Anda di halaman 1dari 28

Intususepsi pada

anak
Indra Setiawan

Definisi
proses dimana suatu segmen usus bagian
proksimal masuk ke dalam lumen usus bagian
distalnya sehingga menyebabkan obstruksi
usus

Epidemiologi
Intususepsi umumnya ditemukan pada anak-

anak di bawah 1 tahun. Di Asia, insiden


puncak antara usia 4-8 bulan
Umumnya intususepsi ditemukan lebih sering
pada anak laki-laki. Di Asia, rasio
perbandingannya adalah 9:1.

Etiologi
Terbagi menjadi 2, idiopatik dan kausal

Idiopatik
90-95 % intususepsi pada anak digolongkan

sebagai infantile idiophatic intussusceptions


tidak ada abnormalitas menyebabkan
intususepsi seperti diverticulum meckel atau
polip yang dapat diidentifikasi saat
pembedahan

Kausal
inverted Meckels diverticulum, polip usus,

leiomioma, leiosarkoma, hemangioma,


lymphoma dan duplikasi usus
Divertikulum Meckel adalah penyebab paling
utama, diikuti dengan polip.

Patogenesis
ketidakseimbangan pada dorongan sepanjang

dinding intestinal -> area dari dinding usus


terinvaginasi ke dalam lumen -> obstruksi
sistem limfatik dan vena mesenterial ->
gangguan venous return -> kongesti, oedem,
hiperfungsi goblet sel serta laserasi mukosa
usus.

Patogenesis

Manifestasi Klinis
Nyeri perut datangnya berulang-ulang dengan

jarak waktu 15-20 menit dengan lama


serangan 2-3 menit.
Muntah warna hijau
BAB darah dan lendir (red currant jelly stool)
6-8 setelah serangan sakit yang pertama.

Diagnosis
Trias gejala :
Nyeri perut yang datangnya secara tiba-tiba,
nyeri bersifat hilang timbul.
Teraba massa tumor di perut bentuk curved
sausage pada bagian kanan atas, kanan bawah,
atas tengah, kiri bawah atau kiri atas.
Red currant jelly stool

Diagnosis
Menurut The Brighton Collaboration

Intussuseption Working Group


Kriteria Mayor :
adanya riwayat muntah hijau, diikuti dengan

distensi abdomen dan bising usus yang


abnormal / tidak ada
Adanya gambaran dari invaginasi usus
gambaran feses red currant jelly pada
pemeriksaan Rectal Toucher.

Kriteria Minor
Bayi laki-laki kurang dari 1 tahun
Nyeri abdomen
Muntah
Letargi
Pucat
Syok hipovolemi
Foto abdomen menunjukkan abnormalitas tidak
spesifik

Level 1 Definite

Kriteria Pembedahan Invaginasi usus yang


ditemukan saat pembedahan
Kriteria Radiologi Air enema atau liquid
contrast enema menunjukkan invaginasi
dengan manifestasi spesifik yang bisa
dibuktikan dapat direduksi oleh enema
tersebut.

Level 2 Probable

Dua kriteria mayor


Satu kriteria mayor dan 3 kriteria minor
Level 3 Posible

Empat atau lebih kriteria minor

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium

didapatkan abnormalitas elektrolit yang


berhubungan dengan dehidrasi, anemia dan
atau peningkatan jumlah leukosit (leukositosis
>10.000/mm3).

Foto polos abdomen

Barium edema

USG

CT scan

Diagnosis Banding
Gastroenteritis
Disentri amuba
Enterokolitis
Prolapsus Recti

Penatalaksanaan
Tindakan operatif
Pasien diposisikan terlentang dan sayatan kulit

sisi kanan perut melintang dibuat sedikit lebih


rendah daripada umbilikus. Sayatan bisa
dibuat sejajar, di bawah atau di atas umbilikus,
tergantung pada derajat intususepsi.

Diseksi
Teknik pemisahan otot dimulai dari eksternal,

obliqus internus, dan fascia transversalis.


Reduksi dilakukan dengan lembut, meremas usus
distal ke apex bersamaan dengan tarikan lembut
dari usus proksimal untuk membantu reduksi

Setelah reduksi, kondisi umum ileum terminal

yang mengalami intususepsi harus dinilai


dengan hati-hati

Menutup
Setelah reduksi dicapai atau reseksi dilakukan

(jika diperlukan) dan hemostasis dipastikan,


penutupan fasia perut dilakukan di lapisan
menggunakan benang absorbable 3-0.
Kulit reapproximated dengan jahitan
subcuticular 5-0 yang diserap.

Non operatif
Hidrostatik reduction
Reduksi dilakukan dengan barium / cairan
isotonik
Pneumatic reduction
Reduksi dilakukan dengan tekanan udara
maksimum yang aman adalah 80 mmHg untuk
bayi dan 110-120 mmHg untuk anak.

Komplikasi
Dehidrasi
Aspirasi dari emesis yang terjadi
Iskemia dan nekrosis usus dapat

menyebabkan perforasi dan sepsis

Perawatan pasca operasi


Nasogastric tube berguna sebagai dekompresi

pada saluran cerna selama 1-2 hari dan


penderita tetap dengan infus.
Antibiotika dapat diberikan satu kali
pemberian pada kasus dengan reduksi. Pada
kasus dengan reseksi perawatan menjadi
lebih lama.

Prognosis
Mortalitas tinggi pada bayi yang ditangani 48

jam setelah timbulnya gejala.


Angka rekurensi dari intususepsi untuk
reduksi nonoperatif dan operatif masingmasing rata-rata 5% dan 1-4%.