). Tanaman ini banyak manfaatnya dalam memelihara
kesehatan. Akar mentimun digunakan untuk mengatasi beriberi dan kencing sedikit. (Ali, 2009)
Mentimun dapat membantu membersihkan pencernaan,
mendinginkan suhu badan, dan menyehatkan kulit. Selain itu,
mentimun juga sangat berperan pada jaringan konektif seperti
intraseluler, otot, tendon, ligament, kartilago dna tulang.
(Lukas, 2007)
4. Cara Penggunaan Mentimun untuk Penurunan Tekanan Darah
a. Alat dan Bahan
1) Blender/Parutan
2) Gelas
3) Sendok
4) Pisau
5) Buah mentimun 300 gram ( 2 buah berukuran
sedang)
6) Air 50 cc
7) Jeruk nipis
8) Saringan

b. Cara Membuat
300 gram mentimun dicuci bersih, lalu dikupas dan
diblender/diparut. Sewaktu memblender tambahkan air
hingga 50 cc kemudian disaring. Jika diparut kemudian
diperas dan disaring. Jus ini bisa diminum langsung atau
dengan ditambahkan 1 sendok air jeruk nipis. Konsumsi
jus mentimun 3 kali seminggu, masing-masing 1 gelas
sesudah makan. Jika tekanan darah tinggi parah dapat
diminum 2-3 kali sehari.
5. Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi
merupakan salah satu penyakit yang paling sering muncul di
negara berkembang seperti Indonesia. Seseorang dikatakan
hipertensi dan beresiko mengalami masalah kesehatan
apabila setelah dilakukan beberapa kali pengukuran, nilai
tekanan darah tetap tinggi, nilai tekanan darah sistolik 140
mmHg atau diastolic 90 mmHg. (Yunita, 2014)
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi
sebenarnya adalah suatu gangguan pada pembuluh darah
yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa
oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang
membutuhkannya. Tubuh akan bereaksi lapar, yang
mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras untuk
memenuhi kebutuhan tersebut. Bila kondisi tersebut
berlangsung lama dan menetap, timbullah gejala yang disebut
sebagai penyakit tekanan darah tinggi. (Vitahealth, 2006)
Hipertensi seringkali disebut sebagai pembunuh gelap
(silent killer), karena termasuk penyakit mematikan, tanpa
disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai
peringatan bagi korbannya. Kalaupun muncul, gejala tersebut
seringkali dianggap sebagai gangguan biasa, sehingga
korbannya terlambat menyadari akan datangnya penyakit.
6. Klasifikasi Hipertensi (Elisa, Nunung, Uken, nd )
Menurut WHO, tekanan darah seseorang dikatakan normal jika
sistoliknya kurang dari 140 mmHg dan diastoliknya kurang
dari 90 mmHg. Jika sistolik diantara 140-160 mmHg dan
diastolic diantara 90-95 mmHg disebut borderline
hypertension. Pada posisi ini seseorang harus waspada karena
memiliki kecenderungan kuat mengidap hipertensi. Jika
seseorang memiliki sistolik lebih dari 160 mmHg dan diastolic
lebih dari 95 mmHg maka jelas orang tersebut mengidap
hipertensi.
Kondisi hipertensi menurut tekanan darah ( Vitahealth, 2006)

Klasifikasi

Sistolik
(mmHg)

Diastolik
(mmHg)

Optimal

< 120

< 80

Normal

<130

< 85

130-139

85-89

140-159

90-99

160-179

100-109

180

110

High Normal
Hipertensi
Stage 1
(mild)
Stage 2
(moderate)
Stage 3
(severe)

Apa yang
Harus
Dilakukan
Cek dua tahun
sekali, bila usia
di atas 45
tahun
Cek setahun
sekali
Cek sebulan
sekali
Cek dua bulan
sekali
Cek sebulan
sekali
Segera
hubungi dokter

7. Penyebab Hipertensi ( Vitahealth, 2006)


a. Hipertensi Esensial atau Hipertensi Primer
Sebanyak 90-95 % kasus hipertensi yang terjadi tidak
diketahui dengan pasti apa penyebabnya. Para pakar
menunjuk stress sebagai tertuduh utama, setelah itu
banyak factor lain yang mempengaruhi dan para pakar
juga menemukan hubungan antara riwayat keluarga
penderita hipertensi (genetic) dengan resiko. Factorfaktor lain yang dapat dimasukkan dalam daftar
penyebab hipertensi jenis ini adalah lingkungan,
kelainan metabolisme intraseluler dan factor-faktor yang
meningkatkan resikonya seperti obesitas, konsumsi
alcohol, merokok dan kelainan darah (polisitemia).
b. Hipertensi Renal atau Hipertensi Sekunder
Pada 5-10 % kasus sisanya, penyebab spesifiknya sudah
diketahui yaitu gangguan hormonal, penyakit jantung,
diabetes, ginjal, penyakit pembuluh darah atau
berhubungan dengan kehamilan. Kasus yang jarang
terjadi adalah karena tumor kelenjar adrenal. Garam
dapur akan memperburuk kondisi hipertensi, tetapi
bukan factor penyebab.
8. Tanda dan Gejala Hipertensi (Vitahealth, 2006)
Tekanan darah ditentukan dari nilai rata-rata dua kali
pengukuran atau lebih dari kunjungan yang berbeda, kecuali
bila terdapat kenaikan tekanan yang tinggi dari ukuran
sebelumnya atau jika muncul gejala klinis. Gejala-gejala klinis

penyakit hipertensi bervariasi pada masing-masing individu


dan hamper sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejalagejala hipertensi diantaranya adalah :
a. Sakit kepala
b. Jantung berdebar-debar
c. Sulit bernafas setelah bekerja keras atau mengangkat
beban berat
d. Perdarahan hidung
e. Mudah marah
f. Mudah lelah
g. Telinga berdenging
h. Rasa berat di tengkuk
i. Sulit tidur
j. Mata berkunang-kunang
k. Mudah pusing
9. Komplikasi Hipertensi (Elisa, Nunung, Uken, nd )
a. Aterosklerosis
Saat darah dialirkan dengan tekanan tinggi dapat
merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan
penumpukan platelet yang kemudian membentuk
mikrotrombi. Terbentuknya mikrotrombi ini
menyebabkan lemak dan kolesterol tertahan dan
menumpuk sehingga terbentuklah plak pada dinding
pembuluh darah otomatis menurunkan fleksibilitas
pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran
darah dan tekanan darah semakin meningkat.
Konsekuensinya timbul kerusakan dan gangguan pada
organ-organ tubuh.
b. Kerusakan dan gangguan pada otak
Tekanan yang tinggi padapembuluh darah otak
mengakibatkan pembuluh sulit meregang sehingga
darah yang ke otak kekurangan oksigen. Pembuluh di
otak juga sangat sensitive sehingga ketika semakin
melemah maka menimbulkan pendarahan akibat
pecahnya pembuluh darah.
c. Gangguan dan kerusakan mata
Tekanan darah tinggi melemahkan bahkan merusak
pembuluh darah di belakang mata. Gejalanya, yaitu
pandangan kabur dan berbayang.
d. Gangguan dan kerusakan jantung
Akibat tekanan darah yang tinggi, jantung harus
memompa darah dengan tenaga ekstra keras. Otot
jantung semakin menebal dan lemah sehingga
kehabisan energy untuk memompa lagi. Parahnya lagi
jika terjadi penyumbatan pembuluh akibat
aterosklerosis. Gejalanya, yaitu pembengkakan pada

pergelangan kaki (swollen ankles), peningkatan berat


badan, dan napas yang tersengal-sengal.
e. Gangguan dan kerusakan ginjal
Ginjal berfungsi untuk menyaring darah serta
mengeluarkan air dan zat sisa yang tidak diperlukan
tubuh. Ketika tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh
darah kecil akan rusak. Ginjal juga tidak mampu lagi
menyaring dan mengeluarkan sisa. Umumnya, gejala
kerusakan ginjal tidak segera nampak. Namun jika
dibiarkan, komplikasinya menimbulkan masalah serius.
10.
Penatalaksanaan Hipertensi (Yunita, 2014)
Prinsip penatalaksanaan pengobatan hipertensi adalah
menjadikan tekanan darah seseorang mencapai nilai kurang
dari 140/90 mmHg atau nilai kurang dari 130/80 mmHg bagi
pasien diabetes atau penyakit ginjal kronis.
a. Terapi Farmakologi
Menggunakan obat-obatan anti hipertensi, diantaranya
diuretic, vasodilator, beta blockers, ACE inhibitor,
angiotensin II reseptor blockers, kalsium channel
blockers).
b. Terapi Non Farmakologi
Yaitu dengan cara memodifikasi gaya hidup seseorang
menjadi gaya hidup sehat :
1) Menurunkan kelebihan berat badan
2) Pengaturan makan
Diet DASH (Dietary Approaches to Stop
Hypertension) yaitu dengan banyak
mengkonsumsi buah-buahan, sayuran dan produk
susu rendah lemak. Diet ini kaya akan kalium,
magnesium, kalsium dan serat serta memiliki
kadar lemak total, lemak jenuh dan kolesterol
yang rendah. Diet DASH mampu menurunkan
tekanan darah sistolik sebesar 5,5 mmHg dan
tekanan darah diastolic sebesar 3 mmHg.
Mentimun (Cucumis sativus) merupakan buah
yang banyak ditemukan di masyarakat dan sudah
banyak dikonsumsi sebagai pelengkap
hidangan.berdasarkan Nutrient Database for
Standard Reference dari United States
Departement of Agriculture, Agricultural Research
Service, 100 gr mentimun mengandung 16 mg
kalsium, 13 mg Magnesium, 24 gram fosfor, 147
mg Kalium, 2 mg Natrium, 2.8mg vitamin C, 105
IU vitamin A. Buah mentimun ini dapat diterapkan
pada diet DASH karena kandungannya.
Kandungan kalium, magnesium dan fosfor yang

3)
4)
5)
6)

terdapat pada mentimun ini mampu membantu


menurunkan tekanan darah. Mentimun juga
memiliki kandungan air yang tinggi yang
menurunkan efek negative dari natrium sehingga
membantu menurunkan tekanan darah.
Mengurangi konsumsi natrium
Meningkatkan aktivitas fisik
Berhenti merokok dan konsumsi minuman
beralkohol
Manajemen stres

11.
Pengaruh Jus Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan
Darah
Mentimun mengandung potassium (kalium),
magnesium, dan fosfor, diaman mineral-mineral tersebut
efektif mampu mengobati hipertensi (Dewi S & Familia D,
2010).
Solanki, P (2011) menyatakan beberapa mekanisme
bagaimana kalium dapat menurunkan tekanan darah sebagai
berikut : kalium dapat menurunkan tekanan darah dengan
menimbulkan efek vasodilatasi sehingga menyebabkan
penurunan retensi perifer total meningkatkan output jantung.
Konsumsi kalium yang banyak akan meningkatkan
konsentrasinya di dalam cairan intraseluler sehingga
cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan
menurunkan tekanan darah (Amran Y dkk, 2010).
Potassium yang terkandung pada mentimun bersifat
vasoaktif. Potassium dapat menimbulkan vasodilatasi sebagai
hasil dari hiperpolarisasi sel otot polos vascular yang terjadi
akibat stimulasi potassium pada pompa Na+/K+ dan juga
mengaktifkan Kir channels. Ion potassium juga dilepaskan
oleh selendotel sebagai respon terhadap mediator
neurohumoral dan stress fisik, hasilnya akan terjadi relaksasi
endotel. Potasium yang terkandung pada mentimun juga
menghindari terjadinya retensi natrium sehingga memberikan
efek penurunan tekanan darah.
Efek antihipertensi yang terkandung pada mentimun
karena kandungan potassium ini dapat melalui lebih dari satu
mekanisme. Tidak hanya karena menstimulasi pompa Na+ K+
ATPase pada sel otot polos pembuluh darah dan saraf terminal
adrenergic yang menghasilkan vasodilatasi serta menginduksi
relaksasi endotel, pada konsumsi angka panjang dapat
memicu mekanisme yang disebut adaptasi potassium yang
mampu meningkatkan jumlah molekul enzim.
Konsumsi jangka panjang mentimun, dapat
meningkatkan kapasitas sekresi potassium di kolon dan
segmen tubulus kolektivus di ginjal. Peningkatan sekresi

potassium ini akan meningkatkan jumlah pompa Na+ K+


ATPase di membrane sel basolateral dan meningkatkan
voltase transepitelial. Jika jumlah pompa Na+ K+ ATPase
meningkatkan di membrane plasma sel otot pembuluh darah,
maka akan terjadi mekanisme seluler yang mampu
melemahkan efek vasokonstriksi. Adaptasi potassium ini akan
menjaga stabilitas konsentrasi potassium dalam plasma
sehingga mampu menunda terjadiya hipertensi pada subyek
yang diet rendah potassium.

B. Kerangka Teori

Hipertensi

Tanda dan Gejala Hipertensi :


Sakit kepala
Jantung
Faktor yang mempengaruhi Penurunan Tekanan Dara
Sulit bernapas
Perdarahan hidung
Mudah lelah
Sulit tidur
Mudah pusing

Penurunan tekanan darah

Indikator Penurunan Tekanan Darah :

C. Kerangka Konsep

Pemberian Jus Mentimun

Penurunan Tekanan Darah

Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Tekanan Darah :

: Variabel Bebas
: Variabel Terikat
: Variabel Pengganggu (Confounding)

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian


Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimental yaitu
penelitian yang digunakan untuk mencari hubungan sebab-akibat
dengan adanya keterlibatan dalam melakukan manipulasi terhadap
variabel bebas (Nursalam, 2013). Sedangkan rancangan penelitian
yang digunakan adalah True Experimental Design (ekperimental
sungguhan) dengan teknik pretest control group design yaitu
mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melihat
kelompok control disamping kelompok eksperimental yang dipilih
dengan menggunakan teknik acak. Dalam rancangan ini, kelompok
ekperimental diberi perlakuan sedangkan kelompok control tidak.
Pada kedua kelompok diawali dengan pretest dan setelah
pemberian perlakuan selesai diadakan pengukuran kembali (pasca
test). (Nursalam, 2013)
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi yang diteliti adalah semua penderita hipertensi di
Puskesmas Baturaden 1 yang berjumlah 25 orang.
2. Sampel
Sampel pada penelitian ini adalah penderita hipertensi di
Puskesmas Baturaden 1 dalam jangka waktu 1 bulan, yang
memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
Adapun kriteria inklusi sebagai berikut :
a. Penderita dengan tekanan darah sistolik diatas 140
mmHg
b. Penderita dengan tekanan darah diastolic diatas 90
mmHg
c. Penderita yang menyetujui sebagai responden
Adapun kriteria eksklusi sebagai berikut :
Penderita yang berhenti pada saat di pertengahan penelitian
3. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah suatu proses seleksi sampel yang
digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga
jumlah sampel akan mewakili keseluruhan populasi yang ada
(Arikunto, 2006). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik Purposive sampling yaitu penetapan sampel
diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti,
sehingga sampel tersebut dapat memiliki karakteristik
populasi yang telah dikenal sebelumnya.
C. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian akan dilaksanakan pada 10 Desember 2015
Tempat penelitian akan dilaksanakan di Puskesmas Baturaden 1
D. Variabel Penelitian

Variabel Bebas
Variable Terikat

: pemberian jus mentimun


: Penurunan tekanan darah

E. Definisi Operasional
1. Variabel Terikat
N
o

Variabel

Definisi

Pemberi
an Jus
Mentimu
n

Pemanfaata
n buah
mentimun
untuk
membantu
menurunka
n tekanan
darah
dengan
cara dibuat
jus
mentimun

Cara
Pengukura
n
Eksperime
n

Hasil

Skala

2. Variabel Bebas
N
o
1

Variabel
Penurun
an
Tekanan
Darah

Definisi

Cara
Pengukuran
Terjadi
- Menggunak
perubahan
an tensi
hasil
meter
pengukura - Hitung
selisih
n tekanan
tekanan
saat
darah
sebelum
sebelum
dilakukan
dilakukan
eksperimen
eksperime
dan setelah
n dengan
dilakukan
tekanan
eksperimen
darah
setelah
dilakukan
eksperime
n

Hasil
1. Kurang
(140/90)
2. Cukup
(120/90)
3. Normal
(120/80)

Skala

F. Instrument Penelitian
Instrument penelitian yang digunakan adalah alat-alat dan bahan
yang akan diteliti oleh peneliti. Alat-alat yang digunakan adalah
stetoskop dan sphygmomanometer untuk memastikan tekanan
darah, dan untuk mengetahui hipertensi atau tidak. Bahan-bahan
yang akan diteliti adalah mentimun, untuk memastikan apakah ada
pengaruhnya terhadap penurunan tekanan darah setelah penderita
hipertensi diberikan jus mentimun.
G. Teknik Pengumpulan Data
Adapun langkah-langkah yang digunakan untuk mengumpulkan
data dalam penelitian ini antara lain :
1. Melakukan evaluasi kriteria inklusi dan eksklusi penderita
hipertensi di Puskesmas Baturaden 1.
2. Menetapkan klien sebagai subyek penelitian dan meminta
persetujuan.
3. Melakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan
alat pengukuran tekanan darah yaitu mesin
Sphygmomanometer (pre test) pada masing-masing
kelompok.
4. Memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen
(pemberian jus mentimun) 2x per hari selama 2 minggu.
5. Peneliti melakukan pengukuran tekanan darah setelah
diberikan jus mentimun selama 2 minggu dengan
menggunakan alat pengukuran tekanan darah pada kelompok
ekperimen.
6. Pada kelompok control dilakukan pengukuran awal kemudian
setelah 2 minggu diukur lagi (post test).
7. Memasukkan data hasil pengukuran tekanan darah sesudah
pengukuran ke dalam table.
8. Mengecek kelengkapan data yang telahterkumpul
9. Melakukan klasifikasi data
10.
Uji normalitas data
H. Pengolahan dan Analisa Data

1. Pengolahan Data
Langkah-langkah pengolahan data pada penelitian ini adalah :
a. Editing
Mengecek hasil pemeriksaan fisik dari responden dan
juga pemeriksaan laboratorium, bila terjadi kejanggalan
segera dilakukan perbaikan.
b. Coding
Data yang terkumpul diperiksa kelengkapannya,
kemudian diberi kode angka sesuai dengan buku kode
peneliti yang telah disiapkan sebelumnya.
c. Entry
Merupakan upaya peneliti untuk memasukkan data ke
dalam media agar peneliti mudah mencari data itu bila
diperlukan lagi. Biasanya data ini dimasukkan atau
disimpan dalam flashdisk ataupun program data base
yang akan diolah menggunakan computer.
d. Cleaning
Data yang sudah terkumpul dan diberi kode kemudian
data di entry dan diperiksa kembali.
2. Analisa Data
1. Deskriptif Data
Data tekanan darah yang di dapat adalah : tekanan
darah sebelum diberikan jus mentimun, tekanan darah
setelah diberikan jus mentimun. Kemudian data yang
didapat disajikan dalam bentuk tabel. Penyajian data
awal akan dilakukan secara deskriptif dengan penyajian
sebgai berikut :
1) Modus
Merupakan nilai yang paling sering muncul
(frekuensi terbesar) dari seperangkat data atau
observasi.
2) Median
Merupakan nilai tengah dari sekelompok data
yang telah disusun secara urut.
3) Mean
Merupakan titik berat dari seperangkat data atau
observasi yang sensitive terhadap nilai ekstrim.
Rata-rata diperoleh dengan cara membagi jumlah
nilai dibagi dengan jumlah data.
2. Analisis Perbedaan Tekanan Darah Sebelum dan Setelah
Pemberian Jus Mentimun
Sebelum dianalisis, data pre-test dan post-test disajikan
dalam tabel secara deskriptif, kemudian dihitung
perbedaan nilai pre-test dan post-test. Teknik analisis
data yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan
menggunakan uji statistic yaitu dengan Paired Sampels
t-Test untuk mempelajari perbedaan nilai pre-test dan
post-test dengan derajat kemaknaan p 0,05. Bila hasil

nilai uji statistic Paired Sampels t-Test didaptkan nilai


yang signifikan antara pre test dan post test terhadap
penurunan tekanan darah p 0,05 ini berarti ada
pengaruh jus mentimun terhadap tekanan darah.
Sedangkan untuk data post test kelompok eksperimen
dan data post test kelompok control menggunakan uji
statistic independent t-Test dengan derajat kemaknaan
p 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang
signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok
control. Untuk mempermudah pengolahan data maka
peneliti melaksanakan uji Paired Sampels t-Test diolah
dengan bantuan computer. Apabila sebaran data tidak
normal maka uji statistic yang digunakan adalah uji Man
Whitney.
I. Hipotesis Penelitian
Ada pengaruh antara pemberian jus mentimun terhadap penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi

J. Etika Penelitian
Menurut Hidayat (2007), etika penelitian merupakan masalah yang
sangat penting dalam penelitian, mengingat penelitian
berhubungan langsung dengan manusia maka segi etika penelitian
harus diperhatikan antara lain sebagai berikut :
1. Inform Consent
Merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan
responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan
yang diberikan sebelum penelitian untuk menjadi responden.
Tujuannya agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian,
mengetahui dampaknya. Jika responden bersedia, maka
mereka harus menandatangani lembar persetujuan.
2. Anonymity (tanpa nama)
Merupakan pemberian jaminan dalam penggunaan subjek
penelitian dengan cara tidak memberikan/mencantumkan
nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan
kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian
yang akan disajikan.
3. Kerahasiaan (Confidentiality)
Merupakan etika dalam pemberian jaminan kerahasiaan hasil
penelitian, baik informasi masalah-masalah lainnya. Semua
informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh
peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan
pada hasil riset.
K. Prosedur Penelitian

1. Tahap Persiapan
Penelitian ini dimulai dari tahap persiapan yang mana tahap ini
peneliti mengumpulkan bahan pustaka dan studi pendahuluan
dimana peneliti melakukan survey ke lahan dan dilanjutkan
dengan penyusunan proposal penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Pemilihan subjek penelitian yang memenuhi kriteria
penelitian
b. Subjek penelitian yang terpilih dilakukan kunjungan
untuk mendapatkan data penelitian menggunakan
instrument penelitian
c. Pelaksanaan eksperimen kepada responden tertentu
sesuai kriteria
3. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data
serta dipresentasikan dalam bentuk laporan tertulis yang
mudah dipahami.

DAFTAR PUSTAKA
Vitahealth. 2006. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Elisa, Diana Julianti, dkk, nd. Kesehatan Keluarga : Bebas Hipertensi
dengan Terapi Jus. Jakarta : Puspa Swara
Adrian Felix & Setiawan D. 2011. Khasiat Buah dan Sayur. Jakarta :
Penebar Swadaya
Khomsan, Ali. 2009. Rahasia Sehat Dengan Makanan Berkhasiat. Jakarta :
PT Kompas Palmerah Media Nusantara
Astawan M dan Andre LK. 2008. Khasiat Warna Warni Makanan. Jakarta :
Gramedia Pustaka Utama
Beevers, D. G. 2007. Tekanan Darah. Penerjemah Oscar H. Simbolon.
Jakarta : Dian Rakyat
Infokes. 2012. Menyokong Penuh Penanggulangan Hipertensi.
http://www.depkes.go.id

Mangoting, D. etal. 2008. Tanaman Lalap Berkhasiat Obat. Jakarta :


Penebar Swadaya
Myrank. 2009. Awas, Bom Hipertensi!.
http://www.myrank.web.id/tag/hipertensi
Yundini. 2006. Faktor Resiko Terjadinya Hipertensi. http://group.yahoo.com
Sugiono. 2010. Metodologi Penelitian. Bandung : Alfabeta
Saraswati, S. 2009. DIET SEHAT untuk penyakit asam urat, diabetes,
hipertensi dan stroke. Jogjakarta : A Plus Books, Cetakan 1, Mei.
Prasetyaningrum, Yunita Indah. 2014. Hipertensi Bukan Untuk Ditakuti.
Jakarta : FMedia

LAMPIRAN