Anda di halaman 1dari 20

Inisiasi Menyusui Dini

Richard Leonardo

Latar belakang
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi
ideal untuk menunjang kesehatan,
pertumbuhan, perkembangan bayi
secara optimal. ASI mengandung
lemak, karbohidrat, protein, nutrien
mikro dan antibodi dalam jumlah
yang tepat untuk pencernaan,
perkembangan otak dan
pertumbuhan bayi.

Bayi dianjurkan untuk disusui secara


eksklusif selama 6 bulan pertama
kehidupan dan pemberian ASI
dilanjutkan dengan didampingi
makanan pendamping ASI, idealnya
selama dua tahun pertama
kehidupan.

IMD didefinisikan sebagai proses


membiarkan bayi menyusu sendiri
setelah kelahiran.
Sekitar 22% angka kematian bayi
setelah lahir pada 1 bulan pertama
dapat ditekan.

Definisi
Inisiasi menyusui dini adalah proses
membiarkan bayi dengan nalurinya
sendiri menyusu dalam 1 jam
pertama setelah lahir, bersamaan
dengan kontak kulit, antara kulit ibu
dengan kulit bayinya.

Komposisi ASI
Bervariasi
Foremilk (ASI awal) adalah ASI yang
bening yang diproduksi pada awal
penyusuan. Foremilk banyak mengandung
laktosa dan protein. Hindmilk (ASI akhir)
adalah ASI yang lebih putih pekat,
diproduksi pada akhir penyusuan.
Hindmilk banyak mengandung lemak
yang sangat diperlukan sebagai sumber
tenaga dan pembentukan otak.

ASI sangat kaya asam lemak esensial


yaitu asam lemak yang tidak bisa
diproduksi tubuh tetapi sangat
diperlukan untuk pertumbuhan otak.
Asam lemak esensial tersebut adalah
asam linoleat 8-17%, asam alpha
linolenat 0,5-1,0% dan derivatnya
yaitu asam arakidonat. 0,5-0,7% dan
asam dokosaheksanoat (DHA) 0,20,5%.

Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. Di dalam


usus halus laktosa akan dipecah menjadi glukosa dan
galaktosa oleh enzim laktase. Produksi enzim laktase
pada usus halus bayi kadang-kadang belum
mencukupi, untungnya laktase terdapat dalam ASI.
Sebagian laktosa akan masuk ke usus besar, dimana
laktosa ini akan difermentasi oleh flora usus (bakteri
baik pada usus) yaitu laktobasili. Bakteri ini akan
menciptakan keadaan asam dalam usus yang akan
menekan pertumbuhan kuman pathogen (kuman yang
menyebabkan penyakit) pada usus dan meningkatkan
absorpsi (penyerapan) kalsium dan fosfor.

Fisiologi

Fisiologi

Manfaat IMD

Untuk bayi
Menurunkan angka kematian bayi karena hipotermia
Menghangatkan bayi melalui dada ibu dengan suhu yang tepat
Bayi mendapatkan kolostrum yang kaya akan antibodi, penting
untuk pertumbuhan usus dan ketahanan terhadap infeksi
Bayi dapat menjilat kulit ibu dan menelan bakteri yang aman.
Bakteri ini lalu berkoloni di usus bayi dan menyaingi bakteri
patogen
Menyebabkan kadar glukosa darah bayi menjadi lebih baik
pada beberapa jam setelah kelahiran
Pengeluaran mekonium (kotoran bayi) lebih dini, sehingga
terjadi penurunan intensitas ikterus (kuning) pada bayi baru
lahir.

Manfaat IMD
Untuk ibu
Ibu menjadi lebih tenang
Jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi lebih
baik sebab bayi siaga dalam 1-2 jam pertama
Sentuhan, jilatan, usapan pada puting susu
ibu akan merangsang pengeluaran hormon
oksitosin
Membantu menghentikan kontraksi rahim,
mengurangi risiko perdarahan, dan
mempercepat pelepasan plasenta.

Manfaat Lain IMD


Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan
menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan saat
menyusu menurunkan risiko kematian
karenahypothermia(kedinginan).
Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan
dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan
lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian energi.
Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) di ASI ibu.
Bakteri baik ini akan membuat koloni di usus untuk menyaingi
bakteri patogen, karena berisi antibody bakteri dan virus, termasuk
kadar antibody IgA sekretori yang relatif tinggi, yang mencegah
mikroorganisme melekat pada mukosa usus. Makrofag yang
biasanya ada ada pada kolostrum manusia dan ASI mungkin dapat
mensintesis komplemen, lisozim dan laktoferin yang mempunyai
pengaruh menghambat pertumbuhan Escherichia coli dalam usus.

Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga


yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat
penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus.
Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi,
sehingga menjamin kelangsungan hidup bayi.
Bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak
mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi.
Bayi yang diberikan mulai menyusui dini akan lebih berhasil
menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah
6 bulan.
Jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya
oksitosin yang penting karena:
Menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan
plasentadan mengurangi perdarahan ibu.

Tahapan IMD
Adaptasi melek merem, yakni ketika bayi berhadap-hadapan dengan
ibunya
Sesudah bayi tenang, baru mengecap bagian atas telapak tangannya.
Bau di telapak tangan tersebut mirip dengan ASI yang akan keluar. Jadi,
bau ini memandu bayi untuk mencari puting susu ibunya. Oleh karena
itu, saat membersihkan bayi, bagian atas telapak tangannya jangan
dibersihkan, biarkan saja.
Menekan di atas perut, tepat di atas rahim, guna menghentikan
perdarahan. Hal tersebut dapat membantu mengecilkan kontraksi rahim.
Waktu merayap, bayi akan menekan payudara dan hal tersebut akan
merangsang susu keluar. Sambil bergerak, ia menjilat. Dengan jilatannya
itu, ia mengambil bakteri dari kulit ibunya. Seberapa banyak ia menjilat,
Cuma ia yang tahu berapa kebutuhannya akan bakteri yang masuk ke
pencernaannya itu dan menjadi bakteri Lactobacillus.
Setelah merasa cukup maka ia akan bergerak ke arah puting susu sampai
menemukannya.

Hambatan IMD
Bayi kedinginan
Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk segera menyusui
bayinya
Tenaga kesehatan kurang tersedia
Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai
Masih banyak yang menganggap bahwa kolostrum tidak baik,
bahkan berbahaya bagi bayi.
Kurangnya kepedulian terhadap pentingnya inisiasi menyusui dini
Kurangnya konseling oleh tenaga kesehatan tentang praktik
inisiasi menyusui dini
Adanya pendapat bahwa suntikan vitamin K dan tetes mata
untuk mencegah penyakit gonorrhea harus segera diberikan
setelah lahir, padahal sebenarnya tindakan ini dapat ditunda
selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri

Hambatan IMD
Masih kuatnya kepercayaan keluarga bahwa ibu
memerlukan istirahat yang cukup setelah melahirkan dan
menyusui sulit dilakukan
Adanya kepercayaan masyarakat yang tidak mengizinkan
ibu untuk menyusui dini sebelum payudaranya dibersihkan.
Tenaga medis langsung meletakkan bayi ke puting susu ibu
Masih banyak rumah sakit dan institusi pelayanan
kesehatan yang belum menerapkan program ini
Masih banyak orang tua yang belum mengetahui adanya
program IMD
Orang tua masih ragu pada program IMD
Masih banyak anggapan bahwa proses persalinan secara
caesar tidak dapat melakukan program IMD.

Kesimpulan
Inisiasi menyusui dini adalah memberi
kesempatan bayi menyusu sendiri segera setelah
lahir dengan meletakkan bayi didada atau perut
ibu dan kulit bayi melekat pada kulit ibu
setidaknya selama 1-2 jam sampai bayi menyusu
sendiri. Manfaat ASI adalah minuman alamiah
untuk semua bayi cukup bulan selama usia bulanbulan pertama. IMD dalam 30 menit pertama
kelahiran merupakan salah satu dari 10 langkah
menuju keberhasilan menyusui. Dalam satu jam
pertama pasca lahir menurunkan 22% risiko
kematian bayi usia 0-28 hari.