Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN

OBSERVASI
LAB.
SMKN 1
BUDURAN
KHADEEJAH ASWI AKBAR
13050394007

Pengertian Laboratorium
Secara lebih umum laboratorium diartikan
sebagai suatu tempat dilakukannya
percobaan dan penelitian (Depdikbud,
1994 : 7).
Secara sempit laboratorium diartikan
sebagai ruangan yang dibatasi oleh
dinding yang di dalamnya terdapat alatalat dan bahan-bahan beraneka ragam
yang dapat digunakan untuk melakukan
eksperimen (Subiyanto, 1998 : 79).

Persyaratan Lab
Bangunan/Gedung
Persyartan Umum
- Bentuk bangunan dan isinya berhubungan dengan kegiatan.
- Penerangan cukup
- Sirkulasi udara bersih dan lancar
- Ruang gerak cukup
- Terdapat tempat penyimpanan
- Terdapat tempat pembuangan
- Aman

Persyaratan Lokasi
Tidak terletak di arah angin menuju bangunan
lainya
Jauh dari sumber air bersih (10-15 m)
Saluran pembuangan air yang baik
Cukup jauh jaraknya dari bangunan lain: memberi
ventilasi udara dan penerangan alami secara
maksimal.
Berada pada lokasi yang mudah dikontrol
Mudah dicapai dari ruangan belajar lainnya
Memilki halaman

Ruangan Praktek
Bentuk Ruangan
Empat persegi panjang ( panjang 6-12 m)
Dinding muka dan belakang merupakan dinding penuh
Dinding samping untuk penerangan alami dan ventilasi
Tinggi ruang 3-3,5m
Ruang praktek memilki 2 pintu masuk dan 1 pintu
keluar
Daun pintu kearah luar

b. Penerangan
Memaksimalkan penerangan alami:
- Jendela kaca
- Penempatan: Batas bawah 0,9m dari
lantai dan batas atas 0,3 m dari langitlangit
Ruangan memanjang dari Timur ke
Barat untuk memperoleh pencahayaan
sepanjang hari. penerangan buatan:
200 lux ( 40 watt x 20 buah lampu
neon)

Proporsi Bangunan Lab


RUANG LAB = R.EKSPERIMEN (praktek/praktik) + RUANG PENUNJANG (instruktur + Gudang)

Ruang eksperimen =( 77 -78 %) ruang lab


Ruang penunjang = (22 23 %) ruang lab
Selasar = 20 % ruang lab
Bangunan lab = r. lab + selasar (100 % +20 %)
Tanah kosong = 73 % bagunan LAB
Kebutuhan tanah keseluruhan = 1,73 x bangunan laboratorium

Proporsi Bangunan Lab


Bangunan Lab
BANGUNAN LAB = {(r.eksperimen + r.penunjang
(instruktur & gudang))+ selasar + tanah kosong}
= (100%+20% + 73 %)

Proporsi Bangunan Lab


Dasar Kebutuhan Ruangan
Dasar = kebutuhan m2 setiap siswa X sejumlah siswa yang
bereksperimen
Menurut Strom, 50 65 square feet,
dan menurut Strom, brown, spancer 50 70 sqr feet, jumlah
siswa max 24 siswa dengan 1 square feet = 0,0929 m2 .

SMK NEGERI 1
BUDURAN SIDOARJO

Data Observasi
Identitas Narasumber
Nama
Jenis kelamin

: Diah Rahmawati S.Pd


: Perempuan

Jabatan

: Instruktur

Hari

: Senin

Tanggal

: 30 November 2015

Waktu

: 13.00 WIB

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Buduran terletak di


tempat strategis di kawasan dalam kota Sidoarjo, Jln. Jenggolo No.
1-B Buburan Sidoarjo, memiliki ruang belajar, laboratorium dan
peralatan praktik memadai (sebagian standar internasional).
Sekolah ini memiliki staf pengajar yang kompeten di bidangnya
dan terakreditasi sebagai sekolah bertaraf nasional dan
dipersiapkan bertaraf internasional. SMKN 1 Buduran juga
termasuk salah satucenterSMK Pariwisata di Indonesia. Memiliki
kelas unggulkan di bidang Restoran dan Tata Minuman, hasil karya
Tata Boga sebagai Kelas Unggulkan.

No

JENIS

LUAS

GEDUNG KANTOR

Ruang kepala sekolah

36 m2

Ruang TU

54 m2

Ruang guru

126 m2

Ruang tunggu

36 m2

KM / WC (12 ruang)
GEDUNG DIKLAT

48 m2

Ruang teori (12 ruang)


Gedung perpustakaan

Ruang BP

708 m2

Kantin

88 m2

Lab komputer

24 m2

Ruang UKS

42 m2

Ruang OSIS

80 m2

Gudang (5 ruang)

9 m2

Gudang boga (4

9 m2

ruang)

31 m2

Gudang busana (4

36 m2

ruang)

42 m2

LAB IPA

120 m2

Cafe

143 m2

Ruang Kopsis

49 m2

Ruang Instruktur (3

18,8 m2

ruang)

120 m2

Ruang desain

40 m2

Ruang konfeksi

168 m2

Ruang peragaan

busana

840 m2

Ruang praktek

70 m2

Hasil Observasi
Lab yang djadikan tujuan observasi adalah Lab. Pengolahan Makanan 1. Dengan
hasil observasi sebagai berikut;
Ukuran ruang praktek 11,7m x 9,9 m
Jumlah siswa yang masuk untuk sekali PBM di dalam Lab sebanyak 40 siswa tanpa
pergantian shift
Luas ruang untuk gudang adalah 5,1m x 2,7m. Gudang merangkap jadi satu
dengan gudang ruangan lab lain (bakery pastry, dan kitchen training) dan tidak
terdapat ruang instruktur dan ruang persiapan.
Peletakkan meja demonstrasi yang tidak tepat dan menyebabkan akses atau lalu
lintas menjadi sulit
Daun pintu menghadap ke luar
Penempatan oven tidak efisien karena menghalangi separuh bagian lemari bahan.

PERBAIKAN/REVISI
Yang pertama perlu di benahi adalah jumlah siswa yang masuk dalam sekali PBM, sebagai dasar adalah

Luas ruangan = Lab m tiap siswa x jumlah siswa yang ber eksperimen
Sedangkan luas lab. Pengolahan Makanan 1 adalah 11,7m x 9,9m= 115,83m, dengan jumlah siswa
sebanyak 40 siswa.
Kebutuhan tiap siswa = 115 : 40 = 2,875M
Menurut Strom, brown, spancer, yaitu 50 70 sqr feet untuk tiap siswa atau 4,645 m 2 6,50300m
untuk tiap siswa. Karena Pengolahan Kontinental termasuk dalam jenis kegiatan yang sedang maka
diambil angka tengah maka seharusnya luas kebutuhan siswa yaitu 5m untuk tiap siswa
Kemudian untuk mengetahui berapa banyak siswa yang boleh masuk dalam Lab dengan luas
ruangan 12m x 10m maka perhiungannya dalah sebagai berikut :

Jumlah siswa yang bereksperimen = Luas ruangan : Kebutuhan m


tiap siswa
Yaitu,

115m : 5m = 23

2. Proporsi
Pada Lab Pengolahan Makanan 1 tidak terdapat ruang instruktur
dan ruang ganti.
Maka hal kedua yang perlu dibenahi adalah proporsi dari ruang
Laboratorium.
Dengan dasar sebagai berikut
RUANG LAB = R.EKSPERIMEN (praktek/praktik) + RUANG
PENUNJANG(instruktur + Gudang)
Ruang eksperimen = ( 77 -78 %) ruang lab
Ruang penunjang = (22 23 %) ruang lab

Untuk perbaikan proporsi maka perhitungannya adalah sebagai


berikut ;
1. Ruang eksperimen
77/100 x 115m = 88,5 m
Lebar = 10m
Panjang = 88,5 : 10 = 8,85 m
Maka luas ruang eksperimen seharusnya 8,85m x 10m
2. Ruang penunjang
23/100 x 115m = 26,45 m
Lebar = 10m
Panjang = 26,45 : 10 = 2,645 m
Maka luas ruang penunjang seharusnya 2,645m x 10m (gudang,
ruang instruktur dan loker)
Gudang = 2m x 4m
R. Instruktur = 2,5 x 3m
Loker = 2,5m x 2m

Peletakan oven diletakkan sendiri bersebelahan dengan kulkas/chiller


(tapi tidak berdempetan) agar tidak menghalangi lemari bahan
Lemari bahan bisa diletakkan didalam ruang isntruktur agar selain
tidak menghalangi lalu lintas kerja, juga bisa lebih terkontrol
penggunaannya karena izin kepada instruktur terlebih dahulu
Loker diletakkan di pintu masuk sebagai ganti dari ruang persiapan ,
lalu meja menghidang diletakkan didepan ruang instruktur dan
berada didepan.
Dan juga diadakan pembuatan gudang kecil didalam ruangan
instruktur, tidak perlu terlalu besar. Fungsinya untuk menaruh alatalat besar seperti blender, friller, meat slicer yang tidak mungkin
ditaruh dibawah setiap meja kerja seperti alat kecil lainnya

TERIMA
KASIH