Anda di halaman 1dari 20

BAB I

STATUS PASIEN

I.IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn. I
Umur
: 66 tahun
Jenis kelamin :Laki-laki
Pekerjaan
: Petani
Alamat
: jl. angkasa
Status perkawinan : Sudah Kawin
Tanggal masuk rumah sakit : Tanggal 02 januari 2015

II.ANAMNESIS : AUTOANAMNESIS/ALLOANAMNESIS
Keluhan utama :nyeri pada bahu kanan dan sebagian lengan kanan atas sejak 2 hari yang
lalu
RPS :
Nyeri pada bahu kanan dan sebagian lengan kanan atas dirasa setelah jatuh di
kamar mandi 2 hari yang lalu SMRS
Nyeri dirasakan terus menerus
Nyeri disertai pembengkakan , nyeri saat digerakan dan gerakan terbatas.
Nyeri bertambah saat ekstremitas kanan digerakkan
SMRS pasien terlebih dahulu di urut
RPD : tidak ada penyakit dahulu
RPK :tidak ada penyakit keluarga
RSE :
Pasien bekerja sebagai petani
Pola makan teratur, pasien makan 3x sehari
III.PEMERIKSAAN TANDA VITAL

Keadaan umum : Sakit sedang


Kesadaran : Compos Mentis, GCS E4V5M6
Vital sign :
suhu : 36,5C
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 80x/menit

RR : 18x/menit
1

IV.PEMERIKSAAN FISIK DIAGNOSTIK


Status generalisata
Kepala :dbn
Mata :dbn
Hidung :dbn
Telinga :dbn
Mulut :dbn
Leher : dbn
a. Trachea: deviasi (+) kekiri
b. KGB: tidak ada pembesaran
c. JVP : 5+2 cm H2O
Thorax :
o Paru-paru :I :terdapat retraksi dinding dada, gerakan dinding dada tertinggal.
Pa : fremitus taktil simetris kanan dan kiri, krepitasi (-)
Per : perkusi paru sonor kanan dan kiri
Aus : suara nafas dasar vesikuler, wheezing -/-, rhonki -/o Jantung :I : iktus kordis terlihat
Pa : Iktus kordis teraba di SIC V linea midklavikula sinistra
Per : batas-batas jantung
o Batas atas : SIC II garis parasternal sinistra
o Batas kanan : SIC IV garis sterna dekstra
o Batas kiri : SIC IV garis midklavikula sinistra
Aus : bunyi jantung I dan II regular, murmur (-), gallop(-)
o Abdomen :
I : perut tampak datar
Pa :nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
Per :timpani
Aus : bising usus (+) normal 8x/menit
o Ekstremitas atas :
Ekstremitas superior dekstra
1. Look
- Luka: (-)
- Eritema: (+)
- Edema: (+)
- Deformitas/asimetri: (+)
2. Feel
- Tenderness : (+)
- Edema: (+)
- Krepitasi: (-)
- Evaluasi status neurovascular:
Pulsasi: (+) dbn
2

Pain: (+)
Pallor: (-)
Paralysis: (-)
Parastesia: (-)
Function laesa: (+)

3. Move
- Sendi bahu : nyeri ekstensi (+) terbatas, nyeri fleksi (+)
terbatas, nyeri i endorotasi (+) terbatas, nyeri eksorotasi
-

(+)
Sendi siku : nyeri ekstensi (+) nyeri fleksi (+)

o Ekstremitas superior sinistra : tidak terdapat dislokasi (dbn)


o Ekstremitas bawah : tidak terdapat dislokasi (dbn)
Status lokalisata :
o Regio :acromio clavicularis dekstra
o Inspeksi :pembengkakan, merah
o Palpasi :nyeri
o Movement : bergeser (+)
V.DIAGNOSA :
Dislokasi sendi glenohumeral
VI.DIAGNOSA BANDING :
Frakur acromioclavicularis, fraktur kolum humerus, dislokasi frakur
VII.TERAPI
1. PEMERIKSAAN PENUNJANG :
Rrontgen thorax PA
o Pada glenohumeral AP akan tampak overlapping, antara kaput humeri dengan
fossa glenoid, kaput humerus biasanya terletak dibawah dan medial terhadap
mangkuk sendi.
o Foto lateral yang diarahkan pada daun scapula akan memperlihatkan kaput
humerus keluar dari mangkuk sendi.
o Kalau sebelumnya pernah mengalami dislokasi sinar x dapat memperlihatkan
perataan atau cekungan kontur posterolateral kaput humerus.
3

Hasil Pemeriksaan laboratorium :


o Hb : 12,9 mg%
o Leukosit : 10.600 mm3
o LED : 4 mm/jam
o Trombosit : 290.000
o BT : 2
o CT : 8
o Ht : 42,7 %
o Eritrosit : 4,99juta
o
2. TERAPI
- perawatan luka
o Terapi simptomatis: -cevotaxim 1gr IV 2x1/hari
-ketorolac 10mg IV 1x1/hari
o Terapi suporatif : -infus ringer laktat 16 tpm
o Reposisi dan rencana tindakan bedah
o Edukatif :
Edukasi meliputi imobilisasi untuk waktu 6 minggu, makan makanan
tinggi kalori dan tinggi protein untuk membantu proses penyembuhan dan
rutinkontrol kesehatan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
DISLOKASI SENDI
DEFINISI1,3,5
Dislokasi sendi atau disebut juga lukasio adalah tergesernya permukaan tulang yang
membentuk persendian terhadap tulang lainnya.Dislokasi dapat berupa lepas komplet (cerai
sendi) atau parsial (dislokasi inkomplet), atau subluksasio. Bila ligament atau kapsul sendi
tidak sembuh dengan baik, luksasio mudah terulang kembali dan disebut sebagai luksasio
habitualis.Cerdera pada sendi dapat mengenai bagian permukaan tulang yang membuat
persendian dan tulang rawannya, ligament, atau kapsul sendi rusak. Darah dapat mengumpul
di dalam sampai sendi yang disebut hemartrosis
Dislokasi bahu adalah yang paling umum dislokasi besar-sendi terlihat di departemen
darurat

otot, ligamen, dan anatomi tulang bahu (glenohumeral bersama) memberikan

jangkauan paling luas gerak sendi dalam tubuh manusia. Namun, anatomi ini juga membuat
glenohumeral bersama sendi yang paling tidak stabil di dalam tubuh.
.Kontak tulang-tulang yang membentuk senditersebut hilang secara komplit.Bila
kedudukan tulang tersebutkembali seperti semula maka pada radiograph anda tidak akan
melihatkelainan tersebut. Tetapi bila dislokasi tersebut disertai dengan frakturintraartikular
atau

fraktur

ekstraartikular

maka

disebut

fraktur-dislokasi.

Sendi

yang

rawan

terhadapkelainan ini adalah sendi bahu, siku,interphalanx( IP), panggul dan pergelangan
kaki.

Anatomi bahu dan lengan atas6,7


o Cavicula
Clavicula menghubungkan lengan atas pada batang tubuh.Ujung medial clavicula
bersendi pada manubrium sterni melalui articulasio sternoclavicularis.Ujung lateralnya
bersendi pada acromion melalui articulasio acromioclavicularis. Bagian dua pertiga
medial corpus clavicula berbentuk cembung ke ventral, sedangkan bagian sepertiga
lateral menggepeng dan cekung ke ventral. Karena lengkung ini, clavicula tampak
sebagai huruf S besar yang memanjang.
o Scapula
Scapula terletak pada aspek posterolateral thoraks, menutupi costa II sampai costa
IV.Badan scapula berbentuk segitiga.Fasies costalis scapula yang cekung membentuk
fossa subcapularis yang luas dan permukaan di sebelah dorsal (fasies posterior) yang
cembung, terbagi oleh spina scapula menjadi fossa supraspinata yang lebih kecil dan
fossa infraspinata yang lebih besar. Ke arah lateral spina scapula melanjutkan diri sebagai
avromion membentuk ujung bahu dan bersendi pada clavicula.
o Humerus
Humerus bersendi dengan scapula pada articulation humeri dan dengan radius pada
articultio cubiti.Caput femoris yang menyerupai bola, bersendi pada cavitas gleinodalis
scapula.Sulcus intertubercularis membatasi tuberculum minus terhadap tuberculum
majus. Teat distal dari caput femoris, terdapat dua cirri mencolok yakni tuberositas
deltoidea di lateral dan silcus nervus radialis sebelah posterior. Crista supracondilaris
medialis dan crista suoracondilaris lateralis posterior.Crista supracondylaris medialis dan
crista suoracondylaris lateralis yang menonjol. Di sebelah depan proksimal terdapat
capitulum humeri terlihat fossa radialis untuk tepi caput sendi sewktu lengan bawah
terfleksi.

ETIOLOGI3
Penyebab utama dislokasi bahu primer adalah cedera traumatik.Dislokasi bahu yang
terjadi pertama kali adalah akibat dari beberapa kejadian seperti benturan kuat, jatuh pada
lengan terulur atau gerakan tiba-tiba yang dapat mengakibatkan bahu terkilir.Pada individuindividu ini

yang berfungsi menstabilkan gerakan

ditarik paksa secara secara

mendadak.Dislokasi yang disebabkan oleh kejadian atraumatik.


Misalnya insiden kecil seperti mengangkat lengan atau bergerak saat tidur.Individuindividu ini mngkin memiliki kelemahan kapsul erat atau perubahan dari pengontrolan otot
pada kompleks bahu atau dapat disebabkan oleh keduanya.
KLASIFIKASI3
7

a. Dislokasi Sendi bahu ( shoulder dislocation)


Sendi bahu secara anatomis terdiri dari

kaput

humerus

yang

besardengan

kedangkalankavitas glenoidalis sehingga stabilitas sendi itutergantung dari kekuatan otot-otot


rotator (otot supra spinatus, infrasupinatus, teresminor dan sub skapularis), kapsul sendi dan
ligamen(gleno humeralis, korako humeralis dan labrurn yang memperdalamkavitas
glenoidalis) daiam mempertahankan kedudukannya.Karena itu sangat mudah terjadi dislokasi
terutama ke arah anterior (80 -90%) dengan karakteristik teriihat lengan atas dalam posisi
rotasiekstemal parsial dan abduksia, adapun ke arah posterior sangatjarang dengan
karakteristik lengan atas dalam posisi adduksi dan rotasiinternal dan biasanya disebabkan
oleh kontraksi otot pada penderitaepilepsi mengalami kejang-kejang dan otot-ototnya tidak
seimbang makaterjadi dislokasi ke arah tersebut. Dapat juga dislokasi bahu ke arahinferior
(luksasio erecta)atau superior. Dua kondisi terakhir ini sangatjarang.Dislokasi dapat terjadi
kerusakan otot-otot dan kapsul yangmenstabilkansendi tersebut sehingga dengan mudah
terjadi disiokasi kembali(recurrent dislocation) bila hal ini menjadi terbiasa maka
disebuthabitual dislocation.

b. Dislokasi Sendi Panggul (hip dislocation)

Sendi panggul lebih stabil dibanding sendi bahu karena mangkokasetabulum sangat
dalam disamping adanya ligamentum.Untukterjadinya dislokasi sendi panggul membutuhkan
energi trauma yangberat seperti MVA (Motor Vehicle Accident), contoh dislokasi
posteriorterjadi pada posisi sendi panggul dan lutut fleksi seperti traumadashboard
(dashboard injury). Ligamentum anterior lebih kuat daripadaligamentum posterior akibatnya
kejadian dislokasi posterior lebih tinggidibanding ke anterior. (>85%) padapemeriksaan fisik
penderita dislokasi posterior terlihat seperti putrimalu (adduksi rotasi intema dan fleksi sendi
panggul dan lutut biladibanding dengan sisi yang sehat serta pemendekan.Dislokasi ini akan
mengakibatkan keaisakan medial femoral circumflexartery ( MFCA ) yang menghidupi kaput
femoris sehingga menimbulkanosteonekrosis dengan angka kejadian 2-17 % pada dislokasi
posterior.

10

c. Dislokasi Sendi Lutut


Dislokasi sendi lutut (anterior, posterior, lateral, medial atau rotasi)sangat jarang karena
ligamen di sekitar sendi sangat kuat dan bila terjadidislokasi membutuhkan energi besar
maka ligamentum dan jaringanlunak sekitar sendi akan terputus, demikian juga kerusakan
sendi itusendiri.

11

Stabilitas sendi lutut dan permasalahannya bila terjadi dislokasisendi tersebutArteri


poplitea yang berada di belakang sendi akan terjadi kerusakanterutama tunika intima
sehingga memudahkan terjadinya trombus oleh karena itu perlu dipikirkan pembenan anti
trombin. Dislokasi sendi ini juga akanmengakibatkan teregang atau rusaknya saraf peroneus
disamping terjadinyasindrom kompartemen.Pemeriksaan fisik sendi terlihat efusi dan terasa
nyeri. Perlu Anda periksaneurovaskuler bagian distal sendi secara berkala (serial
neurovascularexamination).Dislokasi harus segera dilakukan reposisi sendi. Setelah
reposisi,pemeriksaan nadi, saraf dan sendi mutlak dikerjakan. Pemeriksaan X-ray pre -pasca
tindakan harus dilakukan guna menilai fraktur dan kelurusan sendi(alignment). Imobilisasi

12

pasca reposisi tertutup dengan gip selama 6-8 minggubila tidak disertai robekan ligamen.
Reposisi terbuka dilakukan bila ada traumavaskuler atau tindakan fasbtomi atau melakukan
repair ligamen.
d.

Dislokasi Sendi Siku ( elbow dislocation)


Sendi siku mempunyai tiga sendi, yaitu sendi ulno - humeralis, sendikapitulo - radialis

dan sendi radio - ulnaris proksimalis, yang distabilkan denganligamentum kolateral lateral
(radialis),

ligamentum

kolateral

medialis

(ulna),ligamentum

anularis

dan

kapsul

sendi.Dislokasi sendi siku sering terjadi pada anak- anak, atletik dan kadangkadangdisertai
fraktur kaput radialis atau trauma arteri brakhialis dan sarafmedianus di samping terjadinya
ruptur kolateral ligamen baik medial maupunlateral. Pada pemeriksaan fisik terdapat
deformitas,

nyeri

tekan

daerah

sendi,kadang-kadang

disertai

gangguan

neurovaskuler.Melakukan reposisi secepatnya pada dislokasi sendi, manajemen segera


melakukan reposisi tertutup anestesi lokal / obatsedasi, dan setelah reposisi anda jangan lupa
memeriksa stabilitas sendi itu,kemudian memberikan imobilisasi dengan pembidaian selama
7 hari dan setelahitu dilakukan rehabilitasi. Reposisi terbuka dilakukan pada dislokasi
unstable atauterjadi entrapment tulang atau jaringan lunak.

13

PATOFISIOLOGI DAN PATOGENESIS5


Dislokasi terjadi karena kekuatan yang menyebabkan gerakan rotasi eksterna dan ekstensi
sendi bahu. Caput humerus didorong kedepan dan menimbulkan avulse kapsul sendi dan
kartilago beserta periosteum labrum gleinodalis bagian anterior.Pada dislokasi berulang
labrum dan kapsul sering terlepas dari lingkaran anterior glenoid.Tetapi pada beberapa kasus
labrum tetap utuh dan kapsul serta ligamentum glenohumerus keduanya terlepas atau
terlentang ke arah anterior dan inferior.Selain itu mungkin ada indentasi pada bagian
osterolateral kaput humerus (lesi Hill-Sachs), yaitu suatufraktur kompresi akibat kaput
humerus menekan lingkar glenoid anterior setiap kali mengalami dislokasi.
Tanda dan gejala2

Nyeri
14

Perubahan kontur sendi


Perubahan panjang ekstremitas
Kehilangan mobilitas normal
Perubahan sumbu tulang yang mengalami dislokasi
Deformitas
Kekakuan
DIAGNOSIS4
Dislokasi sendi, merupakan emergensi ortopedik yang membutuhkan diagnosis, evaluasi
dan perawatan segera.Untuk menentukan diagnosis, survey trauma penuh penting dilakukan
uji neurovaskuler termasuk evaluasi nervus sciatik.CT scan juga bisa digunakan untuk
mendiagnosis dan mendeskripsikan dislokasi anatomis dan mengidentifikasi fraktur fragmen
kecil. Reduksi emergen tertutup (emergent closed reduction) dislokasi sendi traumatik,
diindikasikan untuk:
Dislokasi dengan atau tanpa defisit neurologis, saat tidak ada fraktur yang berkaitan
Dislokasi dengan fraktur yang berkaitan dengan deficit neural tidak terjadi.
DIAGNOSIS BANDING5
Diagnosis banding utama dari dislokasi anterior adalah fraktur kolum humerus dan
dislokasi fraktur.Frekuensi fraktur ini lebih kecil dibandingkan dengan kasus dislokasi
sederhana.Kesalahan fatal dapat terjadi saat melewatkan kasus ini dan menganggapnya
sebagai dislokasi sederhana lalu menatalaksanakannya sesuai prosedur tatalaksana dislokasi
sederhana.Jika pemeriksa dapat membuat siku pasien menyentuh pinggang atau humerus
dapat bergerak pada scapula, maka kemungkinan adanya fraktur kolum humerus atau
dislokasi fraktur lebih besar.Selain itu adanya pembengkakan yang hebat juga dapat
menyingkirkan kemungkinan dislokasi sederhana.
Fraktur humerus 8
Fraktur humerus distal pada orang dewasa adalah cedera yang relatif jarang,
mewakili hanya sekitar 3% dari semua patah tulang pada orang dewasa.Pada
orang dewasa muda, kebanyakan patah tulang humerus distal terjadi dari trauma
energi tinggi, luka melanggar samping, kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh dari

15

ketinggian, dan luka tembak.Pada orang tua dengan tulang yang lebih

osteoporosis, kebanyakan dari cedera ini terjadi karena jatuh.


Fraktur clavicula9
Fraktur klavikula sering disebabkan oleh mekanisme kompresi atau penekanan,
paling sering karena suatu kekuatan yang melebihi kekuatan tulang tersebut.
Trauma yang menyebabkan tula tulanng patah dapat berupa trauma lansung,
misalnya benturan pada lengan bawah yang menyebabkan tulang patah tulang

radius ulna.
PENATALAKSANAAN1,5
Dislokasi harus ditangani segera karena penundaan tindakan dapat menimbulkan nekrosis
avaskular tulang persendian serta kekakuan sendi.dalam fase syok lokal (antara 5-20 menit
kejadian) terjadi relaksasi otot sekitar sendi dan rasa baal (hipestesia) karena itu, reposisi
dapat dilakukan tanpa narkosis.Setelah fase syok lokal terlewati, reposisi harus dilakukan
dengan anastesi. Prinsip reposisi tertutup adalah melakukan gerakan yang berlawanan dengan
gaya trauma, kontraksi, atau tonus otot. Reposisi tidak boleh dilakukan dengan
kekersan.Sebiknya diberikan anastesi agar tidak terasa nyeri dan spasme otot sekitar menjadi
kendur.Apabila reposisi tertutup tidak berhasil, mungkin telah terjadi ruptur sampai sendi
dengan akibat gangguan perdarahan bonggol sendi atau interposisi fragmen tulang.
Sebaiknya dilakukan pemeriksaan roentgen atau pemeriksan penunjang lain yang
memperlihatkan keadaan sendi secara jelas dan reposisi harus dilakukan secara bedah.
Mobilisasi segera dilakukan setelah waktu penyembuhan jaringan lunak selesai, yaitu sekitar
2-3 minggu pasca cedera.
Penatalaksanaan kasus dislokasi anterior bahu dilakukan secara konservatif dan overatif.
Pilihanterapi konservatif berupa reposisi tertutup dengan maneuver kocher. Immobilisasi
dengan verban velpeau atau collar cuff selam lebih kurang 3 minggu.

16

Reduksi dislokasi harus segera dilakukan untuk kasus dislokasi anterior bahu yang baru
terjadi. Reduksi segera ini dapat dilakukan dengan dua metode
1. Metode stimson
Metode ini mudah dilakukan dan tidak memerlukan anastesi.Penderita diminta tidur
telungkup dengan lengan yang terkena dibiarkan menggantung kearah bawah dengan
memberikan beban 2kg yang diikat pada pergelangan tangan.Pada saat otot bahu
dalam kedaan relaksasi, diharapkan terjadi reposisi akibat berat lengan yang
tergantung disamping tempat tidur tersebut.Metode ini dilakukan selama 10-15 menit.
2. Metode hipokrates
Metode ini dilakukan jika metode stimson tidak memberikan hasil dalam waktu 15
menit. Reposisi dilakukan dalam keadaan anastesi umum.Lengan pasien ditarik
kearah distal punggung dengan sedikit abduksi, sementara kaki penolong berada
diketiak pasien untuk mengungkit kaput humerus kearah lateral dan posterior.Setelah
reposisi, bahu dipertahankan dalam posisi endorotasi dengan penyangga ke dada
selama paling sedikit 3 minggu.
Untuk kedua metode ini, pasien diminta mengabduksikan lengannya secara lembut
kemudian lakukan pemeriksaan untuk

memastikan tidak ada saraf aksilaris atau

muskaulokutaneus yang cedera. Lakukan kembali pemeriksaan rontgen untukkomfirmasi.


Indikasi terapi operatif adalah kasus lama.Operasi dilakukan dengan metode Bristow lbium
glenoid dan kapsul yang robek untuk memendekkan kapsul anterior dan subskapularis dan
perbaikan tumpang tindih. Metode operasi lain yang dilakukan adalah metode bankart untuk
memperbaiki.
KOMPLIKASI2,5
Komplikasi penting dari dislokaisi primer adalah dislokasi berulang berikutnya.
Berdasarkan study yang dilakukan peneliti 70% dari yang telah mengalami dislokasi

17

berulang dalam waktu dua tahun sejak cidera pertama.Lesi pleksus brakialis dan nervus
aksilaris, serta interposisi tendo bisep kaput longum.Robekan arteri aksilaris juga dapat
terjadi, terutama pada orang tua yang dilakukan reduksi dislokasi dengan tenaga yang
berlebihan.Langkah antisipatif yang dapat dilakukan sebelum dirujuk adalah dengan
melakukan penekanan kuat pada aksila.Komplikasi lanjut dapat berupa kaku sendi dan
dislokasi rekurens.
PROGNOSIS2
Pemantauan yang baik adalah dasar untuk mencegah terjadinya dislokasi berulang dan
untuk kesembuhan jaringan yang rusak.Bahkan dengan perawatan yang terbaik dislokasi
dapat berulang. 90% dari orang-orang yang pernh mengalami dislokasi bahu pada usia lebih
muda dari 20 tahun biasanya akan mengalami dislokasi kedua. Setelah usia 40 tahun, 14%
orang dapat mengalami dislokasi kedua. Jika dislokasi terjadi pada bahu yang sama, terutama
jika disebabkan oleh trauma yang lebih ringan maka pasien harus dievaluasi mengenai
kemungkian terjadinya kerusakan ligamen pada bahunya. Jika terdapat kerusakan maka
pasien mungkin perlu menjalani operasi untuk mencegah disloksi berulang.

18

BAB III
DAFTAR PUSTAKA
1. Wim de jong, Sjamsuhidajat, 2010, Buku Ajar Ilmu Bedah, Penerit Buku Kedokteran
EGC, Jakarta.
2. Subagyo, H, 2013, Ahli Bedah Orthopedi. Di unduh
dari.http://www.ahlibedahorthopedic.com/artikelasi-sendi-bahu.html-186-dislok
3. Mahartha, A, 2013, Manajemen Fraktur Pada Trauma, Di unduh
4.

dari.http://download.portalgaruda.org/article.php?article=14484&val=970
Emedicine. Davenport, M,D. Join Rredution, Hip Dislocation,Posterior.[ cited 2014

Februari 11] Available from: http://emedicine.medscape.com/article/109225-overview.


5. Slideshere. Dislokasi Sendi Bahu,2014.http://www.slideshare.net/anyes90/38743639dislokasibahuanterior
6. Richard S. Snell, 2006. Anatomi Klinis Dasar . Jakarta : EGC
7. Putz,R, Pabst,R, 2003. Atlas Anatomi Manusia. Jakarta : EGC
8. Supracondylar Humerus Fractures [ acited 2014 september2014] avalible from :
http://emedicine.medscape.com/article/1269576-overview
9. Rasjad, C. Buku Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi ed III. Yarsif Watamponc.Makasar:
2007

19

20