Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nike Ade Therinda

NPM : 12700374
Kelas : 2012 D

TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH KULIT DAN KELAMIN

1. Fenomena Koebner ada di penyakit apa saja?


Jawab : Fenomena koebner adalah salah satu perwujudan yang paling terkenal di
dermatologi. Ini pertama kali dijelaskan oleh Heinrich Koebner pada 1876 sebagai
pembentukan lesi psoriatik di kulit tidak terlibat pasien psoriasis setelah trauma kulit.
Fenomena isomorfik ini sekarang dikenal untuk melibatkan berbagai penyakit, di
antaranya vitiligo, lichen planus, dan penyakit Darier. Patogenesis fenomena koebner
masih jelas tapi mungkin melibatkan sitokin, protein stres, molekul adhesi, dan
autoantigen. Kontribusi ini ulasan manifestasi klinis Koebner fenomena, faktor
provokatif, disarankan mekanisme patogenesis, dan berbagai kondisi kulit yang
menunjukkan respon yang unik ini
Fenomena koebner, juga disebut respon isomorfik, mengacu pada munculnya
lesi sepanjang lokasi cedera. Fenomena koebner menggambarkan lesi kulit yang
muncul di lokasi cedera. Hal ini terlihat pada penyakit :
1. Psoriasis
2. Rubra pilaris pityriasis
3. Lichen planus
4. Kutil datar
5. Lichen nitidus
6. Vitiligo
7. Liken sklerosus
8. Perforans elastosis serpiginosa
9. Sarkoma kaposi
10. Nekrobiosis lipoidika
11. Lupus Eritematosus Sistemik
12. Juvenile Idiopathic Arthritis

Dalam psoriasis, dikenal istilah fenomena Koebner, yaitu kecenderungan


terbentuk lesi pada daerah traumatik pada kulit, misalnya siku, lutut, dan leher.
Berikut contoh gambar pada psoriasis :

2. Jelaskan tentang pengobatan Goeckerman!


Jawab : Goeckerman Terapi adalah cara untuk pengobatan psoriasis dari yang sedang
sampai parah, plak yang menggunakan kombinasi tar batubara mentah dan radiasi
ultraviolet buatan. Pertama dirumuskan pada tahun 1925 oleh dokter kulit Amerika
William H. Goeckerman (1884-1954), terapi Goeckerman terus digunakan karena
profil efikasi dan keamanannya. Lembaga individu telah diubah dengan cara
Goeckerman dan dikembangkan protokol mereka sendiri. Terapi standar mencakup
penggunaan 2% - 4% tar batubara mentah di dasar petroleum diterapkan setiap hari
untuk plak psoriasis. Jangka waktu minimum waktu untuk aplikasi tar adalah 2-jam,
meskipun telah diakui bahwa periode waktu yang lebih besar menghasilkan hasil yang
lebih baik. Pasien kemudian terkena luas-band ultraviolet B (UVB) radiasi, meskipun
sempit-band UVB juga dapat digunakan. Penelitian laboratorium telah menunjukkan
bahwa kombinasi dari tar batubara dan sinar UV mengurangi sintesis DNA epidermal.

Pengobatan Cara Goeckerman :


Menggunakan kombinasi ter berasal dari batu bara dan sinar ultraviolet.
Lama pengobatan 4-6 minggu, penyembuhan terjadi setelah 3 minggu pemakaian.

1. Psoriasis pustulosa-plantar (Barber)


Pengobatannya sulit, tetrasiklin diberikan selama 4 minggu, metrotreksat
untuk bentuk yang parah dengan dosis 25-50 mg / minggu , kortikosterioid
(prednison) dengan dosis 40-50 mg sehari. Kolkisin juga dapat diberikan dengan
dosis 0,5-1mg/hari, diberikan dua kali, setelah ada perbaikan dosis diturunkan
menjadi 0,2-0,5mg sehari.
2. Psoriasis pustulosa generalisata akut (von Zumbusch)
Kortikosteroid dapat dipakai sebagai pengobatan penyakit ini, prednisosn
diberikan40 mg sehari. Setelah membaik diturunkan perlahan-lahan. Obat lain
yang dapatdiberikan adalah asitretin dengan dosis 2x25 mg sehari. Kedua obat
tersebut biladigabung lebih efektif

Daftar pustaka :

Crissey JT, Parish LC, Holubar KH. Historical Atlas of Dermatology and
Dermatologists. New York: The Parthenon Publishing Group, 2002.

Paller A, Mancini A. Hurwitz Clinical Pediatric Dermatology. Philadelphia: Elsevier


Saunders, 2002.

Goeckerman WH. Treatment of psoriasis. North West Med 1925;24:229-231.

Menter A, Cram DL. The Goeckerman regimen in two psoriasis day care centers. J
Am Acad Dermatol 1983;9:59-65.