Anda di halaman 1dari 42

DIAGRAM FASA

SEBAGAI DASAR METALOGRAFI

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa sistim satu komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa sistim satu komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Aturan Fasa

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa dari sistim dua komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa sistim satu komponen

Titik 1 menyatakan paduan 70% timbal


30% timah merupakan fasa cair.
Titik 2 menyatakan terdiri dari 55%
fasa cair dan larutan padat dimana
larut dalam timbal.
Titik 3 menyatakan paduan
menunjukkan dua larutan padat dan
larutan padat sedikit timbal larut
dalam timah.
Titik 4, paduan 10% timah dan 90%
timbal mempunyai fasa tunggal larutan
padat .
Titik 5, paduan 20% timah dengan
80% timbal terdiri dari dua fasa yaitu
larutan padat dan cairan.
Titik 6, paduan 60% timah dengan
40% timbal hanya mempunyai satu
fasa cair.
Di atas garis aeb hanya terdiri fasa cair
dan garis ini dinamakan garis cair.
Di bawah garis acedb hanya terdiri
fasa padat dan garis ini disebut garis
padat.
Daerah yang dilingkungi oleh cf, dg
terdiri dari fasa padat dan garis fc, dg
merupakan batas larutan padat yang
disebut garis larutan

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Hubungan Komposisi

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Hubungan kuantitatif.

b1
b2
b
100 x
X
(100 X )
100
100
100
(volume B) (volume B (volume B
dlm. larutan dlm. cairan)
padat )
100(b2 b)
X
b2 b1

b
=%
komposisi total
b1 = %
komposisi larutan
padat
b2 = %
komposisi cairan
X
= berat
larutan padat
(100-X)= berat
cairan

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Perubahan Fasa pada Pedinginan

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Pada L1atau di atasnya terdpat fasa cair, bila
temperatur diturunkan sampai daerah dua fasa
+L1, maka L1 adalah temperatur pembekuan
dimana fasa mulai terbentuk kristal.
Larutan padat mempunyai kadar A lebih tinggi
dari pada cairan, karena terjadi pengkristalan
dari cairan , maka cairan kadar A menjadi lebih
rendah dan kadar B menjadi lebih tinggi.
Cairan berkadar B lebih tinggi mempunyai
temperatur pembekuan lebih rendah dari pada
cairan X, oleh karena itu pada cairan ini tidak
diharapkan terjadi kristalisasi , agar terjadi
kristalisasi maka temperatur diturunkan lebih
rendah.
Dengan temperatur lebih rendah maka jumlah
larutan padat bertambah dan jumlah cairan
berkurang, sedangkan kadar B pada cairan terus
meningkat mengikuti garis cair menuju e.
Setelah mencapai temperatur t3 tidak ada lagi
cairan , semuanya telah membeku menjadi satu
fasa yaitu 3.
Garis ae menyatakan permulaan kristalisasi dan
garis beku ac menyatakan temperatur
pembekuan.

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Perubahan Fasa pada Pedinginan

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa dasar dari sistim dua komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa dasar dari sistim dua komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa dasar dari sistim dua komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa dasar dari sistim dua komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Diagram fasa dasar dari sistim dua komponen

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

Diagram fasa besi-karbon


A : titik cair besi
B : titik cairan yang ada hubungannya dengan reaksi peritektik
H :larutan padat yang ada hubungannya dengan reaksi peritektik,
kelarutan karbon maksimumnya 0,1 %
J : titik peritektik, selama pendinginan austenit pada komposisi J dan
fasa terbentuk dari larutan padat pada komposisi H dan cairan
pada komposisi B.
N : titik transformasi dari besi besi , titik transformasi A4 dari besi
murni.
C : titik eutektik, selama pendinginan fasa dengan komposisi E dan
sementit pada komposisi F terbentuk dari cairan pada komposisi C
dan fasa eutektik ini disebut dengan ledeburit.
E : titik yang menyatakan fasa yang ada hubungannya dengan
reaksi eutektik, dimana kelarutan makasimum karbonnya 2,14%,
paduan besi karbon sampai komposisi ini disebut dengan baja.
G : titik transformasi besi besi , titik transformasi A3 untuk besi.
P : titik yang menyatakan ferit, fasa yang ada hubungannya dengan
reaksi eutektiod, dimana kelarutan maksimum karbonnya 0,02 %.
S : titik eutektiod, selama pendinginan ferit pada komposisi P dan
sementit pada komposisi K(=F) terbentuk simultan dari austenit pada
komposisi S. Reaksi eutektoid dinamakan transformasi A1 dan fasa
eutektoid disebut perlit.
GS: garis yang menyatakan hubungan antara temperatur dan
komposisi, dimana mulai terbentuk ferit dan austenit, dan garis ini
disebut dengan garis A3.
ES: garis yang menyatakan hubungan antara temperatur dan
komposisi, dimana mulai terbentuk sementit dan austenit dan
dinamakan garis Acm.
A2: titik transformasi magnetik untuk besi atau ferit.
A0: titik transformasi magnetik untuk sementit.

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

Perubahan struktur pada perlakuan panas

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

Struktur Logam

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

Struktur Logam

Face-Centered-Cubic (FCC)
memperlihatkan bentuk
struktur ini, dimana
sekumpulan bola yang
berikatan erat satu sama
lain.setiapbola mewakili
sebuah atom. Unit sel ini
merupakan penambahan
terkecil dimana struktur logam
secara periodeik dapat
dikurangi.
Contoh logam dengan struktur
FCC adalah : tembaga, nikel,
alluminium, emas dan perak

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

Body-Centerd-Cubic
(BCC)
memperlihatkan
susunan sel uit BCC.
Dibandingkan dengan
FCC, BCC
memperlihatkan ruang
kosong yang lebih
banyak. Contoh logam
jenis BCC ini adalah :
besi, molybdenum, dan
canadium

Struktur Logam

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

Struktur Logam

Hexagonal Cole
Packed (HCP)
memeprlihatkan
bentuk unit sel,
contoh logam jenis
ini adalah :
magnesium, seng,
Kobalt, dan
titanium.

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Struktur mikro besi dan baja

Struktur Logam

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Dislokasi

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Deformasi

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Retak

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Ruang Kosong

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Rekristalisasi

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Inklusi

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Segregasi

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Kondisi Fisik Pada Logam : Struktur Cacat

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas
AISI
CODE

DISCRIPTION OF STEEL

10XX

Plain Carbon Steel

11XX

Free Cutting Steel : High Sulfur

12XX

Free Cuting Steel : High Sulfur and/or Phosphorus

13XX

Manganese Steel : Mn 1,75%

15XX

Plain Carbon Steel : Mn. 0,75 1,65 %

23XX

Nickel Steels : Ni. 3,5 5,0 %

25XX

Nickel Steels : Ni. 3,5 5,0 %

31XX

Nickel Chromium Steels : Ni. 1,25-3,5% Cr. 0,65-1,57%

32XX

Nickel Chromium Steesl : Ni. 1,25-3,5% Cr. 0,65-1,57%

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas

40XX

Molydenum Steels : Mo. 0,20-0,30%

41XX

Chromium-Molydenum Steels : Cr. 0,0-1,1% Mo. 0,15-0,25%

43XX

Ni. 1,65-2,00%. Cr. 0,40-0,90%. Mo. 0,20-0,30%

47XX

Ni. 0,90-1,20%. Cr. 0,35-0,55%. Mo. 0,15-0,25%

81XX

Ni. 0,20-0,40%. Cr. 0,35-0,56%. Mo. 0,08-0,50%

86XX

Ni. 0,40-0,70%. Cr. 0,40-0,60%. Mo. 0,15-0,25%

87XX

Ni. 0,40-0,70%. Cr. 0,40-0,60%. Mo. 0,20-0,30%

88XX

Ni. 0,40-0,70%. Cr. 0,40-0,60%. Mo. 0,30-0,40%

94XX

Ni. 0,30-0,60%. Cr. 0,30-0,50%. Mo. 0,08-0,15%

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas

46XX

Nickel-Molydenum Steels : Ni. 1,55-3,50%. Mo. 0,20-0,30%

48XX

Nickel-Molydenum Steels : Ni. 1,55-3,50%. Mo. 0,20-0,30%

50XX

Chromium Steels : Cr. 0,24-1,05%

51XX

Chromium Steels : Cr. 0,24-1,05%

Chromium-Vanadium Steels: Cr. 0,80-0,95%. V. 0,10-0,15%


61XX

minimum

72XX

Tungsten-Chromium Steels : W. 1,75%. Cr. 0,75%

92XX

Silicon-Manganese Steels : Si. 1,20-2,20%. Mn. 0,65-0,87%

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas

DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR METALOGRAFI
Jenis Logam di Industri Migas