Anda di halaman 1dari 30

PENGENDALIAN LAJU ALIR

Percobaan I
A. Judul percobaan
Pengendalian Laju Alir secara Manual (linearisasi)
B. Tujuan
Mahasiswa dapat mengendalikan laju alir air secara manual dengan cara
mempariasikan kecepatan pompa peristaltik.
C. Dasar Teori
Pada percobaan ini, kecepatan aliran air yang berasal dari pompa
peristaltik dimonitor secara terus menerus oleh sebuah flow sensor. Dengan
car mengatur kecepatan pompa dan dengan memperhatikan kecepatan aliran
air, maka kecepatan aliran air dari pompa peristaltik dapat dikendalikan
Air Dingin

D. Gambar Rangkaian Alat

Sol 1

Pompa A

Pompa B

E. Alat
Alat yang digunakan PCT 40 bench yang dilengkapi dengan selang-selang
fleksibel. PCT 40 terhubung dengan sebuah komputer melalui kabel USB.
Pada komputer telah terinstal paket software yang digunakan untuk
mengendalikan dan mengelolah signal-signal yang berasal dari semua sensor
dan controller.

F. Langkah kerja
1. Menghidupkan komputer dan memilih Start dan pilih icon PCT 40
2. Hubungkan alat PTC 40 dengan menggunakan kabel USB.
3. Tekan tombol on/Off pada alat PCT 40.
4. Pada bagian kerja aplikasi atau program pilih mimic lalu setelah itu akan
muncul rangkaian aliran dari alat.
5. Pasang selang sesuai dengan yang ditunjukkan pada mimic kerja.
6. Pada mimic kerja pilih icon PID kemudian pilih manual setelah itu
masukkan nilai set point 700; P= 0; I = 0 dan D = 0. Kemudian klik Ok
dan apply. Klik ikon GO. Pada pompa A diberikan bukaan 0 % dan pompa
B diberi bukaan dari 0 % sampai dengan 100 % selisih 10 % setiap
selang waktu 10-20 detik.
7. Setelah pompa B sampai 100 %, hentikan proses dengan menekan icon
Stop dan dibuat grafik hubungan antara bukaan pompa B dengan Laju
aliran fluida.
8. Langkah di atas dilakukan juga untuk kondisi bukaan pompa B yang
konstan 0 % dan kondisi bukaan pompa A yang diparisaikan 10 %, 20 %,
30 % sampai 100 % setiap interval waktu 10 -20 detik.

G. Data pengamatan
Data linearisasi pada pompa B konstans dan pompa A sebagai perubah
Elapse
d
Time
00:01
00:11
00:21
00:31
00:41
00:51
01:01
01:11
01:21
01:31

Flowrate

Pump A

F1
[ml/min]
2
2
1
2
2
2
2
215
215
349

Speed
N1
[%]
0
0
0
10
10
20
20
30
30
40

01:41
01:51
02:01
02:11
02:21
02:31
02:41
02:51
03:01
03:11
03:21
03:31
03:41
03:51

358
485
511
628
642
765
768
882
883
985
990
945
1077
1074

40
50
50
60
60
70
70
80
80
90
90
100
100
100

Dengan merata-ratakan nilai F1 (laju alir) maka akan didapatkan data


sebagai berikut:
Pump
A
Speed
N1
[%]
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100

Flowrate
F1
[ml/min]
2
2
2
215
354
498
635
766
882
987
1032

Dibuat grafik hubungan antara laju alir Vs bukaan pompa A

laju alir Vs Bukaan pompa A


1100
900

f(x) = 11.92x - 107.41

700
laju alir

linearisasi

500

Linear (linearisasi)

300
100
-1000

20 40 60 80 100 120

Bukaan pompa A, %

H. Pembahasan
Pada percobaan kali ini akan dilihat nilai dari penaruh pompa A terhadap
laju alir. Dengan membuat kondisi dari pompa B tidak beroperasi atau
tetap dan bukaan dari pompa A diatur dari 0, 10 %, 20 %, 30 %, 40 sampai
dengan 100 %.
Dari grafik linerisasi terhadap pompa terlihat bahwa hubungan
garis yang diperoleh tidak terlalu linear. Seperti terlihat bahwa pada
bukaan pompa A, 0 20 % terlihat belum terjadi pada laju alir dan masih
dalam kondisi awal. Hal ini karena kinerja dari pompa yang kurang efisien
walaupun secara teorinya seharusnya terjadi aliran fluida pada bukaan 0
-20 %.
Dengan membuat kaitan antara laju alir dari besar bukaan pompa A
pada bukaan pompa A = 50 % adalah 500 ml/s yang mana seharusnya
menurut pengaturan alat bahwa pada bukaan pompa 50 % akan diperoleh
besar laju alir 700 ml/s. Nilai laju alir yang diperoleh lebih kecil dari yang
terpasang pada alat mungkin dikarena laju aliran air dingin yang berasal
dari sumber air dan jenis selang fleksibel yang digunakan.

Percobaan II
A. Judul percobaan
Pengaruh gangguan beban pompa B terhadap nilai set point.
B. Tujuan
Mahasiswa dapat Mengendalikan laju alir secara manual dengan
menggunakan bukaan pompa B sebagai gangguan beban.
C. Dasar Teori
Pada percobaan ini, kecepatan aliran air yang berasal dari pompa
peristaltik dimonitor secara terus menerus oleh sebuah flow sensor. Dengan
Air Dingin
Sol 1

Pompa B

car mengatur kecepatan pompa dan dengan memperhatikan kecepatan aliran


air, maka kecepatan aliran air dari pompa peristaltik dapat dikendalikan
D. Gambar
Rangkaian
Alat
Pompa
A

E. Alat
Alat yang digunakan PCT 40 bench yang dilengkapi dengan selang-selang
fleksibel. PCT 40 terhubung dengan sebuah komputer melalui kabel USB.
Pada komputer telah terinstal paket software yang digunakan untuk
mengendalikan dan mengelolah signal-signal yang berasal dari semua sensor
dan controller.
Mahasiswa diperkenankan menggunakan USB untuk memindahkan data
dari komputer.
F. Langkah kerja
1. Menghidupkan komputer dan memilih Start dan pilih icon PCT 40
2. Hubungkan alat PTC 40 dengan menggunakan kabel USB.
3. Tekan tombol on/Off pada alat PCT 40.
4. Pada bagian kerja aplikasi atau program pilih mimic lalu setelah itu kan
muncul rangkaian aliran dari alat.
5. Pasang selang sesuai dengan yang ditunjukkan pada mimic kerja.
6. Pada mimic kerja pilih icon PID kemudian pilih manual setelah itu
masukkan nilai set point 700; P= 0; I = 0 dan D = 0. Kemudian klik Ok
dan apply. Pada pompa A diberikan bukaan 50 % dan pompa B = 0 %.
Klik ikon Go tunggu selama 5 menit.

7. Dibuat sheet baru dan dilakukan cara 6 di atas dengan nilai bukaan Pompa
A tetap (50%) dan bukaan pompa B dipariasikan dengan bukaan 20%; 40
%; 60 % ; 80 % dan 100 %.
8. Pengerjaan dihentikan, setelah itu disimpan data dalam file Xcell.
9. Dilanjutkan pada prosedur berikutnya.
G. Data pengamatan
data laju alir pada bukaan pompa A 50 %; set poin = 700; PB = 0; I = 0; D
= 0 dengan pengaruh beban pompa B = 0 %, 20 %, 40 %, 60 %, 80 % dan
100 %)
Bukaan
Pompa
B
Elapse
d
Time
00:01
00:11
00:21
00:31
00:41
00:51
01:01
01:11
01:21
01:31
01:41
01:51
02:01
02:11
02:21
02:31
02:41
02:51
03:01
03:11
03:21
03:31
03:41
03:51

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Flowrat
e

Flowrate

Flowrat
e

Flowrate

Flowrat
e

Flowrate

F1
[ml/min]
645
643
643
642
642
649
650
649
645
645
647
651
645
647
650
640
643
650
643
650
650
645
651
649

F1
[ml/min]
637
640
642
638
634
635
643
632
634
636
642
636
636
641
638
634
631
636
631
634
631
636
638
634

F1
[ml/min]
638
641
885
883
889
888
885
883
882
885
886
892
893
889
885
884
883
882
894
895
900
893
899
896

F1
[ml/min]
629
629
1099
1089
1104
1086
1091
1090
1085
1107
1094
1100
1106
1106
1098
1113
1105
1094
1108
1112
1111
1111
1112
1118

F1
[ml/min]
629
631
1320
1321
1318
1319
1314
1310
1311
1311
1310
1315
1318
1318
1309
1316
1313
1313
1319
1319
1317
1321
1315
1321

F1
[ml/min]
624
618
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499

04:01
04:11
04:21
04:31
04:41
04:51
05:01

647
640
649
648
642
641
642

634
636
638
632
632
632
635

897
897
898
899
884
885
897

1111
1110
1102
1104
1104
1111
1106

1313
1318
1315
1322
1313
1316
1315

1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499

grafik hubungan laju alir vs waktu pada bukaan pompa B secara manual
grafik hubungan laju alir vs waktu pada bukaan pompa B secara manual
1600
1400
1200

pump b 0
pump b 20%

1000
laju alir

pump b 40%

800

pump b 60%
pump b 80%

600

pump b 100%

400
200
00:00

01:26

02:53

04:19

05:46

waktu

H. Pembahasan
Pada percobaan ini ingin diketahui bagaimana pengaruh dari besar bukaan
pompa B terhadap nilai laju alir secra manual tanpa pengendali. Pada grafik
hubungan laju alir terdap waktu di atas, dapat dilihat pengaruh dari bukaan
pompa B sebagai beban. Semakin besar bukaan yang diberikan kepada pompa B
maka laju alir yang keluar juga semakin besar dan ini berbanding lurus. Dan dari
grafik dapat dilihat laju alir yang diperoleh pada bukaan maksimum adalah
kisaran 1500 ml/s.
Pada bukaan pompa B 20 % belum terjadi perubahan dan masih dalam
kondisi tetap. Hal ini karena kinerja dari pompa yan tidak dapat untuk
mengalirkan air dalam bukaan yang cuku kecil yaitu dibawah 20 %. Makanya
pada percobaan sebelumya dilakukan linearisasi kaitan antara bukaan dan laju

aliran. Dari nilai set point = 700 maka besar bukaan dari pompa yang harus
diberikan adalah kisaran 20 % - 40 %. Untuk mendapatkan nilai set point maka
harus kita uji. Pengaruh besar bukaan beban pompa B harus kita ketahui didalam
suatu proses agar tidak terjadi over flow yang dapat mengakibatkan terganggunya
suatu proses.

Percobaan III
A. Judul percobaan
Pengaruh proporsional Band dengan beban pompa terhadap set point.
B. Tujuan
Mahasiswa dapat Mengendalikan laju alir secara Automatic dengan
menggunakan bukaan pompa B sebagai gangguan beban dan proporsinal
Band.
C. Dasar Teori
Pada percobaan ini, kecepatan aliran air yang berasal dari pompa
peristaltik dimonitor secara terus menerus oleh sebuah flow sensor. Dengan
car mengatur kecepatan pompa dan dengan memperhatikan kecepatan aliran
air, maka kecepatan aliran air dari pompa peristaltik dapat dikendalikan
Air Dingin
Sol 1

Pompa B

D. Gambar Rangkaian Alat


Pompa A

E. Alat
Alat yang digunakan PCT 40 bench yang dilengkapi dengan selang-selang
fleksibel. PCT 40 terhubung dengan sebuah komputer melalui kabel USB.
Pada komputer telah terinstal paket software yang digunakan untuk
mengendalikan dan mengelolah signal-signal yang berasal dari semua sensor
dan controller.
Mahasiswa diperkenankan menggunakan USB untuk memindahkan data
dari komputer.
F. Langkah kerja
1. Menghidupkan komputer dan memilih Start dan pilih icon PCT 40
2. Hubungkan alat PCT 40 dengan menggunakan kabel USB.
3. Tekan tombol on/Off pada alat PCT 40.
4. Pada bagian kerja aplikasi atau program pilih mimic lalu setelah itu kan
muncul rangkaian aliran dari alat.
5. Pasang selang sesuai dengan yang ditunjukkan pada mimic kerja.
6. Pada mimic kerja pilih icon PID kemudian pilih Automatic setelah itu
masukkan nilai set point 700; P= 0; I = 0 dan D = 0. Kemudian klik Ok
dan apply. Klik ikon Go tunggu selama 5 menit.
7. Dibuat sheet baru dan dilakukan cara 6 di atas dan mengganti bukaan
pompa B dipariasikan dengan bukaan 0 ; 20%; 40 %; 60 % ; 80 % dan 100
%.
8. Pengerjaan dihentikan, setelah itu disimpan data dalam file Xcell.
9. Dilanjutkan pada prosedur berikutnya.

Pengaruh PB 5 % dan 25 %

1. Dibuka aplikasi PCT 40 lalu akan muncul mimic.


2. Di klik icon PID kemudian dimasukkan nilai set point = 700, masukkan
nilai PB = 5. Pilih manual dan klik OK dan Aplly.

3. Masukkan nilai bukaan dari pompa A konstan, 50 %.


4. Klik ikon Go, ditunggu 10 -15 detik, setelah itu dimasukkan nilai
gangguan beban bukaan pompa B = 20 % , setelah itu di klik automatic
dan ditunggu sampai proses berjalan selama 5 menit. Setelah itu proses
record dihentikan dengan menekan Icon STOP.
5. Dikembalikan posisi proses pada kondisi awal dengan menekan icon PID
set point 700, PB = 5 % dan di klik manual.
6. Dilakukan langkah di atas dengan menggantikan nilai beban bukaan dari
pompa B sebesar 40 %; 60 %; 80 % dan 100 %. Sehingga diperoleh 5
buah grafik.
7. Simpan data pengamatan dalam bentuk excell untuk memdahkan dalam
mengolah data.
-

Dilakukan juga pengambilan data untuk nilai PB = 50 % dengan cara seperti di


atas.

G. Data Pengamata
Data-data laju alir fluida F1 pada masing-masing Bukaan Pompa B =
0; 20; 40; 60; 80 dan 100 %. Pada PB = 5 ; I = 0; dan D = 0 pompa A = 50
% dan set point = 700 dengan Pengendali manual.
Elapse
d
Time

Flowrate

00:01
00:11
00:21
00:31
00:41
00:51
01:01
01:11
01:21
01:31
01:41
01:51
02:01
02:11
02:21
02:31
02:41

645
643
643
642
642
649
650
649
645
645
647
651
645
647
650
640
643

F1
[ml/min]

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrate

Flowrat
e

Flowrat
e

F1
[ml/min]
637
640
642
638
634
635
643
632
634
636
642
636
636
641
638
634
631

F1
[ml/min]
637
640
642
638
634
635
643
632
634
636
642
636
636
641
638
634
631

F1
[ml/min]
629
629
1099
1089
1104
1086
1091
1090
1085
1107
1094
1100
1106
1106
1098
1113
1105

F1
[ml/min]
629
631
1320
1321
1318
1319
1314
1310
1311
1311
1310
1315
1318
1318
1309
1316
1313

F1
[ml/min]
624
618
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499

Proportiona
l
Band
P
[%]
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5

02:51
03:01
03:11
03:21
03:31
03:41
03:51
04:01
04:11
04:21
04:31
04:41
04:51
05:01

650
643
650
650
645
651
649
647
640
649
648
642
641
642

636
631
634
631
636
638
634
634
636
638
632
632
632
635

636
631
634
631
636
638
634
634
636
638
632
632
632
635

1094
1108
1112
1111
1111
1112
1118
1111
1110
1102
1104
1104
1111
1106

1313
1319
1319
1317
1321
1315
1321
1313
1318
1315
1322
1313
1316
1315

1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499
1499

5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5

grafik hubungan laju alir Vs waktu pada PB 5


sacara manual
1600
pompa1400
b 20 %

pompa b 40

pompa b 60 %

pompa b 80 %

1200
laju lair 1000
800
pompa b600
100 %

400
00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 04:19 05:02 05:46
waktu

Data-data laju alir fluida F1 pada masing-masing Bukaan Pompa B = 0;


20; 40; 60; 80 dan 100 %. Pada PB = 5 ; I = 0; dan D = 0. Set point = 700
Pengendali otomatis.
Bukaan
Pompa
B
Elapse
d
Time

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

F1

F1

F1

F1

F1

F1

Proportion
al
Band
P

00:01
00:11
00:21
00:31
00:41
00:51
01:01
01:11
01:21
01:31
01:41
01:51
02:01
02:11
02:21
02:31
02:41
02:51
03:01
03:11
03:21
03:31
03:40
03:51
04:01
04:11
04:21
04:31
04:41
04:51
05:01

[ml/min
]

[ml/min
]

[ml/min
]

[ml/min
]

[ml/min
]

[ml/min
]

[%]

477
466
466
469
475
491
484
475
466
481
486
471
490
472
493
470
494
486
505
499
475
513
480
481
486
473
465
505
494
462
508

497
470
743
614
715
648
534
535
742
609
666
666
690
669
513
606
710
691
647
510
558
582
672
683
505
616
700
713
699
643
666

469
510
806
798
816
804
803
790
803
777
798
823
806
817
803
805
809
818
792
803
779
791
805
771
813
788
801
778
808
812
776

521
521
717
716
738
717
721
800
726
722
759
774
733
743
746
719
801
730
765
762
718
757
710
784
713
737
791
724
767
762
743

518
519
961
959
957
960
957
954
958
957
961
958
959
959
957
959
961
958
966
961
959
962
962
959
961
958
962
960
968
965
962

515
550
1010
1195
1198
1198
1196
1195
1195
1197
1194
1198
1196
1195
1198
1198
1196
1196
1200
1200
1200
1200
1199
1198
1199
1195
1201
1197
1193
1198
1204

5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5

Dari data di atas dibuat grafik hubungan antara laju alir dengan waktu
operasi, sehingga diperoleh grafik sebagai berikut:

grafik hubungan laju alir vs waktu pada PB = 5


secara outomatic
1500
pompa B 0 %

pompa b 20 %

pompa b 40 %

pompa b 60 %

1000
laju alir (ml/s)
500
pompa b 80 %

pompa B 100 %

0
00:00

01:26

02:53

04:19

05:46

waktu (menit)

Data pengamatan untuk PB = 50, set point = 700; I = 0; D = 0 dan bukaan


pompa A konstan 50 % pada pengaruh gangguan beban pompa B = 0; 20;
40; 60; 80 dan 100%. Sebagai berikut:

Bukaa
n
Pompa
B
Elapse
d
Time

00:00
00:10
00:20
00:30
00:40
00:50
01:00
01:10
01:20
01:30
01:40
01:50

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

Flowrat
e

F1
[ml/min
]
538
536
538
535
529
528
532
541
530
539
528
544

F1
[ml/min
]
536
536
612
614
615
614
613
614
612
615
613
613

F1
[ml/min
]
542
545
806
813
790
811
793
815
763
784
825
789

F1
[ml/min
]
533
538
950
929
925
938
939
935
948
932
948
935

F1
[ml/min
]
526
535
1094
1072
1039
1080
1039
1048
1074
1077
1052
1083

F1
[ml/min
]
540
538
1203
1195
1192
1190
1189
1190
1192
1190
1192
1194

Proportion
al
Band
P
[%]
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50

02:00
02:11
02:20
02:30
02:40
02:50
03:00
03:10
03:20
03:30
03:40
03:50
04:00
04:10
04:20
04:30
04:40
04:50
05:00

530
540
530
541
535
538
532
539
537
530
534
541
541
532
533
542
546
542
533

615
612
612
612
614
615
615
615
614
618
616
614
615
617
617
615
616
616
617

762
793
813
803
798
802
801
784
758
817
820
771
796
800
761
812
766
799
803

935
938
941
937
933
936
962
957
940
940
943
935
937
946
946
951
948
946
948

1042
1039
1052
1047
1017
1067
1057
1075
1054
1068
1053
1088
1045
1041
1093
1070
1039
1072
1018

1193
1189
1189
1194
1192
1192
1197
1195
1189
1192
1190
1194
1191
1195
1195
1192
1197
1193
1191

50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50

grafik hubungan lju alir vs waktu pada PB = 50 % secara automatic


1400
1200
1000
laju alir

pompa b 0 %

800

pompa b 20 %

600

pompa b 60 %

pompa b 40 %
pompa b 80 %

400

pompa b 100 %

200
0
00:00

01:26

02:53

04:19

05:46

waktu

H. Pembahasan
Pada percobaan ini yang dicari adalah pengaruh PB terhadap laju alir dan
pencapaian set point batik secara manual atau automatik.

Pengaruh nilai PB terhadap set point.

Pada grafik laju alir dengan PB = 5 % secara manual nilai laju alir
lebih besar dari dari laju alir pada PB = 50 %. Seperti pada percobaan
II (PB = 0 %) nilai laju alir maksumum berkisaran pada 1400-1500
dan pada saat menggunakan PB = 5% hasil yang diperoleh hampir
sama. Sedangkan pada PB = 50 % diperoleh data nilai laju alir yang
lebih kecil pada bukaan maksimum dan pada bukaan yang sama
dengan PB = 5%, nilai laju alir tidak pada PB = 50 % tidak ada yang
berada pada nilai set point 700, pada keihatanya nilainya berada di atas
(overshoot) dan dibawah (undershoot) nilai set point.

Pengaruh nilai PB secara manual dan Automatic.


Pada grafi laju alir vs waktu dengan nilai PB = 5 % batik secara
manual atau Automatic terdapat perbedaan. Pada pengendali manual
nilai dari set point (700) mudah untuk dicapai hanya cukup mengganti
nilai Bukaan pompa B antara 20 % - 40 % dan umumnya dipakai
ketika proses yang digunakan menggunakan laju alir air pendingin
yang sama. Sedangkan pada pengendali utomatik dengan nilai PB = 5
dan set point = 700, terjadi osilasi pada bukaan 20 % - 40 % yang
mana pada bukaan tersebut nilai set point berada. Pada pengendali
automatik dalam suatu proses sulit untuk dijalankan karena jumlah
debit atau laju alir haruslah besar dan dibutuhkan suatu alat tambahan
berupa katup.

Percobaan IV
A. Judul percobaan
Optimasi laju alir.
B. Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui cara untuk mengoptimasi alat dengan
menggunakan pengendali P (proporsional), I (Integral) dan D (Derivative)
terhadap nilai set point dan gangguan beban dari pompa B.
C. Dasar Teori
Pada percobaan ini, kecepatan aliran air yang berasal dari pompa
peristaltik dimonitor secara terus menerus oleh sebuah flow sensor. Dengan
car mengatur kecepatan pompa dan dengan memperhatikan kecepatan aliran
air, maka kecepatan aliran air dari pompa peristaltik dapat dikendalikan
Air Dingin
Sol 1

Pompa B

D. Gambar Rangkaian Alat


Pompa A

E. Alat
Alat yang digunakan PCT 40 bench yang dilengkapi dengan selang-selang
fleksibel. PCT 40 terhubung dengan sebuah komputer melalui kabel USB.
Pada komputer telah terinstal paket software yang digunakan untuk
mengendalikan dan mengelolah signal-signal yang berasal dari semua sensor
dan controller.
Mahasiswa diperkenankan menggunakan USB untuk memindahkan data
dari komputer.
F. Langkah kerja
1. Dibuka aplikasi PCT 40 lalu akan muncul mimic.
2. Di klik icon PID kemudian dimasukkan nilai set point = 500 P=0; I = 0
dan D= 0. Pilih Automatic dan klik OK dan Aplly.
3. Masukkan nilai bukaan dari pompa A konstan, 50 %.
4. Klik icon GO kemudian ditunggu sampai terbentuk grafik yang terdiri dari
lembah dan puncak. Setelah itu proses record dihentikan dengan menekan
Icon STOP.
5. Setelah itu simpan data dalam bentuk excell. Setelah itu buat grafik pada
lembar kerja excell.
6. Dihitung nilai y, I dan D (metode ziger niger)
Y = jarak selisih antar puncak
P = y/3
I = t = waktu yang dibutuhkan oleh dua puncak

D = t/6
7. Masukkan nilai PID yang diperoleh dari data pengukuran dan perhitungan
di atas kemuduian dibiarkan alat untuk merekord.
8. Dikembalikan posisi proses pada kondisi awal yankni
9. Dilakukan langkah di atas dengan menggantikan nilai beban bukaan dari
pompa B sebesar 40 %; 60 %; 80 % dan 100 %. Sehingga diperoleh 5
buah grafik.
10. Simpan data pengamatan dalam bentuk excell untuk memdahkan dalam
mengolah data.

G. Data pengamatan
-

Menentukan nilai pengendali PID dengan metode satu periode ziger


Nigger.
Elapse
d
Time
00:01
00:11
00:21
00:31
00:41
00:51
01:01
01:11
01:21
01:31
01:41

Flowrate
F1
[ml/min]
394
507
579
396
504
575
396
509
578
398
506

Pump
A
Speed
N1
[%]
0
100
100
0
100
100
0
100
100
0
100

Pump
B
Speed
N2
[%]
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Set
Point
[ml/min]
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500

Dari data di atas dibuat grafik hubungan laju alir vs waktu, sbb:

grafik laju alir vs waktu


600
550
500
Optimasi

laju alir (ml/s) 450


400
350
300
00:00

00:43

01:26

02:10

waktu

Data grafik di atas diperoleh


.y = 575 396 =179
P = y/3 =179/3 =59.67
I = t = 81 s 51 s = 30 sekon
D = t/6
D = 30/6 = 5 sekon
Data pengamatan optimasi PID dengan bukaan pompa B (0 %, 20 %, 40
%, 60 %, dan 100 %) sebagai gangguan beban. pada set point = 500;
pengendali automatic.
Pompa B
Elapsed
Time

00:01
00:11
00:21
00:31
00:41

20%
Flowrate

40%
Flowrat
e

60%
Flowrate

80%
Flowrate

100%
Flowrate

F1
[ml/min]
1
1
181
318
390

F1
[ml/min]
2
3
405
322
421

F1
[ml/min]
4
2
691
694
681

F1
[ml/min]
2
2
656
923
925

F1
[ml/min]
2
2
1031
1036
1031

00:51
01:01
01:11
01:21
01:31
01:41
01:50
02:00
02:10
02:20
02:30
02:40
02:50
03:00
03:10
03:20
03:30
03:40
03:50
04:00
04:10
04:20
04:30
04:40
04:50
05:00
05:10
05:20
05:30
05:40
05:50
06:00
06:10
06:20
06:30
06:40
06:50
07:00
07:10
07:20
07:30
07:40
07:50
08:00
08:10
08:20
08:30
08:40
08:50
09:00

415
456
469
476
491
500
501
502
499
502
502
504
505
498
502
500
502
502
500
500
501
500
502
500
502
500
618
647
669
677
688
691
694
700
699
699
701
699
703
701
702
700
701
702
701
699
701
702
701
703

413
494
508
513
503
487
491
497
505
504
516
479
505
507
469
472
516
469
513
502
492
502
496
524
520
509
642
660
688
688
692
702
705
699
708
702
703
699
698
702
681
708
699
703
691
706
710
702
698
705

684
698
704
704
685
681
683
690
694
692
680
690
687
686
688
686
682
703
703
685
696
700
688
691
687
685
686
686
689
694
694
692
686
694
690
688
697
691
685
697
689
691
694
687
694
693
688
694
694
688

922
917
925
921
921
920
923
920
921
918
919
921
917
920
918
921
917
919
917
919
920
918
921
924
922
919
916
918
918
921
916
916
918
918
921
917
918
918
917
922
916
921
920
918
921
916
919
916
918
916

1030
1028
1025
1026
1028
1023
1023
1024
1025
1025
1025
1027
1022
1025
1025
1026
1025
1022
1025
1021
1022
1022
1021
1020
1017
1020
1018
1022
1021
1025
1023
1021
1021
1023
1014
1025
1020
1024
1016
1022
1020
1019
1021
1020
1020
1019
1019
1019
1019
1022

09:10
09:20
09:30
09:40
09:50
10:00
10:10
10:20
10:30
10:40
10:50
11:00
11:10
11:20
11:30
11:40
11:50
12:00
12:10
12:20
12:30
12:40
12:50
13:00
13:10
13:20
13:30
13:40
13:50
14:00
14:10
14:20
14:30
14:40
14:50
15:00
15:10
15:20
15:30
15:40
15:50
16:00
16:10
16:20
16:30
16:40
16:50
17:00
17:10
17:20

698
704
700
700
701
702
448
393
365
335
322
323
322
305
305
305
293
293
289
294
297
292
290
299
299
307
294
289
289
298
298
295
295
294
294
294
245
222
205
204
201
198
196
196
204
198
198
197
207
199

708
702
690
697
706
710
472
386
382
393
382
382
391
394
391
387
383
397
383
395
386
390
394
387
396
386
385
396
388
396
393
385
396
391
386
393
396
392
390
387
382
393
396
399
399
395
390
388
393
392

702
686
698
688
692
702
689
691
697
695
691
693
701
683
692
694
686
696
688
694
697
686
693
695
686
697
691
690
690
689
695
697
694
690
688
695
686
688
683
691
687
690
684
691
688
687
688
694
684
691

921
920
916
916
923
918
925
919
918
920
924
922
916
921
918
921
922
913
921
920
916
927
919
921
921
922
924
918
916
916
914
921
920
917
919
920
924
919
925
909
917
921
920
916
910
921
921
920
924
918

1020
1020
1020
1017
1019
1020
1020
1020
1022
1017
1020
1020
1014
1016
1018
1016
1017
1017
1018
1017
1021
1021
1020
1014
1017
1015
1016
1017
1017
1016
1017
1012
1019
1016
1017
1016
1017
1017
1020
1019
1015
1015
1011
1018
1014
1014
1014
1016
1014
1019

17:30
17:40
17:50
18:00
18:10
18:20
18:30
18:40
18:50
19:00
19:10
19:20
19:30
19:40
19:50
20:00

196
202
202
203
203
200
199
196
198
196
206
204
204
198
203
198

389
385
386
389
390
396
396
398
390
400
401
398
399
402
402
398

694
687
688
692
686
695
683
695
688
691
688
686
697
687
696
687

914
924
918
924
920
921
920
916
915
920
925
924
923
914
919
922

1017
1017
1021
1017
1017
1014
1017
1019
1014
1017
1016
1020
1015
1016
1016
1017

Dari data di ata dibuat grafik:

grafik laju alir Vs waktu


1200
1000
pomp B 20 %

800
Laju Alr (ml/s)

pomp B 40 %

600

pomp B 60 %
pomp b 80 %

400

pomp B 100 %

200
0
00:00

07:12 14:24

21:36

waktu (menit)

Pengaruh perubahan set point terhadaap bukaan pompa B


Bukaan
pompa B
Elapsed
Time

00:01
00:11

40%
Flowrat
e

60%
Flowrate

F1
[ml/min]
1
1

F1
[ml/min]
2
3

Set
Point
[ml/min]
500
500

00:21
00:31
00:41
00:51
01:01
01:11
01:21
01:31
01:41
01:51
02:01
02:11
02:21
02:31
02:41
02:51
03:01
03:11
03:21
03:31
03:41
03:51
04:01
04:11
04:21
04:31
04:41
04:51
05:01
05:11
05:21
05:31
05:41
05:51
06:01
06:11
06:21
06:31
06:41
06:51
07:01
07:11
07:21
07:31
07:41
07:51
08:01
08:11
08:21
08:31

181
318
390
415
456
469
476
491
500
501
502
499
502
502
504
505
498
502
500
502
502
500
500
501
500
502
500
502
500
618
647
669
677
688
691
694
700
699
699
701
699
703
701
702
700
701
702
701
699
701

405
322
421
413
494
508
513
503
487
491
497
505
504
516
479
505
507
469
472
516
469
513
502
492
502
496
524
520
509
642
660
688
688
692
702
705
699
708
702
703
699
698
702
681
708
699
703
691
706
710

500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700
700

08:41
08:51
09:01
09:11
09:21
09:31
09:41
09:51
10:01
10:11
10:21
10:31
10:41
10:51
11:01
11:11
11:21
11:31
11:41
11:51
12:01
12:11
12:21
12:31
12:41
12:51
13:01
13:11
13:21
13:31
13:41
13:51
14:01
14:11
14:21
14:31
14:41
14:51
15:01
15:11
15:21
15:31
15:41
15:51
16:01
16:11
16:21
16:31
16:41
16:51

702
701
703
698
704
700
700
701
702
448
393
365
335
322
323
322
305
305
305
293
293
289
294
297
292
290
299
299
307
294
289
289
298
298
295
295
294
294
294
245
222
205
204
201
198
196
196
204
198
198

702
698
705
708
702
690
697
706
710
472
386
382
393
382
382
391
394
391
387
383
397
383
395
386
390
394
387
396
386
385
396
388
396
393
385
396
391
386
393
396
392
390
387
382
393
396
399
399
395
390

700
700
700
700
700
700
700
700
700
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200

17:01
17:11
17:21
17:31
17:41
17:51
18:01
18:11
18:21
18:31
18:41
18:51
19:01
19:11
19:21
19:31
19:41
19:51
20:01

197
207
199
196
202
202
203
203
200
199
196
198
196
206
204
204
198
203
198

388
393
392
389
385
386
389
390
396
396
398
390
400
401
398
399
402
402
398

200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200

pe rubahan se t poit pada bukaan


pompa 40 & 60 %
800
600
Pompa B 40 %

laju alir 400

pompa B 60 %

200
0
00:00

07:12

14:24

21:36

waktu

H. Pembahasan

Pada percobaan optimasi cara yang dilakukan adalah dengan


menggunakan metode 1 periode (Niger Zighold). Yang mana operasi
dilakukan

dengan

menggunakan

pengendali

automatis.

Untuk

menentukan besar dari pengendali PID yang digunakan maka


ditentukan dengan menggukan grafik dan persamaan
P=y/3

I=t

&

D = t/6

grafik laju alir vs waktu


600
500
Optimasi

laju alir (ml/s) 400


300

01:26
00:00
02:53
waktu

Dan setelah itu data pengendali PID di uji.


Pada bukaan pompa B di masukkan nilai beban operasi yang
diinstuksikan. Seperti yang terlihat pada grafik Optimasi di atas. Nilai set
point yang diberikan adalah 500 sedangkan pada grafik tidak ada yang
melewati nilai set point hanya pompa B 40 % dan 60 %. Dan selebihnya
nilainya nilainya berada di atas set point pada bukaan pompa B 60; 80 &
100 % (membentuk nilai set point baru).

pengaruh perubahan set point pada nilai beban operasi ( bukaan pompa
B) tetap. Pada grafik:
pe rubahan se t poit pada bukaan
pompa 40 & 60 %
800
600

Pompa B 40 %

laju alir 400


200

pompa B 60 %

0
00:00 07:12 14:24 21:36
waktu

Terlihat bahwa set point yang diinginkan secara berurutan adalah 500,
700, 400, 300 & 200 ml/s. seperti yang terlihat pada grafik di atas
dengan menggunakan pompa B bukaan 60 %, nilai set point 500 700
dan 400 dapat dicapai dan konstan pada sp 400. Sedangkan pada
bukaan pompa B 40 %. Semua nilaia set point dapat tercapai hal. Ini
menunjukkan bahwa dengan menggunakan bukaan 40 % nilai kita
dapat mengendalikan laju alir pada nilai set point bawah yaitu 200
ml/s. penyebab mengapa pengendali dengan menggunakan Pompa
dengan bukan yang lebih besar sulit untuk mencapai nilai set point
yang lebih rendah dan cenderung tetap pada nilai set point tertentu
adalah pengaruh dari besarnya laju alir dan debit air.

I. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakuakn maka dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Nilai laju alir 50 % pada linearisasi pompa A adalah 500 ml/s
2. Semakin kecil nilai Proporsional Band maka nilai laju alir semakin
dekat atau sama dengan set point dan semakin besar nilai Proporsional
maka nilai akan semakin jauh dari set point dan cenderung membentuk
nilai baru.
3. Pada pengendali manual pada PB yang sama nilai laju alir mudah
untuk diatur dan tidak mengalami osilasi dan sebaliknya dengan
pengendali automatic pada PB yang sama.
4. Nilai set point akan di pengaruhi oleh besarnya bukaan pompa atau
laju alir dan pada praktikun ini nilia bukaan yang paling batik adalah
bukaan 40 %.

J. Daftar Pustaka
-

Slamet Yulistiono,Hb. 2011. Laboratorium Pengendalian Proses.


Jurusan Teknik Kimia. Politeknik Negeri Ujung Pandang: Makassar

Buku bahan ajar pengendalian proses. Jurusan teknik kimia. Politeknik


Negeri Ujung Pandang: Makassar

File alat PCT 40.

Beri Nilai